DUKUNGAN TERHADAP PEMENUHAN TENAGA KEFARMASIAN DI PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT SESUAI STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT DAN PUSKESMAS

37 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

DUKUNGAN TERHADAP PEMENUHAN TENAGA

KEFARMASIAN DI PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT

SESUAI STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH

SAKIT DAN PUSKESMAS

USMAN SUMANTRI

KEPALA BADAN PENGEMBANGAN DAN PERMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN

(2)

SISTEMATIKA PENYAJIAN

1. SITUASI KESEHATAN DI INDONESIA

2. GAMBARAN KETENAGAAN FARMASI DI INDONESIA

3. KEBIJAKAN PENEMPATAN TENAGA KESEHATAN

(3)

SITUASI KESEHATAN DI INDONESIA

(4)

4

TANTANGAN

1. Ketahanan Pangan dan Energi

2. Penyediaan lapangan kerja.

3. Pergeseran pola penyakit dan

komposisi penduduk

4. Pelestarian Lingkungan

Menkes utk Rakerkeswil Barat

1971

1980

2010

Usia produktif

adalah

Kelompok

‘rentan’

1980

(5)

a. Meningkatnya kesadaran isu kesehatan

b. Meningkatnya alokasi anggaran kesehatan

c. Menyatunya arah pembangunan kesehatan

d. Integrasi monitoring dan evaluasi untuk isu-isu prioritas

PENEKANAN SDGs:

5P : PEOPLE, PLANET, PEACE, PROSPERITY AND PARTNERSHIP

(6)

Sumber : Double Burden of Diseases & WHO NCD Country Profiles (2014)

Kematian akibat penyakit tidak menular semakin meningkat

Tren ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup

(pola makan dengan gizi tidak seimbang, kurang aktifitas fisik, merokok, dll)

Cedera 7% Penyakit Tidak Menular 37% Penyakit Menular 56% Cedera 8% Penyakit Tidak Menular 49% Penyakit Menular 43% Cedera 9% Penyakit Tidak Menular 58% Penyakit Menular 33%

1990

2000

2010

2015

Keterangan: Pengukuran beban penyakit dengan Disability-adjusted Life Years (DALYs)

hilangnya hidup dalam

tahun akibat kesakitan dan kematian prematur

Cedera 13% Penyakit Tidak Menular 57% Penyakit Menular 30%

(7)

PERUBAHAN BEBAN PENYAKIT 1990 – 2010 DAN 2015 DI INDONESIA

(8)

Tantangan

Pembangunan Kesehatan

Derajat kesehatan

rakyat yg

setinggi-tingginya

8

(9)

VISI DAN MISI PRESIDEN

9 AGENDA PRIORITAS (NAWA CITA)

Agenda ke 5: Meningkatkan kualitas Hidup Manusia

Indonesia

TRISAKTI:

Mandiri di bidang ekonomi; Berdaulat di bidang politik; Berkepribadian

dlm budaya

PROGRAM INDONESIA SEHAT

PROGRAM INDONESIA PINTAR

PROGRAM INDONESIA SEJAHTERA PROGRAM INDONESIA KERJA

PENGUATAN YANKES

PARADIGMA SEHAT

JKN

3

DIM

EN

SI PE

M

BA

NG

UN

AN

: P

EM

BA

NG

UN

AN

M

AN

US

IA

, S

EK

TO

R

UN

GG

ULA

N,

PE

M

ER

AT

AA

N D

AN K

EW

IL

AY

AH

AN

NOR

M

A P

EM

BA

NG

UNA

N K

AB

INET

K

ER

JA

DTPK

KOTA

KELUARGA SEHAT

(10)

Target RPJMN

dalam Pemenuhan Tenaga Kesehatan di

Puskesmas dan RS

5.600

puskesmas yang

minimal memiliki 5

jenis tenaga

kesehatan Preventif

dan Promotif

60%

RS Kab/Kota kelas C

yang memiliki 4 dokter

spesialis dasar dan 3

dokter spesialis

penunjang.

