• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI MENYEBABKAN TE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI MENYEBABKAN TE"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI MENYEBABKAN TERBENTUKNYA AIR TERJUN DI JALAN LASOLO KECAMATAN KENDARI BARAT

SULAWESI TENGGARA

OLEH:

PUTRI MENTARI MULYA F1B111057

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALUOLEO

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kota kendari terdapat berbagai macam tempat wisata, salah satunya yaitu tempat di air terjun lasolo yang terletak di Jalan Lasolo Kendari Kecamatan Kendari Barat, Sulawesi Tenggara. Salah satu penyebab terjadinya air terjun terbentuk yaitu karena adanya sesar normal pada badan sungai yang masih berusia muda dan sungai itu mengalami penyempitan pada ujung sungai. Kemudian aliran sungai pada daerah tersebut mengalir secara terus menerus dari ketinggian tebing dan menciptakan aliran air yang terjatuh dari ketinggian ke tempat yang lebih rendah pada badan sungai tersebut sehingga terbentuklah air terjun.

Pada daerah aliran air terjun ini terdapat disekitarnya struktur yang terbentuk akibat adanya proses pengendapan dan proses adanya gaya yang bekerja akibat kedinamikaan bumi yang terjadi. Kedinamikaan bumi yang terjadi pada daerah ini yaitu adanya tabrakan lempeng antara lempeng Indo-Australia dan Asia fasifik dimana ke dua lempeng ini saling bertabrakan dan membentuk mandala Sulawesi. Mandala Sulawesi terbagi menjadi 4 bagian yaitu mandala barat, mandala tengah, mandala timur dan fragmen benua banggai sula atau tukang besi.

(3)

latar belakang diatas, maka perlu diadakan penelitian lebih lanjut karena air terjun yang terjadi di daerah ini serta struktur geologi primer dan struktur geologi sekunder yang terdapat di antaranya.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah penelitian yaitu :

1. Apa faktor yang mempengaruhi terbentuk air terjun di daerah Lasolo Kecamatan Kendari Barat Sulawesi Tenggara?

2. Bagaimana struktur geologi yang terbentuk di sepanjang daerah air terjun sungai lasolo Kecamatan Kendari Barat Sulawesi Tenggara?

1.3 Tujuan Penelian

Tujuan penelitian yaitu :

1. Untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi terbentuknya air terjun di Lasolo Kecamatan Kendari Barat Sulawesi Tenggara.

2. menganalisis struktur geologi yang terbentuk di sepanjang daerah air terjun sungai lasolo Kecamatan Kendari Barat Sulawesi Tenggara.

1.4 Manfaat

(4)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Keadaan Geologi

Geologi daerah penyelidikan tepatnya terletak pada jalur aliran sungai yang berada di antara dua penggunungan di bagian barat kota kendari yang terpisah. Air pada sungai itu mengalir dari barat menuju ke timur kota kendari dan pada akhirnya sampai kelaut dimana tempat pada daerah yang paling rendah di titik teluk kota kendari. Tidak semua formasi batuan yang tersingkap di daerah ini sehingga akan mempunyai kenampakan cirri khusus dari morfologi, dan struktur geologi pada daerah ini.

2.1.1 Morfologi Daerah Penyelidikan

(5)

Umumnya merupakan lahan tempat pemukiman penduduk. Mempunyai rata rata ketinggian berkisar 1.500 meter di bawah permukaan laut dan hutan lindung yang berada di sekitar air terjun kearah utara. Stadia sungai yang terdapat pada daerah penyelidikan ini yaitu sungai stadia tua, hal ini di buktikan karena adanya arus aliran sungai yang lambat dan penampang sungai yang berbentuk huruf U, kemudian mempunyai kemiringan yang kecil.

Satuan morfologi perbukitan bergelombang itu umumnya terdapat `pada bagian tengah yang memanjang dari barat dan timur, menempati sekitar 25% daerah penyelidikan yang terletak disekitar lereng kaki gunung yang terdiri dari endapan batuan sedimen dan sebagian terdiri dari endapan batuan metamorf yang berasal dari batuan sedimen yang mengalami proses metamorfisme. Batuan sedimen mengalami tekanan dan terjadi perubahan suhu yang meningkat tinggi sehingga membentuk batuan metamorf. Umumnya merupakan pemukiman penduduk dan hutan lindung, mempunyai rata rata ketinggian berkisar sampai 1000 meter dibawah permukaan laut.

2.1.2 Berdasarkan Struktur Geologi Daerah Penelitian

Pada daerah ini dijumpai beberapa macam jenis struktur diantaranya struktur primer yaitu ripple mark dan struktur sekunder yaitu antiklin, kekar dan sesar normal.

(6)

angin sehingga material material yang lemah akan ikatannya pada batuan terbawa sehingga menyebabkan cekungan yang ada pada struktur ini.

Gambar 2.1 ripple mark air terjun di jl. Lasolo kota kendari

Pada gambar ini terlihat jelas bahwa bentuk struktur batuannya itu bergelombang tetapi pada gambar ini pula terlihat rekahan yang terjadi ini dikarenakan adanya gaya dari semua arah sehingga menyebabkan rekahan pada struktur ripple mark ini.

b. Struktur sekunder

(7)

Pada daerah penelitian terdapat struktur antiklin dimana struktur tersebut berasal dari batu pasir. Adapun pengukuran yang dilakukan di setiap singkapan pada stasiun petama yaitu terdapat strike dan dip yaitu N 960 E / 680. Stasiun ke dua strike dan dip yaitu N 400 / 26 0. stasiun ke dua terdapat fein kwarsa dimana kuarsa tersebut sebagian besar sedah berubah mineralnya menjadi ubahan kuarsit.

2.2 gambar pecahan batuan dari vein kuarsit

(8)

2.3 gambar struktur antiklin yang tengahnya sudah mengalami erosi

2.4 gambar struktur antiklin yang berada di bagian atas belum mengalami erosi

pada stasiun ke tujuh singkapan batuan yaitu lanau, pengukuran strike dip yang di terukur di daerah ini yaitu N 960 E/ 760.

(9)

pergeseran. Kekar yang terdapat pada daerah ini umumnya kekar tarikan, hal ini di buktikan karena adanya dinding pada batuan yang saling memisah jauh akibat adanya tekanan yang cenderung membelah dengan cara menekannya pada arah yang berlawanan, dan akhirnya kedua dindingnya akan saling menjauhi.

2.5 kekar gerus yang saling menjuh dinding batuannya

Sesar normal merupakan salah satu penciri khusus adanya air terjun, pada daerah penelitian ini ditemukan penciri sesar turun tersebut dimana pada batuan tiba tiba saja terp otong akibat adanya gaya yang mempengaruhi kemudian di antara jarak sekitar 5 meter terdapat adanya arah aliran sungai yang mengarah kearah barat dengan debit air yang lambat (Anonim, 2013).

(10)

Sesar merupakan retakan yang mempunyai pergerakan searah dengan arah retakan. Ukuran pergerakan ini bersifat relatif. Sesar mempunyai bentuk dan dimensi yang bervariasi. Ukuran dimensi sesar dapat mencapai ratusan kilometer panjangnya (sesar Semangko) atau hanya beberapa sentimeter saja. Arah singkapan suatu sesar dapat lurus atau berliku-liku. Sesar sebagai sempadan yang tajam, atau sebagai suatu zona, dengan ketebalan beberapa milimeter hingga beberapa kilometer. sesar terbagi menjadi 3 yaitu sesar mendatar, sesar naik dan sesar turun.

1. Sesar Mendatar (Strike Slip Fault) adalah sesar yang pergerakannya sejajar, blok bagian kiri relatif bergeser kearah yang berlawanan dengan blok bagian kanannya. Berdasarkan arah pergerakan sesarnya, sesar mendatar dapat dibagi menjadi jenis sesar, yaitu:

a. Sesar Mendatar Dextral (sesar mendatar menganan) b. sesar Mendatar Sinistral (sesar mendatar mengiri).

Sesar Mendatar Dextral adalah sesar yang arah pergerakannya searah dengan arah perputaran jarum jam sedangkan Sesar Mendatar Sinistral adalah sesar yang arah pergeserannya berlawanan arah dengan arah perputaran jarum jam. Pergeseran pada sesar mendatar dapat sejajar dengan permukaan sesar atau pergeseran sesarnya dapat membentuk sudut (dip-slip / oblique). Sedangkan bidang sesarnya sendiri dapat tegak lurus maupun menyudut dengan bidang horisontal.

(11)

3. Sesar turun (Normal fault) adalah sesar yang terjadi karena pergeseran blok batuan akibat pengaruh gaya gravitasi. Secara umum, sesar normal terjadi sebagai akibat dari hilangnya pengaruh gaya sehingga batuan menuju ke posisi seimbang (isostasi). Sesar normal dapat terjadi dari kekar tension, release maupun kekar gerus.

