ASAS-ASAS DAN
RUANG LINGKUP
ILMU ANTROPOLOGI
BAB I
dari buku
Pengantar Ilmu
Antropologi
A. FASE-FASE DAN
PERKEMBANGAN
ILMU ANTROPOLOGI
1. Fase Pertama (Sebelum 1800, Abad XV sd. XVI)
2. Fase Kedua (Kirakira Abad XIX)
Dengan timbulnya beberapa karangan sekitar tahun 1860, yang mengklasifikasikan bahan tentang beragam kebudayaan tertentu, maka timbullah ilmu antropologi yang saat itu menjadi ilmu akademikal dengan tujuan: mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk mendapat suatu pengertian tentang tingkat-tingkat kuno dalam sejarah evolusi dan sejarah penyebaran kebudayaan manusia. 3. Fase Ketiga (Permulaan Abad XX)
4. Fase Keempat (Sesudah Kirakira 1930)
Sekitar tahun 1930 (sesudah Perang Dunia II) hampir tidak ada lagi bangsa-bangsa asli terpencil dari pengaruh kebudayaan Eropa-Amerika. Ilmu antropologi seolah menghilang, tetapi warisan dari fase sebelumnya dikembangkan. Setelah tahun 1951, 60 orang ahli antropologi dari Amerika dan Eropa mengadakan suatu simposium internasional untuk meninjau dan merumuskan pokok tujuan dan ruang lingkup ilmu antropologi yang baru. Tujuannya di fase ini dibagi menjadi dua:
☺Tujuan akademis, mencapai pengertian tentang makhluk manusia pada umumnya dengan mempelajari keragaman bentuk fisiknya, masyarakat, serta kebudayaannya.
B. ANTROPOLOGI MASA KINI
1. Perbedaanperbedaan di Berbagai Pusat Ilmiah
Amerika Serikat, mengintegrasikan fase pertama, kedua, dan ketiga dan ditambah spesialisasi yang telah dikembangkan.
Inggris, berada di fase ketiga, tapi mulai berubah karena mulai hilangnya daerah jajahan.
Eropa Tengah, masih berada di fase kedua. Eropa Utara, sebagian bersifat akademikal.
Uni Soviet, tidak banyak berkembang karena mengisolasi diri sekitar hingga tahun 1960.
2. PerbedaanPerbedaan Istilah
Ethnography, berarti “pelukisan tentang bangsa-bangsa”. Istilah ini
dipakai umum di Eropa Barat untuk menyebut bahan keterangan yang termaktub dalam karangan-karangan tentang masyarakat dan kebudayaan suku bangsa di luar Eropa. Masih lazim dipakai sampai sekarang.
Ethnology, berarti “ilmu bangsa-bangsa”, telah lama dipakai sejak
permulaan terjadiny antropologi.
Volkerkunder, berarti “ilmu bangsa-bangsa”. Dipergunakan di Eropa
Tengah sampai sekarang.
Kulturkunde, berarti “ilmu kebudayaan”.
Antropology, berarti “ilmu tentang manusia”, dan adalah suatu istilah
yang sangat tua. Di fase ketiga, istilah ini mulai dipakai Inggris (sama dengan ethnology), Amerika (meliputi bagian-bagian fisik maupun sosial), Eropa Barat dan Tengah (dipakai secara khusus tentang ilmu ras-ras manusia dipandang dari ciri-ciri fisiknya).
Cultural Antropology, tidak mempelajari manusia dari fisiknya, jadi
sebagai lawan daripada physical anthropology.
1. Lima Ilmu Bagian dari Antropologi Lima masalah penelitian khusus, yaitu:
a. Masalah sejarah asal dan perkembangan manusia (atau
evolusinya) secara biologi;
b. Masalah sejarah terjadinya beragam manusia, dipandang dari
sudut ciri-ciri tubuhnya;
c. Masalah sejarah asal, perkembangan dan penyebaran beragam
bahasa yang diucapkan manusia di seluruh dunia;
d. Masalah perkembangan, penyebaran, dan terjadinya beragam
kebudayaan manusia diseluruh dunia;
e. Masalah mengenai asas-asas kebudayaan manusia dalam
kehidupan masyarakat dari semua suku bangsa yang tersebar diseluruh muka bumi.
C. ILMU-ILMU BAGIAN DARI ANTROPOLOGI
Ilmuilmu bagian dari ilmu antropologi:
Paleo-anthropology
Disebut antropologi fisik dalam arti luas
Antropologi fisik
Etnolinguistik
Prehistori Disebut antropologi budaya
Paleo-anthropology adalah ilmu bagian yang meneliti asal-usul
atau terjadinya dan evolusi manusia dengan mempergunakan fosil-fosil manusia.
Antropologi fisik adalah bagian dari ilmu antropologi yang
mencoba mencapai suatu pengertian tentang sejarah terjadinya beragam manusia dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya.
Etnolinguistik adalah suatu ilmu bagian yang asal-mulanya
berkaitan erat dengan ilmu antropologi.
Prehistori mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran
semua kebudayaan manusia di bumi sebelum manusia mengenal huruf.
Etnologi adalah ilmu bagian yang mencoba mengapai
2. Spesialisasi Antropologi
Economic Anthropology adalah spesialisasi antropologi yang pertama
(Raymon W. Firth; 1930).
Development Anthropology yang menggunakan metode, konsep, teori
antropologi untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan masyarakat.
Education Anthropology, erat hubungannya dengan pembangunan desa,
para ahli juga meneliti masalah pendidikan.
Medical Anthropology, para ahli sering diminta oleh para dokter untuk
membantu mereka dalam hal meneliti mengenai masalah konsepsi dan sikap penduduk desa tentang kesehatan.
Population Anthropology, para ahli, dokter, dan ahli demografi dikerahkan
untuk meneliti dan memecahkan masalah keluarga berencana.
Political Antropology, para ahli politik tidak dapat mempelajari dan
menyelami kejadian-kejadian dan gejala politik, persaingan dan kerja sama antara partai politik tanpa mempelajari kebudayaannya.
Antropology in mental health, diantara penyakit jiwa yang diobati psikiater,
D. HUBUNGAN ANTARA
ANTROPOLOGI-SOSIAL DAN
SOSIOLOGI
1. Persamaan dan Perbedaan antara Kedua Ilmu
Ilmu antropologi-sosial berusaha mencari unsur-unsur yang sama dengan sosiologi, diantaranya beragam masyarakat dan kebudayaan manusia. Tujuannya adalah untuk mencapai pengertian tentang asas-asas hidup masyarakat dan kebudayaan manusia pada umumnya.
Perbedaannya jika ditinjau:
a. kedua ilmu itu masing-masing mempunyai asal mula dan sejarah perkembangan yang berbeda;
b. perbedaan pengkhususan pada pokok dan bahan penelitian dari kedua ilmu itu;
2. Sejarah Perkembangan Sosiologi
Awalnya hanya bagian dari ilmu filsafat. Sejak abad ke-19, teori-teori dan konsep-konsep filsafat sosial itu telah berubah, sejajar dengan berbagai perubahan aliran filsafat dan latar belakang cara berfikir orang Eropa Barat.
Fase kedua, tepatnya setelah timbul krisis-krisis besar dalam kehidupan masyarakat bangsa Eropa, H. De Saint-Simon (1760-1852) dan Auguste Comte (1789-1857) menyatakan teori mereka bahwa ilmu sosiologi itu tersendiri.
3. Pokok Ilmiah dari Antropologi Sosial dan Sosiologi Ilmu antropologi-sosial terutama mencari objek-objek
penelitiannya di dalam masyarakat perdesaan, dan sosiologi di dalam masyarakat perkotaan, lalu mulai mencari objek-objek dalam masyarakat-masyarakat yang kompleks atau masyarakat perkotaan.
Sebaliknya dalam sosiologi, terutama di Amerika sejak lama berkembang suatu kejuruan, yaitu sosiologi pedesaan (rural sociology).
Kesimpulannya ialah perbedaan antara antropologi dan sosiologi tidak dapat ditentukan lagi oleh perbedaan antara masyarakat suku bangsak di luar lingkungan Amerika dengan bangsa Eropa-Amerika. Jika perbedaan itu juga tidak dapat ditentukan oleh
4. Metode Ilmiah dari Antropologi Sosial dan Sosiologi
ANTROPOLOGI SOSIAL
Para ahli antropologi mengembangkan berbagai metode penelitian yang bersifat intensif dan mendalam (misalnya dengan metode wawancara), kualitatif; serta metode pengolahan yang bersifat membandingan, komparatif.
SOSIOLOGI
D. Hubungan antara Antropologi DAN
Ilmu-Ilmu Lain
Hubungan dengan ilmu geologi
Bantuan ilmu geologi yang mempelajari ciri lapisan bumi serta perubahannya dibutuhkan oleh subilmu paleo-antropologi dan prehistori.
Hubungan dengan ilmu paleontologi
Ilmu paleontologi sebagai ilmu yang meneliti fosil dari zaman dulu untuk membuat suatu rekonstruksi tentang proses evolusi, sangat diperlukan ilmu paleo-antropologi dan prehistori.
Hubungan dengan ilmu anatomi
Antropologi fisik maupun paleo-antropologi sangat perlu ilmu anatomi karena meneliti ciri-ciri fisik dari ras-ras di dunia.
Hubungan dengan ilmu kesehatan masyarakat
Hubungan dengan ilmu psikiatri
Merupakan suatu pengluasan dari ilmu antropologi dan ilmu psikologi, yang kemudian mendapat fungsi praktis.
Hubungan dengan ilmu linguinstik
Ilmu linguinstik berkembang menjadi ilmu yang berusaha mengembangkan konsep dan metode untuk mengupas segala macam bentuk bahasa apapun juga. Dapat dicapai suatu pengertian tentang ciri dasar dari tiap bahasa di dunia secara cepat dan mudah.
Hubungan dengan ilmu arkeologi
Ilmu arkeologi yang meneliti sejarah kebudayaan purbakala bekerja sama dengan ilmu antropologi yang memberi keterangan tentang bagaimana kebudayaan suatu bangsa yang tidak dapat diberikan oleh ilmu arkeologi.
Hubungan dengan ilmu sejarah
Hubungan dengan ilmu geografi
Ilmu geografi mempelajari tentang alam, bumi, dan makhluknya, sehingga tidak dapat mengabaikan ilmu antropologi. Dan ilmu antropologi juga memerlukan ilmu geografi karena banyak masalah kebudayaan yang menyangkut keadaan lingkungan alamnya.
Hubungan dengan ilmu ekonomi
Ahli ekonomi tidak dapat mempergunakan dengan sempurna konsep dan teorinya tentang kekuatan, proses dan hukum ekonomi tanpa suatu pengetahuan tentang kemasyarakatan, cara berpikir, pandangan dan sikap hidup masyarakat.
Hubungan dengan ilmu hukum adat
Hubungan dengan ilmu administrasi
Di Indonesia ilmu administrasi tentu akan menghadapi masalah-masalah seperti ilmu ekonomi. Lagi pula, bahan keterangan mengenai masalah yang berhubungan dengan agraria yang kompleks dan sangat penting dalam ilmu administrasi dan hanya bisa didapatkan berdasarkan metode antropologi.
Hubungan dengan ilmu politik
F. METODE ILMIAH DARI
ANTROPOLOGI
1. Metode Ilmiah dan Pengumpulan Fakta
Metode ilmiah dari suatu ilmu pengetahuan adalah segala cara yang digunakan dalam ilmu tersebut, untuk mencapai suatu kesatuan pengetahuan.
Kesatuan pengetahuan dapat dicapai melalui tiga tingkat: 1) pengumpulan data;
2) penentuan ciri-ciri umum dan sistem; dan 3) verifikasi.
Pada umumnya, metodemetode pengumpulan fakta dapat digolongkan menjadi tiga:
1) Penelitian di lapangan (field work), peniliti harus menunggu terjadinya gejala yang menjadi objek observasinya.
2) Penelitian di laboratorium, gejala akan menjadi objek observasi dapat dibuat dan sengaja diadakan oleh
peneliti.
2. Penentuan CiriCiri Umum dan Sistem
Adalah tingkat ilmiah yang bertujuan untuk menentukan ciri-ciri umum dan sistem dalam himpunan fakta yang dikumpulkan
dalam suatu penelitian. Proses berpikir di sini berjalan secara induktif; dari pengetahuan tentang peristiwa-fakta khusus dan konkret, ke arah konsep-konsep mengenai ciri-ciri umum yang lebih abstrak.
Ilmu antropologi yang bekerja dengan bahan berupa fakta berasal dari sebanyak mungkin macam masyarakat dan kebudayaan di seluruh dunia, untuk mencari ciri-ciri umum diantara beragam fakta masyarakat tersebut digunakan berbagai metode
3.Verifikasi
Metode untuk verifikasi atau pengujian terdiri dari cara menguji rumusan kaidahkaidah atau memperkuat
pengertian yang telah dicapai, dilakukan dalam kenyataankenyataan alam atau masyarakat yang masih hidup.
Disini proses berfikir secara deduktif. Dengan
menggunakan metode kualitatif, ilmu antropologi
mencoba memperkuat perngertian itu dalam kenyataan, yaitu pada beberapa bagian masyarakat yang khusus
G. TENAGA SARJANA, LEMBAGA,
MAJALAH DAN PRASARANA ILMU
ANTROPOLOGI
1. Kehidupan Ilmiah
Diperlukan kegiatankegiatan penelitian yang dibiayai oleh badan/lembaga untuk memecahkan masalah
ilmiah. Badan tersebut biasanya berupa perguruan tinggi.
Lembagalembaga ilmiah biasanya memberikan
2. Para Tokoh Sarjana Antropologi
FASE PERTAMA
Golongan musafir: A. Bastian
Golongan penyiar agama: J.F. Lafitau
Golongan ahli eksplorasi: N.N. MiklukhoMaklai
Golongan pegawai pemerintahan: Thomas Stamford
FASE KEDUA (eropa barat)
Lewis Henry Morgan: Ancient Society (1877)
P.W. Schmidt (aliran Kultur Historsch)
FASE KETIGA (neg. jajahan)
B. Malinowski
M. Fortes
FASE KEEMPAT
Franz Boas (18581942) A.L. Kroeber
Ruth Benedict Margaret Mead R. Linton
R. Firth (Inggris)
M.N. Srivinas (India)
Saran Chandra Dube (India)
F.L. Hsu (Cina, tapi menjadi warga neg. Amerika) Chie Nakane (Jepang)
3. LembagaLembaga dan MajalahMajalah Antropologi
Salah satu majalah wajib Antropologi adalah Current
Anthropology, diterbitkan oleh Univ. of Chicago Press.
Amerika adalah negara yang mempunyai lembaga, organisasi, dan perkumpulan antropologi terbanyak. 1. American Anthropology Association
2. American Association of Physical Anthropology
3. Institute of Human Relations (Univ. Yale, di New Halen)
Inggris
1. Royal Anthropology Institute of Great Britain and Ireland
Majalahmajalah yang diterbitkan oleh Australia dan New Zealand:
1. Ocenia, dari lembaga Australian National Research Council, Sydney.
2. Journal of the Polynesian Society, dari lembaga
4. Kamus dan Atlas Antropologi
Dictionary of Antropology (1958), C. Winick Dictionary of Antropology, W.H. Lindig
Multilingual Glosary of Anthropology Terms.