BAB II KERANGKA TEORI DAN FOCUS OF INTEREST. Association (IPRA) adalah fungsi manajemen dari ciri-ciri yang terencana dan

Teks penuh

(1)

8 BAB II

KERANGKA TEORI DAN FOCUS OF INTEREST

A. Kerangka Teori

a) Pengertian Public Relations

Definisi Public Relations menurut The International Public Relations Association (IPRA) adalah fungsi manajemen dari ciri-ciri yang terencana dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi-organisasi, lembaga-lembaga umum, dan pribadi dipergunakan untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati, dan dukungan dari mereka yang ada hubungan dan diduga akan ada kaitannya, dengan cara menilai opini publik, dengan tujuan sedapat mungkin menghubungkan kebijakasanaan dan ketatalaksanaan, guna mencapai kerja sama yang lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien. (Frida Kusumastuti, 2002: 14)

Menurut The British Institute of Public Relations yakni Praktek Humas atau PR adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya. (Elvinaro Ardianto, 2008: 41-43)

Sementara Robert T. Relly dalam bukunya yang berjudul The Action of Public Relations yaitu Praktek Humas adalah seni dan ilmu sosial menganalisis tren, memprediksi dampak yang ada, memberi masukan

(2)

pemimpin organisasi, dan melaksanakan program yang direncanakan tindakan yang melayani baik organisasi dan kepentingan publik. (Frida Kusumastuti, 2002: 14-15).

Sebuah panitia yang anggotanya terdiri dari para ahli Public Relations yang terkenal dalam buku Dasar-dasar Public Relations karangan Oemi Abdurrachman, M.A. (2001: 24-25) telah mengambil tiga definisi yang mereka anggap terbaik dari definisi-definisi yang disampaikan itu, sebagai berikut:

1. J.C.Seidel, Public Relations Director, Division of Housing State of Newyork

Humas adalah proses yang kontinu dari usaha-usaha management untuk memperoleh goodwill dan pengertian dari para langganannya, pegawainya dan publik umumnya, kedalam dengan mengadakan analisa dan perbaikanperbaikan terhadap diri sendiri, keluar dengan mengadakan pernyataanpernyataan.

2. W.Emerson Reck, Public Relations Director, Colgate University Humas adalah kelanjutan dari proses penetapan kebijaksanaan, penentuan pelayanan-pelayanan dan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang-orang atau golongan agar orang atau lembaga itu memperoleh kepercayaan dan goodwill dari mereka.

(3)

3. Howard Bohnam, Vice Chairman, American National Red Cross Humas adalah suatu seni untuk menciptakan pengertian publik yang lebih baik, yang dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap seseorang atau sesuatu organisasi /badan.

b) Tujuan Humas

Humas pada hakikatnya adalah aktivitas, maka sebenarnya tujuan humas dapat dianalogikan dengan tujuan komunikasi, yakni adanya penguatan dan perubahan kognisi, afeksi dan perilaku komunikannya. Bila kita bawa ke dalam tujuan humas, maka tujuan humas adalah terjaga dan terbentuknya 33 kognisi, afeksi, dan perilaku positif publik terhadap organisasi/lembaga. Dengan demikian, rumusan yang paling tepat mengenai tujuan humas adalah sebagai berikut :

a. Terpelihara dan terbentuknya saling pengertian (Aspek Kognisi) Tujuan humas pada akhirnya adalah membuat publik dan organisasi/lembaga saling mengenal. Baik mengenal kebutuhan, kepentingan, harapan, maupun budaya masing-masing.

b. Menjaga dan Membentuk saling Percaya (Aspek Afeksi)

Bila tujuan yang pertama mengarah pada penguatan dan perubahan pengetahuan (kognisi), maka tujuan berikutnya adalah lebih pada tujuan emosi, yakni pada sikap (afeksi) saling percaya (mutual confidence).

