• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. ketahui bahwa manusia harus memeperoleh pendidikan. Pendidikan. merupakan usaha untuk mencapai tujuan tertentu.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. ketahui bahwa manusia harus memeperoleh pendidikan. Pendidikan. merupakan usaha untuk mencapai tujuan tertentu."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan kebutuhan utama bagi manusia. Imanuel Kant mengatakan “manusia hanya dapat menjadi manusia karena Pendidikan” (dalam Wahyudin, dkk 2006:3). Berdasarkan peryataan tersebut dapat di ketahui bahwa manusia harus memeperoleh pendidikan. Pendidikan merupakan usaha untuk mencapai tujuan tertentu.

Proses belajar dalam pendidikan tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka, tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh, sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. dengan demikian, agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera dari pada hanya mendengarkan orang atau guru menjelaskan. Sesuai dengan konsep belajar dan pembelajaran bermakna, kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awal SD pada kurikulum 2013 ini dilakukan dengan pembelajaran tematik (terpadu).

(2)

Proses pembelajaran dalam Kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran tematik terpadu. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada para peserta didik (Hajar, 2013:21). Untuk itu, pendidik dituntut harus mampu merancang dan melaksanakan pengalaman belajar dengan tepat (Majid, 2014:85).

Materi pembelajaran tematik merupakan materi yang berupa kehidupan sehari-hari manusia dengan segala aspek dan permasalahannya, sehingga guru memerlukan model pembelajaran yang harus dirancang sebelumnya dalam melakukan kegiatan belajar dengan kegiatan yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Pemahaman siswa terhadap sesuatu pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajarinya dengan diri sendiri sebagai individu. Hal ini sangat berhubungan dengan pembelajaran tematik yang menuntut siswa untuk dapat memahami sekaligus mampu menyimpulkan beberapa materi pelajaran yang terkandung dalam tema yang berhubungan dengan fenomena yang sering terjadi dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga guru memerlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan daya ingat peserta didiknya, salah satunya adalah model pembelajaran Mnemonik.

Penelitian ini dilakukan pada sub tema wujud benda dan cirinya untuk sekolah dasar. Observasi dilakukan pada tema 1 yaitu benda-benda di lingkungan sekitar yang kegiatanya membahas soal pada buku tema

(3)

siswa. Pembahasaan soal dilakukan secara bergilir sesuai dengan nomor absensi. Salah satu pertanyaannya “sebutkan macam-macam perubahan benda yang kamu ketahui?” sebagian besar siswa hanya mampu menjawab satu atau dua dari semua macam-macam perubahan benda. Dari jawaban siswa tadi dapat di ketahui salah satu masalah di dalam pembelajaran adalah kemampuan menginggat siswa yang rendah. Pada tahun ajaran 2014/2015 terdapat beberapa siswa yang nilainya belum memenuhi KKM yaitu 70. Pada siswa kelas V semester ganjil dengan jumlah 27 siswa yang telah mencapai ketuntasan hanya berjumlah 10 siswa dengan ketuntasan 37% dan masih ada 17 siswa dengan ketuntasan 63% yang belum mencapai kriteria yang sudah ditentukan.

Rendah tingginya daya ingat siswa ditentukan oleh banyak faktor. Jensen dan Markowiz (2003:38) menyimpulkan faktor melupakan informasi (rendahnya daya ingat) adalah informasi tidak berarti, tidak melibatkan kita, kurang latihan, tidak ada pengulangan, trauma, stress, serta tidak ada usaha mengingat. Di dalam pembelajaran hendaknya menghindari faktor tersebut agar tidak terjadi permasalahan di dalam daya ingat siswa hal tersebut harus disesuaikan dengan materi pembelajaran.

Daya ingat siswa dalam mengingat pembelajaran termasuk dalam pembelajaran kognitif. Menurut pendapat Ausebel jenis belajar berdasarkan perkembangan kognitif adalah belajar penemuan, belajar hafalan dan belajar bermakna (dalam Abimayu, 2010:18). Sesuai dengan permasalahan rendahnya daya ingat siswa yang ditemukan pada kegiatan observasi, maka jenis belajar yang sesuai dengan masalah adalah belajar

(4)

hafalan. “Belajar hafalan merupakan belajar dengan menghafal materi tanpa usaha untuk mengetahui artinya”. Belajar hafalan memiliki tujuan meningkatkan daya ingat. Jadi dengan belajar hafalan daya ingat siswa terhadap materi pembelajaran dapat meningkat.

Setelah diketahui jenis belajar yang sesuai dengan masalah di dalam penelitian maka langkah selanjutnya adalah menentukan model pembelajaran yang sesuai. Sesuai dengan pendapat joyce dan weil model pembelajaran merupakan “kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran” (dalam Abimanyu, 2010:4). Setelah disesuaikan dengan masalah maka dipilih model pembelajaran mnemonik sebagai pemecahan masalah.

Model pembelajaran untuk meningkatkan daya ingat adalah model mnemonik. Jensen dan Markowitz (2003:72) menyimpulkan bahwa “mnemonik adalah alat untuk mengingat”. Berdasarkan pengertian

mnemonik tersebut, dapat diketahui bahwa mnemonik merupakan

pemecahan masalah rendahnya daya ingat. Jadi model pembelajaran mnemonik merupakan prosedur sistematis yang berfungsi sebagai pedoman untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan daya ingat. Model mnemonik di pilih karena model ini fokus terhadap peningkatan daya ingat siswa. Jensen dan Markowitz (2003:239) menyimpulkan model mnemonik dirancang khusus

(5)

untuk meningkatkan kapasitas siswa dalam menyimpan dan memperoleh informasi. Dengan melakukan tahap-tahap model mnemonik daya ingat siswa terhadap pembelajaran dapat meningkat.

Berdasarkan uraian di atas maka peneliti akan melakukan perbaikan dalam pembelajaran dan hasil belajar pada pembelajaran tematik. Adapun judul penelitian yang akan dilakukan, sebagai berikut: “Penerapan Model Mnemonik untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Sub Tema Wujud bendan dan cirinya Kelas V Semester I di SDN Kedungbanteng 02 Kecamatan Bakung”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, maka permasalahan dapat di rumuskan sebagai berikut:

1. Bagaiman pelaksanaan pembelajaran tematik siswa kelas V SDN Kedungbanteng 02 saat diterapkan model pembelajaran mnemonik? 2. Bagaimana peningkatan aktifitas belajar siswa pada pembelajaran

tematik siswa kelas V SDN Kedungbanteng 02 saat diterapkan model pembelajaran mnemonik?

3. Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik kelas V SDN Kedungbanteng 02 saat diterapkan model pembelajaran mnemonik?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

(6)

1. Mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran tematik siswa kelas V SDN Kedungbanteng 02 saat diterapkan model pembelajaran mnemonik. 2. Mendiskripsikan menjelaskan peningkatan aktifitas belajar siswa pada

pembelajaran tematik siswa kelas V SDN Kedungbanteng 02 saat diterapkan model pembelajaran mnemonik.

3. Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik kelas V setelah di terapkanya model pembelajaran mnemonik.

D. Hipotesis Tindakan

Aktifitas belajar dan hasi belajar siswa kelas V dengan sub tema wujud benda dan cirinya akan meningkat setelah diterapkannya model pembelajaran mnemonik.

E. Manfaat Penelitian

Manfaat teoritis adalah dapat mengetahui proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran mnemonik dalam pembelajaran sub tema wujud benda dan cirinya dengan tahapan sebagai berikut: menghadirkan materi, mengembangkan hubungan-hubungan dengan menggunakan teknik-teknik dari system kata ganti, meningkatkan gambaran sensori (teknik melebih-lebihkan) dan mengingat kembali materi.

Manfaat penelitian secara praktis adalah sebagai berikut:

1. Bagi Kepala Sekolah dapat disosialisasikan tentang pengetahuan penerapan model mnemonik kepada guru lainnya.

2. Bagi Guru dapat menjadikan model pembelajaran ini sebagai alternatife dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat

(7)

meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan proses pembelajaran tematik dengan model pembelajaran mnemonik.

3. Bagi siswa dapat mempermudah mengingat materi pada sub tema wujud benda dan cirinya dengan di terapkannya model pembelajaran mnemonik.

4. Bagi peneliti dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam menyusun

rancangan penelitian dan pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran mnemonik.

F. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian

Agar penelitian dilakukan secara maksimal maka perlu disusun pembatasan masalah meliputi hal sebagai berikut:

1. Penelitian dilakukan pada siswa kelas V SDN Kedungbanteng 02 Kecamatan Bakung.

2. Penelitian akan dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2014-2015. Penelitian ini dilakukan selama 6 hari.

3. Masalah yang diteliti adalah kurangnya aktivitas dan hasil belajar siswa pada tema benda-benda di lingkunan sekitar dengan subtema wujud benda dan cirinya.

G. Definisi Istilah dan Definisi Operasional 1. Model pembelajaran mnemonik

Model pembelajaran mnemonik merupakan pedoman perencanaan dalam pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan daya ingat dengan cara-cara khusus (akronim, penggal kata, cerita, plesetan).

(8)

2. Pembelajaran tematik

Menurut lampiran peraturan Mendikbud No.67 (2013:132) pembelajaran tematik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang mengitregarasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran kedalam berbagai tema. Pengitegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan.

3. Aktivitas belajar

Aktivasi dalam proses belajar mengajar adalah rangkaian kegiatan yang meliputi keaktivan siswa dalam mengikuti pembelajaran, bertanya hal yang belum jelas, mendengarkan guru menjelaskan materi, dan mengingat materi-materi yang telah di berikan.

4. Hasil belajar

Hasil belajar adalah suatu kegiatan belajar yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu proses pembelajaran. Pada penelitian ini terdapat aspek yang mempengaruhi hasil belajar yaitu: aspek kognitif.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pengujian pada penelitian “Sistem Peramalan Siaga Banjir dengan Menganalisis Data Curah Hujan (ARR) dan Tinggi Muka Air (AWLR) Menggunakan

Parameter transponder seperti ini haruslah unik sehingga hanya ketika antena diarahkan ke satelit yang tepat, maka meter akan bisa mengunci sinyalnya.. Apakah kita

 Lombok Utara : Infrastruktur Pendukung, Efektivitas Promosi dan Penguasaan Bahasa Inggris Masih Perlu Perhatian.  Tana Toraja : Penguasaan Bahasa, Biro

Penyakit lebih seringa terjadi pada Balita yang berusia 12 bulan sampampai 35 bulan dibanding dengan usia 36 sampai 59 bulan yang diakibatkan beberapa faktor yang

Dengan kata lain berarti orang yang memiliki religiusitas tinggi, yang tercakup diantaranya keyakinan, penghayatan, perlakuan, pengalaman dan pengetahuan yang baik dan tepat

Diisi dengan bidang ilmu yang ditekuni dosen yang bersangkutan pada

Efek pada organ target Tidak ada efek yang diketahui pada kondisi penggunaan normal BAGIAN 2: Identifikasi bahaya.. Pernyataan Bahaya

Cost estimating merupakan proses dalam manajemen biaya proyek yang mengembangkan sebuah pendekatan biaya-biaya sumber daya- sumber daya yang dibutuhkan