• Tidak ada hasil yang ditemukan

2012 KELUARGA, DAN MINAT BACA TERHADAP PRESTASI SISWA DASAR NEGERI MULO BARU, WONOSARI,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "2012 KELUARGA, DAN MINAT BACA TERHADAP PRESTASI SISWA DASAR NEGERI MULO BARU, WONOSARI,"

Copied!
0
0
0

Teks penuh

(1)

KONTRIBU

USI LINGKUNGAN SEKOLAH, KE

AN MINAT BACA TERHADAP PRES

DASAR NEGERI MULO BARU, WO

GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Ekonomi

Oleh:

Akbar Ananto

NIM: 081324053

Program Studi Pendidikan Ekonomi

usan Pendidikan Ilmu Pengetahuan So

akultas Keguruan dan Ilmu Pendidika

(2)
(3)
(4)

iv

PERSEMBAHAN

I dedicate this little work for:

ALLAH SWT and Prophet Muhammad SAW

My Father and My Mother

(Siswoyo and Suwartini)

My Beloved Brother

(Boris Putra A.Md and Muhammad Haidar Diponegoro)

All of My Colleagues

My Guitar and My band (Espresso Acoustic)

My Favourite Football Club

(ARSENAL F.C)

Almamaterku

(5)

v

Motto

Perlahan sang hujan berganti pelangi, setiap kesedihan tak

ada yang abadi

(Nadya Fatira – Lekas Pulang)

Hidup ini berawal dari netral dan tergantung bagaimana kita mengisi kehidupan ini seperti

nada gitar yang netral dan tergantung bagaimana kita

memainkannya (Akbar Ananto)

Tiga kalimat yang mendukung kesuksesan. Tahu lebih banyak daripada orang lain,

bekerja lebih banyak dibandingkan orang lain, dan

menuntut lebih sedikit dibandingkan orang lain.

(William Shakespeare)

Apakah Anda mencintai kehidupan? Maka jangan buang

waktu, karena waktu adalah penyusun kehidupan. (William Shakespeare)

Kemenangan dari Kecurangan tidak akan melebihi Kemenangan

dari Kejujuran. (William Shakespeare)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan

boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang

kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah 2:216)

If you do not believe, you can do it then you have no chance at all

(Arsene Wenger)

Believe in ALLAH and The Balanced of The WORLD.

(Akbar Ananto)

Victoria

(6)
(7)
(8)

viii

ABSTRAK

KONTRIBUSI LINGKUNGAN SEKOLAH, KELUARGA, TELEVISI, DAN MINAT BACA TERHADAP PRESTASI SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI MULO BARU, WONOSARI, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA

Akbar Ananto Universitas Sanata Dharma

081324053

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi lingkungan sekolah, keluarga, televisi dan minat baca terhadap prestasi siswa Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanatif yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta pada bulan Juni 2012. Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IV dan V Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta yang berjumlah 55 siswa. Sampel diambil dengan teknik sampel jenuh.Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan analisis regresi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) lingkungan sekolah tidak berkontribusi secara signifikan terhadap prestasi siswa {nilai sig (ρ)= 0,270 > α= 0,05}, (2) lingkungan keluarga berkontribusi secara signifikan terhadap prestasi siswa sebesar 38,51%{nilai sig (ρ)=0,009 < α=0,05}, (3) televisi tidak berkontribusi secara

signifikan terhadap prestasi siswa {sig (ρ)=0,138 > α=0,05}, (4) minat baca berkontribusi secara signifikan terhadap prestasi siswa sebesar 64,83% {nilai sig (ρ)=0,000 < α=0,05}, (5) lingkungan sekolah, keluarga, televisi, dan minat baca secara bersama-sama berkonribusi secara signifikan terhadap prestasi siswa sebesar

(9)

ix

ABSTRACT

THE CONTRIBUTION OF SCHOOL ENVIRONMENT, FAMILY, TELEVISION AND READING INTEREST TOWARD THE STUDENTS’ ACHIEVEMENT OF THE MULO BARU STATE ELEMENTARY SCHOOL,

WONOSARI, GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA

Akbar Ananto Sanata Dharma University

081324053

The purpose of this study is to find out the contribution of school environment, family, television and reading interest toward the students’ achievement of the Mulo Baru State Elementary School, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta.

This study is an explanatory study that was conducted in Mulo Baru State Elementary School, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta in June, 2012. There are 55 students, who are at the fourth and the fifth grade students of Mulo Baru State Elementary School, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta used as the populations of this study. The samples were taken by a saturated sample technique. The data were gathered by questionnaire and documentation. The data analysis technique is the regression analysis.

The result of this study indicates that: (1) the school environment does not have a significant contribution to the students’ achievement{sign value (ρ)= 0,270 >

α= 0,05}; (2) the family environment has a significant contribution to students’ achievement [38,51 %{sign value (ρ)=0,009 < α=0,05}]; (3) television does not have a significant contribution for the students’ achievement {sign value (ρ)=0,138 >

α=0,05}, (4) reading interest has a significant contribution for students’ achievement [64,83 % {sign value (ρ)=0,000 < α=0,05}]; (5) school environment, family, television, and reading interest simultaneously have a significant contribution for the

(10)

x

KATA PENGANTAR

Puji syukur dan terima kasih ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala

berkah dan rahmat-NYA, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan

penyusunan skripsi ini.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan

Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

Skripsi ini dapat diselesaikan karena bantuan dan dukungan dari banyak

pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini, dari hati yang paling dalam penulis

mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada :

a. ALLAH SWT yang selalu memberikan kemudahan dan kelancaran dan

menguatkan penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi

ini.

b. Bapak Dr. Ir. P. Wiryono P.,S.J., selaku rektor Universitas Sanata Dharma yang

telah memberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kepribadian

kepada penulis.

c. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu

Pengetahuan Sosial dan Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma yang meluangkan

(11)

xi

d. Bapak Dr. C. Teguh Dalyono, M.S selaku Dosen Pembimbing I yang meluangkan

waktu dengan penuh kesabaran memberikan bimbingan dan semangat.

e. Bapak Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc selaku Dosen Pembimbing II yang dengan

sabar membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi.

f. Bapak Drs. Joko Wicoyo, M.Si yang telah meluangkan waktunya untuk

mengoreksi abstract penulis.

g. Mbak Titin yang selalu memberikan kelancaran dalam proses skripsi.

h. Bapak dan Ibu serta kakak dan adikku tercinta, atas doa, semangat, serta menjadi

tempat untuk berbagi suka dan duka selama penulis menyusun skripsi ini.

i. Antonius Suranto yang telah membantu dan membimbing penulis dengan

pikirannya dan arahan yang sangat berarti.

j. F.X. Yogga Firmanto dan Andreas Rinangga yang telah meluangkan waktunya

untuk menemani penulis dalam perijinan dan penelitian serta membantu dalam

penyebaran kuesioner.

k. Bapak Kartijo, S.Pd selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru yang telah

membantu memberikan ijin penelitian serta kelancaran dalam penelitian di SD

Negeri Mulo Baru.

l. Bapak dan Ibu guru Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru yang telah meluangkan

waktunya untuk membantu penulis dalam kelancaran penelitian.

m. Katarina Yeni, Asricheza Wersun, dan Paula Santi yang telah menemani penulis

(12)
(13)

xiii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBINGAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

HALAMAN MOTTO ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTARCT... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI... xiii

DAFTAR TABEL... xix

DAFTAR LAMPIRAN... xxii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Batasan Masalah ... 10

C. Definisi Operasional ... 11

(14)

xiv

E. Tujuan Penelitian ... 14

F. Manfaat Penelitian ... 15

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 16

A. Lingkungan Sosial Sekolah dan Keluarga ... 16

1. Lingkungan Sosial Sekolah ... 16

2. Lingkungan Sosial Keluarga ... 18

B. Televisi ... 19

1. Pengertian Televisi ... 19

2. Perkembangan Stasiun Televisi di Indonesia ... 20

3. Manfaat Televisi ... 22

4. Dampak Anak-anak Menonton Televisi ………. 23

C. Minat Baca ... 24

1. Minat ... 24

2. Membaca ... 27

3. Minat Baca ... 30

D. Prestasi Belajar ……… 35

1. Pengertian Prestasi Belajar Siswa ………... 35

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa ... 35

E. Penelitian Terdahulu ... 38

(15)

xv

1. Kontribusi Lingkungan Sosial Sekolah terhadap

Prestasi Belajar Siswa di Sekolah... 39

2. Kontribusi Lingkungan Sosial Keluarga terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah... 40

3. Kontribusi Televisi terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah ... 40

4. Kontribusi Minat Baca Buku Pelajaran terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah... 42

G. Hipotesis ... 43

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ... 45

A. Jenis Penelitian ... 45

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 45

C. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambil Sampel ... 47

1. Populasi ... 47

2. Teknik Pengambilan Sampel ... 47

D. Subjek dan Objek Penelitian ... 48

1. Subyek Penelitian ... 48

(16)

