• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

34

1. Tempat Penelitian

Tempat penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 17 Surakarta yang terletak di Jalan Jenderal Achmad Yani, Sumber, Surakarta.

Alasan dan pertimbangan pemilihan tempat penelitian di SMP Negeri 17 Surakarta adalah sebagai berikut :

a. Akreditasi sekolah B

b. Peserta didik kelas VIII memiliki tingkat pelanggaran terhadap tata tertib sekolah sebesar 46 %.

c. Kedisiplinan peserta didik terhadap tata tertib sekolah rendah, karena banyak pelanggaran terhadap kedisiplinan yang dilakukan antara lain terlambat masuk kelas, gaduh di dalam kelas, dan membolos.

2. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 yaitu bulan Februari 2015 sampai Januari 2016.

Jadwal pelaksanaan penelitian dijabarkan pada tabel berikut :

Jenis Kegiatan Bulan

Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan

Judul Penyusun Proposal Penyusunan Instrumen Pengurusan Perijinan

Uji Coba Instrumen Pelaksanaan Pretest Pelaksanaan Eksperimen dan Post test

Analisis Data dan laporan

Pelaksanaan Ujian

(2)

B. Metode Penelitian

Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen memiliki ciri utama yaitu adanya perlakuan (treatment)

yang diberikan kepada subjek penelitian. Treatment secara sengaja diberikan dengan tujuan untuk melihat dampak atau perubahan yang terjadi pada variabel terikat.

Penelitian eksperimen terbagi menjadi tiga jenis, yaitu pre-eksperimen, true eksperimen dan quasi eksperimen. Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis

quasi-eksperimen dengan two-group pretest-posttest-design, terdapat kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dalam penelitian.

Tabel 3.1 Rancangan Penelitian

Kelompok Pre-test Treatment Post-test

Eksperimen Q1 X Q2

Kontrol Q1 Q2

Keterangan tabel diatas : Q1 : Pretest

X : Treatmentdengan teknik self monitoring

Q2 : Posttest

Rancangan penelitian diatas dijelaskan sebagai berikut :

Q1 : Kegiatan pretestyang dilakukan adalah pemberian angket kepada peserta didik kelas VIII untuk menentukan subjek penelitian.

X : Treatment adalah perlakuan yang diberikan kepada kelompok eksperimen berupa teknik self monitoring.

Q2 : Pemberian posttest kepada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen setelah selesai diberikan treatment pada kelompok eksperimen.

(3)

Prosedur yang dilakukan dalam rancangan penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Melaksanakan pretest kepada peserta didik kelas VIII dari enam kelas yang dipilih secara acak dengan memberikan angket kedisiplinan tata tertib sekolah.

b. Menganisis hasil pretestuntuk menentukan subjek penelitian yaitu peserta didik yang memiliki disiplin tata tertib sekolah rendah.

c. Mengelompokkan peserta didik yang memiliki disiplin tata tertib yang dibawah rata-rata ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. d. Melaksanakan penelitian dengan memberikan treatmentberupa teknik self

monitoringkepada kelompok eksperimen.

e. Melaksanakan posttest dengan angket yang sama seperti saat pretest

kepada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk mengetahui kedisiplinan peserta didik terhadap tata tertib setelah diberikan treatment.

f. Menganalisis hasil posttest untuk mengetahui perbedaan antara kelompok eksperimen (yang diberikan treatment) dengan kelompok kontrol (yang tidak diberikan treatment).

C. Variabel Penelitian

Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah teknik self monitoring dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah disiplin tata tertib di sekolah. Penjelasan dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut : 1. Definisi Konseptual Variabel Penelitian

a. Variabel bebas

Menurut pendapat beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa teknik self monitoring adalah teknik untuk memantau dan mencatat perilaku diri sendiri dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemandirian dan tanggungjawab individu dalam berperilaku sehingga meningkatkan kedisiplinan terhadap tata tertib sekolah.

(4)

b. Variabel Terikat

Menurut pendapat beberapa ahli, pengertian disiplin tata tertib di sekolah adalah perilaku yang sesuai dengan peraturan dan norma yang ditetapkan oleh pihak sekolah untuk membentuk rasa tanggungjawab dalam berperilaku dilingkungan sekolah.

2. Definisi Operasional Variabel Penelitian a. Variabel Bebas

Teknik self monitoring adalah teknik memantau diri untuk meningkatkan kesadaran, kemndirian dan tanggungjawab peserta didik dalam berperilaku disiplin agar sesuai dengan tata tertib dan aturan yang berlaku di lingkungan sekolah.

b. Variabel Terikat

Pengertian kedisiplinan terhadap tata tertib sekolah adalah ketaatan peserta didik terhadap tata tertib sekolah yang dijabarkan dalam sikap mental, pemahaman yang baik, sikap dalam berkelakuan secara wajar dan management waktu yang baik.

D. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 17 yang mendapat skor rendah pada pre-testserta observasi kepada guru BK dan beberapa guru mata pelajaran berkaitan dengan kedisiplinan terhadap tata tertib sekolah yang rendah. Subjek penelitian dibatasi sebanyak 34 peserta didik untuk selanjutnya dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

E. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data tentang kedisiplinan peserta didik terhadap tata tertib dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :

1. Angket

Angket yang digunakan berisi pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan disiplin tata tertib sekolah. Angket digunakan untuk

(5)

mengetahui kedisiplinan peserta didik terhadap tata tertib sekolah dan perubahan perilaku peserta didik setelah dilakukan treatmen yaitu teknik

self monitoring.

Penelitian ini menggunakan skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau kelompok tentang fenomena sosial. Variabel yang akan diukur pada Skala Likert dijabarkan menjadi indikator variabel. Indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun instrumen yang berupa pernyataan. Penerapan skala Likert pada angket dibagi menjadi empat skala jawaban yaitu selalu, sering, kadang-kadang, dan jarang. Bentuk Skala Likert yang dipilih adalah bentuk cheklist dengan cara memberi tanda silang (x) atau tanda (v) pada kolom yang disediakan. Indikator yang dijabarkan dalam bentuk item pada angket dibedakan menjadi item favorable (item positif) dan

unfavorable(item negatif).

Pemberian skor pada item favorable (positif) dan item

unfavorable(negatif) dijabarkan seperti pada tabel 3.2 : Tabel 3.2 Skor Skala Likert

Favorable Unfavorable

Skala Jawaban Skor Skala Jawaban Skor

Selalu 4 Selalu 1

Sering 3 Sering 2

Kadang-kadang 2 Kadang-kadang 3

Jarang 1 Jarang 4

Item yang terdapat pada angket merupakan penjabaran dari aspek mengenai disiplin tata tertib, kemudian dijabarkan menjadi indikator dan terakhir dijabarkan kembali untuk dijadikan item-item.

Penjabaran angket disiplin tata tertib sekolah dijelaskan pada tabel berikut 3.3:

Tabel 3.3. Kisi-Kisi Disiplin Tata Tertib

Variabel Aspek Indikator Favorable Unfavorable Nomor item Disiplin Tata Tertib adalah perilaku Sikap

(6)

yang sesuai dengan aturan yang ditetapkan untuk membentuk perilaku taat dan bertanggung -jawab secara konsisten, serta terdapat konsekuensi dalam pelanggaran yang dilakukan. Bertanggung-jawab dalam berperilaku 14, 22 27, 32 Pemahaman terhadap peraturan Sadar akan pentingnya mentaati peraturan sekolah 25, 3 5, 24 Mengenali tujuan

tata tertib sekolah 10, 18 31, 29 Sikap dalam

berkelakuan Berusaha melanggar tidak tata tertib sekolah

6, 17 8, 23

Menyesuaikan diri dengan tata tertib sekolah 12, 20 2, 13 Ketepatan waktu Menghargai waktu di sekolah 7, 21 26, 15 Management

waktu yang baik 28, 4 30, 11

2. Observasi

Observasi bertujuan untuk memperoleh data peserta didik berkaitan dengan disiplin tata tertib di sekolah. Observasi dilakukan melalui:

a. Observer

Observasi yang dilakukan oleh observer adalah diluar kelas dengan tujuan agar peserta didik tidak merasa diawasi dan proses pembelajaran tidak terganggu, serta untuk menghindari manipulasi perilaku dari peserta didik. Pengamatan terhadap perilaku peserta didik berdasarkan pada lembar observasi.

Waktu observasi dimulai dari jam pelajaran pertama hingga jam pelajaran terakhir pada kelas yang berbeda dan matapelajaran yang berbeda-beda. Perpindahan setiap kelas yang akan diobservasi disesuaikan dengan perpindahan jam pelajaran dan jadwal pelajaran.

b. Guru Mata Pelajaran

Observasi yang dilakukan oleh guru mata pelajaran adalah dengan mengamati perilaku peserta didik didalam kelas saat proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan dengan bantuan

(7)

guru mata pelajaran juga dilakukan untuk memperoleh data kedisiplinan peserta didik berkaitan dengan tugas dan ulangan yang tidak dapat diobservasi secara langsung.

c. Handycam

Pengamatan yang dilakukan dilengkapi dengan bantuan alat rekam visual yaitu handycam. Handycam digunakan dengan tujuan agar perilaku peserta didik didalam kelas dapat terus terpantau. Hasil rekaman handycam diharapkan dapat melengkapi data yang diperoleh.

3. Wawancara

Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mengumpulkan data peserta didik yang berkaitan dengan kedisiplinan tata tertib sekolah. Wawancara dilakukan kepada beberapa guru perwakilan kelas VIII pada tanggal 18 Maret 2015 kepada guru BK yaitu Andjar Miharsih, S.Pd, M.Pd dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu Alfiah Hindarti, S.Pd pada tanggal 30 Maret 2015. Hasil yang diperoleh dari wawancara beberapa perwakilan guru kelas VIII, bahwa masih banyak peserta didik yang melakukan pelanggaran disiplin tata tertib di sekolah dan saat proses pembelajaran.

4. Dokumentasi

Teknik lain dalam pengumpulan data dilakukan dengan merekapitulasi catatan pelanggaran atau kasus peserta didik yang tercatat dalam buku kasus milik guru BK SMP Negeri 17 Surakarta. Buku kasus tersebut berisi tanggal pelanggaran yang dilakukan peserta didik, nama dan kelas peserta didik yang melanggar, masalah yang telah dilanggar, dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh guru BK berkaitan dengan kasus atau permasalahan yang dilakukan peserta didik, serta keterangan yang berisi kelanjutan dari pemecahan masalah yang dilakukan. Data yang diperoleh berupa data numerik dalam bentuk

(8)

persentase yang menunjukkan besar pelanggaran yang dilakukan peserta didik SMP Negeri 17 Surakarta selama satu tahun terakhir.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati yang disebut dengan variabel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen pengumpulan data yang meliputi:

1. Angket penelitian yang digunakan untuk memperoleh data tentang disiplin tata tertib sekolah bagi peserta didik. Angket penelitian digunakan saat pretestdan posttest.

2. Lembar observasi penelitian yang digunakan untuk memperoleh data perubahan perilaku disiplin tata tertib peserta didik dalam proses pemberian treatment.

3. Lembar evaluasi penelitian yang digunakan untuk mengamati perubahan peningkatan perilaku disiplin tata tertib sekolah bagi peserta didik yang diteliti.

4. Hasil wawancara yang dilakukan oleh beberapa guru perwakilan kelas VIII.

Angket sebagai instrumen penelitian akan diuji coba untuk mengetahui kelayakannya dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Hasil yang menunjukkan instrumen penelitian valid dan reliabel, maka angket tersebut layak digunakan.

a. Uji Validitas

Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keakuratan suatu instrumen. Instrumen yang valid ditunjukkan dengan hasil validitas yang tinggi, sedangkan instrumen yang tidak valid menunjukkan validitas yang rendah.

Uji validitas instrumen dilakukan pada kelas non eksperimen Penentuan subjek uji coba yang dipilih karena memiliki karakteristik

(9)

yang sama dengan kelas yang akan dilakukan penelitian, sehingga diharapkan hasil uji coba instrumen dapat dipercaya.

b. Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas digunakan untuk mengetahui kekonsistenan hasil pengukuran yang dilakukan sebanyak dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama. Uji reliabilitas menggunakan teknik Alpha Croncach. Nilai koefisien reliabilitas atau Alpha Croncach yang baik adalah 0,7 (cukup baik) dan diatas 0,8 (baik), sehingga dapat dirumuskan koefisien yang memiliki nilai ≤ 0,7 memiliki reliabilitas yang tinggi, sedangkan nilai koefisien ≥0,7 memiliki reliabilitas rendah.

G. Teknik Analisis Data

Penelitian menggunakan analisis non parametrik dengan hipotesis berbentuk komparatif dua sampel. Data yang diperoleh berbentuk skala ordinal dan dianggap berdistribusi tidak normal, sehingga data yang dihitung adalah data pretest dan

posttest. Analisis non parametrik yang digunakan adalah Wilcoxon Match Pair Testdan Mann Whitney U – Test menggunakan SPSS 20.

Teknik analisis non paramterik utama yang digunakan adalah Mann Whitney U – Test. Mann Whitney U – Test merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif (uji beda) bila datanya berskala ordinal (ranking) dan memiliki dua sampel. Uji statistik Mann Whitney U – Test juga digunakan untuk menghitung perbandingan dua sampel independen sehingga analisis ini digunakan untuk menghitung perbandingan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berkaitan dengan keefektifan treatment yang diberikan.

Wilcoxon Match Pair Test merupakan alat uji statisktik pendukung yang digunakan untuk mengetahui perbedaan subjek penelitian sebelum dan setelah diberikan treatment.

Gambar

Tabel 3.1 Rancangan Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

(4) Untuk jawaban sangat tidak setuju memperoleh skor 4 Peneliti sudah menyiapkan daftar kisi-kisi berserta dengan pertanyaan angket yang nantinya akan dipakai peneliti

Tes yang digunakan adalah melakukan observasi dengan menggunakan skala keterampilan sosial yang berdasarkan hasil uji coba. Tes awal dimaksudkan untuk mengambil data

Pada penelitian tindakan kelas ini guru yang dijadikan sumber data yaitu guru kelas IV SDN Jatipurus. Guru sebagai sumber data berperan sebagai pelaksana tindakan

Sebelum dilaksanakan penelitian tindakan kelas, peneliti telah mempersiapkan instrumen berupa lembar observasi dengan rating scale (skala penilaian) yang akan

Berdasarkan hasil identifikasi masalah dari kegiatan observasi yang telah dilakuakan sebelumnya, alternatif pemecahan masalah yang diajukan adalah dengan menerapkan

“Observasi (Observation) atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung”..

Jenis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh melaluui observasi secara langsung di lokasi penelitian mengenai proses

Penelitian ini menggunakan metode tes untuk mengukur prestasi belajar peserta didik. Tes terdiri dari 20 butir soal pilihan ganda dengan skor 1 untuk jawaban yang benar dan 0