ANALISIS IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP. GOOD CORPORATE GOVERNANCE (Studi Kasus pada PT Federal International Finance Cabang Yogyakarta) SKRIPSI

81 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ANALISIS IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE

(Studi Kasus pada PT Federal International Finance Cabang Yogyakarta)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi

Program Studi Akuntansi

Oleh:

Elisabeth Lilyn Lestari NIM: 152114076

PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(2)

i

ANALISIS IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE

(Studi Kasus pada PT Federal International Finance Cabang Yogyakarta)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi

Program Studi Akuntansi

Oleh:

Elisabeth Lilyn Lestari NIM: 152114076

PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(3)

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN

Life is like a book.

Some chapters are sad, some happy,

and some exciting.

But if you never turn the page,

you will never know what the next chapter holds.

tinybuddha.com

Skripsi ini kupersembahkan untuk yang paling ku kasihi:

Tuhan Yesus Kristus

Bapak (Alm.) dan Ibu

(4)

ix

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………. i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ………. ii

HALAMAN PENGESAHAN ...……… iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ……… iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ………… v

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ……….. vi

HALAMAN KATA PENGANTAR ……… vii

HALAMAN DAFTAR ISI ……… ix

HALAMAN DAFTAR TABEL ……… xiii

HALAMAN DAFTAR GAMBAR ……… xiv

ABSTRAK ………. Xv ABSTRACT ………... xvi

BAB I PENDAHULUAN ……….. 1

A. Latar Belakang Masalah ……….. 1

B. Rumusan Masalah ……… 4

C. Tujuan Penelitian ……….. 4

D. Manfaat Penelitian ……… 4

E. Sistematika Penulisan ………... 5

(5)

x

A. Pengertian Good Corporate Governance ……… 7

B. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance ………... 8

C. Tujuan Good Corporate Governance ………... 10

D. Manfaat Good Corporate Governance ………. 11

E. Pilar Pendukung Good Corporate Governance ………... 12

F. Perkembangan Good Corporate Governance di Indonesia …….. 13

G. Perseroan Terbatas ……… 15

H. Penelitian Terdahulu ………. 15

BAB III METODE PENELITIAN ……… 19

A. Jenis dan Sumber Penelitian ……….…… 19

B. Waktu dan Tempat Penelitian ………... 20

C. Subjek dan Objek Penelitian ………. 21

D. Teknik Pengambilan Sampel ………... 22

E. Teknik Pengumpulan Data ……… 22

F. Teknik Analisis Data ………. 24

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN ………... 26

A. Profil PT Federal International Finance ……….. 26

B. Visi dan Misi ………. 27

C. Budaya Perusahaan ……… 27

D. Logo Perusahaan ……….. 28

E. Bidang Usaha ………. 29

F. Produk dan Layanan ………. 29

(6)

xi

H. Asesmen Good Corporate Governance pada FIFGROUP …….. 33

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ………... 35

A. Profil Responden Penelitian ………. 35

1. Usia ……….. 35

2. Pendidikan Terakhir ……… 36

3. Lama Bekerja ………. 37

B. Analisis Data ………. 37

1. Implementasi Prinsip Transparansi (Transparency) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta ………. 37

2. Implementasi Prinsip Akuntabilitas (Accountability) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta ………. 39

3. Implementasi Prinsip Pertanggungjawaban (Responsibility) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta ...……… 40

4. Implementasi Prinsip Kemandirian (Independency) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta ………. 41

5. Implementasi Prinsip Kewajaran (Fairness) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta ………. 42

C. Pembahasan ………... 43 1. Transparansi ……… 43 2. Akuntabilitas ……… 47 3. Pertanggungjawaban ……… 52 4. Kemandirian ……… 55 5. Kewajaran ……… 56

(7)

xii BAB VI PENUTUP ………... 59 A. Kesimpulan ………... 59 B. Keterbatasan Peneliti ………. 62 C. Saran ………. 63 DAFTAR PUSTAKA ………. 64 LAMPIRAN ………... 66

(8)

xiii

DAFtAR TABEL

Tabel 1. Hasil Assesment FIFGROUP Tahun 2019 ……….. 33 Tabel 2. Klasifikasi Responden Berdasarkan Usia ……… 36 Tabel 3. Klasifikasi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir ……... 36 Tabel 4. Klasifikasi Responden Berdasarkan Lama Bekerja ……… 37 Tabel 5. Hasil Penghitungan Pencapaian Implementasi Prinsip

Transparansi (Transparency) pada FIFGROUP Cabang

Yogyakarta ……….………... 38 Tabel 6. Hasil Penghitungan Pencapaian Implementasi Prinsip

Akuntabilitas (Accountability) pada FIFGROUP Cabang

Yogyakarta ……… 39

Tabel 7. Hasil Penghitungan Pencapaian Implementasi Prinsip Pertanggungjawaban (Responsibility) pada FIFGROUP

Cabang Yogyakarta ..……… 40 Tabel 8. Hasil Penghitungan Pencapaian Implementasi Prinsip

Kemandirian (Independency) pada FIFGROUP Cabang

Yogyakarta ……… 41

Tabel 9. Hasil Penghitungan Pencapaian Implementasi Prinsip Kewajaran (Fairness) pada FIFGROUP Cabang

(9)

xiv

DAFTAR GAMBAR

(10)

xv ABSTRAK

ANALISIS IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE

(Studi Kasus Pada PT Federal International Finance Cabang Yogyakarta)

Elisabeth Lilyn Lestari NIM: 152114076

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

2020

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta yang terdiri dari lima aspek, yaitu: transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance tidak hanya berlaku untuk jajaran perusahaan dengan level tertinggi, namun juga harus diimplementasikan hingga pada level paling bawah sehingga visi dan misi perusahaan dapat terwujud dengan baik dan kelangsungan hidup perusahaan dapat terus dipertahankan.

Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Data-data yang diperoleh dengan melakukan penyebaran kuesioner, wawancara, observasi serta metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kelima prinsip Good Corporate Governance pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta yang terdiri dari transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran mendapatkan kategori sangat terwujud dengan persentase masing-masing yaitu: transparansi 95,7%, akuntabilitas 89,7%, pertanggungjawaban 94,8%, kemandirian 86,3% serta kewajaran 90,5%.

Kata kunci: good corporate governance, transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, kewajaran.

(11)

xvi ABSTRACT

ANALYSIS ON IMPLEMENTATION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE

(A Case Study in PT Federal International Finance Yogyakarta Branch)

Elisabeth Lilyn Lestari NIM: 152114076

Sanata Dharma University Yogyakarta

2020

The aims of this study is to determine the implementation of Good Corporate Governance Principles in FIFGROUP Yogyakarta branch which includes, transparency, accountability, responsibility, independency, and fairness. This study is important because the implementation of Good Corporate Governance not only related with the highest level management, but also all stakeholders.

This is a case study research using data collecting from questionnaire, interview, observation, and documentation. Qualitative analysis is used in analyzing the data.

The result showed that the implementation of five principles of Good Corporate Governance in FIF GROUP Yogyakarta branch is well applied with percentage of each principle as follows: 95.7% transparency, 89.7% accountability, 94.8% responsibility, 86.3% independency, and 90.5% fairness.

Keyword: good corporate governance, transparency, accountability, responsibility, independency, fairness.

(12)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan dunia bisnis di era modern saat ini kian mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal tersebut dapat kita lihat dengan banyak munculnya perusahaan-perusahaan baru yang membuat persaingan bisnis menjadi semakin ketat. Oleh karena itu, setiap perusahaan dituntut untuk memiliki keunggulan yang kompetitif agar kelangsungan hidup perusahaan dapat terus dipertahankan. Selain itu, perusahaan juga dituntut untuk melakukan pengelolaan perusahaan dengan baik agar nantinya visi dan misi perusahaan dapat tercapai dengan baik.

