BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

Teks penuh

(1)

101 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. a.Implementasi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum Kabupaten Boyolali melalui Peraturan Bupati Nomor 49 Tahun 2011, dalam kaitan dengan Pengelolaan Retribusi Pasar merupakan wewenang dan tanggung jawab UPT Dinas Pasar yang berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Boyolali, sebagai unsur pelaksana koordinasi kegiatan di bidang pengelolaan pasar.

b. Pelaksanaan pemunggutan retribusi pasar menggunakan sistem official assessment, yaitu pemunggutan berdasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2011, yaitu pemunggutan secara langsung dengan menggunakan sistem pemunggutan benda berharga berupa karcis dan penentuan besarnya tarif retribusi di dasarkan jenis, kelas dan golongan pasar.

2. a. Dalam penerapan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum Kabupaten Boyolalimelalui Peraturan Bupati Nomor 49 Tahun 2011 tentang Tata Cara Perizinan dan Pemungutan Retribusi Pelayanan Pasar terdapat beberapa kendala/hambatan yang dialami oleh UPT Dinas Pasar, yaitu sebagai berikut:

1) Kurangnya kesadaran wajib retribusi dalam membayar retribusi pasar 2) Sarana dan prasarana pasar yang kurang memadai

3) Petugas kurang tegas dalam memungut retribusi 4) Masih kurangnya Sumber Daya Manusia

b. Terkait dengan hal tersebut, dalam rangka mengatasi hambatan penerapan

(2)

102

Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum Kabupaten Boyolali, terdapat beberapa langkah strategis yang harus dilakukan, yaitu:

1) Melaksanakan sosialisasi, internalisasi maupun pembinaan secara berkelanjutan

2) Meningkatkan mutu pelaksana retribusi

3) Memperbaiki dan meningkatkan sarana dan prasarana pasar 4) Penerapan Perda tentang Retribusi Pasar secara konsisten

5) Peningkatan pengawasan dan pengendalian dalam pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011. Pengawasan dan pengendalian dapat dilakukan dengan monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala.

B. Implikasi

Berdasarkan kesimpulan dalam penelitian ini, terdapat implikasi yang ditimbulkan sebagai berikut :

1. Perlunya mengusahakan ekstensifikasi yaitu dengan mencari obyek baru yang dipandang dapat memunculkan retribusi pasar. Obyek baru maksudnya dengan mencari pasar yang belum dilakukan penarikan retribusi di wilayah Kabupaten Boyolali.

2. Perlunya mengimplementasikan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum Kabupaten Boyolali secara murni dan fair melalui Peraturan Bupati Boyolali Nomor 49 Tahun 2011 tentang Tata Cara Perizinan dan Pemungutan Retribusi Pelayanan Pasar.

3. Perlunya meningkatkan pengawasan dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum Kabupaten Boyolali melalui Peraturan Bupati Boyolali Nomor 49 Tahun 2011 tentang Tata Cara Perizinan dan Pemungutan Retribusi Pelayanan Pasar.

(3)

103

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi tersebut, maka penulis dapat memberikan saran-saran sebagai berikut :

1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penyuluhan terhadap para obyek retribusi untuk meningkatkan kesadaran obyek retribusi akan pentingnya retribusi penunjang pendapatan suatu daerah.

2. Diadakannya penyesuaian terhadap tarif yang dibebankan pada wajib retribusi sesuai dengan situasi dan kondisi perekonomian, sehingga nantinya jumlah penerimaan retribusi menyesuaikan dengan perkembangan perekonomian.

3. Mengadakan pertemuan secara berkala dengan wajib retribusi sehingga diperoleh kesamaan pendapat antara pemerintah dengan wajib retribusi.

(4)

xi

DAFTAR PUSTAKA

BUKU :

Ahmad Yani. 2004. Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Bruce L. Smith. 2003. Public Policy and Public Participation of Public Policy. Canada:Atlantic Regional Office.

Budi Winarno.2008. Kebijakan Publik Teori dan Proses.Yogyakarta: Medpress. Davey, K. J.1988. Pembiayaan Pemerintahan Daerah. Jakarta: Universitas

Indonesia Press.

C Goedhart. 1982. dalam naskah akademis RUU tentang Keuangan Negara (terjemahan Ratmoko SH). Jakarta :Djambatan.

Hanif Nurcholis. 2007.Teori Dan Praktik Pemerintahan Dan Otonomi Daerah.Teori dan Praktek Pemerintahan Daerah dan Otonomi Daerah. Jakarta : Gramedia Widyasarana Indonesia.

Josef Riwu Kaho. 1998. Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik Indonesia, Jakarta : Rajawali Pers.

Magnar, Kuntana. 1984.Pokok-pokok Pemerintah Daerah Otonom dan Wilayah Administratif. Bandung: Armico.

Manan, Bagir. 2001. Menyongsong Fajar Otonomi Daerah. Yogyakarta: Pusat Studi Hukum Fakultas Hukum UII.

Manan, Bagir. 1994. Hubungan antara Pusat dan Derah menurut UUD 1945. Jakarta : Sinar Harapan.

Mardiasmo.2009. Perpajakan Indonesia. Edisi Revisi.Jogjakarta: Andi Press. Miftah Thoha. 1985. Manejemen Pembangunan Daerah Tingkat II. Jakarta: Prisma. Rianto Adi Nugroho. 2005.Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum. Jakarta :

Granit.

Nugroho, Riant. 2006.Kebijakan Publik Untuk Negara-Negara Berkembang. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

(5)

xi

Rochmat Soemitro.1985.Pajak Penghasilan. Bandung: Eresco. Said Zainal Abidin. 2006. Kebijakan Publik, Jakarta: Suara Bebas.

Soedargo, SH. 1964. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Bandung: NV Eresco. Siagian, S. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara. Subarsono, AG. 2008. Analisis Kebijakan Publik (Konsep, Teori dan

Aplikasi). Cetakan Ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugianto, 2008.Pajak dan Retribusi Daerah, Jakarta: PT Grasindo. Sugeng Istanto. 2007.Penelitian Hukum, Yogyakarta: CV Ganda.

Sunarto. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. Yogyakarta: Penerbit Amus. Syaukani, Affan Gaffar, M. Ryaas Rasyid. 2002.Otonomi Daerah Dalam

NegaraKesatuan.Jogjakarta:Pustaka Pelajar.

Tim ICCE UIN Jakarta. 2005. Demokrasi Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Jakarta: Prenada Media.

Wirawan B. Ilyas dan Richard Burton. 2008. Hukum Pajak. Jakarta: Salemba Empat.

JURNAL :

Chia-Jen Chang. 2012.”International Journal of Economics and Finance Studies”. Revenue Fiscal Difficulties of Local Government in Taiwan.Vol. 4. No. 1. Tjip Ismail. 2011. ”Implentasi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Di Era OtonomiDaerah”.ejournal.undip.ac.id/index.php/mmh/article/download/3 477/3124MMH, Jilid 40 No. 2. April.

OsmanFerdous Arfina. 2002.”Public policy making: Theoriesandtheir implications for developing countries”. Asian Affairs 24 (3).

Sani. 2011.”Mekanisme Pemungutan Retribusi Jeruk Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Sambas”. Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial.Vol.3 No. 2. Juni.

Tjip Ismail.2011.”Journal of Administrative Science and Organization”. Pradigm Change of Local Tax Vol. 18 No. 1. hal. 33-34.

(6)

xi WEBSITE :

Realisasi Retribusi Daerah Menurut Kabupaten / Kota di Jawa Tengah Tahun 2008 – 2010 (dalam ribu rupiah)

http://jateng.bps.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id= 398:10111&catid=58:keuangan-2011&Itemid=94 ( 1 November 2013, 20.00)

PERUNDANG-UNDANGAN :

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum.

Peraturan Bupati Boyolali Nomor 49 Tahun 2011 tentang Tata Cara Perizinan dan Pemungutan Retribusi Pelayanan Pasar.

(7)

xi Lampiran 1

PEDOMAN WAWANCARA

Dinas Pasar :

1. Bagaimana metode pelaksanaan pemungutan retribusi jasa Pasar?

2. Bagaimana antusias dari masyarakat ketika ada penyuluhan tentang program-program baru yang akan dilaksanakan oleh pemerintah terkait dengan pasar?

3. Apakah ada pembagian tugas kepada penagih dalam menagih jasa retribusi? 4. Apakah ada kendala atau masalah dalam melakukan penagihan kepada

wajib retribusi? Jelaskan.

5. Solusi apakah yang akan dilakukan terhadap wajib retribusi yang tidak membayar tagihan retribusi?

6. Apakah jumlah pegawai yang ada saat ini sudah cukup memadai ? 7. Berapa tarif retribusi yang dibebankan kepada wajib retribusi?

8. Apakah retribusi yang yang dipungut langsung diserahkan ke kas daerah? 9. Apakah ada sosialisasi yang dilakukan kepada wajib retribusi (pedagang)

dalam hal kewajibannya membayar tagihan retribusi?

Pengelola Pasar :

1. Apaakah pegawai pasar ditempatkan sesuai dengan kemampuannya? 2. Apakah pernah melakukan pelatihan untuk semua pegawai pasar?

3. Apakah pernah melakukan penyuluhan jika ada rencana / program dari pemerintah yang akan dilaksanakan ?

4. Bagaimanakah tahapan perencanaan penentuan target setiap tahunnya, atas dasar apa penentuan target tersebut?

5. Apakah ada masalah dalam penentuan target setiap tahunnya? Jika iya, masalah-masalah seperti apa saja? Apa penyelesaian dari permasalahn tersebut?

6. Bagaimanakah penyelesaian dari penyebab tidak tercapainya target setiap tahunnya?

(8)

xi pemerintah daerah?

8. Dengan melihat data selama 4 tahun terakhir tentang target dan realisasi penerimaan retribusi (jasa) tidak pernah tercapainya target dan realisasi, apakah penyebab demikian?

9. Strategi apakah yang akan dilakukan Dinas agar terjadi peningkatan penerimaan target terhadap pendapatan asli daerah?

Figur

Memperbarui...

Related subjects :