• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daily N ws Market Snapshot Thursday, 6 October 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Daily N ws Market Snapshot Thursday, 6 October 2011"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Economy: Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa 4% di 2012 - Bank Dunia Economy: Pemerintah Tetapkan Kupon 7,3% Untuk ORI008

Major Indices

Close Chg Chg %

JCI 3,293.24 23.79 0.72%

LQ-45 574.09 4.63 0.81%

Turnover (in Mn Rp.)

Volume Value

JCI 2,921.70 3082.163712

LQ-45 1,867.46 2,603.07

Market Cap (in Tn Rp.)

Value JCI 2,836,296.00 LQ-45 1,993,891.00

Foreign Transaction (in Bn Rp.)

Buy Sell Net

Foreign 1.14 1.64 (0.50)

JCI Top 5 Leading Movers

Close Chg %

TLKM IJ 7,700 3.36 BUMI IJ 1,730 7.45 BBRI IJ 5,400 1.89 BBCA IJ 7,300 1.39 BMRI IJ 5,650 1.80

JCI Top 5 Lagging Movers

Close Chg %

ASII IJ 57,300 -2.39 PTBA IJ 13,950 -3.13 INTP IJ 11,800 -1.67 DSSA IJ 11,400 -7.32 IMAS IJ 10,150 -4.25

World Indexes

Close Chg % PER

NIKKEI 8,382.98 -0.86% 15.74

HANGSENG 16,250.27 -3.40% 7.49

KOSPI 1,666.52 -2.33% 11.56

STI 2,528.71 -0.09% 7.02

DOW JONES 10,939.95 1.21% 11.73

FTSE 5,102.17 3.19% 9.80

Commodities

Close Chg %

WTI Crude (US$/barrel) 80 -0.04

Gold 100 (US$/t oz) 1,636 -0.31

CPO (RM/MT) 2,842 -0.39

Coal Newc. (US$/MT) 122 -0.20

Nickel (US$/MT) 18,400 -1.87

Tin (US$/MT) 21,100 0.50

source : Bloomberg

Daily N ws Market Snapshot

• Market Prediction

Pada perdagangan Rabu (5/10) Indeks Dow Jones ditutup naik 131 point (+1.21%) ke level 10,939.95 menyusul keluarnya data-data ekonomi AS yang tercatat lebih tinggi dari estimasi semula. Minyak light sweet diperdagangkan di level US$80 per barel setelah sinyal pemulihan ekonomi AS yang semakin baik meningkatkan spekulasi akan turunnya jumlah stok minyak AS. IHSG kemarin (5/10) ditutup naik 24 point (+0.73%) ke level 3,293.24 dengan asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp523.4 miliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah ASII, BUMI, BMRI, ADRO dan BBNI. Secara teknikal, candlestick IHSG membentuk pola bullish harami yang mengindikasikan sinyal bullish reversal sementara indikator RSI sudah mulai bergerak uptrend di area sekalipun stochastic masih bergerak downtrend di area oversold.

Pada perdagangan hari ini (6/10), IHSG diperkirakan masih berpotensi untuk melanjutkan rebound untuk menguji kembali level resistance-nya di 3,316 yang apabila berhasil ditembus maka level resistance selanjutnya berada di 3,348. Diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 3,256-3,348 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l GGRM, ITMG dan HRUM.

Thursday, 6 October 2011

“Innovation distinguishes between a leader and a follower.”

Steve Jobs (1955-2011)

• Chart in Focus

CTRS (Trading Sell) ASII (Trading Buy)

MYOR (Spec Buy) KLBF (Spec Buy)

CPIN (Spec Buy) INDF (BoW)

BBRI : Salurkan KUR Rp34,4 Triliun

UNTR : September 2011, Cetak Penjualan 700 Unit Alat Berat AKRA : Incar Penjualan Batu Bara 1,2 Juta Ton

• News & Analysis

• Economic & Strategic

(2)

Comment: penyaluran kredit KUR perusahaan ini kami nilai cukup baik mengingat porsi KUR perusahaan yang mencapai 62% dari total penyaluran KUR perbankan. Namun kami melihat tingkat penyerapan KUR perbankan masih dibawah target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Rendahnya tingkat penyerapan KUR ini disebabkan oleh banyak faktor, beberapa bank menyatakan tidak berani atau berminat dalam penyaluran kredit mikro ini karena belum memiliki pengalaman dalam micro banking maupun masalah popularitas bank di industri perbankan micro. Oleh karena itu, untuk penyaluran kredit UMKM ini memang disayangkan masih harus bergantung pada BRI yang merupakan micro bank nomor satu dunia. KUR mikro perusahaan sendiri saat ini mengalami kenaikan 35.38% dibandingkan periode sebelumnya. P/E bank saat ini berada di Comment: Bisnis pertambangan perseroan baru mulai berprodukis di akhir Semester I -2011 dimana hingga akhir tahun 2011 AKRA menargetkan akan memproduksi 300.000 MT dan akan terus meningkat kapasitas produksinya hingga 5.000.000 MT hinga tahun 2015. Kami memperkirakan dari lini bisnis tambang batubara masih belum memberikan kontribusi yang signifikan mengingat masih baru mulai beroperasinya lini bisnus ini, di tahun 2011 kami memperkirakan kontribusi pendapatan dari lini bisnis pertambangan baru sebesar 1% dari total pendapatan AKRA dan akan terus meningkat hingga 10% di tahun 2015.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan penjualan batu bara sebesar 1,2 juta ton pada 2012. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT AKR Corporindo Tbk, Haryanto Adikoesomo, dalam cara Investor Summit 2011, di Jakarta, Rabu (5/10). "Penjualan batu bara 1,2 juta ton pada 2012. Saat ini penjualan batu bara kita, 200 ribu ton," kata Haryanto. Selain itu, perseroan juga mengharapkan dapat mengakuisisi tambang batu bara, jalan, dan logistik pada 2012. Dana yang disiapkan sekitar US$100 juta. Haryanto mengatakan, dana untuk akuisisi akan berasal dari dana internal.

(inilah/wsn)

News & Analysis

AKRA: Incar Penjualan Batu Bara 1,2 Juta Ton

Open High Low Close

2,300 2,350 2,275 2,325

AKRA

Open High Low Close

19,350 19,650 19,000 19,400

UNTR

Open High Low Close

5,350 5,500 5,350 5,400

BBRI

Comment: Kami melihat bahwa pencapaian penjualan alat berat UNTR sebanyak 700 unit pada September 2011 sebagai hal yang positif. Dengan pencapaian tersebut, sampai dengan September 2011 penjualan UNTR sudah mencapai sekitar 80% dari target tahun 2011. Pencapaian target penjualan UNTR menurut kami erat kaitannya dengan permintaan batubara, harga komoditas batubara, tingkat suku bunga pinjaman, keadaan cuaca, dsb. Selain itu kami menilai bahwa kinerja kinerja keuangan UNTR juga didukung oleh kinerja kedelapan tambang yang saat ini dimiliki oleh UNTR. Konsensus analis (Bloomberg) mencatat 17 rekomendasi beli, 7 rekomendasi tahan, dan 1 rekomendasi jual dengan target harga Rp 27.942 per saham.

Sepanjang September lalu, PT United Tractors Tbk (UNTR) berhasil menjual lebih dari 700 unit alat berat. "Angka ini sudah kembali normal setelah penjualan di Agustus sempat merosot," kata Investor Relation UNTR Ari Setiyawan di Jakarta, Rabu (5/10). (Kontan/AA)

UNTR: September 2011, Cetak Penjualan 700 Unit Alat Berat

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan kredit usaha rakyat Rp 34,4 triliun sampai dengan 31 Agustus 2011. Dengan jumlah itu, BRI mendominasi KUR, dengan porsi 62,77 persen dari jumlah KUR yang disalurkan me lalui bank-bank penyalur. Demikian keterangan Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali di Jakarta, Rabu (5/10/2011). Dari sisi jumlah debitur, nasabah KUR BRI berjumlah 4.893.260 orang. Jumlah ini 94,09 persen dari jumlah debitur KUR nasional, kata Ali. (kompas/wf)

BBRI: Salurkan KUR Rp34,4 Triliun

(3)

tidak berani atau berminat dalam penyaluran kredit mikro ini karena belum memiliki pengalaman dalam micro banking maupun masalah popularitas bank di industri perbankan micro. Oleh karena itu, untuk penyaluran kredit UMKM ini memang disayangkan masih harus bergantung pada BRI yang merupakan micro bank nomor satu dunia. KUR mikro perusahaan sendiri saat ini mengalami kenaikan 35.38% dibandingkan periode sebelumnya. P/E bank saat ini berada di level 11x dengan rata-rata industri sebesar 22x. Sementara PBV perusahaan saat ini berada di level 3.5x dengan rata-rata industri sebesar 3.0x. Berdasarkan konsensus analis, 29 merekomendasikan Buy, 4 Hold dan 2 Sell dengan target harga rata-rata Rp7,831 per lembar.

Economic & Strategic

Comment: Penerbitan ORI 8 menurut kami merupakan hal yang positif bagi investor. Ditengah stabilitas BI Rate yang berada pada level 6,75 persen, kehadiran ORI 8 dapat menjadi alternative investasi bagi investor selain investasi pada deposito ataupun instrument investasi pendapatan tetap lainnya. Dengan tenor yang relative lebih pendek dari beberapa ORI sebelumnya, diharapkan dapat tetap memberikan likuiditas kepada investor dalam kaitannya dengan time horizon investasi. Dana hasil penerbitan ORI 8 yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011 diharapkan dapat digunakan secara tepat guna. Pemerintah juga hendaknya memikirkan alternative pembiayaan lain yang bukan bersifat utang untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN kedepannya. Sehingga dengan demikian dapat membawa nilai tambah pada perekonomian Indonesia secara umum dan pertumbuhan sektor riil secara khusus.

Pemerintah menetapkan kupon obligasi ritel Indonesia (ORI) seri 008 sebesar 7,3% per tahun. Instrumen bertenor tiga tahun tersebut diterbitkan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN -P) 2011. Selain itu, penerbitan ORI008 ini juga sebagai salah satu diversifikasi instrumen sumber pembiayaan dan p erluasan basis investor. Direktur Pengelolaan Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Bhimantara Widyajala mengatakan prospek ORI008 masih positif. "ORI008 akan disambut baik oleh investor individu seperti ORI seri -seri sebelumnya," tutur Bhimantara kepada KONTAN Rabu (5/10). (Kontan/AA)

Economy: Pemerintah Tetapkan Kupon 7,3% Untuk ORI008

Comment: IMF juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global di 2011 menjadi 4% atau lebih rendah dari proyeksi semula mereka di bulan Juni. Alasan penurunan proyeksi ini adalah karena keadaan ekonomi As dan Eropa namun mereka percaya bahwa pertumbuhan ekonomi dari negara berkembang seperti Cina dan India akan mengimbangi kontraksi yang dialami oleh AS dan Eropa. Membandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 4% dengan pertumbuhan ekonomi global maka situasi kita masih dapat dibilang cukup baik. Sektor industri yang akan terkena imbas dari perlambatan ekonomi global adalah sektor komoditas dan agrikultur. Indonesia secara garis besar mempunyai domestic story yang kuat dengan banyaknya penduduk Indonesia yang akan mendorong sektor konsumsi dalam negeri.

Bank Dunia memprediksi skenario terburuk pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berada di level empat persen. Penurunan perlambatan ekonomi Indonesia di 2012, menurut Subham dikarenakan melemahnya pertumbuhan negara -negara mitra dagang utama dan harga komoditas. Penurunan perlambatan ekonomi Indonesia di 2012, menurut Subham dikarenakan melemahnya pertumbuhan negara-negara mitra dagang utama dan harga komoditas. (Okezone/lnd)

Economy: Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa 4% di 2012 - Bank Dunia

(4)

Charts in Focus

BMTR (SoS) UNTR (BoW)

ITMG (Trading Buy) GGRM (Trading Buy)

INDY (Spec Buy)

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 6,500 YJ 4936 ML 10255

R2 6,900 KI 3115 CS 3085

S1 5,900 DP 2002 BK 1000

S2 5,650 YU 1867 CD 896

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 2,450 KZ 3309 CD 1358

R2 2,575 RX 2118 YU 1191

S1 2,175 OD 912 DR 1144

S2 2,675 CS 718 YP 923

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 54,000 YU 169 RX 157

R2 55,500 CS 154 DB 116

S1 51,100 ZP 101 AK 97

S2 50,000 LG 28 CD 38

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 37,500 DR 604 RX 501

R2 39,000 ML 582 DP 346

S1 34,300 AI 169 AF 199

S2 33,200 SQ 135 KZ 196

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 20,100 ML 634 DB 2190

R2 21,100 ZP 471 CS 588

S1 18,700 RX 403 BW 363

S2 18,250 LG 241 DX 118

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 820 EP 2266 DX 1742

R2 880 AK 529 DB 1377

S1 750 DH 502 CP 367

S2 700 MG 200 YP 137

HRUM (Spec Buy)

(5)

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT eTrading Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable.

No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notic e. However, none of PT eTrading Securities (“eTS”) and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any represe ntation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opin ions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of eTS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceed ings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither eTS, its affiliated companies or their respective employees or a gents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report o r any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recomm endations herein before they have been provided to you. © PT eTrading Securities 2011.

Betrand Raynaldi Head of Research Cement & Strategist

Andrew Argado Consumer Goods

Budhy S M Siallagan Property & Construction

Linda Lauwira Plantation Muhammad Wafi

Banking

Irlanda Zatira

Eva Puspawati

Nurul Tiffani

Fitri Purnamasari Utfi Humaya

Research Analyst :

Research Support :

eTrading Research

Sally Agustina

Transportation

Wisnu Karto

Technical / Infrastructure

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga jika angka Rp 4 triliun tersebut dapat tercapai pada kuartal ini, maka laba bersih BBRI tercatat meningkat sebesar 86,04% dibanding periode yang sama

Pada saat ini PER perseroan 8.4 X bila target produksi tercapai PER perseroan bisa mencapai 6 X, kami melihat valuasi saham secara PER masih menarik, apalagi

Melihat pertu mbuhan Revenue sebesar 24,1% ini, kami melihat angka tersebut masih pada batas yang cukup waja r, namun melihat kontribusi yang cukup besar da ri

Dengan penambahan jumlah total saham yang dimiliki Lippo Group secara menyeluruh tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan terhadap operasional maupun kinerja LPKR

Pada conference ini sebagian besar perwakilan provinsi memaparkan rencana pembangunan di sector infrastruktur untuk daerah mereka masing-masing sesuai dengan kebutuhan daerahnya,

Comment: Pembagian dividen UNVR yang mencapai 100% dari laba bersih tahun 2010 menurut kami merupakan hal yang positif bagi pemegang saham.. Momentum pembagian dividen ini

Comment: dengan naiknya laba AKRA yang disebabkan karena divestasi anak perusahaan ini menjadikan AKRA memiliki dana yang cukup untuk lebih mengembangkan

Penurunan yang terjadi pada hari ini terlihat masih di area yang tidak jauh dari hari sebelumnya, dan volume perdagangan hari ini relatif cukup rendah sebesar 5.1