Salah satu cara untuk mencapai visi dan misi perusahaan adalah dengan diterapkannya prinsip Good Corporate Governance atau sistem tata kelola perusahaan yang baik. Penerapan Good Corporate Governance adalah salah satu jawaban bagi perusahaan yang ingin melangsungkan kehidupan perusahaannya secara sehat, sehingga perusahaan mampu memiliki nilai tambah di mata para calon investor. Dengan diterapkannya Good Corporate Governance, selain tingkat kepercayaan para investor mampu meningkat, diharapkan pula agar implementasi Good Corporate Governance bukan saja bermanfaat bagi manajemen dan karyawan perusahaan, melainkan juga untuk para pemangku kepentingan (stakeholders), konsumen, pemasok (supplier), pemerintah serta lingkungan masyarakat dimana perusahaan tersebut berada.

(13)

Menurut Effendi (2009:99), penerapan dari Good Corporate Governance diharapkan mampu membantu terwujudnya persaingan usaha yang sehat serta setidaknya dapat dihindarkan dari adanya praktik monopoli serta persaingan usaha yang tidak sehat.

Di Indonesia sendiri, penerapan prinsip Good Corporate Governance belum sepenuhnya diterapkan oleh setiap perusahaan yang ada. Hal ini ditunjukkan dengan masih sedikitnya perusahaan yang menerapkan prinsip ini, terutama untuk perusahaan-perusahaan non BUMN. Fakta menunjukkan bahwa penerapan GCG di Indonesia masih tertinggal dibanding negara lain di Asia Tenggara. Dari 50 perusahaan terbaik dalam praktik GCG di Asia Tenggara pada 2015, hanya dua perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar 50 perusahaan terbaik dalam praktik GCG. Adapun selebihnya berasal dari Thailand sebanyak 23 perusahaan, Filipina 11 perusahaan, Singapura 8 perusahaan, dan Malaysia 6 perusahaan. (Primadhyta, Safyra. 2017).

Selain itu, budaya korupsi juga masih menjadi hal yang dianggap lumrah di dalam dunia bisnis sehingga sulit untuk diberantas, padahal hal ini tentu sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip yang ada pada Good Corporate Governance. Hal ini dapat timbul dikarenakan di Indonesia belum ada sanksi tegas bagi perusahaan yang tidak menerapkan prinsip Good Corporate Governance. Bagi perusahaan yang tidak mengimplementasikan Good Corporate Governance, dampak yang ditimbulkan pastinya akan sangat merugikan seperti halnya ditinggalkan oleh para investor, masyarakat menjadi kurang percaya, terlebih lagi kelangsungan hidup perusahaan juga akan

(14)

terancam. Oleh karena itu, saat ini Good Corporate Governance telah menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki setiap perusahaan.

PT Federal International Finance atau yang lebih dikenal dengan nama FIFGROUP merupakan perusahaan swasta yang berpusat di Jakarta dan bergerak di sektor pembiayaan. Perusahaan yang telah berdiri sejak 30 tahun silam ini merupakan entitas anak dari PT Astra International Tbk. FIFGROUP bergerak pada bisnis pembiayaan, seperti pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, pembiayaan multiguna, sewa operasi, (operating lease) dan/ atau kegiatan berbasis fee, pembiayaan syariah, serta pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Namun, seiring dengan perkembangan bisnis Perseroan, FIFGROUP kemudian berfokus pada pembiayaan sepeda motor Honda sejak tahun 1996, kemudian dilajutkan pada tahun 2017 perusahaan memberikan layanan tambahan berupa pembiayaan multiguna yang dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Terhitung 31 Desember 2019, jaringan kantor serta kerjasama FIFGROUP telah didukung oleh 234 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya adalah di Yogyakarta.

Sebagai perusahaan pembiayaan yang besar dan telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, FIFGROUP banyak menyabet penghargaan dari berbagai institusi sebagai bentuk pengakuan atas layanan yang telah diberikan kepada masyarakat. Pada 2018 lalu, FIFGROUP telah berhasil menerima peringkat Platinum oleh Economic Review dalam ajang Indonesia Good Corporate Award 2018. Oleh karena hal tersebut, maka peneliti ingin

(15)

mengetahui lebih dalam sejauh mana implementasi dari asas-asas Good Corporate Governance ini juga diterapkan pada cabang FIFGROUP yang terletak di Yogyakarta.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, maka peneliti merumuskan masalah bagaimana penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta.

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance pada subjek penelitian yang terdiri dari lima aspek, yaitu: transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran.

D. Manfaat Penelitian

Dengan adanya penelitian ini, peneliti berharap dapat memberikan manfaat kepada beberapa pihak, antara lain:

1. Bagi FIFGROUP

Penelitian ini diharapkan dapat membantu untuk memberikan masukan serta evaluasi kepada FIFGROUP dalam mengembangkan perusahaannya melalui Good Corporate Governance yang semakin baik

(16)

agar kedepannya kelangsungan hidup perusahaan dapat terus berkembang seiring persaingan yang semakin ketat.

2. Bagi Universitas Sanata Dharma

Penelitian ini diharapkan dapat membantu teman-teman mahasiswa untuk menambah ilmu mengenai implementasi asas-asas Good Corporate Governance agar memiliki gambaran bagaimanakah implementasi Good Corporate Governance seharusnya diterapkan dan dilaksanakan.

3. Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan baru bagi peneliti mengenai implementasi yang sesungguhnya pada perusahaan serta menjadi pengalaman baru dalam mempraktekkan teori yang diperoleh pada saat belajar di kelas dengan cara meneliti dan menilai secara langsung bagaimanakah Good Corporate Governance diterapkan.

E. Sistematika Penulisan Bab I Pendahuluan

Pada bab ini, peneliti membahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian serta sistematika penulisan.

Bab II Tinjauan Pustaka

Pada bab ini, peneliti membahas tentang teori-teori yang digunakan dalam mendukung penelitian terhadap implementasi asas-asas Good Corporate Governance.

(17)

Bab III Metode Penelitian

Pada bab ini, peneliti menjelaskan mengenai jenis penelitian yang digunakan, waktu dan tempat penelitian, jenis dan sumber data, subjek dan objek penelitian, teknik pengambilan sampel, teknik pengumpulan data serta teknik dalam menganalisis data yang digunakan dalam penelitian.

Bab IV Gambaran Umum Objek Penelitian

Pada bab ini, peneliti menjelaskan mengenai PT Federal International Finance, dimulai dari sejarah, visi dan misi, budaya perusahaan, penjelasan mengenai logo perusahaan, bidang usaha, produk layanan serta struktur organisasinya.

Bab V Analisis Data dan Pembahasan

Pada bab ini, peneliti membahas mengenai implementasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance yang dijelaskan satu per satu berdasarkan prinsip-prinsip yang ada kemudian dibandingkan dengan teori yang ada guna mengetahui apakah FIFGROUP telah menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dengan baik.

Bab VI Penutup

Pada bab ini, peneliti memberikan kesimpulan dari analisis dan pembahasan dari bab sebelumnya, keterbatasan penelitian dalam menganalisis data serta saran bagi pihak-pihak yang terkait.

(18)

7 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Good Corporate Governance

1. Good Corporate Governance Menurut Peraturan Menteri BUMN

Menurut Pasal 1 ayat 1, Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-01/MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara, disebutkan bahwa tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), yang selanjutnya disebut GCG adalah prinsip-prinsip yang mendasari suatu proses dan mekanisme pengelolaan perusahaan berlandaskan peraturan perundang-undangan dan etika berusaha.

