BAB IV
ANALISIS PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
A. Analisis Lingkungan Dan Tapak
1. Jalur matahari
Gambar 4. 1 Analisis Jalur Matahari Sumber : Dokumentasi Pribadi
Potensi : Bagian timur tapak menerima cahaya matahri pagi yang baik untuk kesehatan
Kendala : Pada bagian barat tapak memdapatkan cahaya matahari pagi yang kurang baik bagi kesehatan
Solusi: Sebaiknya orientasi bangunan tidak menggunakan orientasi timur-barat namun lebih baik menggunakan orientasi utara-selatan namun jika orientasi bangunan menggunakan timur-barat solusi yang dapat digunakan adalah dengan membuat bukaan pada timur bangunan agar sinar matahri pagi dapat masuk dan dijadikan pencahayaan alami kemudian pada bagian timur dapat menggunakan filter seperti
Sun shading
Kisi-kisi
2. Kebisingan
Gambar 4. 2 Analisis Kebisingan Tapak Sumber : Dokumentasi Pribadi
Potensi : Kebisingan pada jalan rangga malela relative kecil atau rendah sehingga pada sebelah barat tapak dapat di tempatkan studio / teater bioskop
Kendala : Kebisingan pada jalan utama Jalan. Ir. H. Juanda dan Jalan sulanjana sangat tinggi memberikan efek atau dampak yang kurang baik pada tapak terlebih pada bangunan bioskop dimana dibutuhkan ketenangan.
Solusi :
Peletakan bangunan minimal 20 meter dari jalan dengan kebisingan jalan tertinggi
Pada sekekeliling tapak diberikan buffer berupa tanaman yang dapat kebisingan seperti pohon mahoni dan jati
kemudian penggunaan material pada bangunan pun menggunakan
material yang memiliki daya akustik baik sehingga dapat mengurangi kendala kebisingan
Gambar 4. 3 Jenis Tanaman Peredam Bising (Pohon mahoni) Sumber : http://www.ronenbekerman.com/
3. Angin
Gambar 4. 4 Analisis Arah Angin Sumber : Dokumentasi Pribadi
Potensi : Angin bertiup dari dataran tinggi menuju dataran rendah tepatnya dari utara tapak dan dari sebelah barat laut tapak Kendala : Lokasi tapak yang berada di perempatan jalan merupakan
titik pertemuan angin sehingga kekuatan angin cukup kuat Solusi : Bentuk bangunan dibuat lebih dinamis atau kurangi
sudut-sudut lancip sehingg angin ketika terkena bangunan akan terpecah
4. Drainase
Gambar 4. 5 Analisis Fisik Tapak Sumber : Dokumentasi Pribadi
Potensi : Pada sekitar tapak terdapat sungai yang menjadi muara pembuangan saluran air, kemudian kondisi saluran pembuangan cukup baik. Kendala : Kondisi jalur drainase yang kurang jelas dan kurang tertata sehingga
sering kali ketika hujan air tumpah ruah ke jalan Solusi :
Jalur drainase akan dibuat mengeliling tapak dengan muara kearah selatan tapak dimana terletak sungai sebagai pembuangan akhir
5. Jalur Vegetasi
Gambar 4. 6 Analisis Vegetasi Sumber : Dokumentasi Pribadi
Potensi : Vegetasi terdapat di sekitar tapak yang terdapat dipinggir tapak dapat berfungsi sebagai peredam kebisingan yang berasal dari arus kendaraan yang melaju.oksigen memiliki fungsi lain yaitu sebagai penghasik oksigen bagi lingkungan juga meredam dan mengurangi asap akibat polutan kendaraan.
Kendala : Vegetasi dapat menghalagi fasad bangunan
Solusi : Penempatan lokasi vegetasi disesuaikan dengan peletakan massa
bangunan Jalur hijau atau jalur vegetasi
terdapat di sekeliling jalan sekitar jalur pedestrian.
Konsentrasi vegetasi terdapat di taman taman flexi yang merupakan salan satu kawasan public
6. Kepadatan Kendaraan
Gambar 4. 7 Analisis Kepadatan Kendaraan Sumber : Dokumentasi Pribadi
Potensi : Tapak berada di tiga sisi jalan sehingga memudahkan untuk akses kendaraan, baik umum maupun pribadi
Kendala : Terjadi kepadatan kendaraan akibat lampu merah di jalan ir h. djuanda
Solusi :
Penempatan pintu masuk sebaiknya di jauhkan dari area padat kendaraan, penempatan pintu masuk dari jarak kepadatan kendaran yaitu kurang lebih 100 meter sehingga tidak menambah kepadatan.
Memperlebar lebar jalan rangga malela sebesar 4 meter dan jalan sulanjana sebesar 2 meter.
7. View
Gambar 4. 8 View Keluar Tapak Sumber : Dokumentasi Pribadi
Potensi : Pada bagian sebelah timur tapak atau lebih tepatnya pada Jalan Ir. H. Djuanda terdapat berbagai retail dan pertokoan baik jasa maupun komersial.
Kendala : Karena terletak pada 3 sisi jalan sehingga semua view jalan mengarah ke tapak, maka semua bangunan harus memiliki bentuk yang atau visual yang menarik
Solusi :
Muka bangunan sebaiknya mengarah kearah Jalan Ir. H. Djuanda
Orientasi pintu masuk bangunan kearah perempatan jalan
B. Analisis Bangunan 1. Deskripsi proyek
Bangunan Cinema Center ini meru pelayanan jasa hiburan atau rekreasi. Proyek perencanaan bangunan Bandung Cinema Center ini merupakan jenis bangunan dengan skala nasional dan standard perancngan internasional.
Bangunan Bandung Cinema Center ini di harapkan dapat memenuhi
kebutuhan masyarakat kota Bandung dan juga dapat memenuhi kebutuhan wisatawan domestik maupun mancanegara akan sebuah bangunan fasilitas hiburan khususnya dalam bidang perfilman.
Nama Proyek : Bandung Cinema Center
Fungsi Bangunan : Bangunan Rekreasi
Jenis Proyek : Fiktif
Lokasi : JL. Ir. H. Juanda
Luas Lahan : 32.728 M2
Sumber Dana : Swasta
Kepemilikan : Swasta
2. Analisis Pelaku
Pelaku di dalam bangunan Cinema Center ini terdiri dari 4 kelompok yaitu : a. Pengelola perusahaan 1) Pengelola utama Pengelola utama - Direktur - Wakil direktur - Sekretaris 2) Departemen office Departemen office - Departemen administrasi - Departemen operasional
- Departemen sales dan marketing
- Departemen cinema
- Departemen produksi film
3) Servis
Servis
Keamanan
Mekanikal elektrikal
b. Mitra kerja produksi
Executive producer Producer Director Staf production Actris/actor c. Penyewa Sineas film Production house
Mitra kerja produksi
Manajemen artis
Perusahaan film independent
d. Pengunjung
Penonton
Pengunjung atau peserta workshop
Klien atau mitra kerja produksi 3. Analisis aktivitas a. Kegiatan pengelolaan 1) Pengelolaan arsip 2) Pengelolaan administrasi 3) Personalia 4) Pengelola utama
5) Pengadaan dan pengecekan property
6) Pengadaan dan pengecekan studio produksi
b. Kegiatan film
Kegiatan perencanaan / pra-produksi
Produksi film
Pasca produksi 2) Kegiatan promosi film
Premiere film Konferesi pers 3) Kegiatan apresiasi Bedah film Workshop Training Komunitas film Festival film c. Kegiatan entertainment 1) Menonton film 2) Pameran film
3) Taman film (game zone)
4) Souvenir retail (penjualan) d. Kegiatan servis
1) Servis
2) Keamanaan
C. Program Ruang 1. Alur aktivitas
2. Kebutuhan ruang
No Jenis Kegiatan Nama Ruangan Sifat
1 Kegiatan utama Menanyakan informasi Lobby Publik 1 Kegiatan film Kegiatan produksi film
Studio produksi film Semi
publik
Kegiatan promosi film Hall Publik
Kegiatan apresiasi film Hall Auditorium Kelas teori Studio praktek Semi publik Semi publik Semi publik 2 Kegiatan entertainment
Menonton film Bioskop
Projector room Tiket box Snack bar Publik Publik Publik Semi publik
Pameran film Gallery/ display area Publik
Bermain game/hiburan Game center Taman Publik Publik Souvenir retail (penjualan)
Retail shop Publik
3 Kegiatan pengelolaan Pengelolaan arsip Office Privat Pengelolaan administrasi/keuangan Personalia Pengelola utama Pengadaan dan pengecekan property Pengadaan dan pengecekan studio produksi Istirahat karyawan/ pengelola Ruang istirahat Pantry Semi privat 4 Kegiatan servis Servis Janitor Servis center Privat
Keamanaan Pos satpam
Ruang cctv Privat Perawatan property dan utilitas Ruang utilitas Ruang perawatan Privat
5 Kegiatan penunjang
Parkir Parkir Publik
Shalat Mushala Publik
3. Besaran ruang
Nama ruang Kapasitas Jumlah
ruang Sirkulasi % Dimensi Luas sirkulasi besaran Besaran terbangun Kelompok ruang pengelola
R. Direktur Utama 1 orang direktur dan maksimal 4 orang tamu 1 30% 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 1 meja tamu = 1 x (1 x 0,5)= 0,5 2 sofa kecil = 2x(0,6 x 0,4)= 0,48 1 sofa besar = 1 x(1,2 x 0,6)=3,6 Area gerak = 5 x 4 x 1 = 20 Luas 0,96+0,25+0,7+0,5+0,48+3,6+20=26,49m2 7,95 Luas 26,49+7,95= 34,44m2 35 R. Wakil Direktur 1 orang wakil direktur dan maksimal 2 orang tamu 1 30% 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 1 sofa kecil = 2x(0,6 x 0,4)= 0,24 1 sofa besar = 1 x(1,2 x 0,6)=3,6 1 meja tamu = 1 x (1 x 0,5)= 0,5 Area gerak = 3 x 4 x 1 = 12 Luas 5,5 Luas 18,25+5,5= 23.725m2 25
0,96+0,25+0,7+0,5+0,24+3,6+12=18,25m2 R. Sekretaris 1 orang sekretaris 1 30% 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 Area gerak = 1 x 4 x 1 = 4 Luas 0,96+0,25+0,7+4= 5.91m2 1,78 Luas 5.91+1.78 = 7.683 9 Departemen administrasi 1 orang kepala departemen dan 4 staff 1 30% Manager 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 Area gerak = 1 x 4 x 1 = 4 Staff 4 meja kerja = 4x (1.2x0.8) = 3,84 4 kursi = 4 x (0.5 x 0.5) = 1 4 rak arsip = 4 x (1 x 0.7) = 2,8 Area gerak =4 x 4 x 1 = 16 Luas 0,96+0,25+0,7+4+3,84+1+2,8+16=29.55 8.865 Luas 29,55+8,865= 38.415m2 40
Departemen operasional 1 orang kepala departemen dan 4 staff 1 30% Manager 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 Area gerak = 1 x 4 x 1 = 4 Staff 4 meja kerja = 4x (1.2x0.8) = 3,84 4 kursi = 4 x (0.5 x 0.5) = 1 4 rak arsip = 4 x (1 x 0.7) = 2,8 Area gerak =4 x 4 x 1 = 16 Luas 0,96+0,25+0,7+4+3,84+1+2,8+16=29.55 8.865 Luas 29,55+8,865= 38.415m2 40 Departemen sales dan marketing 1 orang kepala departemen dan 4 staff 1 30% Manager 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 Area gerak = 1 x 4 x 1 = 4 Staff 4 meja kerja = 4x (1.2x0.8) = 3,84 4 kursi = 4 x (0.5 x 0.5) = 1 4 rak arsip = 4 x (1 x 0.7) = 2,8 Area gerak =4 x 4 x 1 = 16 Luas 0,96+0,25+0,7+4+3,84+1+2,8+16=29.55 8.865 Luas 29,55+8,865= 38.415m2 40
Departemen cinema 1 orang kepala departemen dan 4 staff 1 30% Manager 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 Area gerak = 1 x 4 x 1 = 4 Staff 4 meja kerja = 4x (1.2x0.8) = 3,84 4 kursi = 4 x (0.5 x 0.5) = 1 4 rak arsip = 4 x (1 x 0.7) = 2,8 Area gerak =4 x 4 x 1 = 16 Luas 0,96+0,25+0,7+4+3,84+1+2,8+16=29.55 8.865 Luas 29,55+8,865= 38.415m2 40 Departemen workshop 1 orang kepala departemen dan 4 staff 1 30% Manager 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 Area gerak = 1 x 4 x 1 = 4 Staff 4 meja kerja = 4x (1.2x0.8) = 3,84 4 kursi = 4 x (0.5 x 0.5) = 1 4 rak arsip = 4 x (1 x 0.7) = 2,8 Area gerak =4 x 4 x 1 = 16 Luas 0,96+0,25+0,7+4+3,84+1+2,8+16=29.55 8.865 Luas 29,55+8,865= 38.415m2 40
Departemen produksi film 1 orang kepala departemen dan 4 staff Karyawan servis 30 0rang karyawan teknik 10 0rang
1 30% 2 Kursi sofa santai 2x(0,6x1,8)=21,6
1 meja absen 1x(1.2x0.8)=0,96 2 meja makan =2x(1x4)=8 20 Kursi makan =20(0,5x0,5)=5 1 Dispenser = 2x(0,4x0,4)=0,16 Area gerak 20x2x1= 40m2 Luas 14+12+21,6+0,96+8+5+0,16+40=82.72 20.916 Luas 69.72+69.72= 60.636m2 70
Lobby utama 4 orang
informasi, 10 penjaga retail Maksimal 400 pengunjung 1 20% 1 Meja informasi 1x(0,8x2,8)=1,76 4 Kursi 4x(0,5x0,5)= 1 Highlight board 2(3x2)=12 Lobby lounge 2 set sofa 10 area retail 10x(3x3)=90 area gerak 800x0,7x1= 560 Luas 1,76+1+12+100+90+560= 764.76m2 229.428 Luas 764.76+229.428 = 994.188m2 995 Cinema
Ruang penerima cinema
1 Area Loket
1 meja kerja panjang =1 x (12 x 0.8) = 9,6 4 kursi = 10x (0.5x0.5) = 1 Area gerak = 4 x 0.85 x 1 = 3.4 Area Antri Area gerak = 400 x 0.85 x 1 = 340 Luas = 9,6+1+3,4+340=354 Snack bar
2 meja kerja & etalase = 2 x(7.2 x0.8)= 11.52
