• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tarif Tax Treaty - P3B Tarif Tax Treaty

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tarif Tax Treaty - P3B Tarif Tax Treaty"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

TARIF PPh PASAL 26

UNTUK P3B YANG BERLAKU EFEKTIF

NO. COUNTRY INTEREST ROYALTIES

DIVIDEN

PORTFOLIO SUBSTANTIAL HOLDING

BRANCH PROFIT

TAX

1 Algeria 15% 15% 15% 15% 10%

2 Australia 10% 10%/15% 15% 15% 15%

3 Austria 10% 10% 15% 10% 12%

4 Bangladesh 10% 10% 15% 10% 10%

5 Belgium 10% 10% 15% 10% 10%

6 Brunei Darussalam 10% 15% 15% 15% 10%

7 Bulgaria 10% 10% 15% 15% 15%

8 Canada 10% 10% 15% 10% 15%

9 Czech 12,5% 12,5% 15% 10% 12,5%

10 China 10% 10% 10% 10% 10%

11 Croatia 10% 10% 10% 10% 10% 12 Denmark 10% 15% 20% 10% 15%

13 Egypt 15% 15% 15% 15% 15%

14 Finland 10% 10%/15% 15% 10% 15%

15 France 15% 10% 15% 10% 10%

16 Germany 10% 10%/15% 15% 10% 10% 17 Hungary 15% 15% 15% 15% N/A

18 Hongkong 10% 5% 10% 5% 5%

19 India 10% 15% 15% 10% 10%

20 Iran 10% 12% 7% 7% 7%

21 Italy 10% 10%/15% 15% 10% 12%

22 Japan 10% 10% 15% 10% 10%

23 Jordan 10% 10% 10% 10% N/A

24 Korea, Republic of 10% 15% 15% 10% 10%

25

Korea, Democratic

People’s Republic

of

10% 10% 10% 10% 10%

26 Kuwait 5% 20% 10% 10% 10%

27 Luxembourg 10% 12,5% 15% 10% 10% 28 Malaysia 10% 10% 10% 10% 12,5%

29 Maroko 10% 10% 20% 10% 10%

30 Mexico 10% 10% 10% 10% 10%

31 Mongolia 10% 10% 10% 10% 10% 32 Netherlands 10% 10% 10% 10% 10% 33 New Zealand 10% 15% 15% 15% N/A 34 Norway 10% 10%/15% 15% 15% 15% 35 Pakistan 15% 15% 15% 10% 10%

36 Papua New

(2)

NO. COUNTRY INTEREST ROYALTIES

DIVIDEN

PORTFOLIO SUBSTANTIAL HOLDING

BRANCH PROFIT

TAX

37 Philippines 15% 15%/25% 20% 15% 20%

38 Poland 10% 15% 15% 10% 10%

39 Portuguese 10% 10% 10% 10% 10%

40 Qatar 10% 5% 10% 10% 10%

41 Romania 12,5% 12,5%/15 % 15% 12,5% 12,5% 42 Russia 15% 15% 15% 15% 12,5% 43 Saudi Arabia * N/A N/A N/A N/A N/A 44 Seychelles 10% 10% 10% 10% N/A 45 Singapore 10% 15% 15% 10% 15% 46 Slovak 10% 10%/15% 10% 10% 10% 47 South Africa 10% 10% 15% 10% 10%

48 Spain 10% 10% 15% 10% 10%

49 Sri Lanka 15% 15% 15% 15%

Sesuai UU Domestik

50 Sudan 15% 10% 10% 10% 10%

51 Suriname 15% 15% 15% 15% 15% 52 Sweden 10% 10%/15% 15% 10% 15% 53 Switzerland 10% 12,5% 15% 10% 10% 54 Syria 10% 15%/20% 10% 10% 10% 55 Taipei / Taiwan 10% 10% 10% 10% 5%

56 Thailand

RI = 15% THAI = 10%/25% **

15% 20% 15%

Sesuai UU Domestik 57 Tunisia 12% 15% 12% 12% 12%

58 Turkey 10% 10% 15% 10% 15%

59 UAE (United Arab

Emirates) 5% 5% 10% 10% 5%

60 Ukraine 10% 10% 15% 10% 10% 61 United Kingdom 10% 10%/15% 15% 10% 10%

62 United States of

America 10% 10% 15% 10% 10%

63 Uzbekistan 10% 10% 10% 10% 10% 64 Venezuela 10% 20% 15% 10% 10% 65 Vietnam 15% 15% 15% 15% 10%

Keterangan :

* P3B antara Indonesia dengan Saudi Arabia hanya mengatur mengenai transportasi penerbangan dalam jalur internasional.

Referensi

Dokumen terkait

Tarif pajak PPh Pasal 4 ayat 2 untuk wajib pajak badan berdasarkan PP nomor 46 tahun 2013.Besarnya tarif pajak penghasilan adalah sebesar 1% (satu persen) dan

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (2) dan Pasal 4 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara

(1) Ketentuan lebih lanjut mengenai tarif kelas III, tarif kelas I, tarif kelas VIP, tarif kelas SVIP dan tarif kelas Suite Room sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3), ayat

310 SKPKB PPh Pasal 26 untuk pembayaran jumlah yang masih harus dibayar yang tercantum dalam SKPKB PPh Pasal 26 (selain SKPKB PPh Pasal 26 atas dividen, bunga, royalti, jasa dan

320 SKPKBT PPh Pasal 26 untuk pembayaran jumlah yang masih harus dibayar yang tercantum dalam SKPKBT PPh Pasal 26 ( selain SKPKBT PPh Pasal 26 atas dividen, bunga, royalti,

Ketentuan Pasal 4 ayat (1) undang-undang PPH mengatur tentang objek PPH yang berbunyi : “Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan

(1) Ketentuan lebih lanjut mengenai tarif Kelas III, tarif Kelas I, dan tarif Kelas VIP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3), ayat (4), dan ayat (5), ditetapkan dengan

Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: PER-31/PJ/2012 dalam Pasal 22 ayat (4) dan (5) mengatur, Pemotong PPh Pasal 21 wajib menghitung dan menyetorkan PPh Pasal 21