2. Good Corporate Governance Menurut Forum For Corporate Governance on Indonesia (FCGI)

Menurut Forum For Corporate Governance on Indonesia (FCGI) Corporate Governance adalah seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus (pengelola) perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan, serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka, atau dengan kata lain suatu sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan.

(19)

3. Good Corporate Governance Menurut Finance Committee on Corporate Governance (FCCG)

Menurut Finance Committee on Corporate Governance (FCCG), Corporate Governance adalah sebagai proses dan struktur yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola bisnis serta aktivitas perusahaan ke arah peningkatan pertumbuhan bisnis dan akuntabilitas perusahaan.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, Effendi (2009:2) menyimpulkan pengertian Good Corporate Governance sebagai berikut:

GCG secara singkat dapat diartikan sebagai seperangkat sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah (value added) bagi para pemangku kepentingan. Hal ini disebabkan karena GCG dapat mendorong terbentuknya pola kerja manajemen yang Bersih, Transparan, dan Profesional (BTP). Implementasi prinsip-prinsip GCG secara konsisten di perusahaan akan menarik minat para investor, baik domestik maupun asing. Hal ini sangat penting bagi perusahaan yang akan mengembangkan usahanya, seperti melakukan investasi baru maupun proyek ekspansi.

B. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance

Menurut Komite Nasional Kebijakan Governance (2006), setiap perusahaan harus memastikan bahwa asas GCG diterapkan pada setiap anak bisnis dan di semua jajaran perusahaan. GCG memiliki lima prinsip dasar, yaitu:

1. Transparansi (transparency)

Untuk menjaga objektivitas dalam menjalankan bisnis, perusahaan harus menyediakan informasi yang material dan relevan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. Perusahaan harus mengambil inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah

(20)

yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya.

2. Akuntabilitas (accountability)

Perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Untuk itu perusahaan harus dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lain. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan.

3. Pertanggungjawaban (responsibility)

Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen.

4. Kemandirian (independency)

Untuk melancarkan pelaksanaan asas GCG, perusahaan harus dikelola secara independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain.

5. Kewajaran (fairness)

Dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan.

(21)

Perusahaan yang telah menerapkan prinsip-prinsip GCG dengan baik akan mampu memiliki tingkatan sensitivitas yang tinggi terhadap segala aktivitas bisnis yang dijalankannya dalam menghadapi persaingan usaha. Dengan menerapkan GCG, sebuah perusahaan akan memperlakukan para pesaingnya sebagai mitra bisnis yang setara, sehingga dapat tercapai win-win solution. (Effendi 2009:99).

C. Tujuan Good Corporate Governance

Penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance pada perusahaan saat ini telah menjadi suatu tuntutan yang sangat umum agar perusahaan mampu tetap bersaing di dalam persaingan global. Disamping itu, diharapkan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance mampu meningkatkan nilai tambah bagi semua pihak yang berkepentingan. Menurut Komite Nasional Kebijakan Governance (2006), ada beberapa tujuan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, yaitu:

1. Mendorong tercapainya kesinambungan perusahaan melalui pengelolaan yang didasarkan pada asas transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi serta kewajaran dan kesetaraan.

2. Mendorong pemberdayaan fungsi dan kemandirian masing-masing organ perusahaan, yaitu Dewan Komisaris, Direksi dan Rapat Umum Pemegang Saham.

3. Mendorong pemegang saham, anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi agar dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakannya

(22)

dilandasi oleh nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

4. Mendorong timbulnya kesadaran dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan terutama di sekitar perusahaan.

5. Mengoptimalkan nilai perusahaan bagi pemegang saham dengan tetap memperhatikan pemangku kepentingan lainnya.

6. Meningkatkan daya saing perusahaan secara nasional maupun internasional, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar yang dapat mendorong arus investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkesinambungan.

D. Manfaat Good Corporate Governance

Menurut (Hery dalam Tadikapury, 2010) terdapat lima manfaat yang diperoleh perusahaan dalam menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, yaitu:

1. GCG secara tidak langsung akan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya perusahaan ke arah yang lebih efektif dan efisien, yang pada gilirannya akan turut membantu terciptanya pertumbuhan atau perkembangan ekonomi nasional.

2. GCG dapat membantu perusahaan dan perekonomian nasional, dalam hal ini menarik modal investor dengan biaya yang lebih rendah melalui

(23)

perbaikan kepercayaan investor dan kreditur domestik maupun internasional.

3. Membantu pengelolaan perusahaan dalam memastikan/menjamin bahwa perusahaan telah taat pada ketentuan, hukum, dan peraturan.

4. Membangun manajemen dan Corporate Board dalam pemantauan penggunaan aset perusahaan.

5. Mengurangi korupsi.

E. Pilar Pendukung Good Corporate Governance

Dalam penerapannya, Good Corporate Governance perlu didukung oleh pilar-pilar yang saling berhubungan. Menurut Komite Nasional Kebijakan Governance (2006), terdapat tiga pilar yang saling berhubungan, yaitu:

1. Negara dan perangkatnya

Negara dan perangkatnya menciptakan peraturan perundang-undangan yang menunjang iklim usaha yang sehat, efisien dan transparan, melaksanakan peraturan perundang-undangan dan penegakan hukum secara konsisten (consistent law enforcement).

2. Dunia usaha

Dunia usaha sebagai pelaku pasar menerapkan GCG sebagai pedoman dasar pelaksanaan usaha.

3. Masyarakat

Masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha serta pihak yang terkena dampak dari keberadaan perusahaan, menunjukkan

(24)

kepedulian dan melakukan kontrol sosial (social control) secara objektif dan bertanggung jawab.

F. Perkembangan Good Corporate Governance di Indonesia

Menurut Ridwan (2007:60), Implementasi GCG di Indonesia sangat terlambat jika dibandingkan dengan negara-negara lain, mengingat masuknya konsep GCG di Indonesia relatif masih baru. Konsep GCG di Indonesia pada awalnya diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia dan International Monetary Fund (IMF) dalam rangka pemulihan ekonomi (economy recovery) pascakrisis.

Pada April 2001, Komite Nasional Indonesia untuk Kebijakan Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance Policies) mengeluarkan The Indonesian Code for Good Corporate Governance (Kode Tata Kelola Perusahaan yang Baik) bagi masyarakat bisnis Indonesia (Effendi 2016:23). Respons pihak pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan swasta, maupun perusahaan yang telah go public sangat positif atas upaya mewujudkan GCG tersebut. Konsep mengenai GCG sendiri tidak hanya penting untuk diketahui oleh chief executive officer (CEO) semata, namun perlu juga diketahui oleh karyawan, pemegang saham, pemerintah, serta masyarakat (publik). Oleh karena itu, adanya upaya untuk menyebarluaskan konsep dan implementasi GCG perlu dukungan kita bersama. GCG memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam reformasi bisnis, namun komitmen perusahaan terhadap implementasi prinsip-prinsip GCG

(25)

merupakan salah satu faktor kunci sukses (key success factor) untuk mempertahankan dan menumbuhkan kepercayaan para investor (terutama investor asing) terhadap perusahaan di Indonesia. Implementasi prinsip-prinsip GCG dalam pengelolaan perusahaan mencerminkan bahwa perusahaan tersebut telah dikelola dengan baik dan transparan. Hal tersebut merupakan modal dasar bagi timbulnya kepercayaan publik sehingga bagi perusahaan yang telah go public, saham perusahaannya akan lebih diminati oleh para investor dan berdampak positif terhadap peningkatan nilai saham. Namun, dalam implementasinya, perusahaan memerlukan komitmen penuh dan konsistensi dari top management serta dewan komisaris. Penerapan GCG perlu dibuktikan dengan tindakan nyata dari seluruh pihak yang terkait. Sayang, dalam praktiknya upaya untuk mengimplementasikan prinsip GCG di Indonesia menghadapi berbagai kendala atau tantangan yang sulit diatasi dengan tepat dan cepat karena masih kentalnya budaya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang sangat bertentangan dengan prinsip GCG. Beberapa kalangan menganggap bahwa korupsi di Indonesia telah merambah secara sistematis di berbagai lapisan masyarakat dari kalangan lapisan bawah sampai lapisan atas serta telah menjadi “penyakit” yang akut sehingga sulit untuk diberatas sampai ke akar-akarnya. (Effendi 2006:207-209).

(26)

G. Perseroan Terbatas

1. Pengertian Perseroan Terbatas

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007, Perseroan Terbatas, yang selanjutnya disebut Perseroan, adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang ini serta peraturan pelaksanaannya. 2. Good Corporate Governance Pada Perseroan Terbatas

Menurut Erlina (2017:35), Good Corporate Governance berfungsi untuk mengendalikan perilaku pengelola perusahaan agar tidak bertindak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga bagi pemegang saham atau bisa dikatakan menyamakan kepentingan antara pemegang saham dengan pengelola perusahaan dan memberikan manfaat terhadap lingkungan dimana perusahaan tersebut melakukan kegiatan usaha.

H. Penelitian Terdahulu

Antonius Kaban, Marlon Sihombing, dan Usman Tarigan (2017) melakukan sebuah penelitian penerapan Good Corporate Governance dalam upaya untuk meningkatkan kinerja, menjaga, menumbuhkan, serta meningkatkan kepercayaan pihak-pihak yang berkepentingan baik internal maupun eksternal. Hasil dari penelitian tersebut menjelaskan bahwa dari kelima prinsip yang ada, dua prinsip dikategorikan baik sedangkan tiga

(27)

prinsip lainnya dikategorikan kurang baik. Adapun yang dikategorikan baik adalah prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta yang dikategorikan kurang baik adalah prinsip pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran. Oleh karena masih adanya beberapa prinsip yang mendapat nilai kurang baik, maka PT XYZ Finance mengadakan perbaikan secara totalitas baik dari sisi internal maupun eksternal yang disesuaikan dengan hambatan-hambatan yang ada dalam prinsip-prinsip Good Corporate Governance pada PT XYZ Finance.

Rizki Novita Sari, Mochammad Al Musadieq, dan Muhammad Cahyo Widyo Sulistyo (2018) melakukan penelitian mengenai implementasi kelima prinsip Good Corporate Governance serta faktor-faktor yang mendukung dan faktor-faktor yang menghambat dalam implementasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance pada PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa implementasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance pada PT Pelabuhan III (Persero) telah diterapkan dengan sangat baik sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN No.PER01/MBU/2011 Tanggal 1 Agustus 2011 juncto No.PER09/MBU/2012 Tanggal 16 Juli 2012 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada Badan Usaha Milik Negara.

Antonius Manggala Wahyubroto dan Ronny H. Mustamu (2017) melakukan penelitian mengenai implementasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance yang bertujuan demi kelangsungan hidup perusahaan. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa implementasi pada perusahaan tersebut tergolong baik, namun belum dapat dikatakan sangat baik

(28)

dikarenakan terdapat dua prinsip yang tergolong kurang baik, yaitu prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Gusti Ayu Asri Pramesti dan Daniel Raditya Tandio (2018) melakukan penelitian mengenai penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada koperasi di Kota Denpasar yang bertujuan agar anggota koperasi dapat memperoleh informasi yang akurat dari pengelola. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa dari kelima indikator GCG yang ada, koperasi di Kota Denpasar mendapatkan hasil yang baik serta diperoleh kesimpulan berdasarkan dari kriteria interval mengenai keseluruhan pelaksanaan GCG, koperasi yang ada di Kota Denpasar dalam melaksanakannya dapat dikategorikan sangat baik.

Imam Suwandi, Ria Arifianti, dan Muhamad Rizal (2018) melakukan penelitian mengenai penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) serta melihat hambatan dan kendalanya dalam pelaksanaan GCG di perusahaan. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa penerapan kelima prinsip GCG pada PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mendapatkan penilaian yang baik, namun masih terdapat kendala dalam penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, dan kewajaran.

Bena Eka Putri (2014) melakukan penelitian mengenai sejauh mana penerapan prinsip Good Corporate Governance pada perusahaan keluarga PT Purnama Semesta Alamiah. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa PT Purnama Semesta Alamiah dalam menerapkan prinsip transparansi sudah

(29)

menjalankannya dengan cukup baik, prinsip akuntabilitas, pertanggungjawaban, dan kewajaran sudah sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada serta prinsip kemandirian telah dijalankan dengan baik.

(30)

19 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Sumber Penelitian 1. Jenis Penelitian

Adapun jenis penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah deskriptif. Menurut Nuryaman (2015:6), penelitian deskriptif adalah penelitian tujuannya untuk memperoleh deskripsi atau gambaran tentang karakteristik tertentu (variabel tertentu) dari suatu subjek yang sedang menjadi perhatian dalam kegiatan penelitian tersebut.

Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan informasi dari data-data yang dikumpulkan melalui responden terpilih yang betujuan untuk memperoleh gambaran mengenai implementasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta yang terdiri dari 5 prinsip dasar dan selanjutnya peneliti akan mendeskripsikan masalah yang telah diteliti.

2. Sumber Penelitian a. Data Primer

Menurut Sekaran (2006:60), data primer mengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan variabel minat untuk tujuan spesifik studi. Sumber data primer diperoleh melalui survei, wawancara, kelompok fokus, atau juga bisa didapatkan melalui observasi (Sekaran 2017:41).

(31)

Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data primer dengan cara menyebarkan kuesioner kepada pegawai FIFGROUP Cabang Yogyakarta yang telah dipilih langsung oleh HRD serta memenuhi kriteria, kemudian melakukan wawancara terhadap para pegawai dengan menjawab daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya oleh peneliti.

b. Data Sekunder

Data sekunder (secondary data) yaitu data yang telah ada dan tidak perlu dikumpulkan oleh peneliti. Data sekunder dapat diperoleh melalui buletin statistik, publikasi pemerintah, informasi yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan dari dalam atau luar perusahaan, data yang tersedia dari penelitian sebelumnya, studi kasus dan dokumen perpustakaan, data online, situs web perusahaan, dan internet pada umumnya (Sekaran 2017:41).

Dalam penelitian ini, peneliti mendapatkan data sekunder melalui annual report PT Federal International Finance pada tahun 2019, mengakses situs web resmi milik PT Federal International Finance serta dokumen-dokumen lain yang ada pada PT Federal International Finance Cabang Yogyakarta sebagai lokasi penelitian.

B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian

(32)

2. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kantor PT. Federal International Finance (FIFGROUP) Cabang Yogyakarta yang beralamatkan di Jl. Magelang No. 19-153, Rogoyudan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian

“Subjek penelitian dalam terminologi metode penelitian adalah unit analisis atau unit observasi yang akan diteliti. Unit analisis dapat berupa: orang (manusia), organisasi, peristiwa, dan berbagai hal lainnya yang menjadi perhatian dalam kegiatan penelitian” (Nuryaman 2015:5).

Dalam penelitian ini, subjek penelitian adalah pegawai yang ada pada PT Federal International Finance (FIFGROUP) Cabang Yogyakarta.