2 kulkas 2 x (1 x 0.8) = 1.6 Area gerak = 6 x 0.85 x 1 = 5.1 Luas = 11.52 + 1.6 + 5.1 = 18.22
Area tunggu
30 Kursi sofa tanpa sandaran 30x(1,5x0,5)=22,5
Lounge
1 meja kerja panjang = 1x(2.4x 0.8) = 1.9 10 meja makan 10x(1.2 x 0.8) =9,6 40 kursi makan 40x(0.5 x 0.5)=100 Area gerak 45x0,85x1=38.25 Luas = 1,9+ 9,6+100+38,25=49,75 Luas total 354+18.22+22,5+49,75=444,47 133.341 577.811 580
Studio pemutaran film 7 Studio kecil 400 kursi = 400 x (0.7x0.65) = 182 Area gerak 1 = 340 Luas 182+340x6=2222 Studio sedang 600 kursi = 600 x (0.7x0.65) = 273 Area gerak = 303 Luas 273+303x1=576 Luas total 1408+1056+2222= 4686 1405.8 6091.8 6100
Ruang proyektor 400 7 2 meja kerja = 2x(1.2x0.8) = 1.92
2 kursi = 2 x (0.5 x 0.5) = 0.5 7 proyektor = 2 x (1 x 0.8) = 1.6 2 slide-proyektor = 2 x (0,7x1.124) = 0,78
1 set sound sistem = 1 x (2x0,5)= 1 Area gerak = 2 x 0.85 x 1 = 1.7 Luas 1.92+ 0.5 + 1.6 + 0.5 + 0.78 + 1+1.7 = 8 2 ruang = 5 x 8= 40 12 48 48
Toilet 50 orang 4 20% Toilet Pria 5 WC = 5 x (1.5 x 1) = 7.5 5 urinoir = 5 x (0.5 x 0.8) = 2 4 wastafel = 4 x (0.9 x 0.6) = 2.16 Area gerak = 25 x 0.85 x 1= 21.25 Toilet Wanita 6 WC = 6 x (1.5 x 1) = 9 6 wastafel = 6 x (0.9 x 0.6) = 3.24 Area gerak = 25 x 0.85 x 1= 21.25 Luas (7.5+2+2.16+21.25) +(9 + 3.24 + 21.25) = 66.4 19.92 86.32 90
Studio produksi film
Studio poduksi Area Loket
1 meja kerja panjang =1 x (12 x 0.8) = 9,6 4 kursi = 10x (0.5x0.5) = 1 Area gerak = 4 x 0.85 x 1 = 3.4 Area Antri Area gerak = 400 x 0.85 x 1 = 340 102 442 442 Artis lounge 1 42 M2 42 R. Rias/Make up 1 R. main control 1 24 M2 24 R. lighting control 1 24 M2 24 Ruang property 1 180 M2 180
Ruang kostum 1 72 M2 72
Ruang ganti 5 30 M2 30
Toilet 50 1 Toilet Pria
5 WC = 5 x (1.5 x 1) = 7.5 5 urinoir = 5 x (0.5 x 0.8) = 2 4 wastafel = 4 x (0.9 x 0.6) = 2.16 Area gerak = 25 x 0.85 x 1= 21.25 Toilet Wanita 6 WC = 6 x (1.5 x 1) = 9 6 wastafel = 6 x (0.9 x 0.6) = 3.24 Area gerak = 25 x 0.85 x 1= 21.25 Luas (7.5+2+2.16+21.25) +(9 + 3.24 + 21.25) = 66.4 19.92 86.32 90 Workshop
Ruang penerima 140 1 30% Kursi
Area pameran
100
Workshop 30 4 30% Kursi 150 kursi 150x0,5x0,5= 37,5
Meja 0,6x7x10=42 Panggung standard 18 M2 Luas 42+37.5+18=97.5 29.25 126.75 130 Studio 1 (music/audio editing)
110 1 30% Studio music rekam standard dengan alat
Keyboard ,Drum set ,Gitar, Bass temasik perlengkapan tata suara dan operator = 56M2
pemain orchestra = 100 M2 Studio dubbing = 9 M2 Studio mixing =72 M2 Area gerak 110x0,85x1= Luas 56+100+9+72+93,5=330,5 Studio 2 (fotografi)
5 1 Asumsi Ruang Editing Dan Peralatan 80
M2 Ruang arsip Area gerak 5x2x1 Luas 80+10=90 27 117 117 Studio 3 (video editing)
5 1 Asumsi ruang editing dan peralatan 80 M2
Area gerak 5x2x1 Luas
80+10=90
27 117 117
Entertaiment area
Amusement center 400 1 30% Area Loket
1 meja kerja panjang =1 x (12 x 0.8) = 9,6 4 kursi = 10x (0.5x0.5) = 1 Area gerak = 4 x 0.85 x 1 = 3.4 Area Antri Area gerak = 400 x 0.85 x 1 = 340 Luas = 9,6+1+3,4+340=354 Area amusement 400m2 980.2 980
Fasilitas pelengkap
Mushola 50 2 2m2/ orang
50 x 2m2 = 100 m2
900
Atm center 8 mesin atm 16m2 16
Parkir 250 Mobil 250x3x5=3750 350 motor350x1x2= 700 5 bus 3x12x5= 180 4630m2 2315 6945 6950 Ruang utilitas Ruang generator 1 20 m2 20 Ruang panel 1 20 m2 20 Ruang AC Central Ahu Chiller Cooling Tower 1 20 m2 20 Ruang pabx 20 m2 20
Ruang keamanan Ruang staff keamanan
Ruang cctv
100 m2 100
TOTAL KEBUTUHAN LUAS RUANGAN
KELOMPOK RUANG LUAS (dalam satuan M2)
R. Pengelola 350 M2 R. Cinema 3880 M2 R, workshop 804 M2 R. Produksi Film 1056 M2 R. Pelengkap 2566 M2 R. Utilitas 252 M2
TOTAL LUAS LANTAI 8.908 M2
Luas lahan : 32.000 m2
KDB : 60 %
KLB : 7,0
Soraya Desiana, 2015
PUSAT SINEMA BANDUNG (BANDUNG CINEMA CENTER)
D. Modul Perancangan
Modul perancangan direncanakan berdasarkan jumlah luas kebutuhan ruang, yang dasar perencanaannya adalah kebutuhan luas studio pemutaran film. Modul yang digunakan adalah 8x8 meter.
Gambar 4. 9 Modul Perancangan Sumber : Dokumentasi Pribadi
E. Sistem Ruang
Sistem ruang yang digunakan adalah sistem grid dimana. Kemampuan pengorganisasian ruang disesuaikan dengan bentuk massa dan bentuk tapak.
Gambar 4. 10 Sistem Ruang Sumber : Dokumentasi Pribadi
F. Sistem Struktur dan Konstruksi
Dalam penentuan penggunaan konsep sistem struktur dan konstruksi suatu bangunan banyak hal menjadi pertimbangan dan dasar perhitungan terlebih dalam bangunan cinem center yang merupakan bangunan rekreasi yang ringkat aktivitasnya tinggi berikut beberapa dasar pertimbangan penentuan struktur dan konstruksi bangunan
Cinema Center :
Beban yang harus di dukung
Soraya Desiana, 2015
Bentuk dimensi vertical bangunan
Karakter bangunan
Pengaruh terhadap lingkungan sekitar
Dalam bangunan, sistem struktur terbagi menjadi 3 bagian yaitu 1. Sub struktur
Sub Struktur berupa pondasi yang diberada pada bagian bawah pondasi atau di dalam tanah, fungsi pondasi sebagai penerima gaya yang akan disalurkan ke tanah. Pada kasus bangunan Cinema Center menurut analisis terdapat 3 sub-stuktur yang dapat digunakan yaitu :
a. footplat
b. Sumuran
c. Tiang pancang
2. Super struktur
Super Struktur berupa kolom, balok, plat lantai. Bagian ini berada pada bagian badan bangunan yang mana fungsinya sebagai penyalur gaya di dalam bangunan. a. Kolom b. Balok c. Plat lantai d. Dinding 3. Upper struktur
Struktur atap yang sesuai dengan bangunan Cinema Center ini adalah sistem struktur rangka ruang dan untuk atap digunakan