BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pariwisata merupakan salah satu sektor industri yang perkembanganya cukup pesat di dunia. Pariwisata saat ini telah menjadi bagian dari kebutuhan hidup manusia. Perjalanan wisata yang di lakukan oleh masyarakat bukan lagi untuk sekedar berekreasi tetapi sudah menjadi gaya hidup ( lifestyle) yang sudah tidak dapat di pisahkan lagi. Khususnya bagi generasi milenial yang suka melakukan perjalanan wisata. Pariwisata sendiri memberi dampak yang positif bagi kehidupan,dengan semakin berkembangnya dunia pariwisata hal ini akan membuat peluang bagi para pengusaha di sektor pariwisata untuk memperbesar bisnisnya.
Pariwisata termasuk dalam kategori sektor industri hiburan, yang menjadi salah satu tujuan dari individu, kelompok atau masyarakat untuk mencari hiburan untuk mengurangi rasa jenuh setelah melakukan aktivitas setiap harinya. Menurut UU No. 10/2009 menjelaskan tentang kepariwisataan, bahwa periwisata itu kegiatan wisata yang didalamnya terdapat berbagai macam kegiatan yang dilengkapi oleh fasilitas dan layanan yang dapat dipenuhi oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah baik daerah maupun pusat
Perkembangan industri pariwisata selalu menjadi topik yang menarik untuk di baca, dimana pariwisata memberi dampak dalam hal sosial, budaya dan ekonomi. kemajuan peradaban manusia saat ini, membuat masyarakat di jaman sekarang memiliki kemudahan dalam melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainya, baik itu antar kota maupun antar negara. hal ini membuat minat untuk melakukan kunjungan ke suatu destinasi wisata meningkat, hal ini di dukung oleh publikasi yang di keluarkan UNWTO (UNWTO Tourism Barometer, Volume 16, Januari 2018), yang menyatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan internasional terus meningkat, pada tahun 2017 jumlah kunjungan wisatawan
internasional sebanyak 1.322 juta kunjungan atau meningkat 7,5% dari tahun 2016. meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan internasional membuat peluang bisnis bagi suatu negara untuk bisa mengembangkan potensi pariwistanya agar bisa meraih keuntungan dari wisatawan yang berkunjung. kawasan asia pasifik menempati posisi kedua jumlah kunjungan wisatawan terbanyak di dunia. UNWTO (2018) menempatkan Indonesia pada peringkat 5 negara paling banyak di kunjungi wisatawan pada kawasan asean dari 11 Negara yang berada di kawasan asia tenggara.
Indonesia selama beberapa tahun terkahir menjadi salah satu destinasi wisata wisata dunia. Indonesia memiliki banyak sekali potensi pariwisata yang bisa ditawarkan. mulai dari potensi alam, warisan budaya,warisan sejarah serta keberagaman etnis dan suku yang membuat Indonesia begitu dinamis. setiap daerah di indonesia memiliki keunikan dan potensinya masing – masing. potensi yang sedemikian banyak membuat peningkatan pada kunjungan wisatawan.
Pariwisata menjadi salah satu sektor penyumbang devisa negara terbesar di sektor non – migas. Hal ini membuat pariwisata di Indonesia mempunyai peran penting bagi perekonomian negara. Sektor pariwisata telah memberi dampak posisi yang signifikan bagi kehidupan masyarakat di Indonesia. secara ekonomi parwisata memberi dampak besar bagi perluasan bisnis dan menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat, peningkatan pendapatan perkapita dan peningkatan devisa negara. dalam kehidupan sosial masyarakat interkasi sosial budaya yang terjadi antara wisatawan dan penduduk lokal menyebabkan perubahan pola hidup di dalam kehidupan bermasyarakat dan serta terjadinya integrasi sosial di dalam masyarakat Kotler et al (2017).
Jawa Tengah mempunyai banyak kota dan kabupaten yang kaya akan pariwsatanya salah satunya adalah kabupaten Tegal. Sesuai visi pembangunan dan kepariwisataan kabupaten Tegal “mewujudkan pariwisata kabupaten Tegal menjadi pilihan utama tujuan wisata” sedangkan sloganya yang berbunyi “kabupaten tegal sing mbetahi lan ngangeni” yang artinya Kabupaten Tegal yang membuat betah atau nyaman dan membuat orang yang ada di disini selalu kangen dengan kota ini, kabupaten Tegal berusaha mewujudkan sloganya di mata para
wisatawan,letaknya yang strategis membuat akses para wisatawan semakin mudah.tepatnya sebelah utara berbatasan dengan laut jawa dan kota tegal, sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten Brebes dan Banyumas kemudian sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Brebes dan sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Pemalang.
Salah satu objek yang potensial di kabupaten Tegal adalah objek wisata pemandian air panas Guci. Guci merupakan objek wisata air panas yang terletak di kaki gunung Slamet bagian utara,dengan ketinggian sekitar 1.500 meter dari permukaan laut.mempunyai udara yang sejuk dengan suhu 20 derajat pada siang hari dan 17 – 18 derajat pada malam hari Guci termasuk ke dalam wilayah admisnitrasi kecamatan Bumi Jawa berjarak sekitar 30 km dari pusat kota slawi.
Kondisi yang demikian membuat objek wisata Guci memiliki potensi untuk di kembangkan. Dinas pariwisata pemerintah kab.Tegal sadar bahwa dalam menumbuhkan minat kunjung wisatawan sangatlah sulit karena keinginan berkunjung ke suatu destinasi wisata adalah selera dari masing – masing konsumen yang tentunya akan berbeda antar konsumen yang satu dengan konsumen yang lainya.
Sumber :UPTD pengelola ow Guci,data diolah
Gambar 1.1. Grafik Jumlah Pengunjung Objek wisata Guci 2018 – 2019
jan-jun 2018 july- des 2018 jan-jun2019 july-des2019 481.839 435.124 459.037 482.241 Jumlah Kunjungan
Berdasarkan dari Gambar 1.1. grafik tersebut dapat diketahui bahwa jumlah kunjungan objek wisata Guci mengalami fluktuasi.namun cenderung ke arah positif karena mengalami kenaikan jumlah kunjungan pada 2 semester akhir tahun 2019. Jumlah pengunjung yang datang pada awal semester 2018 sebanyak 481.839 pengunjung kemudian mengalami penurunan di semester kedua Tahun 2018 yaitu jumlah pengunjung hanya mencapai 435.12 pengunjung kemudian mengalami peningkatan kembali di semester pertama Tahun 2019 yaitu mencapai 459.037 kunjungan di semester kedua Tahun 2019 menjadi puncak peningkatan jumlah pengunjung,jumlah pengunjung mencapai 482.242 kunjungan.
Pengambilan keputusan untuk berkunjung ke suatu destinasi wisata dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu faktor adanya pesaing. konsumen cenderung akan membandingkan objek wisata yang satu dengan yang lainya sebelum melakukan perjalanan wisata. Di Kab Tegal sendiri ada beberapa wisata alam yang cukup terkenal di masyarakat.
Tabel 1.1 merupakan data volume wisatawan objek wisata lainya di Kab Tegal pada Tahun 2018 – 2019 sebagai berikut :
Tabel 1.1.
Data volume pengunjung objek wisata di Kab Tegal pada Tahun 2018 – 2019
Objek Wisata
Wisatawan
2018 2019
Guci 916.963 941.278
Purwahamba Indah 164.397 157.281 Pantai Alam Indah 235.652 270.851
Waduk Cacaban 52.746 59.625
Sumber : BPS 2019 (diolah oleh peneliti)
Berdasarkan dari Tabel 1.1 menunjukan data volume pengunjung objek wisata lain yang berada di Kab Tegal terlihat bahwa data pengunjung objek wisata pemandian air panas Guci lebih banyak dengan jumlah pengunjung pada Tahun
2018 sebanyak 916.963 wisatawan dan 941.278 wisatawan pada Tahun 2019, dibandikangkan dengan objek wisata Pantai alam indah yang sudah sangat terkenal di masyarakat yang hanya memperoleh kunjungan sebesar 235.652 pada Tahun 2018 dan 270.851 kunjungan pada Tahun 2019. kemudian objek wisata Purwahamba Indah yang memperoleh kunjungan 164.397 pada Tahun 2018 dan mengalami penurunan kunjungan wisatawan pada Tahun berikutnya, jumlah wisatawan yang datang sebesar 157.281 pada Tahun 2019 kemudian Objek wisata waduk Cacaban 52.476 pengunjung pada Tahun 2018 dan 59.625 pengunjung pada Tahun 2019 dari data diatas menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata alam yang ada di Kab Tegal memang cukup besar namun masih belum bisa menyamai jumlah wisatawan yang ada di objek wisata pemandian air panas Guci. wisatawan lebih memilih untuk berkunjung ke objek wisata Guci.
Keputusan pembelian diasumsikan sebagai keputusan berkunjung dalam dunia pariwisata, sehingga teori-teori mengenai keputusan pembelian juga digunakan dalam teori keputusan berkunjung. keputusan pembelian adalah sebuah proses dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi mengenai produk atau merek tertentu dengan mengevaluasi seberapa baik masing – masing alternatif tersebut dapat memecahkan masalahnya, yang kemudian mengarah kepada keputusan pembelian. Fandy Tjiptono (2013:21) Penelitiam terdahulu yang dilakukan Adriel Jordan Anggono dan Sunarti (2018) berjudul “Pengaruh
Harga dan Word Of Mouth Terhadap Keputusan Berkunjung (survei pada pengunjung wisata paralayang,kota Batu” bahwa penjelasan diatas dapat ditarik
kesimpulan bahwa keputusan berkunjung wisatawan adalah tahap dimana wisatawan menentukan pilihan yang ada dan melakukan pembelian produk lalu mengevaluasi pembelian produk.
Sebelum memutusakan untuk berkunjung ke suatu destinasi wisata. wisatawan terlebih dahulu akan mencari informasi mengenai destinasi wisata tersebut (destination image), Citra Destinasi merupakan pengetahuan objektif,prasangka, imajinasi dan pikiran emosional individu maupun kelompok terhadap lokasi tertentu. Hal ini menjadi sesuatu yang cukup penting karena setiap
wisatawan juga punya pemikiran sendiri tentang suatu tempat wisata yang telah ia kunjungi sehingga pihak pengelola juga harus menyajikan tempat wisata yang dapat menarik keinginan wisatawan untuk kembali kesana. Lawson dan Bovy (2011). Penelitian terdahulu yang dilakukan Satyarini et al (2017) berjudul “The Influence of Destination Image on Tourist Intention and Decision to Visit Tourist Destination (A Case Study of Pemuteran Village in Buleleng, Bali, Indonesia)”. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa destination image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung
Setelah mendaptkan informasi mengenai Citra destinasi wisata yang akan dikunjungi, konsumen akan melanjutkan mencari informasi mengenai atribut produk wisata yang ditawarkan oleh suatu destinasi. semua pelayanan dan fasilitas yang ditawarkan oleh destinasi wisata menjadikan faktor atribut produk wisata menjadi faktor penting dalam memutusakan keputusan untuk berkunjung suatu tempat atau destinasi wisata. Atribut wisata adalah keseluruhan pelayanan yang diperoleh dan dirasakan atau dinikmati wisatawan semenjak ia meninggalkan tempatnya, sampai ke daerah tujuan wisata yang telah dipilihnya dan kembali ke rumah dimana ia berangkat semula (Suwantoro, 2013). Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Yudi Purnama dani dan Thamrin berjudul “ Pengaruh Atribut
Produk Wisata dan Electronic Word Of Mouth Terhadap Keputusan Berkunjung Pada Kawasan Wisata Mandeh” Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Atribut
Produk Wisata berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung dan electronic word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung pada kawasan wisata mandeh.
Wisatawan yang telah mendapatkan informasi mengenai Citra destinasi dan atribut produk wisata yang dimiliki destinasi wisata akan meyakinkan dirinya dengan mencari informasi secara langsung. word of mouth menjadi faktor pendorong bagi wisatawan untuk melakukan kunjungan ke suatu destinasi, informasi yang di dapat secara langsung melalui saudara, teman, atau rekan kerja yang pernah berkunjung ke suatu destinasi biasanya akan lebih terpercaya dibandingakan dengan informasi yang didapat dari internet. sehingga word of
destinasi. word of mouth adalah keseluruhan komunikasi dari orang ke orang mengenai suatu produk,jasa atau perusahaan tertentu pada suatuwaktu (Rosen 2012 :7) Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Adriel jordan anggono dan sunarti berjudul “ Pengaruh Harga dan Word of mouth terhadap keputusan
berkunjung (survei pada pengunjung wisata paralayang, kota batu)” Hasil
penelitian ini menyatakan bahwa Variabel Harga dan word of mouth memiliki pengaruh signifikan terhadap Variabel Keputusan Berkunjung.
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan diatas maka variabel bebas yang akan di teliti adalah variabel Citra destinasi, Atribut Produk Wisata Dan Word of
mouth dipertimbangkan untuk diteliti pengaruhnya terhadap variabel dependen
yaitu Keputusan Berkunjung ke objek wisata Guci.
Dari uraian latar belakang tersebut, menjadi alasan bagi penulis untuk memilih judul “PENGARUH CITRA DESTINASI, ATRIBUT PRODUK WISATA DAN WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE OBJEK WISATA GUCI DI TEGAL”
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan diatas,maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah Citra Destinasi berpengaruh terhadap keputusan berkunjung ke objek wisata Guci?
2. Apakah Atribut produk wisata berpengaruh terhadap keputusan berkunjung ke objek wisata Guci?
3. Apakah word of mouth berpengaruh terhadap keputusan berkunjung ke objek wisata Guci
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang dan rumusan masalah diatas,maka peneliti memiliki tujuan yang ingin dicapai dalan penelitian ini. adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menganalisis pengaruh Citra destinasi terhadap Keputusan Berkunjung ke objek wisata Guci
2. Menganalisis pengaruh Atribut produk wisata terhadap keputusan berkunjung ke objek wisata Guci
3. Menganalisis pengaruh Word of mouth terhadap keputusan berkunjung ke objek wisata Guci
1.4 . Manfaat Penelitian
Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat bagi bebagai pihak. Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:
1. Manfaat Teoritis
penelitian ini di harapkan mampu memberikan kontribusi secara teoritis sebagai bahan pengetahuan untuk penelitian selanjutnya,khususnya penelitian yang terkait dengan citra destinasi,Atribut produk wisata dan word of mouth dan dapat memperluas kajiannya.
2. Manfaat Praktis
Penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk pemerintah daerah kabupaten tegal khususnya pihak pengelola objek wisata pemandian air panas Guci untuk bisa meningkatkan pelayanan dan fasilitas kepada konsumen agar tercipta citra destinasi yang positif
1.5. Sistematika Penelitian
Penelitian ini dilakukan dalam rangka penyusunan tesis dimana sisitematika penulisan laporan penelitian adalah sebagai berikut:
BAB I : Pendahuluan
Pada bab ini merupakan pendahuluan yang membahas mengenai latar belakang masalah , perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan
BAB II : Tinjauan Pustaka
Pada bab ini merupakan kajian pustaka yang membahas mengenai landasan teori, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran, dan hipotesa dimana landasan teori yang terkait dengan topik penelitian ini mencakup grand teori dan teori mengenai konsep teori serta hipotesis yang diajukan dalam penelitian.
BAB III : Metodologi Penelitian
Pada bab ini merupakan bab yang membahas mengenai metodologi penelitian yang berisi antara lain jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, desain penelitian, operasionalisasi variabel, populasi dan sampel, metode sampling, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.
BAB IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan
Pada bab ini menjelaskan tentang hasil analisis data meliputi uji validitas, uji reablitas, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroksiditas), uji regresi linear berganda, uji hipotesis ( uji t parsial).
BAB V : Penutup
pada bab ini menjelaskan kesimpulan dan saran bagi pihak – pihak yang terkait.