2. Objek Penelitian

Nuryaman (2015:5-6) menyebutkan bahwa objek penelitian adalah karakteristik yang melekat pada subjek penelitian. Karakteristik ini jika diberikan nilai maka nilainya akan bervariasi (berbeda) antarindividu satu dengan lainnya. Dalam terminologi penelitian, objek penelitian ini dinamakan variabel penelitian.

Adapun objek penelitian dalam penelitian ini adalah penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance oleh pegawai PT Federal International Finance (FIFGROUP) Cabang Yogyakarta.

(33)

D. Teknik Pengambilan Sampel

Dalam menentukan informan, peneliti menggunakan metode convenience sampling. Menurut Sekaran (2017), convenience sampling adalah desain pengambilan sampel nonprobabilitas dimana informasi atau data penelitian diperoleh dari anggota populasi yang dapat dengan mudah diakses oleh peneliti.

Dalam penelitian ini, peneliti meminta bantuan HRD pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta untuk menunjuk dan menetukan siapakah pegawai yang tepat untuk dijadikan responden penelitian. Setelah HRD menentukan responden terpilih, kemudian HRD menyebarkan kuesioner sejumlah 40 eksemplar yang kemudian dilanjukan oleh peneliti dengan melakukan proses wawancara.

E. Teknik Pengumpulan Data 1. Metode Kuesioner

Menurut Sugiyono (2012:142), kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Dalam penelitian ini, peneliti menyebarkan 40 kuesioner yang diberikan secara langsung kepada HRD. Kuesioner tersebut kemudian dibagikan kepada para karyawan FIFGROUP Cabang Yogyakarta sebagai responden. Responden yang terpilih merupakan responden yang telah memenuhi kriteria dimana telah ditentukan langsung oleh HRD. Dari 40

(34)

kuesioner yang disebarkan, hanya 39 kuesioner yang dapat diterima kembali oleh peneliti dan kemudian diolah datanya.

2. Metode Wawancara

Metode wawancara digunakan apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil (Sugiyono 2012:137).

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara secara langsung kepada HRD untuk menggali informasi-informasi terkait gambaran perusahaan, struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab di setiap divisi yang ada, serta penerapan Good Corporate Governance pada perusahaan secara lebih mendalam.

3. Metode Observasi

Menurut Sekaran (2017:151), observasi melibatkan kegiatan melihat, mencatat, menganalisis, dan menginterpretasikan perilaku, tindakan, atau peristiwa secara terencana. Metode observasi ini memungkinkan untuk peneliti mendapatkan data tanpa mengajukan pertanyaan kepada responden.

4. Metode Dokumentasi

Adapun dokumentasi yang dikumpulkan oleh peneliti diperoleh dari data-data pribadi yang dimiliki oleh FIFGROUP Cabang Yogyakarta, yang meliputi: papan pengumuman perusahaan, struktur organisasi perusahaan, serta informasi mengenai data pegawai.

(35)

F. Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono (2015:368), analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil hasil observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, memilih mana yang penting, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif sehingga data yang disajikan menghasilkan data deskriptif yang pada akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan secara logis.

Adapun analisis data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan melakukan penghitungan kuesioner yang telah disebarkan kepada para responden. Dalam melakukan penghitungan, peneliti menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Dean J. Champion, yaitu:

Persentase = ∑ Jawaban "Ya"

∑ Jumlah Kuesioner × Jumlah Pertanyaan× 100%

Keterangan: Jawaban “Ya” Jumlah Kuesioner Jumlah Pertanyaan : : :

Seluruh penjumlahan jawaban “Ya” yang dijawab oleh responden dalam kuesioner.

Seluruh penjumlahan kuesioner yang beredar yang wajib diisi oleh para responden berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

(36)

klasifikasinya masing-masing.

Kemudian hasil penghitungan kuesioner sehubungan dengan analisis dibandingkan apakah sudah sesuai dengan hasil assesment yang telah dilakukan oleh pusat melalui penilaian sendiri (self-assesment).

(37)

26 BAB IV

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

A. Profil PT Federal International Finance

Pada awal mulanya, tanggal 1 Mei 1989 PT Federal International berdiri dengan nama PT Mitrapustaka Artha Finance yang bergerak dibidang pembiayaan. Namun, dengan adanya perubahan komposisi pemegang saham perseroannya, melalui Berita Acara PT Mitrapustaka Artha Finance Nomor 58 tanggal 21 Oktober 1991 yang telah disahkan oleh Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 7 November 1991, PT Mitrapustaka Artha Finance berubah nama menjadi PT Federal International Finance. Seiring berjalannya waktu, PT Federal International Finance di tahun 1996 mencoba untuk memenuhi permintaan pasar yang ada dengan memfokuskan dirinya pada pembiayaan sepeda motor Honda, dan pada Mei 2013 PT Federal International Finance mulai meluncurkan merek FIFGROUP serta menjadi entitas anak dari PT Astra International Tbk.

Per 31 Desember 2019, jaringan kantor dan kerja sama FIFGROUP didukung oleh 234 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pada 2018 FIFGROUP merintis FIFADA sebagai chanel E-commerce. Sampai saat ini, FIFGROUP telah menerima banyak penghargaan dari berbagai institusi sebagai bentuk pengakuan atas kualitas layanan yang ditawarkan, antara lain: dinobatkan sebagai Top 5 Most Admired Company Category Multifinance di ajang Indonesia Most Admired Companies Award

(38)

2019 oleh Warta Ekonomi, The Best in Finance for The Category Multifinance Companies in Indonesia 2019 Rangking 1 – Platinum Grate: A – Very Excellent dalam ajang Indonesia Finance Award – II 2019 oleh Economic Review, Omni Brands of the Year 2019 dalam ajang Omni Brands 2019 oleh Marketeers dan The Best Performance Multifinance dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award 2019 oleh Bisnis Indonesia.

B. Visi dan Misi

PT Federal International Finance (FIFGROUP) memiliki visi dan misi yaitu:

1. Visi

Menjadi Pemimpin Industri yang Dikagumi Secara Nasional 2. Misi

Membawa Kehidupan yang Lebih Baik untuk Masyarakat

C. Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan dari FIFGROUP sering disingkat dengan nama TEAM. Nilai TEAM memiliki makna sebagai berikut:

1. Teamwork

Mendorong semangat semua insan untuk bersinergi yang didasari oleh sikap saling menghargai, berpikir positif serta mengutamakan kepentingan Perseroan agar menghasilkan kinerja yang optimal.

(39)

2. Excellence

Mendorong semua insan untuk mengutamakan layanan unggul pada konsumen eksternal dan internal melalui proses yang sederhana, lugas serta berkualitas yang didasari oleh sikap pro aktif dalam melakukan perbaikan berkesinambungan.

3. Achieving

Mendorong semua insan berintegritas dan berkomitmen untuk terus meningkatkan prestasi kerja setinggi-tingginya dengan mengedepankan profesionalisme untuk menghasilkan inovasi-inovasi.

4. Moving Forward

Mendorong semua insan agar peka dan tanggap terhadap perubahan serta berwawasan jauh ke depan dalam merancang dan melakukan perubahan strategis.

D. Logo Perusahaan

Logo FIFGROUP diambil dari simbol sidik jari, yaitu simbol otentik yang dimiliki setiap orang namun satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan. Simbol ini menggambarkan tiga aspek terpenting dari identitas perusahaan, yaitu:

1. Komitmen tinggi FIFGROUP kepada pelanggan dan mitra bisnisnya. 2. Fokus FIFGROUP kepada setiap pelanggan dan kebutuhannya.

3. FIFGROUP mengedepankan kustomisasi layanan dan produk yang tepat dan sesuai bagi setiap kebutuhan pelanggan.

(40)

Logo dari FIFGROUP ini menggambarkan nilai terpenting dari misi FIFGROUP untuk “Membawa kehidupan dan masa depan yang lebih baik”.

E. Bidang Usaha

Bidang usaha PT Federal International Finance (FIFGROUP) dibagi dalam beberapa jenis, yaitu:

1. Pembiayaan Investasi 2. Pembiayaan Modal Kerja

3. Pembiayaan Multiguna, Sewa Operasi (Operating Lease) dan/atau kegiatan berbasis fee

4. Pembiayaan Syariah meliputi Pembiayaan Jual Beli, Pembiayaan Investasi, dan/atau Pembiayaan Jasa yang dilakukan dengan menggunakan akad berdasarkan prinsip syariah

5. Pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan

F. Produk dan Layanan

Pada akhir tahun 2017, FIFGROUP bukan hanya memberikan layanan kepada masyarakat untuk kendaraan bermotor saja. Untuk lebih memanjakan masyarakat serta menjawab kebutuhan setiap konsumennya, FIFGROUP mulai mengembangkan pelayanannya dengan memberikan fasilitas pembiayaan multiguna yang dapat digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan masyarakat. Layanan-layanan produk dari FIFGROUP ini senantiasa berpegang pada prinsip inovasi dan kreativitas.

(41)

Adapun layanan pembiayaan yang ditawarkan terdiri dari beberapa jenis, dimana setiap layanan yang diberikan memiliki merek masing-masing, yang terdiri dari:

1. FIFASTRA

Jasa layanan pembiayaan sepeda motor Honda. Baik motor baru maupun bekas berkualitas.

2. SPEKTRA

Jasa layanan pembiayaan multiguna untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari alat elektronik, perabot rumah tangga, furniture, gadget, produk lifestyle, dan kebutuhan lainnya.

3. DANASTRA

DANASTRA adalah merek usaha dari FIFGROUP yang bergerak di bidang kredit mikro. DANASTRA hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan:

a. Modal Kerja

Solusi pembiayaan yang membantu masyarakat dalam membangun usahanya. Memenuhi modal kerja berupa kebutuhan bahan baku dan perlengkapan usaha demi mendukung produktivitas masyarakat.

b. Multiguna

Solusi pembiayaan tepat dalam membantu masyarakat memenuhi beragam kebutuhannya. Mulai dari kesehatan, pendidikan, renovasi bangunan, liburan, modal nikah, kendaraan hingga segala macam kebutuhan lainnya.

(42)

4. AMITRA

Menyediakan pembiayaan syariah untuk berbagai produk. AMITRA telah mempromosikan produk perjalanan religius unggulannya dalam bentuk Umroh Reguler, Umroh Plus, dan Haji. Semua kontrak di AMITRA dibuat dalam akad berbasis syariah.

(43)

G. Struktur Organisasi

Gambar I. Struktur Organisasi FIFGROUP (Per Maret 2019) Sumber: www.fifgroup.co.id

(44)

H. Asesmen Good Corporate Governance pada FIFGROUP

Dalam mewujudkan penyelenggaraan Good Corporate Governance FIFGROUP yang efektif termonitor, Perseroan menerapkan evaluasi tindak lanjut penerapan pedoman tata kelola Perseroan. Evaluasi tersebut dilakukan dengan menggunakan Self-Assessment terhadap penerapan Pedoman Tata Kelola Perseroan Yang Baik dan menyusun Rencana Tindak Lanjut atas evaluasi Self-Assessment yang dilakukan.

Penilaian sendiri (self-assessment) atas penerapan Tata Kelola Perseroan Yang Baik pada FIFGROUP berpedoman kepada Lampiran Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/SEOJK.05/2016 tentang Laporan Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik bagi Perusahaan Pembiayaan.

Berikut hasil assessment GCG FIFGROUP pada tahun 2019: Tabel 1. Hasil Assesment FIFGROUP Tahun 2019

No. Faktor Bobot Pencapaian

2018 1. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung

Jawab Direksi dan Dewan Komisaris. 37.50 37.41 2. Kelengkapan Pelaksanaan Tugas

Komite Audit atau Fungsi Lainnya yang Membantu Dewan Komisaris.

5.00 5.00

3. Penerapan Fungsi Kepatuhan, Auditor

Internal dan Auditor Eksternal. 7.50 5.00 4. Penerapan Manajemen Risiko dan

Sistem Pengendalian Intern. 10.00 10.00 5. Penerapan Kebijakan Remunerasi dan

Fasilitas Lain. 2.50 2.50

6. Transparansi Kondisi Keuangan dan

Non Keuangan Perusahaan. 15.00 15.00 7. Rencana Jangka Panjang Rencana

Kerja dan Anggaran Tahunan. 7.50 7.50 8. Pengungkapan Kepemilikan Saham. 2.50 2.50 9. Hubungan Keuangan dan Hubungan

Keluarga Bagi Direksi. 2.50 2.50

(45)

Tabel 1. Hasil Assesment FIFGROUP Tahun 2019 (Lanjutan)

No. Faktor Bobot Pencapaian

2018 Keluarga Bagi Dewan Komisaris.

11. Pengungkapan Hal-Hal Penting

Lainnya. 10.00 9.13

Total 100.00 99.05

Predikat Sangat Baik

(46)

35 BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Profil Responden Penelitian

Dalam melakukan penelitian pada PT Federal International Finance (FIFGROUP) Cabang Yogyakarta, peneliti melakukan beberapa tahapan, dimulai dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 40 eksemplar yang diberikan kepada HRD FIFGROUP Cabang Yogyakarta yang kemudian disebarkan kepada responden terpilih. Dari 40 kuesioner, hanya 1 kuesioner saja yang tidak kembali kepada peneliti. Dari 39 kuesioner yang kembali, peneliti kemudian mengolah hasil yang didapat, dilanjutkan dengan menganalisis dan melakukan penghitungan skor. Setelah itu, peneliti melanjutkan dengan melakukan wawancara terhadap HRD untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam. Setelah mendapatkan cukup informasi, kemudian peneliti mengambil beberapa data perusahaan yang tertuang pada annual report FIFGROUP tahun 2019 yang didapatkan dengan mengakses situs web resmi di www.fifgroup.co.id. Dengan seluruh data yang didapatkan, kemudian peneliti merangkum dan menganalisis data penelitian yang diperoleh.

1. Usia

Data responden berdasarkan usia pada FIFGROUP ditunjukkan pada tabel yang disajikan sebagai berikut:

(47)

Tabel 2. Klasifikasi Responden Berdasarkan Usia No. Usia Responden Jumlah Persentase

1. 18 - 22 tahun 4 10,2% 2. 23 - 27 tahun 12 30,8% 3. 28 - 32 tahun 11 28,2% 4. 33 - 37 tahun 7 17,9% 5. 38 - 42 tahun 1 2,7% 6. 43 - 47 tahun 2 5,1% 7. 48 - 52 tahun 2 5,1% Jumlah 39 100%

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa dari 39 responden yang diteliti, responden paling banyak berusia antara 23 – 27 tahun yaitu sebanyak 12 responden, dan responden paling sedikit berusia antara 38 – 42 tahun yaitu sebanyak 1 responden.

2. Pendidikan Terakhir

Data responden berdasarkan pendidikan terakhir pada FIFGROUP ditunjukkan pada tabel yang disajikan sebagai berikut:

Tabel 3. Klasifikasi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

No. Pendidikan Responden Jumlah Persentase

1. SMA 18 46,2% 2. Diploma 5 12,8% 3. Sarjana / S1 16 41,0% 4. Master / S2 0 0% 5. Doktor / S3 0 0% Jumlah 39 100%

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa dari 39 responden yang diteliti, responden paling banyak berpendidikan akhir SMA yaitu sebanyak 18 responden, kemudian pada urutan kedua yaitu sarjana / S1 sebanyak 16

(48)

responden, dan responden paling sedikit berpendidikan akhir sebagai diploma yaitu sebanyak 5 responden.

3. Lama Bekerja

Data responden berdasarkan lamanya masa kerja pada FIFGROUP ditunjukkan pada tabel yang disajikan sebagai berikut:

Tabel 4. Klasifikasi Responden Berdasarkan Lama Bekerja

No. Masa Kerja Responden Jumlah Persentase

1. 1 - 5 tahun 29 74,3% 2. 6 - 10 tahun 8 20,5% 3. 11 - 15 tahun 0 0% 4. 16 – 20 tahun 0 0% 5. 21 - 25 tahun 1 2,6% 6. 26 - 30 tahun 1 2,6% Jumlah 39 100%

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa dari 39 responden yang diteliti, responden paling banyak memiliki masa kerja antara 1 – 5 tahun yaitu sebanyak 29 responden. Responden yang memiliki masa kerja antara 6 – 10 tahun sebanyak 8 responden dan paling sedikit yaitu sebanyak 1 responden memiliki masa kerja antara 21 – 25 tahun dan 26- 30 tahun.

B. Analisis Data

1. Implementasi Prinsip Transparansi (Transparency) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta

Berdasarkan hasil analisis implementasi mengenai prinsip transparansi pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta, hasil jawaban dari 39 responden atas kuesioner yang telah dibagikan dapat dilihat pada Tabel 5.

(49)

Tabel 5. Hasil Penghitungan Pencapaian Implementasi Prinsip Transparansi (Transparency) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta

No. Pertanyaan

Jawaban

Total Ya Ragu-Ragu Tidak

1. PT Federal International Finance

mengungkapkan informasi keuangan dan non-keuangan serta kejadian penting secara tepat waktu, memadai,

jelas, akurat dan dapat

diperbandingkan serta mudah diakses oleh pihak-pihak berkepentingan sesuai dengan haknya.

35 3 1 39

2. Kebijakan perusahaan telah tertulis dan

dikomunikasikan kepada pihak yang

berkepentingan (stakeholders) dan

yang berhak memperoleh informasi tentang kebijakan tersebut.

39 0 0 39

3. Laporan Pelaksanaan Good Corporate

Governance telah disajikan secara lengkap, akurat, terkini dan telah disampaikan tepat waktu pihak-pihak berkepentingan (stakeholders) sesuai ketentuan yang berlaku.

38 1 0 39

Jumlah 112 4 1 117

% Transparansi =112

117× 100%

% Transparansi = 95,7%

Dari hasil persentase yang didapat, prinsip transparansi pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta memperoleh hasil 95,7% sehingga dapat dikatakan bahwa implementasi prinsip transparansi pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta sudah sesuai dengan hasil self-assesment.

(50)

2. Implementasi Prinsip Akuntabilitas (Accountability) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta

Berdasarkan hasil analisis implementasi mengenai prinsip akuntabilitas pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta, hasil jawaban dari 39 responden atas kuesioner yang telah dibagikan dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Hasil Penghitungan Pencapaian Implementasi Prinsip Akuntabilitas (Accountability) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta

No. Pertanyaan

Jawaban

Total Ya Ragu-Ragu Tidak

4. PT Federal International Finance telah menetapkan tanggung jawab yang jelas dari masing-masing jajaran yang selaras dengan visi, misi, sasaran usaha dan strategi perusahaan.

36 3 0 39

5. Seluruh jajaran perusahaan

mempunyai kompetensi sesuai dengan tanggung jawabnya dan memahami

perannya dalam pelaksanaan Good

Corporate Governance.

35 4 0 39

6. PT Federal International Finance

memiliki sistem pengendalian internal yang efektif dalam pengelolaan perusahaan.

33 5 1 39

7. PT Federal International Finance

memiliki ukuran kinerja dari seluruh jajaran berdasarkan ukuran-ukuran yang disepakati konsisten dengan nilai perusahaan (corporate value), sasaran usaha, strategi, serta memiliki sistem pemberian penghargaan dan sanksi (reward and punishment system).

37 2 0 39

8. Dalam menjalankan tugas dan

tanggung jawabnya, setiap karyawan berpegang pada etika bisnis dan

pedoman perilaku yang telah

disepakati.

34 5 0 39

Jumlah 175 19 1 195

% Akuntabilitas = 175

(51)

% Akuntabilitas= 89,7%

Dari hasil persentase yang didapat, prinsip akuntabilitas pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta memperoleh hasil 89,7% sehingga dapat dikatakan bahwa implementasi prinsip akuntabilitas pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta sudah sesuai dengan hasil self-assesment.

3. Implementasi Prinsip Pertanggungjawaban (Responsibility) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta

Berdasarkan hasil analisis implementasi mengenai prinsip pertanggungjawaban pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta, hasil jawaban dari 39 responden atas kuesioner yang telah dibagikan dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Hasil Penghitungan Pencapaian Implementasi Prinsip Pertanggungjawaban (Responsibility) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta

No. Pertanyaan Ya Jawaban Ragu- Total Ragu Tidak

9. Untuk menjaga kelangsungan

usahanya, PT Federal International Finance berpegang pada prinsip kehati-hatian dan memastikan kepatuhan

terhadap peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

37 2 0 39

10. PT Federal International Finance

memiliki pedoman, sistem, dan prosedur kerja seluruh tingkatan atau jenjang organisasi yang tersedia secara lengkap dan sesuai dengan ketentuan

dan perundang-undangan yang

berlaku.

37 2 0 39

PT Federal International Finance telah bertindak sebagai warga perusahaan yang baik (Good Corporate Citizen), termasuk peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility.

(52)

Tabel 7. Hasil Penghitungan Pencapaian Implementasi Prinsip Pertanggungjawaban (Responsibility) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta (Lanjutan)

No. Pertanyaan

Jawaban

Total Ya Ragu-Ragu Tidak

Responsibility).

Jumlah 111 5 1 117

% Pertanggungjawaban = 111

117× 100%

% Pertanggungjawaban = 94,8%

Dari hasil persentase yang didapat, prinsip pertanggungjawaban pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta memperoleh hasil 94,8% sehingga dapat dikatakan bahwa implementasi prinsip pertanggungjawaban pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta sudah sesuai dengan hasil self-assesment. 4. Implementasi Prinsip Kemandirian (Independency) pada FIFGROUP

Cabang Yogyakarta

Berdasarkan hasil analisis implementasi mengenai prinsip kemandirian pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta, hasil jawaban dari 39 responden atas kuesioner yang telah dibagikan dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Hasil Penghitungan Pencapaian Implementasi Prinsip Kemandirian (Independency) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta

No. Pertanyaan Ya Jawaban Ragu- Total Ragu Tidak

12. PT Federal International Finance

memiliki kebijakan, sistem dan

prosedur penyelesaian mengenai

benturan kepentingan yang mengikat seluruh jajaran perusahaan.

(53)

Tabel 8. Hasil Penghitungan Pencapaian Implementasi Prinsip Kemandirian (Independency) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta (Lanjutan)

13. Seluruh jajaran PT Federal

International Finance dapat mengambil keputusan secara objektif dan bebas dari segala tekanan dari pihak manapun.

31 8 0 39

14. PT Federal International Finance

mengungkapkan benturan kepentingan dalam setiap keputusan, dilengkapi

dengan risalah rapat dan

didokumentasi dengan baik.

34 5 0 39

Jumlah 101 16 0 117

% Kemandirian = 101

117× 100%

% Kemandirian= 86,3%

Dari hasil persentase yang didapat, prinsip kemandirian pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta memperoleh hasil 86,3% sehingga dapat dikatakan bahwa implementasi prinsip kemandirian pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta sudah sesuai dengan hasil self-assesment.

5. Implementasi Prinsip Kewajaran (Fairness) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta

Berdasarkan hasil analisis implementasi mengenai prinsip kewajaran pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta, hasil jawaban dari 39 responden atas kuesioner yang telah dibagikan dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9. Hasil Penghitungan Pencapaian Implementasi Prinsip Kewajaran (Fairness) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta

No. Pertanyaan Ya Jawaban Ragu- Total Ragu Tidak

15. PT Federal International Finance

(54)

Tabel 9. Hasil Penghitungan Pencapaian Implementasi Prinsip Kewajaran (Fairness) pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta (Lanjutan)

kepentingan seluruh pihak-pihak

berkepentingan (stakeholders)

berdasarkan asas kesetaraan dan kewajaran.

16. PT Federal International Finance

memberikan kesempatan kepada

seluruh pihak-pihak berkepentingan (stakeholders) untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan perusahaan serta mempunyai akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan.

34 5 0 39

17. PT Federal International Finance

memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan karyawan, berkarir, dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa membedakan suku, agama, gender dan kondisi fisik.

37 2 0 39

Jumlah 106 11 0 117

% Kewajaran =106

117× 100%

% Kewajaran = 90,5%

Dari hasil persentase yang didapat, prinsip kewajaran pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta memperoleh hasil 90,5% sehingga dapat dikatakan bahwa implementasi prinsip kewajaran pada FIFGROUP Cabang Yogyakarta sudah sesuai dengan hasil self-assesment.

C. Pembahasan 1. Transparansi

Di dalam prinsip transparansi, terdapat tiga pernyataan yang dijelaskan di dalam kuesioner. Berikut adalah masing-masing penjelasan yang akan dibahas berdasarkan setiap pernyataan yang ada.

(55)

a. PT Federal International Finance mengungkapkan informasi keuangan dan non-keuangan serta kejadian penting secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta mudah diakses oleh pihak-pihak berkepentingan sesuai dengan haknya.

Bagi perusahaan, transparansi dalam menyampaikan informasi menjadi bagian yang sangat penting dalam menerapkan tata kelola perusahaan. Seperti yang tertuang pada annual report perusahaan di tahun 2019, dalam hal menyampaikan informasi kepada para pemangku kepentingan (stakeholders) serta para pemegang saham, FIFGROUP selalu menerapkan prinsip transparansi dimana para pemangku kepentingan (stakeholders) dan para pemegang saham dapat mengakses segala informasi terkait perusahaan baik kondisi keuangan maupun non-keuangan melalui situs web resmi di www.fifgroup.co.id.

Di FIFGROUP Cabang Yogyakarta, transparansi di dalam lingkup perusahaan dibuktikan bahwa komunikasi antar divisipun dapat terjalin dengan baik. Hal ini dikarenakan FIFGROUP Cabang Yogyakarta memfasilitasinya dengan papan pengumuman berisi informasi-informasi terkait perusahaan yang ditempel dan dipublikasikan sehingga siapapun dapat membacanya tanpa terkecuali. Selain itu, seiring perkembangan teknologi di jaman modern ini, untuk memudahkan para karyawan dalam berkomunikasi, perusahaan juga membuat online group melalui aplikasi whatsapp sehingga segala

(56)

informasi yang ada di perusahaan dapat tersampaikan secara lebih cepat dan praktis.

Selain itu, transparansi kepada para pelanggan juga dibuktikan oleh FIFGROUP dengan cara memberikan pelayanan yang transparan kepada para pelanggan yang meliputi informasi produk, saran, pengalaman serta penanganan atas keluhan pelanggan. FIFGROUP Cabang Yogyakarta senantiasa memberikan fasilitas Customer Relation Executive sehingga para pelanggan dapat secara langsung berkomunikasi dan menyampaikan segala keluhan ataupun pengaduan kepada pihak CRE. Selain memberikan fasilitas pelayanan secara langsung, bagi para pelanggan yang tidak bisa datang untuk bertatatap muka, FIFGROUP memfasilitasi dengan layanan komunikasi lainnya seperti:

1) FIFGROUP Chat, yang dapat diakses melalui situs web resmi di www.fifgroup.co.id. Hanya dengan memasukkan nama, email dan nomor telepon, para pelanggan dapat dengan mudah berkomunikasi melalui virtual chat untuk menyampaikan kebutuhannya. Selain melalui virtual chat, pada situs web resmi juga disediakan layanan kepada pelanggan dengan mengisi formulir yang tertera pada situs web.

2) Facebook yang dapat diakses di www.facebook.com/FIFCLUB 3) Twitter yang dapat diakses di www.twitter.com/fifclub

(57)

5) Instagram yang dapat diakses di www.instagram.com/fifclub 6) Halo FIF, dimana memiliki 3 layanan khusus yaitu melalui:

a) Telepon di nomor 1500-343

b) E-mail dengan alamat halofif@fifgroup.astra.co.id c) Whatsapp di nomor 0895-21500-343

Adapun untuk seluruh layanan pelanggan yang diberikan oleh FIFGROUP, perusahaan wajib menyampaikan informasi secara akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan. Keluhan ataupun pengaduan tersebut kemudian didokumentasikan sehingga nantinya dapat digunakan sebagai alat bukti dalam format Bahasa Indonesia, kemudian ditindaklanjuti dan diselesaikan paling lambat dua puluh hari kerja setelah tanggal penerimaan keluhan ataupun pengaduan. Dengan adanya layanan pelanggan tersebut, FIFGROUP membuktikan bahwa dapat memberikan pelayanan secara optimal serta dapat menjawab dan membantu seluruh kebutuhan pelanggan terkait informasi-informasi produk, saran, pengalaman serta keluhan pelanggan secara terbuka. Selain bertujuan untuk memberikan kepercayaan kepada para pelanggan, transparansi yang dilakukan oleh FIFGROUP juga bertujuan untuk memperbaiki kinerja perusahaan sehingga kedepannya dapat berkembang dan melayani pelanggan dengan lebih baik lagi.

(58)

b. Kebijakan perusahaan telah tertulis dan dikomunikasikan kepada pihak yang berkepentingan (stakeholders) dan yang berhak memperoleh informasi tentang kebijakan tersebut.

Penerapan prinsip transparansi pada FIFGROUP dibuktikan bahwa seluruh kebijakan perusahaan tertuang pada annual report yang selalu disajikan setiap tahunnya sebagai bukti laporan tertulis tentang kegiatan perusahaan baik informasi keuangan maupun non-keuangan serta dipublikasikan melalui web resmi perusahaan.

c. Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance telah disajikan secara lengkap, akurat, terkini dan telah disampaikan tepat waktu pihak-pihak berkepentingan (stakeholders) sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam menerapkan prinsip transparansi, seluruh laporan pelaksanaan Good Corporate Governance telah dituangkan pada annual report perusahaan yang diterbitkan setiap tahunnya sesuai dengan POJK No.30/POJK.04/2014.

2. Akuntabilitas

Di dalam prinsip akuntabilitas, terdapat lima pernyataan yang dijelaskan di dalam kuesioner. Berikut adalah masing-masing penjelasan yang akan dibahas berdasarkan setiap pernyataan yang ada.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :