• Tidak ada hasil yang ditemukan

Chapter I Analisis Cerita Novel “ Oshin “ Karya Hashida Sugako Dilihat Dari Pendekatan Pragmatik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Chapter I Analisis Cerita Novel “ Oshin “ Karya Hashida Sugako Dilihat Dari Pendekatan Pragmatik"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Secara etimologis sastra atau sastera berasal dari bahasa Sansekerta yang

terdiri dari akar kata Cas atau sas dan –tra. Cas dalam bentuk kata kerja yang

diturunkan memiliki arti mengarahkan, mengajar, memberikan suatu petunjuk

ataupun induksi. Akhiran –tra menunjukkan suatu sarana atau alat. Sastra secara

harfiah berarti alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi ataupun pengajaran.

Sastra hakikinya merupakan sarana untuk menyampaikan pendidikan dan

pengajaran. Dari segi pendidikan, sastra sebagai wahana untuk mewariskan budaya

bangsa dari generasi ke generasi, berupa gagasan dan pemikiran , bahasa, pengalaman

sejarah, nilai-nilai budaya dan tradisi. Dari segi pengajaran, peminat sastra dapat

mengambil manfaat (Mursini dalam Simanjuntak, 2011:2). Dalam arti sastra memberi

sesuatu atau nilai yang berguna bagi kehidupan.

Pada hakikatnya, sastra memiliki berbagai genre sastra yaitu puisi, drama dan

prosa. Genre sastra berbentuk prosa yang paling populer dan paling banyak beredar,

lantaran daya komunikasinya yang luas pada masyarakat adalah novel

dalam Aziez dan Abdul (2010:2), novel merupakan karangan dalam bentuk prosa

tentang peristiwa yang menyangkut kehidupan manusia seperti yang dialami orang

dalam kehidupan sehari-hari tentang suka duka, kasih dan benci, tentang watak dan

(2)

dewasa. Cerita tersebut bergerak dari satu adegan ke adegan lain, dari suatu tempat ke

tempat lain dengan waktu yang cukup panjang dan di dalamnya tertanam nilai-nilai

kehidupan yang dikemas menjadi sebuah cerita menarik yang mendatangkan inspirasi

bagi para pembaca.

Novel sebagai salah satu cipta sastra yang bertujuan untuk memunculkan

nilai-nilai positif bagi penikmatnya karena di dalamnya terkandung nilai-nilai budaya

sosial, moral, agama dan pendidikan sehingga mereka peka terhadap

masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan dapat mendorong pembacanya

untuk berperilaku yang baik.

Seperti yang diutarakan oleh Horatius dalam Teeuw (1984:51), tujuan

sastrawan menciptakan sebuah karya sastra novel untuk docere, delektare dan movere

yaitu memberikan ajaran, kenikmatan dan menggerakan pembaca ke kegiatan yang

bertanggung jawab. Dengan kata lain, novel dihadirkan bukan hanya sebagai media

hiburan saja, melainkan sebagai media pendidikan dan pengajaran kepada

pembacanya. Dalam hal ini banyak novel Jepang yang memberikan nilai pendidikan

maupun moral yang baik karena di dalamnya mengandung nilai-nilai kehidupan yang

mendatangkan inspirasi bagi penikmatnya. Salah satunya adalah Novel “OSHIN”

karya Hashida Sugako.

Novel “OSHIN” merupakan novel inspiratif yang menceritakan kisah hidup

dan perjuangan seorang wanita bernama Oshin yang lahir di sebuah keluarga

pedesaan yang sangat miskin di Yamagata, hingga akhirnya berkat tekat dan kerja

kerasnya menjadikannya seorang pengusaha sukses di Jepang. Perjalanan hidup

(3)

petani miskin yang bekerja menggarap tanah milik orang lain di desa. Walaupun

miskin tetapi Oshin adalah anak yang sangat percaya diri, ceria, berpendirian yang

kuat, jujur, berani, rajin dan optimis. Dari kecil dia sudah merasakan kerasnya hidup,

membanting tulang demi membantu kebutuhan keluarganya. Pekerjaan apapun dia

lakukan mulai dari bekerja sebagai pengasuh anak, pembantu rumah tangga, penjahit

baju dan penata rambut. Tidak ada kata malas dalam hidupnya. Siang dan malam dia

bekerja tanpa mengenal rasa lelah. Semua itu semata-mata hanya untuk

membahagiakan keluarganya. Kehidupan yang dilaluinya penuh derita dan air mata

namun dia tak mau larut dalam kesedihan. Segala kesulitan mampu dihadapinya. Dia

tak pernah mengeluh atau pun menyerah pada keadaan. Pada akhirnya, berkat

keberanian, kerja keras yang tak kenal lelah dan pantang menyerah, dia berhasil

meraih impiannya tersebut. Kesuksesan yang telah dicapainya pun tidak

menjadikanya seorang yang tamak, sombong ataupun menjadi lupa diri bak kacang

lupa kulitnya. Ia selalu jujur dan tulus kepada semua orang termasuk dalam hal

membantu. Ia tak lupa membantu orang di sekitarnya apalagi orang tersebut sangat

membutuhkan pertolongannya.

Berdasarkan uraian di atas ternyata di dalam cerita novel “OSHIN” karya

Hashida Sugako mengandung nilai-nilai pendidikan dan pengajaran yang dapat

memberikan efek-efek positif kepada pembaca. Nilai-nilai yang disampaikan dalam

novel ini antara lain nilai keberanian, nilai kejujuran dan kemurahan hati yang

merupakan nilai moral yang dipedomani oleh masyarakat Jepang yang dikenal

dengan istilah nilai Moral Bushido. Nilai moral Bushido merupakan ajaran yang

(4)

berpegang teguh pada nilai etika dan moralitas.Bushido artinya tata cara berprilaku

ksatria. Bushido mengandung keharusan seorang samurai untuk senantiasa

memperhatikan kejujuran, keberanian, kemurahan hati, kesopanan, kesungguhan,

kehormatan atau harga diri, kesetiaan dan pengendalian diri (Suryohadiprojo,

1982:49).

Setelah penulis membaca novel “OSHIN” karya Hashida Sugako ternyata

novel ini sangat bermanfaat bagi pembaca khususnya penulis dalam memahami dan

memaknai nilai keberanian, nilai kemurahan hati dan kejujuran yang diungkapkan

lewat cerita novel “OSHIN” karya Hashida Sugako.

Dengan alasan yang diuraikan di atas maka penulis merasa tertarik untuk

membahas nilai keberanian, nilai kejujuran dan nilai kemurahan hati berlandaskan

nilai moral Bushido yang terdapat dalam cerita novel “OSHIN” karya Hashida

Sugako yang dapat dijadikan cerminan yang baik bagi pembaca khususnya bagi

penulis. Untuk membahas novel yang dirasakan bermanfaat bagi pembacanya bisa

dikaji berdasarkan pendekatan pragmatik sehingga nilai-nilai keberanian, kejujuran

dan kemurahan hati yang diungkapkan oleh Hashida Sugako bisa dikatakan sebagai

nilai pragmatik. Akhirnya dalam skripsi ini, penulis memilih judul “Analisis Cerita

(5)

1.2 Perumusan Masalah

Novel Oshin merupakan sebuah novel yang diadopsi dari kisah nyata

kehidupan seorang Katsu Wada. Katsu Wada sendiri merupakan seorang pengusaha

sukses di Jepang. Beliau berasal dari keluarga miskin yang dulunya mendirikan

sebuah grosir kecil yang hanya menjual sayur-sayuran kemudian berkembang

menjadi perusahaan Supermarket Yaohan yang telah memiliki cabang di berbagai

negara termasuk Indonesia namun saat ini Supermarket Yaohan telah ditutup karena

bangkrut dan cabangnya di Singapura berganti nama menjadi Best Denki

from-failure/#.VZnHF9_ZG25 tanggal 16 Maret 2015).

Kesuksesan yang diterima Katsu Wada sekarang ini merupakan hasil dari

kerja keras dan ketekunannya. Jatuh bangun merupakan hal yang sudah biasa

baginya. Gambaran dirinya dikisahkan lewat tokoh Oshin. Seorang gadis yang

pantang menyerah dalam menjalani kehidupan. Rintangan, cobaan semua dihadapi

dengan kesabaran. Terlahir dari anak orang miskin membuatnya harus bekerja keras

sejak belia. Setiap kemelut hidupnya dijalaninya dengan tabah dan sabar sehingga

membentuknya menjadi seorang wanita tangguh. Dalam setiap tahap kehidupannya

banyak terkandung nilai-nilai kehidupan yang dapat dipetik dan mampu memberikan

pendidikan dan ajaran bagi pembaca antara lain nilai keberanian, nilai kejujuran dan

nilai kemurahan hati yang mengacu pada nilai moral Bushido. Nilai keberanian

menurut moral Bushido adalah Yu yang berarti sifat samurai dalam berani

menghadapi kesulitan dan kegagalan. Seseorang yang batinnya memang pemberani

(6)

memiliki kesabaran, sikap toleransi serta mampu mengahadapi apa saja (Agustian

dalam Capriella, 2014:21). Berdasarkan konsep nilai moral Bushido,penulis melihat

adanya indeksikal nilai keberanian yang diungkapkan lewat tokoh Oshin di dalam

novel “OSHIN” karya Hashida Sugako. Nilai keberanian yang ditunjukan Oshin

dalam novel “OSHIN” ini dapat terlihat melalui cerita tersebut dimana Oshin selalu

berani mencoba, berani gagal dan berani mengambil resiko dalam segala hal. Usaha

dan pekerjaan yang ditekuninya tak selalu berjalan mulus, bahkan sering mengalami

kegagalan bahkan kebangkrutan namun ia tetap terus berusaha untuk bangkit kembali

dan belajar dari kegagalan. Kegagalan yang dihadapinya tidak membuatnya bersedih

ataupun putus asa, namun menjadikan kegagalan itu menjadi sebuah pengalaman dan

batu lonjatan untuk mencapai kesuksesan. Hingga pada akhirnya, berkat keberanian

dan kegigihannya dia bisa mencapai impiannya. Berdasarkan konsep nilai moral

Bushido, penulis bisa memahami dan memaknai nilai keberanian menurut pandangan

masyarakat Jepang yang dikenal dengan moral Bushido sehingga nilai keberanian

yang terdapat dalam cerita novel Oshin ini mampu memberikan pembelajaran dan

inspirasi bagi pembaca maupun penulis. Nilai kejujuran menurut moral Bushido

adalah Makoto-Shin yang berarti sifat samurai yang berkata atau selalu memberikan

informasi sesuai dengan kenyataan dan kebenaran (Agustian dalam Capriella,

2014:21). Nilai kejujuran yang ditunjukan dalam cerita novel “OSHIN” ini terlihat

dimana Oshin digambarkan sebagai sosok yang selalu berani mengungkapkan segala

sesuatu sesuai dengan hati nuraninya dan kenyataan yang ada. Dia selalu jujur kepada

setiap orang dan tidak mau mengambil keuntungan demi kepentingan pribadi

(7)

kepercayaan merupakan kunci kesuksesannya. Berdasarkan konsep moral Bushido,

penulis juga bisa memahami dan memaknai nilai kejujuran menurut pandangan

masyarakat Jepang yang dikenal dengan moral Bushido. Sehingga dapat

mempermudahkan penulis dalam menganalisis cerita novel “OSHIN” yang

didalamnya terdapat nilai kejujuran. Nilai kemurahan hati menurut moral Bushido

adalah Jin yang berarti sikap samurai yang murah hati, mencintai sesama dan

memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Jin merupakan perpaduan kasih sayang dan

welas asih. Bushido memiliki aspek keseimbangan antara maskulin (yin) dan feminim

(yang) yang berarti seorang samurai yang memiliki kemampuan tempur yang hebat,

dia juga harus memiliki sifat murah hati dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Kemurahan hati dalam moral bushido juga ditunjukkan dalam hal memaafkan

(Agustian dalam Capriella, 2014:22). Nilai kemurahan hati yang ditunjukan dalam

cerita novel “OSHIN” bahwa tokoh Oshin digambarkan sebagai sosok yang

dermawan. Hal itu dapat terlihat dimana ia selalu rela berkorban untuk kepentingan

orang lain dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Dia selalu membantu orang

yang berkesusahan meskipun ia sudah menjadi sosok yang sukses, ia tidak menjadi

pribadi yang sombong bahkan ia tak pernah melupakan kehidupan masa lalunya yang

kelam dimana ia terlahir dari seorang anak petani miskin yang serba kekurangan. Dia

selalu ikut merasakan apa yang dirasakan orang tersebut karena dia pernah berada

dalam situasi tersulit tersebut sehingga siapapun yang membutuhkan pertolongan

akan dibantunya dengan hati yang tulus dan ikhlas termasuk orang-orang yang pernah

menzholiminya. Ilustrasi mengenai sosok Oshin yang diungkapkan di atas

(8)

oleh tokoh Oshin dalam kehidupannya. Karakter Oshin yang selalu berani, jujur,

murah hati yang selalu menaburkan kebaikan-kebaikan pada semua orang ternyata

menggambarkan karakter seorang samurai. Banyak orang menganggap Oshin sebagai

figur simbolik dari kaum tersisihkan yang tetap tegar dalam menjalani hidup meski

didera penderitaan sehingga ia patut diteladani. Jadi dengan adanya novel “OSHIN”

karya Hashida Sugako ini, penulis bisa meneladani kehidupan seorang Oshin yang

selalu percaya diri, tegar, jujur dan berani serta mampu menghadapi apapun.

Ketegaran Oshin menghadapi setiap masalah menjadikan inspirasi banyak wanita

khususnya bagi penulis untuk tahan menghadapi cobaan. Walaupun penulis sebagai

orang Indonesia namun itu bukan menjadi masalah kalau segi baik karya sastra itu

memberikan pendidikan dan pengajaran, maka novel ini sangat berguna bagi penulis.

Sehubungan dengan kajian sastra dikaitkan dengan efek manfaat atau kegunaan bagi

pembaca bisa dikaji berdasarkan pendekatan pragmatik. Sehingga nilai-nilai

keberanian, kejujuran dan kemurahan hati yang diungkapkan dalam novel “ OSHIN”

tersebut merupakan nilai pragmatik.

Untuk memberikan arahan pada pembahasan skripsi ini, maka perlu dibuat

rumusan masalah. Berdasarkan alasan-alasan yang diuraikan tersebut dan berkaitan

dengan pendekatan pragmatik. Maka permasalahan dalam bentuk pertanyaan adalah

sebagai berikut :

1. Nilai-nilai pragmatik apa yang terkandung dalam novel “OSHIN” karya

(9)

2. Bagaimana nilai-nilai pragmatik seperti keberanian, kejujuran dan

kemurahan hati yang diungkapkan di dalam cerita novel “OSHIN” yang

dapat dijadikan cerminan yang baik bagi pembaca?

1.3 Ruang Lingkup Pembahasan

Dari semua permasalahan yang diungkapkan dalam novel Oshin, perlu adanya

ruang lingkup dalam membatasi masalah. Hal ini bertujuan agar skripsi lebih terarah

pada masalah yang ingin diteliti. Penulis menggunakan novel “OSHIN” karya

Hashida dalam versi terjemahan bahasa Indonesia buku jilid pertama dan kedua yang

terdiri dari 674 halaman yang diterbitkan pada tahun 1988 oleh Metro Pos Jakarta.

Dalam novel “OSHIN” ini terdapat 29 cuplikan kalimat yang mengandung nilai-nilai

pragmatik yang berhubungan dengan nilai moral Bushido antara lain keberanian,

kemurahan hati, kejujuran, kesopanan, keadilan dan kesetiaan. Dari keseluruhan nilai

ini, penulis hanya membahas dan mendalami tiga nilai pragmatik saja yakni nilai

keberanian, kejujuran dan kemurahan hati yang berlandaskan dengan nilai moral

Bushido.

Dalam penulisan skripsi ini, penulis hanya fokus pada pembahasan nilai

pragmatik yang diungkapkan melalui tokoh “OSHIN” dalam novel “OSHIN” karya

Hashida Sugako dengan cara mengambil cuplikan-cuplikan kalimat yang

mengandung nilai-nilai pragmatik yang berhubungan dengan nilai moral Bushido

antara lain keberanian, kejujuran dan kemurahan hati karena nyatanya nilai-nilai

inilah yang paling khas sehingga penulis semakin tertarik untuk lebih mendalami

(10)

yang memunculkan adanya nilai keberanian, kejujuran dan kemurahan hati. Dan

untuk menunjukan indeksikal nilai keberanian, kejujuran dan kemurahan hati yang

terdapat dalam novel “OSHIN” maka penulis menggunakan pendekatan semiotik.

Agar pembahasannya menjadi lebih jelas dan memiliki akurasi data yang jelas, maka

pada bab II penulis menjelaskan juga mengenai defenisi novel, resensi novel

“OSHIN”, studi pragmatik sastra, semiotik dan konsep nilai moral bushido serta

sekilas tentang biografi pengarang Hashida Sugako.

1. 4 Tinjauan Pustaka dan Kerangka Teori 1. 4. 1 Tinjauan Pustaka

Sastra merupakan karya seni yang dikarang menurut standar bahasa

kesusasteraan. Standar bahasa kesusasteraan yang dimaksudkan adalah penggunaan

kata-kata yang indah dan gaya bahasa serta gaya cerita yang menarik. Sedangkan

kesusastraan adalah karya seni yang pengungkapannya diwujudkan dengan bahasa

yang indah (Fananie, 2000:12). Bahasa dalam karya sastra itu sendiri mempunyai

kedudukan yang penting, karena menentukan arti dari karya sastra tersebut. Bahasa

sastra berusaha mempengaruhi, membujuk, dan pada akhirnya mengubah sikap

pembacanya (Wellek dan Warren, 1995:15). Boulton dalam Aminuddin

(2000:37)mengungkapkan bahwa cipta sastra, selain menyajikan nilai-nilai keindahan

serta paparan peristiwa yang mampu memberikan kepuasan bathin bagi pembacanya,

juga mengandung pandangan yang berhubungan dengan masalah keagamaan, filsafat,

politik maupun berbagai macam problema yang berhubungan dengan kompleksitas

(11)

Novel sebagai salah satu cipta sastra yang bertujuan untuk memunculkan

nilai-nilai positif bagi penikmatnya, sehingga mereka peka terhadap masalah-masalah

yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan mendorong untuk berperilaku yang baik.

Novel tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga mampu memberikan kesadaran kepada

pembaca tentang kebenaran-kebenaran hidup ini. Dari padanya kita dapat

memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang manusia, dunia

dan kehidupannya (Sumardjo dan Saini, 1991:8).

Berdasarkan pendekatannnya terhadap karya sastra, Abrams dalam Teeuw

(1984:50) membagi kritik sastra ke dalam empat pendekatan antara lain;

1. Pendekatan yang menitikberatkan karya itu sendiri ; pendekatan ini

disebut objektif ;

2. Pendekatan yang menitikberatkan penulis, yang disebut ekspresif ;

3. Pendekatan yang menitikberatkatkan semesta , yang disebut ; mimetik

4. Pendekatan yang menitikberatkan pembaca , disebut pragmatik

Dalam menganalisis nilai-nilai yang terdapat dalam cerita novel “OSHIN”

karya Hashida Sugako, penulis menggunakan pendekatan pragmatik yang

diutarakan oleh Abrams, pendekatan yang menitikberatkan pembaca dalam melihat

(12)

1.4.2 Kerangka Teori

Dalam pembahasan skripsi ini, penulis menggunakan pendekatan pragmatik

sastra, pendekatan semiotik dan konsep nilai moral bushido. Pragmatik sastra adalah

cabang penelitian ilmu sastra yang mengarah ke aspek kegunaan sastra sebagai sarana

untuk memberikan pendidikan, moral dan agama. Menurut Abrams dalam Teeuw

(1984:50), pendekatan pragmatik sastra adalah pendekatan yang menitikberatkan

sorotannya terhadap peranan pembaca. Pendekatan ini lebih mengkaji kepada respon

pembaca dalam melihat nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah karya sastra. Sebuah

karya sastra dapat dikatakan bagus jika memiliki kandungan nilai dan seni di

dalamnya.

Pada kritik pragmatik ini memandang karya sastra sebagai sesuatu yang

dibangun untuk mencapai (mendapatkan) efek-efek tertentu pada audience

(pendengar, pembaca) baik berupa efek kesenangan estetik ataupun ajaran/

pendidikan, maupun efek yang lain. Kritik ini cenderung menilai karya sastra

menurut berhasilnya mencapai tujuan tersebut (Abrams dalam Pradopo,1994:26).

Berdasarkan pendekatan pragmatik sastra yang diuraikan di atas bahwa suatu

karya sastra dapat memberikan efek kegunaan bagi pembaca khususnya efek

kesenangan dan pendidikan. Maka penulis berdasarkaan pendekatan pragmatik akan

melihat segi efek kegunaan karya sastra novel yang berjudul “OSHIN” bagi pembaca

atau penulis khususnya pendidikan yang berkaitan dengan nilai moral bushido seperti

nilai keberanian, kejujuran dan kemurahan hati. Sehingga nilai-nilai keberanian,

kejujuran dan kemurahan hati dapat memberikan nilai guna dan efek yang positif bagi

(13)

Untuk mengetahui nilai-nilai pragmatik yang ada dalam cuplikan novel

“OSHIN” maka penulis menggunakan pendekatan semiotik. Menurut Paul Cobley

dan Litza Jans dalam Ratna (2004:97), semiotik adalah studi sistematis mengenai

produksi dan interpretasi tanda, bagaimana kerjanya, apa manfaatnya terhadap

kehidupan manusia. Kehidupan manusia dipenuhi oleh tanda, dengan perantara

tanda-tanda manusia dapat berkomunikasi dengan sesamanya sekaligus mengadakan

pemahaman yang lebih baik terhadap dunia. Semiotik mempelajari sistem-sistem,

aturan-aturan yang memungkingkan tanda-tanda tersebut memiliki arti. Dengan

pendekatan semiotik ini penulis dapat menginterpretasikan segala tanda yang merujuk

adanya indeksikal nilai keberanian, kejujuran dan kemurahan hati dalam novel

“OSHIN” yang dirasakan menjadi cerminan yang baik bagi pembaca khususnya

penulis.

Untuk menganalisis nilai-nilai keberanian, kejujuran dan kemurahan hati yang

terdapat dalam novel “OSHIN” ini, penulis juga menggunakan konsep nilai moral

Bushido. Moral Bushido merupakan nilai-nilai budaya dalam masyarakat Jepang yang

telah ditanamkan sejak jaman dahulu sampai di jaman modern sekarang ini dan

bahkan sudah menjadi karakteristik Bangsa Jepang. Bushido artinya tata cara

berprilaku samurai yang berpegang teguh pada nilai etika dan moralitas. Nilai moral

yang terkandung dalam moral Bushido menurut (Suryohadiprojo, 1982:49)

meliputikejujuran, keberanian, kemurahan hati, kesopanan, kesungguhan, kehormatan

atau harga diri, kesetiaan dan pengendalian diri. Hal ini didukung oleh Agustian

dalam Capriella (2014: 10), nilai moral bushido meliputi integritas, keberanian,

(14)

menjaga kehormatan dan kesetiaan. Dalam menganalisis nilai keberanian, nilai

kejujuran dan nilai kemurahan hati yang diungkapkan dalam cerita novel “OSHIN”

ini, penulis menggunakan konsep nilai moral Bushido. Dengan menggunakan konsep

nilai moral Bushido, penulis lebih memahami bagaimana nilai keberanian, kejujuran

dan kemurahan hati yang berlandaskan moral Bushido yang diungkapkan melalui

tokoh Oshin dalam cerita novel “OSHIN” karya Hashida Sugako. Sehingga nilai

keberanian, kejujuran dan kemurahan hati yang berlandaskan moral Bushido

diharapkan bisa memberi pendidikan dan pengajaran kepada pembaca khususnya

penulis.

1. 5 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka penulis

merangkum tujuan dari penelitian ini sebagai berikut :

1. Untuk mendeskripsikan nilai-nilai pragmatik apa yang

terkandung dalam novel “OSHIN” karya Hashida Sugako.

2. Untuk mendeskripsikan nilai-nilai pragmatik seperti nilai keberanian,

kejujuran dan kemurahan hati yang diungkapkan dalam cerita novel

“OSHIN” karya Hashida Sugako yang dapat dijadikan cerminan yang

(15)

2. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian ini sebagai berikut:

1. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang nilai-nilai

pragmatik yang terkandung dalam novel “OSHIN” karya Hashida

Sugako.

2. Untuk mengetahui nilai keberanian, nilai kejujuran dan nilaikemurahan

hati yang diungkapkan dalam cerita novel “OSHIN” karya Hashida

Sugako yang dapat dijadikan cerminan yang baik bagi pembaca.

1.6 Metode Penelitian

Untuk menjawab permasalahan dan mencapai tujuan serta manfaat penelitian

yang telah dijelaskan, maka diperlukan metode dalam penelitian ini. Metode yang

digunakan penulis adalah metode deskriptif. Metode deskriptif merupakan suatu

metode yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan dengan maksud untuk

menemukan unsur-unsurnya, kemudian dianalisis bahkan juga diperbandingkan

(Ratna, 2004:53). Metode ini juga berfungsi untuk memecahkan masalah dengan cara

mengumpulkan, menyusun, mengklasifikasikan, mengkaji dan menginterpretasikan

data. Metode ini tidak hanya menjelaskan, tetapi juga memberikan pemahaman yang

jelas terhadap data yang kita analisis. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan

metode kepustakaan (Library research).

Menurut Nazir (1988:111), studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data

dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur

(16)

Kemudian buku-buku tersebut dibaca dan dicari teori yang berhubungan dengan

penelitian mengenai analisis cerita novel “OSHIN” berdasarkan pendekatan

pragmatik sastra. Maka berdasarkan hal yang telah penulis jelaskan di atas,

langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam menyusun penelitian ini antara lain:

1. Membaca novel “OSHIN” karya Hashida Sugako

2. Mencari data yang berhubungan dengan objek penelitian, yaitu mencari

data tentang kajian pendekatan pragmatik sastra, semiotik, konsep moral

Bushidodan teori-teori lain yang diperlukan dalam penelitian ini.

3. Mengumpulkan data-data tersebut kemudian menganalisis data

berdasarkan pendekatan pragmatik sastra dan mengungkapkan

nilai-nilai yang terkandung di dalam novel “OSHIN” yang berlandaskan

dengan nilai moral Bushido.

4. Menyusun seluruh data tersebut menjadi sebuah laporan berbentuk

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa penggunaan implikatur percakapan pada novel Cerita Kesting Gokil hasil karya Mpok Mercy Sitanggang, yaitu menggunakan

Osano dilihat dari segi pragmatik yang terdapat dalam cerita novel “Saga no Gabai B aachan” karya Yoshichi Shimada.. Pembahasan ini lebih

BAB III ANALISIS CERITA NOVEL “ STRATEGI HIDEYOSHI : ANOTHER STORY OF THE SWORDLES S SAMURAI” KARYA TIM CLARK DAN MARK CUNNINGHAM. DILIHAT DARI PENDEKATAN

Dalam hal ini, penulis menganalisa nilai pragmatic yang terkait dengan moral Bushido tokoh utama Toru Watanabe pada novel “Norwegian Wood” karya Haruki Murakami yang terdiri

Skripsi ini diajukan kepada panitia ujian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan untuk melengkapi salah satu syarat ujian sarjana.. dalam bidang Ilmu

memberikan banyak manfaat bagi pembaca adalah novel “100 Kai Naku Koto”.. karya Nakamura Kou.Novel ini terbit pada bulan Juni

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa penggunaan implikatur percakapan pada novel Cerita Kesting Gokil hasil karya Mpok Mercy Sitanggang, yaitu

Bagi pembaca dapat mengetahui gaya bahasa yang terdapat pada novel Bumi karya Tere Liye khususnya gaya bahasa pertentangan yaitu majas hiperbola dan majas litotes.. Pembaca dapat