(4)

Tujuan berikutnya adalah dengan komunikasi diharapkan akan terbentuknya bantuan dan kerja sama nyata. Mengacu pada tiga tujuan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa setelah pengetahuan/pikiran di buka, emosi/kepercayaan disentuh maka selanjutnya perilaku positif dapat diraih. Pada akhirnya, semua itu kembali pada tujuan yang lebih besar, yakni terbentuknya citra yang positif terhadap organisasi lembaga dimana humas berada. (Frida Kusumastuti, 2002: 20-22)

c) Fungsi Humas

Fungsi merupakan kegunaan untuk mencapai tujuan

organisasi/lembaga. untuk mencapai tujuan suatu lembaga, maka humas memiliki dua fungsi, yakni fungsi konstruktif dan fungsi korektif :

a) Fungsi Konstruktif

Peranan humas dalam hal ini menyiapkan mental publik untuk menerima kebijakan organisasi/lembaga, humas menyiapkan “mental” organisasi lembaga untuk memahami kepentingan publik, humas mengevaluasi perilaku publik maupun organisasi untuk direkomendasikan kepada manajemen, humas menyiapkan prakondisi untuk mencapai saling pengertian, saling percaya dan saling membantu terhadap tujuan-tujuan publik organisasi/lembaga yang diwakilinya. Fungsi konstruktif ini mendorong humas membuat aktivitas ataupun kegiatan-kegiatan yang terencana,

(5)

berkesinambungan yang cenderung bersifat proaktif. Termasuk di sini humas bertindak secara preventif (mencegah).

b) Fungsi korektif

Fungsi korektif maksudnya adalah apabila suatu organisasi mengalami masalah-masalah (krisis) dengan publik, maka disinilah peran humas dalam mengatasi agar terselesaikannya masalah tersebut.

Sementara menurut Cutlip dan Center mengatakan bahwa fungsi PR meliputi hal-hal berikut :

1. Menunjang kegiatan manajemen dan mencapai tujuan organisasi. 2. Menciptakan komunikasi dua arah secara timbal balik dengan

menyebarkan informasi dari lembaga kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada organisasi.

3. Melayani publik dan memberikan nasihat kepada pimpinan

organisasi untuk kepentingan umum.

4. Membina hubungan secara harmonis antara organisasi dan publik, baik internal maupun eksternal.(Frida Kusumastuti, 2002: 22-24)

d) Kegiatan Humas

Kegiatan humas pada hakikatnya adalah kegiatan berkomunikasi dengan berbagai macam simbol komunikasi, verbal maupun non verbal. Kegiatan komunikasi verbal sebagian besar adalah pekerjaan mulai dari menulis proposal, artikel, progress report, menulis untuk presentasi, menulis

(6)

untuk pers (pers release), membuat rekomendasi, dan sebagainya. Sedangkan verbal lisan antara lain jumpa pers, guest guide/open house, announcer, presenter, desk informations, dan sebagainya. Kegiatan komunikasi nonverbal meliputi penyelenggaraan pameran, seminar, special event, riset/penelitian, pers kliping, dan sebagainya. (Frida Kusumastuti, 2002: 27)

Kegiatan humas yang dihadapi oleh humas pemerintahan secara rutin, yaitu:

1. Kemampuan membangun dan membina saling pengertian antara

kebijaksanaan pimpinan lembaga/instansi dengan khalayak eksternal dan internal.

2. Sebagai pusat pelayanan dan pemberian informasi, baik bersumber dari instansi/lembaga maupun berasal daari pihak publiknya.

3. Menyelenggarakan pendokumentasian setiap ada publikasi dan

peristiwa dari suatu kegiatan atau acara penting di lingkungan instansi/lembaga.

4. Mengumpulkan berbagi data dan informasi yang berasal dari berbagai

sumber, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan

lembaga/instansi atau mengenai pembentukan opini publiknya.

5. Kemampuan membuat publikasi Humas, misalnya kliping, press

release, news letter, majalah PR internal, bulletin, brosur, poster dan lain sebagainya. (Rosady Ruslan, 2005: 342)

(7)

Dalam upaya membina hubungan pers, maka PR akan melakukan berbagai kegiatan yang bersentuhan dengan pers antara lain :

1. Konferensi pers, temu pers atau jumpa pers yaitu diberikan secara simultan/berbarengan oleh seseorang pejabat pemerintah atau swasta kepada sekelompok wartawan, bahkan bisa ratusan wartawan sekaligus.

2. Press Brefing yaitu diselenggarakan secara regular oleh seorang pejabat PR. Dalam kegiatan ini disampaikan informasi-informasi mengenai kegiatan yang baru terjadi kepada pers, juga diadakan tanggapan ayau pertanyaan bila wartawan belum puas dan menginginkan keterangan lebih rinci.

3. Press Tour yaitu diselenggarakan oleh suatu perusahaan atau lembaga untuk mengunjungi daerah tertentu dan mereka pun (pers) diajak menikmati obyek wisata yang menarik.

