BAB 2
G
AMBARAN
U
MUM
K
ONDISI
D
AERAH
2.1.
ASPEK GEOGRAFIS DAN DEMOGRAFI
2.1.1. Karakteristik Lokasi dan Wilayah
2.1.1.1. Luas dan Batas Administrasi
Luas wilayah kabupaten Manggarai yaitu 1.669,42 km² atau 166.942 Ha. Secara administratif kabupaten Manggarai dibagi menjadi 12 kecamatan, 145 desa dan 26 kelurahan dengan pusat pemerintahan di kota Ruteng Kecamatan Langke Rembong dengan batas- batas wilayah sebagai berikut:
SEBELAH BARAT : KABUPATEN MANGGARAI BARAT;
SEBELAH UTARA : LAUT FLORES;
SEBELAH TIMUR : KABUPATEN MANGGARAI TIMUR;
SEBELAH SELATAN : LAUT SAWU.
Tabel 2.1 Ibu Kota dan Luas Wilayah Kecamatan Di Kabupaten Manggarai
No Kecamatan Ibu Kota
Kecamatan
Total Wilayah (Ha)
1 Satar Mese Iteng 57,204.00
2 Satar Mese Barat Narang *
3 Satar Mese utara Langke Majok *
4 Langke Rembong Ruteng 6,054.00
5 Ruteng Cancar 17,661.00
6 Wae Rii Timung 7,655.00
7 Lelak Rejeng *
8 Rahong Utara Nanu *
9 Cibal Pagal 18,827.00
10 Cibal Barat Golo Woi *
11 Reok Reo 59,541.00
12 Reok Barat Sambi )*
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
18
Gambar 2.1Peta Administrasi Kab. Manggarai
2.1.1.2. Letak dan Kondisi Geografis
a. Posisi Astronomis
secara astronomis wilayah kabupaten manggarai terletak diantara 8º14’27,32” LS - 8054’57,17” 0 LS DAN
120º.13’41,34” BT-120º32”47,22” BT (Data Peta Rupa Bumi
b. Posisi Geostrategic
Kabupaten manggarai terletak di pulau flores bagian barat yang diapiti oleh 2 kabupaten hasil pemekaran yakni kabupaten manggarai barat dan kabupaten manggarai timur sehingga potensial untuk menjadi pusat jasa dan sumber energi listrik dengan beroperasinya pltp ulumbu dan potensi di bidang pertanian dan perkebunan di pulau flores bagian barat.
c. Kondisi Kawasan
1. Pedalaman;
Kawasan pedalaman adalah daerah terpencil yang terletak jauh dari kota dan kurang berhubungan dengan dunia luar.
Kawasan Pedalaman mencakup beberapa desa dalam wilayah kecamatan sebagai berikut:
Kecamatan Satar Mese : Desa Lungar dan Desa Mocok. Kecamatan Reok Barat : Desa Lemarang, Desa Kajong, Desa Nggalak, Desa Lante, Desa Sambi, Desa Rura, Desa Toe, dan Desa Paralando.
Satar Mese Barat terdiri dari Desa borik, Desa satar ruwuk, dan Desa Satar Lenda
2. Terpencil;
Kawasan terpencil adalah kawasan tersendiri, terasing, jauh dari yang lain, seperti Kecamatan Satar Mese Barat terdiri dari desa borik, desa satar ruwuk, desa Satar Lenda, Desa Satar Luju, Desa Ceka Luju, Desa Golo Ropong. Kecamatan Satar Mese utara terdiri dari Desa Lia, Desa Ling, Desa Gulung dan Desa Mata Wae.
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
20
Kecamatan Lelak : Desa Ndiwar, Desa Gelong, Desa Nati,Desa Bangka Tonggur, Desa Bangka Dese, Desa Pong Umpu, Desa Urang.
Kecamatan Ruteng : Desa Beo Rahong.
Kecamatan Rahong Utara : Desa Manong, Desa Benteng Tubi, Desa Golo Langkok, Desa Bangka Ajang, Desa Pong Lengor, Desa Dimpong, Desa Tengku Lese dan Desa Compang Dari.
Kecamatan Wae Ri’i : Desa Compang Ndehes
Kecamatan Cibal Barat : Desa Golo Woi, Desa Golo Lanak, Desa Langkas, Desa Ladur
Kecamatan Reok : Desa Watu Baur, Desa Ruis, Desa Watu Tango
Kecamatan Reok Barat : Desa Lemarang, Desa Kajong, Desa Nggalak, Desa Loce, Desa Lante, Desa Sambi, Desa Rura, Desa Toe, Desa Paralando, dan Desa Torong Koe 3. Pesisir;
Kawasan pesisir adalah kawasan yang bersentuhan dengan wilayah laut dan pesisir pantai, seperti :
Kecamatan Satar Mese Barat : Desa Nuca Molas, Desa Borik, Desa Satar Ruwuk, Desa Satar Lenda, Desa Satar Luju, Desa Terong, Desa Hilihintir.
Kecamatan Satar Mese meliputi : Desa Tal, Desa Iteng, Desa Legu, Desa Satar Lou, Desa Langgo, Desa Tado dan Desa Koak.
Kecamatan Reok : Kelurahan Mata Air, Kelurahan Baru, Kelurahan Reo, Kelurahan Wangkung, dan Desa Robek, Kecamatan Reok Barat : Desa Paralando, dan Desa Lemarang.
4. Pegunungan;
Kawasan pegunungan terdiri dari : kecamatan Langke Rembong, Kecamatan Wae Ri’I, Kecamatan Cibal, Kecamatan Cibal Barat, Kecamatan Rahong Utara, Kecamatan Ruteng, Kecamatan Lelak, dan Kecamatan Satar Mese Utara
5. Kepulauan.
2.1.1.3. Topografi
a. Ketinggian Lahan
Tabel 2.2 Komposisi ketinggian wilayah kabupaten manggarai dari permukaan laut
No Ketinggian Luas (Ha) Prosentase
Kemiringan
1 0 – 100 M DPL 28.512 HA 17,079%
2 100 – 500 DPL 64.362 HA 38,553%
3 500 – 1.000 DPL 56.528 HA 33,861%)
4 > 1.000 M DPL 17.540 HA 10,507%)
b. Kemiringan Lahan
Tabel 2.3 Prosentase Kemiringan Tanah
No Kemiringan Luas (Ha) Prosentase
0 – 20 5.621 HA 3,367%
2 - 150 18.732 HA 11,220%
15 – 400 52.986 HA 31,739%
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
22
2.1.1.4. Geologi
a.Struktur dan Karakteristik
Dari data dan informasi geologi diketahui bahwa, Struktur dan Karakteristik geologi pulau Flores merupakan bagian dari Busur Volkanik dalam Kalk Alkalin yang berumur Kenozoikum, yang sampai saat ini masih aktif. Busur tersebut dibentuk oleh penunjaman kerak Samudera Hindia ke arah utara. Bentuk busur kepulauan ini masih mengalami perubahan di bagian timur karena tumbukan dengan tepi benua Australia. Daerah Flores Barat sebagian besar ditutupi oleh lava dan breksi andesitik sampai basaltik disisipi tufa pasiran dan pasir tufaan dari Formasi Kiro yang berselingan dengan satuan batuan gunung api Tua (Tlmv) berumur Miosen Awal sebagai batuan tertua di Flores Barat. Sekuen ini ditutupi oleh batuan sedimen batu pasir napal dan batu gamping berselingan dengan batuan gunung api lava dasit, breksi, abu dan tufa berumur Miosen Tengah – Atas yang diterobos oleh granodiorit, diorit dan riolit. Breksi, lava dan tufa serta produk-produk gunung api Holosen seperti lahar, bom volkanik dan lapili menutupi batuan-batuan tersebut di beberapa tempat
pengendapan batuan berkomposisi basal–andesit dan sedimen gunung api lingkungan laut dikenal dengan Formasi Kiro.
Pada saat kegiatan gunung api berkurang, berikutnya diendapkan batuan sedimen piroklastik berkomposisi dasit, riolit dan sedimen klastik gunung api dikenal dengan Formasi Tanahau. Akhir Miosen Tengah terjadi pengangkatan, perlipatan dan pematahan diikuti oleh munculnya batuan berkomposisi granit, granodiorit dan diorit yang menerobos kedua formasi tersebut. Terobosan ini diduga berhubungan dengan hidrotermalisasi. Pada Pliosen Akhir terjadi lagi kegiatan gunung api dan kembali mengendapkan batuan berkomposisi basal – andesit serta sedimen gunung api yang menutupi batuan yang lebih tua (Nana Ratman,dkk./1977). Kegiatan Vulkanik tektonik untuk Pulau Flores masih berlanjut hingga sekarang dengan ditandai terjadinya gempa tektonik
Tabel 2.4 Komposisi jenis tanah di kabupaten manggarai
No Kemiringan Luas (KM²) Prosentase
1 Latosol 53,357 KM² 31,96%
2 Mediterian 60,984 KM² 36,53%
3 Litosol 52,601 KM² 31,51%
b.Potensi
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
24
berasal dari letusan Gunung Anak Ranaka,yang terjadi padatahun 1992.