xvi

E. Variabel Indikator dan Definisi Operasional dan

Pengukurannya ... 50

1. Variabel Indikator... 50

2. Definisi Operasional ... 51

3. Pengukurannya ... 53

F. Data Penelitian ... 54

1. Data Primer ... 54

2. Data Sekunder ... 55

G. Teknik Pengumpulan Data ... 55

1. Kuesioner ... 55

2. Dokumentasi ... 57

H. Teknik Pengujian Instrumen ... 58

1. Uji Validitas Instrumen ………... 58

2. Uji Reliabilitas Instrumen ………... 62

I. Teknik Analisis Data ………... 65

1. Analisis Deskriptif ... 65

2. Uji Hipotesis ... 77

a. Uji Prasyarat ……… 77

1) Uji Normalitas ……… 77

(17)

xvii

b. Uji Asumsi Klasik ……… 80

1) Uji Multikolinieritas ……….. 80

2) Uji Heteroskedastisitas ……….. 82

3) Uji Autokorelasi ………. 83

c. Regresi Berganda ………. 86

d. Analisis Koefisien Determinasi(Adjusted Square)... 90

BAB IV. GAMBARAN UMUM SEKOLAH ... 91

A. Data Kelembagaan Sekolah... 91

B. Profil sekolah... 91

C. Visi dan Misi SD Negeri Mulo Baru... 91

D. Struktur Organisasi SD Negeri Mulo Baru ... 92

E. Data Jumlah Guru dan Karyawan ... 94

F. Susunan Pengurus Komite Sekolah SD Negeri Mulo Baru ... 95

G. Data Jumlah Siswa dalam Kurun Waktu 3 (Tiga) Tahun Terakhir... 96

H. Fasilitas Pendukung... 97

BAB V. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 98

A. Analisis Deskriptif... 98

(18)

xviii

1. Pengujian Prasyarat Analisis... 108

a. Uji Normalitas ... 108

b. Uji Linieritas... 110

2. Uji Asumsi Klasik ... 113

a. Uji Multikolinieritas ... 114

b. Uji Heteroskedastisitas ... 115

c. Uji Autokorelasi ... 117

3. Regresi Berganda ... 118

4. Pembahasan... 125

BAB VI. KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN ... 142

A. Kesimpulan... 142

B. Keterbatasan Penelitian ... 144

C. Saran... 145

DAFTAR PUSTAKA ... 148

(19)

xix

DAFTAR TABEL

Tabel III.1 Data Siswa/Siswi SDN Mulo Baru, Wonosari,

Gunungkidul Kelas IV dan V Angkatan

2011/2012 ... 47

Tabel III.2 Instrumen yang Diperlukan untuk Mengukur

Kontribusi Lingkungan Sosial Sekolah dan Keluarga,

Televisi, dan Minat Baca Buku Pelajaran Terhadap

Prestasi Belajar Siswa di Sekolah ... 50

Tabel III.3 Skoring Berdasarkan Skala Likert ... 54

Tabel III.4 Kisi-kisi Instrumen yang Diperlukan untuk

Mengukur Kontribusi Lingkungan Sosial Sekolah

dan Keluarga, Televisi, Minat Baca buku Pelajaran

Terhadap Prestasi Siswa di Sekolah ... 56

Tabel III.5 Skoring Berdasarkan Skala Likert ... 57

Tabel III.6 Rangkuman Uji Validitas Variabel Lingkungan

Sosial Sekolah... 59

Tabel III.7 Rangkuman Uji Validitas Variabel Lingkungan

Sosial Keluarga ... 60

Tabel III.8 Rangkuman Uji Validitas Variabel Televisi ... 61

(20)

xx

Tabel III.10 Rangkuman Hasil Pengujian Reliabilitas Variabel

Lingkungan Sosial Sekolah, Lingkungan Sosial

Keluarga, Televisi, dan Minat Baca... 64

Tabel III.11 Distribusi Frekuensi Menggunakan Acuan PAP

(Penilaian Acuan Patokan) Tipe II... 66

Tabel III.12 Statistik Durbin-Watson d... 85

Tabel III.13 Uji Statistik Durbin-Watson d... 86

Tabel IV.1 Susunan Pengurus Komite Sekolah SD Negeri

Mulo Baru ... 96

Tabel IV.2 Data Jumlah Siswa dalam Kurun Waktu 3 (Tiga)

Tahun Terakhir ... 96

Tabel IV.3 Rekapitulasi Jumlah Siswa SD Negeri Mulo Baru

Tahun Ajaran 2011/2012 ... 97

Tabel V.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis

Kelamin... 99

Tabel V.2 Distribusi Frekuensi Kategori Lingkungan Sosial

Sekolah... 100

Tabel V.3 Distribusi Frekuensi Kategori Lingkungan Sosial

Keluarga... 102

Tabel V.4 Distribusi Frekuensi Kategori Televisi ... 104

(21)

xxi

Tabel V.6 Distribusi Frekuensi Kategori Prestasi Belajar

Siswa ... 107

Tabel V.7 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ... 109

Tabel V.8 Rangkuman Uji Normalitas... 109

Tabel V.9 ANOVA Lingkungan Sosial Sekolah dengan Prestasi Belajar ... 110

Tabel V.10 ANOVA Lingkungan Sosial Keluarga dengan Prestasi Belajar ... 111

Tabel V.11 ANOVA Televisi dengan prestasi belajar... 111

Tabel V.12 ANOVA Minat baca buku pelajaran dengan prestasi belajar ... 112

Tabel V.13 Rangkuman Uji Linieritas ... 113

Tabel V.14 Coefficients(a) Uji Multikolinieritas... 114

Tabel V.15 Correlations Uji Heteroskedastisitas ... 115

Tabel V.16 Model Summary(b) Uji Autokorelasi ... 117

Tabel V.17 Rangkuman Hasil Uji Asumsi Klasik ... 118

Tabel V.18 Coefficients(a) Regresi Berganda ... 118

Tabel V.19 Model Summary(b) Regresi Berganda... 124

(22)

xxii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kuesioner... 151

Lampiran 2 Uji Validitas dan Reliabilitas... 159

Lampiran 3 Uji Prasyarat Normalitas dan Linieritas ... 164

Lampiran 4 Uji Asumsi Klasik ... 167

Lampiran 5 Uji Hipotesis ... 170

Lampiran 6 Data Induk Penelitian ... 172

(23)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan mempunyai peran penting dalam peningkatan kualitas

sumber daya manusia. Pendidikan memberikan bekal bagi peserta didik agar

potensinya dapat berkembang secara optimal. Dengan hasil pendidikan yang

optimal diharapkan adanya peningkatan akan kualitas sumber daya manusia

sehingga sumber daya manusia yang berkualitas akan berusaha untuk

mencapai suatu keberhasilan ataupun prestasi. Setiap orang yang mengerjakan

suatu aktivitas tertentu berharap untuk berhasil maupun sukses, sama halnya

dengan siswa juga berharap sukses dan berprestasi di sekolahnya. Untuk

mewujudkan hal tersebut terkadang siswa dihadapi oleh berbagai faktor

hambatan yang mempengaruhinya, entah itu hambatan internal maupun

eksternal. Salah satu ciri sukses dalam belajar adalah memperoleh prestasi

yang tinggi.

Siswa yang mempunyai prestasi belajar yang tinggi, secara umum

dapat dikatakan bahwa dia sukses dalam belajar. Menurut Purwanto (1987 :

85), prestasi belajar dapat diartikan sebagai tingkat pencapaian atau

penguasaan terhadap materi pelajaran yang diajarkan dalam kurun waktu

tertentu dalam suatu program pembelajaran. Sehubungan dengan siswa yang

(24)

bisa memanfaatkan waktunya untuk belajar secara optimal. Paling tidak ada

dua faktor yang berkaitan dengan prestasi belajar yaitu faktor intern dan

ekstern peserta didik (Kartono, 1985 : 1-6). Faktor intern merupakan

faktor-faktor yang berasal atau bersumber dari pribadi peserta didik, sedangkan

faktor ekstern merupakan faktor-faktor yang berasal atau bersumber dari luar

pribadi peserta didik. Faktor intern tersebut meliputi: kecerdasan, bakat,

minat/ perhatian (terutama dalam membaca, motivasi, disiplin, cara belajar

dan kesehatan jasmani. Faktor ekstern antara lain meliputi: sekolah, peralatan

belajar dan lingkungan belajar yang meliputi lingkungan alam, keluarga,

masyarakat dan lingkungan sekolah.

Berkaitan dengan masalah prestasi belajar, maka tugas utama dari

siswa selaku subjek pendidikan adalah belajar. Keterampilan pokok yang

harus dikembangkan dan dikuasai adalah membaca buku pelajaran dan buku

bacaan lain yang mendukungnya. Sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan

yang merupakan wadah untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia,

Sekolah juga menyediakan berbagai sarana penunjang, salah satunya adalah

perpustakaan. Sekolah erat kaitannya dengan siswa karena sekolah merupakan

salah satu lingkungan belajar atau lingkungan sosial yang dapat

mempengaruhi prestasi belajar siswa.

Lingkungan sosial sekolah maupun lingkungan sosial rumah sangat

berperan penting dalam merangsang minat siswa untuk belajar. Lingkungan

(25)

belajar. Lingkungan sosial sekolah ditandai dengan terjalinnya hubungan yang

baik atau tidak antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa, maupun siswa

dengan karyawan sekolah. Guru maupun orang tua hendaknya dapat

menciptakan lingkungan sosial sekolah dan lingkungan sosial rumah yang

memungkinkan motivasi dan minat siswa untuk belajar menjadi meningkat.

Lingkungan sosial seperti di sekolah yang tidak mendukung juga akan

mengganggu proses belajar siswa, misalnya sikap guru dan para karyawan

yang tidak ramah. Selain itu siswa juga memerlukan pengakuan dari teman

sebaya sebagai sumber motivasi untuk meningkatkan prestasi belajarnya.

Sering kita jumpai siswa yang memiliki hubungan yang baik dengan siswa

lain menunjukkan kagairahan dalam belajar, berbeda dengan siwa yang

memiliki hubungan tidak baik dengan temannya dia akan merasa tidak

bergairah dalam belajar dan bahkan prestasi yang diperoleh akan rendah

dibanding dengan teman yang memiliki hubungan baik dengan teman lain.

Selain lingkungan sosial sekolah, lingkungan yang dapat memotivasi

belajar belajar siswa adalah lingkungan sosial keluarga. Lingkungan sosial

keluarga yaitu keadaan yang mempengaruhi siswa dalam proses belajar di

rumah, lingkungan sosial sekolah ditandai dengan terjalinnya hubungan yang

baik atau tidengan antara siswa dengan orangtua dan saudara. Setiap orang tua

menginginkan anaknya untuk berhasil, sehingga banyak usaha yang dilakukan

oleh orangtua untuk memotivasi siswa dalam belajar guna memperoleh

(26)

siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Banyak siswa yang

mempunyai masalah dalam belajar karena dilatar belakangi oleh lingkungan

sosial keluarga yang tidak mendukung. Hal ini jelas akan mengganggu siswa

dalam belajar. Peranan orang tua dalam membimbing dan membantu kesulitan

siswa dalam belajar sangat diperlukan. Penyediaan kesempatan yang

dibutuhkan anak dalam belajar di rumah sangat menunjang kesuksesan anak

dalam belajar. Membina hubungan akrab dengan anak dan memberikan

perhatian yang tinggi penting dilakukan apabila anaknya berhasil dalam

belajar. Jadi pengaruh lingkungan sosial yang semakin baik, akan diikuti

prestasi belajar siswa yang semakin baik pula, sebaliknya semakin buruk

pengaruh lingkungan sosial akan diikuti oleh semakin buruknya prestasi

belajar.

Dalam kaitannya dengan peningkatan keberhasilan belajar ataupun

peningkatan prestasi belajar, maka tidak cukup jika hanya pengaruh dari luar

siswa saja seperti lingkungan sosial yang mendukung dalam peningkatan

gairah belajar siswa tetapi juga ditambah dengan kegiatan-kegiatan lain yang

bermanfaat misalnya membaca buku pelajaran di rumah maupun di sekolah.

Minat baca yaitu kecenderungan siswa untuk melakukan kegiatan membaca,

minat baca ditandai dengn frekuensi membaca, lamanya membaca, tujuan

membaca, serta kunjungan ke perpustakaan. Sebagian besar waktu siswa

dihabiskan di rumah dan di sekolah, sehingga membaca di rumah dan di

(27)

prestasi belajar siswa, yang harus dilakukan siswa terlebih dahulu adalah

menumbuhkan minat baca. Minat merupakan kecenderungan subjek yang

menetap, untuk merasa lebih tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan

tertentu dan merasa senang mempelajari itu (Winkel, 1987 : 105), sedangkan

membaca merupakan suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh

pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis

melalui media kata-kata atau bahas tulis (Tarigan, 1983 : 7). Minat membaca

bagi seseorang sangat penting dalam kehidupan sehar-hari karena selain

menambah pengetahuan maupun informasi, membaca sebagai salah satu

bentuk cara penyadaran bagi seseorang untuk lebih berpikir analitis dan

kreatif.

Masalah anak-anak dalam hal membaca sering diungki-ungkit.

Mengapa demikian? Karena membaca dapat menumbuhkan kreativitas dan

kepribadian bagi anak-anak. Dengan membaca, maka anak-anak dapat

berpikir sehingga dapat mempu merangsang otak untuk aktif berpikir.

Kenyataannya banyak siswa yang belum mempunyai minat baca yang tinggi.

Masih banyak ditemukan siswa yang malas, belum mengerti tujuan belajar

sehingga hanya belajar bila diperintah atau menunda dan bahkan tidak

mengerjakan tugas. Banyak siswa setelah selesai pulang sekolah kegiatan

yang dilakukan adalah bermain atau menonton televisi, padahal sewajarnya

digunakan untuk istirahat dan membaca buku demi peningkatan prestasi

(28)

Selain lingkungan sosial sekolah dan sosial keluarga serta minat

membaca buku pelajaran di rumah, televisi juga berperan dalam

mempengaruhi prestasi belajar siswa. Saat ini perkembangan teknologi dan

komunikasi semakin canggih dan meningkat dengan pesat. Salah satu bentuk

teknologi misalnya dalam hal media elektronik yaitu televisi. Televisi

merupakan salah satu media yang secara langsung maupun tidak langsung

digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Program-program

televisi pun mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan zaman.

Program-program televisi tersebut salah satu fungsinya adalah untuk

memuaskan manusia atau penonton program-program televisi tersebut.

Dengan adanya televisi maka mempermudah kita untuk melihat dunia tanpa

batas atau jarak maupun waktu, karena semakin mudahnya mendapat

informasi dari televisi maka ini juga akan mempengaruhi manusia dalah hal

minat membaca buku ataupun prestasi belajar siswa.

Semakin banyaknya program televisi yang disajikan oleh stasiun

televisi maka semakin menarik perhatian bagi para penonton. Televisi adalah

pesawat sistem penyiaran gambar objek yang bergerak yang disertai dengan

bunyi (suara) melalui kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat

yang mengubah cahaya (gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik

dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yang dapat dilihat dan

bunyi yang dapat didengar, digunakan untuk penyiaran pertunjukan, berita,

(29)

yang disertai bunyi merupakan media komunikasi modern (wikipedia.org,

diakses hari minggu, 10 oktober 2011). Televisi sebagai media informasi

mempunyai dampak bagi manusia, entah itu dampak positif maupun negatif.

Adanya televisi bisa dikatakan mampu merubah kehidupan seseorang.

Lamanya menonton televisi dapat tergantung bagaimana acara televisi

menarik perhatian sesorang. Televisi dalam penelitian diartikan sebagai

kecenderungan siswa untuk menonton televisi yang ditandai dengan frekuensi

menonton televisi, lamanya menonton televisi dan tujuan menonton televisi.

Banyaknya stasiun televisi berlomba-lomba menarik perhatian seseorang

dengan program televisi yang berbeda, unik dan mampu menarik perhatian

seseorang, dalam hal ini juga terdapat perbedaan pada orang yang satu dengan

orang yang lain, sehingga diperlukanlah kebijaksanaan dalam setiap individu

menanggapi tentang televisi tersebut.

Televisi merupakan salah satu bentuk teknologi sekaligus merupakan

salah satu media informasi yang modern, maka kita juga harus melihat atau

mencermati bagaimana pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa. Pengaruh

negatif televisi akan mendorong orang untuk malas dan kurang berpikir

analitis atau kreatif. Keberadaan televisi membawa pengaruh yang besar bagi

masyarakat, khususnya anak-anak. Tidak dapat dipungkiri semakin banyaknya

acara televisi dengan berbagai program dan acara yang menarik membawa

akibat bagi anak-anak khusunya anak SD karena acara atau beragam program

(30)

menonton televisi bisa dijadikan sebagai sarana belajar, bermain, dan juga

sebagai pengisi waktu luang. Seharusnya anak bisa memilih program televisi

yang tepat, lamanya waktu yang digunakan dalam menonton televisi secara

tepat dan juga membatasi jumlah jam menonton televisi, namun dalam

kenyataannya acara televisi akan mempengaruhi anak dalam waktu belajar,

dengan demikian kalau anak sering menonton televisi maka sangat mungkin

prestasi belajarnya akan menurun karena sebagian waktunya digunakan untuk

menonton televisi.

Media televisi sebagai media elektronik yang mudah didapatkan oleh

masyarakat dari berbagai kalangan, entah itu miskin maupun kaya, untuk

anak-anak maupun dewasa sehingga dalam kesehariannya masyarakat mampu

menemukan televisi. Televisi bagi anak-anak sangat menarik ketimbang untuk

belajar, dengan acara-acara televisi yang menarik maka anak-anak tertarik

pada sebuah acara televisi, anak-anak dapat menyaksikan televisi hingga

berjam-jam sehingga waktu yang digunakan untuk kegiatan penting lainnya

seperti membaca buku atau belajar akan semakin minim sekali sehingga

nantinya akan membuat prestasi belajar rendah.

Dari hasil pengamatan awal, permasalahan yang sudah diungkapkan

dapat ditemukan pada siswa SDN Mulo Baru, kecamatan wonosari, kabupaten

Gunungkidul. Penulis memilih siswa SDN Mulo Baru dikarenakan SDN ini

merupakan SDN paling selatan dari wilayah Kecamatan Wonosari, letak SDN

(31)

berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Kebanyakan orang tua

dari mereka adalah petani dan kebanyakan lulusan orang tuanya hanya sampai

SD, sehingga nantinya akan berdampak pada variabel lingkungan sosial

keluarga dimana orang tua mereka acuh tak acuh dengan sikap anaknya,

pemikiran orang tua mereka yang penting anaknya sudah sekolah. Dengan

pemikiran orang tua mereka yang seperti itu, anaknya semakin leluasa untuk

bermain, apalagi menonton televisi atau justru sebaliknya dimana dikarenakan

orangtuanya lulusan hanya sampai SD maka tujuan orangtua mereka agar

anaknya lebih baik dari mereka dan lebih berprestasi walaupun keadaan di

pedesaan yang sederhana. Orangtuanya atau keluarganya berasal dari

golongan ekonomi menengah ke bawah dan kebanyakan orang tua mereka

pekerjaannya adalah petani maka dalam hal membaca mereka tidak

mempunyai kesempatan untuk itu, orang tua mereka berpikir untuk kerja dan

mencari uang sehingga aktivitas orang tua di rumah jarang dilakukan, apalagi

aktivitas untuk membaca sangat kurang sekali sehingga orang tua belum bisa

membentuk kepribadian atau sikap untuk membaca. Orang tua yang jarang

membaca bisa saja akan ditiru oleh anak tersebut sehingga aktivitas membaca

anak sangat kurang dan hanya digunakan untuk aktivitas lain seperti bermain

dengan teman sebaya atau menonton televisi. Siswa SD Negeri Mulo Baru

diambil sebagai sampel, dengan alasan siswa masih berada dalam tahap

perkembangan psikologi, mereka cenderung masih labil dan mudah

(32)

program televisi yang beragam dan menarik, siswa akan lebih mudah

terpengaruh

Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti ingin melihat“Kontribusi

Lingkungan Sekolah, Keluarga, Televisi, dan Minat Baca terhadap

Prestasi Siswa Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru, Wonosari,

Gunungkidul, Yogyakarta”. Yang menjadi subjek penelitian adalah siswa

SDN Mulo Baru Kelas IV dan V, Kecamatan Wonosari, Kabupaten

GunungKidul, Yogyakarta.

B. Batasan Masalah

Dalam kaitannya dengan kontribusi lingkungan sekolah, keluarga,

televisi, dan minat baca terhada prestasi siswa Sekolah Dasar Negeri Mulo

Baru, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta maka dalam penelitian ini, peneliti

memfokuskan variabel-variabel tersebut, antara lain: lingkungan sekolah

dalam penelitian ini menyangkut lingkungan sosial sekolah dan bukan

mengenai lingkungan fisik sekolah. Lingkungan keluarga dalam penelitian ini

menyangkut lingkungan sosial keluarga dan bukan mengenai lingkungan fisik

rumah, sedangkan untuk televisi menyangkut frekuensi mereka menonton

televisei lamanya mereka menonton televisi dan tujuan mereka menonton

televisi dan mengenai minat baca menyangkut minat siswa dalam membaca

buku pelajaran dan bukan buku bacaan yang lain sedangkan prestasi

(33)

rapor siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Mulo Baru, Kecamatan

Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

C. Definisi Operasional

Agar tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan variabel dalam

penelitian maka perlu dijelaskan identifikasi antara masing-masing variabel

dalam penelitian yaitu :

a. Lingkungan sekolah difokuskan pada lingkungan sosial sekolah dan bukan

mengenai lingkungan fisik sekolah. Lingkungan Sosial Sekolah yaitu

suatu keadaan yang mempengaruhi siswa dalam proses belajar.

Lingkungan sosial sekolah ditandai oleh hubungan baik tidaknya siswa

dengan guru, siswa dengan siswa maupun siswa dengan karyawan.

Lingkungan sosial sekolah ini mencakup: Perhatian terhadap siswa, sikap

terhadap siswa, pengakuan dari teman sebaya, dukungan terhadap siswa,

bimbingan dan bantuan terhadap siswa, dorongan/motivasi kepada siswa,

kerjasama terhadap siswa, siswa bertanya mengenai kesulitan, toleransi

terhadap siswa, keharmonisan lingkungan sosial, penyelesaian masalah

sosial.

b. Lingkungan keluarga difokuskan pada lingkungan sosial keluarga dan

bukan mengenai lingkungan fisik rumah. Lingkungan sosial sekolah

ditandai oleh hubungan baik tidaknya siswa dengan orang tua maupun

(34)

Perhatian terhadap siswa, sikap terhadap siswa, pengakuan dari saudara,

dukungan terhadap siswa, bimbingan dan bantuan terhadap siswa,

dorongan/motivasi kepada siswa, kerjasama terhadap siswa, siswa

bertanya mengenai kesulitan, toleransi terhadap siswa, keharmonisan

lingkungan sosial, penyelesaian masalah sosial.

c. Televisi difokuskan pada siswa dalam menonton televisi. Televisi

maksudnya Kecenderungan siswa dalam menonton televisi. Televisi

ditandai oleh frekuensi menonton televisi (berapa kali menonton televisi

dalam sehari) dan lamanya menonton televisi dalam sehari serta tujuan

siswa menonton televisi.

d. Minat baca buku difokuskan pada minat siswa membaca buku pelajaran

dan bukan untuk bacaan yang lain. Minat baca buku pelajaran yaitu

kecenderungan siswa untuk melakukan kegiatan membaca buku pelajaran.

Minat baca buku pelajaran ditandai oleh frekuensi membaca buku

pelajaran (berapa kali membaca buku dalam sehari), atau lamanya

membaca buku pelajaran dalam sehari, dan frekuensi kunjungan ke

perpustakaan serta tujuan membaca buku pelajaran.

e. Prestasi belajar. Prestasi belajar dinyatakan dalam bentuk simbol, angka,

huruf, maupun kalimat yang mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh

setiap siswa dalam periode tertentu. Dalam penelitian ini variabel prestasi

(35)

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis merumuskan

masalah sebagai berikut:

1. Seberapa besar dan signifikan, jika ada, kontribusi lingkungan sekolah

terhadap prestasi siswa Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru, Wonosari,

Gunungkidul, Yogyakarta?

2. Seberapa besar dan signifikan, jika ada, kontribusi lingkungan keluarga

terhadap prestasi siswa Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru, Wonosari,

Gunungkidul, Yogyakarta?

3. Seberapa besar dan signifikan, jika ada, kontribusi televisi terhadap

prestasi siswa Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru, Wonosari, Gunungkidul,

Yogyakarta?

4. Seberapa besar dan signifikan, jika ada, kontribusi minat baca terhadap

prestasi siswa Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru, Wonosari, Gunungkidul,

Yogyakarta?

5. Seberapa besar dan signifikan, jika ada, lingkungan sekolah, keluarga,

televisi, dan minat baca secara bersama-sama berkontribusi terhadap

prestasi siswa Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru, Wonosari, Gunungkidul,

(36)

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini

adalah:

1. Untuk mengetahui seberapa besar dan signifikan, jika ada, kontribusi

lingkungan sekolah terhadap prestasi siswa Sekolah Dasar Negeri Mulo

Baru, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta.

2. Untuk mengetahui seberapa besar dan signifikan, jika ada, kontribusi

lingkungan keluarga terhadap prestasi siswa Sekolah Dasar Negeri Mulo

Baru, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta.

3. Untuk mengetahui seberapa besar dan signifikan, jika ada, kontribusi

televisi terhadap prestasi siswa Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru,

Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta.

4. Untuk mengetahui seberapa besar dan signifikan, jika ada, kontribusi

minat baca terhadap prestasi siswa Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru,

Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta.

5. Untuk mengetahui seberapa besar dan signifikan, jika ada, lingkungan

sekolah, keluarga, televisi, dan minat baca secara bersama-sama

berkontribusi terhadap prestasi siswa Sekolah Dasar Negeri Mulo Baru,

(37)

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:

1. Bagi Penulis

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan gambaran mengenai

kontribusi lingkungan sekolah, keluarga, televisi, dan minat baca

bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi siswa di sekolah serta melihat dari ke

empat variabel tersebut, mana yang berkontribusi paling banyak terhadap

prestasi belajar siswa di sekolah.

2. Bagi Siswa

Penelitian ini diharapkan sebagi masukan bagi siswa untuk mengetahui

dampak televisi bagi pengguna, dan memberikan bahan pertimbangan

penggunaan televisi dengan baik serta peningkatan terhadap prestasi

belajar siswa di sekolah serta penelitian ini juga diharapkan memberi

masukan kepada siswa untuk meningkatkan prestasi siswa di sekolah

melalui pemanfaatan perpustakan sekolah dan minat membaca buku

pelajaran.

3. Bagi Universitas

Hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan perbandingan atau

(38)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Lingkungan Sosial Sekolah dan Keluarga

1. Lingkungan Sosial Sekolah

Menurut Suryabrata (1984 : 253), lingkungan sosial adalah semua orang

atau manusia lain yang mempengaruhi siswa dalam proses belajar.

Lingkungan sosial sekolah mencakup guru dan siswa. Guru yang selalu

menunjukkan sikap dan perilaku yang simpatik serta memperlihatkan suri

teladan yang baik, khususnya dalam hal belajar, menjadi daya dorong positif

bagi kegiatan belajar siswa. Hubungan antara siswa dengan siswa yang

terjalin baik, memungkinkan sifat saling tolong menolong antar siswa yang

mengalami kesulitan belajar.

Menurut Prayitno (1989 : 147), setiap orang membutuhkan pengakuan

dari orang lain begitu pula dengan siswa. Dalam lingkungan sosial sekolah ini

mengacu pada hubungan yang terjadi pada guru dengan siswa, siswa dengan

siswa. Siswa membutuhkan pengakuan dari guru dan teman-temannya sebagi

sumber motivasi. Siswa yang mempunyai kebutuhan sosial tinggi akan

berprestasi baik dan dapat bekerja dengan temannya, dan siswa yang

mempunyai kebutuhan sosial rendah akan lebih bekerja sendiri. Teman

sekelas atau teman sebaya merupakan salah satu faktor yang dapat membantu

(39)

Vembrianto (1993:54) teman sebaya adalah kelompok yang terdiri atas

sejumlah individu yang sama, baik dalam hal usia status atau pribadi

sosialnya. Bila siswa malu bertanya kepada guru dalam mengerjakan

soal-soal, siswa yang kesulitan dapat menanyakan kepada teman sekelas.

Hubungan sosial perlu dikembangkan oleh guru maupun oleh siswa.

Menurut Masidjo (1995:49) siswa merupakan individu yang unik,

artinya tidak ada dua orang siswa yang sama persis, tiap siswa memiliki

perbedaan satu sama yang lainnya. Kesadaran bahwa dirinya berbeda dengan

siswa yang lain, akan membantu menentukan cara belajar dan sasaran belajar

bagi dirinya sendiri. Menurut Sardiman (1986:103) kualitas interaksi belajar

antara siswa berlangsung baik intelektual maupun sosio emosional, sehingga

meningkatkan peluang pembentukan kepribadian seutuhnya, terutama yang

berkaitan dengan kemauan bekerja sama di dalam memecahkan masalah.

Dukungan pada dasarnya merupakan dorongan moril maupun materiil dalam

mewujudkan suatu rencana. Siswa akan menerima dukungan dari teman

sekelasnya itu dapat berupa kerjasama, perhatian yang diberikan teman

sekelas, dan adanya sikap toleransi antar teman sekelas.

Hubungan yang kurang harmonis dapat menimbulkan beberapa

kelompok yang tidak bersahabat di dalam kelas. Persaingan dalam belajar

yang tidak sehat diantara kelompok dalam suatu kelas dapat menimbulkan

(40)

itu ada baiknya bila di dalam kelas siswa saling memberikan dukungan yang

positif, baik yang berupa kerjasama, perhatian maupun adanya sikap toleransi.

Selain hubungan antar siswa, siswa juga harus menjaga hubungan

dengan guru. Begitu pula dengan guru, hubungan sosial guru dapat

diwujudkan dengan tersedianya waktu dan tenaga untuk membina hubungan

yang akrab dengan siswa, menyediakan waktu di luar sekolah untuk

berhubungan dengan orang tua siswa, menyelesaikan masalah sosial antar

siswanya.

2. Lingkungan Sosial Keluarga

Menurut Walgito (1990:78) fungsi orang tua dalam keluarga memegang

peranan penting dalam proses belajar siswa. Siswa yang tinggal satu rumah

dengan orang tua lebih mendapat perhatian, bimbingan dan dorongan yang

khusus dalam kegiatan belajarnya dibandingkan dengan siswa yang

tinggalnya jauh dari orang tua. Sikap orang tua yang lembut dan ramah

terhadap anak, tetapi mempunyai aturan tentang lingkah laku anak adalah ciri

orang tua yang sukses dalam menunjang prestasi dan proses belajar anak.

Peran saudara terutama kakak kandung sangat diperlukan siswa, baik dalam

membantu kesulitan belajar, maupun sebagai tempat konsultasi siswa

(41)

B. Televisi

1. Pengertian Televisi

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi

sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang

monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan

gabungan dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani dan visio

("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai

“alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”

(http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi, diakses hari minggu, 10 oktober 2011).

Dalam Ensiklopedi Indonesia, televisi dimaksudkan sebagai sistem

pengambilan, registrasi, penyimpanan, dan penyuguhan kembali gambar

melalui tenaga listrik. Gambar ditangkap dengan kamera televisi diubah

menjadi sinyal listrik dan dikirim langsung lewat kawat kepada pesawat

penerima. Lazimnya penyampaian gambar sekarang menggunakan gelombang

elektromagnetis yang disiarkan stasiun pemancar televisi, pesawat penerima

mengubah gelombang elektromagnetis menjadi gambar dan suara.

Menurut UU No. 32 Tahun 2002 tentang penyiaran, bahwa penyiaran

televisi adalah media komunikasi massa dengar pandang, yang menyalurkan

gagasan dan informasi dalam bentuk suara dan gambar secara umum, baik

terbuka maupun tertutup, berupa program yang teratur dan

(42)

Televisi sebagai media komunikasi untuk penyampaian informasi,

pendidikan, dan hiburan adalah salah satu media visual dan auditif yang

mempunyai jangkauan yang sangat luas (Badan Pertimbangan Pendidikan

Nasional, 1992 : 1).

2. Perkembangan Stasiun Televisi Di Indonesia

Kebijaksanaan pemerintah untuk memiliki dan mengoperasikan sistem

komunikasi satelit domestik merupakan keputusan yang tepat. Sistem ini

merupakan kebutuhan yang mutlak bagi Indonesia karena keadaan dan letak

geografisnya. Dasar pertimbangan pengembangan sistem ini adalah untuk

keperluan pendidikan dan hiburan. Peningkatan kemampuan meliput siaran

tersebut didukung oleh perkembangan sumber daya energi surya, dan

ditambah pula dengan kehadiran antena parabola sehingga memungkinkan

dapat menerima siaran televisi dari luar negeri. Sistem tersebut sangat handal

untuk menjadi sarana menjalin satu kesatuan wawasan nusantara. Di samping

itu, sistem tersebut sekaligus sebagai salah satu sarana media komunikasi

antar bangsa, khusunya di kawasan asia tenggara. Keberadaan media televisi

mempunyai arti penting dalam konteks kerangka pembangunan nasional.

Keseluruhan hasil dan dinamika pembangunan segera dapat diketahui oleh

masyarakat melalui suara dan gambar (audio visual) dalam siaran televisi.

Siaran televisi dari waktu ke waktu mengalami peningkatan baik dari segi

jumlah maupun dari segi mutu (Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional,

(43)

Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang

Penyiaran, izin penyelenggaran siaran televisi melalui antena UHF/VHF

(terestrial) yang dikeluarkan hanyalah untuk stasiun televisi lokal. Stasiun

televisi yang ingin melakukan siaran nasional harus melakukan siaran

berjaringan antar beberapa stasiun televisi lokal. Sistem televisi berjaringan di

Indonesia adalah sistem televisi berjaringan di Indonesia yang mengharuskan

televisi- televisi yang memiliki daya frekuensi siaran nasional (SCTV, RCTI,

MNCTV, Indosiar, antv, Metro TV, Trans TV, tvOne, Trans7, dan Global

TV, agar melepaskan frekuensi terhadap daerah- daerah siaran mereka dan

menyerahkan pada orang/ lembaga/ organisasi daerah yang ingin

menggunakannya untuk dikembangkan.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_televisi_berjaringan_di_Indonesia,

diakses hari minggu, 10 oktober 2011)

Sumber: (http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_televisi_berjaringan_di_Indonesia,

(44)

Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang

Penyiaran, telah terdapat beberapa stasiun televisi yang melakukan siaran

berjaringan dengan stasiun-stasiun televisi lokal di berbagai daerah misalnya

B-Channel, Bali TV, City TV Network, JPMC, Kompas TV, SINDOTV,

Spacetoon, TempoTV, Top TV Network

3. Manfaat Televisi

Mengkonsumsi televisi manurut cara-cara yang baik akan menghasilkan

manfaat bagi anak (Buletin Perpustakaan UGM No.33, 2000 : 30), yaitu:

a. Membantu proses belajar baca tulis dan melek lisan

Televisi dalam menyajikan hal bentuk visual pada dasarnya telah

membuat anak-anak mempermudah mengenal huruf dan penampilan

visualdalam bentuk benda yang belum mereka kenal.

b. Merupakan kacamata dunia sekitar

Anak-anak dalam memenuhi keingintahuan tentang segala sesuatu

diseputar kehidupan baik yang dekat maupun yang jauh dapat tertolong.

c. Membukukan cakrawala kehidupan

Begitu rumitnya kehidupan sehingga tanpa bantuan orang lain rasanya

sulit bagi anak untuk mencermati kehidupan sendiri.

d. Sebagai penunjang dalam pelajaran sekolah khususnya dalam hal

(45)

Harus pandai-pandai memanfaatkan informasi yang diberikan televisi dari

berbagai keberagaman muatan dan fungsi sebagai penunjang bagi

pengetahuan yang diperoleh dari sekolah.

e. Memperkaya pengalaman hidup

Televisi dapat memungkinkan anak mengalami berbagai hal tanpa harus

merasakannya sendiri.

4. Dampak Anak-Anak Menonton Televisi

Menurut Nasution (1997: 206) Dampak yang timbul bagi anak-anak

akibat menonton televisi bisa dilihat dari:

a. Perilaku

Peniruan perbuatan kekerasan. Kekhawatiran para psikolog, pemimpin

agama, bila anak-anak secara rutinitas melahap aneka ragam acara dalam

berbagai bentuk format, terutama film kekerasan maka punya

kemungkinan besar akan meniru dalam kesehariannya mereka.

b. Sikap

Tidak dapat membedakan khayalan dengan kenyataan. Dapat dimaklumi

anak-anak berpandangan mereka yang tampil dilayar televisi merupakan

hal yang nyata. Hal ini disebabkan berpikirnya anak masih sederhana.

c. Pendidikan

Menghabiskan waktu. Banyak waktu yang dihabiskan anak hanya untuk

(46)

bermain dengan sesamanya, membantu kedua orang tua, mengerjakan

tugas belajar dan tugas rumah.

d. Mengurangi minat belajar.

e. Budaya dan agama

Dapat mengurangi identitas nasional. Dan kekaguman yang berlebihan

kepada budaya barat. Segala sesuatu yang menjadi jati diri bangsa menjadi

berkurang, namun jika timbul kekaguman terhadap apa saja yang tampil

dilayar TV, hal-hal yang buruk yang ada haruslah dicegah. Mengaburkan

nilai-nilai agama. Banyak sajian televisi yang tidak mengindahkan

norma-norma keagamaan bahkan bertentangan dengan nilai sosial budaya yang

baik

C. Minat Baca

1. Minat

a. Pengertian Minat

Menurut pengertiannya yang paling dasar, minat berarti sibuk,

tertarik, atau terlibat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan karena

menyadari kepentingannya itu (Gie, 1994 : 28). Selanjutnya minat

menurut Winkel (1987 :105) diartikan sebagai kecenderungan subjek yang

menetap, untuk merasa lebih tertarik pada bidang studi atau pokok

bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari itu

Pendapat lain dikemukakan oleh Usman (1990 : 22), minat

(47)

besar sekali pengaruhnya terhadap belajar sebab dengan minat seseorang

akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya, tanpa minat

seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu.

Menurut Suryabarata (1987 : 9) minat adalah pemusatan tenaga

teknis yang tertuju pada suatu obyek. Berdasarkan pengertian tersebut

dapat disimpulkan bahwa minat adalah kecenderungan arah pemusatan

perhatian yang ditandai oleh perasaan senang. Minat sangat penting

karena minat yang tinggi terhadap obyek atau kegiatan akan menunjang

efektifitas tujuan

b. Unsur Minat

Minat memiliki tiga unsur, yaitu unsur afektif, konatif dan kognitif.

Unsur afektif dan konatif memiliki peran yang lebih besar dalam

membentuk minat dibandingkan unsur kognitif. Hal ini karena unsur

afektif dan konatif sekali terbentuk cenderung lebih bertahan lama.

1) Unsur Afektif

Unsur afektif adalah kategori penerimaan, partisipasi, penentuan sikap,

pengorganisasian dan pembentukan pola hidup (Winkel, 1987 : 157)

2) Unsur Konatif

Menurut Winkel (1987 : 40) belajar konatif adalah belajar

menghendaki sesuatu secara wajar sehingga siswa tidak menghendaki

sembarang hal. Berkehendak adalah suatu aktifitas psikis yang terarah

(48)

meliputi karakter hasrat, kehendak yang kuat untuk berusaha, motivasi

yang kuat tumbuh dari dalam dirinya sendiri dan tingkat konsentrasi

pada saat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan minatnya.

3) Unsur Kognitif

Kategori jenis perilaku kognitif menurut Winkel (1987 : 157) adalah

pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi.

c. Pengukuran Minat

Seseorang yang menaruh minat pada sesuatu biasanya mempunyai

dorongan yang kuat untuk berbuat aktif terhadap obyek yang menarik

perhatiannya (Tarigan, 1989 : 89).

Minat muncul dalam perilaku. Minat membaca buku akan muncul

dalam sikap dan senang serta sering membaca buku. Oleh karena itu,

minat dapat diukur melalui tingkah laku yang berkaitan degan bidang

yang diminatinya. Menurut Winkel (1987 : 52) minat dapat diukur dengan

alat tes dan nontes. Alat tes yang digunakan adalah tes minat. Alat nontes

yang dapat digunakan adalah angket tertulis, wawancara dan kartu pribadi.

Menurut Winkel (1987 : 53) minat dapat diteliti dengan empat cara yaitu:

1) Menyaksikan kegiatan-kegiatan yang disukai dan sering dilakukan

2) Menanyakan secara langsung kegiatan-kegiatan yang disukai

3) Memberikan tes minat dimana siswa harus menjawab sejumlah

pertanyaan tentang kegiatan apa yang disukai dan kegiatan apa yang

(49)

4) Memberikan tes untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan siswa

tentang kegiatan yang berkaitan dengan bidang-bidang tertentu.

Dalam penelitian ini minat membaca buku pelajaran yang terdiri dari

unsur afektif, unsur konatif, dan unsur kognitif diukur dengan

menggunakan kuesioner.

d. Peranan Minat dalam Membaca

Dalam pengajaran membaca, faktor minat menduduki posisi penting

karena ternyata minat dapat meningkatkan keberhasilan pengajaran

membaca.

2. Membaca

a. Pengertian Membaca

Pengertian membaca menurut Tarigan (1983 : 7) adalah suatu proses

yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh

pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata

atau bahasa tulis. Membaca menurut Gie (1994 : 61) adalah serangkaian

kegiatan pikiran seseorang yang dilakukan secara penuh perhatian untuk

memahami makna suatu keterangan yang disajikan kepada indera

penglihatan dengan bentuk lambang, huruf, dan tanda lainnya, jadi

membaca bukanlah kegiatan mata memandang serangkaian kalimat dalam

bahan bacaan, melainkan terutama adalah kegiatan pikiran memahami

suatu keterangan melalui indera penglihatan.

(50)

Menurut Darmono (2001 : 183) tujuan umum orang membaca adalah

untuk mendapatkan informasi baru. Dalam kenyataanya terdapat tujuan

yang lebih khusus dari kegiatan membaca, yaitu:

1) Membaca untuk meningkatkan pengetahuan seperti pada membaca

buku-buku pelajaran atau buku ilmu pengetahuan. Kegiatan membaca

meningkatkan pengetahuan disebut juga dengan reading for

intellectual profit.

2) Membaca untuk tujuan kesenangan. Termasuk dalam kategori ini

adalah membaca novel, surat kabar, majalah dan komik

3) Membaca untuk melakukan suatu pekerjaan, misalnya para mekanik

perlu membaca buku petunjuk, ibu-ibu membacabooklettentang resep

masakan, mambaca prosedur kerja dari pekerjan tertentu. Kegiataan

membaca semacam ini dinamakan denganreading for work.

c. Ragam Membaca

Menurut Gie (1994 : 61) pada umumnya dalam kehidupan

sehari-hari membaca dapat dibedakan dalam tiga ragam yaitu:

1) Membaca Ragam Hiburan

Ini adalah membaca cerita-cerita seperti misalnya novel atau majalah

hiburan. Pembacaan dilakukan secara urut dari awal sampai tahap

akhir. Tujuan terutama ialah untuk menikmati cerita-cerita itu dan

menghargai kemampuan pengarang mengolah alur kisahnya sehingga

(51)

Membaca ragam hiburan ini mudah dilakukan karena tidak

memerlukan latar belakang pengetahuan tertentu. Kisahnya mengenai

peristiwa-peristiwa kehidupan sehari-hari jalurnya dalam bentuk

penceritaan yang umumnya mengikuti urutan waktu dan tidak memuat

berbagai pengertian abstrak yang memerlukan istilah-istilah teknis.

2) Membaca Ragam Sepintas

Ini adalah membaca secara cepat yang kadang-kadang disertai

melompat-lompat terhadap suatu bacaan. Pembacaan dapat dilakukan

ke depan dan kebelakang atau secara silang-menyilang. Tujuannya

dapat berupa dua macam, yaitu untuk memperoleh gambaran selayang

pandang mengenai apa yang telah diuraikan dalam suatu bahan bacaan

atau untuk menemukan suatu keterangan yang memang sejak semula

dicari dalam bahan bacaan itu

3) Membaca Ragam Studi

Ini adalah membaca buku pelajaran dan bahan-bahan lainnya dalam

suatu bidang pengetahuan. Pembacaan dilakukan secara cermat dan

bila perlu diulang beberapa kali. Tujuannya adalah untuk menangkap,

memahami dan mengingat berbagai pengetahuan dan suatu cabang

ilmu.

d. Membaca dan Persaingan yang Menariknya

Dikutip dari Tarigan (1989 : 94) bahwa pada usia anak-anak untuk

(52)

hal yang menarik di luar dirinya, misalnya acara TV, radio, mobil-mobilan

dan alat bermain lainnya. Hal tersebut sering kali mengalihkan dari

kegiatan membaca. Walaupun kita mengakui bahwa itu semua merupakan

hiburan hati bagi anak-anak. Tetapi jika hal tersebut sangat mendominasi

waktu anak, bisa berakibat kurang baik bagi pengembangn minat dan

budaya bacanya.

3. Minat Baca

a. Pengertian Minat baca

Menurut Darmono (2001 : 182) yang menyatakan bahwa minat baca

merupakan kecenderungan jiwa yang mendorong seseorang berbuat

sesuatu terhadap membaca. Minat baca ditunjukkan dengan keinginan

yang kuat untuk melakukan kegiatan membaca. Orang yang memiliki

minat baca yang tinggi senantiasa mengisi waktu luangnya dengan

membaca. Menurut Sutarno (2003 : 19) minat baca dapat diartikan sebagai

kecenderungan hati yang tinggi orang tersebut kepada suatu sumber

bacaan.

Dari beberapa uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa minat baca

adalah kecenderungan subjek yang menetap, untuk merasa tertarik dalam

kegiatan membaca

b. Indikator Minat Baca

Menurut Kurniawan (2000 : 239-243) ada beberapa indikator yang

(53)

Kebutuhan akan bacaan, tindakan mencari bahan bacaan, timbul rasa senang, ketertarikan, keinginan. Tradisi membaca merupakan aktivitas yang mantap jika membacanya lebih terarah dengan menggunakan cara yang efektif dan efisien. Untuk mengukur indikator tradisi membaca seseorang antara lain dapat dilakukan dengan melihat kekerapan waktu yang digunakan, jenis bacaan, cara memperoleh bacaan, dan daya serap terhadap bacaan. Sedangkan proses membaca dapat ditandai oleh frekuensi membaca, kunjungan perpustakaan, jumlah kepemilikan bacaan yang relevan dengan jenis tulisan, jenis-jenis sumber informasi yang diakses, dan aktivitas membaca.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Hurlock (1988 : 147) yang

menyatakan bahwa memanfaatkan waktu dan tenaga untuk kegiatan yang

sesuai dengan minat akan lebih berhasil dibandingkan dengan kegiatan

yang tidak sesuai dengan minatnya.

c. Faktor-Faktor Minat Baca

Menurut Sutarno (2003 : 21) ada beberapa faktor yang mampu

mendorong bangkitnya minat baca. Faktor-faktor tersebut adalah:

1) Rasa ingin tahu yang tinggi atas fakta, teori, prinsip, pengetahuan dan

informasi;

2) Keadaan lingkungan fisik yang memadai dalam arti tersedianya bahan

bacan yang menarik, berkualitas dan beragam;

3) Keadaan lingkungan sosial yang kondusif;

4) Rasa haus akan informasi, rasa ingin tahu erutama yang terkini;

(54)

Selain itu menurut Soedijarto (1993), Beberapa faktor yang

melatarbelakangi rendahnya minat baca kalangan masyarakat Indonesia:

a. Faktor budaya

b. Situasi pendidikan di kelas dan ruang kuliah

c. Kesenangan berkumpul untuk”ngobrol”

d. Menariknya media elektronik

e. Langkanya bahan bacaan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan

pembaca

d. Meningkatkan Minat Baca

Minat baca sangat berpengaruh terhadap keterampilan membaca.

Membaca merupakan kunci kesuksesan dalam belajar. Tanpa menguasai

keterampilan membaca, siswa tidak dapat menguasai semua pelajaran di

kelas. Bila siswa malas untuk membaca maka ia tidak dapat

mengharapkan akan memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Minat baca

tidak dengan sendirinya dimiliki seseorang, termasuk anak-anak dalam

usia sekolah (Darmono, 2001 : 184). Minat baca dapat tumbuh dan

(55)

Menurut Darmono (2001 : 186), ada tiga hal yang perlu

dipertimbangkan dalam upaya mengembangkan minat baca siswa, yaitu:

1) Dimensi edukatif pedagogik

Minat baca siswa dapat dikembangkan dari tindakan motivasional

yang dilakukan guru di kelas, misalnya guru memberi tugas untuk

membaca disertai dengan tugas untuk membuat laporan.

2) Dimensi sosio kultural

Minat baca siswa dapat digalakkan berdasarkan hubungan-hubungan

sosial dan kebiasaan anak sebagai anggota masyarakat, misalnya

orangtua memberi contoh kegiatan membaca dan menyediakan

fasilitas yang menunjang kegiatan membaca.

3) Dimensi perkembangan psikologi

Sekolah ataupun orangtua menyediakan bahan bacaan yang sesuai

dengan kebutuhan siswa.

Menurut Sukardi (1986 : 104-107) adapun hal-hal yang perlu

diperhatikan untuk mengembangkan minat baca siswa adalah:

1) Guru menetapkan sistem wajib baca : dengan mewajibkan siswa

membaca buku akan membentuk kebiasaan membaca yang pada

akhirnya akan menumbuhkan minat baca.

2) Sekolah mengadakan promosi buku baru yang ada di perpustakaan

(56)

Sedangkan menurut Rosidi (1983 : 77-82), ada tiga faktor yang perlu

diperhatikan dalam mengembangkan minat baca siswa, yaitu:

1) Meningkatkan minat baca guru dan orangtua

Penting sekali meningkatkan kegemaran akan membaca dan akan

bacan yang baik pada guru dan orangtua supaya mereka dapat

memberi contoh dan mendidik anak-anaknya untuk gemar membaca.

2) Penyediaan bahan bacaan

Untuk memupuk anak gemar membaca, pihak orangtua dan sekolah

hendaknya menyediakan bahan bacaan yang berkualitas sehinga

benar-benar membina minat baca siswa ke arah yang benar.

3) Pengajaran teknik membaca

Guru dan orangtua mengajarkan cara membaca secara efisien sehingga

dapat menangkap intisari dari apa yang dibaca.

Dari ketiga pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa minat baca

siswa dapat tumbuh dan berkembang dengan cara dibentuk. Untuk usaha

menumbuhkan dan mengembangkan minat baca siswa dapat dilakukan

dengan cara:

1. Meningkatkan minat baca orangtua dan guru sebagai contoh bagi

siswa untuk menmbuhkan dan mengembangkan minat baca siswa.

2. Guru mewajibkan siswa untuk membaca melalui tugas-tugas yang

(57)

3. Menyediakan bahan bacaan yang berkualitas dan sesuai dengan

kebutuhan siswa.

4. Menyelenggarakan pameran buku.

D. Prestasi Belajar

1. Pengertian Prestasi Belajar Siswa

Prestasi belajar menurut Purwanto (1987 : 85-87) adalah hasil suatu

proses pengolahan (output) dari suatu proses transformasi terhadap masukan

(input) yang berupa materi pelajaran. Prestasi itu dapat diketahui dari

nilai-nilai yang berupa angka atau huruf dari tes yang diberikan kepada siswa.

Sedangkan menurut Sutratinah (1984:43) prestasi belajar dinyatakan

dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang mencerminkan hasil

yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu, yang ditulis

dalam rapor. Pendapat tersebut didukung oleh pendapat Masidjo (1995:40)

yang mengungkapkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil proses belajar

yang dilakukan secara sengaja sebagai hasil suatu pengukuran.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa

Menurut Slameto (1988 : 56-74) prestasi belajar dipengaruhi oleh:

a. Faktor intern yang meliputi:

1) Faktor jasmani: proses belajar akan terhambat bila kesehatan dan

(58)

2) Faktor psikologis: faktor ini terdiri dari tujuh hal yaitu intelegensi,

perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan.

3) Faktor kelelahan: agar siswa dapat belajar dengan baik, ia harus

berusaha jangan sampai mengalami kelelahan dengan cara istirahat

yang cukup dan melakukan variasi dalam belajar.

b. Faktor ekstern yang meliputi:

1) Faktor keluarga: yang termasuk dalam faktor ini adalah cara orangtua

mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan

ekonomi keluarga, pengertian keluarga, dan latar belakang

kebudayaan.

2) Faktor sekolah: faktor ini meliputi metode pengajaran, kurikulum,

relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, dan disiplin

sekolah.

3) Faktor masyarakat: yang mempengaruhi prestasi belajar dari faktor ini

adalah kegiatan siswa dalam masyarakat, teman bergaul. Dan bentuk

kehidupan masyarakat.

Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar menurut Masidjo (1996 :

26-60) adalah:

a. Faktor internal yang meliputi berpikir, intelegensi, ingatan atau memori,

motivasi, dan perasaan minat-sikap.

b. Faktor eksternal yang meliputi kemampuan mengajar guru, lingkungan,

(59)

Sedangkan menurut Rumini (1995:60) faktor-faktor yang

mempengaruhi prestasi belajar adalah:

a. Faktor yang berasal dari dalam individu

1) Faktor psikis meliputi kognitif, afektif, psikomotorik, dan kepribadian.

2) Faktor fisik meliputi kondisi indera, anggota badan, tubuh, kelenjar

syaraf dan organ-organ dalam tubuh.

b. Faktor yang berasal dari luar individu meliputi faktor lingkungan alam,

sosial ekonomi, guru, metode mengajar, kurikulum, materi pelajaran dan

sarana prasarana

Dari pendapat-pendapat yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan

bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:

a. Faktor intern (yang berasal dari dalam individu):

1) Faktor jasmani

2) Faktor psikis

3) Faktor kelelahan

b. Faktor ekstern (yang berasal dari luar individu):

1) Faktor lingkungan alam

2) Faktor keluarga

3) Faktor sekolah

(60)

E. Penelitian Terdahulu

Hasil penelitian sebelumnya yang meneiliti mengenai “Pengaruh Minat

Baca, Disiplin Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Akuntansi

Keuangan Dasar I oleh Arum Woro Winangsih (2007). Hasil dari penelitian ini

bahwa:

1. Terdapat pengaruh positif antara minat baca terhadap prestasi belajar AKD I.

Hal ini didukung dari hasil perhitungan diketahui bahwa rhitungsebesar 0,084

dan thitung sebesar 2,603 lebih besar dari ttabelyaitu sebesar 1,665 pada taraf

signifikansi 5%.

2. Terdapat pengaruh positif antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar

AKD I. Hal ini didukung dari hasil perhitungan diketahui bahwa rhitungsebesar

-0,116 dan thitungsebesar 5,086 lebih besar dari ttabelyaitu sebesar 1,665 pada

taraf signifikansi 5%.

3. Terdapat pengaruh positif antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar

AKD I. Hal ini didukung dari hasil perhitungan diketahui bahwa rhitungsebesar

0,006 dan thitungsebesar 3,400 lebih besar dari ttabelyaitu sebesar 1,665 pada

taraf signifikansi 5%.

4. Terdapat pengaruh positif antara minat baca, disiplin belajar, dan motivasi

belajar terhadap prestasi belajar AKD I. Hal ini didukung dari hasil

perhitungan diketahui bahwa Rxy 1,2,3sebesar 0,762 dan Fhitungsebesar 34,987

(61)

F. Kerangka Berpikir

1. Kontribusi lingkungan sekolah terhadap prestasi siswa

Prestasi belajar siswa di sekolah juga dipengaruhi oleh faktor yang

berasal dari luar yaitu lingkungan sosial sekolah dan keluarga. Lingkungan

sosial sekolah dan keluarga sangat erat kaitannya dengan siswa. Lingkungan

sekolah maupun lingkungan rumah sangat mempunyai peranan penting dalam

merangsang minat siswa untuk belajar. Guru maupun orang tua hendaknya

dapat menciptakan lingkungan sosial sekolah dan lingkungan sosial rumah

yang memungkinkan motivasi dan minat siswa untuk belajar menjadi

meningkat. Lingkungan sosial seperti di sekolah yang tidak mendukung juga

akan mengganggu proses belajar siswa, misalnya sikap guru dan para

karyawan yang tidak ramah, selain itu siswa juga memerlukan pengakuan dari

teman sebaya sebagai sumber motivasi untuk meningkatkan prestasi

belajarnya. Sering kita jumpai siswa yang memiliki hubungan yang baik

dengan siswa lain menunjukkan kagairahan dalam belajar. Berbeda dengan

siwa yang memiliki hubungan tidak baik dengan temannya dia akan merasa

tidak bergairah dalam belajar dan bahkan prestasi yang diperoleh akan rendah

dibanding dengan teman yang memiliki hubungan baik dengan teman lain.

Jadi lingkungan sosial sekolah yang semakin baik, akan berkontribusi

terhadap prestasi belajar siswa yang semakin baik pula. Sebaliknya, semakin

buruk lingkungan sosial sekolah akan diikuti oleh semakin buruknya prestasi

(62)

2. Kontribusi lingkungan keluarga terhadap prestasi siswa

Selain lingkungan sekolah, lingkungan yang dapat memotivasi belajar

belajar siswa adalah lingkungan sosial keluarga. Setiap orang tua

menginginkan anaknya untuk berhasil, sehingga banyak usaha yang dilakukan

oleh orangtua untuk memotivasi siswa dalam belajar guna memperoleh

prestasi yang bagus. Selain orang tua, saudara lain juga harus mendukung

siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Banyak siswa yang

mempunyai masalah dalam belajar karena dilatar belakangi oleh lingkungan

sosial keluarga yang tidak mendukung. Hal ini jelas akan mengganggu siswa

dalam belajar. Peranan orang tua dalam membimbing dan membantu kesulitan

siswa dalam belajar sangat diperlukan. Penyediaan kesempatan yang

dibutuhkan anak dalam belajar di rumah sangat menunjang kesuksesan anak

dalam belajar. Membina hubungan akrab dengan anak dan memberikan

perhatian yang tinggi penting dilakukan apabila anaknya berhasil dalam

belajar. Jadi lingkungan sosial keluarga yang semakin baik, akan

berkontribusi terhadap prestasi belajar siswa yang semakin baik pula.

Sebaliknya, semakin buruk lingkungan sosial sekolah akan diikuti oleh

semakin buruknya prestasi belajar.

3. Kontribusi televisi terhadap prestasi siswa

Televisi sebagai media elektronik yang memberikan informasi, hiburan

dan pendidikan kehadirannya dapat diterima sebagai sesuatu yang positif

(63)

ilmu dan teknologi serta ikut berperan mencerdaskan kehidupan bangsa dan

membentuk manusia Indonesia seutuhnya, namun ada kecenderungan bahwa

kehidupan manusia sekarang dan masa depan akan selalu dihadapkan pada

demikian banyak permasalahan sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan

dan teknologi, dan keputusan diserahkan saja kepada manusia itu sendiri

untuk menjadi manusia yang baik atau manusia yang tidak baik.

Kehadiran media televisi membawa pengaruh yang cukup besar bagi

para pemirsanya baik sebagai anggota masyarakat maupun sebagai individu.

Pengaruh tersebut ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif.

Acara televisi yang menarik dan beragam cukup menarik perhatian bukan

hanya dikalangan anak-anak tetapi juga orang dewasa, maka tidak dapat

diingkari bahwa televisi memperlihatkan tingkat efektivitas dan efisiensi yang

tinggi sebagai media hiburan dan pendidikan. Pengenalan media elektronik

seperti televisi secara tidak langsung sudah diperkenalkan sejak usia dini (2

tahun) sehingga pada usia SD, waktu yang dihabiskan untuk menonton

televisi lebih banyak daripada waktu yang dipergunakan untuk belajar

sehingga banyak murid-murid yang menghabikan waktu bermain dan waktu

belajarnya di depan televisi, tingkat prestasinya menjadi turun, sebaliknya

murid-murid yang membatasi lamanya waktu menonton televisi dan

mempunyai banyak waktu untuk belajar, tingkat prestasinya menjadi lebih

Gambar

Tabel III.2
Tabel III.1
Tabel III.3
Tabel III.4
+7

Referensi

Dokumen terkait

Maka dari hal tersebut penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “ Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan Dan Minat Baca Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KERUKUNAN KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV, V, DAN VI SD NEGERI 3 BENTANGAN KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah manakah yang lebih berpengaruh antara keterlibatan orang tua dan kemampuan ekonomi keluarga terhadap minat baca siswa kelas

Hasil penelitian menunjukkan: (1) kegiatan ekstrakurikuler berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa MAN-2 Tanjung Pura; (2) minat baca berpengaruh

Penulisan tesis yang berjudul “Kontribusi Layanan Perpustakaan, Ketersediaan Fasilitas, Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Minat Baca Siswa Di Perpustakaan (Studi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai minat baca dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca, sehingga minat baca lebih meningkat pada

Hasil analisis regresi ganda menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara lingkungan keluarga dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai hubungan antara pemanfaatan perpustakaan sekolah dan minat baca siswa dengan prestasi belajar di SMA Negeri 5 Surakarta