4. Press Release atau siaran pers sebagai publisitas yaitu media yang banyak digunakan dalam kegiatan kehumasan karena dapat menyebarkan berita. Istilah Press Release mempunyai pengertian yang luas, tidak hanya berkenaan dengan media cetak (surat kabar dan majalah), tetapi mencakup media elektronik (radio dan televisi).

5. Special Event yaitu peristiwa khusus sebagai suatu kegiatan PR yang penting dan memuaskan banyak orang untuk ikut serta dan memenuhi selera publik.

(8)

6. Wawancara Pers yaitu sifatnya lebih pribadi, lebih individual. PR atau top manajemen yang diwawancarai hanya berhadapan dengan wartawan yang bersangkutan. (Oemi Abdurrachman, 2001: 128-129)

e) Humas Pemerintah

Bagian humas di institusi pemerintahan dibentuk untuk

mempublikasikan atau mempromosikan kebijakan-kebijakn mereka. Memberi informasi secara teratur tentang kebijakan, rencana-rencana, serta hasil-hasil kerja institusi serta memberi pengertian kepada masyarakat tentang peraturan dan perundang-undangan dan segala sesuatunya yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Selain keluar, humas pemerintahan juga harus memungkinkan untuk memberi masukan dan saran bagi para pejabat tentang segala informasi yang diperlukan dan reaksi atau kemungkinan reaksi masyarakat akan kebijakan institusi, baik yang sedang dilaksanakan, akan dilaksanakan, ataupun, yang sedang diusulkan.

Sementara itu, kegiatan-kegiatan yang biasanya ditangani oleh humas antara lain adalah konferensi pers, membuat press release, press clipping, pameran-pameran, menerbitkan media intern, mengorganisir pertemuan dengan masyarakat, penerangan melalui berbagai media komunikasi bagi masyarakat, mendokumentasikan semua kegiatan instansi, mengorganisir kunjungan-kunjungan para pejabat, menerima keluhan masyarakat/publik. (Frida Kusumastuti, 2002: 38-39).

(9)

Menurut John D. Millett dalam bukunya, Management in Public Relations the Quest for Effective Performace, artinya Humas/PR dalam dinas instansi/lembaga kepemerintahan terdapat beberapa hal untuk melaksanakan tugas utamanya, yaitu sebagai berikut

1. Mengamati dan mempelajari tentang hasrat, keinginan-keinginan dan aspirasi yang terdapat dalam masyarakat.

2. Kegiatan memberikan nasihat atau sumbang saran untuk menanggapi apa sebaiknya dilakukan oleh instansi/lembaga pemertintah seperti yang dikehendaki oleh pihak publiknya.

3. Kemampunan untuk mengusahakan terjadinya hubungan memuaskan

yang diperoleh antara hubungan public dengan para aparat pemerintah.

4. Memberikan penerangan dan informasi tentang apa yang telah

diupayakan oleh suatu lembaga/pemerintahan yang bersangkutan.

Menurut Dimock dan Koenig, pada umumnya tugas-tugas dari pihak Humas instansi atau lembaga pemerintahan, yaitu sebagai berikut

 Upaya memberikan penerangan dan informasi kepada masyarakat

tenatng pelayanan masyarakat, kebijaksanaan serta tujuan yang akan dicapai oleh pemerintah dalam melaksanakan program tersebut.

 Mampu untuk menanamkan keyakinan dan kepercayaan serta

mengajak masyarakat dalam partipasinya atau ikut serta pelaksanaan program pembangunan di berbagai bidang sosial, budaya, ekonomi, politik, serta menjaga stabilitas dan keamanan nasional.

(10)

 Kejujuran dalam pelayanan dan pengabdian dari aparatur pemerintah yang bersangkutan perlu dipertahankan dalam melaksanakan tugas serta kewajibannya masing-masing. (Rosady Ruslan, 2005: 338-339)

f) Publikasi

Publikasi atau publisitas merupakan alat penting, baik di dalam bauran promosi (promotion mix) maupun dalam bauran PR (public relations mix) karena publikasi atau publisitas merupakan salah satu relasi komponen yang cukup berperan banyak untuk menunjang keberhasilan dalam promosi dan publikasi.

Menurut Philip dan Herbert M. Baus, dalam bukunya Preparations for Communication, bahwa publikasi tersebut merupakan tugas public relations/Humas dalam menceritakan atau menyampaikan sebanyak mungkin pesan atau informasi mengenai kegiatan perusahaan kepada masyarakat luas, dengan kata lain publikasi merupakan kegiatan terpenting dan menjadi ujung tombak dari kegiatan PR/Humas.

Sedangkan menurut kamus Webster, publikasi adalah suatu informasi yang bernilai dengan maksud untuk menambah perhatian kepada suatu tempat, orang atau sebab yang biasanya dimuat dalam suatu media cetakan atau penerbitan dan selalu menyangkut kepentingan publikasi yang dapat berbentuk berita, laporan, atau opini. (Rosady Ruslan, 2005: 58-60)

(11)

g) Media Massa

Menurut Everett Rogers dengan era komunikasi interaktif, media massa mempunyai peranan yang sangat besar dalam kehidupan. Transfer pengetahuan, transfer informasi, bahkan komunikasi dapat dilakukan dengan menggunakan media massa.

Media massa yang dipahami dalam konteks media cetak (surat kabar, majalah, maupun tabloid), media elektronik (televisi dan radio), serta media baru (internet dan media sosial) merupakan media yang tidak asing bagi masyarakat kita. Bisa dikatakan, media massa yang disebutkan tersebut merupakan media yang sangat familiar bagi masyarakat kita dan menjadi kebutuhan.

Media massa mempunyai peranan untuk menyampaikan informasi dari masyarakat yang berada di belahan dunia yang satu ke masyarakat dari belahan dunia yang lain. Selain peranan di atas, media massa mempunyai peranan sebagai berikut :

1. Fungsi pengawasan. Media massa berfungsi untuk mengawasi

kegiatan yang ada di masyarakat supaya sesuai dengan standard an aturan yang berlaku di masyarakat itu.

2. Fungsi mendidik. Media massa berfungsi untuk melakukan proses pendidikan melalui pesan-pesan yang disampaikannya. Pesan yang disampaikan oleh media massa berisi pesan-pesan yang sifatnya

(12)

mendidik. Pesan-pesan yang disampaikan oleh media massa ini merupakan sarana pembelajaran bagi masyarakat.

3. Fungsi menghibur. Pesan yang disampaikan melalui media massa dalam kemasan hiburan memiliki peranan yang sangat besar untuk menghibur masyarakat serta „menjaga‟ kondisi psikis serta emosi yang berkembang di masyarakat kita. Peranan yang terakhir ini menunjukkan kemampuan media massa yang sangat besar untuk memengaruhi masyarakat.

Fungsi media massa bukan hanya seperti di atas. Masih banyak fungsi lain. Tetapi fungsi-fungsi yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa media massa mempunyai peranan yang sangat besar dalam memengaruhi masyarakat, baik itu pengaruh yang positif maupun pengaruh yang negatif. Media massa mampu memengaruhi masyarakat untuk membangun citra yang positif dari seorang individu, organisasi, perusahaan, bahkan negara. Sebaliknya, media massa mampu mempengaruhi masyarakat dengan membangun opini publik, bahkan membangun citra negatif dari seorang individu, organisasi, perusahaan, bahkan negara. (Rini Damastuti, 2012: 21-23)

Karakteristik media massa sebagai berikut :

1. Satu arah

Komunikasi yang menggunakan media massa berlangsung satu arah. Dengan demikian tidak dapat mengetahui reaksi atau respon pada saat

(13)

komunikasi berlangsung, kalaupun ada umpan balik datangnya terlambat, ini dinamakan umpan balik tertunda. Contohnya : televisi.

2. Umum

Umum adalah ciri lain dari publikasi melalui media massa, yang berarti bahwa pesan yang disampaikan tertuju kepada masyarakat umum. Contohnya : surat kabar dan radio.

3. Serempak

Ciri berikutnya dari media massa sebagai sarana komunikasi, adalah kemampuannya untuk menyampaikan suatu pesan secara serempak kepada khalayak. Contohnya : Pidato Presiden dari Jakarta dapat dilihat dan didengar melalui secara serempak di seluruh Indonesia (Efendy, 2001: 54).

Media massa terdiri dari beberapa jenis, antara lain :

1. Media Pers

Media ini terdiri dari berbagai surat kabar yang beredar di masyarakat secara umum, baik yang berskala regional, nasional atau bahkan internasional.

2. Audio-visual

Media ini terdiri dari slide dan kaset video atau bisa juga gulungan film-film dokumenter.

(14)

3. Radio

Media ini meliputi radio yang berskala lokal, nasional maupun internasional, baik yang dipancarkan secara luas maupun yang dikemas secara khusus.

4. Televisi

Media ini yang sering digunakan sebagai media humas karena lebih detail dan siarannya luas.

5. Pameran

Media ini juga sering dimanfaatkan, contohnya pameran perdagangan luar negeri atau pameran memperkenalkan produk baru.

6. Bahan-bahan cetakan

Yaitu berbagai macam bahan cetakan yang bersifat mendidik, informatif, dan menghibur, yang disebarkan untuk mencapai tujuan humas.

7. Penerbitan buku khusus

Buku ini berisi seluk beluk organisasi dan semua produk yang berasal dari organisasi itu sendiri.

8. Surat langsung

Alat ini senantiasa digunakan humas sebagai alat penyampaian pesan kehumasan, baik untuk pribadi maupun lembaga yang relevan.

9. Pesan-pesan lisan

Cara ini berupa komunikasi langsung tatap muka, contohnya lewat telepon, seminar, sarapan pagi bersama dan masih banyak lagi.

(15)

Atau juga disebut penyandang dana untuk penyelenggaraan acara seni, olah raga, ekspedisi, beasiswa, dan sebagainnya. Dan didalamnya terkandung elemen humas karena ada niat baik organisasi yang memberikannya.

11. Jurnal organisasi

Ada dua macam jurnal yaitu : a. Jurnal yang bersifat internal

Baik itu yang berupa paparan berita atau siaran berita, majalah terbatas yang dibagikan pada para pegawai, pimpinan, nasabah, dan sebagainya.

b. Jurnal eksternal

Yakni suatu terbitan yang dibagikan kepada semua kalangan atau untuk umum.

12. Ciri khas dan identitas perusahaan

Biasanya dibuat untuk mengingatkan khalayak atas keberadaan dari organisasi yang bersangkutan (Anggoro, 2002: 86)

(16)

B. Focus of Interest

Menurut Frank Jefkins media relations yaitu usaha publikasi yang maksimum atas suatu pesan atau informasi dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak dari organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.

Tujuan pokok media relations adalah menciptakan pengetahuan dan pemahaman, bukan semata-mata untuk menyebarkan suatu pesan sesuai dengan keinginan pengirim atau pihak klien demi mendapatkan suatu citra yang lebih indah dari aslinya di mata umum.

Ada beberapa hal pokok yang perlu digarisbawahi ketika media relations itu dilakukan pada saat ini, yaitu :

1. Yang dimaksud hubungan dengan pers bukan hanya hubungan dengan media cetak, tetapi hubungan dengan semua media massa (radio dan televisi) dan tidak terkecuali dengan media-media baru yang bermunculan dan sedang berkembang pada saat ini (misalnya: internet, facebook)

2. Tujuan pokok hubungan dengan media massa (pers) adalah

menciptakan pengetahuan dan pemahaman kepada khalayak, bukan sekedar menyiarkan pemberitaan sesuai keinginan perusahaan. Justru yang terpenting adalah membuat masyarakat mengetahui dan memahami perusahaan atau organisasi yang diberitakan.

(17)

3. Sesuai visi Public Relations, informasi yang disampaikan haruslah informasi yang benar sehingga kejujuran menjadi tuntutan dalam setiap pemberitaan.

Dari pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa hubungan dengan media merupakan hal yang sangat penting dalam pekerjaan seorang Public Relations untuk mencapai tujuan dari setiap kegiatan yang dilakukan Public Relations. Salah satu tujuan dari pekerjaan Public Relations adalah membangun citra positif dan saling pengertian antara public dan organisasi. (Rini Darmastuti, 2012: 43-44)

Kegiatan media relations dalam bentuk acara-acara media

relations, berikur ini dijelaskan acara-acara tersebut : 1. Konferensi pers (Press conferences)

Konferensi pers merupakan sebuah pertemuan para jurnalistik yang sengaja berkumpul untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan topik-topik yang sedang hangat dibicarakan.

2. Resepsi pers (Press reception)

Resepsi pers merupakan acara kumpul-kumpul para jurnalis dalam kondisi yang santai dan menyenangkan. Acara ini biasanya dilakukan secara informal dalam satu acara yang sudah direncanakan dan lebih terorganisasi. Dalam acara resepsi pers ini, para pemburu berita diundang untuk meliput suatu acara, mendengarkan keterangan-keterangan resmi, atau sekedar bercakap-cakap dengan tujuan supaya

(18)

terbangun kedekatan antara pemburu berita ini dengan pihak perusahaan atau organisasi yang berperan sebagai penyelenggara acara ini.

