ANALISIS ALOKASI PENGELUARAN PEMERINTAH PADA SEKTOR PUBLIK TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN NIAS BARAT

Teks penuh

(1)

Abstract

The purpose of this research is to investigate and analyze the effect of government’s expenditure of public sector consist of education sector and health sector to economic growth in West Nias Regency at the period 2010-2012. The kind of data used in this research is secondary data. Data analysis model was estimated by Multiple Linear Regression with Ordinary Least Square method (OLS) using Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 17.0 computer program.

Government’s expenditure on education sector and health sector is an investment to economic growth. When the Government issued expenditure and development budget for both sectors, the impact of the policy will be seen in the future. The Government investment will be lead to improved quality of human capital and physical infrastructure until that will spur economic investment. Further economic investment will affect economic growth, because of capital available for development.

The estimation result showed that government’s expenditure on education sector and health sector jointly significantly impact to economic growth in West Nias regency.

Keywords: Economic Growth, Government Expenditure, Education Sector, and Health Sector.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah pada sektor publik yang terdiri dari sektor pendidikan dan sektor kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nias Barat periode tahun 2010-2012. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Model analisis data diestimasikan dengan Regresi Linear Berganda metode Ordinary Least Square (OLS) menggunakan program komputer Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 17.0.

Pengeluaran pemerintah atas sektor pendidikan dan sektor kesehatan merupakan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Ketika pemerintah mengeluarkan belanja negara dan anggaran pembangunan untuk kedua sektor tersebut, maka dampak dari kebijakan tersebut dapat kita lihat di masa yang akan datang. Investasi pemerintah tersebut dapat menyebabkan peningkatan kualitas modal manusia dan prasarana fisik sehingga memacu investasi ekonomi. Investasi ekonomi yang selanjutnya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi karena banyaknya modal yang tersedia untuk pembangunan.

Hasil estimasi dari penelitian ini menunjukkan pengeluaran sektor pendidikan dan sektor kesehatan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nias Barat.

Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Pengeluaran Pemerintah, Sektor Pendidikan, dan Sektor Kesehatan.

JAM PEMBNAS

JURNAL AKUNTANSI DAN MANAJEMEN PEMBNAS

http://ejournal.stiepembnas.ac.id

e-ISSN : 2684-8694 p-ISSN : 2087-1384

ANALISIS ALOKASI PENGELUARAN PEMERINTAH PADA SEKTOR PUBLIK

TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

DI KABUPATEN NIAS BARAT

SELFIN KRISTIANTI WARUWU

(2)

PENDAHULUAN

Pengeluaran pemerintah sebagai

kebijakan yang dilakukan untuk

mensejahterahkan masyarakat dan menuju

pertumbuhan ekonomi. Pengeluaran

pemerintah (goverment expenditure) adalah

bagian dari kebijakan fiskal yaitu suatu tindakan

pemerintah untuk mengatur jalannya

perekonomian dengan cara menentukan

besarnya penerimaan dan pengeluaran

pemerintah setiap tahunnya, yang tercermin dalam dokumen Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk nasional dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk daerah atau regional. Tujuan dari kebijakan fiskal ini adalah dalam rangka menstabilkan harga, tingkat output, maupun kesempatan

kerja dan memacu atau mendorong

pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah memerlukan anggaran

(budget) dalam menjalankan berbagai

kegiatannya. Anggaran sebagai alat kontrol juga berfungsi sebagai tolok ukur (alat pembanding) untuk menilai dan mengevaluasi realisasi kegiatan ekonomi pada masa yang akan datang. Melalui anggaran, pemerintah daerah wajib untuk menyediakan barang dan jasa yang bersifat terbatas pada masyarakat di suatu wilayah tertentu, seperti penerangan jalan, penyediaan lampu lalu lintas, prasarana jalan raya dan sebagainya.

Kabupaten Nias adalah daerah

kepulauan di provinsi Sumatera Utara yang mengalami tantangan yang serius dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Kabupaten Nias mengalami pemekaran dan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) sehingga terbentuklah kabupaten Nias Barat pada tahun 2008. Sebagai suatu pemerintahan daerah yang baru, Kabupaten Nias Barat dituntut untuk mampu menata kabupatennya ke arah pembangunan yang berkesinambungan dan mampu melaksanakan otonominya dengan baik.

Laju pertumbuhan ekonomi di

kabupaten Nias Barat sebagai daerah otonomi baru mulai mengalami peningkatan dengan dilaksanakannya pembangunan . Namun, potensi ekonominya belum dapat digerakkan

sepenuhnya karena semua membutuhkan

proses di masa transisinya. Begitu juga dengan

peran pemerintah dalam mengalokasikan

pengeluarannya untuk pelayanan publik. Ada berbagai masalah yang ditemukan sehubungan

dengan alokasi pengeluaran pemerintah

terhadap pelayanan publik di kabupaten Nias Barat yakni tidak efektifnya penggunaan dana terkait dengan kebutuhan dana yang tidak seimbang, keterbatasan pemanfaatan layanan publik kepada masyarakat, dan adanya alokasi dana yang tidak tepat waktu dan tepat sasaran.

(3)

STUDI PUSTAKA

Menurut Schumpeter (dalam

Rahardjo,2005), pemban gunan ekonomi adalah perubahan spontan dan terputus-putus dalam keadaan stasioner yang senantiasa mengubah dan mengganti situasi yang ada sebelumnya. Sedangkan pertumbuhan ekonomi adalah perubahan jangka panjang secara perlahan-lahan yang terjadi melalui kenaikan tabungan dan penduduk.

Pertumbuhan ekonomi menggambarkan perluasan lapangan kerja, modal, volume

perdagangan dan konsumsi. Sedangkan,

pembangunan ekonomi menggambarkan faktor-faktor penentu yang mendasari pertumbuhan ekonomi, seperti perubahan dalam tekhnik produksi, sikap masyarakat, dan kelembagaan. Terlepas dari perbedaan antara pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun gagasan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi itu sendiri mengesankan suatu peralihan dari keadaan yang lama ke keadaan yang baru.

Pertumbuhan ekonomi diartikan

sebagai perkembangan kegiatan dalam

perekonomian sehingga output barang dan jasa yang dipoduksi dalam masyarakat bertambah karena semakin banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi masyarakat atau terjadi peningkatan Product National Bruto (PNB) atau Produk Domestik Bruto (PDB).

Produk Domestik Bruto adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara pada suatu tahun tertentu dengan menggunakan faktor-faktor produksi baik milik warga negara maupun milik penduduk negara lain yang berada di negara tersebut. Angka yang digunakan untuk menaksir perubahan output adalah nilai moneter (uang) yang tercermin dalam PDB. Untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, nilai PDB yang digunakan adalah PDB menurut harga pasar atau harga yang berlaku dan harga tetap atau harga konstan. Dengan

menggunakan harga konstan, pengaruh

perubahan harga telah dihilangkan, sehingga sekalipun angka yang muncul adalah nilai uang dari total output barang dan jasa, perubahan nilai PDB sekaligus menunjukkan perubahan jumlah kuantitas barang dan jasa yang dihasilkan selama periode pengamatan.

Menurut mandala (2008), beberapa peran penting pertumbuhan ekonomi adalah:

a. Pertumbuhan Ekonomi dan Peningkatan

Kesejahteraan

Masyarakat dikatakan makin sejahtera jika setidak-tidaknya output per kapita meningkat. Dalam literatur ekonomi makro, tingkat kesejahteraan tersebut diukur dengan PDB per kapita. Makin tinggi PDB per kapita, makin sejahtera masyarakat. Agar PDB per kapita terus meningkat, maka perekonomian harus terus bertumbuh dan harus lebih tinggi daripada tingkat pertambahan penduduk.

(4)

Ukuran perbaikan kesejahteraan tidaklah hanya dilihat berdasarkan perkembangan historis perekonomian yang bersangkutan, tetapi juga perekonomian lain yang dianggap telah lebih maju.

b. Pertumbuhan Ekonomi dan Kesempatan

Kerja

Mengingat manusia adalah salah satu faktor terpenting dalam proses produksi, maka dapat dikatakan kesempatan kerja akan meningkat bila output meningkat. Hubungan antara kesempatan kerja dan output dapat dilihat berdasarkan rasio kesempatan kerja dan angka elastisitas kesempatan kerja.

c. Pertumbuhan Ekonomi dan Perbaikan

Distribusi Pendapatan

Pertumbuhan ekonomi hanya akan

menghasilkan perbaikan distribusi

pendapatan bila memenuhi setidaknya dua syarat, yaitu memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan produktivitas. Dengan meluasnya kesempatan kerja, maka akses masyarakat untuk memperoleh penghasilan semakin besar. Jika alat utama yang

digunakan untuk perbaikan distribusi

pendapatan adalah mekanisme pasar, maka supaya dapat bertahan di pasar, para pekerja harus terus meningkatkan produktivitas.

d. Persiapan Bagi Tahapan Kemajuan

Selanjutnya.

Suatu bangsa terutama suatu

perekonomian, dapat diumpamakan sebagai manusia yang tidak dapat menjadi besar dan dewasa dalam tempo semalam. Bahkan

waktu yang dibutuhkan untuk

mendewasakan sebuah perekonomian jauh lebih lama jika dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan manusia untuk menjadi dewasa. Maka perekonomian dikatakan matang mungkin setelah ratusan bahkan ribuan tahun. Kita tidak dapat menentukan

batas waktu usia kematangan suatu

perekonomian. Sebab, sebuah perekonomian yang mampu terus menerus bertumbuh dalam jangka panjang, umumnya telah

memiliki kemampuan untuk menjadi

modern. Untuk menunjang pertumbuhan jangka panjang, yang dibutuhkan bukan saja tenaga kerja, bahan baku dan tekhnologi, melainkan juga kelembagaan-kelembagaan ekonomi sosial yang modern.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif adalah metode penelitian yang menguraikan sifat-sifat dan keadaan sebenarnya dari suatu objek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif karena dalam pelaksanaannya meliputi data, analisis, dan interpretasi tentang arti dan data

(5)

mengumpulkan fakta dan menguraikannya secara menyeluruh dan teliti sesuai dengan

persoalan yang akan dipecahkan. Sedangkan

penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan data berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu sumber data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain).

Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif yakni data yang berbentuk angka-angka berupa data anggaran pengeluaran pemerintah pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nias Barat. Sumber data diperoleh dari data dokumen, yang bersumber dari BPK-AD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan BAPPEDA (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah) serta bahan yang bersumber dari kepustakaan yang berupa

bacaan, literatur, dan buku-buku yang

berhubungan dengan penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Jumlah penduduk di Kabupaten Nias Barat diketahui dari tahun ke tahun terus meningkat. Jika pertumbuhan penduduk tidak

dapat ditekan atau bahkan persentase

pertumbuhan penduduk lebih besar dari

persentase pertumbuhan ekonomi, maka dalam hal ini tidak dapat meningkatkan tingkat kemakmuran masyarakat. Jumlah penduduk di Kabupaten Nias Barat selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh mobilitas penduduk yang mempengaruhi keberadaan penduduk di Kabupaten Nias Barat.

Berikut adalah gambaran laju

pertumbuhan ekonomi dan PDRB Kabupaten Nias Barat tahun 2010-2012:

Tahun PDRB (Milyar Rupiah) Pertumbuhan Ekonomi (Persen) 2009 2010 2011 2012 238,909.89 254,099.33 271,274.74 284,646.41 5,72 6,30 6,76 4,93

Sumber: Nias Barat Dalam Angka 2013

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 meningkat dibanding tahun sebelumnya yakni 6,30 persen. Begitu juga pada tahun 2011, pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan sebesar 6,76 persen. Peningkatan persentase pertumbuhan ekonomi secara berurut dalam dua tahun ini disebabkan karena adanya peningkatan pertumbuhan sektor lapangan

usaha (Industrial Origin) di Kabupaten Nias

Barat. Sebaliknya, persentase pertumbuhan

ekonomi pada tahun 2012 mengalami

penurunan. Ini disebabkan karena turunnya persentase sektor lapangan usaha di Kabupaten

(6)

Nias Barat yakni pada sektor pertanian, pertambangan, listrik, air dan gas, bangunan, perdagangan, pengangkutan dan komunikasi, serta perusahaan sehingga berdampak pada

kondisi pertumbuhan ekonomi yang

menyebabkan pertumbuhan ekonomi tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 4,93 persen.

