Jurnal Adminika Volume 3. No.1, Januari - Juni 2017 ISSN : 2442-3343
PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN KEPEGAWAIAN,
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (BKPP) KABUPATEN MUSI RAWAS
Oleh Irma Idayati
Dosen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Musi Rawas
Abstrak
Pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Musi Rawas. Dari analisis regresi diperoleh hasil Y = 6,472 + 0,358X1 + 0,482X2, dengan nilai konstanta (a) = 6,472, nilai koefesien regresi (b1) = 0,358, nilai koefesien regresi (b2) = 0,482. Hasil koefisen determinasi diperoleh nilai R2 = 0.497 atau sebesar 49,7%, hal ini berarti kinerja pegawai dipengaruhi oleh motivasi dan lingkungan kerja sebesar 49,7%, sisanya 50,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dari Hasil analisis uji serentak (Uji F) diperoleh nilai Fhitung sebesar 41.860
dengan tingkat signifikan 0,000, serta α = 5% dan (n-k-1) = 35-2-1 serta pembilang (k-2) adalah 3,29. Dengan kesimpulan Fhitung = 41.860 ≥ Ftabel = 3,29,berarti Ho ditolak dan Ha diterima.
Kata Kunci: Motivasi, Lingkungan Kerja, Kinerja Pegawai
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pada berbagai bidang khususnya kehidupan berorganisasi, faktor manusia merupakan masalah utama disetiap kegiatan yang ada didalamnya. Organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang reaktif dapat diidentifikasikan, bekerja secara terus menerus untuk mencapai tujuan. Untuk tujuan organisasi diperlukan kinerja pegawai yang optimal dalam menjalankan tugas dan tangung jawab.
Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) merupakan salah satu badan yang berorintasi pada kepegawaian, pendidikan dan pelatihan
untuk meningkatkan keprofesionalan pegawai yang ada di Kabupaten Musi Rawas. Observasi awal pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan dijumpai beberapa masalah. Di bidang motivasi, indikasi masalah yang timbul adalah kurang terpenuhinya keinginan pegawai sehingga kurang maksimal dalam melaksanakan tugas, masih lemahnya rasa tanggung jawab para pegawai terhadap tugas yang diberikan karena motivasi yang belum optimal. Sedangkan di bidang lingkungan kerja, dijumpai belum terpenuhnya kelengkapan sarana dan prasarana yang ada. Selain itu sirkulasi udara kurang begitu lancar. Pengaturan tata ruang kerja yang masih kurang teratur dan kurangnya pencahayaan yang ada
dalam kantor. Permasalahan ini berimpliklasi pada kinerja pegawai Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Musi Rawas.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, nampak betapa pentingnya motivasi dan lingkungan kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai. Hal ini membuat Peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul
“Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan
Pelatihan Kabupaten Musi Rawas”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Musi Rawas?
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Musi Rawas.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari hasil penelitian ini adalah : sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang ingin mempelajari masalah Manajemen Sumber Daya Manusia, Khususnya tentang masalah Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Semoga dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Musi Rawas.
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Motivasi
Menurut Wibowo (2013:379) motivasi adalah serangkaian proses yang membangkitkan (arouse), mengarahkan (direct), dan menjaga (maintain) perilaku manusia menuju pada pencapaian tujuan. Sedangkan menurut Fahmi (2012:143) mengatakan bahwa motivasi adalah aktivitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan. Motivasi dirumuskan sebagai perilaku yang ditunjukan pada sasaran.
2.2 Pengertian Lingkungan Kerja Lingkungan kerja adalah tempat di mana pegawai melakukan aktivitas setiap harinya. Menurut Simanjuntak (2011:7) mengemukakan lingkungan kerja berkaitan dengan kondisi lingkungan kerja. Kondisi lingkungaan kerja menyangkut jaminan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Jaminan K3 mencakup keselamatan dan kesehatan pekerja dan seriap orang, keselamatan aset dan alat-alat produksi dan keselamatan hasil produksi sendiri.
2.3 Pengertian Kinerja
Menurut Wibowo (2013:4) Kinerja adalah implementasi dari rencana yang telah disusun. Implementasi kinerja dilakukan oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kompetensi, motivasi dan kepentingan. Sedangkan menurut Amstrong dan Baron (dalam Wibowo, 2013:7) kinerja merupakan hasil hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasaan konsumen dan memberikan kontribusi pada ekonomi.
Jurnal Adminika Volume 3. No.1, Januari - Juni 2017 ISSN : 2442-3343
2.4 Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar sebagai berikut :
Gambar 1. Kerangka berpikir Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Musi Rawas
2.5 Hipotesis Penelitian
Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Musi Rawas.
III METODE PENELITIAN
3.1 Populasi dan Sampel
Dalam penelitian ini populasi dan sampel adalah 35 orang pegawai Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Musi Rawas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Sampel Random Sampling.
3.2 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu : Observasi dan penyebaran Kuisioner di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Musi Rawas.
3.3 Teknik Analisis Data
Penelitian ini dalam menganalisis data dengan menggunakan bantuan program SPSS. Di mana hasil yang ingin diperoleh diuji dengan uji regresi linear berganda, uji koefisien determinasi dan uji F (serentak).
IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas 4.1.1 Uji Validitas
Untuk menguji tingkat kevalidan kuisioner maka kuisioner diujikan dulu pada Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas dengan jumlah responden 20 orang responden. Adapun hasil uji validitas ini dengan mengunakan bantuan aplikasi program SPSS 17.0 for Windows yang disajikan dalam tabel berikut;
Kinerja Pegawai (Y)
Sumber : Wibowo (2013:101) Lingkungan Kerja (X2)
Indikator
1. Penerangan/Cahaya 2. Suhu Udara 3. Suara Bising
4. Dekorasi/Tata Ruang Sumber : Sunyoto (2013:11)
Motivasi (X1)
Indikator
1. Kebutuhan (Needs) 2. Kepuasan (Satisfaction) 3. Harapan
4. Penerapan tujuan (Goal setting) Sumber : Wibowo (2013:391)
Jurnal Adminika Volume 3. No.1, Januari - Juni 2017 ISSN : 2442-3343
Tabel 1
Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi (X1)
No Item rhitung rtabel (0,05); n =20 Keterangan
1 X1_1 0,833 0,444 Valid
2 X1_2 0,876 0,444 Valid
3 X1_3 0,987 0,444 Valid
4 X1_4 0,987 0,444 Valid
5 X1_5 0,879 0,444 Valid
6 X1_6 0,704 0,444 Valid
7 X1_7 0,804 0,444 Valid
8 X1_8 0,583 0,444 Valid
9 X1_9 0,987 0,444 Valid
10 X1_10 0,879 0,444 Valid
Sumber: Hasil pengolahan data, Tahun 2015
Dari hasil uji validitas pada tabel di atas dapat dilihat bahwa seluruh item pada penelitian mempunyai rhitung > rtabel yaitu pada taraf signifikan 95% (α = 0,05) dan n = 20
diperoleh rtabel = 0,444 maka, dapat diketahui rhitung hasil tiap-tiap item > 0,444 sehingga
dapat dikatakan bahwa keseluruhan item variabel penelitian adalah valid untuk digunakan sebagai instrument dalam penelitian.
Tabel 2
Hasil Uji Validitas Variabel Lingkungan Kerja (X2)
No Item rhitung rtabel (0,05); n =20 Keterangan
1 X2_1 0,804 0,444 Valid
2 X2_2 0,692 0,444 Valid
3 X2_3 0,692 0,444 Valid
4 X2_4 0,648 0,444 Valid
5 X2_5 0,737 0,444 Valid
6 X2_6 0,941 0,444 Valid
7 X2_7 0,671 0,444 Valid
8 X2_8 0,648 0,444 Valid
9 X2_9 0,941 0,444 Valid
10 X2_10 0,804 0,444 Valid
Sumber: Hasil pengolahan data, Tahun 2015
Dari hasil pengujian validitas pada tabel di atas dapat dilihat bahwa keseluruhan item variabel penelitian mempunyai rhitung > rtabel yaitu pada taraf signifikan 95% (α = 0,05)
dan n = 20 diperoleh rtabel = 0,444 maka dapat diketahui rhitung dari hasil tiap-tiap item >
0,444 sehingga dapat dikatakan bahwa keseluruhan item variabel penelitian adalah valid untuk digunakan sebagai instrument dalam penelitian.
Tabel 4.3
Hasil Uji Validitas Kinerja Pegawai (Y)
No Item rhitung rtabel (0,05); n =20 Keterangan
1 Y_1 0,914 0,444 Valid
2 Y_2 0,872 0,444 Valid
4 Y_4 0,888 0,444 Valid
5 Y_5 0,959 0,444 Valid
6 Y_6 0,917 0,444 Valid
7 Y_7 0,650 0,444 Valid
8 Y_8 0,959 0,444 Valid
9 Y_9 0,780 0,444 Valid
10 Y_10 0,917 0,444 Valid
Sumber: Hasil olahan data, Tahun 2015
Dari hasil pengujian validitas pada tabel dapat dilihat bahwa keseluruhan item variabel penelitian mempunyai rhitung >
rtabel yaitu pada taraf signifikan 95% (α =
0,05) dan n = 20 diperoleh rtabel = 0,444
maka, dapat diketahui rhitung dari hasil
tiap-tiap item > 0,444 dapat dikatakan bahwa keseluruhan item variabel penelitian adalah valid untuk digunakan sebagai instrument dalam penelitian.
4.1.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan Teknik Alpha Cronbach dimana suatu instrument penelitian umumnya adalah perbandingan antara nilai rhitung dengan rtabel pada taraf
kepercayaan 95% atau signifikan 5%. Nilai rhitung diwakili oleh nilai Cronbach
Alpha. Adapun hasil uji reliabilitas yang dilakukan terhadap instrumen penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut ini;
Tabel 4
Hasil Analisis Uji Reliabilitas
No Variabel Cronbach Alpha rtabel (0,05); n =20 Keterangan
1 Motivasi (X1) 0,948 0,444 Reliabel
2 Lingkungan Kerja (X2) 0,905 0,444 Reliabel
3 Kinerja Pegawai (Y) 0,958 0,444 Reliabel
Sumber: Hasil olahan data, Tahun 2015
Dari hasil uji reliabilitas di atas dapat dilihat bahwa nilai Cronbach Alpha variable Motivasi (X1) adalah sebesar 0,948, Lingkungan Kerja (X2) adalah sebesar 0,905,
Kinerja Pegawai (Y) adalah sebesar 0.958, nilai tersebut lebih besar dari nilai rtabel =
0,444. Berarti item-item pertanyaan tersebut adalah reliabel, sehingga dapat dijadikan alat ukur selanjutnya.
4.2 Hasil Analisis Data
Tabel 5
Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
B Std. Error Beta
1 (Constant) 6.472 3.476
X1 .358 .097 .419
X2 .482 .101 .540
Sumber: Hasil pengolahan data, tahun 2015 Berdasarkan hasil perhitungan regresi, maka di peroleh nilai b1 = 0,358 dan b2 =
0,482 sedangkan nilai a = 6,472. Kemudian kedua nilai tersebut
dimasukkan ke dalam persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:
Y = 6,472 + 0,358X1 + 0,482X2
Persamaan regresi tersebut menggambarkan bahwa variabel Motivasi (X1) dan variabel Lingkungan Kerja (X2) berpengaruh sangat nyata secara bersama-sama terhadap Kinerja Pegawai (Y). b1 = 0,358 nilai koefisien regresi yang
dihasilkan variabel bebas Motivasi (X1) sebesar 0,358 (35,8%), artinya
jika ada peningkatan terhadap Motivasi (X1) sebesar 100% maka
akan meningkatkan Kinerja Pegawai (Y) sebesar 35,8%, juga sebaliknya
dan jika ada penurunan Motivasi (X1) sebesar 100%, maka akan
menurunkan Kinerja Pegawai (Y) sebesar 35,8%.
b2 = 0,482 nilai koefisien regresi yang
dihasilkan variabel bebas Lingkungan Kerja (X2) sebesar
0,482 (48,2%), artinya jika ada peningkatan terhadap Lingkungan Kerja (X2) sebesar 100% maka,
akan meningkatkan Kinerja Pegawai (Y) sebesar 48,2%, juga sebaliknya dan jika ada penurunan Lingkungan Kerja (X2) sebesar 100%, maka
akan menurunkan Kinerja Pegawai (Y) sebesar 48,2%.
Tabel 6
Hasil Koefisien Determinasi
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .705a .497 .481 2.501
a. Predictors: (Constant), X1
Sumber: Hasil pengolahan data, tahun 2015
Hasil koefisen determinasi di atas diperoleh nilai R2 = 0.497 atau sebesar 49,7%, hal ini berarti kinerja pegawai dipengaruhi oleh motivasi dan lingkungan kerja sebesar 49,7%, sisanya 50,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Tabel 7
Hasil Uji Serentak (Uji F)
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 296.830 2 148.415 41.860 .000a
Residual 113.456 32 3.546
Total 410.286 34
Sumber: Hasil pengolahan data, tahun 2015
Dari tabel Anova di atas, terlihat bahwa nilai Fhitung adalah sebesar 41.860 dengan
tingkat signifikan 0,000, serta α = 5% dan (n-k-1) = 35-2-1 serta pembilang (k-2) adalah 3,29, sehingga nilai yang diperoleh yaitu Fhitung = 41.860 > Ftabel= 3,29.
Jurnal Adminika Volume 3. No.1, Januari - Juni 2017 ISSN : 2442-3343
4.3 Pembahasan
Hasil persamaan regresi linier berganda adalah : Y = 6,472 + 0,358X1 + 0,482X2.
Berdasarkan hasil perhitungan regresi, maka di peroleh nilai b1 = 0,358 dan b2 =
0,482 sedangkan nilai a = 6,472. Dari semua nilai tersebut diperoleh hasil yang positif.
Hasil koefisen determinasi diperoleh nilai R2 = 0.497 atau sebesar 49,7%, hal
ini berarti kinerja pegawai dipengaruhi oleh motivasi dan lingkungan kerja sebesar 49,7%, sisanya 50,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Dari Hasil analisis uji serentak (Uji F) diperoleh nilai Fhitung sebesar 41.860
dengan tingkat signifikan 0,000, serta α =
5% dan (n-k-1) = 35-2-1 serta pembilang (k-2) adalah 3,29. sehingga nilai yang diperoleh yaitu Fhitung = 41.860 ≥ Ftabel =
3,29, berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara motivasi (X1) dan
lingkungan kerja (X2) secara
bersama-sama terhadap kinerja pegawai (Y).
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ini yaitu ada pengaruh yang signifikan motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Musi Rawas, terbukti kebenarannya.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan mengenai pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Musi Rawas, maka Peneliti mengemukakan beberapa saran yang menjadi bahan pertimbangan untuk
meningkatkan kinerja pegawai sebagai berikut;
1. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Musi Rawas, hendaknya
memperhatikan atau
mengoptimalkan motivasi pegawai agar pegawai terpacu untuk bersemangat dalam bekerja dan terus mengembangkan potensinya, agar kinerja pegawai meningkat. 2. Hendaknya lingkungan kerja pada
Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Musi Rawas lebih diperhatikan untuk meningkatkan kinerja pegawai.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta Fahmi, Irham. 2012. Manajemen Teori,
Kasus dan Solusi. Jakarta: Alfabetha.
Nitisemoto. 2006. Manajemen Kepemimpinan da n Kolabora si dala m Dunia yang Kompetitif. Salemba Empat. Jilid 2 Edisi Ketujuh.
Roziqin, Muhammad Zainur. 2010.
Kepuasan Kinerja. Jakarta: Averroes Press.
Simanjuntak, Payaman. 2011. Manajemen dan Evaluasi Kinerja. Jakarta: Lembaga Penerbit
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Penerbit CV. Alfabeta.
Sugiyono,2010. Statistik Untuk Penelitian.
Bandung. Jakarta. Alfabeta.
Sunyoto, Danang. 2013. Teori, Kuesioner dan Proses Analisis Data Perilaku Organisasional. Jakarta: PT. Buku Seru.