3. Kunjungan pers (Facility Press)

Untuk memperjelas berita yang dibuat, sering kali sebuah perusahaan atau organisasi mengundang wartawan atau pekerja media untuk mengunjungi perusahaan atau organisasi mereka. Oleh karena itu tidak jarang pekerja media ini kemudian melakukan kunjungan ke pabrik, menghadiri acara pembukaan kantor baru, yang kemudian disusul dengan peninjauan bersama atau acara demontrasi pabrik baru.

4. Press Calls

Press Calls adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang praktisi Public Relations dari suatu perusahaan atau organisasi untuk menyampaikan informasi atau berita kepada pekerja media dengan menggunakan telepon.

5. Media Briefing

Media Briefing merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seorang Public Relations untuk memberikan penjelasan singkat kepada para jurnalis sebelum suatu kegiatan dilakukan. Tujuannya, supaya setiap wartawan yang terlibat dalam acara tersebut mengetahui tata cara dan aturan-aturan yang berlaku selama acara itu dilakukan, dengan harapan supaya kegiatan peliputan yang dilakukan wartwan tidak mengganggu acara yang diadakan.

(19)

6. Media Events

Media events yang dimaksud di sini adalah kegiatan yang dilakukan dengan mengundang media massa (baik cetak maupun elektronik) ketika perusahaan itu menjadi sponsor dalam launching suatu produk. 7. Radio, Television, Newspaper, and Magazine Interviews

Selain beberapa kegiatan yang dilakukan Public Relations seperti disebutkan sebelumnya, ada beberapa acara-acara pers yang bisa dilakukan oleh Public Relations sebagai kegiatan media relations. Acara-acara tersebut adalah interview di radio, televisi, koran, maupun

majalah. Yang dimaksud dengan interview adalah media massa

tersebut melakukan interview dengan beberapa narasumber (dari perusahaan tersebut) tentang suatu topik atau permasalahan yang sedang hangat pada saat ini.

8. Radio Talk Shows and Television Talk Shows

Radio talk shows dan television talk shows merupakan diskusi interaktif yang diadakan antara pihak radio atau televisi dengan narasumber dari perusahaan atau organisasi tertentu.

9. Development of your Organization’s Own Radio or Television Program

Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengembangkan program-program televisi atau program-program radio dari organisasi atau perusahaan itu sendiri.

(20)

10. Meeting with Editors

Bertemu dengan editor menjadi satu hal penting. Sayangnya, kegiatan ini sering kali kurang mendapat perhatian karena selama ini penekanan praktisi Public Relations hanya pada penulisan press release atau konferensi pers.

Kegiatan media relations dalam bentuk tulisan yang dilakukan oleh Public Relations :

1. Press Release

Press Release adalah bentuk komunikasi yang diterima antara institusi dan reporter. Release ini menjadi satu kesempatan untuk menyalurkan fakta dan pandangan dari sebuah organisasi terhadap suatu permasalahan.

2. Placing Opinion in the Local Newspaper

Placing opinion pieces in the local newspaper merupakan kegiatan yang dilakukan dengan menempatkan opini-opini yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi yang menjadi bagian dari kegiatan media relations pada surat kabar lokal yang ada di daerah tersebut. Tujuannya adalah untuk membangun opini masyarakat tentang organisasi atau perusahaan tersebut sesuai yang dikehendaki oleh perusahaan atau organisasi itu.

(21)

3. Letters to the Editor of the Local Newspaper

Membuat surat atau tulisan-tulisan yang dikirim kepada editor merupakan satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh Public Relations. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dapat digunakan sebagai peluang bagi Public Relations untuk membuat Publisitas.

4. Public Service Announcements

Bentuk tulisan lain dalam kegiatan media relations adalah

pemberitahuan-pemberitahuan layanan publik.

Pemberitahuan-pemberitahuan layanan publik ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial suatu perusahaan kepada masyarakat.

5. Electronic Communications

Perkembangan teknologi informasi menjadi peluang bagi seorang praktisi Public Relations dalam melakukan kegiatan media relations. Dengan perkembangan teknologi komunikasi ini, kegiatan media relations bisa dilakukan dengan menggunakan media elektronik, termasuk internet.

6. Banners

Banners merupakan media komunikasi tertulis yang dapat dilakukan

oleh Public Relations untuk mempublikasikan perusahaan atau

(22)

7. Websites

Salah satu media komunikasi tulis yang paling efektif yang dapat

digunakan oleh praktisi Public Relations dalam menyampaikan

informasi tentang perusahaan tempat PR itu berada adalah Websites. (Rini Darmastuti, 2012: 181-183)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :