• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN SINEMATOGRAFER DALAM MEMBUAT VIDEO KONTEN MEDIA SOSIAL DI PT. RICCO KARTA SEJAHTERA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERAN SINEMATOGRAFER DALAM MEMBUAT VIDEO KONTEN MEDIA SOSIAL DI PT. RICCO KARTA SEJAHTERA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN SINEMATOGRAFER DALAM MEMBUAT

VIDEO KONTEN MEDIA SOSIAL DI PT. RICCO

KARTA SEJAHTERA

Laporan Magang

Ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Seni (S.Sn.)

Nama : Winna Frensia

NIM : 00000015638

Program Studi : Film

Fakultas : Seni dan Desain

UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA

TANGERANG

(2)

ii

PENGESAHAN LAPORAN KERJA MAGANG

PERAN SINEMATOGRAFER DALAM MEMBUAT VIDEO

KONTEN MEDIA SOSIAL DI PT. RICCO KARTA

SEJAHTERA

Oleh

Nama : Winna Frensia

NIM : 00000015638

Program Studi : Film

Fakultas : Seni dan Desain Tangerang, 17 Maret 2020

Mengetahui, Ketua Program Studi

Kus Sudarsono, S.E., M.Sn. Pembimbing

Jason Obadiah, S.Sn., M.Des.Sc.

Penguji

(3)

iii

LEMBAR PERNYATAAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT

DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KERJA MAGANG

Dengan ini saya:

Nama : Winna Frensia

NIM : 00000015638

Program Studi : Film

Menyatakan bahwa saya telah melakukan kerja magang:

Nama Perusahaan : Jarte Beauty (PT. Ricco Karta Sejahtera)

Divisi : Sinematografer

Alamat : Ruko Sedayu Square Blok J38, Jakarta Barat.

Periode Magang : 19 Desember 2019 – 19 Maret 2020 Pembimbing Lapangan : Abigail Vannessa

Laporan kerja magang ini merupakan hasil karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan plagiat. Semua kutipan karya ilmiah orang lain atau lembaga lain yang dirujuk dalam laporan kerja magang ini telah saya sebutkan sumber kutipannya serta saya cantumkan di Daftar Pustaka.

Jika di kemudian hari terbukti melakukan kecurangan/penyimpangan baik dalam pelaksanaan kerja magang maupun penulisan laporan kerja magang, maka saya bersedia menerima sanksi dinyatakan tidak lulus untuk mata kuliah magang yang telah saya tempuh.

Tangerang, 9 Maret 2020

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Menjadi sinematografer yang melakukan praktek magang di perusahaan yang bukan bergerak di bidang kreatif merupakan tantangan tersendiri khususnya dari segi waktu dan perlengkapan yang minim. Tidak menutup kemungkinan bahwa hasil dari apa yang telah Penulis kerjakan menjadi kurang maksimal apabila Penulis tidak berusaha mengasah kreativitas.

Bagi para insan kreatif yang nantinya memutuskan untuk bekerja diluar perusahaan kreatif, ini menjadi penting mengingat bagaimana perusahaan-perusahaan yang demikian selalu menuntut hasil terbaik, memberikan referensi yang sempurna namun tidak memberikan waktu dan perlengkapan yang dapat menopang hasil yang diinginkan.

Sebagai mahasiswi yang melakukan magang di perusahaan ritel, Penulis selalu dituntut untuk membuat sebuah iklan yang mampu membuat penonton tertarik untuk membeli produk yang diiklankan dengan referensi yang high-budget, namun perusahaan hanya memberikan satu produk untuk properti iklan, satu orang yang bekerja sendiri selama proses perekaman dan tanpa lampu sebagai pencahayaan.

Banyak pelajaran yang dapat dipetik oleh Penulis selama melakukan praktek magang di perusahaan ini, dimulai dari hal-hal yang bersifat umum seperti memahami pola pikir atasan dan orang lain yang awam dengan dunia sinematografi, mengetahui bagaimana perusahaan retail yang bergerak di bidang kosmetik berkompetisi dengan kompetitornya melalui konten media sosial, dan hal yang terkait dengan dunia kreatif seperti bagaimana menciptakan hasil yang maksimal dalam waktu cepat dengan perlengkapan yang minim.

Penulis berharap laporan magang ini dapat membantu pembaca yang akan melakukan praktek magang khususnya sebagai sinematografer pada sebuah perusahaan yang bukan bergerak di bidang kreatif. Semoga para pembaca dapat terbantu dengan kreativitas yang dituangkan oleh Penulis selama pembuatan video yang dituliskan dalam laporan ini. Penulis juga berharap pembaca yang akan melakukan magang di perusahaan sejenis untuk belajar juga mengenai banyak hal

(5)

v

lainnya diluar kepentingan kreatif namun mungkin juga memiliki dampak yang besar untuk hidup pembaca kedepannya.

Praktek magang ini mampu berjalan dengan baik dengan adanya keterlibatan dari beberapa pihak:

1. PT. Ricco Karta Sejahtera yang telah membuka lowongan dan memberikan kesempatan kepada Penulis untuk melakukan praktek magang

2. Abigail Vannessa selaku pembimbing lapangan yang selama ini memberikan briefing kepada Penulis terkait dengan video yang akan dibuat, membantu Penulis menyampaikan hal-hal terkait kurangnya perlengkapan selama proses pembuatan video, memberikan beberapa ilmu yang juga memiliki faktor penting dalam pembuatan iklan namun belum pernah Penulis pelajari sebelumnya.

3. Yuniko Putri selaku atasan yang memberikan banyak dukungan kepada Penulis selama proses pembuatan video hingga hasil akhir video.

4. Jennifer Halim selaku orang yang mewawancarai Penulis dan mempercayakan kedudukan sinematografer kepada Penulis

5. Kus Sudarsono, S.E., M.Sn. sebagai ketua program studi Film.

6. Jason Obadiah, S.Sn., M.Des.Sc. sebagai pembimbing penulisan laporan magang yang membimbing Penulis mulai dari awal hingga akhir penulisan.

7. Edwin Frendy dan Silviana Lensya sebagai orangtua Penulis yang tidak pernah berhenti memberikan dukungan sejak awal Penulis melakukan wawancara di perusahaan ini hingga selesai melakukan praktek magang di perusahaan ini

Tangerang, 9 Maret 2020

(6)

vi

ABSTRAKSI

Saat ini peluang profesi di bidang sinematografi tidak terbatas pada rumah produksi atau perusahaan yang bergerak di bidang periklanan saja. Demi menekan biaya jasa pembuatan iklan, banyak perusahaan ritel yang kini merekrut sinematografer untuk bekerja di perusahaan mereka. Salah satunya adalah PT. Ricco Karta Sejahtera, salah satu perusahaan ritel kosmetik lokal. Penulis mencari pengalaman magang di perusahaan ritel untuk mengenal sistem pekerjaan sinematografer diluar perusahaan yang khusus bergerak di bidang kreatif.

Terbiasa dengan materi pekerjaan sinematografer berbasis rumah produksi yang diajarkan Di Universitas Multimedia Nusantara, membuat Penulis menemui beberapa kendala selama melaksanakan praktek kerja magang sebagai sinematografer di perusahaan ritel, khususnya dari segi waktu dan perlengkapan pendukung perekaman. Namun kendala ini justru menjadikan Penulis lebih cekatan lagi dalam menyikapi masalah yang terjadi pada saat proses produksi dan lebih berani bereksplorasi dengan perlengkapan yang kurang memadai.

Tidak seperti perusahaan kreatif yang mengandalkan konsep unik dan kreativitas dari pembuatnya, perusahaan ritel lebih mengandalkan konsep yang sesuai dengan tren di kalangan kompetitornya, sehingga idealisme sinematografer harus mampu mengimbangi kebutuhan perusahaan. Tempo pekerjaan kreatif dalam perusahaan ritel sangat cepat sehingga bagi orang yang sudah terbiasa bekerja mengikuti basis rumah produksi, perlu banyak adaptasi terhadap waktu untuk bisa menyesuaikan dengan perusahaan khususnya di bagian pra-produksi.

(7)

vii

ABSTRACT

Currently professional opportunities in the field of cinematography are not limited to production houses or companies engaged in advertising. In order to reduce the cost of advertising services, many retail companies are now recruiting cinematographers to work in their companies. One of them is PT. Ricco Karta Sejahtera, one of the local cosmetics retail companies. Writer seeks internship experience in retail companies to get to know the cinematographer work system outside the company specializing in the creative field.

Being familiar with the production house-based cinematographer work material taught at Multimedia Nusantara University, Writer encountered several obstacles while carrying out apprenticeship practices as a cinematographer in retail companies, especially in terms of time and recording support equipment. However, this obstacle actually makes Writer more agile in dealing with problems that occur during the production process and more daring to explore with inadequate equipment.

Unlike creative companies that rely on the unique concepts and creativity of their cinematographers, retail companies rely more on concepts that are in accordance with trends among their competitors, so that cinematographer idealism must be able to balance the needs of the company. The tempo of creative work in retail companies is very fast, so for people who are used to working on a production house basis, it needs a lot of time adaptation to be able to adjust to the company, especially in the pre-production department.

(8)

viii

DAFTAR ISI

PENGESAHAN LAPORAN KERJA MAGANG ... II LEMBAR PERNYATAAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KERJA MAGANG ... III KATA PENGANTAR ... IV ABSTRAKSI ... VI ABSTRACT ... VII DAFTAR ISI ... VIII DAFTAR GAMBAR ... X DAFTAR TABEL ... XII DAFTAR LAMPIRAN ... XIII

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Maksud dan Tujuan Kerja Magang ... 2

1.3. Waktu dan Prosedur Pelaksanaan Kerja Magang ... 2

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 4

2.1. Deskripsi Perusahaan ... 4

2.2. Struktur Organisasi Perusahaan ... 5

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG ... 6

3.1. Kedudukan dan Koordinasi ... 6

3.2. Tugas yang Dilakukan ... 7

3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang ... 8

3.3.1. Proses Pelaksanaan ... 9

3.3.2. Kendala yang Ditemukan ... 31

3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan ... 31

(9)

ix

4.1. Kesimpulan ... 33 4.2. Saran ... 33 DAFTAR PUSTAKA ... 35

(10)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Logo Jarte Beauty ... 5

Gambar 2.1. Bagian Struktur Organisasi Perusahaan Jarte Beauty ... 5

Gambar 3.1. Bagan Alur Koordinasi ... 6

Gambar 3.2. Aurora Portable Puff ... 10

Gambar 3.3. Visual 1 Video Aurora Portable Puff: Permukaan yang empuk ... 11

Gambar 3.4. Visual 2 Video Aurora Portable Puff: Memiliki gagang ... 12

Gambar 3.5. Visual 3 Video Aurora Portable Puff: Meratakan foundation pada kulit ... 13

Gambar 3.6. Visual 4 Video Aurora Portable Puff: Memiliki tempat penyimpanan ... 14

Gambar 3.7. Visual 5 Video Aurora Portable Puff: Memiliki tutup dengan banyak lubang ... 14

Gambar 3.8. Visual 6 Video Aurora Portable Puff: Mudah dibawa ... 15

Gambar 3.9. Visual 1 Video 5 layer pure cotton pads: Opening ... 17

Gambar 3.10. Visual 2 Video 5 layer pure cotton pads: Tidak mudah sobek ... 18

Gambar 3.11. Visual 3 Video 5 layer pure cotton pads: Membersihkan make up 18 Gambar 3.12. Visual 4 Video 5 layer pure cotton pads: Kapas bekas make up ... 19

Gambar 3.13. Visual 5 Video 5 layer pure cotton pads: lima lapisan angle depan ... 20

Gambar 3.14. Visual 6 Video 5 layer pure cotton pads: Lima lapisan angle belakang ... 20

Gambar 3.15. Visual 7 Video 5 layer pure cotton pads: Establish lima lapisan ... 21

Gambar 3.16. Visual 8 Video 5 layer pure cotton pads: Lima lapisan di tempel di wajah ... 22

Gambar 3.17. Visual 9 Video 5 layer pure cotton pads: Lima lapisan dilepas dari wajah ... 22

Gambar 3.18. Visual 1 Aurora Portable Puff for GOJEK: Highlight produk ... 25

(11)

xi

Gambar 3.20. Visual 3 Aurora Portable Puff for GOJEK: Jatuh ke gunungan bedak. ... 27 Gambar 3.21. Visual 3 Aurora Portable Puff for GOJEK: Permukaan yang kotor ... 27 Gambar 3.22. Visual 4 Aurora Portable Puff for GOJEK: Tutup yang berjalan sendiri ... 28 Gambar 3.23. Visual 5 Aurora Portable Puff for GOJEK: Tutup berjalan

dibelakang ... 29 Gambar 3.24. Visual 5 Aurora Portable Puff for GOJEK: Tutup berhenti di

samping ... 29 Gambar 3.25. Visual 6 Aurora Portable Puff for GOJEK: Jatuh menggunakan tutup ... 30 Gambar 3.26. Visual 7 Aurora Portable Puff for GOJEK: Bersih dengan tutup . 30

(12)

DAFTAR TABEL

(13)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A: Surat Pengantar Magang ... XIV LAMPIRAN B: Surat Penerimaan Magang dari Perusahaan ... XV LAMPIRAN C: Kartu Kerja Magang ... XVI LAMPIRAN D: Kehadiran Kerja Magang 1 ... XVII LAMPIRAN E: Kehadiran Kerja Magang 2 ... XVIII LAMPIRAN F: Kehadiran Kerja Magang 3 ... XIX LAMPIRAN G: Formulir Realisasi Kerja Magang 1 ... XX LAMPIRAN H: Formulit Realisasi Kerja Magang 2 ... XXI LAMPIRAN I: Lembar Verifikasi Laporan Peserta Magang ... XXII LAMPIRAN J: Surat Selesai Magang ... XXIII LAMPIRAN K: Surat Pembekalan Magang ... XXIV LAMPIRAN L: Formulir Bimbingan Magang ... XXV

Referensi

Dokumen terkait

Khusus bagi pelamar jabatan Terampil - Terapis Gigi dan Mulut yang dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi karena masa berlaku Surat Tanda Registrasi (STR) sudah habis,

SAM printing lokakarya Screen adalah perusahaan di bidang clothing line dengan sejumlah klien dan tingkat produksi yang tinggi, keberadaan pemasok sangat penting, oleh karena

Banyak hal yang penulis pelajari selama menjalani praktik kerja magang ini, seperti memahami proses pembuatan kampanye yang sesuai dengan topik dan target, mempelajari

20 Dalam membuat content plan social media KoinWorks, peserta magang membuat content yang memiliki nilai di perusahaan di mana berisi seperti konten tips investasi,

Sebelumnya diberitakan ada kasus bullying di Pontianak pada bulan April 2019 yang sampai viral di media sosial, yaitu berinisial A diduga dikeroyok oleh 12 orang siswa

Bagi model psikologi yang telah dibangunkan ini, nilai koefisien ketiga-tiga laluan berada pada nilai rendah dan sederhana antara pemboleh ubah eksogen terhadap pemboleh ubah

Selama menjalankan praktek kerja magang, penulis membuat ilustrasi untuk konten Instagram IMURAL dengan brief konten yang sudah disiapkan oleh Dimash selaku

ini menggunakan konten tau video Influencer dari media sosial TikTok untuk memasarkan produk Lippie Serum Raeca yang viral di TikTok, dalam hal ini konten dari