2.1.1.5. Hidrologi
a. Daerah Aliran Sungai
Keadaan hidrologis di Kabupaten Manggarai terdiri atas sumber-sumber air yang berasal dari air tanah, air permukaan dan curah hujan. Sebagai daerah yang mempunyai permukaan bergunung-gunung, air sungai pada umummya bersumber dari mata air yang berasal dari kawasan pegunungan yang masih mempunyai kondisi jenis flora dari tumbuhan pepohonan yang cukup rapat
b. Sungai Danau dan Rawa
Beberapa sungai besar yang keberadaan airnya mengalir sepanjang tahun diantaranya sungai Wae Pesi, Wae Nuring, Wae Renca yang mengalir dan bermuara ke pantai Utara (Kecamatan Reok), dan sungai Wae Naong, Wae Reno dan Wae Mese yang mengalir ke arah selatan dan bermuara ke pantai Selatan (Kecamatan Satar Mese).
c. Debit Air
Sumber air tanah dan air permukaan (sungai) yang cukup penting dan mempunyai debit air cukup besar serta keberadaannya sangat penting/vital di wilayah kabupaten Manggarai, sebagian besar bersumber dari mata air Gunung Golo Lusang, Poco Ranaka serta gunung-gunung lainnya.
2.1.1.6. Klimatologi
a. Type
b. Curah Hujan
Tabel 2.5 Jumlah Curah Hujan di Kabupaten Manggarai Menurut Kecamatan perbulan Tahun 2012-2013
NO KECAMATAN BULAN RATA-RATA
2012
RATA-RATA 2013
1. Satar Mese Januari – Desember 807 -
2. Satar Mese Barat Januari – Desember 807 XX)
3. Langke Rembong Januari – Desember 1.798 XX)
4. Ruteng Januari – Desember 14.857 XX)
5. Wae Rii Januari – Desember 12.930 1759
6. Lelak Januari – Desember XX) XX)
7. Rahong Utara Januari – Desember XX) XX)
8. Cibal Januari – Desember 2.494 -
9. Cibal Barat Januari – Desember X) X)
10. Reok Januari – Desember 651 773
11 Reok Barat Januari – Desember X) X)
Sumber Data : Manggarai Dalam Angka , Tahun 2014
c. Suhu
Tabel 2.6 Suhu Udara Maksimum dan Mimimum Kota Ruteng menurut bulan Tahun 2012 - 2013 ( ° Celcius )
Bulan Minimum Maximum Rata-Rata
2012 2013 2012 2013 2012 2013
Januari 17,7 18,5 23,2 23,9 20,00 20,6
Pebruari 15,0 16,4 24,7 23,1 20,01 19,3
Maret 16,2 16,8 23,3 25,1 19,7 20,7
April 15,0 15,7 24,9 25,1 19,5 20,0
Mei 15,8 16,1 24,5 26,6 19,9 25,0
Juni 12,9 16,4 24,3 24,4 18,6 19,7
Juli 13,1 14,0 24,3 23,7 18,6 18,6
Agustus 11,7 12,5 25,00 24,7 18,3 18,2
September 13,6 13,7 26,8 26,1 20,02 19,6
Oktober 15,1 14,4 26,1 26,9 20,07 20,9
Nopember 16,0 15,6 25,9 25,4 21,1 21,0
Desember 17,0 16,1 25,1 24,0 20,09 20,3
Rata - Rata 14,9 15,5 24,8 24,9 19,8 20,3
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
26
d. Kelembaban
Secara umum kabupaten manggarai mengenal 2 (dua) musim yaitu musim hujan dan musim kemarau yang silih berganti dengan jumlah curah hujan rata-rata 2.440,9 mm. Rata-rata bulan basah setiap tahun yakni 7 (tujuh) bulan.
Tabel 2.7 Rata-Rata Kelembaban Udara
Bulan Kelembaban (%) Kecepatan Angin (knot) Tekanan Udara (mb)
2013 2014 2013 2014 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Januari 91 91 270/11 000/7 892,0 896,3
Pebruari 92 88 000/10 270/10 892,0 892,5
Maret 87 89 000/10 000/8 893,4 893,9
April 87 91 360/7 000/7 893,4 896,3
Mei 91 90 000/6 000/6 893,6 894,3
Juni 92 80 000/6 000/6 893,0 894,8
Juli 81 87 000/7 000/6 893,4 894,7
Agustus 79 87 350/7 000/7 894,3 895,1
September 70 65 360/7 090/9 894,5 895,5
Oktober 75 65 360/8 090/10 894,9 895,3
Nopember 87 77 000/7 020/8 892,9 894,1
Desember 93 91 000/7 000/6 892,0 892,8
Rata-Rata
Average 85 83 893,2 894,5
Tabel 2.8 Tabel Arah Kecepatan Angin Perbulan
No Bulan Arah Kecepatan Angin
1 Januari Barat laut/15 knots
2 Pebruari Barat laut/30 knots
3 Maret Barat daya/25 knots
4 April Barat tenggara/20 knots
5 Mei Barat /12 knots
6 Juni Timur laut/19 knots
7 Juli Tenggara/15 knots
8 Agustus Barat /11 knots
9 September Timur/15 knots
10 Oktober Barat/15 knots
11 Nopember Utara/15 knots
2.1.1.7. Penggunaan Lahan
Kawasan pemanfaatan di wilayah kabupaten manggarai merupakan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan ekonomi. Pada wilayah pesisir dan laut terdapat berbagai kegiatan yang memanfaatkan potensi sumberdaya tersebut, diantaranya untuk perikanan tangkap, perikanan budidaya, pariwisata, industri kelautan dan lainnya.
Kondisi kawasan lindung di pesisir kabupaten manggarai pada saat ini dijadikan areal tambak oleh masyarakat, sehingga perlu diatur dalam pembatasan konversi hutan bakau agar kelestarian sumberdaya tetap terjaga.
A. Kawasan Budidaya
Kawasan Budidaya Mencakup Pemanfaatan Kawasan Budidaya Darat Dan Pemanfaatan Kawasan Budidaya Pesisir Dan Kelautan.
Pemanfaatan Kawasan Budidaya
Pengembangan pemanfaatan ruang di kawasan budidaya bertujuan untuk menjaga kualitas daya dukung lingkungan kabupaten manggarai, menciptakan penyerapan lapangan pekerjaan, terciptanya keserasian dengan rencana struktur tata ruang yang dikembangkan. Pemanfaatan ruang kawasan budidaya darat meliputi :
1. Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK), yang terbagi dalam :
a. Kawasan hutan produksi tetap b. Kawasan hutan produksi terbatas c. Hutan produksi yang dapat dikonversi
2. Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK), yang terbagi dalam :
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
28
3. KawasanBudidaya Non Pertanian a. Kawasan pertanian tanaman pangan
Sebaran kawasan pertanian tanaman pangan terdapat pada lokasi -lokasi yang diuraikan pada tabel berikut :
Tabel 2.9 Lokasi dan Luas Kawasan Pertanian Tanaman Pangan per Kecamatan di Kabupaten Manggarai
No. Kecamatan Luas Areal (Ha)
1. Reok 23.326
2. Cibal 3.769
3. Wae Ri'i 4.004
4. Langke Rembong 1.522
5. Ruteng 1.439
6. Rahong Utara 530
7. Lelak 769
8. Satar Mese 6.200
9. Satar Mese Barat 3.451
Sumber : RTRW Kab.Manggarai
b. Kawasan Pertanian Hortikultura
Sebaran kawasan pertanian hortikultura terdapat pada lokasi -lokasi yang diuraikan pada tabel berikut:
Tabel 2.10 Lokasi dan Luas Kawasan Pertanian Hortikultura di Kabupaten Manggarai
No Kecamatan Luas Areal (Ha)
1. Reok 20.000
2. Cibal 2.000
3. Wae Ri'i 300
4. Langke Rembong 40
5. Ruteng 300
6. Rahong Utara 125
7. Lelak 150
8. Satar Mese 3.000
9. Satar Mese Barat 162
4. Kawasan Perkebunan
Luas kawasan, lokasi serta jenis komoditi perkebunan terdapat pada lokasi sebagai berikut :
Tabel 2.11 Jenis Komoditi, Luas Areal dan Lokasi Perkebunan di Kabupaten Manggarai
No. Jenis Komoditi Luas Areal (Ha) Lokasi
1. Cengkeh 2.229 Semua Kecamatan
2. Kopi Robusta 450 Semua Kecamatan
3. Kopi Arabica 1.500 Semua Kecamatan
4. Vanili 115 Kec. Wae Ri'i
Kec. Cibal
Kec. Rahong Utara Kec. Lelak
Kec. Satar Mese Kec. Satar Mese Barat Kec. Reok
5. Kakao 2.760 Kec. Cibal
Kec. Reok
Kec. Rahong Utara Kec. Satar Mese Kec. Satar Mese Barat
6. Kelapa 1.400 Kec. Reok
Kec. Rahong Utara Kec. Satar Mese Kec. Satar Mese Barat
7. Kemiri 350 Kec. Cibal
Kec. Reok
Kec. Rahong Utara Kec. Satar Mese Kec. Satar Mese Barat
8. Jambu Mete 1.350 Kec. Reok
Kec. Satar Mese Kec. Satar Mese Barat Sumber : RTRW Kabupaten Manggarai
5. Kawasan Peternakan
Luas kawasan peternakan, lokasi serta jenis ternak terdapat pada lokasi - lokasi sebagai berikut :
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
30
b.Kecamatan Cibal, Kecamatan Rahong Utara, Kecamatan Langke Rembong, Kecamatan Wae Ri’i, Kecamatan Lelak dan Kecamatan Ruteng sebagai kawasan pengembangan ternak kecil, unggas dan ternak besar terbatas dengan luas kurang lebih 8.675 Ha.
