III. METODOLOGI PENELITIAN. digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Penelitian ini

19  Download (0)

Teks penuh

(1)

III. METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Menurut Arikunto (2010:160) “Metodologi penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi pada situasi sekarang yang dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan, klasifikasi, dan analisis pengolahan data untuk membuat gambaran sesuatu (Ali, 1983:120). Dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana.

Penggunaan metode deskriptif dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menggambarkan dengan cermat tentang fakta-fakta ataupun fenomena yang apa adanya terkait tentang kontribusi kekuatan lengan, kekuatan tungkai, kekuatan perut, dan kekuatan punggung terhadap kemampuan handstand pada siswa kelas XI SMA N 1 Bandar Sribhawono.

B. Sampling

1. Populasi Penelitian

Menurut Arikunto (1998 : 106) “Populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian. Populasi merupakan sumber data yang sangat penting, karena

(2)

tanpa kehadiran populasi penelitian tidak akan berarti serta tidak mungkin terlaksana”. Dari pengertian tersebut populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA N 1 Bandar Sribhawono tahun pelajaran 2014 – 2015 sebanyak 299 orang. Dengan jumlah laki-laki 162 orang dan perempuan sebanyak 137 orang.

2. Sampel

Menurut Arikunto (2002 : 108) “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua. Sebaliknya jika subjeknya lebih besar dari 100 dapat diambil antara 10-15% atau 20-25%”. Berdasarkan pendapat tersebut penulis mengambil sampel sebesar 15 % dari 299 populasi. Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 45 siswa. Dengan jumlah laki-laki 24 orang dan perempuan sebanyak 21 orang.

3. Teknik Penarikan Sampel

Penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik proporsional random sampling, dikatakan proporsional karena sampelnya terdiri dari sub-sub populasi, dan dikatakan random karena dalam penelitian ini penentuan sampel dilakukan secara acak dan masing-masing individu diberikan hak yang sama untuk dipilih sebagai sampel.

Sesuai dengan pendapat di atas, maka penulis memberikan hak yang sama kepada setiap populasi untuk memperoleh kesempatan dipilih menjadi sampel sebanyak 45 siswa, seluruh sampel adalah siswa SMA N 1 Bandar

(3)

Sribhawono, dan diambil secara acak dari jumlah 299 orang populasi yang ada tanpa pengecualian dengan cara undian. Cara undian (Hadi, 1993:71) adalah sebagai berikut :

Penarikan sampel dengan cara undian dilakukan dengan cara :

1. Mencatat nama dan memberi nomor urut pada semua populasi.

2. Menuliskan nomor urut dan nama populasi pada selembar kertas yang dipotong kecil-kecil.

3. Menggulung kertas, isinya nama, nomor lalu dimasukkan kedalam kaleng kemudian dikocok.

4. Mengeluarkan kertas tersebut yang berisi nomor dan nama populasi satu persatu sejumlah yang dibutuhkan sebagai sampel.

5. Setelah nama keluar, kertas kembali digulung dan dimasukkan lagi kedalam kaleng yang akan dikocok kembali.

C. Variabel Penelitian

Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi perhatian penelitian (Arikunto, 2002 : 96). Variabel dalam penelitian ini menggunakan 4 (empat) variabel bebas dan 1 (satu) variabel terikat.

1. Variabel Bebas

Variabel bebas adalah variabel yang nilainya tidak tergantung pada variabel lainnya, dalam penelitian ini ada empat variabel bebas, yaitu : 1. Kekuatan lengan (X1)

(4)

2. Kekuatan tungkai (X2)

3. Kekuatan perut (X3)

4. Kekuatan punggung (X4)

2. Variabel Terikat

Variabel terikat adalah variabel yang nilainya bergantung pada variabel lainnya, dalam penelitian ini variabel terikat adalah kemampuan handstand (Y).

D. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut:

Gambar 11. Desain Penelitian Variabel X dan Variabel Y (Sumber : Arikunto. 1997) Keterangan : X1 : kekuatan lengan X2 : kekuatan tungkai X3 : kekuatan perut X4 : kekuatan punggung Y : kemampuan handstand

X

2

X

3

X

4

X

1

Y

(5)

E. Definisi Operasional Variabel

Untuk menghindari terjadinya pengertian yang keliru tentang konsep variabel yang terlibat dalam penelitian ini, maka variabel-variabel tersebut perlu didefinisikan secara operasional sebagai berikut :