Tenaga Kesehatan Masyarakat, Kesenatan Lingkungan, Ahli teknologi laboratorium medik (Analis Kesehatan, Tenaga gizi dan kefarmasian

(11)

GAMBARAN TENAGA KEFARMASIAN DI INDONESIA

(12)

[Image Info] - Note to customers : This image has been licensed to be used within this PowerPoint template only. You may not extract the image for any other use.

JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASIH KURANG

DISTRIBUSI TENAGA KESEHATAN YANG TIDAK MERATA

MUTU ATAU KUALITAS YANG BELUM MEMADAI

KUALIFIKASI TENAGA KESEHATAN MASIH BANYAK YANG

BELUM D III

(13)

NO.

JENIS TENAGA

PUSKESMAS KAWASAN

PERKOTAAN

PUSKESMAS KAWASAN

PEDESAAN

PUSKESMAS

KAWASAN TERPENCIL

DAN SANGAT

TERPENCIL

NON RI

RI

NON RI

RI

NON RI

RI

1

DOKTER

/

DOKTER

LAYANAN PRIMER

1

2

1

2

1

2

2

DOKTER GIGI

1

1

1

1

1

1

3

PERAWAT

5

8

5

8

5

8

4

BIDAN

4

7

4

7

4

7

5

TENAGA KESMAS

2

2

1

1

1

1

6

TENAGA KESLING

1

1

1

1

1

1

7

AHLI

TEKNOLOGI

LAB.

MEDIC

1

1

1

1

1

1

8

TENAGA GIZI

1

2

1

2

1

2

9

TENAGA KEFARMASIAN

1

2

1

1

1

1

10

TENAGA ADMININTRASI

3

3

2

2

2

2

11

PEKARYA

2

2

1

1

1

1

JUMLAH

22

31

19

27

19

27

(14)

STANDAR KETENAGAAN MINIMAL SDMK

RUMAH SAKIT UMUM KELAS A, B, C, DAN D BERDASARKAN PERMENKES 56/2014

NO JENIS TENAGA A B RS C D

1. DOKTER UMUM 18 12 9 4

2. DOKTER GIGI 4 3 2 1

3. DOKTER SPESIALIS DASAR 24 12 8 4

A. SPESIALIS PENYAKIT DALAM 6 3 2 1*

B. SPESIALIS KESEHATAN ANAK 6 3 2 1*

C. SPESIALIS BEDAH 6 3 2 1*

D. SPESIALIS OBSTETRI DAN GINEKOLOG 6 3 2 1*

KET: *) DARI 4 JENIS SPESIALIS DASAR, WAJIB TERISI 2 JENIS PELAYANAN, MASING-MASING 1 TENAGA

4. SPESIALIS PENUNJANG MEDIK 15 10 3

A. SPESIALIS ANESTESIOLOGI 3 2 1

B. SPESIALIS RADIOLOGI 3 2 1

C. SPESIALIS PATOLOGI KLINIK 3 2 1

D. SPESIALIS PATOLOGI ANATOMI 3 2

E. SPESIALIS REHABILITASI MEDIK 3 2

5. DOKTER SPESIALIS LAIN 36 8

A. SPESIALIS MATA 3 1*

B. SPESIALIS THT 3 1*

C. SPESIALIS SYARAF 3 1*

D. SPESIALIS JANTUNG & PEMBULUH DARAH 3 1*

E. SPESIALIS KULIT & KELAMIN 3 1*

F. SPESIALIS KEDOKTERAN JIWA 3 1*

G. SPESIALIS PARU 3 1*

H. SPESIALIS ORTHOPEDI 3 1*

I. SPESIALIS UROLOGI 3 1*

J. SPESIALIS BEDAH SYARAF 3 1*

K. SPESIALIS BEDAH PLASTIK 3 1*

L. SPESIALIS KEDOKTERAN FORENSIK 3 1*

(15)

6. DOKTER SUB SPESIALIS 32 2

A. SUB SPESIALIS BEDAH 2 1*

B. SUB SPESIALIS PENYAKIT DALAM 2 1* C. SUB SPESIALIS KESEHATAN ANAK 2 1* D. SUB SPESIALIS OBSTETRI & GINEKOLOG 2 1*

E. SUB SPESIALIS MATA 2

F. SUB SPESIALIS THT 2

G. SUB SPESIALIS SYARAF 2

H. SUB SPESIALIS JANTUNG & PEMBULUH DARAH

2

I. SUB SPESIALIS KULIT & KELAMIN 2

J. SUB SPESIALIS JIWA 2

K. SUB SPESIALIS PARU 2

L. SUB SPESIALIS ORTHOPEDI 2

M. SUB SPESIALIS UROLOGI 2

N. SUB SPESIALIS BEDAH SYARAF 2 O. SUB SPESIALIS BEDAH PLASTIK 2

P. SUB SPESIALIS GIGI MULUT 2

KET: *) DARI 4 JENIS SUB SPESIALIS DASAR, WAJIB TERISI 2 JENIS PELAYANAN, MASING-MASING 1 TENAGA

7. SPESIALIS MEDIK GIGI DAN MULUT 7 3 1

A. SPESIALIS BEDAH MULUT 1 1 1*

B. SPESIALIS KONSERVASI/ ENDODONSI 1 1 1*

C. SPESIALIS PERIODONTI 1 1*

D. SPESIALIS ORTHODONTI 1 1 1*

E. SPESIALIS PROSTHODONTI 1 1*

(16)

8. TENAGA KEFARMASIAN

A. APOTEKER 15 13 8 3

KEPALA INSTANSI FARMASI RS 1 1 1 1

RAWAT JALAN 5 4 2

1

RAWAT INAP 5 4 4

INSTANSI GAWAT DARURAT 1 1

RUANG ICU 1 1

KOORDINATOR PENERIMAAN DAN DISTRIBUSI FARMASI 1 1

1 1

KOORDINATOR PRODUKSI FARMASI 1 1

B. TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN

RAWAT JALAN 10 8 4

2

RAWAT INAP 10 8 8

INSTANSI GAWAT DARURAT 2 2

RUANG ICU 2 2

MEMBANTU TUGAS KOORDINATOR PENERIMAAN DAN DISTRIBUSI

FARMASI DISESUAIKAN DENGAN BEBAN KERJA DISESUAIKAN DENGAN BEBAN KERJA DISESUAIKAN DENGAN BEBAN KERJA DISESUAIKAN DENGAN BEBAN KERJA

MEMBANTU TUGAS KOORDINATOR PRODUKSI FARMASI

DISESUAIKAN DENGAN BEBAN KERJA DISESUAIKAN DENGAN BEBAN KERJA

9. KEPERAWATAN (PERAWAT DAN BIDAN) 1:1 1:1 2:3 2:3

KET:

- UNTUK RS TIPE A DAN B; 1 TENAGA KEPERAWATAN UNTUK 1 TEMPAT TIDUR (2/3 TENAGA TETAP)

- UNTUK RS TIPE C DAN D; 2 TENAGA KEPERAWATAN UNTUK 3 TEMPAT TIDUR (2/3 TENAGA TETAP)

10. GIZI P P P P

11. KETERAPIAN FISIK P P P P

12. RADIOGRAFER P P P P

13. FISIKAWAN MEDIK P P

14. PETUGAS PROTEKSI RADIASI MEDIK P P

15. TENAGA ELEKTROMEDIK P P

16. KETEKNISIAN MEDIS P P P P

17. REKAM MEDIK P P P P

18. PETUGAS IPSRS P P P P

19. PETUGAS PENGELOLA LIMBAH P P P P

(17)

KETERSEDIAAN TENAGA KEFARMASIAN DI PUSKESMAS

TENAGA

KEFARMASIAN

JUMLAH

PUSKESMAS YANG

TERSEDIA TENAGA

SARJANA FARMASI

& APOTEKER

JUMLAH

PUSKESMAS

TANPA TENAGA

SARJANA FARMASI

& APOTEKER

JUMLAH

PUSKESMAS

% JUMLAH

PUSKESMAS

TANPA TENAGA

SARJANA FARMASI

& APOTEKER

SARJANA FARMASI

& APOTEKER

2.274

7.781

9.655

80,59%

TENAGA

KEFARMASIAN

JUMLAH

PUSKESMAS YANG

TERSEDIA TENAGA

TEKNIS

KEFARMASIAN

JUMLAH

PUSKESMAS

TANPA TENAGA

TEKNIS

KEFARMASIAN

JUMLAH

PUSKESMAS

% JUMLAH

PUSKESMAS

TANPA TENAGA

TEKNIS

KEFARMASIAN

TENAGA TEKNIS

KEFARMASIAN

7.478

4.414

9.655

45,72%

(18)

KETERSEDIAAN DAN DISTRIBUSI TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DI PUSKESMAS

PROVINSI JML PUSKESMAS KETERSEDIAAN PUSKESMAS TANPA

TTK ACEH 334 510 118 SUMATERA UTARA 570 565 208 SUMATERA BARAT 262 382 29 RIAU 207 218 71 JAMBI 176 230 48 SUMATERA SELATAN 319 284 129 BENGKULU 180 231 89 LAMPUNG 280 188 140

KEP. BANGKA BELITUNG 60 57 20

KEP. RIAU 70 71 23 DKI JAKARTA 340 143 246 JAWA BARAT 1.050 489 612 JAWA TENGAH 873 836 246 DI YOGYAKARTA 121 149 7 JAWA TIMUR 960 869 318 BANTEN 230 115 138 BALI 120 107 43

NUSA TENGGARA BARAT 158 116 66

NUSA TENGGARA TIMUR 362 301 156

KALIMANTAN BARAT 237 202 90 KALIMANTAN TENGAH 194 103 93 KALIMANTAN SELATAN 228 233 64 KALIMANTAN TIMUR 174 138 75 KALIMANTAN UTARA 48 23 31 SULAWESI UTARA 183 125 99 SULAWESI TENGAH 183 133 96 SULAWESI SELATAN 440 253 222 SULAWESI TENGGARA 264 106 177 GORONTALO 91 91 58 SULAWESI BARAT 92 47 52 MALUKU 190 25 154 MALUKU UTARA 125 30 96 PAPUA BARAT 143 25 111 PAPUA 391 83 289 INDONESIA 9.655 7.478 4.414

(19)

TARGET DAN REALISASI RASIO TENAGA KESEHATAN

TERHADAP PENDUDUK

JENIS TENAGA KESEHATAN

RASIO TENAGA KESEHATAN PER 100.000 PENDUDUK

TARGET RPTK TAHUN 2014 TARGET RENSTRA KEMKES 2010-2014 REALISASI TAHUN 2012 REALISASI TAHUN 2013 REALISASI TAHUN 2014 DOKTER SPESIALIS 10 9 9 9,9 10,3 DOKTER UMUM 40 30 36 38,1 39,5 DOKTER GIGI 12 11 9 9,9 10,1

APOTEKER

9

9

0,91

9,2

19

BIDAN 100 75 76,4 80,8 98,4 PERAWAT 158 158 93,6 110,9 100,6 TENAGA GIZI 10 10 3,8 4,9 8,1 TENAGA SANITASI LINGKUNGAN 15 18 4,2 4,9 4,3 TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT 13 8 8,4 9,3 9,4

(20)

