DISRUPTIVE TECHNOLOGIES DAMPAK PENGGUNAA. docx

14 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

DISRUPTIVE TECHNOLOGIES

DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI WORLD WIDE WEB PADA MEDIA ONLINE TERHADAP EKSISTENSI MEDIA CETAK

Tugas Kelompok

Untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah Sistem Infomasi Manajemen

Dibuat Oleh Kelompok 1 :

ARDIANSYAH 2014120033

CORIE ARIMANI 2014120573

DEBORA TAMBA 2014120048

DEDE NURMALASARI 2014120615

DESSY NURHAYATI 2014120551

DEVAL ADITYA P. 2014120617

DIAN NURTIJAH FAOZI 2014120070

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PAMULANG Jl. Surya Kencana No. 1 Pamulang, Tangerang Selatan

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunianya kami selaku penyusun makalah ini dapat menyelesaikan tugas kelompok yang di berikan pada pembahasan materi kali ini.Pada makalah tugas kelompok yang kami buat di tujukan kepada Dosen Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen.

Kami berharap Makalah ini dapat bermanfaat dan memenuhi kewajiban tugas kelompok Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen. Kami juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun kami harapkan untuk perbaikan dikemudian hari.

Tangerang , 11 Maret 2017

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...

KATA PENGANTAR... ii

DAFTAR ISI... iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Rumusan Masalah... 2

1.3 Tujuan... 2

BAB II PEMBAHASAN 2.1Pengertian Disruptive Technologies... 3

2.2Kinerja teknologi disruptif ... 4

2.3 Teknologi Disruptif yang sudah popular... . 6

2.3.1 Disruptive Technology : Massive Open Online Courses... 7

2.4 Pengertian Word Wide Web ... 7

2.4.1 Fungsi World Wide Web... 7

2.5 Sejarah Media Cetak ... 8

2.6 Sejarah Media Online ... 8

2.7 Dampak Media Online Terhadap Media Cetak ... 9

2.7.1 Dampak Positif ... .9

2.7.2 Dampak Negatif ...10

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ... 10

3.2 Saran... 10

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Media cetak merupakan salah satu bentuk media massa yang sudah ada sejak lebih dari 200 tahun yang lalu. Media cetak pertama kali diterbitkan di Eropa pada abad ke 70. Di Indonesia media cetak berkembang dan menjadi bagian dari masyarakat.

Media massa terdiri dari tiga bagian utama, yaitu media cetak atau media visual, media audio, dan juga media audio visual. Media yang pertama kali digunakan untuk menyampaikan pesan komunikasi ke masyarakat adalah media cetak. Dahulu, media cetak merupakan media yang tertulis. Pengirim pesan akan menuliskan pesan komunikasinya di atas kertas untuk kemudian disebarkan di masyarakat. Ketidakpraktisan ini kemudian diatasi dengan adanya inovasi teknologi komunikasi berupa mesin cetak. Mesin cetak memungkinkan tidak adanya lagi penulisan secara manual di atas kertas yang akan menjadi saluran komunikasi ke masyarakat. Contoh dari media cetak adalah surat kabar, majalah, brosur, dan lain sebagainya.

Pada media cetak, kehadiran teknologi digital berhasil mengubah sistem mesin cetak tersebut menjadi media grafis atau digital. Dengan hadirnya media internet, masyarakat dapat melihat surat kabar maupun majalah melalui situs-situs web dalam bentuk digital. Beberapa bentuk media grafis ini adalah e-books, e-magazine, online magazine, dan lain sebagainya. Media visual dalam bentuk digital ini mudah untuk disebarkan. Cukup dengan mengunggah media visual digital tersebut ke dalam media internet, masyarakat di seluruh dunia yang terhubung dengan jaringan internet akan mampu untuk mengunduh media tersebut.

(5)

Sampai saat ini di Indonesia peranan Koran masih dirasakan sangat penting, dan lagi pengaruh dari media online terhadap penurunan jumlah pembaca dan pemasangan iklan tidak sebesar yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa. Hal ini dikarenakan sarana internet di Indonesia belum menjangkau seluruh wilayah di pelosok negeri, dan belum semua orang di Indonesia bisa mengakses internet, baik karena keterbatasan infrastruktur maupun karena kemampuan penggunaannya.

