• Penggunaan pupuk sangat diperlukan bagi tanaman agar dapat tumbuh dan berproduksi maksimal
• Akan tetapi penggunaan pupuk anorganik (bahan kimia sitensis) yang tidak terkendali ternyata dapat menurunkan degradasi lahan yang semakin meningkat saat ini
•
Praktek budidaya tanaman yang ekploratif
dengan menggunakan pupuk anorganik
berlebihan dapat menyebabkan :
a. peningkatan degradasi tanah (tanah
menjadi toksik dan keras sehingga akar
tanaman sulit tumbuh dan berkembang
b. terjadinya pencemaran air dan tanah
•
Beberapa hasil riset menunjukkan bahwa saat ini
lahan-lahan produktif di Indonesia kandungan
bahan organiknya kurang dari 1 % (Karama,
2000). Jika hal ini terus dibiarkan maka bukan
mustahil pada akhirnya keberlanjutan penyediaan
pangan jangka panjang akan terancam.
•
Selain itu, ketergantungan petani akan pupuk
anorganik terus meningkat, disisi lain harga
• Dibandingkan pupuk anorganik, pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman, serta pemberiannya ke tanaman lebih efektif dibandingkan pupuk organik padat.
• Pembuatan POC sebagai penelitian pemula dengan menggunakan bahan baku yang ada disekitar petani, telah dilakukan tetapi masih perlu disempurnakan terutama jenis starter dan lama perendaman untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pH, C/N rasio,
• Menemukan jenis starter (bakteri) dan lama
perendaman ideal dalam menghasilkan pH, C/N rasio, rendemen dan kandungan unsur hara makro dan mikro pada pupuk organik cair (POC) yang dibutuhkan oleh tanaman
• Menemukan bahan pupuk organik cair yang berasal
dari bahan baku yang ada di sekitar pemukiman petani
• Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan atau keutamaan penelitian ini perlu untuk dilakukan :
1. Bahan baku yang digunakan untuk membuat pupuk organik cair berdasarkan potensi lokal yang dimiliki atau berada di sekitar areal pertanian petani
2. Merupakan upaya pengembangan penerapan teknologi sederhana untuk
menghasilkan pupuk organik cair yang sesuai dengan keluaran skim penelitian hibah bersaing
3. Berpotensi menemukan formulasi pupuk organik cair (POC) yang berkualitas baik, yaitu pH, C/N Rasio dan Rendemen serta kandungan unsur hara makro dan mikro yang lengkap yang diperlukan untuk pertumbuhan dan peningkatan
produksi berbagai tanaman
Masalah :
1. harga pupuk terus meningkat 2. pengujian pupuk organik cair
masih perlu diitingkatkan
Jenis starter bakteri Lama perendaman
Peubah yang diamati :
•pH, C/N rasio dan Rendemen
•Kandungan unsur hara makro dan mikro POC
Berbagai
konsentrasi POC
Interval pemberian POC
Uji konsentrasi dan interval pemberian POC terhadap
pertumbuhan dan produksi tomat
Peubah yang diamati :
•Analisis tanah, Serapan hara N, P, K tanaman
•Tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, umur berbunga, jumlah buah per tanaman, rasio tajuk/akar, dan bobot buah per tanaman
Output : - Ditemukan konsentrasi optimum POC dalam meningkatkan produksi tanaman
Kajian pembuatan pupuk organik cair (POC) melalui jenis stater dan lama perendaman terhadap pH, C/N rasio, rendemen dan kandungan unsur hara pupuk organik cair.
Output : - Pupuk Organik Cair (POC)
• Penelitian Tahun ke-1.
• Penelitian ini akan dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara.
• Analisis pH, C/N rasio dan rendemen akan dilakukan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara,
• Analisis Kandungan unsur hara POC makro dan mikro akan
Sasaran, luaran dan indikator capaian kegiatan penelitian tahun ke-1
NO Kegiatan Sasaran Luaran capaianIndikator
Tahun I : Kajian pembuatan pupuk organik cair (POC) melalui jenis stater dan lama perendaman terhadap pH, C/N rasio, rendemen dan kandungan unsur hara pupuk organik cair.
1. Pembuatan
Pupuk Organik Cair (POC)
• tanaman eceng gondok,
• tanaman kacang tanah,
• daun lamtoro,
• timbangan analitik,
• pH meter,
• termometer,
• spektrofotometer,
• flamefotometer dan
s1 = Biakan EM-4; s2 = Boisca;
s3 = Terasi.
1. Pembuatan komposter
•
Komposter terbuat dari ember plastik, kedua
•
Setelah itu, dibuat lubang-lubang kecil
•
2 pipa paralon tersebut dipasang di sisi kanan
dan kiri ember dan 1 pipa paralon dipasang di
lubang bawah ember, selanjutnya pada pipa
paralon sebelah atas dihubungkan dengan
pipa yang telah memiliki sambungan T
Sambungan T
Sambungan L
•
Pada ujung pipa bagian bawah dipasang kran
dan bagian dalam pipa dipasang sambungan L
untuk dihubungan dengan sambungan T
•
Setelah semua pipa paralon terhubungkan
Prosedur Pembuatan POC
Bahan padat dan Cair
EM-4 Boisca Terasi
Tahap 1
Tahap 2
Tahap 3. Aduk hingga bahan padat dan cairan bercampur
Tahap 4. tutup hingga rapat
Tahap 4. Simpan sesuai perlakuan
P1 = 10 hari
P1 = 20 hari
P1 = 30 hari
P1 = 40 hari
Penelitian tahun ke-2
• Penelitian ini akan dilaksanakan di lahan Badan
Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2014.
NO Kegiatan Sasaran Luaran capaianIndikator
Tahun I : Uji konsentrasi dan interval pemberian POC terhadap pertumbuhan dan produksi tomat
1. Uji terap POC
pada tanaman Tomat
Melihat respon tanaman tomat
Bahan
• Bahan yang digunakan
dalam penelitian ini adalah benih tomat, pupuk
kandang, dan pupuk organik cair (POC) hasil penelitian tahun pertama.
Alat
• alat utama yang digunakan adalah, cangkul, polibag, timbangan analitik, alat analisis sifat fisik dan kimia tanah dan alat analisis
Faktor 1 (konsentrasi POC)
• ko = kontrol;
• k1 = 1 ml/liter air;
• k2 = 2 ml/liter air;
• k3 = 3 ml/liter air;
• k4 = 4 ml/liter air;
• k5 = 5 ml/liter air; dan;.
Faktor 2 (interval Pemberian)
• p1 = 1 kali/minggu;
• p2 = 1 kali/2 minggu
Sehingga kombinasi perlakuan sebanyak 12 dengan 3 ulangan. Pengujian perlakuan = analisis ragam
Uji lanjut dengan = BNJ taraf 5 %.
1. Media tanam diambil pada tanah dengan kedalaman sampai 20 cm (top soil), kemudia tanah top soil dibersihkan dari sisa tanaman dan diayak dengan ayakan yang berukuran 0,4 x 0,4 cm.
2. Campuran tanah dan pupuk kandang yang digunakan sebagai media tanam disterilisasi dengan menggunakan soil sterilizer untuk
mencegah layu fusarium.
3. Pembenihan dilakukan dalam kotak persemaian yang terbuat dari kayu yang berukuran 40 cm x 30 cm x 20 cm (p x l x t).
•
Konsentrasi pupuk POC masing-masing perlakuan
diberikan melalui penyemprotan dengan
menggunakan handprayer pada tanaman dengan
interval pemberian menyesuaikan dengan
perlakuan, yaitu diberikan setiap minggu dan ada
yang diberikan setiap dua minggu sekali sejak
tanaman berumur satu minggu dipindahkan ke
polibeg.
•
Pemberian POC diberikan sampai pada tanaman
• Penyiraman dilakukan melihat kondisi tanaman jika hujan maka tidak dilakukan penyiraman, bila tidak
hujan maka akan dilakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah dan ketersediaan air bagi tanaman.
• Pengendalian gulma dilakukan secara manual dengan mencabut gulma yang tumbuh.
•
Setelah 60% kulit buah berwarna merah, buah
dipanen dengan selang waktu 2 atau 3 hari.
N
NO Uraian Kegiatan
Tahun 2013 Tahun 2014
Tri Wulan Triwulan
1. Pengolahan tanah/penyediaan media