KETERSEDIAAN SDMK

PUSKESMAS RAWAT INAP & NON RAWAT INAP

Per 1 Oktober 2014

JENIS TENAGA

JUMLAH SDM KESEHATAN

NON RAWAT INAP

RAWAT INAP

TOTAL

DOKTER

10.219

7.424

17.643

DOKTER GIGI

4.201

2.647

6.848

PERAWAT

56.292

48.061

104.353

PERAWAT GIGI

5.981

4.185

10.166

BIDAN

57.934

43.612

101.546

TENAGA

KEFARMASIAN

5.481

4.271

9.752

KESMAS

12.601

8.485

21.086

TENAGA GIZI

5.488

4.018

9.506

SANITARIAN

6.229

4.204

10.433

ANALIS KESEHATAN

2.978

2.429

5.407

SDM NON KESEHATAN

18.791

15.929

34.720

TOTAL

186.195

145.265

331.460

(21)

RATA-RATA JUMLAH TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN

PER PUSKESMAS

(22)

KETERSEDIAAN DAN DISTRIBUSI TENAGA SARJANA FARMASI DAN APOTEKER DI PUSKESMAS

PROVINSI JML PUSKESMAS KETERSEDIAAN S. FARMASI & APT PUSKESMAS TANPA S. FARMASI & APT

ACEH 334 234 261 SUMATERA UTARA 570 79 466 SUMATERA BARAT 262 34 222 RIAU 207 70 163 JAMBI 176 25 151 SUMATERA SELATAN 319 52 270 BENGKULU 180 124 135 LAMPUNG 280 61 231

KEP. BANGKA BELITUNG 60 5 55

KEP. RIAU 70 21 48 DKI JAKARTA 340 101 283 JAWA BARAT 1.050 112 946 JAWA TENGAH 873 168 742 DI YOGYAKARTA 121 16 105 JAWA TIMUR 960 183 787 BANTEN 230 51 189 BALI 120 12 106

NUSA TENGGARA BARAT 158 42 123

NUSA TENGGARA TIMUR 362 23 330

KALIMANTAN BARAT 237 40 198 KALIMANTAN TENGAH 194 46 149 KALIMANTAN SELATAN 228 51 177 KALIMANTAN TIMUR 174 42 132 KALIMANTAN UTARA 48 19 33 SULAWESI UTARA 183 63 127 SULAWESI TENGAH 183 72 120 SULAWESI SELATAN 440 234 260 SULAWESI TENGGARA 264 82 192 GORONTALO 91 47 51 SULAWESI BARAT 92 43 54 MALUKU 190 21 160 MALUKU UTARA 125 52 76 PAPUA BARAT 143 17 116 PAPUA 391 32 323

INDONESIA

9.655

2.274

7.781

(23)
(24)

KETERSEDIAAN TENAGA KEFARMASIAN DI RS

TENAGA

KEFARMASIAN

JUMLAH RS YANG

TANPA TENAGA

APOTEKER

JUMLAH RS YANG

TERSEDIA TENAGA

APOTEKER

JUMLAH RS

% JUMLAH RS

TANPA TENAGA

APOTEKER

APOTEKER

390

1.978

2.368

16,5%

TENAGA

KEFARMASIAN

JUMLAH RS YANG

TERSEDIA TENAGA

TEKNIS

KEFARMASIAN

JUMLAH RS TANPA

TENAGA TEKNIS

KEFARMASIAN

JUMLAH RS

% JUMLAH RS

TANPA TENAGA

TEKNIS

KEFARMASIAN

TENAGA TEKNIS

KEFARMASIAN

1.631

737

2.368

68,9%

(25)

KETERSEDIAAN DAN DISTRIBUSI TENAGA APOTEKER DAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DI RS

PROVINSI JML RS JML APOTEKER

JML RS TANPA APOTEKER JML TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN

JML RS TANPA TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN JML RS JML RS ACEH 63 192 11 248 37 SUMATERA UTARA 175 685 44 299 129 SUMATERA BARAT 62 301 9 181 38 RIAU 62 521 8 117 45 JAMBI 31 197 - 119 14 SUMATERA SELATAN 55 334 3 251 34 BENGKULU 19 91 2 41 9 LAMPUNG 51 135 7 87 32