Kekar adalah retakan atau rekahan yang terbentuk pada batuan akibat suatu gaya yang bekerja pada batuan tersebut. Secara umum, kekar dapat dikelompokkan berdasarkan sifat dan karakter retakan atau rekahan serta arah gaya yang bekerja pada batuan tersebut. Lipatan adalah suatu deformasi batuan yang berbentuk gelombang sinusoidal dimana gaya yang bekerja pada batuan tidak melampaui batas elastisitasnya, sehingga batuan tidak mengalami pensesaran. Lipatan Sinklin adalah bentuk lipatan yang cekung ke arah bawah, sedangkan lipatan antiklin adalah lipatan yang cembung ke arah atas. Berdasarkan kemiringan sayap-sayap suatu lipatan, maka lipatan dapat dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:

1. Lipatan Simetri adalah lipatan yang kemiringan lapisan batuan pada kedua sayapnya memiliki sudut yang sama besarnya.

(12)
(13)

(Noor, Djauhari, 2008) .

Bab 3

Metode Dan Tahapan Penelitian

3.1 Waktu, Lokasi dan Tempat Penelitian

Waktu penelitian hari kamis, 11 : 00 Wita sampai jam 15 : 00 Wita di daerah lokasi air terjun Jl. Lasolo kota Kendari Kecamatan Kendari Barat Sulawesi Tenggara.

3.2 Metode Penelitian

Metode yang dilakukan dalam mengnalisis air terjun serta struktur yang mempengaruhinya akibat adanya gaya yang mempengaruhi di jln. Lasolo Kecamatan Kendari Barat Sulawesi Tenggara, yakni melakukan pengamatan secara langsung dilapangan di titik titik terjadinya struktur geologi di daerah tersebut. Mengamati kondisi yang terjadi pada daerah air terjun serta struktur yang mempengaruhi, mengukur kemiringan singkapan, mengamati litologi yang ada, serta kondisi geomorfologi yang ada pada daerah tersebut.

3.3 Tahapan Penelitian 3.3.1 Tahap persiapan

(14)

3.3.2 Tahap studi pendahuluan

Tahap ini merupakan tahap pendahuluan sebelum melakukan penelitian dan pengambilan data di lapangan, meliputi studi regional daerah penelitian untuk mengetahui gambaran umum tentang data geologi pada daerah penelitian. Studi pendahuluan ini juga termasuk studi literatur yaitu untuk mempelajari karakteristik dari setiap data secara langsung di lapangan sehingga mempermudah dalam kegiatan penelitian.

3.4 Tahap Persiapan Perlengkapan Lapangan

Tahap persiapan perlengkapan ini meliputi persiapan kelengkapan alat alat yang akan digunakan dalam penelitian di lapangan, peminjaman alat lapangan kepada pihak laboratorium Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Haluoleo Kendari.

3.5 Tahap Persiapan Pengambilan Data

Dalam pengambilan data lapangan terdiri atas 2 jenis data yang digunakan antara lain :

1. Data Primer merupakan data yang diperoleh langsung di lapangan terhadap objek penelitian meliputi morfologi, litologi dan struktur geologi.

2. Data Sekunder adalah data-data yang diperoleh dari pustaka, baik berupa peta. 3.6 Tahap Pengolahan Data

(15)

3.7 Tahap Persentase Laporan

Tahap ini merupakan tahap akhir dari hasil analisa dan di persentasekan di depan dosen.

DAFTAR PUSTAKA

Anonym, 2013, Analisis Air Terjun Serta Struktur Geologi, Kendari, Universitas Haluoleo.

(16)

Gambar

Gambar 2.1 ripple mark air terjun di jl. Lasolo kota kendari

Referensi

Dokumen terkait

Kedua contoh perbuatan tersebut tidak sah menjadi objek transaksi ji'alah karena pihak yang menjanjikan upah pekerjaan tersebut telah mendapatkan manfaat dari

Prototipe dilengkapi dengan baling-baling yang cukup dicelup-celupkankan atau di tempatkan pada aliran air banjir yang mengalir untuk mendapatkan energi sebesar 10

Hasil uji proksimat pada ampas kelapa yang telah difermentasi menggunakan enzim bromelin pada perlakuan A, B, C, dan D memiliki nilai yang sangat kurang dari Standar

Tingkat kesejahteraan rumah tangga petani hutan milik di Desa Sukoharjo I sebagian besar petani sudah masuk dalam kategori Rumah Tangga Sejahtera Tahap III yaitu sebanyak 46,34%

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat bakteri yang memiliki potensi sebagai Anti Quorum Sensing (AQS) yang dapat menghambat faktor virulensi bakteri

Pengaruh Peduli (X7) terhadap Etika Pergaulan (Y) menunjukkan nilai B positif yang dapat diinterpretasikan bahwa semakin peduli seseorang maka akan semakin baik Etika

Sebagai media online di Kota Semarang, website magazine “Pranala” membuka kolom iklan kepada siapa saja yang ingin bekerja sama untuk mengiklankan produk atau jasa mereka

Dari hasil penelitian yang dilakukan kepada para staf di UOB Buana dan Citibank cabang Kelapa Gading maka dapat disimpulkan: pertama, persepsi staf di kedua bank ini belum