1.2. Rumusan masalah

1.2..1. Apa yang dimaksud dengan disruptive technologies? 1.2..2. Apa Kinerja dari teknologi disruptif

1.2..3. Apa yang dimuksud dengan World Wide Web ? 1.2..4. Apa Fungsi dari World Wide Web

1.2..5. Dampak positive dan negative

1.3. Tujuan

1.3.1. Untuk memenuhi tugas kelompok Sistem Manajemen Informasi yang diberikan oleh Bapak Yusak Farchan, S.Sos, M.Si selaku dosen Sistem Manajemen Informasi.

1.3.2. Menambah wawasan dan pengetahuan Sistem Informasi Manajemen melalui pembahasan distruptive technologies penggunaan word wide web (media online) terhadap media cetak. 1.3.3. Mengetahui dampak dari penggunaan word wide web (media

online) terhadap media cetak

1.3.4. Mengenal kinerja, fungsi, dan dampak dari distuptive technologi penggunaan media online terhadap media cetak

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Disruptive Technologies

(6)

dibutuhkan pada jaman ini. Istilah disruptive technologies dan disruptive innovations memilikipengertianyangsama.

Istilahdisruptiveinnovation dicetuskan pertama kali oleh Clayton M. Christensen dan Joseph Bower pada artikel "Disruptive Technologies: Catching the Wave" di jurnal Harvard Business Review (1995). Artikel tersebut sebenarnya ditujukan untuk para eksekutif yang menentukan pendanaan dan pembelian disuatu perusahaan berkaitan dengan pendapatan perusahaan dimasa depan.

Salah satu contoh dari Inovasi Disruptif (disruptive innovation) adalah Wikipedia.Wikipedia merupakan salah satu contoh inovasi disruptif yang merusak pasar ensiklopedia tradisional (cetak). Kalau dilihat, saat ini jarang sekali ditemukan ensiklopedia edisi cetak dijual ditoko buku. Semuanya sudah beralih ke Wikipedia. Dari sisi harga ensiklopedia tradisional (cetak) bisa jutaan, sekarang malah informasi bisa didapat secara cuma-cuma lewat Wikipedia. Makanya disebut "disruptif" atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai "mengganggu".

Berikut contoh dari Inovasi Disruptif (disruptif innovation) dan Pasar Terganggu Oleh Inovasi (market disrupted by innovation) adalah:

2.1.1. Ensiklopedia cetak, pasar terganggu oleh inovasi Wikipedia 2.1.2. Telegrafi, pasar terganggu oleh inovasi Telepon

2.1.3. Floppy Disk, pasar terganggu oleh inovasi CD dan USB 2.1.4. CRT, pasar terganggu oleh inovasi LCD

2.1.5. Logam & Kayu, pasar terganggu oleh inovasi Plastik

2.1.6. Radiografi (Pencitraan X-Ray), pasar terganggu oleh inovasi Ultrasound (USG)

2.1.7. CD & DVD, pasar terganggu oleh inovasi Digital Media (i-Tunes, Amazone, dll)

2.1.8. Kamera Film, pasar terganggu oleh inovasi Kamera Digital 2.1.9. Cetak Offset, pasar terganggu oleh inovasi Printer Komputer 2.1.10. Kuda & Kereta Api, pasar terganggu oleh inovasi Mobil

tradisi panjang mengidentifikasi perubahan teknis radikal dalam studi inovasi oleh para ekonom, dan pengembangan alat untuk manajemen di tingkat perusahaan atau kebijakan.

2.2.Kinerja teknologi disruptif

(7)

kemunculan teknologi-teknologi yang disruptif (Disruptive Technologies) mengubah nilai yang ditawarkan ke pasar.Maksudnya lebih lanjut adalah bahwa ketika pertama kali muncul di pasar, teknologi disruptif selalu menawarkan kinerja yang lebih rendah dalam hal atribut yang diinginkan oleh khalayak pelanggan umum. Namun teknologi disruptif memiliki atribut lain yang dihargai lebih dan diinginkan oleh sekelompok pelanggan tertentu (biasanya merupakan pelanggan baru). Dan biasanya teknologi tersebut lebih murah, lebih kecil, serta lebih mudah dan lebih nyaman untuk dipakai berulang kali.contohnya adalah ipad, dimana fisik layar iPad lebih kecil daripada komputer notebook dan netbook, dan tanpa papan ketik. Kemudian kapasitas penyimpanan driveyang lebih sedikit dibandingkan komputer notebook dan netbook. iPad dilengkapi dengan User Experience yang mencengangkan dengan tampilan (interface) iOS-nya. Pelanggan pun bisa menggunakan iPad untuk berbagai keperluan seperti email, edit dokumen, dan juga bermain games, serta mengunduh berita di internet.iPad dilengkapi dengan AppStore yang memberikan akses kepada beratus-ratus ribu aplikasi. Akhirnya sekarang, iPad telah banyak digunakan sebagai pengganti komputer notebook dan netbook untuk keperluan tertentu.

McKinsey Global Institute mempublikasikan sebuah laporan khusus mengenai teknologi-teknologi disruptif ini pada tahun 2013 lalu.Judul dari laporan tersebut adalah: Disruptives technologies: Advances that will transform life, business, and the global economy. Mereka mengidentifikasi dan mengukur dampak kemunculan teknologi-teknologi disruptif yang ada dalam waktu 10 tahun kedepan (2025) dan dampaknya terhadap perekonomian serta dunia bisnis global. Berdasarkan riset dan analisa mereka, ada duabelas teknologi-teknologi yang berpotensi disruptif secara ekonomis, yaitu:

2.2.1. Mobile Internet :Penetrasi mobile internet semakin terasa diseluruh belahan dunia dengan semakin murahnya biaya konektivitas data internet.

(8)

(knowledge work), yang termasuk dalamnya perintah-perintah tak terstruktur serta penilaian tersendiri. Contohnya seperti Artificial Intelligence, atau kecerdasan buatan.

2.2.3. The Internet of Things :Semakin banyaknya perangkat-perangkat yang saling terhubung melalui jaringan internet dan sensor-sensor berbiaya rendah yang mampu mengumpulkan data, memonitor dan mengoptimalkan proses keputusan.

2.2.4. Cloud Technology :Komputasi awan akan semakin memudahkan penyimpanan data serta juga proses jasa komputasi dengan jaringan internet.

2.2.5. Advanced Robotics :Semakin majunya robot-robot yang dapat membantu melakukan tugas manusia disertai dengan kepekaan serta intelijensia yang menyerupai manusia.

2.2.6. Autonomous and near-autonomous vehicles :Kendaraan-kendaraan masa depan yang dapat menyetir atau beroperasi sendiri tanpa intervensi manusia.

2.2.7. Next-generation genomics :Pemetaan jaringan serta DNA manusia yang lebih cepat serta lebih murah dengan kadar analisa yang mendalam serta besar (Big Data Analytics).

2.2.8. Energy storage :Perangkat dan sistem penyimpanan tenaga untuk kebutuhan, yang lebih efisien, termasuk batere.

2.2.9. 3D Printing :Teknik manufaktur adiktif untuk menciptakan/mencetak sebuah obyek dari lapisan per lapisan (layers) materi berdasarkan model digital yang sudah dibangun dalam tiga dimensi.

2.2.10. Advanced material :Ditemukannya material-material yang lebih canggih, dengan kekuatan, serta fungsi yang lebih baik.

2.2.11. Advanced oil and gas exploration recovery :Teknik eksplorasi dan penggalian sumber daya gas dan minyak yang lebih cepat secara ekonomis.

2.2.12. Renewable energy :Energi terbarukan dari sumber-sumber energy yang ramah lingkungan

2.3.Teknologi Disruptif yang sudah popular

(9)

tahapan perencanaan untuk desain dan produksi. Namun kendaraan tersebut dalam tahap awal tidak sepenuhnya otomatis tanpa intervensi manusia, atau akan diluncurkan dalam bentuk near-autonomous.

Selain itu Internet of Things, sudah banyak perangkat dan aplikasi yang mendukung penggunaannya seperti pada konsep Smart Home atau rumah pintar. Dimana sebuah thermostat bermerek Nest, dari Google, dapat belajar dan berfungsi mengatur serta mengendalikan mesin penyejuk udara dan juga penyejuk kulkas dirumah Anda ditambah dengan pengaturan kelembaban udara secara terintegrasi untuk menghemat konsumsi daya listrik. Kemudian yang sekarang telah mulai populer di Indonesia adalah 3D printer. Perangkat ini semakin banyak dipakai oleh konsumen akhir. 3D printer memudahkan kita untuk mencetak obyek secara tiga dimensi, dengan metode yang paling populer ialah mencetak satu lapis demi lapis. 3D printer digunakan baik oleh para desainer, arsitek, perancang mainan, penggiat bentuk modelling, dan juga untuk edukasi anak-anak serta pembelajaran bentuk ruang dan bangunan

2.3.1. Disruptive Technology : Massive Open Online Courses

Email adalah disruptive innovation telah menggantikan pengiriman surat melalui kantor pos. Email berhasil menggantikan surat pos karena email bisa dikirim ke berbagai belahan dunia dalam waktu yang singkat dan tidak menghabiskan kertas. Contoh lainnya adalah telepon yang menggantikan telegraf. E-learning yang menggantikan metode pemblajaran berbuku atau textual kini digantikan dengan media elekttonik yang dapat di akses melalui internet online.

(10)

Pada dasarnya WWW merupakan singkatan dari frasa kata World Wide Web.Jika dipenggal dan diartikan per satu kata, maka world berarti dunia, Wide berarti berukuran besar ataupun raksasa, dan Web merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk mengirimkan data maupun dokumen ke jaringan internet.Maka dari itu, jika WWW diartikan dari rangkaian kata ini, maka WWW dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang digunakan untuk mengirimkan dan menyebarkan data ke jaringan internet berskala besar yang ada di seluruh penjuru dunia.

Jika diartikan secara lengkap maka pengertian WWW adalah sebuah program yang sengaja dibuat sebagai media untuk mengarsipkan seluruh dokumen yang terdapat di jaringan internet. Dengan menggunakan program ini, seluruh dokumen yang ada di internet menjadi tersusun lebi

h rapi sehingga lebih mudah ditemukan oleh para pengguna jaringan internet

2.4.1. Fungsi World Wide Web

Word Wide Web berfungsi sebagai program yang bertugas sebagai pengatur, penyedia, serta penampil dari setiap data dan informasi yang ada di jaringan internet. Kehadiran program WWW membuat semua proses transfer data di jaringan internet menjadi berjalan dengan lebih cepat dan lebih teratur.

2.5. Sejarah Media Cetak

Media cetak di Indonesia, semenjak reformasi, terdapat 1.500 media cetak (data Juli 1999), baik itu surat kabar maupun majalah. Sekitar 70 % dari media cetak terbit di Jakarta, dan sisanya tersebar di seluruh daerah dari Sabang sampai merauke (Aceng Abdullah, 2000:10).Sejak pertengahan 80-an, kualitas media cetak kita makin membaik, baik dari sudut tiras, perwajahan, maupun kualitas isinya.Media cetak kita pun semakin beragam dan spesifik sehingga semakin memudahkan para praktis public relationsuntuk mempertajam mitra kerjanya dan gampang menentukan pemilihan media.

(11)

mereka banyak yang lulusan S.1 dan S.2, karena itulah, media massa kita

Perkembangan media online awalnya dikembangkan di Barat ketika surat kabar The Wall Street Journal menawarkan layanan pada Compuserve dan informasi keuangan, bahwa ada ruang di mana pembayaran bisa dilakukan melalui internet. Beberapa surat kabar di Amerika Utara (1990-an), mulai menggunakan sistem internet sebagai bagian jurnalisme di world wide web.

Di Indonesia, media online hadir tidak terlepas dari pengaruh dinamika politik negeri. Runtuhnya rezin Soeharto ini dapat berakhir berkat kemunculan internet ini. Internet menjadi alat komunikasi di kalangan mahasiswa dengan laman-laman yang diciptakan saat itu, sehingga memunculkan pergerakan reformasi.

Koneksi internet pertama kali yang di Indonesia digagas oleh Joseph Lukuhay dengan mengembangkannya di kampus. UI adalah salah satu kampus yang dipeloporinya, dengan munculnya UINet.

Perkembangan media online ini pertama kalo yang muncul di Internet oleh Republika Online (www.republik.co.id) pada Agustus 1994.Kemudian disusul Tempo.com dan media-media online lainnya (pdf Aji Indonesia, diunduh 23 Juni 2016).

Tujuan dari media online ini ialah agar berita yang ditulis cepat sampai kepada pembaca tanpa menunggu cetak.

2.7. Dampak Media Online Terhadap Media Cetak

Dampak Media Online terhadap Media Cetak dapat dijabarkan ke dalam dua kategori, yakni dampak positif dan dampak negatif.

2.7.1. Dampak Positif

Dampak Positif dari media online ialah:

(12)

B. mengurangi pemborosan penggunaan kertas, dalam hal ini penebangan pohon khusus untuk kertas, sehingga penerbit dapat mengurangi biaya produksi dan membantu mengurangi dampak pemanasan global.

C. hemat biaya dan tidak membutuhkan banyak gerak, cukup klik maka berita sudah dibaca. Tampilan majalah akan lebih menarik denganadanya pop up dari teks, gambar maupun iklanyang bergerak

D. Majalah versi digital dapat lebih dulu dinikmatisebelum versi cetaknya terbit

E. Tidak membutuhkan ruangan atau tempat yang luas untuk penyimpanannya, karena berkasmenggunakan format file digital 2.7.2. Dampak Negatif

Adapun dampak negatif media online terhadap media cetak ialah: A. tidak disentuhnya Koran, generasi muda sekarang lebih

banyakyang tertarik pada android, tidak mau membeli Koran, kondisi beransur-ansur dikhawatirkan akan membuat media cetak mati

B. Media cetak, penerbitan buku, atau perpustakaan bukan alternatif utama, bagi para pelajar di era digital sekarang memudahkan mereka untuk mengakses materi pembelajaran tentang apapun di internet, itu menurunkan minat mereka (budayakan membaca)untuk mengunjungi toko buku (perpustakaan) sehingga penerbitan buku lebih di konversi dalam bentuk elektrik seperti E-book

C. Media elektronik yang digunakan untuk mengakses majalah elektronik cukup mahal

D. Hanya dapat dinikmati oleh sebagian kalangan yang mengerti akan teknologi saja yang berdampak pada terbatasnya sasaran pasar E. Teknologi yang berbasis listrik suatu saat akanmengalami masa

kedaluarsa, dimana teknologi tersebut tidak akan dapat dipergunakan lagi

(13)

G. Penipuan, pencurian data, banyaknya kasus plagiat, dan pornografi.

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Kemajuan teknologi yang membawa majalah cetak kebentuk digital memberikan manfaat yang banyak bagipenerbit dan pemasang iklan, pada media cetak, kehadiran teknologi digital berhasil mengubah sistem mesin cetak tersebut menjadi media grafis atau digital. Dengan hadirnya media internet, masyarakat dapat melihat surat kabar maupun majalah melalui situs-situs web dalam bentuk digital. Meskipun dampaknya positif dan negatif tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknoloi sangat erat hubungannya dizaman modern ini.

3.2. Saran

Dari kesimpulan diatas, dapat disarankan beberapa hal :

 Dengan adanya teknologi yang cangih diarapkan masyarakat dapat berpikir dengan kritis dan bijaksana

 Media cetak dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk tetap eksis dalam perkembangan zaman

(14)

DAFTAR PUSTAKA

http://pengertiandefinisi.com/pengertian-www-sejarah-penemuan-dan-fungsinya/ https://id.linkedin.com/pulse/disruptive-technologies-danny-d-kosasih

jurnnal

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...