• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.1 Visi dan Misi Pembangunan Kota Kediri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "5.1 Visi dan Misi Pembangunan Kota Kediri"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Halaman Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP)

Di Kota KediriTahun 2012

bab 5 Tujuan dan Kebijakan

Dalam bab ini menguraikan secara singkat TUJUAN dan KEBIJAKAN yang sudah dirumuskan dari hasil FGD 1. Selain itu iurai pula mengenai visi dan misi pembangunan Kota serta kebutuhan pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan.

5.1

Visi dan Misi Pembangunan Kota Kediri

Visi dan misi pembangunan dan pengembangan Kota Kediri yang mendasari dalam penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Perkotaan Kota Kediri duantaranya didasarkan pada visi dan misi kebijakan Propinsi Jawa Timur dan Kebijakan yang ada di Kota Kediri itu sendiri. Kebijakan yang terkait dengan pengembangan dan pembangunan Kota Kediri secara singkat dapat dilihat pada tabel matriks kebijakan di bawah ini.

Tabel 5.1 Matriks Kebijakan DOKUMEN

KEBIJAKAN RUMUSAN VISI RUMUSAN MISI KATA KUNCI RPJP Provinsi Jawa

Timur Tahun 2005-2025

Pusat Agrobisnis Terkemuka, Berdaya Saing Global dan Berkelanjutan Menuju Jawa Timur Makmur dan Berakhlak

o Mengembangkan Perekonomian Modern Berbasis Agrobisnis

o Mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Handal, Berakhlak Mulia dan Berbudaya

o Mewujudkan Kemudahan Memperoleh Akses Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup o Mengoptimalkan Pemanfaatan

Sumber Daya Alam dan Buatan o Mengembangankan Infrastruktur

Bernilai Tambah Tinggi

o Pusat agrobisnis

DOKUMEN

KEBIJAKAN RUMUSAN VISI RUMUSAN MISI KATA KUNCI o Mengembangkan Tata Kelola

Pemerintahan yang Baik

RPJM Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2014

Terwujudnya Jawa Timur yang Makmur dan Berakhlak dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia

o Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kebutuhan dasar rakyat dan penanggulangan

kemiskinan;

o Penyediaan infrastruktur yang memadai dengan tetap memelihara kualitas dan fungsi lingkungan hidup;

o Meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan, permukiman, dan sanitasi yang layak dan sehat.

o Makmur o Berakhlak RTRW Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2029 Visi:

Terwujudnya ruang wilayah Provinsi Jawa Timur berbasis agribisnis dan jasa komersial yang berdaya saing global dalam pembangunan berkelanjutan

Misi:

o Mewujudkan optimasi fungsi budidaya kawasan dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam persaingan global.

o Mewujudkan pengembangan pusat pertumbuhan wilayah dalam

meningkatkan daya saing daerah dalam kancah Asia.

o Mewujudkan pemantapan fungsi lindung dan kelestarian

sumberdaya alam dan buatan. o Mewujudkan penyediaan sarana

dan prasarana wilayah secara berkeadlilan dan berhirarki, serta bernilai tambah tinggi.

o Mewujudkan berbagai kemudahan bagi pengembangan investasi daerah serta peningkatan kerjasama regional.

o Mewujudkan keterpaduan program pembangunan yang didukung seluruh pemangku kepentingan. o Mewujudkan keseimbangan

pemerataan pembangunan antarwilayah dan pertumbuhan ekonomi. o Agribisnis o Jasa Komersial o Daya saing global o Pembangunan berkelanjutan Tujuan:

Mewujudkan ruang wilayah provinsi yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan melalui pengembangan sistem

agropolitan dan sistem metropolitan

Kebijakan:

o Pemantapan sistem perkotaan PKN sebagai perkotaan metropolitan di Jawa Timur.

o Peningkatan sistem keterkaitan antara kantong-kantong produksi utama di Jawa Timur dengan pusat pengolahan dan pemasaran sebagai inti pengembangan agropolitan. o Membentuk sistem perkotaan; o Mengembangkan sistem perdesaan o Pemantapan penyediaan prasarana

wilayah dengan meningkatkan kelengkapannya, skala

pelayanannya, pemerataannya, serta sistem interkonektivitas dan keterpaduan antar jenis prasarana

o Daya saing tinggi o Berkelanjutan o Sistem agropolitan o Sistem metropolitan

▸ Baca selengkapnya: indofood visi misi

(2)

Halaman Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP)

Di Kota KediriTahun 2012 DOKUMEN

KEBIJAKAN RUMUSAN VISI RUMUSAN MISI KATA KUNCI dan dengan wilayah-wilayah yang

dilayaninya secara efisien. o Pemantapan pelestarian dan

perlindungan kawasan lindung untuk mencapai perlindungan lingkungan sumberdaya

alam/buatan dan ekosistemnya, meminimalkan resiko dan

mengurangi kerentanan bencana, mengurangi efek pemanasan global yang berprinsip partispasi,

menghargai kearifan lokal, serta menunjang pariwisata, penelitian, dan edukasi.

o Pengembangan kawasan budidaya sesuai dengan karakter dan daya dukung yang dimiliki terutama untuk mendukung pemantapan sistem metropolitan dan sistem agropolitan dalam rangka peningkatan pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

o Peningkatan konservasi ekosistem kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang menjadi fungsi

perlindungan, baik perlindungan bagi kawasan bawahannya, kawasan perlindungan setempat, maupun cagar alam.

o Pengoptimalan pengembangan Kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil;

o Peningkatan upaya-upaya untuk mempertahankan dan memperbaiki ekosistem pesisir;

o Peningkatan operasionalisasi perwujudan pengembangan kawasan andalan dengan produk unggulan sektor kelautan dan perikanan

o Pengembangan kota-kota pesisir di Kepulauan Provinsi Jawa Timur. o Peningkatan dan pemantapan

fungsi dan peran kawasan ekonomi high tech industrial park, kawasan ekonomi khusus, kawasan

agropolitan, kawasan koridor metropolitan, dan kawasan

kerjasama regional di Provinsi Jawa Timur.

o Percepatan perkembangan dan kemajuan kawasan tertinggal di provinsi Jawa Timur.

o Peningkatan dan pemantapan fungsi dan peran kawasan strategis sosial dan budaya; yaitu

pemeliharaan nilai sejarah dan budaya yang tinggi serta

nilai-DOKUMEN

KEBIJAKAN RUMUSAN VISI RUMUSAN MISI KATA KUNCI nilainya yang asli dengan

pengelolaan yang mengapreasiasi nilai tersebut melalui pariwisata. o Peningkatan dan pemantapan

fungsi dan peran kawasan strategis pendayagunaan SDA dan/atau teknologi tinggi secara optimal. o Peningkatan dan pemantapan

fungsi dan peran kawasan strategis perlindungan ekosistem dan

lingkungan hidup.

o Penetapan kawasan dan pengembangan pengawasan

kawasan secara khusus dan dibatasi pemanfaatannya untuk

mempertahankan daya dukung, mencegah dampak negatif, menjamin proses pembangunan yang berkelanjutan.

RPJP Kota Kediri Tahun 2005-2025

Kota Kediri yang Aman, Sejahtera, Adil, Demokratis, Bermartabat dan Berdaya Saing

o Mewujudkan Masyarakat Kota Kediri yang Beriman dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bermoral, Beretika, Beradab, dan Berbudaya.

o Mewujudkan Kota Kediri Sebagai Pusat Industri, Jasa, Perdagangan, dan Pariwisata yang Unggul dan Berdaya Saing

o Mewujudkan Kota Kediri Menjadi Pusat Pendidikan yang Berkualitas o Mewujudkan Tata Pemerintahan

Kota Kediri yang Bersih, Baik, Berkeadilan, Demokratis, dan Berlandaskan Hukum.

o Mewujudkan Kota Kediri yang Aman, Tertib, Tentram, Damai dan Bersatu.

o Mewujudkan Sarana dan

Prasarana Umum, Ruang Publik yang Berkualitas, Berkeadilan dan Berwawasan Lingkungan.

o Mewujudkan Kota Kediri Yang Sehat, Indah, Nyaman, dan Ramah Lingkungan. o Aman Sejahtera, Adil, Demokratis, Bermartabat o Berdaya saing RPJM Kota Kediri Tahun 2010-2014

Tewujudnya Masyarakat Kota Kediri Makmur, Mandiri dan Berakhlak Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia

o Meningkatkan aksesibilitas pelayanan pendidikan dan kesehatan yang murah dan

bermutu untuk peningkatan derajat kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.

o Meningkatkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan usaha industri, perdagangan, koperasi dan UKM yang mampu mendukung penciptaan dan perluasan lapangan kerja o Meningkatkan infrastruktur

perkotaan dan penataan ruang

o Makmur o Mandiri o Berakhlak

(3)

Halaman Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP)

Di Kota KediriTahun 2012 DOKUMEN

KEBIJAKAN RUMUSAN VISI RUMUSAN MISI KATA KUNCI yang berwawasan lingkungan dan

berkelanjutan.

o Meningkatkan pelayanan publik melalui pelayanan prima dengan mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang baik dan bersih (good governance) yang didukung oleh profesionalisme aparatur pemerintah.

o Meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, peran pemuda,

pemberdayaan perempuan, kesejahteraan perlindungan perempuan dan anak,

pengarusutamaan gender serta mewujudkan kehidupan

masyarakat yang tenteram dan tertib berlandaskan moral agama

RPIJM Kota Kediri Tahun 2011-2015

- - -

RTRW Kota Kediri Tahun 2010-2030

Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kota Kediri adalah mewujudkan Kota Kediri sebagai sentra Pendidikan, Industri, Perdagangan-Jasa dan Pariwisata, berskala regional yang nyaman dan berkelanjutan

o pengembangan kota sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW);

o pengembangan kota sebagai Pusat Pelayanan Kawasan Andalan Kediri – Tulungagung – Blitar;

o pengembangan sistem pusat pelayanan kota; dan

o pengembangan sistem prasarana wilayah.

o pemantapan kawasan lindung; dan o pengembangan kawasan budidaya. o pemantapan kawasan untuk

kepentingan ekonomi; dan

o pemantapan kawasan untuk penyelamatan lingkungan hidup.

o kota pendidikan o industri o Perdagangan jasa o pariwisata o nyaman dan berkelanjutan

PLP2BK Kota Kediri Mendorong Kawasan Kumuh Kawasan Sehat, Tertata, Secara Sosial, Ekonomi, dan

Lingkungan

o Penataan Daerah Banjir di Kawasan. o Penataan Jaringan Lingkungan

(Kesehatan dan Lingkungan yang sehat.

o Relokasi beberapa permukiman Padat (Lokal dan Rusunawa) o Pembukaan daerah terbuka hijau

(RTH)

o Membangun sentra Air Bersih di kawasan (ada Bacteri Colie) o Penataan Drianase Kawasan o Penataan Air Limbah dan Sampah

(Sanitasi)

o Penguatan kelembagaan lokal dalam bidang sosial dan ekonomi o Meningkatkan peran serta aktif

masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan yang sehat.

Sumber: Content Analisis dan FGD 1

Dari uraian visi dan misi kebijakan diatas, dilakukan sinkronisasi terhadap masing-masing visi untuk nantinya menjadi Tujuan dalam Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Kota Kediri Tahun 2012.

Tabel 5.2 Sinkronisasi Kebijakan

RPJP PROPINSI JAWA TIMUR Pusat Agrobisnis terkemuka, berdaya saing global dan berkelanjutan menuju Jawa Timur

makmur dan berakhlak

RPJM PROPINSI JAWA TIMUR Terwujudnya Jawa Timur yang makmur dan berakhlak dalam kerangka negara Kesatuan

Republik Indonesia

RTRW PROPINSI JAWA TIMUR Terwujudnya ruang wilayah Propinsi Jawa Timur berbasis agribisnis dan jasa komersial

yang berdaya saing global dalam pembangunan berkelanjutan

RPJP KOTA KEDIRI Kota Kediri yang aman, sejahtera, adil,

demokratis, bermartabat dan berdaya saing

RPJM KOTA KEDIRI Terwujudnya masyarakat Kota Kediri yang makmur, mandiri dan berakhlak dalam bingkai

Negara Kesatuan Republik Indonesia

RTRW KOTA KEDIRI Terwujudnya Kota Kediri sebagai pusat

pelayanan wilayah yang berdaya saing Dari kajian-kajian diatas didapatkan kata kunci yang setelah disinkronkan antara lain: Pusat Pelayanan

Berdaya Saing Berkelanjutan

Terkait dengan keberadaan visi dan misi yang ada di Kota Kediri, yang akan menjadi dasar dalam perumusan Tujuan dalam SPPIP, terdapat banayak rumusan yang dihasilkan. Masing-masing dokumen kebijakan dan strategi pembangunan Kota Kediri memiliki rumusan visi kota yang berbeda-beda. Adapun tiap rumusan visi tersebut, terdapat value atau nilai tertentu yang ingin dicapai dalam konteks pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan. Berdasarkan rekapitulasi value/nilai dari berbagai visi Kota Kediri sebagaimana yang terdapat pada tabel 5.1, secara garis besar arti dari nilai/value yang diambil yang secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.3 Interpretasi Kata Kunci dalam Konteks Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Kota Kediri

KATA KUNCI PEMAHAMAN DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN PERMUKIMAN

DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN

PUSAT PELAYANAN Sebagai pusat pelayanan, infrastruktur yang akan dikembangkan

merupakan infrastruktur yang handal dan berkualitas dikarenakan wilayah pelayanan mencakup hingga ke luar wilayah Kota (regional)

(4)

Halaman Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP)

Di Kota KediriTahun 2012

KATA KUNCI PEMAHAMAN DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN PERMUKIMAN

DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN tanpa mengasampingkan nilai-nilai lokal.

BERDAYA SAING Pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman

perkotaan yang mampu mengatasi segala perkembangan kota dan memiliki kualitas yang mumpuni seiring dengan perkembangan kota.

BERKELANJUTAN Kota tanpa slum dan squatter

Pengembangan dan pembangunan permukiman dan infrastruktur dengan memperhatikan mitigasi bencana Pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang memenuhi kebutuhan standar ruang ,

aksesbilitas fisik, dan pembiayaan serta sarana penunjang yang lebih baik untuk setiap warga kota

Dari hasil Focus Group Discussion (FGD) 1 yang sudah dilaksanakan ditemukan pengembangan dari kata-kata kunci yang dimaksud antara lain pengembangan “PERDAGANGAN JASA, INDUSTRI DAN PARIWISATA’. Sehingga nantinya output dari SPPIP ini juga mendukung dari kebijakan sektor-sektor tersebut.

Dari sisi kerangka periode acuan yang diharapkan, adri dokumen kebijakan dan strategi yang ada di Kota Kediri, masing-masing kebijakan dan strategi memberikan kerangka periode acuan yang

berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 5.1 berikut: Gambar 5-1 Keragaman Kerangka Periode Acuan dari Tiap Kebijakan dan Strategi yang Menjadi Acuan Pembangunan Kota Kediri

5.2

Kebutuhan Pembangunan Permukiman Dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan

Di Kota Kediri

Kebutuhan penanganan di Kota Kediri didapatkan dari kondisi eksisting, hasil analisa potensi masalah, meninjau dari kebijakan yang terkait serta dari hasil FGD 1 yang sudah dilaksanakan. Kebutuhan penanganan ini diharapkan dapat menjawab permasalahan di Kota Kediri serta memaksimalkan potensi pengembangan Kota Kediri.

(5)

Halaman Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP)

Di Kota KediriTahun 2012

Gambar 5-2 Rumusan dalam menentukan Kebutuhan Penanganan

5.2.1

Isu Umum Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kota Kediri

Perumusan isu umumberangkat dari adanya keterkaitan antara pertumbuhan permukiman dan berkembangnya Kota Kediri. Keterkaitan ini ditunjukkan oleh beberapa kondisi yang berkembang sebagai isu faktual, meliputi:

Embrio aktifitas kota tersebar, aktifitas kota yang beragam baik pusat perdagangan, pusat pemerintahan, pusat pergerakan tersebar sebagai spot-spot pertumbuhan kota. Embrio aktifitas ini menjadi magnet bagi pertumbuhan permukiman kota, bahkan semakin cepat tumbuhnya permukiman menjadi semacam ‘amuba’ yang tidak terkendali perkembangannya.

Struktur kota tidak jelas, pertumbuhan yang tidak terkendali menjadikan invasi permukiman terhadap lahan fungsi lain dan merusak struktur kota yang telah dibentuk. Pola struktur ruang kota dan kawasan-kawasan permukiman menjadi tidak jelas bahkan rusaknya struktur kota menjadikan pola-pola infrastruktur menjadi tidak tertata dengan baik. Kondisi ini menyebabkan fungsi layanan infrastruktur kota menjadi menurun kulaitas dan kapasitasnya..

Tidak terdefinisinya pusat-pusat permukiman kota dan jaringan infrastruktur yang bekerja padanya. Muara dari kondisi-kondisi faktual di atas menjadikan pusat-pusat permukiman pada ruang kota kediri tidak terdefinisi dengan jelas sesuai dengan fungsi peruntukan ruang kota dan permukiman. Kondisi ini pula yang mendorong semakin menurunnya kinerja infrastruktur kota yang bekerja baik pada fungsi ruang kota maupun permukiman kota.

Perrmukiman baru yang tidak terkendali. Tidak terkendalinya tidak saja pada pertumbuhan rumah baru di kota Kediri namun juga pada lokasi-lokasi pembangunan perumahan baru dan bentukan permukiman baru perkotaan. Pembangunan-pembangunan perumahan baru dan relokasi permukiman kota yang sebagai ‘tools’ tidak lagi menjadi pemecahan masalah permukiman kota Kediri.

Kondisi di atas digambarkan dalam sistematika isu umum bagi pertumbuhan kota dan layanan infrastruktur kota Kediri adalah sebagai berikut:

Gambar 5-3 Skematik Issue Generik Permukiman dan Infrastruktur Kota Kediri

Percepatan peningkatan kualitas Kota untuk mendukung Kota

sebagai PKW

Meningkatkan Kinerja Layanan dan Investasi

Infrastruktur Kota

Integrasi pembangunan kawasan permukiman sebagai mutualisma aspek

sosial dan ekonomi Peningkatan Kapasitas Kota

Kediri sebagai PKW dan Perkembangan Industri &

(6)

Halaman Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP)

Di Kota KediriTahun 2012

Isu umum pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotan bagi kota Kediri bertolak dari 3 (tiga) issue generik yang berkaitan dengan permukiman perkotaan yaitu;

KARAKTER PERMUKIMAN URBAN, dengan urgensi peningkatan kapasitas kota Kediri (daya tampung dan daya dukung) kota Kediri membentuk karakter dari kondisi-kondisi permukiman dan infrastruktur sebagai kota skala layanan wilayah regional (PKW);

PEREMAJAAN PERMUKIMAN KOTA, denganurgensi pembangunan permukiman perkotaan bukan lagi sebagai peningkatan kualitas semata namun telah menduduki kebutuhan percepatan Peremajaan. Hal ini berkaitan dengan pertumbuhan ‘future value’ yang semakin menurun dengan kualitas permukiman saat ini.

PENGENDALIAN PEMBANGUNAN dengan urgensi integrasi pembangunan kawasan permukiman (perumahan dan rumah) baik perumahan baru maupun relokasi permukiman. Pengendalian ini selain memberikan arahan pada pengendalian pertumbuhan juga pada pengendalian kepadatan dalam upaya membentuk mutualisma aspek kehidupan sosial dan ekonomi kota Kediri.

Ketiga kondisi di atas memiliki 1 (satu) rumusan kebutuhan determinan dalam melakukan pembangunan (kaitan dengan penyelenggaraan secara umum) permukiman dan infrastruktur Kota Kediri, yaitu REGENERASI KOTA atau REVITALISASI PERMUKIMAN KOTA dengan meningkatkan kinerja layanan dan investasi infrastruktur permukiman kota Kediri.

5.2.2

Kebutuhan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kota Kediri

Rumusan kebutuhan pembangunan permukiman dan infrastruktur Kota Kediri adalah REGENERASI dan REVITALISASI KOTA dengan meningkatkan kinerja layanan dan investasi infrastruktur permukiman kota Kediri. Rumusan kebutuhan ini akan menjawab permasalahan-permasalahan kota yang berkaitan dengan pesatnya perkembangan Kota Kediri:

Status lahan

Tidak adanya Land Banking oleh Pemerintah Kota Dilalui sungai brantas

Ekspansi kawasan ke wilayah kawasan lindung (sempadan sungai dan rel kereta api) Integrasi kawasan permukiman berupa spot / kluster perumahan baru

Permukiman kumuh

Kondisi rumah tidak layak huni Garis sempadan bangunan

Pengembangan Infrastruktur (Jalan Lingkar) Sanitasi (air bersih, limbah dan sampah) Drainase / sedimentasi saluran/ genangan

Dalam implementasinya kebutuhan ini akan menjawab permasalahan-permasalahan yang menjadikan (i) kota Kediri menjadi terbebani dan (ii) kebutuhan pembangunan permukiman dan infrastruktur kota Kediri adalah melakukan revitalisasi permukiman kota Kediri.

Dengan demikian kebutuhan pembangunan permukiman dan infrastruktur kota Kediri adalah REGENERASI dan REVITALISASI KOTA KEDIRI dalam kaitannya dengan PEREMAJAAN KOTA untuk membentuk Kota Kediri sebagai PKW.

Secara umum kebutuhan dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur Kota Kediri antara lain:

Permukiman

Revitalisasi permukiman kampung Pembangunan rusunawa

Pengendalian bangunan sepanjang sempadan Jaringan Jalan

Perbaikan perkerasan jalan

Penambahan jalur-jalur alternatif

Pemeliharaan jalan dan prasarana transportasi Sampah

Penambahan sarana dan prasarana pengolahan sampah

Sosialisasi dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sampah mandiri dan 3R Sosialisasi megenai peduli lingkungan kepada masyarakat

Drainase

Penambahan jaringan drainase

Penambahan inlet untuk memudahkan air masuk ke dalam saluran drainase Perbaikan dan Pemeliharaan jaringan drainase

Program Pemberdayaan yang berbasis masyarakat dalam menunjang fungsi dan pemeliharaan drainase

(7)

Halaman Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP)

Di Kota KediriTahun 2012 Air Bersih :

Pemanfaatan secara optimal potensi sumber air yang ada Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan air bersih Limbah :

Pemeliharaan MCK Umum yang sudah ada.

Sosialisasi megenai peduli lingkungan kepada masyarakat Penambahan kuantitas MCK pribadi

Penambahan jumlah saluran limbah industri yakni IPAL komunal dan IPAL bawah tanah Penambahan tangki septik komunal maupun pribadi untuk pembuangan limbah domestik Kebutuhan ini akan menjadi dasar pertimbangan dalam merumuskan Tujuan pembangunan permukiman dan infrastruktur Kota Kediri.

5.3

Tujuan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan di

Kota Kediri

TUJUAN (a goal) merupakan hasil akhir yang ingin dicapai individu ataupun kelompok yang sedang bekerja, atau secara ideal, tujuan merupakan hasil yang diharapkan menurut nilai orang-orang. Tujuan kelompok disusun berdasarkan mayoritas individuyangbekerja untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan terdiri dari tujuan jangka pendek (short - range goals) yang merupakan batu loncatan untuk tujuan jangka panjang (long-range goals) (anonim, 2012).

Dalam menentukan Tujuan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan di Kota Kediri, dilakukan analisa terlebih dahulu mengenai:

Kajian terhadap visi dan misi Kota Potensi dan permasalahan kota Isu strategis kota

Kebutuhan kota

Empat (4) variabel yang mendasari dalam penentuan Tujuan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan tersebut, sebelumnya telah dilakukan FGD dan kesepakatan sehingga dirumuskan kesepakatan mengenai Tujuan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan di Kota Kediri.

Penajaman terhadap ketiga variabel tersebut, dihasilkan suatu rumusan tujuan pembangunan Permukiman dan infrastruktur perkotaan di Kota Kediri yang nantinya akan menjadi dasar dalam strategi penanganan.

Gambar 5-4 Penajaman Visi, Kebutuhan, Potensi Masalah dan Isu Strategis untuk merumuskan Tujuan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kota Kediri

MAIN ISSUES Sub Issues PERTANAHAN (determinat issues) SUB ISSUES

Embrio aktifitas kota terpusat sehingga mengalami titik jenuh Struktur kota tidak jelas karena tumpang tindih peruntukan Pengembangan industri dan perdagangan yang kurang berwawasan lingkungan Permukiman baru yang tidak terkendali.

1. Status lahan

2. Tidak adanya Land Banking oleh Pemerintah Kota

Sub Issues Kondisi Fisik(secondary issues) 1. Dilalui Sungai Brantas

Sub Issues Permukiman (impact issues)

1. Ekspansi kawasan ke wilayah kawasan lindung (sempadan sungai dan rel kereta api)

2. Integrasi kawasan permukiman berupa spot/klusterperumahanbaru

3. Permukiman kumuh

4. Kondisi rumah tidak layak huni 5. Garis sempadan bangunan

Sub Issues Infrastruktur Permukiman (impact issues)

1. Pengembangan Infrastruktur (Jalan Lingkar)

2. Sanitasi (air bersih, limbah dan sampah) 3. Drainase/sedimentasi saluran/genangan Sumber: Analisis Tim Konsultan SPPIP Kota Kediri 2012

(8)

Halaman Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP)

Di Kota KediriTahun 2012

Dengan demikian rumusan untuk Tujuan SPPIP Kota Kediridapat dirumuskan sebagai berikut: Menciptakan permukiman perkotaan yang aman dan nyaman yang mendukung pariwisata, industri, perdagangan, jasa dan pendidikan

Mewujudkan infrastruktur perkotaan yang berkualitas

Dari rumusan tujuan tersebut, tiap kata kuncinya dapat diartikan sebagai berikut: Aman dan nyaman

Memiliki pengertian bahwa permukiman dan infrastruktur yang nantinya akan bebas dari bencana dan berbasis mitigasi bencana. Selain itu permukiman serta infrastruktur permukiman perkotaan juga dikembangkan sesuai dengan preferensi masyarakat akan ketenangan dan kenyamanan. berkualitas

berkualitas dalam hal pengembangan permukiman dan infrastruktur berarti mampu mengatasi segala perkembangan kota dan memiliki kualitas yang mumpuni seiring dengan perkembangan kota. Selain itu infrastruktur yang dibangun memiliki mutu yang baik.

5.4

Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan

diKota

Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak. Kebijakan merupakan “cara” dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Kebijakan ini juga sudah dilakukan kesepakatan mengenai subtansinya. Kebijakan yang merupakan turunan dari tujuan yang diharapkan dari pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman di Kota Kediri antara lain:

KOMPONEN KEBIJAKAN

Perumahan & permukiman Peningkatan kawasan permukiman yang layak huni Perlindungan kawasan heritage

Pengembangan kawasan permukiman yang mendukung pengembangan industri, pendidikan dan perdagangan jasa

Air bersih & air minum Peningkatan cakupan layanan air bersih hingga ke seluruh wilayah perkotaan

Persampahan Peningkatan cakupan layanan persampahan hingga ke seluruh wilayah perkotaan

Peningkatan pengelolaan persampahan melalui 3R Sanitasi/limbah cair Pengembangan sistem pengelolaan air limbah secara

terpusat

Drainase Perbaikan kerusakan drainase perkotaan dan mengurangi genangan

Jalan lingkungan Peningkatan kualitas jalan yang terintegrasi

RTH Pengoptimalan ruang terbuka perkotaan sebagai daerah resapan air

Sumber: Hasil kesepakatan pada FGD 1

Adapun untuk dapat diukur ketercapaiannya, maka kebajkan-kebijakan yang telah dirumuskan tersebut diterjemahkan lebih lanjut ke dalam suatu ukuran capaian keberhasilan kebijakan yang nantinya akan menjadi dasar bagi perumusan strategi dan program strategis pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman Kota Kediri. Ukuran capaian keberhasilan tersebut secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.4 Ukuran Capaian Keberhasilan dari Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman di Kota Kediri

KEBIJAKAN UKURAN CAPAIAN

1. Peningkatan kawasan permukiman yang layak huni

 Masyarakat kota Kediri menempati rumah layak huni yang terjangkau dan sesuai dengan kelayakan hunian

 Berkurangnya Slum dan Squatter

2. Perlindungan kawasan heritage Terjaganya kawasan permukiman tua di Kota Kediri serta memaksimalkan potensinya sebagai cerminan nilai lokal dan pariwisata

(9)

Halaman Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP)

Di Kota KediriTahun 2012

KEBIJAKAN UKURAN CAPAIAN

mendukung pengembangan industri, pendidikan dan perdagangan jasa

diharapkan dapat mendukung pengembangan kota serta tetap berwawasan lingkungan.

4. Peningkatan cakupan layanan air bersih hingga ke seluruh wilayah perkotaan

Terlayaninya layanan air bersih perpipaan hingga ke seluruh wilayah Kota Kediri

5. Peningkatan cakupan layanan persampahan hingga ke seluruh wilayah perkotaan

Terlayaninya layanan persampahan serta penyediaan sarana dan prasarana persampahan ke seluruh wilayah Kota Kediri.

6. Peningkatan pengelolaan persampahan melalui 3R Tersosialisasikannya konsep 3 R ke seluruh wilayah Kota Kediri

7. Pengembangan sistem pengelolaan air limbah secara terpusat

Tersedianya IPAL komunal untuk masing-masing sentra industri dan industri besar

8. Perbaikan kerusakan drainase perkotaan dan mengurangi genangan

Tidak adanya genangan dan saling terkoneksinya saluran drainase di Kota Kediri.

9. Peningkatan kualitas jalan yang terintegrasi Meningkatnya kualitas jalan di Kota Kediri dimana seluruh jalan di Kota Kediri berkualitas baik dan dengan lapisan aspal.

10. Pengoptimalan ruang terbuka perkotaan sebagai daerah resapan air

Tersedianya ruang terbuka hijau perkotaan dimana untuk RTH publik minimal 20 %

(10)

Halaman Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP)

Di Kota KediriTahun 2012

Gambar 5-1 Keragaman Kerangka Periode Acuan dari Tiap Kebijakan dan Strategi yang Menjadi Acuan Pembangunan Kota Kediri 5-4

Gambar 5-2 Rumusan dalam menentukan Kebutuhan Penanganan 5-5

Gambar 5-3 Skematik Issue Generik Permukiman dan Infrastruktur Kota Kediri 5-5 Gambar 5-4 Penajaman Visi, Kebutuhan, Potensi Masalah dan Isu Strategis untuk merumuskan Tujuan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kota Kediri 5-7

Tabel 5.1 Matriks Kebijakan 5-1 Tabel 5.2 Sinkronisasi Kebijakan 5-3

Tabel 5.3 Interpretasi Kata Kunci dalam Konteks Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Kota Kediri 5-3

Tabel 5.4 Ukuran Capaian Keberhasilan dari Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman di Kota Kediri 5-8

bab 5 Tujuan dan Kebijakan ... 5-1 5.1 Visi dan Misi Pembangunan Kota Kediri ... 5-1 5.2 Kebutuhan Pembangunan Permukiman Dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Di Kota Kediri

5-4

5.2.1 Isu Umum Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kota Kediri ... 5-5 5.2.2 Kebutuhan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kota Kediri ... 5-6 5.3 Tujuan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan di Kota Kediri ... 5-7 5.4 Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan diKota ... 5-8

Gambar

Tabel 5.1 Matriks Kebijakan  DOKUMEN
Tabel 5.2 Sinkronisasi Kebijakan
Gambar 5-2 Rumusan dalam menentukan Kebutuhan Penanganan
Gambar 5-4 Penajaman Visi, Kebutuhan, Potensi Masalah dan Isu Strategis untuk merumuskan  Tujuan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kota Kediri
+2

Referensi

Dokumen terkait

"Sekolah Pascasarjana USAHID memberikan kesempatan dalam mengembangkan professional networking dan menjadi salah satu universitas yang memiliki program

Temuan ini menunjukkan bahwa walalupun memiliki pergerakkan ERPT yang berbeda beda, penurunan tingkat ERPT baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang

Sugiyono berpendapat metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti

Ada hubungan asupan protein dengan status gizi (IMT) narapidana umum di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Semarang, hubungan memiliki korelasi kuat dan arah hubungan

Beban hidup lain yang diterapkan adalah beban peralatan pada deck yang dapat dipindahkan, beban personil, beban dari tempat tinggal dan lain-lain. Beban hidup yang diterapkan

Karena regulasi itu antara lain memberikan otoritas bagi pengadilan di Timor Lorosae untuk membentuk panel special yang bertanggungjawab untuk menangani proses hukum

Pinyopusarerk (2002) untuk jenis Acacia auriculiformis pada umur 36 bulan yang menemukan bahwa heritabilitas sifat tinggi lebih rendah dari sifat diameter, nilai

mahasiswa berani mengutarakan masalah, dalam pembelajaran terjadi karena ada masalah, menjadikan mahasiswa lebih aktif dan lebih serius saat pembelajaran. Metode