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 15 45 2 58 8 KEPULAUAN RIAU 25 87 6 58 17 DKI JAKARTA 157 1.995 50 470 140 JAWA BARAT 291 2.003 49 754 220 JAWA TENGAH 292 1.244 38 1.303 172 DI YOGYAKARTA 71 440 13 79 54 JAWA TIMUR 338 1.629 56 1.006 260 BANTEN 82 416 10 448 49 BALI 57 231 15 132 42

NUSA TENGGARA BARAT 24 140 - 45 15

NUSA TENGGARA TIMUR 42 211 1 94 21

KALIMANTAN BARAT 45 146 4 118 24 KALIMANTAN TENGAH 19 172 1 41 13 KALIMANTAN SELATAN 34 182 8 141 22 KALIMANTAN TIMUR 45 179 8 186 27 KALIMANTAN UTARA 6 39 - 3 4 SULAWESI UTARA 43 195 8 28 35 SULAWESI TENGAH 29 203 5 115 22 SULAWESI SELATAN 88 500 10 290 50 SULAWESI TENGGARA 25 141 2 29 16 GORONTALO 12 54 - 26 7 SULAWESI BARAT 9 50 2 17 5 MALUKU 27 67 4 32 16 MALUKU UTARA 18 101 2 30 13 PAPUA BARAT 18 55 3 42 11 PAPUA 38 193 9 42 30

INDONESIA

2.368

13.174

390

6.930

1.631

(26)

KEBIJAKAN PENEMPATAN TENAGA KESEHATAN

(27)

DASAR HUKUM

1. UU NO 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN

2. UU NO 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAH DAERAH

3. UU NO 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA

4. UU NO 36 TAHUN 2014 TENTANG TENAGA KESEHATAN

5. PP NO 74 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PP NO 23 TAHUN 2005 TENTANG

PENGELOLAAN KEUANGAN BLU

6. KEPPRES NO. 37 TAHUN 1991 PENGANGKATAN DOKTER SEBAGAI PEGAWAI TIDAK

TETAP SELAMA MASA BAKTI

7. KEPPRES NO. 23 TAHUN 1994 SEBAGAIMANA DIUBAH DALAM KEPPRES NO. 77

TAHUN 2000 PENGANGKATAN BIDAN SEBAGAI PEGAWAI TIDAK TETAP

8. PERMENKES NO 7 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENGANGKATAN DAN

PENEMPATAN DOKTER DAN BIDAN SEBAGAI PEGAWAI TIDAK TETAP

9. PERMENKES NO 23 TAHUN 2015 TENTANG PENUGASAN KHUSUS TENAGA

KESEHATAN BERBASIS TIM (TEAM BASED) DALAM MENDUKUNG PROGRAM

NUSANTARA SEHAT

(28)

Kebijakan Penempatan Tenaga Kesehatan di DTPK

DTPK

TETAP/PERMANEN

SEMENTARA/TEMPORARY

PNS

PPPK

Nusantara Sehat Berbasis Tim (Team

Based) Nusantara Sehat Individual Wajib Kerja Spesialis

PTT Pusat

Kontrak/Ho

nor BLUD

PTT Daerah

Penempatan Tenaga dibantu Pusat

*

PTT Pusat Moratorium

Kontrak/Honor Swasta/PMA

(29)

Kebijakan Penempatan Tenaga Kesehatan di Non DTPK

Non DTPK

TETAP/PERMANEN

SEMENTARA/TEMPORARY

PNS

PPPK

Wajib Kerja Spesialis

PTT Pusat *

Honor BLUD

PTT Daerah

Peran Pemerintah Daerah, Swasta dan PMA

*

PTT Pusat Moratorium

Honor/Kontrak

Swasta/PMA

(30)

POLA PENEMPATAN TENAGA KESEHATAN PADA FASYANKES

ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN)

DTPK

NON DTPK

PUSKESMAS

RUMAH

SAKIT

RS Menetap

RS Bergerak

Mekanisme Pemenuhan : 1. PNS 2. PPPK 3. Nusantara Sehat Berbasis Tim (mobile tim) 4. Nusantara Sehat Individual 5. Kontrak/Honorer BLUD Mekanisme Pemenuhan : 1. PNS 2. PPPK

3. Wajib Kerja Spesialis 4. Penugasan Khusus Residen 5. Detasering/mobilasi nakes 6. Kontrak/Honorer BLUD 7. Kontrak/Honorer Swasta/PMA Mekanisme Pemenuhan : 1. PNS 2. PPPK

3. Wajib Kerja Spesialis 4. Penugasan khusus residen 5. Kontrak/Honorer BLUD 6. Kontrak/Honorer Sawsta/PMA 7. Detasering/mobilisasi nakes

PUSKESMAS

KLINIK

RUMAH

SAKIT

Mekanisme Pemenuhan : 1. PNS 2. PPPK 3. Kontrak/ 4. Honor BLUD 5. Kontrak/ Honor Swasta/PMA

KLINIK

RS Lapangan

Mekanisme Pemenuhan : 1. PNS 2. PPPK 3. Honor/Kontrak Daerah 4. Honor/Kontrak Swasta/PMA Mekanisme Pemenuhan : 1. PNS 2. PPPK 3. Kontrak/ 4. Honor Daerah 5. Kontrak/ 6. Honor Swasta/PMA Mekanisme Pemenuhan : 1. PNS 2. PPPK 3. Kontrak/Honorer BLUD

Peran Pemerintah dan Pemda dalam Pemenuhan Tenaga

(31)
(32)

IDENTIFIKASI LOKUS YANG AKAN DIINTERVENSI PUSAT

A

B

C

A. Kabupaten/Kota yang memiliki

Puskesmas dengan Kriteria

Terpencil dan Sangat Terpencil

(31 Prov, 187 Kab/kota, 2.052

Puskesmas).

B. Kabupaten/kota Tertinggal (23

Prov, 122 Kab/Kota, 1.915

Puskesmas)

C. Kabupaten/kota dengan Fiskal

kapasitas rendah (24 Prov,

227 Kab/kota, 5.257

Puskesmas

P1

P2

P3

P1 = 3 kriteria A, B dan C (27

Kab/Kota)

P2= 2 Kriteria A dan B

(26 Kab/Kota)

P3= 2 kriteria A dan C (43

Kab/Kota)

(33)

USULAN LOKUS BERDASARKAN HASIL IDENTIFIKASI

Puskesmas yang kosong atau kurang < = 5 jenis nakes, pemenuhan dengan menggunakan mekasnisme Penugasan Khusus Berbasis Tim

(Nusantara Sehat)

Puskesmas yang kosong atau kurang < 5 jenis nakes, pemenuhan dengan menggunakan mekanisme Penugasan Khusus Individual (Nusantara

Sehat Individual)

Dr Drg Perawat Bidan Farmasi Kesmas Kesling Gizi ATLM

JML

NAKES

I

T/ST, Tertinggal

dan Fiskal

Kapasitas Rendah

11

27

273

137 204

343

360

133

103

75

191

204

1.750

II

T/ST & Tertinggal

10

26

223

122 179

170

473

124

81

102

87

157

1.495

III

T/ST & Fiskal

Kapasitas Rendah

14

43

494

187 325

663

579

313

138

208

371

367

3.151

990

446

708

1.176

1.412

570

322

385

649

728

6.396

Total

Jumlah Kekurangan Tenaga Kesehatan

Prioritas

Kriteria

Prov

Kab/Kota

Jumlah

(34)

USULAN DAERAH YANG AKAN DIINTERVENSI PUSAT PRIORITAS I

NO PROVINSI JUM KAB JUM PUSKESMAS

JUMLAH KEKURANGAN TENAGA KESEHATAN

KJML NAKES DR DRG PERAWAT BIDAN FARMASI KESMAS KESLING GIZI ATLM

1 BANTEN 1 12 13 12 0 0 11 10 5 9 12 72 2 GORONTALO 3 36 16 28 53 72 13 1 6 24 36 249 3 KALIMANTAN BARAT 2 29 11 26 32 21 14 14 6 18 9 151 4 MALUKU 1 7 10 7 0 15 5 5 1 3 7 53 5 NUSA TENGGARA BARAT 5 21 18 17 11 32 12 15 4 11 19 139 6 NUSA TENGGARA TIMUR 7 79 42 52 142 71 38 29 13 51 46 484 7 SULAWESI BARAT 2 18 15 9 26 1 7 9 6 19 10 102 8 SULAWESI TENGAH 2 28 6 17 23 64 6 4 9 33 24 186 9 SULAWESI TENGGARA 1 27 3 22 36 65 17 4 13 10 27 197 10 SUMATERA SELATAN 1 4 0 4 1 5 2 4 2 5 4 27 11 SUMATERA UTARA 2 12 3 10 19 14 8 8 10 8 10 90 TOTAL 27 273 137 204 343 360 133 103 75 191 204 1750

(35)

NO PROVINSI JUM KAB JUM PKM

JUMLAH KEKURANGAN TENAGA KESEHATAN

DR DRG PERAWAT BIDAN FARMASI KESMAS KESLING GIZI ATLM JML

NAKES 1 ACEH 1 9 2 9 2 4 1 2 4 6 7 37 2 KALIMANTAN BARAT 4 37 15 30 26 81 16 6 14 16 14 218 3 KALIMANTAN SELATAN 1 11 1 7 0 0 0 2 0 0 1 11 4 KALIMANTAN TENGAH 1 12 4 11 11 20 6 2 4 2 8 68 5 KALIMANTAN UTARA 1 3 0 0 3 10 0 0 2 0 3 18 6 MALUKU 3 47 51 43 42 174 42 29 28 26 46 481 7 MALUKU UTARA 2 14 4 11 4 0 7 2 10 2 13 53 8 PAPUA 6 46 37 40 98 139 31 22 23 24 40 454 9 PAPUA BARAT 5 71 60 69 215 263 66 53 61 57 68 912 10 SUMATERA BARAT 2 26 7 12 14 7 8 16 9 7 10 90 TOTAL 26 276 181 232 415 698 177 134 155 140 210 1.495

(36)

NO PROVINSI JUM KAB JUM PUSKESMAS

JUMLAH KEKURANGAN TENAGA KESEHATAN

DR DRG PERAWAT BIDAN FARMASI KESMAS KESLING GIZI ATLM JML NAKES 1 ACEH 6 98 6 56 77 35 67 4 20 74 57 396 2 BENGKULU 3 25 7 22 4 5 20 9 16 25 18 126 3 GORONTALO 2 26 9 17 29 3 19 5 4 2 26 114 4 JAWA BARAT 1 2 0 2 5 0 2 1 2 1 2 15 5 JAWA TIMUR 3 16 5 8 4 24 9 6 8 21 4 89 6 LAMPUNG 7 67 7 55 112 71 46 9 36 78 52 466

7 NUSA TENGGARA TIMUR 1 16 13 7 49 59 4 6 13 8 12 171

8 PAPUA BARAT 1 10 10 9 26 43 10 3 7 6 9 123 9 SULAWESI BARAT 3 44 31 24 29 45 23 28 23 29 30 262 10 SULAWESI SELATAN 8 80 59 40 223 146 50 36 46 63 69 732 11 SULAWESI TENGGARA 3 66 30 56 66 141 39 17 10 23 61 443 12 SUMATERA BARAT 2 14 1 2 13 0 4 3 4 12 6 45 13 SUMATERA SELATAN 1 16 7 14 0 0 10 2 7 13 8 61 14 SUMATERA UTARA 2 14 2 13 26 7 10 9 12 16 13 108 TOTAL 43 494 187 325 663 579 313 138 208 371 367 3.151

(37)

http://anakbersinar.com/assets/images/public/media/0b66834782d41ad790238af210e6470f.jpg

SEHAT ADALAH HARTAKU,

YANG HARUS KU JAGA DAN KU

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :