• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISA HASIL. Tabel 5.1 Tabel Hasil Identifikasi Ratio SBU BU BA SBA 1 2 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V ANALISA HASIL. Tabel 5.1 Tabel Hasil Identifikasi Ratio SBU BU BA SBA 1 2 2"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

54 BAB V

ANALISA HASIL

5.1 Hasil

Dari hasil pengumpulan dan pengolahan data yang telah diperoleh pada bab IV, pada bab V, hasil data yang diperoleh pada pengolahan data yakni mengenai frekuensi persebaran hasil skoring tiap ratio, diperoleh hasil bahwa pada ratio 1 dan ratio 4 adalah ratio yang paling sering memiliki nilai buruk, secara singkat dapat dilihat pada tabel 5.1 berikut:

Tabel 5.1 Tabel Hasil Identifikasi Ratio

Sumber : Report bulanan BM 1 Januari 2012 – 30 Juni 2014

Ratio 1 Ratio 2 Ratio 3 Ratio 4 Ratio 5

SBU 4 2 2 4 4 BU 4 4 3 4 3 S 2 3 BA 2 1 2 1 SBA 1 2 2 8 7 1 4 5 2 3 Akumulasi frekuensi Peringkat 8 6 5

(2)

Dari data diatas diperoleh hasil bahwa penurunan produktivitas terjadi akibat rendahnya nilai pada ratio 1 dan ratio 4 yakni mengenai penyelesaian

maintenance request yakni, banyaknya maintenance request yang dibandingkan

dengan waktu kerja dan juga tenaga kerja untuk menyelesaikan maintenance

request. Dimana untuk tindakan perbaikan pada ratio 1 dan 4 ini menganalisa

lebih dalam pada sub bab analisa data.

5.2 Analisa Data

Dalam melakukan analisa dari hasil pengolahan data yang ada, penulis menggunakan alat bantu penyelesaian masalah yakni, diagaram sebab akibat (fishbone) untuk menemukan akar permasalahan dari rendahnya produktivitas yang diperoleh dari ratio 1 dan 4 yakni keterkaitan antara waktu kerja dan juga tenaga kerja dalam menyelesaikan maintenance request.

Dalam tugas akhir ini penulis mendeskripsikan masalah yang ada pada ratio pada ratio 1 dan ratio 4 dengan pengategorian masalah secara 4M (Man, Material,

Machine, dan Methode) pada diagram sebab akibat. Dari sini penulis

(3)

review terhadap aspek Methode. Adapun penjelasan akar permasalahannya yang digambarkan pada gambar 5. 1 berikut:

Gambar 5.1 Diagram Sebab Akibat Penurunan Produktivitas PT. XYZ

Dari diagaram sebab akibat yang telah dibuat, maka untuk dapat meningkatkan produktivitas kerja bagian maintenance pada PT. XYZ penulis memberikan saran perbaikan secara kualitatif untuk tiap akar permasalahan, yang secara singkat dijabarkan dalam penjelasan saran perbaikan dibawah ini:

(4)

1. SARAN PERBAIKAN 1 Akar permasalahan:

Operator tidak standby saat produksi Saran perbaikan:

Melakukan pembuatan jadwal kerja bagian maintenance yang disesuaikan dengan jadwal produksi di area PIO.

Untuk hari kerja Senin – Jumat, sesuai dengan kondisi PIO yang padat produksi di shift 1, maka dibutuhkan 3 orang untuk bekerja, sehingga pada hari kerja ini dibuat shift gantung untuk mensupport kebutuhan tersebut, yang dijelaskan pada gambar usulan perbaikan hari kerja Senin – Jumat, pada gambar 5.2 berikut:

Gambar 5.2 Usulan Perbaikan Jadwal Kerja Senin – Jumat

Sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu, dikarenakan yang beroperasional hanya di area di area produksi saja (office libur), maka dibuat pengaturan jadwal kerja berikut sesuai dengan gambar 5.3:

Deskripsi Jadwal kerja usulan Jadwal kerja PIO Jadwal kerja BM saat ini

Sunter 3 - PIO Operation Sunter 3 - PIO Operation

Shift 1 - 1 Mp + 1 THL Shift 2 - 1 Mp + 1 THL Shift 3 - 1 Mp + 1 THL 06.00 14.00 19.00 SENIN - JUMAT 22.00 24.00 06.00

TIDAK ADA PRODUKSI

Shift 1 - 1 Mp + 1 THL

Shift 2 - 1 Mp

Shift 3 - 1 Mp + 1 THL Shift gantung untuk

support produksi

Overtime 1 jam untuk shift gantung THL

(5)

Gambar 5.3 Usulan Perbaikan Jadwal Kerja Sabtu – Minggu

2. SARAN PERBAIKAN 2 Akar permasalahan:

Operator kewalahan menyelesaikan pekerjaan Saran perbaikan:

Membuat pembagian kerja yang sesuai dengan kompetensi man power yang ada di BM dan juga mengelompokkan pekerjaan sesuai dengan waktu dan bobot kerjanya, hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Pengelompokan jenis pekerjaan maintenance berdasarkan peran dan tanggung jawab BM

Secara singkat ilustrasi pengelompokan jenis pekerjaan BM terkait dengan operasional PIO dapat dikategorikan sesuai dengan tabel 5. 1 berikut: Jadwal kerja usulan Jadwal kerja PIO Deskripsi Jadwal kerja BM saat ini 07.00 16.00 19.00 24.00 SABTU MINGGU 07.00 19.00 24.00 07.00 SENIN

Sunter 3 - PIO Operation TIDAKADA PRODUKSI Sunter 3 - PIO Operation

BM Shift 1 - 1 Mp + 1 THL BM Shift 2 - 1 Mp + 1 THL BM Shift 1 - 1 Mp + 1 THL BM Shift 2 1 Mp + 1 THL

BM Shift 1 - 2 Mp + 1 THL BM Shift 1 - 1 Mp + 1 THL

AKTIVITAS SABTU MALAM

- Standby THL BM - Pengawasan proyek by request

(6)

Tabel 5.2 Pengelompokan Kerja Maintenance

Jenis Pekerjaan Pelaksana Frekuensi

COE maintenance BM + THL Bulanan

Checklist Bangunan dan Fasilitas

BM Harian

Pengawasasan external service vendor

BM By project

Pembuatan laporan kerja BM

Harian dan Bulanan Troubleshooting problem maintenance request BM Harian Pelaksana maintenance request BM + THL Harian

Emergency operation support BM By case

Reporting hasil checklist BM Harian

Pekerjaan perbaikan hasil checklist

(7)

dibagi antara pekerjaan mechanic, electric, sipil, dan plumbing, dimana PIC pekerjaannya dibagi berdasarkan resiko dan beban kerjanya, sehingga hal ini dapat dijadikan standard kerja.

Secara singkat ilustrasi pengelompokan jenis masalah dalam

maintenance request dapat digambarkan pada tabel standard beban

kerja maintenance, tabel 5.2 berikut:

Tabel 5.3 Standard Beban Kerja Maintenance

Jenis Pekerjaan Beban Kerja Resiko Kerja Standard Mp Mechanic - Penggantian komponen terkait furniture operasional - Penggantian komponen mekanik terkait unit produksi Low High Low High 1 Mp 2 Mp Electric - Maintenance panel listrik, genset, dan kompresor - Penggantian

lampu stall PIO < 3 meter - Penggantian lampu sorot merkuri PIO > 3m - Problem sistem elektrik, misal, kompresor mogok High Low High Medium High Low High Medium 2 Mp 1 Mp 2 Mp 1 Mp

(8)

Sipil - Perbaikan sistem bangunan Low Low 1 Mp Plumbing - Perbaikan instalasi air - Perbaikan area

car wash PIO

Low Low 1 Mp

Dari usulan perbaikan yang telah dilakukan oleh penulis untuk meningkatkan kualitas kerja BM, setelah dilakukan pengaturan waktu dan metode kerja, peningkatan produktivitas pada ratio 1 dan 4 diharapkan dapat naik sebesar 20% sesuai target perusahaan sehingga diharapkan nilai indikator performansi setelah dilakukan perbaikan dapat meningkat sesuai dengan grafik pada gambar 5.4 berikut:

Gambar 5.4 Indeks Performansi Setelah Improvement

526 310 449 425 522 545 744 358 495 432 0 100 200 300 400 500 600 700 800 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 In d e ks Per for m an si Triwulan

(9)

indikator performansi akan terlihat pada gambar 5.5 berikut:

Gambar 5.5 Perbandingan Indeks Performansi

Dari gambar 5.5 tersebut diatas, dapat diketahui bersama, bahwa dengan melakukan perbaikan pada ratio 1 dan 4 di proses kerja bagian Building

Maintenance mengalami kenaikan yang cukup siginifikan, yakni jika diambil rata

– rata, maka secara total dengan melakukan perbaikan produktivitas pada ratio 1 dan 4 dapat mempengaruhi kenaikan produktivitas secara total sebesar 16%.

Triwul an 1 Triwul an 2 Triwul an 3 Triwul an 4 Triwul an 5 Triwul an 6 Triwul an 7 Triwul an 8 Triwul an 9 Triwul an 10 Sebelum 475 231 379 332 471 498 674 288 467 395 Sesudah 526 310 449 425 522 545 744 358 495 432 0 100 200 300 400 500 600 700 800 Inde ks P erf orma nsi

(10)

Jika dicari rata – rata kenaikannya dalam bentuk persentase maka perbaikan pada ratio 1 dan 4 ini dapat menyebabkan kenaikan nilai produktifitas hingga sebesar 16% yang ditunjukan pada gambar 5.6 yakni gambar mengenai kenaikan produktivitas setelah perbaikan sebagai berikut:

Gambar

Tabel 5.1 Tabel Hasil Identifikasi Ratio
Gambar 5.1 Diagram Sebab Akibat Penurunan Produktivitas PT. XYZ
Gambar 5.2 Usulan Perbaikan Jadwal Kerja Senin – Jumat
Gambar 5.3 Usulan Perbaikan Jadwal Kerja Sabtu – Minggu
+6

Referensi

Dokumen terkait