• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATA KULIAH FISIKA LABORATORIUM LAPORAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MATA KULIAH FISIKA LABORATORIUM LAPORAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MATA KULIAH : FISIKA LABORATORIUM

LAPORAN PRAKTIKUM

Oleh :

JEPERIS NAHAMPUN 8126175008 KOMYADI 8126175009

RIKARDO MARPAUNG

Kelas : A

DOSEN MATA KULIAH DR. RIDWAN A. SANI, M.Si

PRODI : MAGISTER PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2013

(2)

1. Pertanyaan

a. Bagaimana bentuk grafik antara periode dan panjang bandul fisis?

b. Berapa periode ayunan bandul fisis jika ditentukan menggunakan grafik? c. Berapa besar percepatan gravitasi berdasarkan data percobaan?

2. Alat dan bahan

No. Nama Alat Jumlah

1 Statif bandul fisis 1 set 2 Bandul fisis 1 set 3 Mistar (1 meter) 1 buah 4 Stop watch/jam 1 buah

3. Landasan Teori

Bandul fisis berbeda dengan bandul matematis, karena bandul fisis sebuah benda tegar. Ayunan benda tegar dipengaruhi oleh momen inersia benda tersebut. Misalkan sebuah benda tegar yang memiliki pusat massa di titik G diayun pada titik O seperti diillustrasikan pada gambar berikut.

Jika I adalah momen inersia benda, jika diputar pada titik O, m adalah massa belah jarak O ke G, maka periode ayunan (T) adalah :

T

=

2

π

I

mgh

Momen inersia benda jika diputar pada titik O dapat dinyatakan sebagai berikut:

I=IG+mh2

Dimana

I

G adalah momen inersia benda jika diputar pada pusat massanya (G). Besar

IG=m.k2, dimana k adalah jari-jari girasi sekitar pusat massa benda. Perioda ayunan dapat

dinyatakan sebagai berikut:

T

=

2

π

λ

g

Berdasarkan persamaan perioda ayunan, dapat dinyatakan bahwa:

λ

=

(

h

+

k

2

h

)

(3)

h2−hl+k2=0

Terbentuklah sebuah persamaan kuadrat yang memiliki 2 nilai untuk h, misalkan h1 dan h2.

Secara matematika diperoleh h1 + h2 = l, dan h1h2 =k2. Untuk setiap nilai T diperoleh 2 nilai

untuk h sehingga grafik h-vs-T dapat digambarkan sebagai berikut:

Grafik sebelah kanan G untuk h1 yang diukur dari O ke G dan grafik sebelah kiri untuk h2 yang

diukur Q ke G. Titik Q adalah titik tumpu untuk mengayun bandul (jika bandul dibalik) sedemikian sehingga periode bandul sama besar jika diayun pada titik O. Nilai l dapat diperoleh dari grafik (jarak B ke D) dengan melihat sebuah garis horizontal dapat dibuat untuk memperoleh beberapa nilai l. Setiap nilai l berkorelasi dengan nilai T tertentu sehingga dapat diperoleh harga rat-rata untuk 1/T2 untuk menentukan batas percepatan gravitasi berdasarkan

persamaan berikut:

g=4π

2λ

T2

4. Metode Percobaan

Percobaan dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan pusat massa dari bandul fisis. Pusat massa bandul dapat ditentukan dengan mencari titik kesetimbangan bandul dimana bandul dapat setimbang secara horizontal jika ditumpu pada pusat massanya. Untuk mempermudah menentukan h, berilah tanda pada titik pusat massa bandul dengan menggunakan kapur. Lakukan percobaan menentukan periode ayunan bandul dengan memilih satu titik ayunan (O) dan h diukur menggunakan mistar. Agar penentuan periode (T) ayunan lebih teliti, tentukanlah waktu ayunan bandul untuk 50 ayunan sempurna dan catat pada table sebagai berikut:

Tabel I hasil Pengamatan

No. H (cm) Waktu ayunan 20

(detik)

T (detik)

(4)

4 5 dst

Lakukan percobaan dengan h yang berbeda sampai mendekati titik pusat massa benda. Tentukan nilai T untuk masing-masing nilai h. baliklah bandul dan lakukan percobaan untuk menentukan periode ayunannya seperti yang telah dilakukan sebelumnya.

Buatlah table hasil pengamatan seperti table 1. Catatlah langkah-langkah percobaan yang anda lakukan karena perlu dituliskan sebagai prosedur melaksnaakan percobaan dalam laporan percobaan. Setelah memperoleh data, gambarkan grafik h-vs-T berdasarkan hasil pencobaan. Lakukan analisis grafik untuk memperoleh nilai l seperti dijelaskan dalam teori. Buatlah table hasil analisis sebagai berikut:

Tabel I hasil Pengamatan No

.

T(detik) T2 (detik)2 1/T2 (cm/detik2)

1 2 3 4 5 dst

Jumlah rata-rata Rat-rata

5. Data percobaan

Alat ukur waktu : jam

Ketelitian alat ukur waktu : ½ . 1 s = 0,5 Alat ukur Panjang : Mistar

Ketelitian alat ukur panjang : ½ . 0,1 cm = 0,05

Setelah melakukan percobaan sesuai dengan prosedur, maka kita akan mendapatkan hasil percobaan. Adapun data hasil percobaan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

Table 1. data percobaan

(5)

1 13 18

h2(cm) Waktu 20 ayunan (detik)

Tabel 2. Data percobaan dan nilai periode

(6)

No. h1(cm) Waktu 20 ayunan

(detik) Trata-rata (detik) T(detik)

1 13 18 18 0,9

(7)

6. Analisis Percobaan

Dari data table 1 diatas, kemudian kita menggambarkan grafik berikut ini:

Gambar 1. Grafik antara h vs T

Dari grafik diatas, kita mendapatkan nilai l=(13 + 5)=18 cm yaitu jarak dari A ke D. Kemudian menentukan nilai h1 dan h2, dapat dilihat juga dari grafik. Lalu menghitung nilai k2

dengan menggunakan k2 =( 5.13) sesuai dengan tinjauan pustaka di atas. Dan terakhir

menentukan nilai λ dengan menggunakan:

λ=

(

h+k

2

h

)

=

(

18+

65

18

)

=21.61cm

(8)

Nilai periode, periode pangkat dua, 1/periode dan h No T (detik) T2

(detik)2 1/T2 (cm/detik2) h (cm)

1 0.83 0.6889 1.451589 13

2 0.82 0.6724 1.48721 11

3 0.84 0.7056 1.417234 9

4 0.82 0.6724 1.48721 7

5 0.86 0.7396 1.352082 5

6 1.02 1.0404 0.961169 3

7 1.7 2.89 0.346021 1

8 0.84 0.7056 1.417234 13

9 0.81 0.6561 1.524158 11

10 0.81 0.6561 1.524158 9

11 0.84 0.7056 1.417234 7

12 0.86 0.7396 1.352082 5

13 1.02 1.0404 0.961169 3

14 1.66 2.7556 0.362897 1

Jumlah 17.06145

Setelah mendapatkan nilai-nilai tersebut, maka kita dapat menentukan nilai percepatan gravitasi yaitu dengan menggunakan persamaan :

g=4π

2λ

T2

Dimana nilai T2 yang kita gunakan adalah nilai rata-ratanya, sehingga dari percobaan diatas kita

akan mendapatkan 2 nilai gravitasi sebesar :

A. Data I

 Nilai gravitasi

g1=4π

2

λ1

T2 =(4) (3.14)

2

(21.61)(1.22)=1039.76cm/s

Jika kita ubah menjadi m/s, maka g1=10.40m/s

(9)

Kemungkinan fraksi kesalahan pengukuran x adalah:

Dimana ketelitian λ menggunakan ketelitian mistar yaitu: 0.05 cm

Ketelitian T menggunakan ketelitian stopwatch, yaitu: 0.005 s

Δ g

 Persen kesalahan percobaan ini:

kesalah an=(9.8−10.40)

9.8 x100=6.11

B. Data II

 Nilai gravitasi

g2=4π

 Ketelitian gravitasi

Kemungkinan fraksi kesalahan pengukuran x adalah:

Dimana ketelitian λ menggunakan ketelitian mistar yaitu: 0.05 cm

Ketelitian T menggunakan ketelitian stopwatch, yaitu: 0.005 s

Δ g

 Persen kesalahan percobaan ini:

kesalah an=(9.8−9.59)

(10)

Gambar

Table 1. data percobaan
Tabel 2. Data percobaan dan nilai periode
Gambar 1. Grafik antara h vs T

Referensi

Dokumen terkait

Keterangan : pengambilan label dari program ladder yang telah dibuat, lalu dilakukan pengetesan koneksi, hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah alamat yang digunakan ini

Dari hasil percobaan praktikum yang telah dilakukan untuk menentukan nilai klorida pada suatu sampel air, pertama kami menggunakan larutan NaCl sebagai larutan

Dugaan sementara melatih kemampuan berpikir peserta didik untuk menganalisis hasil percobaan awal dan pengamatan yang telah dilakukan serta membantu peserta didik

Berdasarkan hasil pengamatan pada media percobaan bakteri yang dipindahkan telah dilakukan secara aseptik karena pada tabung yang berisi medium tidak berubah

Serta pengamatan yang telah penulis lakukan selama melakukan Kuliah Kerja Media selama dua bulan terhadap peran sebagai Tim Kreatif.Tugas Akhir ini disusun sebagai salah satu

Seperti yang telah dipaparkan pada hasil penelitian sebelumnya, aseton merupakan pelarut pilihan untuk pengamatan metode kontak dingin antalgin-fenilbutason karena kristal

Kesimpulan Berdasarkan laporan program kerja yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata KKN Reguler Periode 96 Unit I.B.2

Pada percobaan yang telah dilakukan terhadap rangkaian seri, ketika kabel dihubungkan dengan baterai, nyala ketiga lampu tidak terlalu terang, dan ketika salah satu lampu dimatikan,