1. Kekuatan merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk menunjang aktivitas fisik. Kerja otot yang maksimal dapat meningkatkan kemampuan kerja seseorang yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi individu dalam berolahraga. Senada dengan hal itu (Irianto, 2002: 66) menyatakan “Kekuatan adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk mengatasi tahanan. Menurut Hermawan (2013 : 37) “otot merupakan suatu organ atau alat yang penting sekali memungkinkan tubuh dapat begerak, dalam menjalankan sistem otot ini tidak bisa dilepaskan dengan kerja saraf. Jadi otot, khususnya otot rangka merupakan sebuah alat yang menguasai gerak aktif dan memelihara sikap tubuh”. Lengan merupakan anggota gerak atas (extremitas superior). Tulang-tulang extremitas superior dari proximal sampai distal adalah : tulang lengan atas (humerus), tulang hasta (ulna), tulang pengupil (radius), tulang pergelangan tangan (carpalia), tulang telapak tangan (metacarpalia), dan tulang jari-jari tangan (palanges) (Syaifudin, 1992 :50). Kekuatan lengan seseorang dapat diketahui dengan tes push dynamometer.

2. Kekuatan tungkai dimaksud adalah komponen kondisi fisik sesorang tentang kemampuan dalam menggunakan otot tungkai untuk menerima beban sewaktu bekerja. Kekuatan tungkai seseorang dapat dapat diketahui dengan tes leg dynamometer.

(6)

3. Kekuatan perut dimaksud adalah komponen kondisi fisik sesorang tentang kemampuan seseorang dalam menerima beban sewaktu bekerja. Otot perut merupakan otot-otot batang badan (Raven, 1981:12). Lebih lanjut Raven mengatakan bahwa otot perut merupakan otot-otot penegak badan selain otot punggung. Kekuatan perut seseorang dapat dapat diketahui dengan tes sit-up.

4. Kekuatan adalah tenaga kontraksi otot yang dicapai dalam sekali usaha maksimal (Ismaryati, 2008: 111) dan Bouchard (1975: 25) menyatakan bahwa kekuatan otot adalah kwalitas yang memungkinkan pengembangan ketegangan otot dalam kontraksi yang maksimal. Punggung merupakan komponen fisik seseorang yang dapat mempengaruhi aktifitas gerak. Kekuatan punggung seseorang dapat diketahui dengan tes back dynamometer.

5. Handstand adalah senam lantai yang menggunakan kekuatan tubuh dimana dengan cara berdiri dengan dua tangan dan badan di atas. Handstand merupakan salah satu materi senam yang penguasaan rangkaian keterampilan geraknya dilakukan secara berurutan.

F. Instrumen Penelitian

Menurut Arikunto (2002 : 136) “Instrumen adalah alat atau fasilitas yang digunakan penelitian dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, sehingga mudah diolah”.

(7)

Tes dan pengukuran yang diukur meliputi :

1. Instrumen pengukuran kekuatan lengan (X1)

Untuk mengukur kekuatan lengan menggunakan suatu alat yang disebut pull dynamometer. Dengan tingkat validitas tes : 0,63 berarti interprestasi hubungannya adalah kuat dan tingkat reliabilitas tes : 0,63 interprestasi hubunganya adalah kuat (Depdiknas, 2003).

Gambar 12. Push and Pull dynamometer (Sumber: Eri Pratikayo D, 2010 : 26)

2. Instrumen pengukuran kekuatan tungkai (X2)

Untuk mengukur kekuatan tungkai menggunakan suatu alat yang disebut leg dynamometer. Dengan tingkat validitas tes : 0,86 berarti interprestasi hubungannya adalah sangat kuat dan reliabilitas tes : 0,90 interprestasi hubungannya adalah sangat kuat (Johnson, at al : 1982 ; 81).

(8)

Gambar 13. Leg Dynamometer (Sumber: Ismaryati (2008 :56)

3. Instrumen pengukuran kekuatan perut (X3)

Untuk mengukur kekuatan perut digunakan Sit-Up test dengan tingkat validitas tes : face validity dan tingkat reliabilitas tes : 0,94 berarti interprestasi hubungannya adalah sangat kuat (Johnson, 1963).

Gambar 14. Sit-Up

(9)

4. Instrumen pengukuran kekuatan punggung (X4)

Untuk mengukur kekuatan punggung menggunakan suatu alat yang disebut back dynamometer dengan tingkat validitas tes : face validity dan reliabilitas tes : 0, 872 berarti interprestasi hubungannya adalah sangat kuat (Sumber: Sport Science Development in zho-day.blogspot.com).

Gambar 15. Back Dynamometer (Sumber: Ismaryati (2008 :56)

5. Instrumen pengukuran kemampuan handstand (Y)

Instrumen yang dipergunakan adalah indikator kemampuan handstand, yang terdiri dari 3 posisi yaitu: 1) posisi awalan; 2) posisi pelaksanaan; dan 3) posisi akhiran. Cara pengambilan nilai adalah dengan menggunakan tes kemampuan handstand mulai dari sikap persiapan, pelaksanaan, dan akhir gerakan. Dengan pemberian nilai mulai dari nilai 0 - 1. Dengan tingkat validitas tes : 0,74 berarti interprestasi hubungannya adalah kuat dan reliabilitas tes : 0,731 interprestasi hubungannya adalah kuat.

(10)

G. Teknik Pengumpulan Data

Menurut Arikunto (2010:265) dijelaskan bahwa metode pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Lebih lanjut dikatakan oleh Arikunto (2010:265) bahwa untuk memperoleh data data yang diinginkan sesuai dengan tujuan peneliti sebagai bagian dari langkah pengumpulan data merupakan langkah yang sukar karena data data yang salah akan menyebabkan kesimpulan-kesimpulan yang ditarik akan salah pula.

Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes dan pengukuran melalui metode survey dengan pendekatan one shoot model , yaitu peneliti mengamati secara langsung pelaksanaan tes dan pengukuran di lapangan.

1. Kekuatan lengan

Untuk mengukur kekuatan lengan menggunakan suatu alat yang disebut pull dynamometer. Alat yang digunakan antara lain:

a. Pull dynamometer b. Blangko tes c. Alat tulis

Pelaksanaan pull dynamometer :

Peserta tes berdiri tegak dengan kaki direganggangkan dan pandangan lurus ke depan, tangan memegang pull dynamometer dengan kedua tangan lurus di depan dada. Posisi lengan dan tangan lurus sejajar dengan bahu. Dorong alat tersebut sekuat tenaga. Pada saat mendorong alat tidak boleh menempel pada dada, tangan dan siku tetap sejajar dengan bahu.

(11)

Penilaian :

Skor kekuatan dorong terbaik dari 3 kali percobaan dicatat dengan skor, dalam satuan kg dengan tingkat ketelitian 0,5 kg.

2. Kekuatan tungkai

Untuk mengukur kekuatan tungkai menggunakan suatu alat yang disebut leg dynamometer. Alat yang digunakan antara lain :

1. Leg dynamometer 2. Blangko tes 3. Alat tulis

Pelaksanaan leg dynamometer :

Orang yang dites berdiri di atas alat leg dynamometer dan lutut ditekuk membentuk sudut 130-140 derajat, tubuh tetap tegak lurus dan pandangan lurus ke depan. Panjang rantai diukur sedemikian rupa sesuai dengan orang yang dites dengan posisi berdiri.

Tongkat pegangan digenggam dengan posisi tangan menghadap belakang. Tarik tongkat pegangan sekuat mungkin dan meluruskan lutut perlahan-lahan.

Penilaian :

Baca angka ada skala maksimum tercapainya tarikan dalam satuan kilogram (kg). Pengukuran diambil sebanyak dua kali dan hasil terbaik yang dipakai sebagai hasil pengukuran.

(12)

3. Kekuatan perut

Untuk mengukur kekuatan perut digunakan Sit-Up test. Alat yang digunakan antara lain:

a. Sit-Up test b. Blangko tes c. Alat tulis

Pelaksanaan Sit-Up :

Posisi peserta tidur terlentang, kedua tangan saling berkaitan di belakang kepala, kedua kaki dilipat membentuk sudut 90 derajad. Seseorang membantu memegang kedua pergelangan kaki peserta tes. Peserta mencoba bangun sampai ke posisi sikap duduk dan kedua siku ditekan atau ditempelkan pada kedua lutut, kemudia kembali ke sikap semula. Peserta melakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang.

Penilaian :

Jumlah gerakan sit-up yang benar selama satu menit.

4. Kekuatan punggung

Untuk mengukur kekuatan punggung menggunakan suatu alat yang disebut back dynamometer. Alat yang digunakan antara lain :

1. Back dynamometer 2. Blangko tes

(13)

Pelaksanaan back dynamometer :

Peserta tes berdiri dengan panggul dirapatkan ke dinding, badan dibungkukan ke depan kedua tangan memegang dynamometer dengan kedua lengan lurus. Kemudian peserta berusaha sekuat-kuatnya mengangkat badannya ke atas sehingga memicu pada sikap berdiri tegak. Alat tersebut menunjukkan angka yang menyatakan besarnya kekuatan kontraksi dari otot punggung tersebut.

Penilaian :

Besarnya kekuatan tarikan otot punggung bisa dilihat pada alat pengukur dalam satuan kg. Nilai yang diambil adalah nilai terbaik dari dua kali pengulangan.

5. Kemampuan handstand

Untuk mengukur kemampuan handstand adalah dengan menggunakan tes kemampuan handstand mulai dari sikap persiapan, pelaksanaan, dan akhir gerakan. Dengan pemberian nilai mulai dari nilai 0 - 1.

Alat yang digunakan antara lain : 1. Blangko tes

2. Alat tulis

(14)

H. Teknik Analisis Data

Analisis data ditujukan untuk mengetahui jawaban akan pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian. Mengingat data yang ada adalah data yang masih mentah dan memiliki satuan yang berbeda, maka perlu disamakan satuan ukurannya sehingga lebih mudah dalam pengolahan data selanjutnya. Dengan demikian data mentah diubah menjadi data yang standart ( TSkor ). Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana.

Data yang dianalisis adalah data variabel bebas yaitu (X1) kekuatan lengan, (X2) kekuatan tungkai, (X3) kekuatan perut, (X4) kekuatan punggung, serta variabel terikat (Y) kemampuan handstand. Analisis dilakukan untuk menguji hipotesis yang telah dikemukakan, yaitu untuk mengetahui apakah ada kontribusi yang diberikan oleh masing-masing variabel bebas pada variabel terikat, X1 terhadap Y, X2 terhadap Y, X3 terhadap Y, X4 terhadap Y.

Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana. Untuk perhitungan statistik menggunakan program SPSS for windows release 16.

1. Uji Prasyarat Analisis Regresi

Agar memenuhi persyaratan analisis dalam menguji hipotesis penelitian, akan dilakukan beberapa langkah uji persyaratan, meliputi : uji normalitas data, uji homogenitas varians data, dan uji linieritas data.

(15)

Adapun hasilnya dirangkum pada tabel-tabel di bawah ini.

a. Uji Normalitas

Hasil output dari pengujian normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Tabel Uji Normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov .

NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardiz ed Residual

N 45

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 6.95500986 Most Extreme Differences Absolute .119 Positive .119 Negative -.091 Kolmogorov-Smirnov Z .801

Asymp. Sig. (2-tailed) .543

a. Test distribution is Normal.

Analisis data hasil Output :

Untuk menguji normalitas data, digunakan hipotesis sebagai berikut : H0 : Data tidak berdistribusi normal

H1 : Data berdistribusi normal

Kriteria penerimaan H1

H1 diterima jika nilai sig (2-tailed) ≥ 5%.

Tabel diatas diperoleh nilai sig = 0,543 = 54,3% ≥ 5% , H1 diterima.

Artinya variabel variabel unstandarized residual berdistribusi normal, jadi analisis regresi dapat dilanjutkan.

(16)

b. Uji Linieritas

Uji linieritas pada analisis regresi sederhana berguna untuk mengetahui apakah penggunaan model regresi linier dalam penelitian ini tepat atau tidak. Untuk melakukan uji linieritas dapat dilihat pada rangkuman tabel 1 Anova (terlampir) dibawah ini:

Tabel 2. Tabel Uji Linieritas

No Variabel Nilai

Sig. Signifikansi Kesimpulan

1 Kekuatan Lengan 0.981 0.05 Linier

2 Kekuatan Tungkai 0.337 0.05 Linier

3 Kekuatan Perut 0.555 0.05 Linier

4 Kekuatan Punggung 0.863 0.05 Linier

Hipotesis yang digunakan: H0: model tidak regresi linier.

H1: model regresi linier.

Kaidah pengambilan keputusan:

Jika F hitung ≤ F table atau nilai sig ≥ 0,05= maka H1 diterima.

Jika F hitung >F table atau nilai sig < 0,05= maka H0 diterima.

c. Uji Heteroskedastisitas atau Uji Homogenitas

Uji Heteroskedastisitas atau uji homogenitas bertujuan menguji apakah dalam regresi terjadi ketidaksamaan (heterogen) variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Heteroskedastisitas menunjukkan penyebaran variabel bebas. Penyebaran yang acak menunjukkan model regresi yang baik heterogen. Dengan kata lain tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk menguji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan mengamati grafik scatterplot dengan pola

(17)

titik-titik yang menyebar di atas dan di bawah sumbu Y. Berikut hasil pengolahan menggunakan program SPSS 16.

Gambar 16. Grafik Scatterplot

Pada grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi ini.

2. Analisis Regresi

Rangkuman hasil perhitungan SPSS tes kekuatan lengan, kekuatan tungkai, kekuatan perut dan kekuatan punggung terhadap kemampuan handstand adalah sebagai berikut :

a. Regresi Linier Sederhana (Tunggal) Kekuatan Lengan (X1)

Terhadap Kemampuan Handstand (Y)

Persamaan regresi linier sederhana antara X1 terhadap Y yaitu :

Ŷ = 11,058 + 0,605X1. Koefisien determinasi 0,366 maka dapat

(18)

b. Regresi Linier Sederhana (Tunggal) Kekuatan Tungkai (X2)

Terhadap Kemampuan Handstand (Y)

Persamaan regresi linier sederhana antara X2 terhadap Y yaitu :

Ŷ = 15,770 + 0,507X2. Koefisien determinasi 0,257 maka dapat

diketahui besarnya kontribusi kekuatan tungkai adalah sebesar 25,7%.

c. Regresi Linier Sederhana (Tunggal) Kekuatan Perut (X3)

Terhadap Kemampuan Handstand (Y)

Persamaan regresi linier sederhana antara X3 terhadap Y yaitu :

Ŷ = 19,041 + 0,461X3. Koefisien determinasi 0,212 maka dapat

diketahui besarnya kontribusi Panjang Tungkai adalah sebesar 21,2%.

d. Regresi Linier Sederhana (Tunggal) Kekuatan Punggung (X4)

Terhadap Kemampuan Handstand (Y)

Persamaan regresi linier sederhana antara X4 terhadap Y yaitu :

Ŷ = 30,476 + 0,389X4. Koefisien determinasi 0,150 maka dapat

diketahui besarnya kontribusi Kelentukan adalah sebesar 15,0%.

3. Uji Hipotesis Hipotesis 1

Kekuatan lengan memiliki nilai signifikansi (Sig.) 0,000 pada tabel

Coefficientsa dengan nilai α (derajat signifkansi) 0,05 artinya 0,000<0,05 atau kekuatan lengan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan handstand. Jadi H0 ditolak dan H1 diterima. Ada kontribusi

(19)

Hipotesis 2

Kekuatan tungkai memiliki nilai signifikansi (Sig.) 0,000 pada tabel

Coefficientsa dengan nilai α (derajat signifkansi) 0,05 artinya 0,000<0,05 atau kekuatan tungkai memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan handstand. Jadi H0 ditolak dan H2 diterima. Ada kontribusi

yang signifikan antara kekuatan tungkai terhadap kemampuan handstand.

Hipotesis 3

Kekuatan perut memiliki nilai signifikansi (Sig.) 0,000 pada tabel

Coefficientsa dengan nilai α (derajat signifkansi) 0,05 artinya 0,000<0,05 atau kekuatan perut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan handstand. Jadi H0 ditolak dan H3 diterima. Ada kontribusi

yang signifikan antara kekuatan perut terhadap kemampuan handstand.

Hipotesis 4

Kekuatan punggung memiliki nilai signifikansi (Sig.) 0,000 pada tabel

Coefficientsa dengan nilai α (derajat signifkansi) 0,05 artinya 0,000<0,05 atau kekuatan punggung memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan handstand. Jadi H0 ditolak dan H4 diterima. Ada kontribusi

yang signifikan antara kekuatan punggung terhadap kemampuan handstand.

Figur

Gambar 11. Desain Penelitian Variabel X dan Variabel Y  (Sumber : Arikunto. 1997)  Keterangan :  X 1  : kekuatan lengan  X 2  : kekuatan tungkai  X 3  : kekuatan perut  X 4  : kekuatan punggung  Y  : kemampuan handstand  X2 X3X4 X1 Y

Gambar 11.

Desain Penelitian Variabel X dan Variabel Y (Sumber : Arikunto. 1997) Keterangan : X 1 : kekuatan lengan X 2 : kekuatan tungkai X 3 : kekuatan perut X 4 : kekuatan punggung Y : kemampuan handstand X2 X3X4 X1 Y p.4
Tabel 1.  Tabel Uji Normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov .  NPar Tests

Tabel 1.

Tabel Uji Normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov . NPar Tests p.15
Tabel 2.  Tabel Uji Linieritas

Tabel 2.

Tabel Uji Linieritas p.16
Gambar 16. Grafik Scatterplot

Gambar 16.

Grafik Scatterplot p.17

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di