6. Kawasan Perikanan, Kelautan Perikanan Dan Pesisir
Kawasan peruntukan kelautan, perikanan dan pesisir terdiri atas: a.Kawasan peruntukan perikanan tangkap, yang tersebar pada
lokasi wilayah perairan Kecamatan Satar Mese, wilayah perairan Kecamatan Satar Mese Barat dan wilayah perairan Kecamatan Reok.
b.Kawasan peruntukan perikanan budidaya air tawar, terdapat pada lokasi Kecamatan Langke Rembong, Kecamatan Wae Ri'i, Kecamatan Ruteng, Kecamatan Satar Mese dan Kecamatan Satar Mese Barat.
c. Kawasan peruntukan perikanan budidaya laut, terdapat pada kawasan perairan Kecamatan Reok, kawasan perairan Kecamatan Satar Mese dan kawasan perairan Kecamatan Satar Mese Barat.
d.Kawasan peruntukan perikanan budidaya pesisir, terdiri dari kawasan perikanan budidaya air payau yang berlokasi di kawasan pesisir Kecamatan Reok dan Kecamatan Satar Mese serta untuk kawasan sawah garam yang berlokasi di Kelurahan Reok dan Kelurahan Baru, Kecamatan Reok.
7. KawasanPertambangan
satar mese, potensi geothermal (desa lungar/ulumbu kecamatan satar mese) siap dikembangkan. Kawasan budidaya dapat dilihat pada tabel 2.6. Berikut ini.
Tabel 2.12 Kawasan Budidaya Pertanian dan Hutan
No Kecamatan
Kawasan budidaya
Non pertanian
(Ha)
Kawasan budidaya pertanian dan hutan produksi (ha)
Jumlah
TPLB TPLK TTB HPT HP
1 Reok 819 3.610 - 1.122 - 17.625 23.177 2 Reok Barat
3 Cibal 1.482 729 - 4.540 - - 6.751
4 Cibal Barat
5 Wae Rii 1.328 726 - 4.542 - - 6.596
6 Langke
Rembong 2.220 1.602 - 2.098 - - 5.920 7 Ruteng 2.000 1.332 - 3.394 548 - 7.274 8 Rahong Utara 1.000 - - 4.042 1.167 - 6.209
9 Lelak 761 - - 1.100 655 - 2.516
10 Satar Mese 1.455 4.663 3.483 2.030 3.554 - 15.185 11 Satar Mese
Barat 1.077 4.852 4.516 1.043 6.423 - 17.912 12 Satar Mese
Utara
Jumlah
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
32
8. Kawasan Pariwisa
a. Obyek Wisata Budaya Yang Potensial
Tabel 2.13 Obyek Wisata Budaya Yang Potensial
No Nama obyek Daya tarik
1 Kampung Ruteng Pu’u
Kampung tua dengan halaman bundar yang di kelilingi batu tersusun rapi.
2 Liang Bua Gua tempat fosil homo floresiensis, gajah kerdil, kadal raksasa dan berbagai artefak, serta terdapat stalagtit dan stalagmit
3 Compang Cibal Kampung tradisional dengan tempat persembahan bagi para leluhur pada pelataran
4 Kampung Welo Pusat kerajaan manggarai pertama, terdapat niang, meriam kuno dan tambur unik “loke nggerang” terbuat dari kulit seorang gadis 5 Kampung Todo Benteng pertahanan perang dan meriam kuno 6 Kampung
Pongkor
Kampung tua, rumah adat dan mata air panas di lembah indah di kelilingi pegunungan
7 Wae Rebo Rumah adat tempat tinggal raja baroek (raja wunut)
8 Mbaru Wunut Rumah adat tempat tinggal raja baroek (raja wunut)
9 Geraja st. Yosef Ruteng
Bangunan tua yang eksotis dan artistik
10 Makam Motang Rua
Pemakaman pahlawan manggarai guru
amenumpung rombo pongkor “motang rua”, di
beo kina
b. Obyek Wisata Alam yang Potensial
Tabel 2.14 Obyek Wisata Alam Yang Potensial
No Nama obyek Daya tarik
1 Torong Besi Panorama alam pantai yang indah dan gua maria tempat ziarah umat katolik
2 Hutan Inembele Hutan lindung di pinggir pantai di dalamnya terdapat kera, lebah madu dan ribuan kalong. 3 Golo Curu Bukit indah di utara kota ruteng tempat patung
bunda maria di tahtakan
4 Cunca Lega Air terjun tertinggi kabupaten manggarai di rahong utara
5 Cara Bentuk khas pembagian tanah komunal di manggarai yang berbentuk sarang laba-laba
6 Poco Ranaka Gunung tertinggi di ntt dengan panorama alam yang indah
7 Liang Woja Gua besar dengan stalagtit dan stalagmit di desa barang kecamatan cibal
8 Pantai Ketebe Pantai berpasir putih dengan air jernih dan trumbu karang di desa robek kecamatan reok 9 Tengku Romot
(budaya)
Pantai yang indah dengan pasir halus di kelurahan wangkung kecamatan reok
10 Sengari Meriam kuno peninggalan zaman kerajaan goa di kelurahan mata air kecamatan reok
11 Pulau Mules Pulau dengan padang rumput yang luas, di dalamnya terdapat rusa liar di desa nuca molas kecamatan satar mese barat
12 Ulumbu Sumber mata air panas dan gas alam terbesar di ntt, di desa wewo kecamatan satar mese. 13 Ine damba Periuk besar dari tanah liat di desa ceka luju
kecamatan satar mese barat 14 Kawasan poco
leok
Panggal emas, lopa emas, dan kerangka kera di mocok
Meriam kuno dan mata air panas di lungar kecamatan satar mese
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
34
c. Kawasan Perkotaan Dan Perdesaan
Kawasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi.
Kawasan Perdesaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi.
B. Kawasan Lindung
Berdasarkan hasil analisis kondisi fisik wilayah Kabupaten Manggarai, alokasi peruntukan ruang untuk hutan lindung di kabupaten Manggarai direncanakan mencapai luas 67.039 Ha atau sebesar 40,16 % dari luas wilayah secara keseluruhan. Sisanya, sebesar 59,84 % merupakan kawasan untuk ruang budidaya. Kawasan lindung terdiri atas kawasan perlindungan setempat yang terdiri atas :
a)Kawasan hutan lindung;
Tabel 2.15 Lokasi dan Luas Kawasan Hutan Lindung Kabupaten Manggarai
No Nama Kawasan Lokasi
Luas Areal
(Ha)
1. Hutan Todo Kec. Satar Mese Barat 10.089,20 2. Hutan Ramut Kec. Satar Mese Barat 1.165,90 3. Hutan Meler Kuwus Kec. Lelak dan Kec. Ruteng 3.040
4. Hutan Gapong Kec. Cibal 952,36
5. Hutan Nggalak Rego Kec. Reok Barat 14.690,30
6. Hutan Pisok Kec. Reok Barat 156,61
7. Hutan Bajak Kec. Reok 112,35
b)Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya;
Sasaran kawasan tersebut adalah untuk memberikan perlindungan khusus terhadap kawasan resapan air yang terdapat pada lokasi sebagai berikut :
Kawasan Hutan Todo dan Kawasan Hutan Ramut di Kecamatan Satar Mese Barat;
Kawasan Hutan Meler Kuwus di Kecamatan Ruteng dan Kecamatan Lelak;
Kawasan Hutan Gapong di Kecamatan Cibal;
Kawasan Hutan Nggalak Rego, Kawasan Hutan Bajak dan kawasan
Hutan Pisok di Kecamatan Reok; dan
Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng di Kecamatan Langke Rembong, Kecamatan Ruteng, Kecamatan Satar Mese dan Kecamatan Wae Ri’i.
c)Kawasan perlindungan setempat.
Yang merupakan kawasan perlindungan setempat yaitu berupa:
Kawasan sempadan pantai
Terdapat di Kecamatan Reok, Kecamatan Satar Mese dan Kecamatan Satar Mese Barat dengan jarak sempadan pantai paling sedikit 100 (seratus) meter dari titik pasang air laut tertinggi ke arah darat.
Kawasan sempadan sungai
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
36
Kawasan sekitar danau
Terdapat di Kecamatan Langke Rembong dengan jarak sempadan danau 50 (lima puluh) meter sampai dengan 100 (seratus) meter dari titik pasang air danau tertinggi.
Kawasan kearifan lokal
Terdapat di Kampung Wae Rebo Kecamatan Satar Mese Barat dan semua Kecamatan yang menerapkan sistem lodok.
Kawasan ruang terbuka hijau
Kawasan ruang terbuka hijau, di Kabupaten Manggarai meliputi:
Ruang terbuka hijau di Ibukota Daerah dengan luas kurang lebih
3.444Ha;
Taman-taman kota pada pusat-pusat kegiatan di semua kecamatan yang juga dapat berfungsi sebagai pusat interaksi sosial dan landmark kawasan;
Ruang terbuka hijau publik di gedung-gedung atau kawasan perkantoran milik Pemerintah, sarana pendidikan, sarana perdagangan, dan lainnya; dan
Ruang terbuka hijau pada perumahan, perkantoran swasta, sarana perdagangan, kawasan industri dan tempat-tempat komersial lainnya dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimum dan Koefisien Dasar Hijau (KDH) minimum diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati.
d)Kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya; Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Kawasan Cagar Budaya, terdiri atas:
1. Kawasan pantai berhutan bakau.
Terdapat pada wilayah pesisir Kecamatan Satar Mese,Satar Mese Barat dan Kecamatan Reok.
Terdiri atas rencana Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu di wilayah perairan Selat Sumba terdapat di Kecamatan Satar Mese dan
Kecamatan Satar Mese Barat dengan luas 567.165,64 Ha. 3. Kawasan TWA.
Kawasan TWA Ruteng yang terdapat di Kecamatan Langke Rembong, Kecamatan Wae Ri’i, Kecamatan Satar Mese dan Kecamatan Ruteng dengan luas kurang lebih 8.188 Ha.
e)Kawasan rawan bencana alam;
Kawasan rawan tanah longsor Tersebar di semua Kecamatan. Kawasan rawan gelombang pasang.
Terdapat di Kecamatan Reok, Kecamatan Satar Mese dan Kecamatan Satar Mese Barat.
Kawasan rawan banjir.
Terdapat di Kecamatan Ruteng, Kecamatan Reok, Kecamatan Lelak, Kecamatan Rahong Utara, Kecamatan Wae Ri’i, Kecamatan Satar Mese dan Kecamatan Satar Mese Barat.
f) Kawasan lindung geologi
1) Kawasan cagar alam geologi;
a.Kawasan keunikan batuan dan fosil, terdapat di Liang Bua Kecamatan Rahong Utara;
b.Kawasan keunikan solfatara Ulumbu, terdapat di Kecamatan Satar Mese; dan
c. Kawasan keunikan proses geologi Wae Rem, terdapat di Kecamatan Cibal dan Cunca Lega di Kecamatan Rahong Utara.
2) Kawasan rawan bencana alam geologi;
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
38
c. Kawasan rawan gerakan tanah, terdapat di semuaKecamatan;
d.Kawasan rawan tsunami, terdapat di Kecamatan Reok, Kecamatan Satar Mese dan Kecamatan Satar Mese Barat; e. Kawasan rawan abrasi, terdapat di Kecamatan Reok,
Kecamatan
Satar Mese dan Kecamatan Satar Mese Barat; dan
f.Kawasan rawan bahaya gas beracun, terdapat di Kecamatan Satar Mese dan Kecamatan Wae Ri’i.
3) Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah.
Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah yaitu kawasan sempadan mata air dengan radius paling sedikit 200 (dua ratus) meter dari mata air dan terdapat di semua kecamatan.
g)Kawasan lindung lainnya.
Meliputi kawasan terumbu karang, yang terdapat di :
1) Kecamatan Satar Mese Barat, meliputi kawasan Terumbu karang Hilihintir, Terumbu karang Terong, Terumbu karang Ceka Luju, Terumbu karang Satar Luju, Terumbu karang Satar Lenda, Terumbu karang Satar Ruwuk, Terumbu karang Borik dan Terumbu karang Nuca Molas.
2) Kecamatan Satar Mese, meliputi kawasan terumbu karang Legu.
2.1.2. Potensi Pengembangan Wilayah
Berpedoman pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Manggarai Tahun 2012 - 2032 maka, berbagai kegiatan pemanfaatan kawasan dan penggunaan lahan disesuaikan dengan Rencana Pola Ruang Wilayah Daerah yang telah ditetapkan, meliputi dua kawasan yaitu :
a. Kawasan Budidaya; dan b. Kawasan Lindung.
Kabupaten Manggarai merupakan wilayah yang sangat strategis baik dalam lingkup nasional, regional, maupun internasional. Oleh karena itulah, dalam pengembangan wilayah memperhatikan lingkungan strategis sekitarnya. Dalam pengembangan wilayah, rencana struktur ruang Kabupaten Manggarai merupakan perwujudan dan penjabaran dari struktur ruang kawasan.
Sejalan dengan hal tersebut, maka perencanaan struktur ruang telah memperhatikan berbagai aspek lingkungan strategis yang diduga akan mempengaruhi perkembangan kota Ruteng secara keseluruhan. Rencana struktur ruang yang dikembangkan di Kabupaten Manggarai meliputi tiga struktur ruang, yaitu sistem pusat-pusat kegiatan, sIstem jaringan prasarana utama, dan sistem jaringan prasarana lainnya.
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
40
2.1.2.1. Kawasan Peruntukan Kelautan, Perikanan dan Pesisir
a.Kawasan perikanan budidaya air tawar
Kecamatan Langke Rembong, Kecamatan Wae Rii, Kecamatan Ruteng, Kecamatan Satar Mese dan Kecamatan Satar Mese Barat.
b.Kawasan perikanan tangkap
Mese Barat, Kecamatan Reok dan Kecamatan Reok Barat. c. Kawasan peruntukan perikanan budidaya laut
Wilayah perairan kecamatan Satar Mese, Kecamatan Satar Mese Barat, Kecamatan Reok dan Kecamatan Reok Barat. d.Kawasan peruntukan budidaya pesisir
Kawasan budidaya air payau dan sawah garam e. Kawasan peruntukan budidaya air payau
Kawasan pesisir kecamatan Reok, Reok Barat, Satar Mese dan Kecamatan Satar Mese Barat
2.1.2.2. Kawasan Peruntukan Pertanian
a.
Kawasan pertanian tanaman pangan
- Kecamatan Reok dengan luasan kurang lebih 23.326 Ha; - Kecamatan Cibal dengan luasan kurang lebih 3.769 Ha;
- Kecamatan Wae Ri’i dengan luasan kurang lebih 4.004 Ha;
- Kecamatan Langke Rembong dengan luasan kurang lebih 1.522 Ha;
- Kecamatan Ruteng dengan luasan kurang lebih 1.439 Ha; - Kecamatan Rahong Utara dengan luasan kurang lebih 530
Ha;
- Kecamatan Lelak dengan luasan kurang lebih 769 Ha;
- Kecamatan Satarmese dengan luasan kurang lebih 6.200 Ha; dan
- Kecamatan Satarmese Barat dengan luasan kurang lebih 3.451 Ha
b.
Kawasan pertanian hortikultura
- Kecamatan Reok dengan luasan kurang lebih 20.000 Ha; - Kecamatan Cibal dengan luasan kurang lebih 2.000 Ha;
- Kecamatan Wae Ri’i dengan luasan kurang lebih 300 Ha;
- Kecamatan Langke Rembong dengan luasan kurang lebih 40 Ha;
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
42
- Kecamatan Lelak dengan luasan kurang lebih 150 Ha;- Kecamatan Satarmese dengan luasan kurang lebih 3.000 Ha; dan
- Kecamatan Satarmese Barat dengan luasan kurang lebih 162 Ha.
c.
Kawasan perkebunan
- Kawasan perkebunan cengkeh, terdapat di semua kecamatan dengan luas kurang lebih 2.229 Ha;
- Kawasan perkebunan kopi robusta, terdapat di semua kecamatan dengan luas kurang lebih 450 Ha;
- Kawasan perkebunan Kopi Arabika, terdapat di semua kecamatan dengan luas kurang lebih 1.500 Ha;
- Kawasan perkebunan Vanili, terdapat di Kecamatan Wae Ri’i, Kecamatan Cibal, Kecamatan Reok, Kecamatan Rahong Utara, Kecamatan Satarmese, Kecamatan Satarmese Barat dan Kecamatan Lelak dengan luas kurang lebih 115 Ha;
- Kawasan perkebunan Kakao, terdapat di Kecamatan Cibal, Kecamatan Reok, Kecamatan Rahong Utara, Kecamatan Satarmese dan Kecamatan Satarmese Barat dengan luas kurang lebih 2.760 Ha;
- Kawasan perkebunan Kelapa, terdapat di Kecamatan Reok, Kecamatan Rahong Utara, Kecamatan Satarmese dan Kecamatan Satarmese Barat dengan luas kurang lebih 1.400 Ha;
- Kawasan perkebunan Kemiri, terdapat di Kecamatan Cibal, Reok, Rahong Utara, Kecamatan Satarmese dan Kecamatan Satarmese Barat dengan luas kurang lebih 350 Ha; dan
d.
Kawasan peternakan
- Kecamatan Satarmese, Kecamatan Satarmese Barat, Kecamatan Ruteng dan Kecamatan Reok sebagai kawasan pengembangan ternak besar, unggas dan ternak kecil terbatas dengan luas kurang lebih 30.399 Ha; dan
- Kecamatan Cibal, Kecamatan Rahong Utara, Kecamatan Langke Rembong, Kecamatan Wae Ri’i, Kecamatan Lelak dan Kecamatan Ruteng sebagai kawasan pengembangan ternak kecil, unggas dan ternak besar terbatas dengan luas kurang lebih 8.675 Ha.
2.1.2.3. Kawasan peruntukan pariwisata
1. Kawasan peruntukan pariwisata budaya, terdiri atas :
a.Kampung Adat Ruteng Pu’u,Kampung Adat Tenda,
Kampung Adat Bangka Tuke dan Mbaru Wunut Kecamatan Langke Rembong;
b.Kampung Adat Wae Rebo dan Kampung Adat Todo Kecamatan Satarmese Barat;
c. Kampung Adat Pongkor dan Kampung Adat Mocok Kecamatan Satarmese;
d.Kampung Adat Cibal dan Kampung Adat Wudi Kecamatan Cibal; dan
e. Kawasan Pytocantropus Erectus danHomo Floroencise Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara.
2. Kawasan peruntukan pariwisata alam terdiri atas: a.Hutan Inembelle, Kecamatan Satarmese;
b.Pulau Mules Desa Nuca Molas, Pantai Nenu Nakeng dan Pantai Pasir Putih Borik Kecamatan Satarmese Barat;
c. Air Terjun Tengku Lese dan Cunca Lega, Kecamatan Rahong Utara;
d.Air Terjun Wae Garit, Kecamatan Langke Rembong;
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
44
Kecamatan Reok;g.TWA Ruteng di Kecamatan Langke Rembong, Wae Rii, Satarmese dan Kecamatan Ruteng; dan
h. Wisata bahari Laut Sawu dan Laut Flores.
3. Kawasan peruntukan pariwisata buatan meliputi antara lain : a.Lodok Cara di Desa Meler Kecamatan Ruteng; dan
b.Pemancingan Nanga Woja di Kecamatan Satarmese. 4. Kawasan peruntukan pariwisata religius, meliputi antara lain :
a. Golo Curu dan Gereja Katedral Lama Kecamatan Langke Rembong;
b. Gereja Pagal Kecamatan Cibal; dan c. Gua Maria Torong Besi Kecamatan Reok. 2.1.2.4. Kawasan peruntukan industri
1. Kawasan peruntukan industri sedang terdiri atas: a. Industri kopi di Kecamatan Langke Rembong; dan b. Industri air minum di Kecamatan Langke Rembong. 2. Kawasan peruntukan industri mikro, terdiri atas:
a. Industri pengolahan hasil pertanian di semua Kecamatan; b. Industri pengolahan hasil perikanan di Kecamatan Reok dan
Kecamatan Satarmese;
c. Industri tenun di Kecamatan Cibal dan Kecamatan Satarmese Barat; dan
d. Industri mebel di semua Kecamatan. 2.1.2.5. Kawasan peruntukan pertambangan
1. Kawasan peruntukan pertambangan mineral dan batubara, meliputi antara lain:
a. Sirtu terdapat di Wae Pesi Desa Bajak dan Desa Salama Kecamatan Reok dan Wae Reno Desa Ranaka Kecamatan Wae Ri’i;
b. Andesit terdapat di Desa Wae Ri’i Kecamatan Wae Ri’i dan
Kelurahan Wae Belang Kecamatan Ruteng;
Desa Ranaka Kecamatan Wae Ri’i, Desa Umung Kecamatan Satarmese dan Desa Cireng Kecamatan Satarmese Barat; d. Lempung terdapat di Kecamatan Reok, Kecamatan
Satarmese dan Kecamatan Satarmese Barat;
e. Gamping terdapat di Kecamatan Reok, Kecamatan Cibal dan Kecamatan Ruteng;
f. Zeolit terdapat di Kecamatan Reok;
g. Mangan terdapat di Ropang dan Ojang Desa Lante,
Ngancar Desa Bajak, Wae Beci Desa Ruis, Desa Watu Tango, Desa Robek, Sambor Desa Nggalak, Wangkal Desa Kajong, Desa Lemarang, Kampung Baru Desa Paralando
Kecamatan Reok dan Timbang Kecamatan Cibal; h. Emas terdapat di Desa Lante, Kajong dan Desa Nggalak
Kecamatan Reok
i. Timah terdapat di Keka Desa Golomuntas Kecamatan Satarmese; dan
j. Pasir Besi terdapat di sepanjang pantai selatan Kecamatan Satarmese dan antara lain Satarmese Barat.
2. Kawasan peruntukan pertambangan panas bumi, terdapat di Ulumbu Desa Wewo Kecamatan Satarmese dan Wae Pesi Kecamatan Reok
2.1.2.6. Kawasan peruntukan permukiman
1. Kawasan peruntukan permukiman perkotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdapat di antara lain :
a. Ruteng dengan luas kurang lebih 3.884,6 Ha; b. Reo dengan luas kurang lebih 282 Ha;
c. Pagal dengan luas kurang lebih 249 Ha; dan d. Cancar dengan luas kurang lebih 323 Ha.
2. Kawasan peruntukan permukiman perdesaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdapat di antara lain :
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
46
d. Timung dengan luas kurang lebih 868 Ha;e. Purang dengan luas kurang lebih 538 Ha; 2.1.2.7. Kawasan peruntukan lainnya
Kawasan peruntukan lainnya, yaitu kawasan pertahanan dan keamanan, terdiri atas:
a. Komando Distrik Militer (KODIM) 1612/Manggarai yang berada di Kecamatan Langke Rembong;
b. Komando Rayon Militer (KORAMIL) 1612-01/Ruteng yang berada di kecamatan Langke Rembong, KORAMIL 1612-03/Reok di Kecamatan Reok dan Koramil 1612-7/Satarmese di Kecamatan Satarmese;
c. Pos Bantuan bimbingan masyarakat (Babinsa) Cancar di Kecamatan Ruteng, Pos Babinsa Wae Ri’i di Kecamatan Wae Ri’i dan Pos Babinsa Cibal di Kecamatan Cibal;
d. Kepolisian Resor (Polres) Manggarai di Kecamatan Langke Rembong;
e. Kepolisian Sektor (Polsek) di Kecamatan Reok, Cibal dan Kecamatan Satarmese; dan
f. Pos Polisi (Pospol) di Kecamatan Langke Rembong dan Kecamatan Ruteng.
2.1.3. Wilayah Rawan Bencana
Tabel 2.16 Wilayah Potensi Bencana
No Wilayah Jenis Bencana
1 Kecamatan Langke
Rembong
1. Kebakaran
2. Gempa Bumi
3. Tanah Longsor 4. Banjir
5. Angin Putting Beliung 6. Gunung Api
7. Konflik Sosial
2 Kecamatan Cibal 1. Tanah Longsor
2. Banjir
3. Angin Putting Beliung 4. Kebakaran
5. Gempa Bumi
6. Konflik Sosial 7. Kekeringan
3 Kecamatan Cibal Barat 1. Tanah Longsor
2. Banjir
3. Angin Putting Beliung 4. Kebakaran
5. Kekeringan
6. Gempa Bumi
7. Konflik Sosial
4 Kecamatan rahong
Kecamatan Rahong
utara
1. Kebakaran 2. Tanah Longsor 3. Angin Putting Beliung
4. Gempa Bumi
5. Kekeringan 6. Banjir
7. Konflik Sosial
5 Kecamatan Lelak 1. Tanah Longsor
2. Angin Putting Beliung
3. Gempa Bumi
4. Kekeringan 5. Kebakaran 6. Konflik Sosial
6 Kecamatan Ruteng 1. Angin Putting Beliung
2. Konflik Sosial
3. Gempa Bumi
4. Tanah Longsor 5. Banjir
6. Kebakaran 7. Kekeringan
7 Kecamatan Wae Ri’i 1. Angin Putting Beliung 2. Konflik Sosial
3. Gempa Bumi
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
48
No Wilayah Jenis Bencana
8 Kecamatan Reok 1. Banjir
2. Gelombang Pasang/Tsunami
3. Tanah Longsor 4. Angin Putting Beliung 5. Kekeringan
6. Konflik Sosial
7. Gempa Bumi
8. Kebakaran
9. Abrasi DAS Wae Pesi
9 Kecamatan Reok Barat 1. Kekeringan
2. Angin Putting Beliung
3. Gelombang Pasang/Tsunami
4. Tanah Longsor 5. Konflik Sosial
6. Gempa Bumi
7. Kebakaran 8. Abrasi
10 Kecamatan Satar Mese 1. Kekeringan
2. Angin Putting Beliung
3. Gelombang Pasang/Tsunami
4. Gunung Api 5. Tanah Longsor 6. Konflik Sosial
7. Gempa Bumi
8. Kebakaran 9. Abrasi
11 Kecamatan Satar Mese
Barat
1. Kekeringan
2. Angin Putting Beliung
3. Gelombang Pasang/Tsunami
4. Gunung Api 5. Tanah Longsor 6. Konflik Sosial
7. Gempa Bumi
8. Kebakaran 9. Abrasi
12 Kecamatan Satar Mese
Utara
1. Kekeringan
2. Angin Putting Beliung 3. Tanah Longsor 4. Konflik Sosial
5. Gempa Bumi
6. Kebakaran Sumber Data : BPBD Kab. Manggarai Tahun 2015
A. Tanah Longsor
Tabel 2.17 Lokasi Daerah Rawan Longsor di Kabupaten Manggarai
Kecamatan Desa / kelurahan
Cibal Gapong, Perak, Riung, Langkas Bea Mese, Nenu, Rado, Golo, Welu, Golo Ncuang, Barang, Pinggang dan Wudi
Cibal Barat Timbu, Lenda, Compang Cibal, Bere, Wae Codi, Golo Lanak, Wae Renca, Latung dan Golo Woi
Ruteng Bea Rahong, Golo Worok, Poco Likang, Belang Turi, Cumbi, Compang Dalo, Meler, Pong Lale, Bulan dan Pong Lao
Rahong Utara Golo Langkong, Dimpong, Compang Dari, Manong, Pong Lengor, Buar, Tengku Lese, Bangka Ajang dan Benteng Tubi
Wae Rii Ranaka, Compang Ndehes, Poco, Wae Ri’i, Ndehes, Ling dan Longko
Langke Rembong Wali
Satar Mese Umung, Lungar, Moncok, Ponggeok, Ngkaer, Papang, Pongkor, Wewo dan Wae Ajang
B. Gempa Bumi
Seluruh wilayah kabupaten manggarai yang terdiri dari 12 kecamatan, 145 desa dan 26 kelurahan merupakan daerah potensi rawan bencana gempa bumi karena kepulauan indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu lempeng australia, lempeng eurasia dan lempeng pasifik.
C. Gunung Api
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
50
asap antara 0- 15 m diatas puncak hal ini menunjukkan bahwa gunungapi anak ranaka dinyatakan aktif normal.
kondisi ini menunjukan bahwa Kabupaten Manggarai masih terdapat gunung api yang perlu diantisipasi khusunya pada desa-desa sekitarnya yaitu: kecamatan wae rii yaitu desa satar ngkeling, desa golo cador, desa golo mendo, desa wae rii dan desa ranaka.
Tabel 2.18 Lokasi Daerah Rawan Gunung Berapi di Kabupaten Manggarai
Kecamatan Desa / kelurahan
Wae Rii Ranaka, Longko, Wae Rii, Bangka Jong<Golo Mendo,Golo Cador
Langke Rembong Carep, Tenda Satar Tacik
Satar Mese Lungar, Umung., Papang , Ponggeok,Ulu Belang.
Sumber data : BPBD Kab. Manggarai tahun 2015
D. Tsunami / Gelombang Pasang
Daerah/wilayah kabupaten manggarai yang berada di pesisir pantai merupakan daerah/wilayah potensi rawan bencana tsunami yang dapat dirinci sebagai berikut :
Tabel 2.19 Lokasi Daerah Potensi Tsunami di Kabupaten Manggarai
Kecamatan Desa / kelurahan
Kecamatan Reok Reo, Salama, Baru, Mata Air, Wangkung, Robek.
Kecamatan Reok Barat
Paralando, Lemarang.
Kecamatan Satar Mese Barat
Borik, Satar Ruwuk, Nuca Molas, Satar Lenda, Satar Luju, Ceka Luju, Terong dan Hilihintir
Kecamatan Satar Mese
E. Banjir
Banjir juga berpotensi melanda beberapa wilayah di kabupaten manggarai utamanya disebabkan oleh curah hujan lokal yang tinggi, curah hujan yang tinggi di daerah hulu berpotensi menjadi banjir kiriman yang berpotensi banjir seperti terlihat pada tabel berikut ini:
Tabel 2.20 Desa/Kelurahan Rawan Banjir di Kabupaten Manggarai
No Kecamatan Sungai Desa/kelurahan
1 Reok Sungai Wae
Mbeak
Desa bajak, desa watu tango dan desa ruis,
Sungai Wae Kaap
Sebagian desa ruis, kelurahan wangkung dan mata air
Sungai Wae Pesi Bajak reo, mata air, baru, salama 2 Reok Barat Sungai Wae Kuli Desa toe, desa lemarang dan
desa para lando 3 Cibal Sungai Wae
Naong
Pinggang Bea Mese, Rado dan Desa Riung
4 Cibal Barat Sungai Wae Renca
Desa Wae Renca
5 Rahong Utara
Sungai Wae Racang
Desa golo langkok, liang bua dan manong
Sungai Wae Rii Dimpong, buar, angka ruang dan manong
Sungai Wae Lega Tengku lese, buar dan angka ruang.
6 Satar Mese Barat
Sungai Wae Mese
Hilihintir, terong, popo dan golo ropong
7 Satar Mese Sungai Wae Koe Paka dan legu, jaong, golo lambo, ngkaer, pongkor dan tal 8 Langke
rembong
Sungai Wae Garit Kelurahan golo dukal dan Kelurahan Wali
9 Ruteng Wae Palo, Wae Rajong, Wae Ireng Dan Wae Kunce
Desa kakor, benteng
kuwu,belang turi, meler dan pong leko
10 Wae Rii Wae Mulu, Wae Racang dan Wae Kokak
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
52
F. Kebakaran
Ancaman kebakaran di kabupaten manggarai mengenal 2 musim yaitu musim hujan 7 bulan dan musim kemarau 5 bulan. Pada musim kemarau kejadian kebakaran rumah penduduk dan kebakaran hutan cukup besar
Tabel 2.21 Daerah Rawan Kebakaran Hutan
Kecamatan Desa / kelurahan
Reok Desa yang mempunyai hutan Lindung
Reok Barat Desa yang mempunyai hutan Lindung Satar Mese Desa yang mempunyai hutan Lindung Satar Mese Barat Desa yang mempunyai hutan Lindung Satar Mese Barat Utara Desa yang mempunyai hutan Lindung
Cibal Desa yang mempunyai hutan Lindung
Cibal Barat Desa yang mempunyai hutan Lindung
Ruteng Desa yang mempunyai hutan Lindung
Lelak Desa yang mempunyai hutan Lindung
Wae Ri’i Desa yang mempunyai hutan Lindung
Langke Rembong Desa yang mempunyai hutan Lindung Rahong Utara Desa yang mempunyai hutan Lindung Sumber Data : BPBD Kab. Manggarai tahun 2015
G. Kekeringan
Ancaman kekeringan kerap kali menjadi langganan setiap tahun bagi masyarakat kabupaten manggarai. Dampak langsung dari ancaman kekeringan adalah gagal tanam, gagal panen dan kebakaran.
Tabel 2.22 Lokasi Daerah Rawan Kekeringan di Kabupaten Manggarai
Kecamatan Desa / kelurahan
Reok Bajak, Watu Tango, Ruyis, Wangkung, Mata Air, Baru, Salam, Reo, Robek dan Watu Baur.
Rahong Utara Dimpong, Bangka Ruang, Buar, Manong, Golo Langkok, Liang Bua dan Tengku Lese.
Satar Mese Barat Hilihintir, Popo, Terong, Golo Ropng, Borik, Cambir Leca dan Ruang
Papang, Jaong, Golo Lambo, Ngkaer, Pongkor, Tal, Paka, Legu dan Satar Loung.
Lelak Urang, Pong Umpu, Gelong, Nati, Ndiwar dan Bangka Dese
Reok Barat To’e, Lante, Nggalak, Lemarang, Para Lando, Torong Koe, Loce, Sambi, Kajong dan Rura.
Cibal Barat Timbu, Lenda, Compang Cibal, Bere, Wae Codi, Golo Lanak, Wae Renca, Latung, Golo Woi dan Bangka Ara
Sumber data : BPBD Kab. Manggarai tahun 2015
H. Angin Putingbeliung
Tabel 2.23 Lokasi Daerah Rawan Angin Putingbliung di Kabupaten Manggarai
No Kecamatan Desa/kelurahan
1 Reok Bajak, Watu Tango, Ruis,
Wangkung, Watu Baur, Salama
2 Cibal Riung, Wae Renca, Pinggang, Bea
Mese
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
54
No Kecamatan Desa/kelurahan
4 Rahong Utara Dimpong, buar, bangka ruang,
Buar, manong, Golo Langkok, Tengku Lese
5 Satar Mese Barat Hilihintir, popo, terong,golo ropong, Ruang, Satar Luju
6 Satar Mese Golo Muntas, Koak, Gara,
Langgo, Legu, Jaong
7 Langke rembong Kelurahan golo dukal dan
Kelurahan Wali, Karot, Tenda, Watu, Waso
8 Ruteng kakor, belang turi, meler, Bangka Lao, Wae Belang, Compang Dalo
9 Lelak Urang, Pong Umpu, Gelong, Nati,
Ndiwar, Bangka Dese
I. Bencana Sosial
Bencana sosial merupakan suatu hal yang perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah kabupaten manggarai terutama wabah penyakit dan konflik sosial perebutan batas tanah dan masalah tanah baik orang perorangan maupun kelompok.
