• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISIS PERENCANAAN DAN PERANCANGAN"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

ANALISIS PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

A. Analisis Lingkungan Dan Tapak

1. Jalur matahari

Gambar 4. 1 Analisis Jalur Matahari Sumber : Dokumentasi Pribadi

Potensi : Bagian timur tapak menerima cahaya matahri pagi yang baik untuk kesehatan

Kendala : Pada bagian barat tapak memdapatkan cahaya matahari pagi yang kurang baik bagi kesehatan

Solusi: Sebaiknya orientasi bangunan tidak menggunakan orientasi timur-barat namun lebih baik menggunakan orientasi utara-selatan namun jika orientasi bangunan menggunakan timur-barat solusi yang dapat digunakan adalah dengan membuat bukaan pada timur bangunan agar sinar matahri pagi dapat masuk dan dijadikan pencahayaan alami kemudian pada bagian timur dapat menggunakan filter seperti

 Sun shading

 Kisi-kisi

(2)

2. Kebisingan

Gambar 4. 2 Analisis Kebisingan Tapak Sumber : Dokumentasi Pribadi

Potensi : Kebisingan pada jalan rangga malela relative kecil atau rendah sehingga pada sebelah barat tapak dapat di tempatkan studio / teater bioskop

Kendala : Kebisingan pada jalan utama Jalan. Ir. H. Juanda dan Jalan sulanjana sangat tinggi memberikan efek atau dampak yang kurang baik pada tapak terlebih pada bangunan bioskop dimana dibutuhkan ketenangan.

Solusi :

 Peletakan bangunan minimal 20 meter dari jalan dengan kebisingan jalan tertinggi

 Pada sekekeliling tapak diberikan buffer berupa tanaman yang dapat kebisingan seperti pohon mahoni dan jati

 kemudian penggunaan material pada bangunan pun menggunakan

material yang memiliki daya akustik baik sehingga dapat mengurangi kendala kebisingan

Gambar 4. 3 Jenis Tanaman Peredam Bising (Pohon mahoni) Sumber : http://www.ronenbekerman.com/

(3)

3. Angin

Gambar 4. 4 Analisis Arah Angin Sumber : Dokumentasi Pribadi

Potensi : Angin bertiup dari dataran tinggi menuju dataran rendah tepatnya dari utara tapak dan dari sebelah barat laut tapak Kendala : Lokasi tapak yang berada di perempatan jalan merupakan

titik pertemuan angin sehingga kekuatan angin cukup kuat Solusi : Bentuk bangunan dibuat lebih dinamis atau kurangi

sudut-sudut lancip sehingg angin ketika terkena bangunan akan terpecah

(4)

4. Drainase

Gambar 4. 5 Analisis Fisik Tapak Sumber : Dokumentasi Pribadi

Potensi : Pada sekitar tapak terdapat sungai yang menjadi muara pembuangan saluran air, kemudian kondisi saluran pembuangan cukup baik. Kendala : Kondisi jalur drainase yang kurang jelas dan kurang tertata sehingga

sering kali ketika hujan air tumpah ruah ke jalan Solusi :

 Jalur drainase akan dibuat mengeliling tapak dengan muara kearah selatan tapak dimana terletak sungai sebagai pembuangan akhir

(5)

5. Jalur Vegetasi

Gambar 4. 6 Analisis Vegetasi Sumber : Dokumentasi Pribadi

Potensi : Vegetasi terdapat di sekitar tapak yang terdapat dipinggir tapak dapat berfungsi sebagai peredam kebisingan yang berasal dari arus kendaraan yang melaju.oksigen memiliki fungsi lain yaitu sebagai penghasik oksigen bagi lingkungan juga meredam dan mengurangi asap akibat polutan kendaraan.

Kendala : Vegetasi dapat menghalagi fasad bangunan

Solusi : Penempatan lokasi vegetasi disesuaikan dengan peletakan massa

bangunan Jalur hijau atau jalur vegetasi

terdapat di sekeliling jalan sekitar jalur pedestrian.

Konsentrasi vegetasi terdapat di taman taman flexi yang merupakan salan satu kawasan public

(6)

6. Kepadatan Kendaraan

Gambar 4. 7 Analisis Kepadatan Kendaraan Sumber : Dokumentasi Pribadi

Potensi : Tapak berada di tiga sisi jalan sehingga memudahkan untuk akses kendaraan, baik umum maupun pribadi

Kendala : Terjadi kepadatan kendaraan akibat lampu merah di jalan ir h. djuanda

Solusi :

 Penempatan pintu masuk sebaiknya di jauhkan dari area padat kendaraan, penempatan pintu masuk dari jarak kepadatan kendaran yaitu kurang lebih 100 meter sehingga tidak menambah kepadatan.

 Memperlebar lebar jalan rangga malela sebesar 4 meter dan jalan sulanjana sebesar 2 meter.

(7)

7. View

Gambar 4. 8 View Keluar Tapak Sumber : Dokumentasi Pribadi

Potensi : Pada bagian sebelah timur tapak atau lebih tepatnya pada Jalan Ir. H. Djuanda terdapat berbagai retail dan pertokoan baik jasa maupun komersial.

Kendala : Karena terletak pada 3 sisi jalan sehingga semua view jalan mengarah ke tapak, maka semua bangunan harus memiliki bentuk yang atau visual yang menarik

Solusi :

 Muka bangunan sebaiknya mengarah kearah Jalan Ir. H. Djuanda

 Orientasi pintu masuk bangunan kearah perempatan jalan

(8)

B. Analisis Bangunan 1. Deskripsi proyek

Bangunan Cinema Center ini meru pelayanan jasa hiburan atau rekreasi. Proyek perencanaan bangunan Bandung Cinema Center ini merupakan jenis bangunan dengan skala nasional dan standard perancngan internasional.

Bangunan Bandung Cinema Center ini di harapkan dapat memenuhi

kebutuhan masyarakat kota Bandung dan juga dapat memenuhi kebutuhan wisatawan domestik maupun mancanegara akan sebuah bangunan fasilitas hiburan khususnya dalam bidang perfilman.

Nama Proyek : Bandung Cinema Center

Fungsi Bangunan : Bangunan Rekreasi

Jenis Proyek : Fiktif

Lokasi : JL. Ir. H. Juanda

Luas Lahan : 32.728 M2

Sumber Dana : Swasta

Kepemilikan : Swasta

2. Analisis Pelaku

Pelaku di dalam bangunan Cinema Center ini terdiri dari 4 kelompok yaitu : a. Pengelola perusahaan 1) Pengelola utama  Pengelola utama - Direktur - Wakil direktur - Sekretaris 2) Departemen office  Departemen office - Departemen administrasi - Departemen operasional

- Departemen sales dan marketing

- Departemen cinema

(9)

- Departemen produksi film

3) Servis

 Servis

 Keamanan

 Mekanikal elektrikal

b. Mitra kerja produksi

 Executive producer  Producer  Director  Staf production  Actris/actor c. Penyewa  Sineas film  Production house

 Mitra kerja produksi

 Manajemen artis

 Perusahaan film independent

d. Pengunjung

 Penonton

 Pengunjung atau peserta workshop

 Klien atau mitra kerja produksi 3. Analisis aktivitas a. Kegiatan pengelolaan 1) Pengelolaan arsip 2) Pengelolaan administrasi 3) Personalia 4) Pengelola utama

5) Pengadaan dan pengecekan property

6) Pengadaan dan pengecekan studio produksi

b. Kegiatan film

(10)

 Kegiatan perencanaan / pra-produksi

 Produksi film

 Pasca produksi 2) Kegiatan promosi film

 Premiere film  Konferesi pers 3) Kegiatan apresiasi  Bedah film  Workshop  Training  Komunitas film  Festival film c. Kegiatan entertainment 1) Menonton film 2) Pameran film

3) Taman film (game zone)

4) Souvenir retail (penjualan) d. Kegiatan servis

1) Servis

2) Keamanaan

(11)

C. Program Ruang 1. Alur aktivitas

(12)
(13)

2. Kebutuhan ruang

No Jenis Kegiatan Nama Ruangan Sifat

1 Kegiatan utama  Menanyakan informasi  Lobby Publik 1 Kegiatan film  Kegiatan produksi film

 Studio produksi film Semi

publik

 Kegiatan promosi film  Hall Publik

 Kegiatan apresiasi film  Hall  Auditorium  Kelas teori  Studio praktek Semi publik Semi publik Semi publik 2 Kegiatan entertainment

 Menonton film  Bioskop

 Projector room  Tiket box  Snack bar Publik Publik Publik Semi publik

 Pameran film  Gallery/ display area Publik

 Bermain game/hiburan  Game center  Taman Publik Publik  Souvenir retail (penjualan)

 Retail shop Publik

3 Kegiatan pengelolaan  Pengelolaan arsip Office Privat  Pengelolaan administrasi/keuangan  Personalia  Pengelola utama  Pengadaan dan pengecekan property  Pengadaan dan pengecekan studio produksi  Istirahat karyawan/ pengelola  Ruang istirahat  Pantry Semi privat 4 Kegiatan servis  Servis  Janitor  Servis center Privat

 Keamanaan  Pos satpam

 Ruang cctv Privat  Perawatan property dan utilitas  Ruang utilitas  Ruang perawatan Privat

(14)

5 Kegiatan penunjang

 Parkir  Parkir Publik

 Shalat  Mushala Publik

(15)

3. Besaran ruang

Nama ruang Kapasitas Jumlah

ruang Sirkulasi % Dimensi Luas sirkulasi besaran Besaran terbangun Kelompok ruang pengelola

R. Direktur Utama 1 orang direktur dan maksimal 4 orang tamu 1 30% 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 1 meja tamu = 1 x (1 x 0,5)= 0,5 2 sofa kecil = 2x(0,6 x 0,4)= 0,48 1 sofa besar = 1 x(1,2 x 0,6)=3,6 Area gerak = 5 x 4 x 1 = 20 Luas 0,96+0,25+0,7+0,5+0,48+3,6+20=26,49m2 7,95 Luas 26,49+7,95= 34,44m2 35 R. Wakil Direktur 1 orang wakil direktur dan maksimal 2 orang tamu 1 30% 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 1 sofa kecil = 2x(0,6 x 0,4)= 0,24 1 sofa besar = 1 x(1,2 x 0,6)=3,6 1 meja tamu = 1 x (1 x 0,5)= 0,5 Area gerak = 3 x 4 x 1 = 12 Luas 5,5 Luas 18,25+5,5= 23.725m2 25

(16)

0,96+0,25+0,7+0,5+0,24+3,6+12=18,25m2 R. Sekretaris 1 orang sekretaris 1 30% 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 Area gerak = 1 x 4 x 1 = 4 Luas 0,96+0,25+0,7+4= 5.91m2 1,78 Luas 5.91+1.78 = 7.683 9 Departemen administrasi 1 orang kepala departemen dan 4 staff 1 30% Manager 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 Area gerak = 1 x 4 x 1 = 4 Staff 4 meja kerja = 4x (1.2x0.8) = 3,84 4 kursi = 4 x (0.5 x 0.5) = 1 4 rak arsip = 4 x (1 x 0.7) = 2,8 Area gerak =4 x 4 x 1 = 16 Luas 0,96+0,25+0,7+4+3,84+1+2,8+16=29.55 8.865 Luas 29,55+8,865= 38.415m2 40

(17)

Departemen operasional 1 orang kepala departemen dan 4 staff 1 30% Manager 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 Area gerak = 1 x 4 x 1 = 4 Staff 4 meja kerja = 4x (1.2x0.8) = 3,84 4 kursi = 4 x (0.5 x 0.5) = 1 4 rak arsip = 4 x (1 x 0.7) = 2,8 Area gerak =4 x 4 x 1 = 16 Luas 0,96+0,25+0,7+4+3,84+1+2,8+16=29.55 8.865 Luas 29,55+8,865= 38.415m2 40 Departemen sales dan marketing 1 orang kepala departemen dan 4 staff 1 30% Manager 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 Area gerak = 1 x 4 x 1 = 4 Staff 4 meja kerja = 4x (1.2x0.8) = 3,84 4 kursi = 4 x (0.5 x 0.5) = 1 4 rak arsip = 4 x (1 x 0.7) = 2,8 Area gerak =4 x 4 x 1 = 16 Luas 0,96+0,25+0,7+4+3,84+1+2,8+16=29.55 8.865 Luas 29,55+8,865= 38.415m2 40

(18)

Departemen cinema 1 orang kepala departemen dan 4 staff 1 30% Manager 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 Area gerak = 1 x 4 x 1 = 4 Staff 4 meja kerja = 4x (1.2x0.8) = 3,84 4 kursi = 4 x (0.5 x 0.5) = 1 4 rak arsip = 4 x (1 x 0.7) = 2,8 Area gerak =4 x 4 x 1 = 16 Luas 0,96+0,25+0,7+4+3,84+1+2,8+16=29.55 8.865 Luas 29,55+8,865= 38.415m2 40 Departemen workshop 1 orang kepala departemen dan 4 staff 1 30% Manager 1 meja kerja = 1x (1.2x0.8) = 0.96 1 kursi = 1 x (0.5 x 0.5) = 0.25 1 rak arsip = 1 x (1 x 0.7) = 0.7 Area gerak = 1 x 4 x 1 = 4 Staff 4 meja kerja = 4x (1.2x0.8) = 3,84 4 kursi = 4 x (0.5 x 0.5) = 1 4 rak arsip = 4 x (1 x 0.7) = 2,8 Area gerak =4 x 4 x 1 = 16 Luas 0,96+0,25+0,7+4+3,84+1+2,8+16=29.55 8.865 Luas 29,55+8,865= 38.415m2 40

(19)

Departemen produksi film 1 orang kepala departemen dan 4 staff Karyawan servis 30 0rang karyawan teknik 10 0rang

1 30% 2 Kursi sofa santai 2x(0,6x1,8)=21,6

1 meja absen 1x(1.2x0.8)=0,96 2 meja makan =2x(1x4)=8 20 Kursi makan =20(0,5x0,5)=5 1 Dispenser = 2x(0,4x0,4)=0,16 Area gerak 20x2x1= 40m2 Luas 14+12+21,6+0,96+8+5+0,16+40=82.72 20.916 Luas 69.72+69.72= 60.636m2 70

Lobby utama 4 orang

informasi, 10 penjaga retail Maksimal 400 pengunjung 1 20% 1 Meja informasi 1x(0,8x2,8)=1,76 4 Kursi 4x(0,5x0,5)= 1 Highlight board 2(3x2)=12 Lobby lounge 2 set sofa 10 area retail 10x(3x3)=90 area gerak 800x0,7x1= 560 Luas 1,76+1+12+100+90+560= 764.76m2 229.428 Luas 764.76+229.428 = 994.188m2 995 Cinema

(20)

Ruang penerima cinema

1 Area Loket

1 meja kerja panjang =1 x (12 x 0.8) = 9,6 4 kursi = 10x (0.5x0.5) = 1 Area gerak = 4 x 0.85 x 1 = 3.4 Area Antri Area gerak = 400 x 0.85 x 1 = 340 Luas = 9,6+1+3,4+340=354 Snack bar

2 meja kerja & etalase = 2 x(7.2 x0.8)= 11.52

2 kulkas 2 x (1 x 0.8) = 1.6 Area gerak = 6 x 0.85 x 1 = 5.1 Luas = 11.52 + 1.6 + 5.1 = 18.22

Area tunggu

30 Kursi sofa tanpa sandaran 30x(1,5x0,5)=22,5

Lounge

1 meja kerja panjang = 1x(2.4x 0.8) = 1.9 10 meja makan 10x(1.2 x 0.8) =9,6 40 kursi makan 40x(0.5 x 0.5)=100 Area gerak 45x0,85x1=38.25 Luas = 1,9+ 9,6+100+38,25=49,75 Luas total 354+18.22+22,5+49,75=444,47 133.341 577.811 580

(21)

Studio pemutaran film 7 Studio kecil 400 kursi = 400 x (0.7x0.65) = 182 Area gerak 1 = 340 Luas 182+340x6=2222 Studio sedang 600 kursi = 600 x (0.7x0.65) = 273 Area gerak = 303 Luas 273+303x1=576 Luas total 1408+1056+2222= 4686 1405.8 6091.8 6100

Ruang proyektor 400 7 2 meja kerja = 2x(1.2x0.8) = 1.92

2 kursi = 2 x (0.5 x 0.5) = 0.5 7 proyektor = 2 x (1 x 0.8) = 1.6 2 slide-proyektor = 2 x (0,7x1.124) = 0,78

1 set sound sistem = 1 x (2x0,5)= 1 Area gerak = 2 x 0.85 x 1 = 1.7 Luas 1.92+ 0.5 + 1.6 + 0.5 + 0.78 + 1+1.7 = 8 2 ruang = 5 x 8= 40 12 48 48

(22)

Toilet 50 orang 4 20% Toilet Pria 5 WC = 5 x (1.5 x 1) = 7.5 5 urinoir = 5 x (0.5 x 0.8) = 2 4 wastafel = 4 x (0.9 x 0.6) = 2.16 Area gerak = 25 x 0.85 x 1= 21.25 Toilet Wanita 6 WC = 6 x (1.5 x 1) = 9 6 wastafel = 6 x (0.9 x 0.6) = 3.24 Area gerak = 25 x 0.85 x 1= 21.25 Luas (7.5+2+2.16+21.25) +(9 + 3.24 + 21.25) = 66.4 19.92 86.32 90

Studio produksi film

Studio poduksi Area Loket

1 meja kerja panjang =1 x (12 x 0.8) = 9,6 4 kursi = 10x (0.5x0.5) = 1 Area gerak = 4 x 0.85 x 1 = 3.4 Area Antri Area gerak = 400 x 0.85 x 1 = 340 102 442 442 Artis lounge 1 42 M2 42 R. Rias/Make up 1 R. main control 1 24 M2 24 R. lighting control 1 24 M2 24 Ruang property 1 180 M2 180

(23)

Ruang kostum 1 72 M2 72

Ruang ganti 5 30 M2 30

Toilet 50 1 Toilet Pria

5 WC = 5 x (1.5 x 1) = 7.5 5 urinoir = 5 x (0.5 x 0.8) = 2 4 wastafel = 4 x (0.9 x 0.6) = 2.16 Area gerak = 25 x 0.85 x 1= 21.25 Toilet Wanita 6 WC = 6 x (1.5 x 1) = 9 6 wastafel = 6 x (0.9 x 0.6) = 3.24 Area gerak = 25 x 0.85 x 1= 21.25 Luas (7.5+2+2.16+21.25) +(9 + 3.24 + 21.25) = 66.4 19.92 86.32 90 Workshop

Ruang penerima 140 1 30% Kursi

Area pameran

100

Workshop 30 4 30% Kursi 150 kursi 150x0,5x0,5= 37,5

Meja 0,6x7x10=42 Panggung standard 18 M2 Luas 42+37.5+18=97.5 29.25 126.75 130 Studio 1 (music/audio editing)

110 1 30% Studio music rekam standard dengan alat

Keyboard ,Drum set ,Gitar, Bass temasik perlengkapan tata suara dan operator = 56M2

(24)

pemain orchestra = 100 M2 Studio dubbing = 9 M2 Studio mixing =72 M2 Area gerak 110x0,85x1= Luas 56+100+9+72+93,5=330,5 Studio 2 (fotografi)

5 1 Asumsi Ruang Editing Dan Peralatan 80

M2 Ruang arsip Area gerak 5x2x1 Luas 80+10=90 27 117 117 Studio 3 (video editing)

5 1 Asumsi ruang editing dan peralatan 80 M2

Area gerak 5x2x1 Luas

80+10=90

27 117 117

Entertaiment area

Amusement center 400 1 30% Area Loket

1 meja kerja panjang =1 x (12 x 0.8) = 9,6 4 kursi = 10x (0.5x0.5) = 1 Area gerak = 4 x 0.85 x 1 = 3.4 Area Antri Area gerak = 400 x 0.85 x 1 = 340 Luas = 9,6+1+3,4+340=354 Area amusement 400m2 980.2 980

(25)

Fasilitas pelengkap

Mushola 50 2 2m2/ orang

50 x 2m2 = 100 m2

900

Atm center 8 mesin atm 16m2 16

Parkir 250 Mobil 250x3x5=3750 350 motor350x1x2= 700 5 bus 3x12x5= 180 4630m2 2315 6945 6950 Ruang utilitas Ruang generator 1 20 m2 20 Ruang panel 1 20 m2 20 Ruang AC Central  Ahu  Chiller  Cooling Tower 1 20 m2 20 Ruang pabx 20 m2 20

Ruang keamanan Ruang staff keamanan

Ruang cctv

100 m2 100

(26)

TOTAL KEBUTUHAN LUAS RUANGAN

KELOMPOK RUANG LUAS (dalam satuan M2)

R. Pengelola 350 M2 R. Cinema 3880 M2 R, workshop 804 M2 R. Produksi Film 1056 M2 R. Pelengkap 2566 M2 R. Utilitas 252 M2

TOTAL LUAS LANTAI 8.908 M2

Luas lahan : 32.000 m2

KDB : 60 %

KLB : 7,0

(27)

Soraya Desiana, 2015

PUSAT SINEMA BANDUNG (BANDUNG CINEMA CENTER)

D. Modul Perancangan

Modul perancangan direncanakan berdasarkan jumlah luas kebutuhan ruang, yang dasar perencanaannya adalah kebutuhan luas studio pemutaran film. Modul yang digunakan adalah 8x8 meter.

Gambar 4. 9 Modul Perancangan Sumber : Dokumentasi Pribadi

E. Sistem Ruang

Sistem ruang yang digunakan adalah sistem grid dimana. Kemampuan pengorganisasian ruang disesuaikan dengan bentuk massa dan bentuk tapak.

Gambar 4. 10 Sistem Ruang Sumber : Dokumentasi Pribadi

F. Sistem Struktur dan Konstruksi

Dalam penentuan penggunaan konsep sistem struktur dan konstruksi suatu bangunan banyak hal menjadi pertimbangan dan dasar perhitungan terlebih dalam bangunan cinem center yang merupakan bangunan rekreasi yang ringkat aktivitasnya tinggi berikut beberapa dasar pertimbangan penentuan struktur dan konstruksi bangunan

Cinema Center :

 Beban yang harus di dukung

(28)

Soraya Desiana, 2015

 Bentuk dimensi vertical bangunan

 Karakter bangunan

 Pengaruh terhadap lingkungan sekitar

Dalam bangunan, sistem struktur terbagi menjadi 3 bagian yaitu 1. Sub struktur

Sub Struktur berupa pondasi yang diberada pada bagian bawah pondasi atau di dalam tanah, fungsi pondasi sebagai penerima gaya yang akan disalurkan ke tanah. Pada kasus bangunan Cinema Center menurut analisis terdapat 3 sub-stuktur yang dapat digunakan yaitu :

a. footplat

b. Sumuran

c. Tiang pancang

2. Super struktur

Super Struktur berupa kolom, balok, plat lantai. Bagian ini berada pada bagian badan bangunan yang mana fungsinya sebagai penyalur gaya di dalam bangunan. a. Kolom b. Balok c. Plat lantai d. Dinding 3. Upper struktur

Struktur atap yang sesuai dengan bangunan Cinema Center ini adalah sistem struktur rangka ruang dan untuk atap digunakan

Gambar

Gambar 4. 1 Analisis Jalur Matahari
Gambar 4. 2 Analisis Kebisingan Tapak
Gambar 4. 4 Analisis Arah Angin  Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 4. 5 Analisis Fisik Tapak
+5

Referensi

Dokumen terkait

Audit Judgement berpengaruh terhadap Opini AKuntan Publik sebesar 26,6% artinya fenomena terjadi dilapangan bahwa masih adanya penyimpangan dari prinsip akuntansi

Pesan dakwah lirik kelima lagu “Man Ana Laulaakum” adalah pesan akhlak terhadap makhluk yaitu pesan yang mengajak kita untuk selalu mencintai makhluk-makhluk Allah,

1. Aluminium paduan mengalami peningkatan ketahanan lelah sebesar 10,7% setelah diaging dan diquench aging. Aluminium paduan mengalami peningkatan kekerasan sebesar 29,4% setelah

Untuk mengetahui apakah variabel iindependen secara bersamaan-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen. a) Apabila t hitung lebih kecil dari t tabel maka Ho

Penulisan Tugas Akhir dengan judul ”ANALISIS PUSHOVER NONLINIER STRUKTUR GEDUNG GRIYA NIAGA 2 BINTARO” disusun guna melengkapi syarat untuk menyelesaikan jenjang pendidikan

Ahli fiqih menfefinisikan 6>FD;*+*1 sebagai salah satu bentuk akad tolong-menolong dalam bentuk akad kerjasama antara dua belah pihak atau lebih, dimana satu pihak sebagai

Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan Sustainability Reporting Pada Perbankan Yang Terdaftar

Perjanjian kerja bersama adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara serikat pekerja/serikat buruh atau beberapa serikat pekerja/serikat buruh yang tercatat