• Tidak ada hasil yang ditemukan

Psikologi Dunia Kerja Stres Dalam Pekerjaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Psikologi Dunia Kerja Stres Dalam Pekerjaan"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

Stres Dalam Pekerjaan

Dinnul Alfian Akbar, SE, M.Si

(2)

Pandangan Mengenai Stres

•Stres:

¾Apabila pekerja kurang mampu

mengadaptasikan keinginan-keinginan dengan kenyataan-kenyataan yang ada baik kenyataan yang ada di dalam maupun di luar dirinya

¾Segala macam bentuk stres pada dasarnya

disebabkan oleh kekurang mengertian manusia akan keterbatasan dirinya.

(3)

Pandangan Mengenai Stres

•Menurut Dr. Hans Selye:

¾Stress: sesuatu yang abstraksi. Orang tidak

dapat melihat pembangkit stres (stressor), yang dapat dilihat ialah akibat dari pembangkit stres ¾Stress terdiri dari 3 tahap (general adaptation):

Alarm (tanda bahaya)

Resistance (perlawanan)

(4)

Pandangan Mengenai Stres

• Jika reaksi badan tidak cukup, berlebihan,

atau salah maka dapat menimbulkan :

diseases of adaptation (penyakit dari

adaptasi)

• Misalnya:

¾gastrointestinal ulcers (nanah dari perut),

¾Tekanan darah tinggi

¾Penyakit jantung (cardiac incidents), ¾Alergi

(5)

Pandangan Mengenai Stres

•Pengkritik Selye berpendapat:

¾Stres merupakan fungsi dari individu yang menafsirkan situasi

¾Reaksi orang berbeda terhadap situasi stress yang sama

¾Orang tidak memberikan jawaban langsung terhadap rangsang, tetapi terhadap arti dari rangsang itu.

¾Contoh:

“apa yang ada lakukan ketika anda diberi gelas yang berisi cairan?”

(6)

Pandangan Mengenai Stress

•Pengkritik Selye berpendapat:

¾Peristiwa/rangsang yang terjadi tidak

membangkitkan stres, tetapi individu sendiri yang mempersepsikannya sebagai situasi yang penuh stres

¾Penghayatan stres ditentukan oleh:

• Penafsiran tentang tuntutan apa yang dihadapi

• Analisis dari sumber-sumber yang dimiliki untuk mampu menghadapi tuntutan

(7)

Pandangan Mengenai Stres

•Pengkritik Selye berpendapat:

¾Contoh: Menjelang Ujian Akhir Semester.

• Situasi stres bagi mereka yang ragu akan penguasaan bahan dan kemampuan menjawab pertanyaan

• Bukan stres bagi mereka yang menguasai bahan ujian dan mampu menjawab pertanyaan.

¾Berikan contoh lain sesuai dengan pengalaman anda!!

(8)

Pandangan Mengenai Stres

•Fincham & Rhodes berpendapat:

¾Stres merupakan hasil dari tidak/kurang adanya kecocokan antara orang (dalam arti

kepribadiannya, bakatnya, dan kecakapannya) dan lingkungannya yang mengakibatkan

ketidakmampuannya untuk menghadapi

(9)

Pandangan Mengenai Stress

•Selye membedakan stres menjadi:

¾Distress;

• bersifat negatif dan destruktif.

• Akan timbul jika tingkat stres telah melewati titik optimalnya

¾Eustress;

• yang bersifat konstruktif dan positif.

• Makin tinggi dorongan untuk berprestasi, makin tinggi tingkat stresnya, makin tinggi

(10)

Hubungan Stres dan Prestasi Pekerjaan Pr est a si K e rj a

(11)

Tanda Tanda Stres

•Everly & Girdano,mengemukakan

tanda-tanda stres berdampak pada:

¾Mood (suasana hati)

¾Musculoskeletal (otot kerangka)

(12)

Pembangkit Stres

•Faktor-faktor dalam pekerjaan yang

dapat menimbulkan stres:

¾Faktor intrinsik dalam pekerjaan ¾Peran dalam organisasi

¾Pengembangan karir

¾Hubungan dalam pekerjaan ¾Struktur dan iklim organisasi

(13)

Pembangkit Stres

•Faktor intrinsik dalam pekerjaan

¾Tuntutan Fisik: • Bising • Vibrasi • hygiene ¾Tuntutan Tugas • Kerja shift • Beban kerja

(14)

Pembangkit Stres: Bising

• Dapat menimbulkan gangguan sementara/tetap pada alat pendengaran

• Dapat menyebabkan stress, akibat dari peningkatan kesiagaan & ketakseimbangan psikologis

• Paparan: rasa lelah, sakit kepala, mudah tesinggung, tidak mampu berkonsentrasi.

• Akibat paparan: penurunan produktivitas, terjadi kecelakaan, penurunan perilaku membantu,

bersikap lebih negatif terhadap orang lain, rasa

(15)

Pembangkit Stres: Vibrasi

• Sumber stress yang kuat yang mengakibatkan peningkatan taraf catecholamine dan perubahan

dari berfungsinya seseorang secara psikologikal dan neurologikal

• Vibrasi yang beralih dari benda ke badan dapat

(16)

Pembangkit Stres: Hygiene

• Lingkungan yang kotor dan tidak sehat merupakan pembangkit stres

• Faktor pembangkit stres:

¾Kondisi berdebu dan kotor

¾Akomodasi pada waktu istirahat yang kurang baik ¾Toilet yang kurang memadai

(17)

Pembangkit Stres: Kerja Shift

•Bahwa kerja shift merupakan sumber

utama dari stres bagi para pekerja

pabrik

¾Berdasarkan penelitian, Para pekerja shift lebih sering mengeluh tentang kelelahan dari pada pekerja biasa, dan dampak dari kerja shift

terhadap kebiasaan makan yang mungkin menyebabkan gangguan-gangguan perut

(18)

Pembangkit Stres: Beban Kerja

• Beban kerja berlebih dan beban kerja sedikit

merupakan pembangkit stres.

¾Beban kerja yang terlalu banyak/sedikit (kuantitatif) yang timbul sebagai akibat dari tugas-tugas yang terlalu

banyak/sedikit diberikan kepada tenaga kerja untuk diselesaikan dalam waktu tertentu.

¾Beban kerja terlalu banyak/sedikit (kualitatif), yaitu jika orang merasa tidak mampu untuk melakukan suatu

tugas, atau tugas tidak menggunakan keterampilan dan/atau potensi dari tenaga kerja

(19)

Pembangkit Stres

•Peran dalam organisasi

¾Konflik Peran

(20)

Pembangkit Stres: Konflik Peran

• Timbulnya konflik peran

¾Pertentangan antara tugas-tugas yang harus dilakukan dan antara tanggung jawab yang dimiliki

¾Tugas-tugas yang harus dilakukan yang menurut pandangannya bukan merupakan bagian dari pekerjaannya

¾Tuntutan-tuntutan yang bertentangan dari atasan, rekan, bawahan, atau orang lain yang dinilai penting bagi dirinya ¾Pertentangan dengan nilai-nilai dan keyakinan pribadinya

(21)

Pembangkit Stres: Konflik Peran

•Empat jenis konflik peran (Miles &

Perreault)

¾Konflik peran-pribadi

• tenaga kerja ingin melakukan tugas berbeda dari yang disarankan dalam uraian pekerjaannya

¾Konflik Intrasender

• Tenaga kerja menerima penugasan tanpa memiliki tenaga kerja yang cukup untuk dapat menyelesaikan tugas

(22)

Pembangkit Stres: Konflik Peran

•Empat jenis konflik peran (Miles &

Perreault)

¾Konflik Intersender

• Tenaga kerja diminta untuk berperilaku sedemikian rupa sehingga ada orang yang merasa puas dengan hasilnya, sedangkan orang lain tidak

¾Konflik dengan beban berlebih

• Tenaga kerja mendapat penugasan kerja yang terlalu banyak dan tidak dapat ia tangani secara efektif

(23)

Pembangkit Stres: Ketaksaan Peran

• Dirasakan ketika sesorang tidak memiliki

cukup informasi untuk dapat melaksanakan

tugasnya atau tidak mengerti atau

merealisasikan harapan-harapan yang

berkaitan dengan peran tertentu.

(24)

Pembangkit Stres: Ketaksaan Peran

• Faktor-faktor yang dapat menimbulkan

ketaksaan peran (Everly & Girdano):

¾Ketakjelasan sasaran dan tujuan

¾Kesamaran tanggung jawab

¾Ketakjelasan prosedur kerja

¾Kesamaran tentang apa yang diharapkan oleh orang

lain

¾Kurang adanya balikan, atau kepastian tentang

(25)

Pembangkit Stres: Ketaksaan Peran

• Menurut Khan et. al ,Stres karena ketidakjelasan sasaran dapat mengarah pada

:

¾Ketidakpuasan pekerjaaan

¾Kurang memiliki kepercayaan diri

¾Rasa diri tidak berguna

¾Rasa harga diri yang menurun

¾Depresi

¾Motivasi rendah untuk bekerja

¾Peningkatan tekanan darah dan detak nadi

(26)

Pembangkit Stres

•Pengembangan Karir

¾Ketidakpastian pekerjaan (Job Insecurity)

• Ketakutan kehilangan pekerjaan, ancaman bahwa pekerjaannya dianggap tidak diperlukan lagi

¾Promosi yang berlebih atau kurang (Over/Under

Promotion)

• Peluang yang kecil untuk promosi, baik karena keadaan tidak mengizinkan maupun karena ‘dilupakan’ dapat membangkitkan stres

• Stres yang timbul karena over promotion memberikan kondisi yang sama seperti beban kerja yang berlebih,

(27)

Keterasingan Kerja

•Ciri-ciri

¾Merasa tidak bahagia dalam bekerja ¾Bosan dalam keseharian kerja

¾Merasa direndahkan, ditindas oleh pekerjaan sendiri

(28)

Keterasingan Kerja

•Penyebab keterasingan kerja

¾Struktural

• Struktur yang ada dan sebab-sebab yang berasal dari faktor eksternal (berhubungan erat dengan kemajuan teknologi yang mendorong perkembangan industri.

¾Fungsional

• Berasal dari faktor internal atau berasal dari diri pekerja itu sendiri (kondisi mental pekerja dan kualitas pekerja dalam memenuhi tuntutan kerja sesuai dengan

(29)

Kebosanan Kerja

• Pandangan Mengenai Kebosanan Kerja

¾Kebosanan kerja bisa terjadi bukan saja pada pekerja di tingkat bawah (Frontliner) tetapi juga bisa melanda para pekerja di tingkat atas (Managerial Level).

¾Oleh karena itu banyak perusahaan yang melakukan berbagai tindakan pencegahan dengan cara melakukan rotasi kerja, melibatkan pekerja dalam pengambilan

keputusan, melaksanakan company gathering,

memberikan kesempatan untuk melakukan cuti, dan masih banyak lagi hal lainnya.

(30)

Kebosanan Kerja

•Penyebab Kebosanan Kerja

¾Pekerjaan Tidak Menarik atau Tidak Menantang ¾Tidak Memiliki Otonomi

¾ Arti Bekerja

(31)

Mengelola Stres

• Stres: dapat dicegah atau dihadapi

• Mengelola stres:

¾Berusaha mencegah timbulnya stres, meningkatkan

ambang stres dari individu, dan menampung akibat fisiologikal dari stres

• Tujuan mengelola stres:

¾Mencegah stres jangka pendek menjadi stres kronis

¾Mengatasi stres kronis/stres yang negatif destruktif

(32)

Mengelola Stres

• Reaksi terhadap stres: flight or fight

¾Flight (melarikan diri):

• Meninggalkan ruangan kerja • Mengundurkan diri

• Melarikan diri secara psikologis: minum alkohol, ganja, me-repress

¾Fight (melawan dengan baik):

• Mengubah faktor dilingkungan agar tidak merupakan pembangkit stres

• Mengubah faktor-faktor dalam individu agar:

(33)

Mengelola Stres

•Teknik-teknik:

¾Kerekayasaan organisasi ¾Kerekayasaan kepribadian ¾Penenangan pikiran

(34)

Mengatasi Stres Bagi Manajer

•Kiat

¾Rela mendelegasikan pekerjaan kepada bawahan

¾Jangan pernah bertindak berlebihan di dalam keadaan darurat atau dalam situasi kritis

¾Dengarkan baik-baik pendapat orang lain ¾Jujur dan langsung dalam hubungan kerja

(35)

Mengantisipasi Stres Kerja

• Untuk Para Pimpinan

¾Pertama adalah desain tugas/pekerjaan yang stressful. ¾Kedua adalah gaya manajemen yang stressful.

¾Ketiga adalah hubungan interpersonal yang tidak kondusif

¾Keempat adalah peranan kerja yang tidak jelas. Ini misalnya terjadi konflik peranan,

¾Kelima adalah nasib karir yang tidak jelas

¾Keenam adalah kondisi lingkungan yang mengancam keselamatan

(36)

Mengantisipasi Stres Kerja

• Antisipasi Bagi Para Manajer:

1.Merumuskan standar, Kriteria dan strategi untuk mengatur muatan kerja agar benar-benar sesuai dengan kapabilitas dan sumberdaya yang

tersedia.

2.Merancang pekerjaan atau tugas yang kira-kira menantang, memberikan nilai tambah,

memberikan kesempatan orang untuk

mengaplikasikan keahliannya atau pengetahuan atau pengalaman

(37)

Mengantisipasi Stres Kerja

• Antisipasi Bagi Para Manajer:

3. Mempertegas peranan dan tanggung jawab

masing-masing orang agar tidak terjadi crowded atau overlapping.

4. Memberi kesempatan berpartisipasi dalam proses mengambil keputusan.

(38)

Mengantisipasi Stres Kerja

• Antisipasi Bagi Para Manajer:

5.Mengurangi berbagai bentuk komunikasi dan informasi yang bisa menimbulkan kekacauan, ketakutan atau ketidakpastian.

6.Memberi ruang terjadinya proses keakraban sosial di antara para pekerja

(39)

Mengantisipasi Stres Kerja

• Antisipasi Bagi Para Manajer:

7.Menerapkan jam kerja yang compatible dengan tuntutan perubahan eksternal maupun tujuan yang ingin dicapai.

8.Menetapkan manajemen kinerja: memberi

reward kepada yang berprestasi dan menegur

yang melanggar serta menyemangati yang tertinggal.

(40)

Mengantisipasi Stres Kerja

• Antisipasi Bagi Para Manajer:

9. Menghargai kepentingan atau nilai-nilai yang dianut individu selama tidak bertentangan

dengan akal sehat secara umum,

10.Menjaga keputusan dan aksi (implementasi) agar sesuai dengan nilai-nilai yang dianut

(41)

Mengantisipasi Stres Kerja

•Untuk Para Karyawan

¾Pertama, panggilan tanggung jawab itu

jalankan/artikan sebagai sebuah peluang atau kesempatan belajar.

¾Kedua, gunakan sebagai wadah untuk memperkuat diri.

¾Ketiga, jadikan sarana untuk menggali ilmu,

informasi, atau cara melakukan sesuatu (teknik & metoda).

(42)

Mengantisipasi Stres Kerja

•Untuk Para Karyawan

¾Keempat, jadikan sarana untuk memperluas

friendships.

Referensi

Dokumen terkait

Urutan dimensi RNasa TLX yang menyebabkan beban kerja mental mulai dari yang terbesar untuk kondisi perjalanan pagi-sore adalah tuntutan mental, tuntutan visual,

Faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja tersebut dapat berasal dari dalam diri tenaga kerja maupun dari luar diri tenaga kerja itu sendiri

1.3.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana gambaran faktor individu dan beban kerja mental terhadap tingkat stres kerja pada pekerja di area

Kesimpulan dari berbagai teori di atas adalah sumber-sumber dari kepuasan kerja dapat dilihat dari pekerja, yang berasal dari faktor internal yaitu karakteristik individu dan

Dengan melihat kondisi tersebutlah masyarakat pekerja rumah sakit menjadi sasaran proiritas program keselamatan dan Kesehatan kerja (K3)(Aditama dan Hastuti,2002)..

Rekapitulasi dimensi beban kerja mental sebagai faktor yang banyak mempengaruhi pada kondisi mental pekerja pada IKM I dengan prosentase 25% dan IKM II dengan prosentase 23%

1) Tuntutan tugas : faktor yang terkait dengan pekerjaan seseorang, meliputi: desain pekerjaan individual (otonomi, keragaman tugas, tingkat otomatisasi), kondisi kerja dan

RISALAH KESIHATAN DARI UNIT KESELAMATAN DAN KESIHATAN PEKERJAAN JULAI 2009 Menangani Stres Di Tempat Kerja Stres pekerjaan berlaku apabila pekerja menghadapi tuntutan dan tekanan