3.1 Lokasi
Lokasi penelitian ini dilakukan di Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, dengan cara menyebarkan kuesioner secara random (acak). Untuk jangka waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2011 sampai dengan bulan Juli 2011.
3.2 Desain Penelitian
Metode penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan regresi dengan menggunakan statistik untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat baik secara parsial maupun bersama-sama. Desain penelitian adalah penelitian survei, yang menurut (Sugiyono, 2011: 7) yaitu penelitian yang digunakan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis.
Kementerian Agama RI. Penelitian ini bersifat independen / obyektif, karena penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Penelitian ini adalah bersifat deskriptif yakni untuk melihat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi.
Analisis regresi untuk mengetahui pengaruh (X1) motivasi dan (X2) disiplin
terhadap Y (kinerja). Penelitian ini terdiri dari tiga variabel, yaitu dua variabel bebas yaitu Disiplin Kerja (X1), dan Motivasi Kerja (X2), dan variabel terikatnya adalah
Kinerja Pegawai (Y).
Mengenai pola hubungan variabel penelitian dapat dilihat pada gambar sebagai berikut : Metode Penelitian Gambar 3.1
ε
X1 X2 Y X1Y X2Y X1X2YKeterangan :
X1 = Disiplin Kerja.
X2 = Motivasi Kerja.
Y = Kinerja Pegawai.
Ɛ = Variabel-Variabel diluar X1 dan X2 yang tidak diteliti.
X1Y = Pengaruh X1 terhadap Y.
X2Y = Pengaruh X2 terhadap Y.
X1 X2Y = Pengaruh X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap Y.
3.3 Definisi Konseptual Variabel
Variabel harus didefinisikan secara konseptual agar lebih mudah dicari hubungannya antara satu variabel dengan lainnya dan pengukurannya. Tanpa operasionalisasi variabel, peneliti akan mengalami kesulitan dalam menentukan pengukuran hubungan antar variabel yang masih bersifat konseptual.
Definisi konseptual variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Disiplin menurut (Bejo Siswanto, 1997: 287) dapat diartikan sebagai suatu sikap
menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengalah untuk menerima sanksi-sanksi apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya.
Menurut (Singodimejo dalam Edy, 2011: 86) mengatakan disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. Disiplin karyawan yang baik akan mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang merosot akan menjadi penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan perusahaan. Bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana, yaitu:
a) Tingginya rasa kepedulian karyawan terhadap pencapaian tujuan perusahaan.
b) Tingginya semangat dan gairah kerja dan inisiatif para karyawan dalam melakukan pekerjaan.
c) Besarnya rasa tanggung jawab para karyawan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
d) Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solidaritas yang tinggi dikalangan karyawan.
e) Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja para karyawan.
Menurut (Siagian, 1999: 278) secara spesifik memberikan pengertian disiplin kerja sebagai berikut : "Disiplin kerja merupakan suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap semua peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup menjalankan dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya".
(Ermaya, 1999: 127) mengatakan bahwa disiplin adalah kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses perilaku, melalui pelajaran, kepatuhan, ketaatan, kesetiaan, hormat ketentuan atau peraturan dan norma yang berlaku.
Pasal 29 UU No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan UU No. 43 Tahun 1999 dinyatakan bahwa "Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam peraturan perundang-undangan pidana,
maka untuk menjamin tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas, diadakan
Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil". Salah satu tugas yang paling sulit bagi
seorang atasan adalah bagaimana menegakkan disiplin kerja secara tepat. Jika pegawai melanggar aturan tata tertib, seperti terlalu sering terlambat atau membolos kerja, berkelahi, tidak jujur atau bertingkah laku lain yang dapat merusak kelancaran kerja suatu bagian, atasan harus turun tangan. Kesalahan semacam itu harus dihukum dan atasan harus mengusahakan agar tingkah laku seperti itu tidak terulang.
Dimensi variabelnya : Faktor Taat aturan, Kesungguhan bekerja, Taat atasan, dan Ketepatan jadwal.
Dari 15 pertanyaan yang disebar teruji dan terbukti terdapat 8 butir pertanyaan yang tidak valid. Tujuph (7) butir pertanyaan lainnya adalah valid dengan nilai realibilitas (keandalan) 0.772 = 77.2% (lihat lampiran). Delapan (8) butir pertanyaan yang tidak valid tersebut adalah no.1, 3, 6, 9, 10, 13, 14, 15.
Tabel 3.1
Kisi-kisi Instrumen Penelitian Displin Kerja
No. Dimensi Disiplin Kerja Nomor butir Jumlah
1 Taat aturan 7,12 2
2 Kesungguhan bekerja 11 1
3 Taat atasan 5 1
4 Ketepatan jadwal 2,4,8 3
Jumlah butir 7
2. Motivasi menurut (Gitosudarmo, 2000: 28) adalah faktor-faktor yang ada dalam diri seseorang yang menggerakkan perilakunya untuk memenuhi tujuan tertentu. Timbulnya motivasi merupakan gabungan dari konsep kebutuhan, dorongan, tujuan dan imbalan.
Menurut (Nimran, 2004: 40) bahwa ada tiga karakteristik pokok dari motivasi yaitu : 1. Usaha
Menunjuk kepada kekuatan perilaku kerja seseorang atau jumlah usaha yang ditunjukkan oleh seseorang dalam pekerjaannya.
2. Kemauan yang kuat
Menunjuk kepada kemauan keras yang ditunjukkan seseorang dalam menerapkan usahanya kepada tugas-tugas pekerjaannya.
3. Arah/Tujuan
Faktor Motivator menurut (Herzberg dalam Stephen P.Robbins, 2010: 243) meliputi :
a. Pengakuan.
b. Penghargaan atas prestasi.
c. Tanggungjawab yang lebih besar. d. Pengembangan karir.
e. Pengembangan diri. f. Minat terhadap pekerjaan.
Menurut (Abraham Maslow dalam Robbins, 2010: 239) kategori kebutuhan itu antara lain :
a) Kebutuhan fisiologis dasar : makanan, pakaian, perumahan dan fasilitas-fasilitas dasar lainnya yang berguna untuk kelangsungan hidup pegawai. b) Kebutuhan akan rasa aman : lingkungan kerja yang bebas dari segala
bentuk ancaman, keamanan jabatan/posisi, status kerja yang jelas, keamanan alat kerja.
c) Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi : interaksi dengan rekan kerja, kebebasan beraktivitas sosial, kesempatan menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain.
d) Kebutuhan untuk dihargai : pemberian penghargaan atau reward, pengakuan atas hasil karya individu.
e) Kebutuhan aktualisasi diri : kesempatan dan kebebasan untuk merealisasikan cita-cita atau harapan, kebebasan untuk mengembangkan bakat atau talenta yang dimiliki.
Menurut (Stephen P. Robbins, 2001: 213) motivasi adalah kesediaan individu untuk mengeluarkan upaya yang tinggi untuk mencapai tujuan organisasi. Ada tiga elemen kunci dalam motivasi yaitu upaya, tujuan organisasi dan kebutuhan.
(David Mc Clelland dalam McShane / Von Glinow, 2010: 138) menjelaskan tentang keinginan seseorang untuk mencapai kinerja yang tinggi. Hasil penelitian tentang motivasi berprestasi menunjukkan pentingnya menetapkan target atau standar keberhasilan.
Dimensi variabelnya adalah : Faktor Kemauan, Minat, Sikap, dan Penghargaan
Dari 13 pertanyaan yang disebar, teruji dan terbukti terdapat 7 butir pertanyaan yang tidak valid. Enam (6) butir pertanyaan lainnya adalah valid dengan memiliki nilai realibilitas (keandalan) 0.851 = 85.1% (lihat lampiran). Tujuh (7) butir pertanyaan yang tidak valid adalah no.1,2,4,5,7,12,13.
