ANALISIS HUMAN CAPITAL DAN RELATIONAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (STUDY KASUS BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI KEPULAUAN RIAU)
Volume 3 –Desember 2017 ISSN : 2477-4944
ANALISIS HUMAN CAPITAL DAN RELATIONAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (STUDY KASUS BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI KEPULAUAN
RIAU)
Dian Efriyenti1, Viola Syukrina E Janrosl2 Program Studi Akuntansi, Universitas Putera Batam
______________________________________________________________________________
Abstract
Rural Bank is one of the important backbone in national development. In recent years the number of BPRs has declined. The conditions of banking pressure on binding regulations, environmental uncertainty, and high-level crises encourage banks not only to integrate labor, financial assets and tangible assets but also to enhance human capital and relational capital for sustainability of operations improve company performance. This research is expected to provide basic information for investor related to intellectual capital disclosure which is recognized as company's knowledge asset. Samples used in this research are BPR accounting staff operating in Riau Islands. This research uses quantitative method with primary data in this research is data obtained from questionnaire and interview. The secondary data used are sourced from Bank Indonesia and BPR as samples in this study. Result of research of human capital and relational capital will increase from company performance which closely related to human resources owned by company. The result of simultaneous research of intellectual capital plays an important role in BPR financial performance because there are indications that the use of physical assets (remain) that still dominate contributes to the performance of the
company.
Keywords: Human Capital, Relational Capital and Company Performance.
1. PENDAHULUAN
Perkembangan ekonomi baru-baru ini lebih bergantung pada nilai yang diciptakan oleh asset tak berwujud daripada kepemilikan asset fisik perusahaan. Intangible assets yang dimaksud adalah modal intelektual. Oleh karena itu untuk terus bertahan, perusahaan-perusahaan mengubah bisnis yang didasarkan pada tenaga kerja menuju bisnis berdasarkan pengetahuan dengan karakteristik pengetahuan (Suwarjuwono T & Kadir, 2008).
Perhatian terhadap praktek pengelolaan asset tidak berwujud (intangible asset telah meningkat sejak tahun 1990-an. Tema ini menjadi menarik karena Intellectual capital diyakini sebagai faktor penggerak dan pencipta nilai perusahaan. Hal tesebut ditandai dengan adanya penelitian (H.P, Plowman, & Hancock, 2008).
Kinerja perusahaan merupakan salah satu tujuan perusahaan dalam merealisasikan kinerja perusahaan yang dibutuhkan suatu inovasi yang menjadi keunggulan kompetitif perusahaan. Industri perbankan Indonesia mempunyai fungsi utama sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembagunan nasional dalam rangka peningkatan taraf hidup rakyat banyak. Dalam perkembangan perbankan telah mulai mengintegrasikan profesionalitas dan kebutuhan pasar untuk menyadari adanya keuntungan dari pengetahuan akan keuangan dan manajemen risiko.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan salah satu tulang punggung penting dalam pembangunan nasional. Dalam kerangka perbankan nasional, seperti tertuang di dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dan cetak biru Pengembangan BPR, BPR diharapkan untuk berperan serta dalam mendorong pembangunan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan memberikan akses finansial kepada mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir jumlah BPR mengalami penurunan. Sampai dengan Oktober 2011 jumlah BPR konvensional yang ada di seluruh Indonesia tercatat 1.669 unit, yang terdiri atas BPR berbadan hukum Perseroan Terbatas 1.388 unit; berbadan hukum Perusahaan Daerah 247 unit; dan Koperasi sebanyak 34 unit yang tersebar di 33 provinsi. Dibandingkan Oktober 2010, jumlah tersebut mengalami penyusutan sebanyak 37 unit, dimana jumlah keseluruhan BPR masih tercatat sebanyak 1.706 unit yang terdiri atas BPR berbadan hukum PT 1.384 unit; Perusahaan Daerah 288 unit; dan Koperasi sebanyak 34 unit.
Kondisi tekanan perbankan akan regulasi yang mengikat, ketidakpastian lingkungan, serta krisis yang menjulang tinggi, mendorong perbankan agar tidak hanya mengintegrasikan tenaga kerja, asset keuangan dan asset yang berwujud yang dimilikinya tetapi juga meningkatkan kemampuan manajemen (human capital dan relational capital ) untuk keberlanjutan operasi dalam meningkatkan kinerja perusahaan.
ANALISIS HUMAN CAPITAL DAN RELATIONAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (STUDY KASUS BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI KEPULAUAN RIAU)
human capital dan relational capital) terhadapkinerja perusahaanpada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Di Kepulauan Riau. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh human capital dan relational capital terhadap kinerja perusahaan Bank Perkreditan Rakyat di Kepulauan Riau.
2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Dasar
Intellectual Capitaladalah sumber utama dalam meningkatkan kinerja bisnis (B.S & A.M, 2011). Sedangkan menurut (Indonesia, 2007, p. 3) kinerja keuangan adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengendalikan sumber daya yang dimilikinya. Pengukuran kinerja didefinisikan sebagai “performing measurement“, yaitu kualifikasi dan efisiensi perusahaan atau segmen atau keefektifan dalam pengoperasian bisnis selama periode akuntansi.
Human capital (modal manusia) didefinisikan oleh (Halim, 2010) sebagai berikut :
Central to components of intellectual capital, is human capital, which denotes what a single employee brings into the value adding processes and encompasses professional competence, social competence, employee motivation, and leadership ability.
Human Capital (HC) diukur menggunakan monitor aset tidak berwujud dan fokusutama adalah
pada karyawan bagaimana pendidikan, kualifikasi kejuruan, yang berhubungan dengan pekerjaan pengetahuan, kompetensi yang berhubungan dengan pekerjaan, semangat kewirausahaan, inovasi, kemampuan proaktif dan reaktif, dan kemampuan beradaptasi (K.K & Choong, 2008).
Komponen terakhir dalam IC yaitu relational capital (modal relational) yang merupakan hubungan yang harmonis association network yang dimiliki oleh perusahaan dengan para mitranya, baik yang berasal dari para pemasok, pelanggan dan juga pemerintah dan masyarakat. Relational capital dapat muncul dari berbagai bagian diluar lingkungan perusahaan yang dapat menambah nilai bagi perusahaan (Sawarjuwono T & A.P, 2011).
Pengukuran kinerja menurut (Sony, Edy, & Muhammad, 2007) menelusuri kinerja terhadap harapan pelanggan sehingga akan membawa perusahaan lebih dekat pada pelanggannya dan membuat seluruh orang dalam organisai terlibat dalam upaya memberi kepuasan kepada pelanggan, memotivasi pegawai untuk melakukan pelayanan sebagai bagian dari mata rantai pelanggan dan pemasok internal, mengidentifikasi berbagai pemborosan sekaligus mendorong upaya-upaya pengurangan terhadap pemborosan tersebut, membuat suatu tujuan strategis yang biasanya masih kabur menjadi lebih konkret sehingga mempercepat proses pembelajaran organisasi, membangun konsensus untuk melakukan suatu
perubahan dengan memberi ”reward”atas perilaku yang diharapkan tersebut.
2.2 Penelitian Terdahulu
Adapun penelitian terdahulu yang berhubungan dengan variabel penelitian adalah penelitian (Haldami, Fitria, & Catur Rahayu, 2014) Pengaruh Intellectual Capital terhadap Kinerja Perusahaan pada Industri Otomotif, Metal dan Allied, Serta Chemical yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Employed Efficiency (CEE) menjadi variabel yang memiliki pengaruh positif dan Human Capital Efficiency (HCE) memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan. Penelitian (Mumpuni, Hayu, & Raharja, 2013) dengan hasil secara statistik terbukti bahwa tidak terdapat pengaruh antara human capital dan business performance, structural capital dan customer capital berpengaruh positif terhadap businessperformance.
2.3 Hipotesis
Berdasarkan landasan teori dan penelitian terdahulu maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut :
H1: Human Capital berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. H3: Relational Capital berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
H3: Human Capital dan Relational Capital secara simultan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
3. METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian eksploratif dan deskriptif. Dimana Penelitian eksploratif bertujuan untuk menyelidiki suatu masalah atas situasi untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang baik. Sedangkan penelitian deskriptif memiliki pertanyaan yang jelas mengenai permasalahan yang dihadapi, hipotesis yang spesifik dan informasi yang detail yang dibutuhkan.
ANALISIS HUMAN CAPITAL DAN RELATIONAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (STUDY KASUS BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI KEPULAUAN RIAU)
terdaftar dalam laporan Bank Indonesia. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah staf akuntansi dari Bank Perkreditan Rakyat yang beroperasi di Kepulauan Riau.
Dalam penelitian ini digunakan penelitian kuantitatif berupa data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berisi dua bagian utama. Bagian yang pertama adalah tentang profil sosial dan identifikasi responden, berisi data responden yang berhubungan dengan identitas responden dan keadaan sosial seperti: usia, jabatan, pendidikan terakhir, dan masa kerja. Sedangkan bagian kedua berdasarkan konsep teori yang dikemukakan sebelumnya, menyangkut tentang human capital dan relational capital dalam hubungannya dengan kinerja perusahaan. Dalam penelitian ini data sekunder yang digunakan bersumber dari Bank Indonesia dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dijadikan sampel dalam penelitian. Berdasarkan hipotesis penelitian yang diajukan diidentifikasi variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu adalah human capital dan relational capital terhadap kinerja perusahaan yang menjadi variabel dependen.
Dalam penelitian ini variabel dependen yang digunakan adalah kinerja perusahaan. Pengukuran kinerja menurut (Sony et al., 2007, p. 29) menelusuri kinerja terhadap harapan pelanggan sehingga akan membawa perusahaan lebih dekat pada pelanggannya dan membuat seluruh orang dalam organisai terlibat dalam upaya memberi kepuasan kepada pelanggan, memotivasi pegawai untuk melakukan pelayanan sebagai bagian dari mata rantai pelanggan dan pemasok internal, mengidentifikasi berbagai pemborosan sekaligus mendorong upaya-upaya pengurangan terhadap pemborosan tersebut, membuat suatu tujuan strategis yang biasanya masih kabur menjadi lebih konkret sehingga mempercepat proses pembelajaran organisasi, membangun konsensus untuk melakukan suatu perubahan dengan memberi ”reward” atas perilaku yang diharapkan tersebut. Responden diminta untuk memberikan penilaian dengan lima point skala likert.
Sedangkan variabel independen dalam penelitian ini human capital dan relational capital. Human
Capital (HC) diukur menggunakan monitor aset tidak berwujud dan fokus utama adalah pada karyawan
bagaimana pendidikan, kualifikasi kejuruan, yang berhubungan dengan pekerjaan pengetahuan, kompetensi yang berhubungan dengan pekerjaan, semangat kewirausahaan, inovasi, kemampuan proaktif dan reaktif, dan kemampuan beradaptasi (K.K & Choong, 2008). Relational Capital (RC) diukur dengan dimensi utama termasuk antara lain tingkatjaringan, modal pelanggan dan tingkat saluran pemasaran (K.K & Choong, 2008).
Teknik pengambilan sampel dilakukan didalam penelitian ini secara simple random sampling yaitu desain pemilihan sampel yang paling sederhana dan mudah atau pengambilan sampel anggota populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Unit analisis survei terdiri dari direktur BPR dan staf senior, dalam penelitian ini mencakup minimal 2 staf senior per BPR. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner dan dalam penelitian ini. Data sekunder yang digunakan bersumber dari Bank Indonesia dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dijadikan sampel dalam penelitian.
Teknik analisa dalam penelitian ini menggunakan uji t, uji f dan uji determinasi (R2 ). Uji t adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang nyata antara variabel independen yang terdapat dalam persamaan tersebut secara individu berpengaruh terhadap variabel dependennya (Edi Wibowo, 2012, p. 129) . Dengan kriteria nilai signifikan < 0,05 maka hipotesis diterima. Uji statistik F digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel tergantung (Edi Wibowo, 2012). Hipotesis ini digunakan statistik F dengan kriteria pengambilan keputusan bahwa apabila nilai F H0 diterima jika Fhitung < Ftabel pada 𝛼 = 5% dan H0 ditolak (H1 diterima) jika Fhitung > Ftabel pada 𝛼 = 5%.
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Edi Wibowo, 2012, p. 135). Nilai koefisien determinasi adalah nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Uji t (Persial)
Digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen atau bebas (X) terhadap variabel dependen atau terikat (Y). Hipotesis dalam pengujian ini, sebagai berikut:
H1 = Variabel X1 berpengaruh terhadap variabel Y. H2 = Variabel X2 berpengaruh terhadap variabel Y H3 = Variabel X3 berpengaruh terhadap variabel Y
Kaidah pengambilan keputusan dalam pengujian ini adalah:
ANALISIS HUMAN CAPITAL DAN RELATIONAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (STUDY KASUS BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI KEPULAUAN RIAU)
2. Jika t hitung < t tabel dan nilai Signifikan > 0,05, maka H2 ditolak, jadi variabel independen (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y).
Tabel 1 Hasil Uji t
X2_RelationalCapital 0,495 0,078 0,506 6,371 0,000
Dari tabel 1 diatas dapat dilihat hasil uji t hitung, sehingga dibandingkan dengan t table: 1. Pengaruh human capital (X1) terhadap kinerja perusahaan (Y)
Hasil perhitungan untuk t hitung (1,043) < t tabel (1,985) dan nilai signifikan 0,299 > 0,05. Jadi variabel human capital (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan (Y).
2. Pengaruh relational capital (X2) terhadap kinerja perusahaan (Y)
Hasil perhitungan untuk t hitung (6,371) > t tabel (1,985) dan nilai signifikan 0,00 < 0,05. Jadi relational capital (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan (Y).
4.2 Hasil Uji F
Berdasarkan hasil uji F (simultan) pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen (X1, X2 dan X3) yang dimasukkan dalam model memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen.
Berdasarkan tabel perhitungan diatas diperoleh nilai Fhitung dibandingkan dengan Ftabel (23,595 > 3,07) dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 yang menunjukkan secara simultan human capital dan relational capital berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan (Y).
4.3 Hasil Uji R Square
Menurut (Edi Wibowo, 2012, p. 135) analisis ini digunakan dalam hubungan untuk mengetahui jumlah atau persentase sumbangan pengaruh variabel bebas dalam model regresi yang secara serentak atau bersama-sama memberikan pengaruh terhadap variabel bebas. Hasil nilai R dapat dilihat ditabel 3 dibawah ini :
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa Adjusted R square = 0,270 dapat disimpulkan bahwa human capital dan relational capital berpengaruh terhadap kinerja perusahaan sebesar 27,0%. Sedangkan sisanya 73% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.4 Pembahasan
ANALISIS HUMAN CAPITAL DAN RELATIONAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (STUDY KASUS BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI KEPULAUAN RIAU)
Perkreditan Rakyat (BPR) Di Kepulauan Riau.
1. Pengaruh human capital Terhadap Kinerja Perusahaan
Hasil perhitungan untuk t hitung (1,043) > t tabel (1,985) dan nilai signifikan 0.299 > 0,05. Jadi variabel human capital (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan (Y). Human capital tidak akan memberikan nilai tambah yang optimal apabila tidak dikelola dengan baik. Pengelolaan yang baik pada human capital khususnya pada pengelolaan faktor-faktor yang mempengaruhi human capital. Dengan perekonomian Batam yang melemah sekarang ini membuat bagian marketing bank susah untuk mencari nasabah untuk KPR dan KPM, hal inilah yang menyebabkan marketing mendapat tekanan dari leader dan leader dapat tekanan dari kepala cabang.
Tenaga kerja ( human capital) memegang peranan penting dalam kegiatan operasional perusahaan khususnya dalam pencapaian peningkatan kinerja Bank perkreditan rakyat. Selain itu, dengan adanya suasana kerja yang kondusif serta sarana dan prasarana yang memadai maka akan mendorong para karyawan untuk memberikan kontribusi performa yang maksimum pada perusahaan, tanpa adanya the organizational climate yang baik dan mendukung, maka kinerja perusahaan tidak akan menunjukkan performa yang maksimum karena karyawan akan merasa bekerja dalam kondisi yang tidak nyaman dan enggan untuk bekerja.
2. Pengaruh Relational Capital Terhadap Kinerja Perusahaan
Hasil perhitungan untuk t hitung (6,371) > t tabel (1,985) dan nilai signifikan 0.00 < 0,05. Jadi relational capital (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan (Y). Relational capital yang baik dapat membantu penyatuan kepentingan antara manajer dan pemegang saham, sehingga semakin meningkat proporsi kepemilikan saham manajerial dan kinerja perusahaan semakin baik. Relational capital yang baik membuat kepuasan nasabah dan loyalitas nasabah.
Hubungan kerja sama BPR yang ada di Kepri yaitu kerjasama dengan developer seperti PT Cipta, dengan showroom mobil seperti PT Mobilindo.
3. Human capital dan relational capital berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hasil perhitungan nilai Fhitung dibandingkan dengan Ftabel (23,595 > 3,07) dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 yang menunjukkan secara simultan human capital dan relational capital berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan (Y). Human capital dan relational capital akan menaikan dari kinerja perusahaan yang erat kaitannya dengan sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan. Perusahaan dapat menyajikan laporan keuangan dengan tingkat akurasi yang tinggi dan memiliki sumber daya manusia dengan kemampuan tinggi. Sumber daya yang dimiliki untuk mengelola perusahaan secara efisien membuat besarnya intellectual capital yang akan berpengaruh terhadap kinerja suatu perusahaan. Jadi secara simultan intellectual capital berperan penting dalam kinerja keuangan Bank Perkreditan Rakyat karena ada indikasi penggunaan aktiva fisik (tetap) yang masih mendominasi untuk memberi kontribusi pada kinerja perusahaan.
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa human capital dan relational capital berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Akan tetapi tidak ditemukan bahwa human capital berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan bagi peneliti selanjutnya antara lain memperluas periode penelitian, penambahan variabel dan menggunakan data internal perusahaan atau menggunakan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja perusahaan.
Ucapan Terima Kasih
Kepada Kemenristek DIKTI yang telah mendanai penelitian ini No. SK : 42/E/KPT/2017
Nomor Kontrak : 017/ADD/KONTRAK-PENELITIAN/K10/KM/2017
DAFTAR PUSTAKA
B.S, A., & A.M, M. (2011). The Relationship Between Intellectual Capital and Business Performance : An Empirical Study in Iraqi Industry.
Edi Wibowo, A. (2012). Aplikasi Praktis SPSS dalam Penelitian (Cetakan I). Yogyakarta: Gava Media. H.P, T., Plowman, D., & Hancock, P. (2008). Intellectual Capital And Financial Return Of Companies.
Journal of Intellectual Capital, Vol. 8(No.1), 76–95.
ANALISIS HUMAN CAPITAL DAN RELATIONAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (STUDY KASUS BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI KEPULAUAN RIAU)
Indonesia. Jurnal Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, Vol. 1(No.1), 44–58. Halim, A. (2010). Akuntansi Daerah Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat.
Indonesia, I. A. (2007). Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
K.K, & Choong. (2008). Intellectual Capital: Definitions, Categorization and Reporting Models. Journal of Intellectual Capital, 9(4).
Mumpuni, Hayu, K., & Raharja. (2013). “Pengaruh intellectual capital terhadap business performance.” Jurnal Akuntansi Diponegoro, Vol.2(No.2).
Sony, Y., Edy, S., & Muhammad, I. (2007). Petunjuk Praktis Penyusunan Balanced Scorecard Menuju
Organisasi yang Berfokus Strategi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
T, S., & A.P, K. (2011). Intellectual capital: perlakuan, pengukuran, dan pelaporan (sebuah library research). Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, Vol. 5(No. 1), 35–57.