• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR STUDI SISTEM PEMELIHARAAN JALAN KERETA API

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TUGAS AKHIR STUDI SISTEM PEMELIHARAAN JALAN KERETA API"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Riko Harjono
  • Pengajar:
    • Alizar, MT
  • Sekolah: Universitas Mercu Buana
  • Mata Pelajaran: Teknik Sipil
  • Topik: Studi Sistem Pemeliharaan Jalan Kereta Api (Studi Kasus Koridor Sta. Duri – Sta. Tangerang)
  • Tipe: Tugas Akhir
  • Tahun: 2009
  • Kota: Jakarta

I. Pendahuluan

Bab Pendahuluan memberikan latar belakang pentingnya pemeliharaan jalan kereta api bagi keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi operasional. Ditekankan bahwa kerusakan pada infrastruktur kereta api, seperti rel, sambungan, dan bantalan, dapat mengakibatkan penurunan kualitas layanan dan bahkan kecelakaan. Tugas akhir ini mengambil studi kasus koridor Stasiun Duri-Stasiun Tangerang untuk mengidentifikasi parameter pemeliharaan, menganalisis penyebab kerusakan, dan mengevaluasi efektivitas sistem pemeliharaan yang ada. Secara keseluruhan, bab ini menetapkan konteks penelitian dan memberikan gambaran umum tentang permasalahan yang akan dikaji.

1.1 Latar Belakang

Bagian ini menjelaskan pentingnya sistem transportasi kereta api dan peran krusial pemeliharaan jalan rel dalam menjamin keselamatan dan efisiensi operasional. Kerusakan pada infrastruktur rel, seperti rel yang aus atau rusak, sambungan yang longgar, dan bantalan yang mengalami kerusakan, dijelaskan sebagai faktor utama yang dapat menyebabkan penurunan kualitas layanan dan kecelakaan. Studi kasus koridor Stasiun Duri-Stasiun Tangerang dipilih karena representatif terhadap tantangan pemeliharaan jalan kereta api di Indonesia. Bagian ini juga menyoroti keterbatasan dana dan kebutuhan efisiensi dalam pengalokasian sumber daya untuk pemeliharaan.

1.2 Rumusan Masalah

Bagian ini merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang akan dijawab dalam tugas akhir. Rumusan masalah difokuskan pada mengevaluasi efektivitas sistem pemeliharaan jalan kereta api yang diterapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia, khususnya pada koridor Stasiun Duri-Stasiun Tangerang. Pertanyaan penelitian kemungkinan meliputi identifikasi permasalahan utama, analisis faktor-faktor penyebab kerusakan, dan evaluasi solusi yang potensial untuk meningkatkan sistem pemeliharaan. Rumusan masalah ini memastikan fokus penelitian yang terarah dan terukur.

1.3 Maksud dan Tujuan

Bagian ini menjelaskan maksud dan tujuan penelitian. Maksudnya adalah untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai sistem pemeliharaan jalan kereta api di Indonesia, terutama pada studi kasus yang dipilih. Tujuan penelitian lebih spesifik, misalnya mengidentifikasi permasalahan di jalur Duri-Tangerang, menganalisis karakteristik pemeliharaan pada Distrik 13.C Tangerang, dan mengeksplorasi solusi alternatif untuk permasalahan yang diidentifikasi. Tujuan-tujuan ini dirumuskan untuk memberikan kerangka kerja yang jelas bagi analisis dan interpretasi data.

1.4 Ruang Lingkup Pembahasan

Ruang lingkup penelitian dibatasi pada sistem pemeliharaan prasarana jalan kereta api, khususnya konstruksi rel pada jalur Duri-Tangerang (Distrik 13.C Tangerang). Data pemeliharaan yang digunakan terbatas pada tahun 2009. Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga fokus penelitian dan kelayakan penyelesaian tugas akhir dalam waktu yang terbatas. Dengan demikian, penelitian ini memberikan analisis yang mendalam pada area spesifik, menghindari generalisasi yang terlalu luas.

1.5 Metodologi

Bagian ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan, meliputi pengumpulan data (survei, wawancara), dan analisis data (statistik deskriptif). Metode kualitatif juga mungkin digunakan untuk memperkaya data kuantitatif. Penjelasan ini memberikan transparansi dan validitas terhadap proses penelitian. Metode yang dipilih harus sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya. Flowchart makro pemikiran penelitian juga kemungkinan disajikan untuk menggambarkan alur penelitian secara visual.

1.6 Sistematika Pembahasan

Bagian ini memberikan gambaran umum tentang struktur penulisan tugas akhir. Dijelaskan secara ringkas isi setiap bab, mulai dari pendahuluan hingga kesimpulan dan saran. Sistematika ini memberikan panduan bagi pembaca untuk memahami alur logika dan struktur argumen dalam tugas akhir. Kejelasan sistematika penting untuk memastikan koherensi dan kemudahan pemahaman bagi pembaca.

II. Studi Pustaka

Bab Studi Pustaka memberikan landasan teoritis yang kuat untuk penelitian. Topik-topik yang dibahas meliputi pemeliharaan berbagai komponen jalan kereta api (rel, sambungan, bantalan, balas, wesel), prinsip-prinsip pemeliharaan geometri (lebar sepur, pertinggian, lestrengan), metode perawatan jalan baja berencana (Perjana), dan gaya-gaya yang bekerja pada struktur jalan rel (vertikal, transversal, longitudinal). Penelitian ini juga membahas tentang klasifikasi jalan rel berdasarkan passing tonnage dan standar UIC (Union Internationale des Chemins de Fer). Secara akademis, bab ini memberikan pemahaman mendalam tentang teori dan konsep yang relevan dengan penelitian.

2.1 Umum

Bagian ini memberikan pengantar umum tentang pentingnya pemeliharaan jalan rel dan dampak negatif dari kelalaian dalam pemeliharaan. Penjelasan ini akan menekankan pentingnya pemeliharaan preventif dan perbaikan untuk menjaga kondisi jalan rel tetap optimal, sehingga mendukung keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi operasional kereta api. Penjelasan singkat tentang berbagai kerusakan yang dapat terjadi pada rel dan bagaimana kerusakan tersebut dapat berdampak pada operasional kereta api juga termasuk dalam bagian ini.

2.2 Pemeliharaan Jalan Rel

Bagian ini membahas secara rinci berbagai aspek pemeliharaan jalan rel, termasuk pemeliharaan rel itu sendiri, alat-alat penyambung rel, alat penambat rel, bantalan, alas balas, dan wesel. Penjelasan diberikan untuk masing-masing komponen, termasuk jenis kerusakan yang umum terjadi, penyebab kerusakan, dan metode perbaikan. Bagian ini penting karena memberikan pemahaman mendalam tentang kompleksitas pemeliharaan jalan kereta api dan berbagai tantangan yang dihadapi.

2.3 Pemeliharaan Geometri

Bagian ini fokus pada pemeliharaan aspek geometri jalan rel, meliputi lebar sepur, pertinggian, lestrengan, dan toleransi yang diijinkan. Penjelasan meliputi cara pengukuran dan metode perbaikan untuk menjaga geometri rel sesuai standar. Konsep-konsep seperti anak panah lengkung dan skilu (twist) dijelaskan dengan detail. Pemahaman geometri rel penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api.

2.4 Perawatan Jalan Baja Berencana (Perjana)

Bagian ini menjelaskan sistem perawatan jalan baja berencana (Perjana), sebuah metode manajemen pemeliharaan yang terencana dan sistematis. Dijelaskan tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian dalam Perjana. Penjelasan meliputi klasifikasi jalan rel berdasarkan passing tonnage, siklus perawatan, dan berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan. Pengetahuan tentang Perjana penting untuk memahami kerangka kerja pemeliharaan jalan kereta api secara keseluruhan.

2.5 Alat Perawatan dan Perbaikan Jalan Kereta Api

Bagian ini mendeskripsikan berbagai alat dan mesin yang digunakan dalam pemeliharaan jalan kereta api, misalnya mistar, teropong, dongkrak rel, mesin pecok, mesin gerinda rel, dan lain-lain. Penjelasan meliputi fungsi dan kegunaan masing-masing alat dalam proses pemeliharaan. Pemahaman tentang alat-alat ini penting untuk memahami aspek praktis dari pemeliharaan jalan kereta api.

2.6 Struktur Jalan Rel

Bagian ini membahas struktur jalan rel dan gaya-gaya yang bekerja padanya (vertikal, transversal, longitudinal). Dijelaskan bagaimana gaya-gaya tersebut mempengaruhi desain dan pemeliharaan jalan rel. Pemahaman tentang struktur jalan rel dan gaya-gaya yang bekerja padanya penting untuk analisis kerusakan dan perencanaan pemeliharaan yang efektif.

2.7 Pengelompokkan Jalan Rel

Bagian ini menjelaskan pengelompokkan jalan rel berdasarkan kapasitas angkut lintas (passing tonnage) dan standar Indonesia. Dijelaskan klasifikasi jalan rel dan bagaimana klasifikasi ini mempengaruhi desain dan pemeliharaan jalan rel. Pemahaman tentang klasifikasi jalan rel penting untuk menentukan jenis perawatan yang sesuai dan menentukan sumber daya yang dibutuhkan.

2.8 Rel (Rail)

Bagian ini membahas secara detail tentang rel, termasuk karakteristik, jenis, dan sambungan rel. Penjelasan meliputi berbagai jenis kerusakan pada rel dan metode perbaikannya. Pemahaman yang mendalam tentang rel dan karakteristiknya sangat penting dalam konteks pemeliharaan jalan kereta api.

2.9 Bantalan (Sleeper)

Bagian ini membahas tentang bantalan rel, termasuk jenis-jenis bantalan (kayu, beton, baja), fungsi, dan pemeliharaannya. Penjelasan meliputi kerusakan yang umum terjadi pada bantalan dan bagaimana kerusakan tersebut dapat mempengaruhi kinerja jalan rel. Pemahaman tentang bantalan rel penting untuk analisis kerusakan dan perencanaan pemeliharaan.

2.10 Penambat Rel

Bagian ini menjelaskan fungsi dan jenis penambat rel, serta kerusakan yang umum terjadi. Dijelaskan bagaimana kerusakan penambat rel dapat menyebabkan masalah pada jalan rel dan metode perbaikannya. Pemahaman tentang penambat rel penting untuk memastikan stabilitas dan keamanan jalan rel.

2.11 Balas (Ballast)

Bagian ini membahas tentang balas, termasuk fungsi, jenis, dan pemeliharaannya. Dijelaskan bagaimana kondisi balas dapat mempengaruhi kinerja jalan rel dan metode untuk menjaga kondisi balas tetap optimal. Pemahaman tentang balas penting untuk memastikan stabilitas dan drainase yang baik pada jalan rel.

2.12 Wesel (Switch) dan Persilangan

Bagian ini menjelaskan tentang wesel dan persilangan, termasuk fungsi, jenis, dan pemeliharaannya. Dijelaskan kerusakan yang umum terjadi dan metode perbaikannya. Pemahaman tentang wesel dan persilangan penting untuk memastikan kelancaran operasional kereta api.

2.13 Jalan Perlintasan

Bagian ini membahas tentang jalan perlintasan, termasuk jenis, fungsi, dan pemeliharaannya. Dijelaskan pentingnya keamanan dan keselamatan pada jalan perlintasan dan metode untuk menjamin keselamatan pengguna jalan. Pemahaman tentang jalan perlintasan penting untuk memastikan keamanan dan keselamatan di sekitar jalur kereta api.

2.14 Peraturan tentang Pemeliharaan Jalan Kereta Api

Bagian ini membahas peraturan dan standar yang relevan dengan pemeliharaan jalan kereta api di Indonesia. Penjelasan meliputi peraturan pemerintah, standar UIC, dan regulasi internal PT Kereta Api Indonesia. Pengetahuan tentang regulasi penting untuk memastikan kepatuhan dan standar kualitas dalam pemeliharaan.

III. Metodologi Studi

Bab Metodologi Studi menjelaskan secara rinci proses penelitian, mulai dari perencanaan hingga pengolahan data. Dijelaskan tahapan pengumpulan data, baik data primer maupun sekunder. Data primer mungkin diperoleh melalui survei lapangan, pengukuran langsung di lapangan, dan wawancara dengan pihak-pihak terkait di PT. Kereta Api Indonesia. Data sekunder diperoleh dari literatur, dokumen, dan laporan-laporan yang relevan. Metode analisis data yang digunakan dijelaskan secara detail, termasuk metode statistik deskriptif dan mungkin juga metode analisis lainnya yang sesuai. Bagian ini memastikan transparansi dan reproduksibilitas penelitian.

3.1 Umum

Bagian ini memberikan pengantar umum tentang metodologi penelitian yang digunakan dalam tugas akhir. Dijelaskan pendekatan penelitian yang digunakan, misalnya deskriptif-kuantitatif atau campuran (mixed methods). Penjelasan ini memberikan gambaran umum tentang langkah-langkah yang diambil dalam penelitian dan bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis.

3.2 Persiapan Penelitian

Bagian ini menjelaskan tahap persiapan penelitian, seperti studi literatur, perencanaan pengumpulan data, dan pemilihan lokasi penelitian. Penjelasan ini meliputi detail tentang bagaimana peneliti mempersiapkan diri untuk melaksanakan penelitian secara sistematis dan efektif.

3.3 Model Penelitian

Bagian ini menjelaskan model penelitian yang digunakan, mungkin disertai diagram atau gambar. Penjelasan ini memberikan kerangka kerja untuk memahami bagaimana data dikumpulkan, dianalisis, dan diinterpretasikan. Model penelitian memberikan gambaran visual tentang proses penelitian secara keseluruhan.

3.4 Pengumpulan Data

Bagian ini menjelaskan secara rinci metode pengumpulan data yang digunakan, seperti survei, wawancara, dan studi dokumen. Dijelaskan teknik pengumpulan data, misalnya kuesioner, panduan wawancara, dan metode pengarsipan data. Penjelasan ini juga meliputi sumber data yang digunakan, seperti PT. Kereta Api Indonesia, dan data-data yang dikumpulkan.

3.5 Pengolahan Data

Bagian ini menjelaskan proses pengolahan data yang dilakukan setelah data dikumpulkan. Dijelaskan bagaimana data yang telah dikumpulkan disusun, dikelompokkan, dan dianalisis. Metode statistik deskriptif dan metode analisis lainnya yang digunakan dijelaskan secara rinci. Penjelasan ini meliputi tahapan validasi data untuk memastikan keakuratan dan reliabilitas data.

3.6 Proses Pemeliharaan

Bagian ini menjelaskan secara detail tahapan proses pemeliharaan jalan kereta api berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Dijelaskan tahapan pemeriksaan jalan rel, perbaikan genjotan sambungan, dan pemeliharaan jalan kereta api secara keseluruhan. Penjelasan ini dapat diilustrasikan dengan diagram alur atau flowchart untuk mempermudah pemahaman.

IV. Analisis Data

Bab Analisis Data mempresentasikan hasil pengolahan data dan interpretasi temuan penelitian. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan narasi. Analisis mencakup parameter pemeliharaan jalan rel (Track Quality Index/TQI), daya angkut lintas (passing tonnage), tegangan pada rel, dan ketebalan minimum balas. Analisis SWOT mungkin juga dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terkait sistem pemeliharaan jalan kereta api. Bab ini menafsirkan temuan-temuan tersebut dalam konteks teori dan studi pustaka yang telah dibahas sebelumnya.

4.1 Umum

Bagian ini memberikan pengantar umum tentang analisis data yang dilakukan. Dijelaskan jenis-jenis analisis yang dilakukan dan tujuan dari masing-masing analisis. Penjelasan ini memberikan gambaran umum tentang bagaimana data diinterpretasikan dan kesimpulan apa yang dihasilkan.

4.2 Daya Angkut Lintas (Passing Tonnage)

Bagian ini menganalisis daya angkut lintas (passing tonnage) pada jalur kereta api yang diteliti. Analisis ini meliputi perhitungan kapasitas angkut dan hubungannya dengan kondisi jalan rel. Hasil analisis akan menjelaskan bagaimana daya angkut lintas mempengaruhi kebutuhan pemeliharaan jalan rel.

4.3 Hitung Tegangan

Bagian ini menganalisis tegangan pada rel akibat beban kereta api. Analisis ini meliputi perhitungan tegangan dan hubungannya dengan jenis rel, beban kereta api, dan kondisi jalan rel. Hasil analisis akan menjelaskan bagaimana tegangan pada rel mempengaruhi kebutuhan pemeliharaan.

4.4 Hitung Ketebalan Minimum Balas

Bagian ini menganalisis ketebalan minimum balas yang dibutuhkan untuk menopang rel dan beban kereta api. Analisis ini meliputi perhitungan ketebalan minimum balas dan hubungannya dengan kondisi jalan rel dan jenis balas yang digunakan. Hasil analisis akan menjelaskan bagaimana ketebalan balas mempengaruhi stabilitas dan kinerja jalan rel.

4.5 Analisis Perjana

Bagian ini menganalisis sistem Perjana yang diterapkan pada jalur kereta api yang diteliti. Analisis ini meliputi evaluasi efektivitas sistem Perjana dalam merencanakan, mengorganisir, melaksanakan, dan mengawasi pemeliharaan jalan rel. Hasil analisis akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan sistem Perjana dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.

4.6 Analisis Kerusakan Material

Bagian ini menganalisis jenis dan penyebab kerusakan material pada jalan rel. Analisis ini meliputi identifikasi jenis kerusakan, penyebab kerusakan, dan frekuensi kerusakan. Hasil analisis akan menjelaskan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kerusakan material dan memberikan rekomendasi untuk pencegahan kerusakan.

4.7 Analisis SWOT

Bagian ini menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) terkait sistem pemeliharaan jalan kereta api. Analisis ini meliputi identifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi sistem pemeliharaan. Hasil analisis akan memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi sistem pemeliharaan dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.

4.8 Analisa Track Quality Index (TQI)

Bagian ini menganalisis Track Quality Index (TQI) pada jalur kereta api yang diteliti. Analisis ini meliputi perhitungan TQI dan interpretasinya terhadap kondisi jalan rel. Hasil analisis akan menjelaskan kondisi jalan rel berdasarkan TQI dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.

V. Kesimpulan dan Saran

Bab Kesimpulan dan Saran merangkum temuan-temuan penelitian dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan sistem pemeliharaan jalan kereta api. Kesimpulan secara ringkas memaparkan jawaban atas rumusan masalah yang diajukan. Saran diberikan berdasarkan temuan-temuan yang telah dibahas, meliputi saran untuk meningkatkan efektivitas sistem pemeliharaan, perbaikan infrastruktur, dan pengelolaan sumber daya. Saran-saran tersebut memiliki nilai praktis dan akademis, memberikan kontribusi bagi pengembangan pengetahuan dan praktik pemeliharaan jalan kereta api di masa depan.

5.1 Kesimpulan

Bagian ini memberikan ringkasan temuan-temuan utama penelitian. Kesimpulan disusun berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan. Kesimpulan harus menjawab rumusan masalah yang diajukan di bab pendahuluan. Kesimpulan juga harus konsisten dengan data dan analisis yang telah disajikan.

5.2 Saran

Bagian ini memberikan saran-saran berdasarkan temuan-temuan penelitian. Saran diberikan kepada pihak-pihak terkait, misalnya PT. Kereta Api Indonesia, pemerintah, dan akademisi. Saran-saran tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas sistem pemeliharaan jalan kereta api dan mengatasi permasalahan yang telah diidentifikasi dalam penelitian.

Gambar

Gambar 1.1. Flowchart Makro Pemikiran Tugas Akhir.
Gambar 2.1. Anak Panah Lengkung.
Gambar 2.4. Struktur Organisasi Dinas Jalan Rel Distrik 13.C Tangerang.
Tabel 2.1. Siklus Perawatan Sempurna Pada Bantalan Jalan Rel.
+7

Referensi

Dokumen terkait