Tabel 3.2
Kisi-kisi Instrumen Penelitian Motivasi Kerja
No. Dimensi motivasi kerja Nomor butir Jumlah
1 Kemauan 6 1
3 Sikap 11 1
4 Penghargaan 10 1
Jumlah butir 6
3. (Gibson, 1996: 70) menyatakan kinerja adalah hasil yang diinginkan dari perilaku. Kinerja individu merupakan dasar dari kinerja organisasi.
(Whitmore dalam Priyodarminto, 2004) mengemukakan pengertian kinerja yang dianggapnya representatif untuk menuntut tergambarnya tanggung jawab yang besar dari pekerjaan seseorang. Menurutnya kinerja yang jauh nyata jauh melampaui apa yang diharapkan adalah kinerja yang menetapkan standar-standar tinggi (kualitas) dari orang itu sendiri, selalu standar-standar melampaui apa yang diminta atau diharapkan orang lain.
Kinerja menurut (Mangkunegara, 2005: 28) adalah hasil kerja yang secara kualitas dan kuantitas dapat dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Memandang bahwa kinerja atau
Performance merupakan hasil interaksi atau berfungsinya unsur-unsur motivasi (m),
kemampuan (k), dan persepsi (p) dalam diri seseorang (Mitchall dalam Tjokrowinoto, 1999). Hal yang serupa dikemukakan oleh (Daniel dalam Suyadi, 1999) yang mengemukakan bahwa kinerja adalah interaksi antara kemampuan seseorang dengan motivasinya.
Berdasarkan pandangan ini dapat dutegaskan bahwa kinerja merupakan penjumlahan antar kemampuan dan motivasi yang dimiliki seseorang. Selanjutnya Mitchell merinci cakupan wilayah kinerja atas lima faktor dominan, yaitu (1) kualitas kerja, (2) ketepatan, (3) inisiatif, (4) kemampuan, dan (5) komunikasi. Selanjutnya terdapat tiga kriteria dasar yang berkaitan dengan kinerja yaitu : (1) proses, (2) karakteristik-karakteristik pegawai, dan (3) hasil atau produk yang dihasilkan.
Dimensi variabelnya adalah : Faktor Inisiatif, Kualitas, Ketepatan, dan Komunikasi.
Dari 15 pertanyaan yang disebar, teruji dan terbukti terdapat 6 butir pertanyaan yang tidak valid. Sepuluh (9) butir pertanyaan lainnya adalah valid dengan memiliki nilai realibilitas (keandalan) 0.827 (lihat lampiran). Enam (6) butir pertanyaan yang tidak valid adalah no.4,7,11,12,13,14.
Tabel 3.3
Kisi-kisi Instrumen Penelitian Kinerja
No. Dimensi Kinerja Nomor butir Jumlah
1 Inisiatif 5 1
2 Kualitas 2,8,10 3
3 Ketepatan 1,3,6,9 4
5 Komunikasi 15 1
3.4 Populasi dan Sampel
3.4.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI yang berjumlah 56 orang.
Dikatakan oleh (Sugiyono, 2011: 72) bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
3.4.2 Sampel
Menurut (Sugiyono, 2011: 73), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus (Slovin dalam Husein Umar, 2003: 120) yaitu :
N n = 1 + N e2
Keterangan :
1 = konstanta
e2 = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir (5% atau 0,05)
56 n = 1 + 56 (0,05)2 56 n = 1 + 0,14 56 n = 1,14 = 49
Setelah memasukkan jumlah populasi sebanyak 56 orang dengan menggunakan rumus Slovin dan mendapatkan hasil berjumlah 49 responden. Maka ditetapkan sampel penelitian ini berjumlah 49 responden dari 56 orang jumlah populasi.
3.5 Unit Analisis
Menurut (McShane / Von Glinow, 2010: 170) ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja:
1. Faktor individu : kemampuan, ketrampilan, latar belakang keluarga, pengalaman kerja, tingkat sosial dan demografi seseorang.
3. Faktor organisasi : struktur organisasi, desain pekerjaan, peluang karir, fasilitas, sistem penghargaan (reward system)
Dalam penulisan tesis, penulis memilih faktor organisasi sangat besar mempengaruhi Unit Analisis, sesuai dengan judul tesis “Pengaruh Disiplin Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
3.6 Teknik Penelitian dan Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan cara : 1. Teknik Kuesioner
Dilakukan dengan cara membagikan kuesioner/angket kepada pegawai Setditjen Pendidikan Islam yang terpilih sebagai responden.
2. Teknik Kepustakaan
Dilakukan dengan cara mencari buku-buku, literatur-literatur berupa paper-paper, karya-karya ilmiah, majalah-majalah, jurnal-jurnal dan artikel-artikel yang didalamnya terdapat teori yang mendukung penelitian ini.
3. Teknik Dokumentasi
Dilakukan dengan cara mencari dokumen-dokumen, surat-surat penting, arsip-arsip berupa undang-undang, peraturan-peraturan, keputusan-keputusan yang berhubungan dan mendukung penelitian ini.
3.7 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian ini adalah berupa kuesioner yang berisi operasionalisasi variabel-variabel penelitian berbentuk pernyataan tertulis yang telah ditentukan alternatif jawabannya berdasarkan skala Likert.
Menurut (Sugiyono, 2007: 73) skala Likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Responden hanya dapat memilih salah satu jawaban yang diangggap sesuai. Adapun sistem penilaian pada kuesioner disusun dalam 5 alternatif jawaban dengan masing-masing penilaian sebagai berikut :
1. Bobot nilai 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS). 2. Bobot nilai 4 untuk jawaban Setuju (S).
3. Bobot nilai 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS). 4. Bobot nilai 2 untuk jawaban Tidak Setuju (TS).
5. Bobot nilai 1 untuk jawaban Sangat Tidak setuju (STS).
Untuk pernyataan yang sifatnya negatif sistem penilaian diberikan secara terbalik.
3.8
Teknik Analisis Data
Menurut (Pattton dalam Iqbal Hasan, 2004: 29) analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikan ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.
Peneliti menggunakan alat bantu komputer program SPSS (Statistical Product
and Service Solution) 18 dalam teknik analisis data ini. Penggunaan alat bantu
komputer dimaksudkan untuk mempermudah, mempercepat perhitungan dan juga untuk memperoleh hasil yang akurat dan signifikan.
Analisis data yang dilakukan melalui beberapa tahapan analisis yakni : 1. Tabulasi Data
Keseluruhan jawaban yang terkumpul tersebut di edit dan diklasifikasikan berdasarkan masing-masing variabel dan dimuat dalam tabel data.
2. Analisis Deskripsi Statistik
Untuk mengetahui nilai terendah, nilai tertinggi, nilai rata-rata/mean, rentang nilai/range, simpangan baku/standar deviasi, modus, median dan grafik histogram.
3. Analisis Deskripsi Frekuensi
Untuk mengetahui distribusi frekuensi berupa frekuensi absolut dan frekuensi relatif masing-masing variabel penelitian.
4. Uji Instrumen Pengumpulan Data • Uji Validitas
Untuk mengetahui ketepatan instrumen pengumpulan data, Validitas berarti instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2007). Pengujian ini berfungsi menunjukkan tingkat kemampuan dari alat pengukur agar dapat memberikan apa yang menjadi sasaran pokok pengukur. Pengujian ini juga ingin mengetahui gambaran mengenai seberapa jauh pengukuran yang kita lakukan benar mengukur sesuai dengan yang diukur.
Cara analisisnya adalah dengan cara menghitung koefisien korelasi antara masing-masing nilai pada nomor pertanyaan dengan nilai total dari nomor pertanyaan tersebut. Selanjutnya koefisien korelasi diperoleh r masih harus diuji signifikannya bisa menguji uji t atau membandingkannya dengan r tabel. Bila t hitung > dari t tabel atau r hitung > dari r tabel, maka nomor pertanyaan tersebut valid. Bila menggunakan program komputer, asalkan r yang diperoleh diikuti harga p < 0,05 berarti nomor pertanyaan itu valid (Sudjana, 1996). Rumusnya adalah sebagai berikut :
Keterangan :
r = responden
x = butir pertanyaan
y = total hasil dari jumlah pertanyaan
• Uji Realibilitas
Untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Realibilitas berarti instrumen yang digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, data yang sama (Sugiyono, 2007). Pada penelitian ini, perhitungan reliabilitas dilakukan dengan statistik Cronbach Alpha.
Rumus untuk menghitung koefisien realibilitras instrument dengan menggunakan Cronbach Alpha adalah sebagai berikut
Keterangan :
r = korfisien reliabilitas instrument (cronbach alpha )
k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal ∑ = total varians butir
5. Uji Persyaratan Analisis yang terdiri dari : • Uji Normalitas
One Sample Kolmogorov Smirnov Test digunakan dalam analisis ini untuk
mengetahui normal tidaknya distribusi populasi variabel penelitian dengan syarat nilai Kolmogorov Smirnov > 0,05.
• Uji Linearitas
Dalam buku Statistics for Managers. Menurut (Levine, Stephan, Krehbiel, dan Berenson, 2008: 587), Uji F digunakan dalam analisis ini untuk mengetahui regresi variabel bebas terhadap variabel terikat berbentuk linear atau tidak dengan syarat Fhitung > Ftabel. Untuk menguji pengaruh variabel independen dengan dependen yang digunakan secara simultan. Pengujian uji F atau variasinya dengan membandingkan F-hitung (Fh) dengan F tabel (Ft) pada derajat signifikan 5%. Apabila hasil pengujian menunjukkan Fh > Ft atau
probabilitas kesalahan kurang dari 5%, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut menunjukkan ada pengaruh signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. Namun, jika sebaliknya Fh < Ft atau
probabilitas kesalahan lebih dari 5% , maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hal tersebut menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.
• Ho : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara disiplin dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Hipotesis Alternatif (menyatakan adanya pengaruh antara variabel X dan Y) • Ha : Ada pengaruh yang signifikan antara disiplin dan motivasi
kerja dengan kinerja pegawai Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI
6. Uji Hipotesis
a. Uji Hipotesis Pertama
Uji Korelasi Sederhana ( r )
Untuk mengetahui kuat atau lemahnya hubungan antara X1 dengan Y.
Uji t (t- test) dengan rumus rumus thitung = b1
Se (b1)
Apabila thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Persamaan Regresi Sederhana dengan rumus Y = a + b1X1
Uji Determinasi (R2)
Untuk mengetahui besarnya pengaruh X1 terhadap Y.
b. Uji Hipotesis Kedua
Uji t (t- test) dengan rumus thitung = b2
Se (b2)
Apabila thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Persamaan Regresi Sederhana dengan rumus Y = a + b2X2
Uji Determinasi (R2)
Untuk mengetahui besarnya pengaruh X2 terhadap Y.
c. Uji Hipotesis Ketiga
Uji Korelasi Ganda ( r )
Untuk mengetahui kuat atau lemahnya hubungan antara X1X2 dengan Y.
Uji F (F- test) dengan rumus Fhitung = MSR
MSE
Apabila Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Persamaan Rregresi Ganda dengan rumus Y = a + b1X1 +b2X2
Uji Determinasi (R2)
Untuk mengetahui besarnya pengaruh X1X2 terhadap Y.