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dan telah diolah dengan

menggunakan program komputer Statistical

Product and Service Solutions (SPSS) versi 17.0.

1. Nilai konstanta sebesar 6,186 dapat diartikan

jika tidak ada variabel pengeluaran

pemerintah pada sektor pendidikan dan kesehatan, maka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nias Barat adalah sebesar 6,186.

2. Pengeluaran pemerintah pada sektor

pendidikan mempunyai hubungan negatif

terhadap pertumbuhan ekonomi di

Kabupaten Nias Barat. Koefisien regresi variabel pengeluaran pemerintah pada sektor

pendidikan sebesar -1,72 x artinya jika

setiap pengeluaran pendidikan bertambah 1, maka pertumbuhan ekonomi berkurang

sebesar 1,72 x . Hal ini menunjukkan

bahwa pengeluaran pemerintah di sektor

pendidikan tidak meningkatkan

pertumbuhan ekonomi. Ini disebabkan karena Kabupaten Nias Barat adalah daerah

otonomi baru dimana pengeluaran

pendidikan lebih banyak dialokasikan untuk

membangun sarana dan parasarana

(konsumtif) dan bukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Sehingga tidak efektifnya anggaran untuk pemerataan kesempatan pendidikan dan perbaikan kualitas tenaga pengajar.

3. Pengeluaran pemerintah pada sektor

kesehatan mempunyai hubungan positif

terhadap pertumbuhan ekonomi di

Kabupaten Nias Barat. Koefisien regresi variabel pengeluaran pemerintah pada sektor

kesehatan sebesar 3,667 x artinya jika

setiap pengeluaran kesehatan bertambah 1, maka pertumbuhan ekonomi bertambah

sebesar 3,667 x . Hal ini menunjukkan

bahwa pengeluaran pemerintah di sektor kesehatan meningkatkan pertumbuhan ekonomi namun tidak signifikan bahkan hampir tidak berpengaruh. Ini disebabkan karena anggaran di sektor kesehatan tidak sepenuhnya difasilitasi untuk perbaikan kualitas dan penambahan tenaga kesehatan yang profesional di bidang medis, walaupun Puskesmas dan Puskesmas Pembantu sudah tersedia. Sehingga mengakibatkan tidak meratanya pelayanan kesehatan kepada

masyarakat dan tidak berpengaruh

signifikan dalam peningkatan kualitas

(7)

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan pembahasan atas hasil penelitian pengaruh pengeluaran pemerintah pada sektor publik terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nias Barat, maka Penulis menyimpulkan sebagai berikut:

1. Pengeluaran pemerintah pada sektor

pendidikan mempunyai hubungan negatif

terhadap pertumbuhan ekonomi di

Kabupaten Nias Barat. Koefisien regresi variabel pengeluaran pemerintah pada sektor

pendidikan sebesar -1,72 x artinya jika

setiap pengeluaran pendidikan bertambah 1, maka pertumbuhan ekonomi berkurang

sebesar 1,72 x . Hal ini menunjukkan

bahwa pengeluaran pemerintah di sektor

pendidikan tidak meningkatkan

pertumbuhan ekonomi. Ini disebabkan karena Kabupaten Nias Barat adalah daerah

otonomi baru dimana pengeluaran

pendidikan lebih banyak dialokasikan untuk

membangun sarana dan parasarana

(konsumtif) dan bukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Sehingga tidak efektifnya anggaran untuk pemerataan kesempatan pendidikan dan perbaikan kualitas tenaga pengajar.

2. Pengeluaran pemerintah pada sektor

kesehatan mempunyai hubungan positif

terhadap pertumbuhan ekonomi di

Kabupaten Nias Barat. Koefisien regresi variabel pengeluaran pemerintah pada sektor

kesehatan sebesar 3,667 x artinya jika

setiap pengeluaran kesehatan bertambah 1, maka pertumbuhan ekonomi bertambah

sebesar 3,667 x . Hal ini menunjukkan

bahwa pengeluaran pemerintah di sektor kesehatan meningkatkan pertumbuhan ekonomi namun tidak signifikan bahkan hampir tidak berpengaruh. Ini disebabkan karena anggaran di sektor kesehatan tidak sepenuhnya difasilitasi untuk perbaikan kualitas dan penambahan tenaga kesehatan yang profesional di bidang medis, walaupun Puskesmas dan Puskesmas Pembantu sudah tersedia. Sehingga mengakibatkan tidak meratanya pelayanan kesehatan kepada

masyarakat dan tidak berpengaruh

signifikan dalam peningkatan kualitas

sumber daya manusia.

3. Setelah pengujian hipotesis dengan uji F

statistik, diperoleh bahwa hitung > F-tabel (17,425 > 4,26). Dengan demikian Ho ditolak atau Ha diterima yang artinya bahwa variabel pengeluaran pemerintah pada sektor pendidikan dan kesehatan secara

bersama-sama berpengaruh nyata terhadap

pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nias Barat.

Dari hasil penelitian Penulis mencoba memberikan saran:

1. Pemerintah Kabupaten Nias Barat harus

mampu meningkatkan pertumbuhan

(8)

dan mengefisiensi pemanfaatan alokasi pengeluaran baik di sektor pendidikan, kesehatan maupun sektor-sektor lainnya dengan seimbang untuk menunjang kualitas hidup sumber daya manusia sehingga lebih produktif dan sejahtera.

2. Pertumbuhan ekonomi dapat ditingkatkan

dengan terpenuhinya kondisi pendidikan

dan kesehatan yang baik sehingga

masyarakat akan mampu melakukan proses produksi. Pemerintah diharapkan mampu

mengupayakan dan memprioritaskan

penyediaan fasilitas publik berupa

pendidikan dasar dan kesehatan dasar yang

menyeluruh serta lapangan pekerjaan

kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya sehingga mampu menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

3. Kepada peneliti selanjutnya disarankan

meneliti variabel bebas pengeluaran

pemerintah pada sektor publik lainnya yang juga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Nias Barat.

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmita, Rahardjo. 2005. Dasar-dasar Ekonomi

Wilayah, Edisi 1. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Bastian, Indra. 2010. Akuntansi Sektor Publik:

Suatu Pengantar, Edisi 3. Jakarta: Erlangga.

Darise, Nurlan. 2008. Akuntansi Keuangan Daerah

(Akuntansi Sektor Publik). Jakarta: PT.Indeks.

Efferin, Sujoko, dkk. 2008. Metode Penelitian

Akuntansi. Yogyakarta: Garaha Ilmu.

Hadi, Syamsul. 2006. Metodologi Penelitian

Kuantitatif untuk Akuntansi dan Keuangan.

Yogyakarta: Ekonisia.

Halim, Abdul. 2007. Akuntansi Keuangan Daerah.

Jakarta: Salemba Empat.

Hasan, Iqbal. 2010. Statistik 2 (Statistik Inferensif).

Jakarta: Bumi Aksara.

Hasan, Iqbal. 2011. Statistik 1 (Statistik Deskriptif).

Jakarta: Bumi Aksara.

Irianto, Agus. 2005. Statistik: Konsep Dasar dan

Aplikasinya. Jakarta: Kencana.

Linarti, Rose. 2012. Analisis Alokasi Pengeluaran

Pemerintah Pada Sektor publik Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Medan. Fakultas Ekonomi USU

Mangkoesoebroto, Guritno. 2009. Ekonomi

Publik. Yogyakarta: BPFE.

Manurung, P. 2013. Statistik Pendidikan. Jakarta:

Halaman Moeka Publishing.

Mardiasmo. 2009. Akuntansi Sektor Publik.

Yogyakarta: CV.ANDI.

Nordiawan, Deddi. 2007. Akuntansi

Pemerintahan. Jakarta: Salemba Empat.

Rahardja, Prathama dan Mandala Manurung.

2008. Teori Ekonomi Makro: Suatu

Pengantar, Edisi 4. Jakarta: Lembaga

(9)

Riduwan. 2005. Belajar Mudah Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.

Sudijono, Anas. 2006. Pengantar Statistik

Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Persada.

Sugiyono. 2006. Statistika untuk Penelitian.

Bandung: CV. Alfabeta.

Sukirno, Sadono. 2010. Ekonomi Pembangunan:

Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan. Jakarta: Kencana.

Supriyadi, Edi. 2014. SPSS + Amos (Statistical data

Analysis). Jakarta: In Media.

Usman, Husaini,dkk. 2011. Pengantar Statistika.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :