• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMAS Islam Serambi Mekkah

Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X / Ganjil Materi Pokok : Ikatan Kimia

Sub Materi : Ikatan ion

Alokasi Waktu : 10 menit A. Kompetensi Inti

KI 3:Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI4:Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar

3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat .

C. Tujuan Pembelajaran

Melalui model pembelajaran Discovery Learning, peserta didik diharapkan dapat memahami kestabilan electron, terjadinya serah terima electron dalam pembentukan ikatan ion.

D. Indikator Hasil Pembelajaran

Membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen E. Materi Pembelajaran

Pembentukan Ikatan Ion

Ikatan kimia merupakan ikatan yang bisa terjadi sebab adanya berbagai unsur di dalam kondisi yang tidak stabil namun berusaha menjadi stabil seperti gas mulia dengan cara membentuk ikatan dengan unsur yang lain, dan dilihat dari jenisnya ikatan, kimia dibagi menjadi 2, yakni ikatan kovalen serta ikatan ion. Ikatan ionik atau ikatan ion merupakan ikatan yang bisa terjadi akibat dari adanya perpindahan elektron dari satu atom menuju atom yang lain.

Adapun beberapa syarat sebuah ikatan ionik bisa terbentuk, diantaranya seperti:

Berlangsungnya transfer elektron dari unsur elektropositif menuju unsur elektronegatif.

Tercipta antara unsur yang elektropositif (logam) dengan unsur yang elektronegatif (nonlogam).

Unsur elektropositif akan melepaskan elektron yang membentuk kation, sementara unsur yang elektronegatif akan menangkap elektron yang membentuk anion.

Tak hanya itu saja, ikatan ion ini juga bisa terjadi akibat adanya serah terima elektron sehingga menciptakan ion positif serta ion negatif yang konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia. Ion positif serta ion negatif diikat oleh sebuah gaya elektrostatik. Senyawa yang dihasilkan disebut sebagai senyawa ion.

(2)

Proses Pembentukan Ikatan Ion

Setiap unsur harus berupaya untuk mempunyai konfigurasi elektron seperti gas mulia, dapat dengan cara melepaskan elektron maupun menerima elektron agar stabil.Peristiwa serah terima elektron satu ini bisa berlangsung terhadap senyawa NaCl alias garam dapur.

Keterangannya:

Na adalah golongan IA yang IA mempunyai elektron valensi 1, sehingga agar stabil, IA harus dapat melepas 1 elektron.

Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya, maka 11Na: 2, 8, 1.

Sehingga pada saat terjadinya pelepasan 1 elektron, maka elektron yang paling terakhir akan menjadi 8 (sesuai kaidah oktet).Sebab melepas 1 elektron, maka Na yang asalnya netral akan berubah menjadi bermuatan +1 (Na+).

Reaksinya:

Na → Na+ + e- (yang berarti Na melepas 1 elektron, lihat elektron yang ada di bagian sebelah kiri panah).

Lantas dimana kira – kira 1 elektron yang dilepas oleh Na?

Elektron yang lepas tersebut ditangkap oleh Cl. Sebab Cl mempunyai elektron valensi 7 (dia termasuk golongan VIIA).

(3)

Maka jika dilihat dari konfigurasi elektronnya 17Cl : 2, 8, 7. Sehingga jika Cl tersebut menangkap 1

elektron, konfigurasinya akan berubah menjadi 2, 8, 8, dengan elektron terakhir yakni 8, ini telah mematuhi kaidah oktet.

Sebab Cl telah menangkap 1 elektron, maka Cl yang asalnya netral akan berubah wujud menjadi -1 (Cl-).

Reaksinya:

Cl + e- → Cl- (yang berarti Cl menerima 1 elektron, lihat elektron yang terletak di sebelah kiri panah).

Pengaruh dari pembentukan Na+ dan Cl- sesuai dengan Hukum Coulomb, muatan yang beda jenisnya akan saling tarik menarik.

Sehingga Na+ ini akan berikatan dengan Cl- dengan adanya gaya elektrostatik.

Na+ + Cl- → NaCl

Agar lebih jelasnya, simak gambar di bawah ini:

Proses pembentukan ikatan ion terhadap NaCl.

Maka dapat diketahui, unsur pembentuknya adalah:

Ikatan ion = Logam + Non Logam Jika digeneralisir, ikatan logam tersebut diantaranya:

Golongan IA (kecuali H).

IIA (kecuali Be).

IIIA (Aluminium).

(4)

Golongan transisi (Golongan B).

Sementara untuk non logam, diantaranya:

Golongan IVA-VIIA.

Jika VIIIA relatif stabil.

Contoh:

K2O mempunyai ikatan ionik, sebab K termasuk ke dalam logam (golongan IA) dan O termasuk golongan non logam (golongan VIA).

CH4 tidak mempunyai ikatan ionik, sebab C termasuk ke dalam golongan non logam (golongan IVA) dan H juga termasuk non logam (golongan IA, tetapi untuk H sifatnya kovalen).

KF mempunyai ikatan ionik, sebab K termasuk ke dalam golongan logam (golongan IA) serta F termasuk ke dalam golongan non logam (golongan VIIA).

Keunikan ikatan ionik

Berikut ini adalah beberapa keunikan yang ada pada ikatan ionik, antara lain:

Senyawa ionik mudah sekali untuk menghantarkan listrik apabila di dalam larutan.

Ikatan ionik tercipta atau terbentuk antara ion logam (ion positif) dengan ion non-logam (ion negatif).

Ikatan ionik mudah sekali larut di dalam air serta pelarut polar lainnya.

Senyawa ionik cenderung akan menciptakan kristal solid dengan titik leleh yang sangat tinggi.

Penamaan ikatan ionik sederhana dimulai dari nama logam, lalu diikuti dengan nama non-logam penyusunnya. Contoh: Natrium klorida.

Ikatan ion terjadi sebab adanya gaya tarik menarik antar ion yang bermuatan positif dengan ion yang bermuatan negative.

Contoh Ikatan Ion

Salah satu contoh ikatan ion yang paling sering di jumpai dalam kehidupan sehari – hari ialah garam dapur.

Di dalam garam dapur tersebut, berlaku suatu rumus kimia yakni NaCl (Natrium klorida).

(5)

Pada NaCl padat ada ikatan antara ion Na+ dengan ion Cl- dengan gaya elektrostatik, sehingga hal itu bisa disebut sebagai ikatan ion.

Bentuk kristal NaCl adalah rangkaian antara ion Na+ dengan ion Cl-. Satu ion Na+ ini dikelilingi dengan enam ion Cl- serta satu ion Cl- dikelilingi dengan enam ion Na+ seperti yang telah diilustrasikan oleh gambar di bawah ini.

Gambar Struktur NaCl (1 Cl yang dikelilingi 6 Na serta sebaliknya 1 Na dikelilingi 6 Cl).

F. Kegiatan Pembelajaran Langkah

Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran waktu

Pendahuluan  Guru memberi salam dan doa

 Guru mengecek kesiapan dan kehadiran siswa

 Guru memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Apabila materitema/tugas ini dikerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi : Ikatan ion

 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini

1,5 menit

Kegiatan Inti

 Memberi Stimulus ( Stimulasi)

Peserta didik diminta untuk mengamati dan memperhatikan golongan VII A gas mulia pada system periodic unsur. Guru menuliskan beberapa kongfigurasi electron dari unsur golongan yang berbeda , seperti Litium, Klor, Neon. Guru meminta siswa membandikan kongfigurasi elektronnya dilihat dari electron valensinya. Bagaimana kongfigurasi electron dari unsur-unsur gas mulia.

 Identifikasi Masalah

Peserta didik diminta untuk mengajukan pertanyaan mengenai electron valensi yang berbeda. Mengapa electron valensi gas mulia stabil ? bagaimana unsu-unsur yang belum stabil agar bisa stabil ? mengapa unsur yang belum stabil membentuk ikatan, dan ikatan apa yang terbentuk ? bagaimana unsur bisa membentuk ion positif dan ion negative? Gabungan ion posittif dan ion negative disebut dengan ikatan apa ?

 Mengumpulkan Data

Peserta didik secara berkelompok mencari dan bertukar informasi untuk mengidentifikasi kestabilan unsur gas mulia dan selain gas mulia, bagaimana unsur yang belum stabil mencapai kestabilan dengan cara

7 Menit

(6)

serah terima electron dan terbentuknya ikatan ion.

 Mengolah Data

Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada lembar LKPD. Guru memantau jalannya diskusi.

 Memverifikasi Data

Memverifikasi, menyimpulkan dan perbaikan dari guru terkait pembelajaran yang telah dilakukan tentang pembentukan ikatan ion.

Penutup  Peserta didik dan guru membuat kesimpulan dari materi pembelajaran yang didapatkan.

 Guru melakukan uji pemahaman peserta didik tentang pembentukan ikatan ion.

 Guru memberikan informasi mengenai materi untuk pertemuan selanjutnya.

 Guru menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam

1,5 menit

G. Penilaian Pembelajaran

• Penilaian Sikap : Lembar observasi.

• Penilaian Pengetahuan : Tes tulis.

• Penilaian Keterampilan : Unjuk kerja.

Mengetahui,

Kepala SMAS Islam Serambi Mekkah

Drs. H. ABD. RAHMAN, M.Si NIP: 19630515 198903 1 009

Meulaboh, 2 Juli 2022 Guru Kimia

Mulia Fitriani MS, S.Pd.I

(7)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Kelompok :

Nama Siswa :

Kelas :

1. Lengkapi tabel berikut

No Atom Konfigurasi Elektron Elektron Valensi

1 2He

2 10Ne

3 16Ar

4 36Kr

5 54Xe

6 86Rn

Pertanyaan :

1. Berdasarkan tabel kegiatan di atas, apa yang anda ketahui tentang susunan elektron yang dimiliki oleh unsure Neon, Argon, Kripton, Xenon dan Radon dilihat dari elektron valensi

Simpulan:

Apabila susunan electron yang dimiliki unsure-unsur gas mulia adalah susunan elektron stabil, simpulkan bagaimana ciri-ciri susunan elektron stabil

(8)

2. Kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan

Lengkapi tabel berikut:

Atom Susunan Elektron Electron valensi

Melepas / menerima elektron

Cenderung

terjadi Reaksi Lambang ion

11Li 2 8 1 1 Melepas 1

e

Na → Na+ + e Na+

12Mg 2 8 2 2 Mg2+

13Al ……….. ….. ………… ………..

7N 2 5 5 Menerima

3e

N + 3e → N3- N3-

8O ……….. ….. ………… ………..

17 Cl ……….. ….. ………… ………..

Pertanyaan :

a. Apa yang mempengaruhi terjadinya pembentukan ion positif?

b. Apa yang mempengaruhi terjadinya pembentukan ion negative ?

Simpulan:

3. Terbentuknya Ikatan Ion

a.

b.Bagaimana kecenderungan atom Na dan Cl mencapai kestabilan (sesuai aturan octet), apakah melepas atau menerima elektron?

Jawab atom Na :………..

Berapa elektron valensi atom Na dan Cl?

Jawab atom Na :………..

atom Cl :………

Jawab :

Jawab :

(9)

atom Cl :………

c. Bagaimana reaksi ion yang terbentuk ?

Jawab atom Na : ………

Atom Cl : ………

d. Apakah jenis ion yang dibentuk oleh atom Na dan Cl?(Kation/anion)

Jawab atomNa :………..

atom Cl :………

e. Jika kation berdekatan dengan anion, interaksi apakah yang terjadi? (Tarik menarik atau tolak menolak)?

Jawab:………

f. Ikatan antara Na dan Cl adalah ikatan ion, berdasarkan jawaban soal no 1-5, bagaimana proses terbentuknya Ikatan ion?

Jawab:………

………

Kesimpulan

(10)

INSTRUMEN PENILAIAN UNJUK KERJA Nama Satuan pendidikan : SMAS ISLAM SERAMBI MEKKAH

Tahun pelajaran : 2021/2022

Kelas/Semester : X / Ganjil

Mata Pelajaran : Kimia

No Nama Peserta didik

Proses DIskusi

Hasil Lembar Kerja/Diskusi

Kemampuan

Presentasi Total Skor

Nilai Akhir 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(11)

PEDOMAN PENSKORAN:

NO ASPEK KRITERIA YANG DINILAI SKOR

MAKS

1 Proses Diskusi

Berani mengemukakan pendapat

Aktif mengumpulkan informasi

Ikut serta menemukan jawaban

Mampu bekerja sama dengan teman kelompok

4

Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3

Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2

Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1

2 Hasil Diskusi

Mampu memahami pertanyaan pada Lembar Aktivitas

Mampu menjawab dengan benar di setiap kegiatan pada lembar Aktivitas

Mampu membuat Kesimpulan dari proses diskusi dari lembar aktivitas

4

Mampu memahami materi yang dipelajari

Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3

Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2

Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1

3 Kemampuan presentasi

Percaya diri, antusias dan bahasa yang lugas

Seluruh anggota berperan serta aktif

Dapat mengemukanan ide dan berargumentasi dengan baik

Manajemen waktu yang baik

4

Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3

Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2

Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1

SKOR MAKSIMAL 12

(12)

Lampiran 2 Penilaian Pengetahuan Kisi Kisi Soal

No Aspek IPK

Tekni k Penila

ian

Bent uk peni

laia n

Level kognitif

Instru men Penilai

an

Rubrik Penilai

an/

Kunci Jawaba

n

Skor

1 Pengetahu an

Diberikan beberapa pernyataan tentang sifat- sifat unsur, peserta didik dapat mengidentifikasi sifat gas mulia

Tertuli s

PG 2 Terlam

pir

B 20

Diberikan konfigurasi elektron beberapa unsur, peserta didik dapat menentukan unsur yang dapat

menerima/melepaskan elektron untuk mencapai stabil

Tertuli s

PG 2 Terlam

pir

E 20

Diberikan unsur dengan nomor atom , peserta didik dapat menentukan jumlah elektron valensi unsur tersebut

Tertuli

s PG 2 Terlam

pir

B 20

Diberikan beberapa pernyataan tentang konsep ikatan ion, peserta didik dapat menentukan pernyataaan yang benar

Tertuli

s PG 2 Terlam

pir

C 20

Diberikan beberapa unsur

dengan nomor

atom,peserta didik dapat mengidentifikasi unsur yang ddapat membentuk ikatan ion

Tertuli

s PG 2 Terlam

pir

E 20

(13)

INSTRUMEN TES TERTULIS Satuan Pendidikan : SMAS ISLAM SERAMBI MEKKAH Mata Pelajaran : Kimia

Kelas/ Semester : X/ Ganjil

Kompetensi dasar : 3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat

Soal:

A. Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

1. Gas mulia sulit bereaksi dengan unsur lain karena A. Merupakan molekul monoatomik

B. Kulit terluar terisi penuh elektron C. Cendrung untuk menangkap 1 elektron D. Dialam terdapat dalam keaadaan gas E. Mempunyai energi ionisasi tinggi

2. Tabel dibawah menunjukkan konfigurasi elektron unsur P, Q, R, S, dan T Unsur Konfigurasi elektron

P 2, 2

Q 2, 8

R 2, 8, 1

S 2, 8, 6

T 2, 8, 7

Unsur yang paling mudah menerima satu elektron adalah…

A. P D. S

B. Q E. T

C. R

3. Unsur yang bernomor atom 12 mepunyai elektron valensi …

A. 1 D. 4

B. 2 E. 5

C. 3

4. Ikatan ion mudah terjadi jika atom-atom suatu unsur mempunyai … A. Persamaan elektronegatifitas

B. Nilai elektronegatifitas yang tinggi C. Perbedaan elektronegatifitas yang besar D. Nilai elektronegatifitas yang sama E. Nilai elektronegatifitas yang stabil

5. Diketahui unsur-unsur P, Q, R, S, T dengan nomor atom berturut 2, 6, 7, 11, 17 pasangan unsur yang dapat membentuk ikatan ion adalah …

A. P dan R D. S dan P

B. P dan T E. S dan T

C. Q dan R

(14)

Pedoman pensekoran :

Alternatif Penyelesaian Skor

1. B 2. E 3. B 4 C 5. E

1 1 1 1 1

Total skor 3

(15)

Untuk atom 20Ca Tuliskan:

a. Konfigurasi elektron

...

...

...

...

b. Kecenderungan mencapai kestabilan dg

...

...

...

...

c. Konfigurasi elektron setelah stabil

...

...

...

...

d. Lambang ion

...

...

...

...

e. Lambang Lewis

...

...

INSTRUMEN PENUGASAN atuan Pendidikan : SMAS ISLAM SERAMBI MEKKAH Mata Pelajaran : Kimia

Kelas/ Semester : X/ Ganjil

Kompetensi dasar : 3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat

Materi : Ikatan Kimia

Contoh Tugas:

Buatlah tugas dalam bentuk laporan kelompok yang memuat tentang a. Kecenderungan unsur mencapai kestabilan

(16)

b. Bagaimanakah proses terbentuknya ikatan ion atom-atom berikut! dan tuliskanlah rumus kimia senyawa yang terbentuk!

3Li dengan 9F

Konfigurasi e Li ...

Kecenderungan Li ...

Membentuk ion

...

Konfigurasi e Li setelah stabil ...

Konfigurasi F ...

Kecenderungan Li ...

Membentuk ion...

Konfigurasi e Li setelah stabil ...

Jumlah e yang dilepas Li ...

Jumlah e yang ditangkap F ...

Bagaimana jumlah e yang ditangkap dan diterima...

Proses terbentuknya ikatan antara Li-F

(17)

Rubrik Penilaian

Nama peserta didik/kelompok : ………

Kelas : ……….

Tanggal Pengumpulan : ...

No Kategori Skor Alasan

1. Apakah tugas dikerjakan lengkap dan sesuaidengan tanggal pengumpulan yang telah disepakati?

2. Apakahterdapatdaftar pustaka sumber infomasidalam penyelesaian tugas yang dikerjakan?

3. Apakah terdapat gambar / tabel dibuat yang menarik sesuai dengan konsep?

4. Apakahbahasa yang

digunakanuntukmenginterpretasikanlugas, sederhana, runtut dan sesuaidengankaidah EYD?

5. Apakah laporan yang dikerjakan sesuai dengan konsep yang telah dipelajari?

6. Apakah dibuat kesimpulan?

Jumlah Kriteria:

5 = sangatbaik, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang, dan 1 = sangatkurang

(18)

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP Nama Satuan pendidikan : SMAS ISLAM SERAMBI MEKKAH

Tahun pelajaran : 2021/2022

Kelas/Semester : X / Ganjil

Mata Pelajaran : Kimia

NO WAKTU NAMA KEJADIAN/

PERILAKU BUTIR

SIKAP POS/

NEG TINDAK LANJUT 1

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Referensi

Dokumen terkait

Upaya penetapan jenis, jumlah, dan kualifikasi tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan (Depkes, 2004). Proses yang secara sistematis mengkaji keadaan SDM

Penelitian tersebut berisi mengenai kisah moral yang pada relief Jataka, yang kedua adalah karya dari Dewanti berjudul “Studi Relief Jataka”, isinya mengenai

• Namun, jika kita dapat menemukan algoritma polinomial untuk jenis persoalan optimasi tersebut, maka kita juga mempunyai algoritma waktu-polinom untuk persoalan keputusan

Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan berdasarkan SNI-2398-2017 diperoleh data bahwasanya tangki septic yang ada di rusunawa Politeknik Negeri Bengkalis

Dari kajian yang dilakukan telah diperoleh draft SSOP dalam memproduksi minuman RTD berasam tinggi mulai dari SSOP keamanan air, SSOP kebersihan permukaan yang kontak dengan

Dalam kaitan itu pada model pemberitaan di TVRI dapat di lihat kecenderungan pemberitaannya melalui analisis isi yang dilakukan s eca ra s istematis dengan

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan diatas, penulis hanya akan membahas mengenai makna puisi dari keempat unsur hakikat puisi yang terdapat di dalam puisi

(2) NIK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku s€umur hidup dan selamanya, yang diberikan oleh Pemerintah dan diterbitl<an oleh Instansi Pelaksana