ii LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan kekuatan-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Penyusunan Laporan Kinerja Balai Penelitian Tanaman Serealia Tahun 2016. Laporan Kinerja ini merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari Rencana Strategi Balitsereal sebagai lembaga penelitian dan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumberdaya dengan didasarkan pada suatu perencanaan stratejik yang telah ditetapkan.
Pertanggungjawaban yang dimaksud disini adalah berupa laporan yang merupakan hasil kinerja Balitsereal pada setiap tahun anggaran. Laporan ini adalah pertanggungjawaban Balitsereal selama tahun 2016 melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP). Salah satu wujud pertanggungjawaban akuntabilitas kinerja instansi pemerintah tersebut adalah disusunnya Laporan Kinerja. Lembaga Administrasi Negara melalui SK KEP-LAN No. 239/IX/9/8/2003 tanggal 25 Maret 2003, telah menerbitkan Pedoman Penyusunan Laporan Akuntabilitas Pemerintah.
Dengan selesainya Laporan Kinerja Balitsereal tahun 2016 ini, kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan berbagai masukan, baik berupa data, informasi maupun saran-saran yang dapat membantu penyusunan Laporan Kinerja Balitsereal, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme aparatur untuk menjawab tantangan masa depan. Laporan Kinerja Balitsereal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengambil kebijakan khususnya dan para peneliti pada umumnya, terutama dalam menyusun matriks program penelitian, penyusunan RPTP dan ROPP selanjutnya.
Maros, Pebruari 2017 Kepala Balai,
iii LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR LAMPIRAN ... viii
IKHTISAR EKSEKUTIF ... ix
I. PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Tugas dan Fungsi ... 2
1.3. Struktur Organisasi dan Jumlah Pegawai ... 2
1.4. Perencanaan Strategis ... 5
II. PERENCANAAN KINERJA... 10
2.1. Kegiatan Balai Penelitian Tanaman Serealia ... 10
2.2. Penetapan Kinerja ... 11
III. AKUNTABILITAS KINERJA ... 24
3.1. Capaian Kinerja Organisasi ... 24
3.2. Akuntabilitas Keuangan ... 82 IV. PENUTUP ... 90 4.1. Keberhasilan ... 90 4.2. Hambatan/Masalah ... 94 4.3. Pemecahan Masalah ... 94 LAMPIRAN
iv LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 DAFTAR TABEL
halaman Tabel 1 Data Jumlah Peneliti Berdasarkan Tingkat Jabatan Tahun
2016 3
Tabel 2 Data Jumlah Pegawai Negeri Sipil dan Honorer Balitsereal Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2016 3 Tabel 3 SDM Balitsereal Berdasarkan Golongan Tahun 2016 4 Tabel 4 Rencana Kinerja Tahunan Balitsereal 2016 11 Tabel 5 Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2016 24 Tabel 6 Jumlah aksesi dari hasil penelitan Koleksi, Rejuvinasi,
Karakterisasi, Dan Evaluasi Sumber Daya Genetik Tanaman
Serealia, Tahun 2016 26
Tabel 7 Jumlah aksesi dari hasil Penelitian Berbasis Marka Molekuler,
Tahun 2016 27
Tabel 8 Perbandingan capaian kinerja Sumberdaya Genetik Tanaman Jagung dan Serealia Potensial tahun 2015 dan tahun 2016 27 Tabel 9 Varietas unggul baru serealia yang dirilis tahun 2016 29 Tabel 10 Indikator tingkat capaian kinerja Varietas Unggul Baru
Tanaman Jagung dan Serealia Potensial tahun 2015 dan
tahun 2016 30
Tabel 11 Rekomendasi pupuk N pada tanaman jagung berdasarkan target hasil dan kandungan bahan organik tanah 32 Tabel 12 Rekomendasi pupuk P pada tanaman jagung berdasarkan
target hasil dan kandungan P tanah 33
Tabel 13 Rekomendasi jenis, dosis, dan waktu pemberian pupuk pada
tanaman jagung di Kabupaten Bantaeng 35
Tabel 14 Perbandingan capaian kinerja Teknologi Budidaya, Panen, dan Pascapanen Primer Tanaman Jagung dan Serealia
Potensial tahun 2015 dan tahun 2016 38
Tabel 15 Data Produksi Benih Sumber Serealia Tahun 2016 39 Tabel 16 Distribusi Benih Produksi Tahun 2016 40 Tabel 17 Perbandingan capaian kinerja Produksi Benih Sumber
Varietas Unggul Baru Jagung dan Serealia Potensial tahun
2015 dan tahun 2016 41
v LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Tabel 19 Jenis varietas dan luas penangkaran di 5 provinsi, 2016 62 Tabel 20 Daftar peserta TOT SL- Terintegrasi Mandiri benih, Maros,
2016 75
Tabel 23 Akuntabilitas Keuangan Balai Penelitian Tanaman Serealia
TA. 2016 83
Tabel 24 Total Penerimaan PNBP TA. 2016 83
Tabel 25 Akuntabilitas Keuangan Penelitian Balai Penelitian Tanaman Serealia Berdasarkan Indikator Sasaran Kegiatan TA. 2016 84
vi LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 DAFTAR GAMBAR
halaman Gambar 1 Struktur Balai Penelitian Tanaman Serealia 4 Gambar 2 Peta penyebaran Peronosclerospora spp. di Indonesia 37 Gambar 3 Penampilan visitor plot Balai Penelitian Tanaman Serealia 42 Gambar 4 Kunjungan Wapres RI ke Laboratorium Balitsereal 43 Gambar 5 Kunjungan Ka Balitbangtan ke UPBS Balitsereal 44
Gambar 6 Kunjungan lapang ke Balitsereal 44
Gambar 7 Pelatihan teknologi budidaya jagung dengan sejumlah
stakeholder 46
Gambar 8 Kunjungan presiden RI pada lokasi gelar teknologi jagung
HPS 47
Gambar 9 Mentan mengunjungi pameran indoor HPS Boyolali
49 Gambar 10 Pameran outdoor dalam rangkaian acara Hari Pangan
Sedunia 49
Gambar 11 Pameran Jambore Varietas Tanaman Pangan, NTB 2016 50 Gambar 12 Pameran pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan 2016 50 Gambar 13 Pameran dalam rangka panen jagung di Kab Bone dan
Kab Wajo, 2016 51
Gambar 14 Showroom untuk promosi hasil-hasil penelitian Balitsereal 52 Gambar 15 Acara temu lapang di NTB, Sulsel, Jambi dan Sultra 53 Gambar 16 Publikasi yang dicetak tahun 2016 55 Gambar 17 Tampilan front page website Balai Penelitian Tanaman
Serealia 2016 56
Gambar 18 Kegiatan Upsus mendukung peningkatan produksi
komoditas pangan strategis 58
Gambar 19 Pendampingan di lokasi TSP dan TTP di sejumlah provinsi 60 Gambar 20 Keadaan awal pertanaman di Takalar, 2016 61 Gambar 21 Pelaksanaan SL di Kec. Kulawi, 2016 63 Gambar 22 Penampilan tanaman pada umur 2 bulan, Palolo, 2016 64 Gambar 23 Dyarer multi fungsi di kelompok binaan, Palolo, 2016 65 Gambar 24 Sosialisasi dan pelatihan di kab. Bantaeng, 2016 66
vii LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Gambar 25 Suasana dalam penjelasan tata cara pelaksaan detaseling,
Gattarengkeke, 2016 67
Gambar 26 Cara pencabutan bunga jantan dari baris betina,
Gattarengkeke, 2016 68
Gambar 27 Diskusi di lapangan, Gattarengkeke, 2016 69
Gambar 28 Panen bersama di Konawe, 2016 69
Gambar 29 Penampilan pertanaman produksi benih Bima-20 URI,
NTB 2016 70
Gambar 30 Penampilan tanaman pada umur 1 bulan, Sikka, 2016 70 Gambar 31 Pemberian petunjuk dalam detaseling 71 Gambar 32 Diskusi umum terkait dengan pengembangan
penangkaran untuk mensuplai benih yang berkualitas
kepada anggota kelompok 71
Gambar 33 Pemeriksaan kesiapan lapangan dan penjelasan SOP,
Batanghari, 2016 73
Gambar 34 Kunjungan oleh tim pendamping 74
Gambar 35 Petani yang menggunakan benih dari produksi tahun
2015, Palolo, Sulteng, 2016 74
Gambar 36 Training of Trainer Sekolah Lapang terintegrasi Mandiri
Benih jagung 75
Gambar 37 Pembangunan sarana jalan TSP, 2016 77 Gambar 38 Pembangunan saluran drainase TSP, 2016 77 Gambar 39 Pembangunan jembatan turap TSP, 2016 78 Gambar 40 Pembangunan gedung teknisi TSP, 2016 78 Gambar 41 Pembangunan stasiun iklim dan pagar TSP, 2016 79 Gambar 42 Pembangunan gapura dan Taman TSP, 2016 79 Gambar 43 Pengerukan tanah untuk drainase TSP, 2016 80 Gambar 44 Rehabilitasi gedung pembinaan rohani TSP, 2016 80 Gambar 45 Rehabilitasi surjan show window TSP, 2016 81 Gambar 46 Pengadaan Alsin mendukung bioindustri TSP, 2016 81 Gambar 47 Kelengkapan pakan mini TSP, 2016 82
viii LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 DAFTAR LAMPIRAN
halaman Lampiran 1 Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Balitsereal Tahun 2016 93
ix LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 IKHTISAR EKSEKUTIF
Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 11/Permentan/ OT.140/2/2007, mempunyai tugas melaksanakan penelitian tanaman serealia. Dalam melaksanakan tugasnya, Balitsereal menyelenggarakan; (1) Penyusunan Program dan Evaluasi Pelaksanaan Penelitian Tanaman Serealia; (2) Pelaksanaan Penelitian Genetika, Pemuliaan, Pemanfaatan Plasmanutfah Jagung dan Serealia Lainnya; (3) Pelaksanaan Kegiatan Agronomi, Fisiologi dan Organisme Penganggu Tanaman Jagung dan Serealia Lainnya; (5) Pelaksanaan dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Tanaman Serealia; (6) Pengelolaan Tata Usaha dan Rumah Tangga Balai.
