• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PEMBUATAN DAN APLIKASI PUPUK ORGA (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KAJIAN PEMBUATAN DAN APLIKASI PUPUK ORGA (1)"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

• Penggunaan pupuk sangat diperlukan bagi tanaman agar dapat tumbuh dan berproduksi maksimal

• Akan tetapi penggunaan pupuk anorganik (bahan kimia sitensis) yang tidak terkendali ternyata dapat menurunkan degradasi lahan yang semakin meningkat saat ini

(3)

Praktek budidaya tanaman yang ekploratif

dengan menggunakan pupuk anorganik

berlebihan dapat menyebabkan :

a. peningkatan degradasi tanah (tanah

menjadi toksik dan keras sehingga akar

tanaman sulit tumbuh dan berkembang

b. terjadinya pencemaran air dan tanah

(4)

Beberapa hasil riset menunjukkan bahwa saat ini

lahan-lahan produktif di Indonesia kandungan

bahan organiknya kurang dari 1 % (Karama,

2000). Jika hal ini terus dibiarkan maka bukan

mustahil pada akhirnya keberlanjutan penyediaan

pangan jangka panjang akan terancam.

Selain itu, ketergantungan petani akan pupuk

anorganik terus meningkat, disisi lain harga

(5)

• Dibandingkan pupuk anorganik, pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman, serta pemberiannya ke tanaman lebih efektif dibandingkan pupuk organik padat.

• Pembuatan POC sebagai penelitian pemula dengan menggunakan bahan baku yang ada disekitar petani, telah dilakukan tetapi masih perlu disempurnakan terutama jenis starter dan lama perendaman untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pH, C/N rasio,

(6)

• Menemukan jenis starter (bakteri) dan lama

perendaman ideal dalam menghasilkan pH, C/N rasio, rendemen dan kandungan unsur hara makro dan mikro pada pupuk organik cair (POC) yang dibutuhkan oleh tanaman

• Menemukan bahan pupuk organik cair yang berasal

dari bahan baku yang ada di sekitar pemukiman petani

(7)

• Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan atau keutamaan penelitian ini perlu untuk dilakukan :

1. Bahan baku yang digunakan untuk membuat pupuk organik cair berdasarkan potensi lokal yang dimiliki atau berada di sekitar areal pertanian petani

2. Merupakan upaya pengembangan penerapan teknologi sederhana untuk

menghasilkan pupuk organik cair yang sesuai dengan keluaran skim penelitian hibah bersaing

3. Berpotensi menemukan formulasi pupuk organik cair (POC) yang berkualitas baik, yaitu pH, C/N Rasio dan Rendemen serta kandungan unsur hara makro dan mikro yang lengkap yang diperlukan untuk pertumbuhan dan peningkatan

produksi berbagai tanaman

(8)

Masalah :

1. harga pupuk terus meningkat 2. pengujian pupuk organik cair

masih perlu diitingkatkan

Jenis starter bakteri Lama perendaman

Peubah yang diamati :

•pH, C/N rasio dan Rendemen

•Kandungan unsur hara makro dan mikro POC

Berbagai

konsentrasi POC

Interval pemberian POC

Uji konsentrasi dan interval pemberian POC terhadap

pertumbuhan dan produksi tomat

Peubah yang diamati :

•Analisis tanah, Serapan hara N, P, K tanaman

•Tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, umur berbunga, jumlah buah per tanaman, rasio tajuk/akar, dan bobot buah per tanaman

Output : - Ditemukan konsentrasi optimum POC dalam meningkatkan produksi tanaman

Kajian pembuatan pupuk organik cair (POC) melalui jenis stater dan lama perendaman terhadap pH, C/N rasio, rendemen dan kandungan unsur hara pupuk organik cair.

Output : - Pupuk Organik Cair (POC)

(9)

Penelitian Tahun ke-1.

• Penelitian ini akan dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara.

• Analisis pH, C/N rasio dan rendemen akan dilakukan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara,

• Analisis Kandungan unsur hara POC makro dan mikro akan

(10)

Sasaran, luaran dan indikator capaian kegiatan penelitian tahun ke-1

NO Kegiatan Sasaran Luaran capaianIndikator

Tahun I : Kajian pembuatan pupuk organik cair (POC) melalui jenis stater dan lama perendaman terhadap pH, C/N rasio, rendemen dan kandungan unsur hara pupuk organik cair.

1. Pembuatan

Pupuk Organik Cair (POC)

(11)

• tanaman eceng gondok,

• tanaman kacang tanah,

• daun lamtoro,

• timbangan analitik,

• pH meter,

• termometer,

• spektrofotometer,

• flamefotometer dan

(12)

s1 = Biakan EM-4; s2 = Boisca;

s3 = Terasi.

(13)

1. Pembuatan komposter

Komposter terbuat dari ember plastik, kedua

(14)

Setelah itu, dibuat lubang-lubang kecil

(15)

2 pipa paralon tersebut dipasang di sisi kanan

dan kiri ember dan 1 pipa paralon dipasang di

lubang bawah ember, selanjutnya pada pipa

paralon sebelah atas dihubungkan dengan

pipa yang telah memiliki sambungan T

Sambungan T

Sambungan L

(16)

Pada ujung pipa bagian bawah dipasang kran

dan bagian dalam pipa dipasang sambungan L

untuk dihubungan dengan sambungan T

Setelah semua pipa paralon terhubungkan

(17)
(18)
(19)
(20)

Prosedur Pembuatan POC

Bahan padat dan Cair

EM-4 Boisca Terasi

Tahap 1

Tahap 2

Tahap 3. Aduk hingga bahan padat dan cairan bercampur

Tahap 4. tutup hingga rapat

Tahap 4. Simpan sesuai perlakuan

P1 = 10 hari

P1 = 20 hari

P1 = 30 hari

P1 = 40 hari

(21)
(22)

Penelitian tahun ke-2

• Penelitian ini akan dilaksanakan di lahan Badan

Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2014.

(23)

NO Kegiatan Sasaran Luaran capaianIndikator

Tahun I : Uji konsentrasi dan interval pemberian POC terhadap pertumbuhan dan produksi tomat

1. Uji terap POC

pada tanaman Tomat

Melihat respon tanaman tomat

(24)

Bahan

• Bahan yang digunakan

dalam penelitian ini adalah benih tomat, pupuk

kandang, dan pupuk organik cair (POC) hasil penelitian tahun pertama.

Alat

• alat utama yang digunakan adalah, cangkul, polibag, timbangan analitik, alat analisis sifat fisik dan kimia tanah dan alat analisis

(25)

Faktor 1 (konsentrasi POC)

• ko = kontrol;

• k1 = 1 ml/liter air;

• k2 = 2 ml/liter air;

• k3 = 3 ml/liter air;

• k4 = 4 ml/liter air;

• k5 = 5 ml/liter air; dan;.

Faktor 2 (interval Pemberian)

• p1 = 1 kali/minggu;

• p2 = 1 kali/2 minggu

Sehingga kombinasi perlakuan sebanyak 12 dengan 3 ulangan. Pengujian perlakuan = analisis ragam

Uji lanjut dengan = BNJ taraf 5 %.

(26)

1. Media tanam diambil pada tanah dengan kedalaman sampai 20 cm (top soil), kemudia tanah top soil dibersihkan dari sisa tanaman dan diayak dengan ayakan yang berukuran 0,4 x 0,4 cm.

2. Campuran tanah dan pupuk kandang yang digunakan sebagai media tanam disterilisasi dengan menggunakan soil sterilizer untuk

mencegah layu fusarium.

3. Pembenihan dilakukan dalam kotak persemaian yang terbuat dari kayu yang berukuran 40 cm x 30 cm x 20 cm (p x l x t).

(27)

Konsentrasi pupuk POC masing-masing perlakuan

diberikan melalui penyemprotan dengan

menggunakan handprayer pada tanaman dengan

interval pemberian menyesuaikan dengan

perlakuan, yaitu diberikan setiap minggu dan ada

yang diberikan setiap dua minggu sekali sejak

tanaman berumur satu minggu dipindahkan ke

polibeg.

Pemberian POC diberikan sampai pada tanaman

(28)

• Penyiraman dilakukan melihat kondisi tanaman jika hujan maka tidak dilakukan penyiraman, bila tidak

hujan maka akan dilakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah dan ketersediaan air bagi tanaman.

• Pengendalian gulma dilakukan secara manual dengan mencabut gulma yang tumbuh.

(29)

Setelah 60% kulit buah berwarna merah, buah

dipanen dengan selang waktu 2 atau 3 hari.

(30)
(31)

N

NO Uraian Kegiatan

Tahun 2013 Tahun 2014

Tri Wulan Triwulan

1. Pengolahan tanah/penyediaan media

(32)

Referensi

Dokumen terkait

Tingginya berat buah per tanaman tomat pada penelitian diduga karena pemberian PGPR mampu memacu atau merangsang pertumbuhan (biostimulants) tanaman tomat dengan

Gambar 6: Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Tomat Pengaruh Media dan Pupuk (tanaman tomat umur 45 hari setelah tanam) yang Mulai Tumbuh Bunga.. Gambar 7: Pertumbuhan

Maka dari itu, artikel ini mengkaji terkait sejauh mana konsep ekowisata berbasis masyarakat dalam menunjang pengembangan pariwisata dan hal apa saja yang masih

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, ternyata pada tanaman tomat juga terdapat beberapa jenis hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman tomat. Tetapi

Beberapa karakter yang kurang baik dalam diri seseorang remaja diatas yang identik dengan anak-anak di bawah umur (dalam istilah perkawinan) menunjukan bahwa anak yang

Gambaran mengenai proses pengambilan keputusan sosiosaintifik dalam pembelajaran berbasis literasi sains dan teknologi dapat diilustrasikan dengan membuat suatu peta

Namun lebih jauh dari itu adalah untuk membaca asma dan kemuliaan Allah, membaca teknologi genetika, membaca teknologi komunikasi, dan membaca segala yang belum

Pemberian pupuk organik cair NASA dengan konsentrasi 8 cc/l mampu merangsang dan memicu tinggi tanaman tomat pada interval waktu pemberian pupuk 2 minggu sekali