Tabel 2.24 Desa/Kelurahan Rawan Epidemi di Kabupaten Manggarai
No Kecamatan Desa/kelurahan
1 Reok Semua Desa/Kelurahan
2 Reok Barat Semua Desa/Kelurahan
3 Satar Mese Semua Desa/Kelurahan
4 Satar Mese Barat Semua Desa/Kelurahan 5 Satar Mese Utara Semua Desa/Kelurahan
No Kecamatan Desa/kelurahan
7 Cibal Barat Semua Desa/Kelurahan
8 Ruteng Semua Desa/Kelurahan
9 Lelak Semua Desa/Kelurahan
10 Wae Ri’i Semua Desa/Kelurahan
11 Langke Rembong Semua Desa/Kelurahan
12 Rahong Utara Semua Desa/Kelurahan
Sumber data : BPBD Kab. Manggarai tahun 2015
Tabel 2.25 Desa/Kelurahan Rawan Konflik di Kabupaten Manggarai
No Kecamatan Desa/kelurahan
1 Reok Semua Desa/Kelurahan
2 Langke Rembong Semua Desa/Kelurahan
3 Satar Mese Semua Desa/Kelurahan
4 Satar Mese Barat Semua Desa/Kelurahan
5 Lelak Semua Desa/Kelurahan
6 Cibal Semua Desa/Kelurahan
7 Rahong Utara Semua Desa/Kelurahan
8 Ruteng Semua Desa/Kelurahan
Sumber data : BPBD Kab. Manggarai tahun 2015
2.1.4. Demografi
Penduduk Kabupaten Manggarai berjumlah 338,324 jiwa pada tahun 2015. Dari keseluruhan jumlah penduduk tersebut, penduduk laki-laki adalah sebanyak 168,986 jiwa dan perempuan sebanyak 169,338 jiwa, dengan seks rasio 99,79
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
56
Tabel 2.26 Laju Pertumbuhan Penduduk
No Wilayah
Jumlah Penduduk
2014
Laju Pertumbuhan
Penduduk 2010-2013
Laju Pertumbuhan
Penduduk 2013-2014
1 Manggarai 314.491 1.71 1,58
2 NTT 5.036.897 1.71 1.67
Tabel 2.27 Struktur penduduk perkecamatan Kabupaten Manggarai
Kecamatan
Penduduk
Sex Ratio Laki-laki Perempuan Laki-laki +
perempuan
Langke rembong 35.580 36.210 71.790 98,26
Ruteng 22.793 22.871 45.664 99,66
Wae rii 15.080 15.073 30.153 100,05
Lelak 6.815 6.719 13.534 101,43
Rahong utara 12.286 12.439 24.725 98,77
Cibal 13.464 13.798 27.262 97,58
Cibal Barat 7.920 7.993 15.913 99,09
Reok 10.589 10.293 20.882 102,88
Reok Barat 7.584 7.503 15.087 101,08
Satar mese 18.695 18.259 36.954 102,39
Satar mese barat 18.180 18.180 36.360 100
Satar Mese Utara - - - -
Total manggarai 168.986 169.338 338.324 99,79
Grafik 2.3
Grafik PDRB (ADHK-ADHB) Kab. Manggarai
2.2.
Aspek Kesejahteraan Masyarakat
2.2.1.
Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
1. Pertumbuhan PDRB
Distribusi PDRB Menurut Lapangan Usaha
Sumber : BPS Manggarai
Keterangan )** : Angka Sangat Sementara
Grafik 2.4
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
58
Grafik 2.5
GrafikPertumbuhan Ekonomi Kab. Manggarai
2. Pertumbuhan Ekonomi
Sumber : BPS Manggarai
Keterangan )** : Angka Sangat Sementara
Dari grafik Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Manggarai diatas, Perlambatan Ekonomi Tahun 2013 ke tahun 2014 (0.24%) lebih disebabkan oleh rendahnya produksi pertanian. Yang mana dari Distribusi PDRB, Sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan sangat siginifikan (25.48%), sehingga flutuasi sektor ini akan sangat berpengaruh pada Petumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Hal ini dapat dilihat dari Pada tahun 2014, produksi padi sawah dan padi lading di Manggarai tercatat sebanyak 107.061 ton gabah kering giling. Jumlah produksi ini turun hingga 12,08 persen dibandingkan produksi di tahun sebelumnya. Perkembangan luas panen, produksi dan produktivitas (padi sawah dan padi ladang) lima tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 2.28 Luas Panen, Produksi Padi di Manggarai taun 2011 s.d 2014
Tahun
Luas Panen Produksi
Hektar Pertumbuhan
(%) Ton (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
2011 22,404.00 -3.74 107330.00 -5.52
2012 23,105.00 3.13 108,049.00 0.67
2013 25,347.00 9.70 121,766.00 12.70
3. Laju Inflasi
Sumber : BPS Provinsi NTT
Keterangan )** : Angka Sangat Sementara
Grafik Laju inflasi diatas , menggunakan data BPS Propinsi NTT. Sedangkan BPS Manggara belum memiliki data khusus inflasi Kabupaten.
4. Koefisien Gini (Gini Ratio)
Tabel 2.29
Koefisien Gini (Gini Ratio) tahun 2011 s.d 2015 Kabupaten Manggarai
Uraian 2011 2012 2013 2014 2015)**
Indeks Gini (Gini Ratio)
0,36 0,36 0,35 0,35 0,35 )** Sumber : BPS Provinsi NTT
Keterangan )** : Angka Sangat Sementara
Indeks gini adalah angka yang menggambarkan Ketimpangan antara
kelompok pengeluaran konsumsi perkapita. Range nya 0 s.d 1 , diatas 1 dianggap tidak normal/ tinggi, sehingga dari table tersebut ditas dapat disimpulkan bahwa indeks ketimpangan (Gini ratio) kabupaten manggarai masih Normal dimana ratio 0.35 >1.
Gambar 2.6
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021 BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
60
5. Penduduk Diatas Garis Kemiskinan
Tabel 2.30
Persentase penduduk diatas garis kemiskinan tahun 2011 s.d 2015 Kabupaten Manggarai
Indikator Tahun
2011 2012 2013 2014
Prosentase Penduduk
Miskin 21,86 21,13 20,96 20,22
Prosentase Penduduk
diatas garis kemiskinan
(100-Penduduk Miskin)
78,14 78,87 79,04 79,78
Sumber : BPS Provinsi NTT
Keterangan )** : Angka Sangat Sementara
2.2.2.
Fokus Kesejahteraan Sosial
1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
2. Angka Kriminalitas Yang Tertangani
Tabel 2.31
Jumlah Angka Kriminalitas yang Tertangani
No Indikator 2011 2012 2013 2014 2015
1. Angka kriminalitas yang
tertangani
125 110 180 164 181
Gambar 2.6
3. Capaian SPM
Tabel 2.32
Tabel Realisasi Pencapaian Target Kinerja 15 (lima Belas) Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kabupaten Mangarai Tahun 2011 s/d 2015.
1. Kesehatan;
No Bidang/Jenis
Layanan Indikator Kinerja
Target Rencana Pencapaian
%
Batas Waktu Pencapaian
%
CAPAIAN
2011 2012 2013 2014 2015
A Pelayanan Kesehatan Dasar
1. Cakupan kunjungan Ibu Hamil K-4 80 2015 68,78 78,2 66.58 80 61
2. Cakupan Komplikasi kebidanan yang ditangani 80 2015 80,94 100 25.6 66.7 93.6
3. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga
kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 90 2015 82,56 89,21 93.4 93.3 95.2
4. Cakupan pelayanan nifas 90 2015 84,76 90,73 91.8 88.6 90.2
5. Cakupan neonatus dengan komlikasi yang
ditangani 80 2015 97,47 40,9 61.39 61.07 67.7
6. Cakupan kunjungan bayi 90 2015 85,79 95,1 94.4 80.2 99.6
7. Cakupan desa/kelurahan UCI 80 2015 75,17 73,83 88.3 89.51 85.80
8. Cakupan pelayanan anak balita 90 2015 76,62 71 74.61 78.20 80.9
9. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI
pada anank usia 6-24 bulan keluarga miskin 0 2015 0 0 0 0 0
10.Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100 2015 100 100 100 100 100
No Bidang/Jenis
Layanan Indikator Kinerja
Target Rencana Pencapaian
%
Batas Waktu Pencapaian
%
CAPAIAN
2011 2012 2013 2014 2015
setingkat
12.Cakupan peserta KB aktif 70 2015 71.9 69,6 55.7 45.7 51.5
13.Cakupan penemuan dan penanganan penderita
penyakit
a. Acute Flacid Paralysis ( AFP) rate per 100.000
<15 tahun ≥2 2015 8,01 4,47 93.38 0 2.11
b. penemuan penderita pneumonia balita 50 2015 21,58 14,27 8.3 8.8 2.6
c. penemuan pasien baru TB BTA Positif >85 2015 19,19 56,50 48.22 42.008 74.8
d. penemuan penderita Diare 100 2015 65,38 47,89 50.3 86.6 54.3
14.Cakupan pelayanan kesehatan dasar pasien
miskin 100 2015 122,74 132.78 126.9 122.5 107.29
15.Cakupan pelayan kesehatan rujukan pasien miskin 100 2015 0,16 2 0.1 0.13 2.11
16.Cakupan pelayanan gawat darurat level I yang
harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kab/Kota 100 2015 4.2 3.7 3.6 3.7 4.1
C Penyelidikan Epidemologi dan Penanggulangan KLB
Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang
dilakukan penyelidikan Epidemologi < 24 jam 100 2015 100 0 100 0 0
D Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021
BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
64
2. Lingkungan Hidup;
No Bidang/Jenis Layanan
Indikator Kinerja Target Rencana Pencapaian
Batas waktu Pencapaian
Realisasi Pencapaian Target (%)
2011 2012 2013 2014 2015
Lingkungan Hidup
Pencegahan Pencemara Air Tidak ada data
Pencegahan Pencemaran udara dari
Sumber tidak bergerak Tidak ada data
Penyediaan Informasi status kerusakan lahan
dan atau tanah untuk produksi biomasa Tidak ada data
Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan / atau perusakan lingkungan hidup
3. Pemerintahan Dalam Negeri
No Bidang/ Jenis Layanan Indikator Kinerja
Target Rencana Pencapaian
Batas Waktu Pencapaian
2011 2012 2013 2014 2015
1 Pelayanan Dokumen
Kependudukan
1. Cakupan Penerbitan Kartu Tanda
Penduduk (KTP) 0,15 2011 0,42 0,65 0,50 0,53 0,59
2. Cakupan penerbitan akta kelahiran 235,25 Jiwa 2011 325,608 215 216,4 225 235,7
2
Pemeliharaan ketentraman dan ketertiban Masyarakat
Cakupan Petugas Perlindungan
Masyarakat (Linmas) di Kabupaten 66,97% 2015
80.95 80.37 67.12 65.99
96,44
Tingkat penyelesaian pelanggaran K3 (ketertiban, ketentraman, keindahan) di kabupaten
2010
3 Penanggulangan
Bencana Kebakaran
Cakupan pelayanan bencana kebakaran
kabupaten 2015
Tingkat waktu tanggap (response time rate) daerah layanan Wilayah Manajemen kebakaran (WMK)
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021
BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
66
4. Sosial
No Bidang/ Jenis Layanan Indikator Kinerja Rencana Target Pencapaian
Batas Waktu Pencapaian
2011 2012 2013 2014 2015
1
Pelaksanaan Program/ Kegiatan Bidang Sosial 1. Pemberian Bantuan social
bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial skala provinsi
Persentase (%) PMKS skala Kabupaten yang memperoleh bantuan sosial untuk
pemenuhan kebutuhan dasar 100% 2015 0 36 47 87 30
2. Penyelenggaraan pelayanan dan rahabilitasi social dalam panti sosial skala provinsi
Persentase (%) PMKS skala Kabupaten yang menerima program pemberdayaan social melalui kelompok usaha bersama (KUBE) atau kelompok sosial ekonomi sejenis lainnya
100% 2015 40 15 75 60 110
2
Penyediaan Sarana dan Prasarana Sosial 1. Pilihan sarana prasarana
panti sosial skala kabupaten
Persentase (%) Panti sosial skala kabupaten yang menyediakan sarana prasarana pelayanan kesejahteraan sosial
0% 2015 0 0 0 0 0
2. Penyediaan sarana prasarana pelayanan luar panti skala kabupaten
Persentase (%) Wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat (WKBSM) yang
menyediakan sarana prasarana pelayanan kesejahteraan sosial
100% 2015 0 0 0 0 0
Penanggulangan Korban Bencana 1. Bantuan sosial bagi korban
bencana skala kabupaten
Persentase (%) Korban bencana skala kabupaten yang menerima bantuan sosial selama masa tanggap darurat
100% 2015 66 22 38,33 33,33 66,67
2. Evaluasi korban bencana skala kabupaten
Persentase (%) Korban bencana skala kabupaten yang dievakuasi dengan
No Bidang/ Jenis Layanan Indikator Kinerja Rencana Target Pencapaian
Batas Waktu Pencapaian
2011 2012 2013 2014 2015
menggunakan sarana prasarana tanggap darurat lengkap
Pelaksanaan dan
pengembangan jaminan sosial bagi penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial
- Penyelenggaraan jaminan sosial skala kabupaten
Persentase (%) penyandang cacat fisik dan mental serta lanjut usia tidak potensial yang telah menerima jaminan sosial
0% 2015 0 0 0 0 0
5. Perumahan
No Bidang/Jenis Layanan
Indikator Kinerja Target Rencana Pencapaian
Batas waktu Pencapaian
Realisasi Pencapaian Target (%) 2011 2012 2013 2014 2015
1,1
Rumah Layak Huni dan Terjangkau
1 Cakupan ketersediaan rumah
layak huni 100% 2009 - 2025
Tidak Ada
2 Cakupan layanan rumah layak
huni yang terjangkau 70% 2009 - 2025
1,2
Lingkungan yang sehat dan aman yang
didiukung dengan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU)
Cakupan lingkungan yang sehat dan aman yang didukung
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021
BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
68
6. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak;
No Bidang/Jenis Layanan Indikator Kinerja
Target Rencana Pencapaian
Batas waktu Pencapaian
Realisasi Pencapaian Target (%)
2011 2012 2013 2014 2015
1
pengaduan/laporan korban kekerasan
terhadap perempuan dan anak
Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh
petugas terlatih di dalam unit pelayanan terpadu.
100% 2014
100 89 94 100 45
2
Pelayanan kesehatan Bagi perempuan dan anak korban kekerasan
Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan kesehatan oleh tenaga kesehatan terlatih di Puskesmas
mampu tatalaksana KtP/A dan PPT/PKT di RS
100% 2014
100 100 100 100 100
3
Rehabilitasi sosial bagi Perempuan dan anak Korban kekerasan
1 Cakupan layanan rehabilitasi sosial yang diberikan oleh petugas rehabilitasi sosial terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan di dalam unit pelayanan terpadu.
75% 2014
90 70 38 80 28
2 Cakupan layanan bimbingan rohani yang diberikan oleh petugas
bimbingan rohani terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan di dalam
unit pelayanan terpadu
75% 2014
No Bidang/Jenis Layanan Indikator Kinerja
Target Rencana Pencapaian
Batas waktu Pencapaian
Realisasi Pencapaian Target (%)
2011 2012 2013 2014 2015
4
Penegakan dan bantuan hukum bagi
Perempuan dan anak Korban kekerasan
1 Cakupan penegakan hukum dari tingkat penyidikan sampai dengan putusan pengadilan atas kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak
80% 2014
26,34 36,67 15,53 100,65 103,23
2 Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan bantuan hukum.
50% 2014
40 55 23 151 155
5
Pemulangan dan reintegrasi sosial bagi perempuan dan anak korban kekerasan
1 Cakupan layanan pemulangan bagi perempuan dan anak korban
kekerasan.
50% 2014
159 152 188 152 90
2 Cakupan layanan reintegrasi sosial bagi perempuan dan anak korban kekerasan.
100% 2014
RPJMD Kabupaten Manggarai 2016-2021
BAB 2 - Gambaran Umum Kondisi Daerah
70
7. Keluarga Berencana
No Bidang/Jenis
Layanan Indikator Kinerja
Target Rencana Pencapaian
Batas Waktu Pencapaian
Realisasi Pencapaian Target
2011 2012 2013 2014 2015
1 Persentase Laju Pertumbuhan Penduduk
(LPP) - 2015 1.81% 1.78% 1.75% 1.71% 1.69%
2 Total Fertility Rate - 2015 3.5% 3.48% 3.61% 3.49% 3.38%
3
Persentase penyediaan alat dan obat kontrasepsi untuk memenuhi permintaan masyarakat
30% 2015 0% 0% 0% 0% 0%
4 Persentase PUS yang Istrinya dibawah Usia 20
Tahun 1.49% 2015 2.62% 2.90% 5.10% 6.12% 5.13%
5 Persentase Unmet Need 11% 2015 13.62% 11.56% 18.53% 20.68% 16.42%
6 Persentase Contraceptive Prevalance Rate
(CPR) 72% 2015 71.88% 74.38% 67.53% 60.53% 66.54%
7 Persentase cakupan anggota BKB yang Ber
KB 90% 2015 71% 100% 78.54% 81.30% 85.26%
8
Ratio petugas lapangan Keluarga
Berencana/Penyuluh keluarga berencana (PLKB/PKB)
1 : 2 2015 1 : 2.48 1 :
2.48
1 : 2.42
1 : 2.42
1 : 3.11
9 Ratio Pembantu Pembina Keluarga
Berencana (PPKBD) 1 : 1 2015 1 : 1 1 : 1 1 : 1 1 : 1 1 : 1
10 Persentase cakupan anggota UPPKS yang
Ber KB 95% 2015 71.43% 100% 64.98% 85.17% 79.88%
11 Prosentase penyediaan Data mikro di
Desa/Kelurahan 100% 2015 100% 100% 100% 100% 100%
8. Pendidikan
No Bidang/jenis layanan Indikator kinerja
Target rencana pencapaian
Batas waktu pencapaian
(tahun)
Realiasi pencapaian target (2020) 2011 2012 2013 2014 2015
1 Tersedia satuan pendidikan dalam jarak yang
terjangkau dengan berjalan kaki yaitu : Jarak maksimal satuan
pendidikan 2015
a. SD/MI Maksimal 3 km 100 100 100 100
b. SMP/MTs maksimal 6 km 100 100 100 100
2 Jumlah Peserta Didik dalam setiap rombongan
belajar untuk :
Maksimal jumlah perserta didik setiap rombongan belajar
2015
a. SD/MI tidak melebihi 32 orang 100 34,19 51,46 77,08
b. SMP/Mts tidak melebihi 36 orang 100 68,33 68,66 73,13
3 Di setiap SMP dan MTs tersedia ruang
laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk 36 peserta didik dan minimal satu set peralatan praktek IPA untuk demonstrasi dan eksperimen peserta didik.
Ruang laboratorium IPA beserta
perlengkapannya
100 2015 60,34 61,67 65,67 56,06
4
a) Di setiap SD/MI tersedia satu ruang guru yang dilengkapi dengan meja dan kursi untuk setiap orang guru, kepala sekolah dan staf kependidikan lainnya.
Ruang guru beserta
perlengkapannya 100 2015 6,99 27,35 33,05 18,33
b) Di setiap SMP/ MTs tersedia ruang kepala sekolah yang terpisah dari ruang guru, yang dilengkapi dengan meja dan kursi untuk setiap guru dan kepala sekolah dan staf kependidikan lainnya.
65,52 66,67 70,15 50,00
5 Di setiap SD/MI tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap 32 peserta didik dan 6 (enam)
Guru per rombongan
RP