Balitsereal sebagai salah satu instansi pemerintah dan unsur penyelenggara pemerintahan negara memiliki kewajiban untuk menyampaikan akuntabilitas kinerjanya secara internal sebagaimana telah diamanatkan dalam Inpres Nomor 7 Tahun 1999. Penyampaian Laporan Kinerja Balitsereal Tahun 2016 ini dimaksudkan sebagai perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pencapaian sasaran strategis diukur berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam RENSTRA 2015 – 2019, khususnya penetapan kinerja Tahun 2016. Di samping itu penyusunan Laporan Kinerja ini juga ditujukan sebagai umpan balik untuk memperbaiki kinerja Balitsereal di masa yang akan datang.
Program penelitian dari Balitsereal merupakan bagian integral dari program Puslitbang Tanaman Pangan. Berdasarkan hal tersebut, untuk periode 2015 – 2019, disusun program penelitian Balitsereal sebagai berikut:
1. Program Pengkayaan, Pengelolaan, dan Pemanfaatan, dan Pelestarian Sumberdaya Genetik Serealia.
2. Penelitian Pemuliaan, Perbaikan Sistem Produksi dan Tekno Ekonomi Varietas Jagung Hibrida dan Komposit Genjah, Super Genjah, dan Ultra Genjah. 3. Penelitian dan Pengembangan berbasis Kemitraan dan Keperluan
Pembangunan Pertanian Tanaman Serealia.
4. Penelitian Pemuliaan, Perbaikan Sistem Produksi dan Tekno Ekonomi Varietas Sorgum untuk Bioenergi.
x LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 6. Pengembangan Sistem Informasi, Komunikasi, Diseminasi dan Umpan Balik
Inovasi Tanaman Serealia.
Ruang lingkup kegiatan penelitian/diseminasi Balitsereal tahun 2016 terdiri dari 7 RPTP dan 3 RDHP, yaitu:
1. Perakitan Varietas Jagung Toleran Lahan Sub Optimal Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
2. Perakitan Varietas Jagung Mendukung Ketahanan Pangan Nasional untuk Lahan Optimal
3. Perakitan Varietas dan Teknologi Produksi Gandum Tropis Mendukung Pertanian Bioindustri Berkelanjutan
4. Perakitan Varietas dan Teknologi Pengelolaan Sorgum pada Lahan Sub Optimal Untuk Ketahanan Pangan dan Pertanian Bio-Industri
5. Koleksi, Rejuvinasi, Karakterisasi dan Evaluasi Sumber Daya Genetik Tanaman Serealia
6. Analisis Genotip Berbasis Marka Molekuler (Jagung, Gandum, dan Sorgum) untuk Mendukung Perakitan Varietas Unggul
7. Perakitan Teknologi Produksi Jagung Mendukung Peningkatan Produktivitas Berkelanjutan
8. Percepatan Penyebarluasan Inovasi Teknologi Serealia Melalui Diseminasi dan Pendampingan Teknologi
9. Pengembangan Sistem Produksi dan Distribusi Benih Sumber Jagung VUB dan Serealia Lainnya Dengan Penerapan Manajemen Mutu
10. Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih
Selain itu, pada tahun 2016 Balitsereal juga melanjutkan pembangun Taman Sains Pertanian (TSP) yang berlokasi di KP. Maros, Sulawesi Selatan.
Output dari kegiatan penelitian/diseminasi Balitsereal pada tahun 2016 yaitu dihasilkan 5 varietas unggul baru jagung, 1 varietas unggul baru gandum, 1 varietas unggul baru sorgum, 7 teknologi tanaman serealia, 1.298 aksesi plasma nutfah serealia, 35.015 ton benih sumber serealia, terbangunnya Taman Sains Pertanian (TSP) di KP. Maros dan terselenggaranya SL mandiri benih jagung pada 5 propinsi.
xi LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Realisasi anggaran Balai Penelitian Tanaman Serealia sampai dengan 31 Desember 2016 sebesar Rp. 35.999.942.202,- atau 96,70% terdiri dari belanja pegawai Rp. 15.334.314.854,- (99,51%), belanja barang Rp. 11.334.483.848,- (91,32%), belanja modal Rp. 9.331.143.500,- (99,19), sisa anggaran TA. 2016 sebesar Rp. 1.229.149.798,- (3,30%), dan self blocking sebesar Rp. 941.000.000.
Realisasi penerimaan umum sebesar Rp. 209.174.233 (2747,9%) dan penerimaan fungsional sebesar Rp. 494.370.300 (148,2%). Hal ini menunjukkan realisasi PNBP tahun 2016 telah melampaui target yang telah ditentukan.
1 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Balai Penelitian Tanaman Serealia merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis di Bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian tanaman serealia (jagung, sorgum, gandum dan sereal potensial lainnya. Struktur organisasi Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) ditetapkan sesuai dengan SK Mentan Nomor: 80/Kpts/OT.210/1/2002.
Keberadaan Balitsereal sampai saat ini masih sangat diperlukan untuk melayani kebutuhan teknologi khususnya di daerah, agar penyediaan informasi dan kebutuhan teknologi spesifik lokasi tetap terjamin. Untuk itu Balitsereal sebagai salah satu instansi pemerintah dan unsur penyelenggara pemerintahan negara memiliki kewajiban untuk menyampaikan akuntabilitas kinerjanya secara internal sebagaimana telah diamanatkan dalam Inpres Nomor 7 Tahun 1999.
Penyampaian LAKIN Balitsereal Tahun 2016 ini dimaksudkan sebagai perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pencapaian sasaran strategis diukur berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam RENSTRA 2015 – 2019, khususnya penetapan kinerja Tahun 2016. Di samping itu penyusunan LAKIN ini juga ditujukan sebagai umpan balik untuk memperbaiki kinerja Balitsereal di masa yang akan datang.
Di era globalisasi ini batas geografis dimensi ruang dan waktu bukanlah merupakan hambatan bagi kemungkinan persaingan yang timbul sehingga harus mempersiapkan diri untuk membina khususnya organisasi yang dimiliki guna mencapai tujuan sesuai visi dan misi, terutama dalam pembinaan sumber daya manusia dan penentuan prioritas-prioritas penelitian yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Peranan pimpinan dan seluruh staf untuk mengadakan perubahan sikap dan perilaku dalam kondisi seperti ini, sehingga kesadaran untuk mempelajari kembali sekaligus untuk belajar memahami fenomena yang terjadi maupun perubahan tuntutan lingkungan baik dari sisi perubahan aspirasi stakeholder maupun perekonomian.
Untuk mengantisipasi perubahan dan dinamika lingkungan strategis, Balitsereal telah menyusun rencana strategis (Renstra) yang dapat mengarahkan
2 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 fokus program, pelaksanaan kegiatan penelitian, dan diseminasi teknologi spesifik lokasi secara efektif dan efisien. Selanjutnya, program strategis diarahkan untuk dapat memanfaatkan potensi sumberdaya spesifik wilayah berbasis inovasi dengan produk pertanian berkualitas dan bernilai tambah mempunyai dampak pada peningkatan kesejahteraan petani dan pemangku kepentingan. Pencapaian rencana strategis dan program strategis Balitsereal tertuang dalam perencanaan kinerja dan pengukuran kinerja.
1.2. Tugas dan Fungsi
Balai Penelitian Tanaman Serealia berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 11/Permentan/ OT.140/2/2007, mempunyai tugas melaksanakan penelitian tanaman serealia. Dalam melaksanakan tugasnya, Balitsereal menyelenggarakan; (1) Penyusunan Program Dan Evaluasi Pelaksanaan Penelitian Tanaman Serealia; (2) Pelaksanaan Penelitian Genetika, Pemuliaan, Pemanfaatan Plasmanutfah Jagung Dan Serealia Lainnya; (3) Pelaksanaan Kegiatan Agronomi, Fisiologi Dan Organisme Penganggu Tanaman Jagung Dan Serealia Lainnya; (5) Pelaksanaan Dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Tanaman Serealia; (6) Pengelolaan Tata Usaha Dan Rumah Tangga Balai.
1.3. Struktur Organisasi dan Jumlah Pegawai
Secara struktural Balitsereal dipimpin oleh seorang Pejabat Eselon III dan dibantu oleh tiga (3) orang Pejabat Eselon IV a, yaitu Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Pelayanan Teknik, dan Kepala Seksi Jasa Penelitian (Gambar 1). Disamping pejabat struktural tersebut, Kepala Balisereal dibantu oleh Ketua-Ketua Kelompok Peneliti dan Kepala-Kepala Kebun Percobaan.
Balitsereal didukung oleh 202 orang karyawan PNS dan 20 Tenaga Honorer yang terdistribusi di kantor utama Balitsereal dan 3 Kebun Percobaan (KP Bajeng, KP Bontobili, dan KP Maros). Berdasarkan latar belakang pendidikan akademis, komposisi Pegawai dan Honorer di Balai Penelitian Tanaman Serealia terdiri dari 15 orang S3 (doktor), 31 orang S2, 40 orang S1, 14 orang SM/D3, 69 orang SLTA dan 17 orang SLTP dan 36 orang SD.
Berdasarkan jabatan Balitsereal memiliki 9 orang menjabat Peneliti Utama, 15 orang Peneliti Madya, 11 orang Peneliti Muda, Peneliti Pertama 9 orang dan 6 orang Peneliti Non Klasifikasi.
3 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Tabel 1. Data Jumlah Peneliti Berdasarkan Tingkat Jabatan Tahun 2016.
Nama Fungsional Jumlah
Peneliti Utama 9
Peneliti Madya 15
Peneliti Muda 11
Peneliti Pertama 9
Peneliti Non Klasifikasi 6
Jumlah 50
Tabel 2. Data Jumlah Pegawai Negeri Sipil dan Honorer Balitsereal Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2016.
Jabatan Pendidikan Jumlah
S3 S2 S1 SM/
D3 SLTA SLTP SD
Peneliti 15 25 7 47
Peneliti Non Klas 3 3 6
Pustakawan 1 2 3 Litkayasa 1 7 8 Arsiparis Teknisi 4 4 6 4 12 30 PUMK 1 1 8 10 Administrasi 2 14 8 30 1 55 Satpam 1 3 3 1 8 Kebersihan 2 2 17 21 Sopir 2 4 2 8 Bengkel 4 2 6 Honorer 7 1 7 2 3 20 Total 15 31 40 14 69 17 36 222
4 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Tabel 3. SDM Balitsereal Berdasarkan Golongan Tahun 2016.
No. Uraian Jumlah (Orang)
1. Golongan IV 27
2. Golongan III 88
3. Golongan II 64
4. Golongan I 23
Jumlah 202
Gambar 1. Struktur Balai Penelitian Tanaman Serealia.
KEPALA BALAI KASUB TATA USAHA SEKSI JASA PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL PENELITI SEKSI PELAYANAN TEKNIK
5 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 1.4. Perencanaan Strategis
Tahun 2016 merupakan tahun kedua dari Rencana Strategis (Renstra) Balitsereal tahun 2015 – 2019 yang merupakan gambaran dari kinerja dan rencana kinerja Balitsereal yang lingkupnya dalam kurun waktu 5 tahunan, sehingga Rencana Strategis (Renstra) tersebut sebagai proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran yang telah ditetapkan organisasi.
A. Visi dan Misi
Sebagai lembaga penelitian, kerja Balitsereal harus sistematis dan terarah. Untuk itu diperlukan rumusan visi sebagai keinginan ideal yang hendak dicapai pada 2016, serta misi sebagai pemandu untuk mengarahkan program dan kegiatan Balitsereal. Visi dan Misi Balitsereal disusun dan diselaraskan dengan Visi dan Misi Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan serta Visi dan Misi Badan Litbang Pertanian. Visi dan Misi Balitsereal adalah sebagai berikut:
Visi Balitsereal:
” Balitsereal Sebagai Lembaga Penelitian Tanaman Serealia Berkelas Dunia Dalam Mewujudkan Sistem Pertanian – Bioindustri
Bekelanjutan”
Misi Balitsereal:
1. Mewujudkan inovasi teknologi tanaman serealia bioindustri tropika unggul berdaya saing berbasis advanced technology dan bioscience, bioengineering, teknologi responsif terhadap dinamika perubahan iklim, dan aplikasi Teknologi Informasi serta peningkatan scientific recognition.
2. Mewujudkan spektrum diseminasi multi channel (SDMC) untuk
mengoptimalkan pemanfaatan inovasi teknologi tanaman serealia berbasis bioindustri tropika unggul serta peningkatan impact recognition.
Disamping Visi dan Misi Balitsereal, juga telah dicanangkan budaya kerja Balitsereal yaitu:
Proaktif, sifat atau hal seperti: kreatif, responsif, cepat bertindak, mencari dan memanfaatkan peluang, tidak takut tantangan, serta giat berkomunikasi untuk mencari dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.
6 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Dibutuhkan: membangun diri dan Balai agar keberadaannya dibutuhkan orang/pengguna; maka apa yang dikerjakan, diteliti, dan dihasilkan Balitsereal harus berasal dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat atau pengguna, bukan kebutuhan peneliti.
Memuaskan: menunjukkan kinerja atau menghasilkan teknologi yang berkualitas tinggi agar memperoleh apresiasi dan mampu bersaing.
Penelitian Balitsereal menghasilkan teknologi yang efisien dan dapat diterapkan oleh petani, berorientasi agribisnis, dapat menjawab, mengantisipasi dan menciptakan kebutuhan pengguna, memanfaatkan sumberdaya alam secara optimal, ramah terhadap lingkungan, memanfaatkan informasi global, mengakomodasikan semua potensi internal untuk mengantisipasi persaingan global dan mengembangkan jaringan kerjasama nasional dan internasional. Teknologi yang dihasilkan dirakit dan dievaluasi untuk lokasi spesifik oleh Balitsereal yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh petani dan atau pengguna lain. Hubungan ini dapat merupakan umpan balik dari BPTP kepada Balitsereal sehingga dapat dihasilkan teknologi yang dapat diterapkan pada agroekosistem tertentu.
Kedepan, diharapkan Balitsereal dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan dan teknologi tanaman serealia terdepan, profesional, dan mandiri, untuk itu seyogyanya sebagian besar hasil penelitian dari Balitsereal nantinya mampu diterapkan oleh pengguna secara luas. Bahkan diharapkan semua teknologi produksi serealia yang diterapkan oleh petani bersumber dari Balitsereal. Di samping itu dapat terjalin komunikasi secara langsung dengan calon pengguna yang tersebar luas dan diharapkan mampu melayani kebutuhan calon pengguna secara cepat dan profesional. Pengguna hasil-hasil penelitian Balitsereal terdiri atas berbagai kalangan yaitu petani, penentu kebijaksanaan, pengusaha, penyuluh, peneliti dan lain-lain. Pengembangan sistem usahatani berbasis tanaman jagung, sorgum, gandum dan serealia potensial lain untuk masa 5 sampai 10 tahun yang akan datang sangat ditentukan oleh peluang dan potensi pasar, yang pada gilirannya menentukan tingkat adopsi teknologi oleh para pengguna.
7 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 B. Tujuan, Sasaran, dan Target Utama
Tujuan
Tujuan Balai Penelitian Tanaman Serealia tahun 2016 ditetapkan sebagai berikut :
1. Mengembangkan dan memanfaatkan keragaman sumber daya genetik untuk pembentukan varietas unggul tanaman serealia guna peningkatan produktivitas, sesuai preferensi konsumen serta adaptif terhadap perubahan faktor biotik dan abiotik.
2. Menghasilkan teknologi optimasi pemanfaatan sumber daya tanah (lahan dan air), tanaman dan organisme pengganggu tanaman (LATO) yang dapat meningkatkan potensi hasil dan mengurangi emisi gas rumah kaca (methan) di lahan suboptimal.
3. Meningkatkan kandungan nutrisi dan vitamin komoditas serealia melalui biofortifikasi untuk diversifikasi pangan.
4. Mempercepat alih teknologi dan distribusi benih sumber tanaman serealia kepada pengguna mendukung program strategis Kementerian Pertanian. 5. Mengembangkan jejaring dan kerja sama kemitraan dengan dunia usaha,
Pemerintah Daerah, lembaga penelitian dalam dan luar negeri. 6. Meningkatkan kualitas dan mengembangkan sumber daya penelitian. Sasaran Strategis
Untuk dapat menjadi lembaga rujukan Iptek dan sumber inovasi teknologi yang bermanfaat sesuai kebutuhan pengguna, sasaran strategis Balai Penelitian Tanaman Serealia adalah:
1. Diperoleh fenotipe sekitar 200 sumber genetik serealia sebagai bahan pembentukan varietas unggul baru.
2. Diperoleh 5 - 8 varietas unggul baru hasil inovasi teknologi serealia sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna.
3. Terdistribusinya benih sumber serealia yang berkualitas sebanyak 10-15 ton benih BS dan 25 - 35 ton benih BD serealia kepada pengguna mendukung program strategis Kementerian Pertanian dan untuk mempercepat adopsi varietas unggul baru.
4. Dihasilkan 3 - 5 teknologi serealia yang dapat merealisasikan potensi hasil dan mengantisipasi dampak iklim ekstrim.
8 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 5. Meningkatnya jejaring kerjasama nasional dan internasional, serta
diterbitkannya 2 - 4 makalah hasil penelitian di jurnal nasional dan internasional.
6. Berkembangnya kompetensi personil dan kelembagaan penelitian serta sistem koordinasinya secara horisontal dan vertikal melalui pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) secara terintegrasi di semua bidang. 7. Meningkatnya inovasi teknologi dengan pengakuan hak kekayaan intelektual
(HaKI) dan komersialisasi hasil penelitian minimal 50% dari kondisi 2010-2014.
Target Utama Balitsereal
Dalam periode 2015 - 2019, Balitsereal mempunyai beberapa target utama yaitu :
1. Jagung hibrida dan komposit umur sedang, genjah, super genjah, dan ultra genjah, toleran hama dan penyakit, kekeringan, kemasaman, kelebihan air mendukung peningkatan indeks panen.
2. Gandum tropika adaptif pada ketinggian tempat <400 m dpl produksi tinggi. 3. Jagung untuk pangan fungsional.
4. Sorgum untuk pangan dan bioenergi.
5. Pengembangan sistem perbenihan tanaman pangan dengan menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dalam produksi benih sumber. 6. Teknologi peningkatan produktivitas dan teknologi pengelolaan hara/lahan
dan air mendukung peningkatan indeks panen. C. Cara Mencapai Tujuan
Program Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang terkait dengan Program Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan dan Program Penelitian Tanaman Serealia ada 4 yaitu:
1. Program Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian.
2. Program Penelitian dan Pengembangan Teknologi Tinggi dan Strategis Pertanian.
3. Program Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi dan Nilai Tambah Pertanian.
9 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Ruang lingkup kebijaksanaan kegiatan penelitian/diseminasi utama Balitsereal dituangkan dalam 7 program kerja berikut kegiatannya, sebagai berikut :
1. Program Pengkayaan,Pengelolaan, Pemanfaatan dan Pelestarian Sumberdaya Genetik Tanaman Pangan
Koleksi, Rejuvinasi, Karakterisasi dan Evaluasi Sumber Daya Genetik Tanaman Serealia.
Analisis Genotip Berbasis Marka Molekuler (Jagung, Gandum dan Sorgum) untuk Mendukung Perakitan Varietas Unggul.
2. Program Penelitian Pemuliaan Perbaikan Sistem Produksi dan Tekno Ekonomi Serta Varietas Unggul Baru Tanaman Pangan
Perakitan Varietas Jagung Toleran Lahan Sub Optimal Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Perakitan Varietas Jagung Mendukung Ketahanan Pangan Nasional untuk Lahan Optimal.
Perakitan Varietas dan Teknologi Produksi Gandum Tropis Mendukung Pertanian Bioindustri Berkelanjutan.
Perakitan Varietas dan Teknologi Pengelolaan Sorgum pada Lahan Sub Optimal Untuk Ketahanan Pangan dan Pertanian Bio-Industri.
3. Program Teknologi Budi Daya Tanaman Pangan
Perakitan Teknologi Produksi Jagung Mendukung Pertanian Bioindustri dan Peningkatan Produktivitas Berkelanjutan.
4. Program Perbenihan Tanaman Pangan
Pengembangan Sistem Produksi dan Distribusi Benih Sumber Jagung VUB dan Serealia Lainnya Dengan Penerapan Manajemen Mutu.
5. Program Diseminasi Inovasi Teknologi Tanaman Pangan
Percepatan Penyebarluasan Inovasi Teknologi Serealia Melalui Diseminasi dan Pendampingan Teknologi.
6. Program Sekolah Lapang Mandiri Benih Jagung
Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih.
10 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 BAB II
PERENCANAAN KINERJA
Sesuai dengan Pokok-pokok Reformasi Perencanaan dan Penganggaran (SEB Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS dan Menkeu, No.0412.M.PPN/06/ 2009 19 Juni 2009) program hanya ada di Eselon I dan kegiatan di Eselon II. Program Badan Litbang Pertanian (Eselon I) pada periode 2015-2019 adalah Penciptaan Teknologi Dan Varietas Unggul Berdaya Saing.
2.1. Kegiatan Balai Penelitian Tanaman Serealia
Sesuai dengan organisasi Badan Litbang Pertanian, program Balai Penelitian Tanaman Serealia (Eselon III) masuk dalam Subprogram Penelitian dan Pengembangan Komoditas dengan Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Tabel 4). Indikator kinerja Unit Kerja/Satker adalah output. Kegiatan Litbang Tanaman Pangan sebagai berikut:
1. Pengkayaan, Pengelolaan, Pemanfaatan, dan Pelestarian Sumberdaya Genetik Tanaman Pangan
2. Penelitian Pemuliaan Perbaikan Sistem Produksi dan Tekno Ekonomi Serta Varietas Unggul Baru Tanaman Pangan
3. Teknologi Budidaya Tanaman Pangan 4. Perbenihan Tanaman Pangan
5. Diseminasi Inovasi Teknologi Tanaman Pangan 6. Sekolah Lapang Mandiri Benih Jagung
11 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Tabel 4. Rencana Kinerja Tahunan Balitsereal 2016.
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
Tersedianya informasi sumber daya genetik (SDG) tanaman jagung dan serealia potensial
Jumlah aksesi sumber daya genetik (SDG) tanaman jagung dan serealia potensial
860 aksesi
Terciptanya varietas unggul baru tanaman
jagung dan serealia potensial Jumlah varietas unggul baru tanaman jagung dan serealia potensial
5 varietas
Tersedianya teknologi budidaya, panen, dan pascapanen primer tanaman jagung dan serealia potensial
Jumlah teknologi budidaya, panen, dan pascapanen primer tanaman jagung dan serealia potensial
7 teknologi
Tersedianya benih sumber varietas unggul baru jagung dan serealia potensial untuk penyebaran varietas berdasarkan SMM-ISO 9001-2008
Jumlah produksi benih sumber varietas unggul baru jagung dan serealia potensial
35 ton
Pembangunan Taman Sains Pertanian
(TSP) di Provinsi Sulawesi Selatan Jumlah Taman Sains Pertanian (TSP)
1 Provinsi Terselenggaranya SL Kedaulatan Pangan
yang mengintegrasikan 1.000 desa mandiri benih mendukung swasembada jagung
Jumlah Sekolah Lapang produksi dan distribusi benih terintegrasi 1000 Desa Mandiri Benih jagung
5 Provinsi
2.2. Penetapan Kinerja
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintah yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi kepada hasil, Balai Penelitian Tanaman Serealia terus berupaya meningkatkan akuntabilitas kinerja menggunakan indikator kinerja yang meliputi efisiensi masukan (input), kualitas perencanaan dan pelaksanaan (proses), keluaran (output) baik primer (varietas, produk, komponen teknologi, prototipe, rumusan standar dan norma, alternatif kebijakan) maupun sekunder (publikasi dan fasilitas penelitian yang terakreditasi). Setelah mendapatkan indikator input pembiayaan melalui DIPA 2016, selanjutnya Rencana Kinerja Tahunan (RKT) ditetapkan menjadi Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) tahun 2016, yang merupakan ikhtisar rencana kerja tahunan yang akan dicapai tahun 2016. Penetapan kinerja ini adalah perjanjian kinerja yang merupakan tolok ukur keberhasilan dan menjadi dasar penilaian dalam evaluasi akuntabilitas kinerja Balai Penelitian Tanaman Serealia pada akhir tahun anggaran 2016.
12 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Perjanjian kinerja dalam PKT 2016 yang akan dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tanaman Serealia diuraikan sebagai berikut:
1. Pengkayaan, Pengelolaan, Pemanfaatan, Dan Pelestarian Sumber Daya Genetik Tanaman Serealia
a. Koleksi, Rejuvinasi, Karakterisasi, Dan Evaluasi Sumber Daya Genetik Tanaman Serealia
Input kegiatan ini sebesar Rp.314.079.000,- Target output
1. Terkoleksinya paling sedikit 20 aksesi baru.
2. Diperbaharui minimal 125 aksesi plasma nutfah jagung, 15 aksesi sorgum, dan 10 aksesi jewawut.
3. Tersedianya tambahan informasi minimal 30 aksesi jagung dan 30 aksesi sorgum terkarakterisasi sifat agronomisnya
4. Tersedianya informasi ketahanan terhadap cekaman biotik minimal 200 aksesi (kumbang bubuk, bulai, hawar daun, dan karat daun)
5. Tersedianya informasi ketahanan cekaman abiotik minimal 90 aksesi jagung (kekeringan, kemasaman tanah, dan genangan).
6. Tersedianya informasi kandungan nutrisi masing-masing enam aksesi/varietas jagung, dan sorgum.
Outcome
1. Mengoleksi varietas–varietas lokal Indonesia.
2. Menghindari terjadinya kepunahan plasma nutfah serealia atau erosi gen.
3. Menyediakan sumber gen baru dalam program perbaikan varietas spesifik target.
4. Mendapatkan plasma nutfah serealia unggul koleksi Balitsereal. Dampak
1. Berdampak pada kemajuan pendukung ilmu pemuliaan tanaman 2. Mendukung percepatan perolehan varietas baru yang sesuai keperluan
pengguna.
3. Menunjang program penganekaragaman bahan pangan, pakan dan industri yang lebih murah dan bermutu tinggi.
13 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 b. Analisis Genotip Berbasis Marka Molekuler (Jagung, Gandum, dan
Sorgum) untuk Mendukung Perakitan Varietas Unggul Input kegiatan ini sebesar Rp. 365.921.000,-
Target output
1. Diperoleh data dan informasi variabilitas genetik 1 set inbrida jagung elit normal dan jagung khusus berbasis marka SSR dan mendapatkan minimal 5 pasang peluang heterosis yang potensial menghasilkan hibrida elit normal atau jagung khusus potensi hasil tinggi tahan cekaman penyakit bulai.
2. Diperoleh minimal 250 individu populasi F3 dan minimal 300 sampel DNA populasi F2, dan mendapatkan minimal 30 marka polimorfis untuk pemetaan QTL tahan penyakit bulai. 3. Diperoleh data dan informasi variabilitas genetik 1 set aksesi plasma
nutfah sorgum manis dan diperoleh rekombinan potensial sorgum manis potensi gula brix tinggi dan hasil biji tinggi.
4. Data hasil phenotyping kekeringan jagung untuk karakter berbunga (ASI) dan leaf senescence serta mengetahui hasil asosiasi analisis marka SSR dan karakter agro-morfologi berbunga dan daun.
5. Diperoleh minimal 5 pasang inbrida calon-calon tetua hibrida dan/atau tester potensial jagung pulut.
Outcome
1. Data variabilitas genetik set-set galur elit inbrida potensial jagung, sorgum, dan gandum akan memberikan informasi yang bermanfaat dalam mengarahkan seleksi homosigositas/heterosigositas, pembentukan kelompok heterotik, dan seleksi tetua inbrida berdasarkan estimasi nilai jarak genetik inbrida elit dalam proses perakitan VUB. Ketiga aktivitas tersebut bersifat prabreeding yang dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat, tidak dipengaruhi lingkungan, sehingga dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya. 2. Tersedianya peta QTL jagung tahan penyakit bulai dan toleran
cekaman kekeringan yang bermanfaat dalam melakukan skrining galur-galur elit baru terhadap ketahanan penyakit bulai dan toleran cekaman kekeringan dan sebagai dasar dalam mendesain primer-primer spesifik tahan bulai.
14 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Dampak
1. Tersedianya informasi variabilitas genetik set-set inbrida atau plasma nutfah dan dapat meningkatkan efisiensi perakitan VUB karena mampu mempercepat proses seleksi (tetua) yang akurat yang akan berdampak terhadap terbentuknya calon varietas lebih cepat (5-7 tahun) dan dalam jumlah yang lebih banyak yang memiliki karakter unggul yang berbeda yang mengarah kepada spesifik lokasi.
2. Tersedianya galur toleransi cekaman kekeringan dan penyakit bulai akan berdampak pada turunnya persentase kehilangan hasil akibat kekeringan atau serangan penyakit bulai serta meningkatkan jumlah VUB yang dapat dilepas sesuai dengan salah satu syarat pelepasan varietas jagung yaitu tahan cekaman penyakit bulai.
3. Hasil sekuensing sorgum manis gula brix tinggi akan menghasilkan peta QTL akan memberikan informasi secara detail mengenai alil-alil unik dari sorgum manis gula brix tinggi yang akan berdampak pada perbaikan varietas sorgum manis yang sangat potensial dalam industri pangan fungsional, pakan dan bioenergi.
2. Penelitian Pemuliaan, Perbaikan Sistem Produksi Dan Tekno Ekonomi Serta Varietas Unggul Baru Tanaman Serealia
a. Perakitan Varietas Jagung Toleran Lahan Sub Optimal Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
Input kegiatan penelitian ini sebesar Rp. 977.203.000,- Target output
1. Dirilisanya 3 varietas jagung hibrida genjah - sedang, toleran kekeringan.
2. Terseksinya ≥ 5-7 hibrida harapan baru untuk uji multilokasi pada tahun berikutnya dari galur-galur generasi lanjut yang memiliki daya gabung yang baik pada lingkungan cekaman pemupukan N rendah berdasarkan evaluasi daya gabung
3. Terseksinya calon-calon varietas jagung hibrida toleran naungan pada MK melalui uji multilokasi dari hibrida terseleksi pada kondisi lingkungan ternaungi dari kegiatan Sinas sebelumnya.
15 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 4. Ditingkatkannya potensi genetik dan homosigositas galur-galur generas
awal, menengah dan lanjut berdasarkan penampilan dan daya gabungnya sesuai dengan terget seleksi berumur genjah-sedang, toleran cekaman kekeringan.
5. Ditingkatkannya potensi genetik populasi dan homosigositas galur-galur generas awal dan menengah berdasarkan penampilan dan daya gabungnya sesuai dengan terget seleksi yaitu berumur genjah-sedang dan toleran pemupukan N rendah.
6. Ditingkatkannya potensi genetik populasi dan homosigositas galur-galur generas awal dan menengah berdasarkan penampilan dan daya gabungnya sesuai dengan terget seleksi yaitu berumur genjah-sedang dan toleran genangan air.
7. Ditingkatkannya potensi genetik populasi dan homosigositas galur-galur generas awal dan menengah berdasarkan penampilan dan daya gabungnya sesuai dengan terget seleksi yaitu berumur sedang dan toleran cekaman kemasaman tanah.
8. Ditingkatkannya keragaman dan potensi genetik populasi jagung toleran salin.
9. Tersaringnya populasi, famili dan galur jagung generasi awal, menengah dan lanjut tahan terhadap penyakit bulai, hawar daun maydis, dan hawar pelepah dan upih daun. Terpublikasikannya hasil penelitian 2 -3 makalah pada jurnal nasional.
Outcome
1. Tersedianya varietas jagung hibrida dan bersari bebas unggul baru yang berumur ultara genjah - sedang, toleran terhadap cekaman abiotisdan biotis akan bermanfaat bagi petani untuk meningkatkan produktivitas jagungnya di lahan-lahan marjinal.
2. Tersedianya varietas jagung hibrida unggul baru yang berumur genjah dan atau sedang untuk lingkungan optimal dan tahan OPT utama jagung dengan harga yang terjangkau sehingga akan bermanfaat bagi petani untuk meningkatkan produktivitas jagungnya.
16 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Dampak
1. Tersedianya varietas jagung hibrida unggul baru yang berumur genjah dan sedang, toleran terhadap cekaman abiotis akan berdampak pada peningkatan kemampuan pemenuhan kebutuhan jagung nasional sehingga impor semakin berkurang dan bahkan mampu meningkatkan ekspor jagung;
2. Dengan dirilisnya varietas jagung hasil penelitian nasional akan berdampak terhadap pengurangan ketergantungan benih jagung hibrida multinasional sehingga program aksi keamanan, kemandirian dan kedaulatan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah dapat terwujud.
b. Perakitan Varietas Jagung Mendukung Ketahanan Pangan Nasional untuk Lahan Optimal
Input kegiatan penelitian ini sebesar Rp. 352.848.000,- Target output
1. Tersedia populasi/galur atau gen pool sebagai material genetik perakitan jagung hibrida untuk lahan optimal.
2. Tersedia populasi/galur dengan kandungan minyak dan tepung tinggi sebagai material genetik pembentukan jagung hibrida yang sesuai untuk industri pangan.
3. Tersedia populasi/galur atau gen pool sebagai material genetik perakitan jagung bersaribebas untuk lahan optimal.
4. Dirilisnya 2 VUB bersari bebas (QPM dan pulut ungu) adaptif pada lahan optimal.
Outcome
Dirilisnya satu atau lebih varietas jagung hibrida dan bersaribebas potensi hasil tinggi dapat meningkatkan produktivitas jagung dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani sejalan dengan peningkatan produksi per satuan luas.
Dampak
Tersedia varietas unggul baru baik jagung hibrida maupun bersari bebas dalam rangka memperbanyak pilihan varietas unggul sesuai dengan
17 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 sumber daya yang dimiliki petani, sehingga varietas unggul baru dapat berkembang dan bersaing dengan produsen jagung multinasional.
c. Perakitan Varietas dan Teknologi Produksi Gandum Tropis Mendukung Pertanian Bioindustri Berkelanjutan
Input kegiatan penelitian ini sebesar Rp. 212.602.000,- Target output
1. Terseleksinya calon-calon varietas gandum unggul baru hasil seleksi koleksi introduksi dan koleksi dalam negeri dengan potensi hasil ≥2 t.ha-1 pada dataran menengah - rendah (<700 m dpl) dan dataran
tinggi > 700 dengan potensi hasil ≥ 4 t.ha-1.
2. Diperolehnya galur hasil persilangan konvergent breeding F6 dan mutan generasi M6 hasil iradiasi sinar gamma dengan seleksi in vitro. 3. Dihasilkannya galur mutan homosigot hasil iradiasi dengan potensi hasil
≥2 t.ha-1 pada dataran menengah - rendah (<700 m dpl) dan dataran
tinggi > 700 dengan potensi hasil ≥ 4 t.ha-1.
4. Diperoleh segregan hasil rekombinasi galur-galur gandum baru untuk kegiatan pemuliaan lebih lanjut.
5. Diperoleh teknologi produksi gandum melalui optimalisasi populasi tanaman, pemupukan unsur hara mikro.
Outcome
1. Tersedianya varietas gandum tropis yang dapat dikembangkan di dataran rendah – sedang sehingga akan bermanfaat bagi petani untuk meningkatkan produktivitas gandum.
2. Tersedianya keragaman genetik gandum baik melalui radiasi sinar gamma, variasi somaklonal dan rekayasa genetik yang dapat dijadikan sebagai calon-calon varietas unggul gandum.
3. Tersedianya teknologi produksi gandum. Dampak
1. Tersedianya varietas gandum tropis yang dapat dikembangkan di dataran rendah – sedang akan berdampak pada peningkatan kemampuan pemenuhan kebutuhan gandum nasional sehingga dapat menjadi pilihan utama dalam diversifikasi pangan dalam rangka mengembangkan pangan berbasis terigu dalam negeri dan berkontribusi dalam menjaga keamanan pangan dalam negeri;
18 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 2. Tersedianya keragaman genetik gandum baik melalui radiasi sinar
gamma, variasi somaklonal dan rekayasa genetik yang dapat dijadikan sebagai calon-calon varietas unggul gandum, sehingga semakin banyak varietas gandum yang dapat dikembangkan.
3. Varietas gandum unggul yang dilepas pada kegiatan penelitian ini, diharapkan mampu mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi gandum nasional dalam mendukung pengembangan pangan berbasis terigu dalam negeri dan meningkatkan kemandirian pangan nasional.
4. Tersedianya teknologi produksi gandum.
d. Perakitan Varietas dan Teknologi Pengelolaan Sorgum Pada Lahan Sub Optimal Untuk Ketahanan Pangan dan Pertanian Bio-Industri
Input kegiatan penelitian ini sebesar Rp. 205.000.000,- Target output
1. Terserleksinya galur/varietas sorgum manis kadar etanol tinggi, biomas tinggi dan kandidat varietas sorgum potensi hasil biji dan kadar nutrisi tinggi sebagai pangan.
2. Teridentifikasinya paket komponen teknologi budidaya sorgum yang sesuai pada lahan sub optimal yaitu kemasaman, salinitas tinggi dan tahan kekeringan untuk pangan dan industri.
3. Teridentikasinya ketahanan calon-calon varietas sorgum terhadap hama dan penyakit utama.
4. Terkakakterisasinya sifat fisikokimia galur/calonvarietas/varietas, menyediakan bahan setengah jadi untuk pangan dan industri, dan teknologi penyimpanan sorgum.
5. Teridenfikasinya komponen teknologi dekomposer limbah pertanaman sorgum menjadi pupuk organik.
6. Teridenfikasinya preferensi petani/konsumen terhadap calon varietas sorgum untuk pengembangan sorgum sebagai bahan pangan dan bio-industri.
Outcome
1. Menunjang program penganekaragaman industri bahan bakar yang terbarukan, sehingga pengurangan polusi dengan mengurangi eksploitasi bahan bakar fosil yang tidak terbarukan.
19 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 2. Menunjang berbagai industry termasuk produk syrup manis, farmasi,
kosmetik dan lain-lainnya.
3. Menunjang program diversifikasi olahan pangan berbasis sorgum, dengan nilai unggul memiliki komponen pangan fungsional yang beragam menjadikannya akan lebih dikenal bukan sekedar pangan alternatif, tetapi pangan yang dibutuhkan masyarakat.
Dampak
1. Tersedianya teknologi mulai dari hulu hingga hilir untuk pengembangan sorgum dalam model pengelolaan sorgum untuk ketahanan pangan dan pertanian bio-industri pada lahan sub optimal.
2. Teknologi pengelolaan tersebut untuk mendukung ketahanan pangan dan percepatan agroindustri perdesaan. Pendekatan menggunakan konsep LEISA dan Zero Waste sehingga akan menjamin keberlanjutan dan berwawasan ramah lingkungan.
3. Hal tersebut akan mengangkat komoditas sorgum dari inferior menjadi superior baik sebagai bahan pangan maupun industry. Dari komoditas alternatif menjadi komoditas penting yang memang dibutuhkan pengguna/masyarakat.
3. Teknologi Budidaya Tanaman Serealia
a. Perakitan Teknologi Produksi Jagung Mendukung Peningkatan Produktivitas Berkelanjutan
Input kegiatan penelitian ini sebesar Rp. 517.400.000,- Target output
1. Teknologi pemupukan spesifik lokasi yang efisien pada lahan sawah dalam pola tanam padi-jagung dan lahan kering polatanam jagung-jagung.
2. Mikroorganisme dekomposer (bakteri dan cendawan) yang mempunyai daya rombak cepat terhadap limbah tanaman jagung serta pupuk organik bahan baku biomasa/limbah tanaman jagung sebagai pembenah tanah.
3. Teknologi sistem tanam legowo jagung hibrida yang sesuai pada populasi tinggi >71.000 tanaman/ha.
20 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 4. Karakter fisiologi tanaman yang memberikan kontribusi dalam
produkvitas tinggi pada populasi tinggi untuk digunakan dalam pemulian tanaman.
5. Teknologi pemupukan dengan populasi tinggi (>71.000 tanaman/ha). 6. Formulasi kombinasi biopestisida dan pestisida nabati dalam
pengendalian Bercak daun dan Hawar upih daun.
7. Menghasilkan Informasi data tingkat virulensi dari sepesies penyebab penyakit bulai.
8. Informasi data varietas unggul baru yang telah dirilis dengan durabilitas (kelestarian) resistensi yang tinggi terhadap penyakit bulai dari spesies P. philipinensis.
9. Informasi data efektivitas perpaduan fungisida bahan aktif metalaksil dengan varietas yang mempunyai durabiliitas (kelestarian) ketahanan yang lebih tinggi dalam pengendalain penyakit bulai dari spesies P. Maydis
10. data tingkat virulensi penyakit bulai dari spesies P. sorghi
11. Peta sebaran penyakit bulai berdasarkan spesies dari beberapa daerah di Indonesia di Sumbar, Sulut, dan Gorontalo.
Outcome
1. Mengurangi dan mengefektifkan penggunaan pupuk anorganik serta meningkatkan penggunaan pembenah tanah organik insitu, sehingga tidak ketergantungan pupuk anorganik.
2. Mengoptimalkan potensi fisiologi tanaman untuk peningkatan produktivitas jagung.
3. Mengurangi penggunaan pestisida anorganik. Dampak
1. Mencegah terjadinya degradasi kesuburan lahan, sehingga produktifitas lahan akan berkelanjutan (susainable).
2. Peningkatan produktivitas jagung yang efisiien.
3. Pencemaran lingkungan berkurang yang dikibatkan penggunaan pestisida.
4. Produk jagung bebas residu bahan kimia. 5. Meningkatnya pendapatan petani. 6. Meningkatnya produksi jagung nasional.
21 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 4. Perbenihan Tanaman Pangan
a. Pengembangan Sistem Produksi dan Distribusi Benih Sumber Jagung VUB dan Serealia Lainnya Dengan Penerapan Manajemen Mutu
Input dari kegiatan ini adalah sebesar Rp. 870.000.000,- Target Output
1. Terimplementasikannya sistem mamanjemen mutu dalam produksi benih sumber jagung klas Benih Penjenis (BS) sebanyak dan tetua hibrida = 6.000 kg dan Benih Dasar (BD) sebanyak = 22.000 kg, kg, sorgum dan gandum 2.000 kg, F1 jagung VUB = 5000 kg.
2. Terimplementasikannya sistem manajemen mutu berbasis SMM ISO 9001: 2008 dalam pengelolaan benih sumber serealia (jagung, sorgum, gandum).
Outcome
Benih sumber dan ketersediaan benih yang tersusun dalam database sistem perbenihan jagung berbasis ISO 9001: 2000, didukung oleh SDM yang berkualitas serta laboratorium yang terakreditasi berbasis ISO/IEC 17025:2005, lebih meyakinkan pengguna.
Dampak
Produk benih sumber kelas benih penjenis (BS) jagung, gandum dan sorgum yang diikuti dengan alih teknologi dan distribusi benih sesuai dengan sistem perbenihan yang baku akan berdampak pada percepatan distribusi benih sehingga adopsi varietas unggul baru akan menyebar lebih cepat dan luas karena petani lebih mudah mengakses benih bermutu. Dengan berkembang pesatnya adopsi varietas unggul baru yang lebih produktif dan adaptif di setiap wilayah pengembangan akan mempercepat peningkatan produktivitas yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani.
5. Diseminasi Inovasi Teknologi Tanaman Pangan
a. Percepatan Penyebarluasan Inovasi Teknologi Serealia Melalui Diseminasi dan Pendampingan Teknologi
Input dari kegiatan ini adalah sebesar Rp. 2.635.011.000,- Target Output dari kegiatan ini adalah :
1. Terselenggara peragaan teknologi jagung komposit dan hibrida produk Litbang, pameran, dan komunikasi tatap muka.
22 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016
2. Terinformasikan hasil penelitian terbaru dalam bentuk cetakan : Leaflet = 18.000 expl (20 judul), Brosur/Booklet = 7.000 expl, Poster = 500 expl,Buku PTT, SL-PTT, Buku Saku Hama Penyakit = 3000 exp
3. Terdampinginya kegiatan program GPPTT berbasis kawasan di propinsi (NAD, Sumsel, Kalteng, Sulteng, Sultra, NTB, dan NTT).
Outcome
1. Penerapan teknologi inovatif produksi serealia (khususnya jagung) oleh petani lebih baik sehingga mampu meningkatkan pendapatannya dan pada gilirannya akan berkembang secara luas.
2. Kerjasama dengan pihak ketiga lebih meningkat dan berkualitas, baik dalam bentuk kerjasama penelitian, produksi benih, pelatihan, maupun jasa konsultasi.
3. Data base dan peta sebaran Varietas Unggul, produksi dan produktivitas pada sentra produksi jagung sangat bermanfaat sebagai data base dan acuan perbaikan inotek jagung di Indonesia.
Dampak
1. Alur dan penerapan inotek akan terpenuhi dan akan dinamik untuk perbaikan dalam upaya peningkatan produksi jagung. Dengan penerapan inotek yang tepat, dampak ikutan yang ditimbulkan adalah produksi jagung meningkat dan swasembada jagung berkelanjutan mudah dicapai serta pendapatan petani dari hasil usahatani akan meningkat pula.
2. Varietas-varietas jagung hibrida hasil Balitsereal dikenal dan menyebar luas di lahan petani sehingga dapat berperan serta dalam program peningkatan produksi jagung nasional.
3. Peningkatan produksi dan produktifitas jagung yang berkelanjutan di tingkat petani.
b. Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih
Input dari kegiatan ini adalah sebesar Rp. 705.000.000,- Target Output
1. Dihasilkan benih sumber untuk mendukung kegiatan Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan di 5 BPTP.
23 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 2. Tersosialisasi cara produksi benih jagung hibrida/komposit di 5 provinsi
kepada calon untuk penangkar dan ketua-ketua kelompok tani dari dalam kawasan desa mandiri benih.
3. Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelatih (TOT) dari 5 BPTP.
4. Terjadi harmonisasi produksi benih antar lembaga terkait dan terlatih penangkar benih memproduksi benih jagung.
5. Terlatih penangkar dalam proses sertifikasi benih. Outcome
1. Terjadi percepatan penyebarluasan penggunaan benih varietas unggul baru (VUB) yang dihasilkan Balitsereal ke seluruh Indonesia.
2. Terjadi peningkatan koordinasi dan integrasi antara instansi yang terkait dengan ketersediaan benih jagung, baik antara Balitsereal dengan seluruh BPTP maupun antara Balitsereal dengan Dinas Pertanian dan BPSB dimasing-masing wilayah provinsi.
Dampak
Informasi keunggulan dan kelemahan VUB yang dihasilkan dapat diketahui secara bertahap dalam upaya pembuatan peta kesesuaian varietas jagung. 6. Taman Sains Pertanian
Input dari kegiatan ini adalah sebesar Rp. 3.640.496.000,- Target Output dari kegiatan ini adalah :
Terbangunnya Taman Sains Pertanian (TSP) di Balai Penelitian Tanaman Serealia dengan ruang lingkup padi, jagung, hortikultura, perikanan, dan peternakan yang berorientasi kepada pertanian terpadu, ilmiah, estetika, dan ekonomi. Outcome
1. Penerapan dan transfer teknologi yang lebih cepat.
2. Peningkatan kualitas SDM yang terampil dibidang agroteknologi dan agribisnis.
3. Pencapaian swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia.
Dampak
24 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1. Capaian Kinerja Organisasi 1. Pengukuran Capaian Kinerja
Dalam tahun 2016, Balai Penelitian Tanaman Serealia telah menetapkan lima (5) sasaran yang akan dicapai. Ke lima sasaran tersebut selanjutnya diukur dengan lima (5) indikator kinerja. Realisasi sampai akhir tahun 2016 menunjukkan bahwa sebanyak 5 sasaran yang telah dapat dicapai dengan hasil baik.
Tabel 5. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2016.
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi %
Tersedianya informasi sumber daya genetik (SDG) tanaman jagung dan serealia potensial
Jumlah aksesi sumber daya genetik (SDG) tanaman jagung dan serealia potensial
860 aksesi 1.298 aksesi 150
Terciptanya varietas unggul baru tanaman jagung dan serealia potensial
Jumlah varietas unggul baru tanaman jagung dan serealia potensial
5 varietas 7 varietas 140
Tersedianya teknologi budidaya, panen, dan pascapanen primer tanaman jagung dan serealia potensial
Jumlah teknologi budidaya, panen, dan pascapanen primer tanaman jagung dan serealia potensial
7 teknologi 7 teknologi 100
Tersedianya benih
sumber varietas
unggul baru jagung dan serealia potensial
untuk penyebaran
varietas berdasarkan SMM-ISO 9001-2008
Jumlah produksi benih
sumber varietas unggul baru jagung dan serealia potensial
35 ton 35,015 ton 100
Pembangunan Taman Sains Pertanian (TSP) di Provinsi Sulawesi Selatan
Jumlah Taman Sains
Pertanian (TSP) 1 Provinsi 1 Provinsi 100
Terselenggaranya SL Kedaulatan Pangan yang mengintegrasikan 1.000 desa mandiri benih mendukung swasembada jagung
Jumlah Sekolah Lapang produksi dan distribusi benih terintegrasi 1000 Desa Mandiri Benih jagung
25 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Dilihat dari hasil TabeL 5, indikator kinerja, kinerja Balai Penelitian Tanaman Serealia tahun 2016 secara umum menunjukkan telah mencapai keberhasilan.
2. Analisis Capaian Kinerja
Analisis dan evaluasi capaian kinerja tahun 2016 Balai Penelitian Tanaman Serealia dapat dijelaskan sebagai berikut:
Sasaran 1 Tersedianya Informasi Sumber Daya Genetik (SDG) Tanaman Jagung dan Serealia Potensial
Untuk mencapai sasaran tersebut diukur melalui pencapaian indikator kinerja utama dengan target berdasarkan Penetapan Kinerja yaitu tersedianya informasi sumber daya genetik tanaman jagung dan serealia potensial sebanyak 860 aksesi serealia.
Sasaran 1 telah dicapai melalui 2 kegiatan “Koleksi, Rejuvinasi, Karakterisasi, dan Evaluasi Sumber Daya Genetik Tanaman Serealia dan Analisis Genotip Berbasis Marka Molekuler (Jagung, Gandum, dan Sorgum) Menunjang Perakitan Varietas Unggul”.
Indikator kinerja sasaran yang telah ditargetkan dalam tahun 2016 telah tercapai dengan persentase sebesar 150%. Target yang disusun dalam PK yaitu tersedianya informasi sumber daya genetik tanaman jagung dan serealia potensial sebanyak 860 aksesi. Realisasi tingkat capaian diperoleh 1.298 aksesi (150%). Realisasi keuangan dari kegiatan ini sebesar Rp. 677.181.748,- (99,59%).
Pencapaian target indikator kinerja Sumber Daya Genetik Tanaman Jagung dan Serealia Potensial sebagai berikut :
Indikator Kinerja Target Realisasi %
Sumber Daya Genetik Tanaman Jagung dan Serealia Potensial 860 aksesi 1.298 aksesi 150
Realisasi tingkat capaian Indikator Kinerja Sumber Daya Genetik Tanaman Jagung dan Serealia Potensial yaitu diperoleh 1.298 aksesi. Untuk kegiatan Koleksi, Rejuvinasi, Karakterisasi, dan Evaluasi Sumber Daya Genetik Tanaman Serealia diperoleh sebanyak 781 aksesi (Tabel 6). Kegiatan Penelitian Analisis
26 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Genotip Berbasis Marka Molekuler (Jagung, Gandum, dan Sorgum) Menunjang Perakitan Varietas Unggul diperoleh sebanyak 517 aksesi (Tabel 7).
Tabel 6. Jumlah aksesi dari hasil penelitan Koleksi, Rejuvinasi, Karakterisasi, Dan Evaluasi Sumber Daya Genetik Tanaman Serealia, Tahun 2016.
Kegiatan Jenis Serealia Jumlah
Koleksi/Eksplorasi Jagung 91 Sorgum 9 Jewawut 34 Jali 7 Total 145 Karakterisasi Jagung 40 Sorgum 27 Total 67 Rejuvinasi Jagung 143 Sorgum 68 Jewawut 14 Total 225
Evaluasi Cekaman Biotik Kumbang Bubuk 30
Bulai 70
Hawar Daun 70
Karat Daun 69
Total 239
Evaluasi Cekaman Abiotis Kekeringan 30
Kemasaman 30
Genangan 30
Total 90
Evaluasi Komponen Nutrisi Jagung 8
Sorgum 7
Total 15
27 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Tabel 7. Jumlah aksesi dari hasil Penelitian Berbasis Marka Molekuler,
Tahun 2016.
Jenis Serealia Jumlah
Jagung normal toleran kekeringan 44
Jagung tahan cekaman penyakit bulai untuk pemetaan
QTL 281
Karakterisasi sorgum 50
Sorgum manis yang mengandung gen yang berperanan dalam meningkatkan kadar gula pada batang sorgum manis
50
Karakterisasi gandum 44
Gandum yang mengandung gen yang toleran
terhadap suhu tinggi 48
Total 517
Tabel 8. Perbandingan capaian kinerja Sumberdaya Genetik Tanaman Jagung dan Serealia Potensial tahun 2015 dan tahun 2016.
Indikator Kinerja 2015 2016
Sumber Daya Genetik Tanaman Jagung dan Serealia Potensial
Target 937 860
Realisasi 2.043 1.298
Tabel 8 menunjukkan capaian kinerja sumberdaya genetik tanaman Jagung dan Serealia Potensial tahun 2015 dan tahun 2016. Realisasi sumber daya genetik tahun 2015 sebanyak 2.043 aksesi, sedangkan tahun 2016 sumber daya genetik tanaman serealia sebanyak 1.298 aksesi. Hal ini memperlihatkan bahwa realisasi sumber daya genetik tahun 2015 dan tahun 2016 melebihi target yang telah ditetapkan.
28 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Sasaran 2 Terciptanya Varietas Unggul Baru Tanaman Jagung dan Serealia Potensial
Untuk mencapai sasaran kedua diukur melalui pencapaian indikator kinerja utama dengan target berdasarkan Penetapan Kinerja yaitu dirilis 5 varietas unggul baru tanaman jagung dan serealia potensial.
Sasaran 2 telah dicapai melalui 4 kegiatan “Perakitan Varietas Jagung Toleran Lahan Sub Optimal Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, Perakitan Varietas Jagung Mendukung Ketahanan Pangan Nasional untuk Lahan Optimal, Perakitan Varietas dan Teknologi Produksi Gandum Tropis Mendukung Pertanian Bioindustri Berkelanjutan, dan Perakitan Varietas dan Teknologi Pengelolaan Sorgum pada Lahan Sub Optimal Untuk Ketahanan Pangan dan Pertanian Bio-Industri”.
Indikator kinerja sasaran yang telah ditargetkan dalam tahun 2016 telah tercapai dengan persentase sebesar 140%. Target yang disusun dalam PK dirilis sejumlah galur harapan sebagai varietas unggul baru tanaman jagung dan serealia potensial sebanyak 5 varietas. Adapun realisasi tingkat capaian diperoleh 7 varietas (140%). Sedangkan realisasi keuangan dari kegiatan ini sebesar Rp. 1.324.878.105,- (99,61%).
Pencapaian target indikator kinerja Varietas Unggul Baru Serealia sebagai berikut :
Indikator Kinerja Target Realisasi % Varietas Unggul Baru Tanaman
Jagung dan Serealia Potensial 5 7 140
Realisasi tingkat capaian Indikator Kinerja Varietas Unggul Baru Tanaman Jagung dan Serealia Potensial adalah dirilis 7 varietas unggul baru serealia. Untuk kegiatan Perakitan Varietas Jagung Toleran Lahan Sub Optimal Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan dirilis 4 varietas yaitu hibrida CH 5 dengan usulan nama HJ 28 Agritan, hibrida HBSTK08 dengan usulan nama JH 35, HBSTK09 dengan usulan nama JH 37, dan HBSTK10 dengan usulan nama JH 47. Kegiatan Perakitan Varietas Jagung Mendukung Ketahanan Pangan Nasional untuk Lahan Optimal dirilis 1 varietas yaitu POP66C0.QPM.TLYQ dengan usulan
29 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 nama Srikandi Depu 1. Kegiatan Perakitan Varietas dan Teknologi Produksi Gandum Tropis Mendukung Pertanian Bioindustri Berkelanjutan dirilis 1 varietas yaitu galur G4 dengan usulan nama GURI 6. Kegiatan Perakitan Varietas dan Teknologi Pengelolaan Sorgum pada Lahan Sub Optimal Untuk Ketahanan Pangan dan Pertanian Bio-Industri dirilis 1 varietas dengan usulan nama Soper 6 Agritan. Keunggulan varietas unggul baru serealia yang dilepas pada tahun 2016 dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Varietas unggul baru serealia yang dirilis tahun 2016.
No Nama
VUB (hari) Umur Potensi hasil (t/ha)
Keterangan
1. HJ 28
Agritan 80 12,9 Hibrida CH 5 berumur genjah (±80 hst), potensi hasil 12,9 t/ha dengan provitas rata-rata ± 11,8 t/ha, tahan
terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora
philipinensis L.), hawar dan karat daun dataran rendah, stay green, umur genjah, adaptif pada lahan ketinggian 5 – 650 m dpl.
2. JH 35 99 12,9 Jagung hibrida HBSTK 08 (CLY231/CLY039), Agak
ahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis dan Peronosclerospora philippinensis), tahan terhadap penyakit karat daun (Puccinia sorghi) dan hawar daun dataran rendah (Helminthosporium maydis). Potensi hasil tinggi, tahan rebah akar dan batang, agak toleran kekeringan dan nitrogen rendah serta beradaptasi luas di dataran rendah.
3. JH 37 99 12,5 Jagung hibrida HBSTK 09 (CLY231/MAL03), Agak ahan
terhadap penyakit bulai jenis Peronosclerospora maydis dan sangat tahan terhadap Peronosclerospora philippinensis), serta tahan penyakit karat daun (Puccinia sorghi) dan hawar daun dataran rendah (Helminthosporium maydis). Potensi hasil tinggi, tahan rebah akar dan batang, agak toleran kekeringan dan nitrogen rendah serta beradaptasi luas di dataran rendah.
4. JH 47 98 12,8 Jagung hibrida HBSTK 10 (CY 11/G 201), Tahan
terhadap penyakit bulai jenis Peronosclerospora maydis dan Peronosclerospora philippinensis, serta tahan penyakit karat daun (Puccinia sorghi) dan hawar daun dataran rendah (Helminthosporium maydis). Potensi hasil tinggi, tahan rebah akar dan batang, toleran kekeringan dan nitrogen rendah serta beradaptasi luas di dataran rendah.
30 LAPORAN KINERJA BALITSEREAL 2016 Lanjutan Tabel 9.
No Nama
VUB Umur (hari) Potensi hasil (t/ha)
Keterangan
5. Srikandi
Depu 1 98 8,9 POP66C0.QPM.TLYQ berumur sedang (±98 hst), potensi hasil 8,9 t/ha dengan provitas rata-rata ± 7,5 t/ha, batang kokoh sehingga tahan rebah, tahan
terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora
philipinensis L.), hawar dan karat daun dataran rendah, adaptif pada lingkungan optimal dataran rendah (≤ 400 dpl), baik pada musim hujan maupun musim kering.
6. GURI 6 3,5 Galur G4 memiliki potensi hasil sebesar 3,5 t/ha dan
provitas hasil rata-rata 2,3 t/ha. Galur ini memiliki umur berbunga, umur panen lebih genjah, tinggi tanaman lebih pendek dibanding varietas existing, memiliki tingkat ketahanan terhadap penyakit hawar daun (Helminthosporium sativum) yang tergolong agak resisten. Galur ini memiliki hasil yang adaptif pada lingkungan optimal.
7. Soper 6
Agritan
105,71 6 Tahan terhadap hama aphis, agak tahan terhadap
penyakit bercak daun dan rentan terhadap bercak daun. Beradaptasi baik pada lingkungan optimal, berpotensi untuk pangan dan bahan baku energi
Tabel 10. Indikator tingkat capaian kinerja Varietas Unggul Baru Tanaman Jagung dan Serealia Potensial tahun 2015 dan tahun 2016.
Indikator Kinerja 2015 2016
Varietas Unggul Baru Tanaman Jagung dan Serealia Potensial
Target 7 5
Realisasi 7 7
Pada tahun 2015 capaian varietas unggul baru (VUB) adalah 7 varietas, sedangkan Tahun 2016 varietas unggul baru yang telah dirilis sebanyak 7 varietas, melebihi target yang telah ditentukan (140%). Hal ini mengindikasikan bahwa capaian kinerja Balai Penelitian Tanaman Serealia pada kegiatan perakitan varietas unggul baru sangat baik karena realisasi yang dicapai melebihi target yang telah ditentukan.