• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI GATEKEEPING DALAM JURNALISME WARGA INFOBEKASI.CO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STRATEGI GATEKEEPING DALAM JURNALISME WARGA INFOBEKASI.CO"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI GATEKEEPING DALAM JURNALISME WARGA INFOBEKASI.CO

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi

Salah satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos)

Oleh : Fajri Hidayat NIM. 11170510000053

PROGRAM STUDI JURNALISTIK

FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF

HIDAYATULLAH JAKARTA

1442/2021

(2)

LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertandatangan di bawah ini:

Nama : Fajri Hidayat NIM : 11170510000053

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang berjudul STRATEGI GATEKEEPING DALAM JURNALISME WARGA INFOBEKASI.CO

adalah benar merupakan karya saya sendiri dan tidak melakukan tindakan plagiat dalam penyusunannya.

Adapun kutipan yang ada dalam karya ini telah saya cantumkan seluruh sumbernya. Saya bersedia melakukan proses yang sebenar-benarnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku jika ternyata skripsi ini sebagian atau keseluruhannya merupakan plagiat dari karya orang lain.

Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Bekasi, 20 Oktober 2021

Fajri Hidayat

(3)

STRATEGI GATEKEEPING DALAM JURNALISME WARGA INFOBEKASI.CO

Skripsi

Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos.)

Oleh:

Fajri Hidayat NIM: 11170510000053

Pembimbing

Siti Nurbaya, M.Si NIP. 197908232009122002

PROGRAM STUDI JURNALISTIK

FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF

HIDAYATULLAH JAKARTA 1442 H/2021 M

(4)

(5)

i

ABSTRAK Fajri Hidayat

NIM: 11170510000053

Strategi Gatekeeping dalam Jurnalisme Warga Infobekasi.co

Perkembangan media saat ini membuat banyak masyarakat mendapatkan informasi secara mudah.

Percepatan arus informasi ini juga di dukung dengan adanya jurnalisme warga untuk dapat memberikan informasi dan menerima informasi. Hadirnya media jurnalisme lokal sebagai wadah dalam penyebaran informasi, tentunya ada proses yang harus dilakukan dalam menyebarkan berita.

Proses gatekeeper hal yang dapat dilakukan oleh media. Berdasarkan latarbelakang, peneliti memilih Infobekasi.co dengan mengkhususkan tentang proses Gatekeeping jurnalisme warga. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif.

Metode yang dipakai analisis isi dengan pendekatan studi kasus. Teori yang digunakan adalah teori Gatekeeping menurut Bruce Westley dan Malcome Mclean.

Berdasarkan penelitian yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan, bahwa proses Gatekeeping yang dilakukan Infobekasi.co pimpinan redaksi memiliki peranan dalam memilih berita agar menghasilkan berita yang sesuai dengan standar media sehingga dapat dipublikasi.

Kata Kunci: Jurnalisme warga, Infobekasi.co, Gatekeeping.

(6)

ii

KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamulaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillah, segala pujian dan rasa syukur saya sandarkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla atas rahmat dan karunia-Nya, pun sholawat dan salam saya panjatkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam semoga Allah rahmati beliau beserta seluruh sahabat, keluarga hingga seluruh umatnya. Alhamdulillah, kembali saya tuturkan sebab tidak mungkin penulis dapat menyelesaikan karya ini dengan sebaik mungkin jika tanpa kehendak dan pertolongan Allah ‘Azza wa Jalla.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Sosial pada program studi Jurnalistik di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Sarif Hidayatullah Jakarta.

Penulis sangat menyadari bahwa dalam penyusunan karya ini terdapat banyak sekali kekurangan. Selain itu selama proses penyusunan karya ini penulis juga mendapat banyak sekali dukungan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada:

(7)

iii

1. Suparto, M.Ed., Ph.D., sebagai Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; Dr. Siti Napsiyah, S.Ag., BSW., MSW., sebagai Wakil Dekan I Bidang Akademik; Dr. Sihabun Noor, iii M.Ag., sebagai Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum; serta Dr. Cecep Castrawijaya, M.A., sebagai Wakil dekan III Bidang Kemahasiswaan

2. Kholis Ridho, M.Si., sebagai Ketua Jurusan Jurnalistik dan Musfiroh Nurlaili H, M.A., sebagai Sekretaris Jurusan Jurnalistik

3. Siti Nurbaya M.Si sebagai dosen pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktu, menyalurkan ilmu dan wawasan serta memberi dukungan morel sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan maksimal

4. Dr. Rulli Nasrullah, M.Si., sebagai dosen penasihat akademik yang telah memberikan dukungannya kepada peneliti

5. Segenap dosen dan staf Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang telah membekali peneliti dengan berbagai ilmu dan pengetahuan selama peneliti mengikuti perkuliahan

6. Seluruh Tim Penguji Sidang Munaqasyah, Ketua Sidang, Sekretaris Sidang, Penguji I dan II serta Pembimbing atas segala bimbingan dan saran

(8)

iv

yang diberikan kepada peneliti sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan rapih

7. Pimpinan, Staf Perpustakaan Utama dan Perpustakaan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan pelayanan dalam meminjamkan literatur kepada peneliti untuk menyelesaikan skripsi

8. Pihak Media Lokal Jurnalisme Warga (Infobekasi.co) yang sudah mendukung peneliti, Pemimpin Redaksi Infobekasi.co, Achmad Faizal Nugroho yang telah bersedia peneliti wawancara di sela-sela kesibukan

9. Secara khusus dan yang paling utama, skripsi ini peneliti persembahkan untuk Orangtua peneliti, Hartati dan Suryanto yang telah mencurahkan segala yang ia punya dalam hidupnya demi kebahagian dan keberhasilan peneliti. Setelah rahmat dan pertolongan Allah ‘Azza wa Jalla, doa serta kerja keras lahir dan bathin dari beliaulah yang mengantarkan peneliti sampai di titik ini.

Skripsi ini tidak akan pernah mampu menebus semua itu, tapi ini merupakan hadiah kecil yang bisa peneliti berikan untuk beliau.

10. Kepada saudara peneliti, Niki Melati; kakak peneliti yang sangat peneliti sayangi. Menjadi

(9)

v

tempat penyemangat, kebahagiaan dan keberhasilan peneliti

11. Kepada Almh. Rumsih; Nenek peneliti. Yang sangat berjasa membantu pembayaran kuliah disaat masa sulit keluarga. Telah menjadi penyemangat peneliti untuk bertanggungjawab menyelesaikan skripsi ini

12. Kepada Keluarga Besar Alm. Suhanda; Kakek Peneliti yang telah mendukung pendidikan peneliti dengan doa, semangat yang diberikan hingga selesai jenjang perguruan tinggi.

Jazakumullah khayran

13. Kepada sahabat peneliti, Gustiara dan Zia yang telah banyak memberikan dukungan morel maupun materiel kepada peneliti selama masa perkuliahan hingga saat ini

14. Keluarga besar Jurnalistik, khususnya Anggara Purissta Putra, Yogi Permana, Andry Melani Berlian, Millatina Sri Rahmawati, Alya Safira, Alma Seihan dan Jurnalistik A angkatan 2017 yang telah menjadi teman, pendukung, dan penyemangat bagi peneliti untuk dapat menyelesaikan skripsi ini

17. Serta seluruh kerabat yang telah memberikan doa- doa terbaik untuk peneliti yang dengan keterbatasan peneliti tidak dapat dicantumkan satu per satu Semoga seluruh kebaikan dan manfaat

(10)

vi

yang didapatkan oleh peneliti melalui doa dan bantuan segala pihak juga kembali kepada seluruh yang berdoa. Hanya Allah ‘Azza wa Jalla yang menjadi sebaik-baik pemberi balasan.

Jazakumullah khayran. Peneliti berharap agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya, khususnya mahasiswa Jurnalistik di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Demikian pengantar ini penulis ungkapkan, atas segala kekurangan dalam diri peneliti dan skripsi ini, peneliti sampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya. Wassalamulaikum Warahmatullah

Bekasi, 20 Oktober 2021

Fajri Hidayat

(11)

vii

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... viii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Batasan Masalah dan Rumusan Masalah ... 11

1. Pembatasan Masalah ... 11

2. Perumusan Masalah ... 11

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 12

1. Tujuan Penelitian ... 12

2. Manfaat Penelitian ... 12

D. Review Kajian Terdahulu ... 13

E. Metode Penelitian ... 14

1. Paradigma Penelitian ... 14

2. Pendekatan Penelitian dan Design Penelitian ... 15

3. Subjek dan Objek Penelitian ... 16

4. Teknik Pengumpulan Data ... 17

5. Jadwal Penelitian ... 19

BAB II ... 20

LANDASAN TEORI ... 20

A. Kajian Teori ... 20

1. Jurnalisme Warga ... 20

(12)

2. Strategi Pemberitaan Media Massa ... 30

3. Strategi Gatekeeping ... 42

4. Media Online ... 51

5. Sistem Hukum Pers ... 56

B. Tahapan Pelaksanaan Produksi Fred Wibowo ... 59

BAB III ... 61

GAMBARAN UMUM ... 61

A. Sejarah Info Bekasi... 61

B. Visi Dan Misi ... 65

C. Struktur Organisasi Perusahaan... 66

D. Profile Info Bekasi ... 68

BAB IV ... 70

DATA DAN TEMUAN PENELITIAN ... 70

A. Wawancara Pimpinan Redaksi ... 70

B. Temuan Hasil Jurnalisme Warga... 81

1. Temuan Aktifitas Warga Bekasi ... 81

2. Temuan Aktifitas Warga di Stasiun Bekasi ... 82

3. Temuan Kebakaran Sekolah di Bekasi ... 83

4. Temuan Kebakaran Rumah Makan di Bekasi ... 84

5. Temuan Banjir di Bekasi ... 85

6. Temuan Layanan Publik ... 86

BAB V ... 87

ANALISIS ... 87

A. Analisis Gatekeeping pada Proses Pelaksaan Jurnalisme Warga Infobekasi.co ... 87

1. Gatekeeping Proses Pra-Produksi ... 87

(13)

ix

2. Gatekeeping Pada Proses Produksi ... 98

3. Gatekeeping Pada Proses Pasca Produksi ... 100

B. Analisis Hasil Temuan Jurnalisme Warga ... 101

1. Temuan Aktifitas Warga Bekasi ... 101

2. Temuan Peristiwa Warga di Bekasi ... 101

3. Temuan Informasi Pelayanan Publik ... 102

BAB VI ... 103

PENUTUP ... 103

A. KESIMPULAN ... 103

B. Implikasi... 104

C. Saran ... 105

LAMPIRAN ... 112

(14)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Model alur berita McNelly ... 46

Gambar 2.2 Model Gatekeeping white ... 49

Gambar 2.3 Model Gatekeeping westley dan Maclean... 50

Gambar 3.1 Logo Info Bekasi ... 61

Gambar 4.1 Kiriman Jurnalisme Warga ... 81

Gambar 4.2 Kiriman Jurnalisme Warga ... 82

Gambar 4.3 Kiriman Jurnalisme Warga ... 83

Gambar 4.4 Kiriman Jurnalisme Warga ... 84

Gambar 4.5 Kiriman Jurnalisme Warga ... 85

Gambar 4.6 Konten Layanan Publik Infobekasi.co ... 86

Gambar 5.2 Alur sumber Gatekeeping tema berita ... 93

(15)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Jadwal Penelitian ... 19

(16)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Jurnalisme warga belakangan ini menjadi perbincangan dan sorotan dari banyak khalayak.

Berangkat dari sejarah, praktik jurnalisme warga sudah muncul dan berkembang sejak tahun 1700-an.

Menurut Gillmor, Citizen Journalism memulai penyebarannya melalui berbagai tulisan dan gagasan melalui pamflet.1 Tetapi tumbuhnya jurnalisme warga itu bukan hanya sekedar menyebarkan berita.

Thomas Paine dan anonim menulis Federalis Paper yang gagasanya, Gillmor sebagai pelopor warga pertama dalam menyampaikan informasi di Amerika.

Thomas Painer merupakan ilmuan intelektual anticolonial Inggris. Tulisannya masuk dan disebarluaskan melalui pamfletnya sendiri yang memberikan banyak inspirasi orang agar memahami sikap kritis dalam berbagai hal.

Melacak lebih jauh tentang praktik di mana warga memulai menyampaikan informasi sebelum jurnalistik professional muncul. Bisa diketahui pada masa 100 SM di mana Acta Diurna dilakukan untuk memberikan surat kabar melalui kayu pipih yang

1 Iqbal Muhammad, Asri Nuryah.”Makna Jurnalisme Warga Bagi Jurnalis Warga Netcj.Co.Id” Jurnal Unpad vol.2 no.2 Tahun 2019

(17)

2

ditempel di dinding pada masa kekaisaran Roma.

Informasi yang disampaikan mengenai hasil pertemuan anggota senat dan Acta Diurna hanya memiliki satu sirkulasi yang tidak pasti berapa banyak jumlah pembaca dalam mengaksesnya. Serta pada saat itu, penyebaran konten Acta Diurna dilakukan dari mulut ke mulut oleh siapa saja, itu bisa jadi awal mula jurnalisme warga. Jika menarik sejarah lebih dalam, praktik jurnalisme warga ada sejak manusia mengenal simbol maupun gambar yang berada di dinding gua yang menceritakan kejadian penyampaian informasi pada zaman itu.

Praktik semacamnya muncul di berbagai kejadian, seperti pembunuhan John F. Kennedy pada 1963 dengan tragedi yang berhasil direkam oleh seorang warga. Pada 1990-an warga berhasil merekam penyiksaan terhadap ras berkulit hitam, Rodney King, yang disiksa oleh aparat kepolisian berkulit putih di Los Angeles. Citizen Journalism contoh kejadian atau fenomena yang hadir untuk siapa saja yang memahami dan siapapun dapat mengamati perkembangan media, baik dalam ruang lingkup seperti akademisi, praktisi, kru dan pemilik media atau mereka yang berada di luar media seperti para pengamat media dan pemirsa. Pembahasan serius juga dalam kegiatan Jurnalisme di negara Indonesia dengan beberapa kejadian.

(18)

3

Kehadiran masyarakat Indonesia dalam peran sejarah jurnalisme warga, terlihat sejak Tsunami Aceh 2004 yang melanda Asia Tenggara dan Asia Timur dan hasil video amatir warga disaksikan oleh seluruh dunia. Video tersebut di rekam oleh Cut Putri yang merekam kedasyatan air laut tanpa takut tergulung ombak di daratan. Video tersebut memiliki nilai yang tinggi untuk kebutuhan jurnalistik, walaupun video tersebut bukan direkam dengan jurnalistik professional. Hal tersebut membuktikan bawah jurnalisme warga itu penting keberadaanya di dunia jurnalistik. Kehadiran jurnalisme warga tidak dapat diragukan lagi, terbukti dari banyaknya peristiwa yang sudah menjadi saksi di dalam kejadian kecil seperti penyampaian informasi di media sosial maupun besar seperti kejadian Tsunami Aceh yang melibatkan media nasional dan jurnalistik profesional ikut mengakui keberadaan jurnalisme warga yang menjadi partisipasi dalam memberikan informasi. Dalam konteks Indonesia, UU Pers No.

40/1999 sangat menaruh perhatian bahwa pekerjaan pers tak bisa dilepaskan dari masyarakat. Masyarakat dapat berperan serta dalam pers sebagai pemantau dan pelapor kinerja pers serta memberi masukan apa saja untuk Dewan Pers dalam menjaga kualitas dan kuantitas pers Indonesia (pasal 17 ayat 2). Kovach &

Rosenstiel (2001) menegaskan bahwa keberadaan

(19)

4

jurnalisme harus loyal dan aktual kepada warga, apapun yang terjadi tetap netral.2

Jurnalisme hadir dari akar ketika manusia hidup bersama, masyarakat terbentuk dan realitas kemanusiaan itu terbentuk.3 Adapun pengertian jurnalisme warga adalah partisipasi warga dalam melakukan kegiatan mengumpulankan data, pelaporankan data dan analisis data untuk penyampaian informasi kepada khalayak.4 Menurut pandangan Steve Outing yang merupakan pegiat jurnalisme warga yang juga merupakan akademisi serta mantan wartawan.5 Jurnalisme warga suatu hal yang melibatkan masyarakat untuk pertukaran informasi atau berita. Sebelum istilah jurnalisme warga booming, bahwa masyarakat indonesia sudah andil dan terlibat dalam aktivitas jurnalisme warga.

Menurut Bill Kovanch dan Tom Rosenstiel dalam bukunya “Elemen-elemen Jurnalisme” Jurnalisme adalah sistem yang terlahir oleh masyarakat untuk memasok berita.6 Jurnalisme bangun dan hadir untuk kewarganegaraan dalam memahami hak-hak warga negara agar semakin demokratis dalam mendapatkan

2 Puji Rianto.”Kegagalan Jurnalisme Publik” Jurnal Komunikasi Vol. 1 No. 2 April 2007

3 Septian Santana, Jurnalisme Kontemporer (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2017 ) h.83

4 Asep Syamsul, Jurnalistik Online (Bandung: Nuansa Cendikia, 2018)

5 Dr.Darajat Wibawa, Jurnalisme Warga Perlindungan Pertanggungjawaban, Etika dan Hukum (Bandung: Mimbar Pustaka, 2020)

6 Bill Kovach & Tom Rosenstiel, “Elemen-Elemen Jurnalisme”, ISAI dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, 2004

(20)

5

informasi yang aktual di dunia digital.

Penetrasi perkembangan dunia digital sudah diakui masyarakat besar, begitupun dalam menyebarkan informasi melalui dunia digital.

Teknologi digitalisasi membuat informasi bisa diakses kapan saja dengan siapa saja dan di mana saja secara pribadi. Komputer dan Internet menghadirkan cara baru jurnalisme dalam memproduksi berita.7 Hasil survei yang dilakukan Alvara Research Center menunjukkan, kebutuhan masyarakat dalam mengakses internet pada 2020 ini mencapai 8,1 persen, naik dari tahun lalu sebesar 6,1 persen.8 Banyak hal yang dilakukan dalam mengakses internet, mulai dari mengirim pesan, browsing atau mencari informasi terkini di sosial media. Keberadaan akses internet yang mudah, membuat banyak warga dapat memberikan informasi terkini atau kejadian yang direkam oleh jurnalisme warga seperti kejadian bencana alam, kecelakaan atau aktivitas politik. Siapapun dituntut untuk bisa paham dan mengoprasikan internet bukan hanya sebagai media pembelajaran, tetapi dalam proses untuk menyebarluaskan atau mencari berita terkini.

Dibalik itu semua, pasti ada perubahan pola interaksi

7 Septian Santana, Jurnalisme Kontemporer (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2017) hal.230

8 https://www.inews.id/techno/internet/penggunaan-internet- melonjak-di- masa-pandemi-covid-19-paling-banyak-digunakan-untuk-kirim- pesan (diakses 7 Februari 2021 pukul 15:07 WIB)

(21)

6

sosial masyarakat dalam mencari berita terkini.

Keberadaannya Citizen Journalism di platform media sosial sangat berpengaruh dalam mengakses berita terkini dan viral dikalangan penikmat berita.

Walaupun tidak berada di lokasi kejadian, hal yang dilakukan jurnalisme warga memiliki nilai berita yang dikonsumsi banyak kalangan di sosial media.Semakin berkembangnya teknologi dan informasi saat ini, pers bukan hanya berdiri dari lembaga konvensional. Melainkan bisa hadir dari kalangan masyarakat umum yang disebut sebagai Citizen Journalism atau pendekatan public service journalism.

Public Service Journalism atau jurnalisme ini mesti dilihat dan dikelola sebagai public goods atau barang publik. Menurut Roy, fungsi jurnalisme sebagai penyedia informasi saat ini belum bisa tergantikan bagi sehatnya demokrasi. Roy pun menekankan bahwa informasi merupakan salah satu sumber daya sosial, layaknya air. Kita tentu tak bisa hidup tanpa air, sama seperti kita tidak bisa hidup tanpa informasi. Pendekatan ini pun tentu berbeda dengan kelola jurnalisme ala model komersial. Alih- alih memperlakukan jurnalisme sebagai barang publik, justru kecenderungannya model komersial dikelola semata-mata sebagai barang komoditas.

Oleh karena diperlakukan demikian, fokus tujuannya bukan lagi pada pertimbangan apakah informasi yang

(22)

7

disajikan bakal mencerahkan publik atau tidak.

Namun lebih berorientasi pada “seberapa besar klik atau rating yang diperoleh dari penyajian suatu informasi”. Akhirnya fungsi jurnalisme juga cenderung direduksi sebagai alat produksi guna menghasilkan profit sebesarbesarnya bagi para pemilik bisnis jurnalisme, alih-alih berfungsi sebagai penyedia layanan publik.9

Istilah jurnalisme warga mengacu pada kegiatan atau aktifitas warga dalam proses mengumpulkan data, melaporkan data, menganalisa data dan menyajikan data menjadi berita.10 Seiring berkembangan teknologi informasi, masyarakat saat ini sangat membutuhkan berita yang hangat, terkini dan tentunya mudah diakses. Media cetak ataupun televisi lebih dipandang klasik untuk mendapatkan informasi, karena dinilai berita yang disampaikan tidak berita yang sedang terjadi detik itu juga. Citizen Journalism adalah wajah baru untuk masa depan pemberitaan. Banyak orang yang memiliki ponsel dengan camera dan video yang dapat di rekam di dalamnya.

9 Public Service Journalism: https://www.metanoiac.id/2021/01/public-service- journalism-tawaran.html?m=1 (Diakses 05 Januari 2022)

10 Imam suwandi, Langkah otomatis menjadi citizen journalism (Jakarta: Dian Rakyat, 2010) hal.9

(23)

8

Ia juga bisa mengumpulkan informasi tersebut dan menyebarkannya.”11 Berita bukan hanya dimiliki dalam otoritas wartawan. Setiap warga berhak terlibat dalam citizens. Orang yang ingin menyuarakan informasinya dalam pembuatan berita, kemudian jurnalisme menyediakan tempat dan peluang.12

Media-media pers profesional turut memberikan ruang bagi warga dalam menyampaikan informasi. Ada Kompasiana, NET CJ yang tampil di berbagai program berita di NET TV, dan Metro TV.

Serta Tempo.co sempat menyajikan Tempo SMS untuk mengakomodir informasi warga.

Perkembangan Radio Republik Indonesia (RRI) juga sempat menggarap RRI 30 Detik. Hadirnya beberapa situs web juga sebagai wadah jurnalisme warga.

Website dan weblog mampu menawarkan pola komunikasi yang interaktif.

Sehingga tercipta ruang bagi warga menyampaikan aspirasinya secara lebih bebas dan luas. Menurut catatannya, media-media berbasis Online yang mengakomodir jurnalisme warga di fase ini adalah Panyingkul.com, Wikimu.com, Halamansatu, Sumbawanews, dan Kabarindonesia

11 Pernyataan CEO NETMEDIA Wisnu Tama di Dailysocial.id

https://dailysocial.id/post/dengan-citizen-journalism-semua-orang-bisa-jadi- wartawan (diakses 22 Februari 2021 pukul 13:59)

12 Septian Santana, Jurnalisme Kontemporer (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia,2017) hal.1

(24)

9

yang dikelola dari Belanda. Semuanya berbasis web.

Warga adalah “tuan” bagi jurnalisme itu sendiri.

Apapun informasi yang dihadirkan jurnalisme idealnya bertujuan untuk kebaikan dan pencerahan warga. Begitupun dengan kehadiran media lokal dalam yang menyiapkan wadah bagi jurnalisme warga dalam proses penyebaran informasi.

Kehadiran media lokal atau biasa disebut media daerah, merupakan hal pembaharuan karena adanya reaksi kemajuan teknologi yang signifikan.

Media lokal dalam pengertian ini merujuk pada media yang dikelola, terbit, atau beroperasi di daerah. Kegiatan berlokasi di daerah dan mayoritas berita yang diterbitkan dan dimuat adalah berita mengenai daerah yang memiliki arti kedekatan.

Infobekasi.co merupakan media lokal yang lahir di Bekasi sejak tahun 2015 dan Infobekasi.co mewadai jurnalisme warga yang ada di ruang lingkup Bekasi Raya. Jangkauan yang dimiliki meliputi Website, Twitter, Instagram, Fanpage dan Line. Dalam perjalanannya berdiri, Infobekasi memiliki peranan penting terhadap informasi terkini seputar kota/kabupaten di Bekasi, dan penyampaian suara masyarakat sering dilakukan melalui jurnalisme warga kepada perangkat pemerintah untuk menjembatani keluh kesah masyarakat melalui media lokal. Infobekasi.co memiliki akun Instagram, dengan jumlah followers mencapai 326.000 dengan

(25)

10

postingan sebanyak 4.53713. Kehadiran Infobekasi.co memberikan warna berita lokal yang akurat dan terpercaya. Infobekasi.co menuliskan dalam website yang tertera sebagai media jurnalisme profesional dan jurnalisme warga, “80% kontennya dari Jurnalisme warga, 20% dari tim jurnalisme Infobekasi.co14. Informasinya terdiri dari perangkat Kelurahan, Rukun Warga, Rukun Tetangga, Mahasiswa, Pelajar. Website Infobekasi.co memiliki pengunjung terbanyak dalam sebulan mencapai 22 Ribu dalam konten yang dibuat. Fungsi website selain konten yang diunggah dari tim Infobekasi.co, masyarakat juga mampu berkontribusi untuk memberikan informasi dan artikel seputar Bekasi.

“Open submit buat yang mau ngasih info dan yang mau menyampaikan dari tulisan. Kalau kontennya bagus dan menarik, mau dari pihak warga, perangkat desa atau pelajar, bakal kita unggah di website dan di instagram.”15

Bukan hanya itu, bagi jurnalisme warga di Infobekasi.co diberikan pelatihan dan pendekatan mengenai beberapa ilmu jurnalistik. Konten yang dibuat oleh Infobekasi.co juga mengenai hal yang

13 Instagram @Infobekasi.coo

https://instagram.com/Infobekasi.coo?igshid=1rqe0ie70kbzd (Diakses 7 Maret 2021 pukul 19:50)

14 Wawancara Pimpinan Redaksi Infobekasi.co di Saung Cukunir Kota Bekasi (Senin, 15 Maret 2021)

15 Wawancara Pimpinan Redaksi Infobekasi.co di Saung Cikunir Kota Bekasi (Senin, 15 Maret 2021)

(26)

11

inspiratif dan menghibur, seperti: Perkotaan, Pemerintahan, Politik, Bisnis, Lifestyle, Adventure dan Knowlage. Media yang memiliki prinsip Good News is Good News berbeda dengan fungsi media lainya yang menerapkan prinsip Bad News is Good News. Maka dari itu jurnalisme warga di Infobekasi memiliki prinsip Cover Both Side dalam mencari informasi. Hadirnya Infobekasi.co dari keresahan pribadi masyarakat, bukan untuk kepentingan media group, dan tidak bergantung pada suatu tokoh. Dan itu yang membuat Infobekasi.co menjadi jurnalisme warga yang tidak memihak kepada suatu kepentingan tokoh atau partai politik. Maka dari itu terbukti, Infobekasi.co memiliki pengikut kedua terbanyak di instagram dan views serta komentar yang lebih aktif dari respon warga net. Maraknya media lokal di Bekasi, yang masih dibutuhkan mengenai kedekatan emosional antara jurnalisme warga dan pembaca adalah mengenai praktik jurnalisme warga itu tersendiri.

Maka dari itu peneliti menarik penelitian untuk mengangkat tema permasalahan yang ada dengan mengambil judul : STRATEGI GATEKEEPING

DALAM JURNALISME WARGA

INFOBEKASI.CO.

(27)

12

B. Batasan Masalah dan Rumusan Masalah 1. Pembatasan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah yang telah dipaparkan peneliti di atas, maka peneliti membatasi masalah sebagai landasan fokus penelitian. Penelitian ini memiliki batasan masalah ialah meneliti Strategi Gatekeeping Dalam Jurnalisme Warga Infobekasi.co.

2. Perumusan Masalah

Adapun berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka peneliti merumuskan masalah utama nya ialah:

1. Bagaimana peran dan strategi gatekeeper dalam memproduksi berita berbasis jurnalisme warga di media Infobekasi.co?

2. Berita apa saja yang dimuat dalam Infobekasi.co sebagai media berbasis jurnalisme warga?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan permasalahan, maka tujuan penelitian ini ialah:

1. Mengetahui peran dan strategi gatekeeper media lokal Infobekasi.co dalam memproduksi berita jurnalisme warga?

2. Mengetahui berita apa saja yang diangkat Infobekasi.co sebagai media jurnalisme warga?

(28)

13

2. Manfaat Penelitian a. Teoritis

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi ilmiah, khususnya tentang praktik jurnalisme warga di media lokal. Selain itu, dapat dijadikan dasar untuk bahan studi selanjutnya, khususnya untuk pengembangan penelitian pada jurusan Jurnalistik di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

b. Manfaat Praktis

Secara praktis, penelitian ini diharapkan menjadi sebuah perkembangan tentang penelitian Jurnalistik khususnya tentang jurnalisme warga. Selain dapat menambah wawasan, diharapkan media lokal Infobekasi.co dapat menjadi salah satu contoh praktik jurnalisme warga di media lokal. Juga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk studi bagi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

D. Review Kajian Terdahulu

1. Peneliti Gregorius Aryo Damar (2018) mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara dengan judul penelitian Proses Gatekeeping di Media Online (Studi Kasus Opini.id dalam mencari dan mengabarkan konten viral). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis

(29)

14

deskriptif dan studi kasus. Metode pengumpulan datanya berupa observasi, studi dokumen dan wawancara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Gatekeeping, dengan konsep penelitian jurnalisme warga, komunikasi massa, new media, nilai berita, dan hierarchy of influence.

Dengan hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya lima level yang mempengaruhi isi pemberitaan di opini.id. Kelima level ini yang memiliki pengaruh besar adalah level rutinitas media.

2. Peneliti Adonia Putri Serahya (2018) mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara dengan judul penelitian Proses Gatekeeping Artikel Citizen Journalism Pada Tribunnews.com. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan studi kasus. Metode pengumpulan datanya berupa observasi, studi dokumen dan wawancara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Gatekeeping, dengan konsep penelitian jurnalisme warga, komunikasi massa, new media dan nilai berita. Hasil penelitian ini menunjukan dari lima level yang mempengaruhi isi media. Menyimpulkan bahwa rutinitas media hal yang paling berpengaruh dalam isi artikel Tribunnews.

E. Metode Penelitian 1. Paradigma Penelitian

Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis.

Paradigma konstruktivis merupakan antithesis dari

(30)

15

paham yang meletakan pengamatan dan objektivitas dalam suatu fenomena atau ilmu pengetahuan.

Paradigma ini memandang ilmu sosial sebagai analisis sistematis terhadap Socially meaningful action melalui pengamatan langsung dan terperinci terhadap pelaku sosial yang bersangkutan menciptakan dan memelihara atau mengelola media sosial mereka.16 Individu dengan paham konstruktivis melihat sebuah realitas tidak apa adanya, melainkan dikonstruksi oleh pengalaman individu tersebut. Paradigma konstruktivis dalam penelitian ini dikarenakan ingin mendapatkan pengembangan dan pemahaman yang dialami oleh Infobekasi.co dalam menjalankan praktik jurnalisme warga. Seperti latar belakang alamiah warga yang ingin menjadi jurnalis warga, peneliti sebagai pengumpul data, dalam memperoleh data peneliti melakukan wawancara dan pengamatan terhadap jurnalis warga yang tergabung di Infobekasi, dan hasilnya pun akan berupa kata-kata, bukan angka- angka.

2. Pendekatan Penelitian dan Design Penelitian Metodologi penelitian ini menggunakan metodologi kualitati dengan pendekatan observasi. Menurut Bogdan dan Taylor metode kualitatif ialah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa

16 Dedy N. Hidayat, Paradigma dan Metodologi Penelitian Sosial Empirik Klasik, (Jakarta: Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, 2003), hal 3

(31)

16

tulisan atau lisan dari subjek penelitian yang dapat dianalisis.17 Riset kualitatif merupakan kajian berbagai studi dan kumpulan berbagai jenis data empiris, seperti studi kasus, pengalaman personal, pengakuan introspektif, kisah hidup, berbagai teks dan produksi kultural, pengamatan, sejarah, interaksional, dan berbagai teks visual.18 Tujuan dari penelitian kualitatif ialah untuk memberikan kondisi atau gambaran secara utuh mengenai objek yang diteliti.

Metode penelitian Observasi adalah Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau prilaku objek sasaran.19

Menurut Nana Sudjana adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti.20 Teknik Observasi adalah pengamatan dan pencatatan serta sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki. Dalam arti luas, observasi sebenarnya tidak hanya terbatas oleh pengalaman yang dilaksanakan baik secara langsung maypun tidak langsung.

17 http://etheses.uin-malang.ac.id/1381/7/05210032_Bab_3.pdf

18 Sananta, Menulis ilmiah : metode penelitian kualitatif, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2007), h.5

19 Abdurrahman Fatoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi (Jakarta:Rineka Cipta,2011), h.104

20 Nana Sudjana, Penelitian dan Penilaian (Bandung: Sinar Baru, 1989), h.84

(32)

17

3. Subjek dan Objek Penelitian

Peneliti menetapkan subjek dalam penelitian ini ialah Infobekasi.co sedangkan yang menjadi objek penelitian ini ialah Strategi Gatekeeping Dalam Jurnalisme Infobekasi.co.

4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data menurut Loftland dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dokumen dan tindakan.21 Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini sebagai berikut:

a. Wawancara (In depth Interview)

In depth interview atau wawancara mendalam merupakan salah satu alat bantu dalam teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode ini. Penulis mengajukan beberapa pertanyaan yang mencakup dengan permasalahan dalam penelitian ini. Pertanyaan tersebut akan dijawab oleh subjek penelitian dengan sebenar-benarnya. Wawancara ini dilakukan pada tim Infobekasi.co yang mempunyai pengaruh terhadap praktik jurnalisme warga yaitu pemimpin redaksi dalam mendapatkan data.

b. Observasi

Observasi ialah metode atau cara-cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung.22 Metode ini dilakukan untuk

21 Iskandar, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Gaung Persada, 2009), h.18

22 Basrowi dan Suwandi, Memahami Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Rineka

(33)

18

mengetahui apa yang sedang terjadi atau apa yang sedang dilakukan dengan pengamatan secara langsung agar peneliti mendapatkan gambaran yang lebih luas terhadap permasalahan yang diteliti.

Observasi dilakukan peneliti dengan mengamati secara langsung bagaimana tim Infobekasi dalam memberikan pembelajaran ilmu jurnalistik dan gimana proses praktik jurnalisme warga di Infobekasi.

c. Dokumentasi

Dokumentasi ialah teknik pengumpulan data tertulis seperti buku, arsip, atau laporan-laporan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.16 Bentuk dokumentasi dari hasil pengambilan data dan dikumpulkan dalam bentuk tulisan maupun gambar. Dokumentasi tersebut berupa beberapa dokumen, gambar yang berkaitan dengan Praktik Jurnalisme Warga di Infobekasi.co.

d. Online

Di masa pandemi membuat semuanya terbatas dalam berinteraksi tatap muka, dengan begitu peneliti menggunakan metode Online dengan menggunakan Whatsapp atau chatting dalam mencari informasi atau data yang dibutuhkan.

Cipta, 2008), h.93

(34)

19

2. Jadwal Penelitian

Ket Bab

1&2

Bab 3&4

Bab 5&6 April

Mei Juni Juli Agustus September Oktober November

Tabel 1.1 Jadwal Penelitian

(35)

20

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Kajian Teori

1. Jurnalisme Warga

Jurnalisme warga merupakan istilah lain dari Citizen Journalism yang terdiri dari dua kata yaitu kata citizen dan journalism, menurut kamus kata “citizen” memiliki artinya “warga negara”

dan kata “journalism” memiliki arti “jurnalisme”.

Kegiatan jurnalisme pada dasarnya sama dengan jurnalisme profesional yaitu sama-sama memaknai kegiatan dalam mencari seputar informasi, mengumplkan, mengolah dan menyebarkan informasi. Baik berupa tulisan, gambar, foto, video, ataupun laporan secara lisan.

Jadi arti yang sesungguhnya dari jurnalisme warga adalah suatu bentuk kegiatan jurnalisme yang dilakukan oleh warga biasa, Maksud dari warga biasa yaitu warga yang bukan berstatus sebagai jurnalis profesional.

Secara historis, jurnalisme warga merupakan gagasan atau konsep jurnalistik yang bisa menyampaikan isu-isu pemberitaan terkini dan penting. Bahkan perubahannya bukan hanya

(36)

21

dari sisi media saja, tetapi dari segi sajian, praktisi dan wartawannya. Berkat jurnalistik Online, setiap orang bisa menjadi wartawan yang biasa dikenal dengan citizen journalism. Praktik jurnalistik ini yang bisa dilakukan siapa saja, bukan dari wartawan profesional yang bekerja di media.

Kehadiran media sosial membuat semua orang bisa menjadi wartawan dalam artian juruwarta atau penyebar informasi secara pribadi. J.D Lacisa memaparkan jurnalisme warga mengategorikan media citizen journalism ke dalam enam tipe:

a. Audience participation

Seperti komentar user yang di-attach pada berita blog-blog pribadi, foto atau video footage yang diambil dari handycam pribadi, atau berita lokal yang ditulis oleh anggota komunitas.

b. Independent news and information website Situs web berita atau informasi independent seperti Consumer Report, Drudge Report yang terkenal dengan Monicatage.

c. Full-fledged participatory news sites

Situs berita partisipatoris murni atau situs kumpulan berita murni atau situs kumpulan berita yang dibuat dan dipublikasikan sendiri oleh warga seperti OhmyNews, NowPublic, GroundReport.

(37)

22

d. Collaborative and contributory media sites Situs media kolaboratif seperti Shlashdot, Kuro5hin, dan Newsvine

e. Other kinds of “thin media”

Bentuk lain dari media tipis seperti mailing list dan newslatter e-mail.

f. Personal broadcasting

Situs penyiaran pribadi seperti KenRadio.23 Jurnalisme warga dalam artian wartawan penulis individu biasa disebut citizen journalism. Menurut Supardiyanto, pewarta warga atau jurnalisme warga merupakan masyarakat umum yang mempunyai informasi dan mau menyampaikan kepada khalayak untuk menyabarluaskan informasi terkait berita yang didapat. Biasanya kontribusinya mengumpulkan informasi, menulis berita,, mengedit, menganalisis, melaporkan dan dipublikasi untuk bisa dikonsumsi oleh khalayak banyak di berbagai situs atau sosial media.24

Aktivitas utama dalam jurnalisme warga adalah pelaporan kejadian atau biasa dikenal dengan 5W+1H dengan jelas memberikan informasi siapa, apa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana. Karya publikasi journalisme meliputi media cetak seperti koran,

23 Asep Syamsul, Jurnalistik Online (Bandung: Nuansa Cendikia, 2018) h. 26

24 Supadiyanto, Booming Profesi Pewarta Warga, Wartawan & Penulis (Jakarta:

PPWI Intramedia Press, 2009), h.8

(38)

23

majalah. Media suara seperti radio dan podcast. Media gambar televisi ataupun media Online seperi blog dan sosial media sebagai publikasi baru.

Selain citizen journalism, nama lain yang sering digunakan dalam kegiatan menulis jurnalisme warga.

Steven Outing (2005) mengategorikan kedalam beberapa bentuk.25

a. Opening Up to Public Comment yaitu membuka ruang public untuk berkomentar. Hal tersebut membuat para pembaca bisa berinteraksi dengan komentar, baik dengan pujian, kritik atau menambah bahan tulisan dalam kegiatan jurnalisme profesional pada media cetak. Jenis ini biasa dikenal dengan surat pembaca.

b. Bloghouse warga yaitu blog gratis seperti wordpress, blogger, atau multiply, denaan melalui blog setiap hari, orang bisa bercerita mengenai dunia dengan pengalaman dan sudut pandang penulis.

c. Newsroom citizen transparency blogs yaitu blog yang disediakan media mainstream sebagai bentuk transparasi media tersebut. Dalam hal ini pembaca bisa melakukan kritik, pujian dan saran atas apa yang disampaikan media tersebut.

25 Narudin, Jurnalisme Masa Kini (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2009), h.

217

(39)

24

d. Stand-alone citizen journalism website yaitu bentuk tulisan warga yang sudah melalui proses editing, laporan informasi yang diterima sudah terlebih dahulu diedit untuk mengubah isi pesan, dan peran editor hanya menjaga kualitas laporan untuk mendidik dan menarik agar layak untuk dilaporkan.

e. Hybrid: pro + citizen journalism yaitu penggabungan dari jurnalisme profesional dan jurnalisme warga.

Dan model Wiki yaitu seorang pembaca sebagai editor, dan disini setiap orang bisa menulis artikel dan memberikan komentar diartikel tersebut.

Dunia komunikasi dan informasi jurnalisme warga memiliki kunci utama dalam penyampaian berita, yaitu pada warganya sendiri dalam memberikan informasi dan masyarakat berhak memperoleh informasi dan masyarakat dalam memberikan informasi. Unsur jurnalisme warga juga bukan dari latarbelakang Pendidikan jurnalistik dan bukan wartawan profesional, tetapi memiliki semangat dalam berbagi informasi.

Karakter jurnalisme warga juga dapat dijelaskan dengan table. Berikut ini disajikan tabel ringkas mengenai citizen journalism:

Citizen Journalism

Penulis Warga negara biasa dan semua orang

Media Internet (blog)

(40)

25

Tujuan Memberikan informasi

kepada orang lain (to share)

Aturan Bebas

Isi Bermacam-macam

(Video, tulisan, gambar, dan lain-lainnya)

Posisi Individu/

Masyarakat

Subjek dan Objek

Motivasi Penulis Mandiri

Tabel 2.1 Karakteristik Citizen Journalism

Perkambangan jurnalisme warga juga memudahkan segala hal untuk menyebarkan informasi, terdapat beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan sebelum ada beberapa kritik terhadap hal yang dianggap masalah dalam operasional jurnalisme warga yaitu:26 a. Fakta Informasi

Sebagian orang masih meragukan informasi yang dikirimkan oleh jurnalisme warga kepada media. Hal ini disebabkan oleh lemahnya kontrol terhadap pengirim berita, terhadap fakta di lapangan.

Karena itu media jurnalisme warga harus memiliki mekanisme check and recheck atas berita yang didapat agar bisa dipertanggungjawabkan.

26 Abdullah, Fenomena Baru Dunia Jurnalistik (Bandung: Remaja Rosyakarya, 2016) h. 473-476

(41)

26

b. Akurasi Data

Data yang dikirimkan jurnalisme warga terkadang tidak akurat dikarenakan kesalahan dalam penyebutan nama, istilah atau prosedur dan lain-lin.

Hal ini patut dikhawatirkan kepastian datanya.

c. Pertanggungjawaban Pembuat Berita

Berkaitan tentang bagaimana pertanggungjawaban pembuat berita jika tidak faktual dan tidak akurat. Tentu hal ini harus diperhatikan dan akan merepotkan pengelola media jurnalisme warga.

d. Etika Media

Kegiatan jurnalisme warga rawan dari pelanggaran etikamedia. Bagaimana prosedur sanksi dan kode etika digunakan dalam jurnalisme warga.

Praktik jurnalisme warga dapat meminimalisir keberpihakan media konvensional, artinya khalayak bebas dalam menuliskan berita atau peristiwa tanpa adanya penyuntingan sebelum dipublikasi.

Jurnalisme warga dapat berperan aktif sendiri dari proses pencarian informasi, penulisan dan penyebaran informasi. Tidak ada aturan yang membentuk warga dalam memilih peristiwa dan tidak ada kode etik yang mengikat. Dengan hal ini ada perbedaan antara ediadan khalayak. Biasanya khalayak ditempatkan sebagai konsumen dari media.

Kini dengan kehadiran internet memberikan warga sebagai produsen berita sekaligus menjadi narasumber dalam berita yang ditulis, maka dari itu

(42)

27

perlunya pemahaman kode etik dalam menulis berita.

Kode Etik Pewarta Warga menjadi panduan jurnalisme warga untuk bekerja seperti jurnalisme profesional. Hal tersebut menjadi rambu-rambu dalam menyampaikan informasi kepada khalayak.27 Kode etik pewarta warga menjadi aturan penting dan baku yang harus dipatuhi jurnalisme warga dalam mencari berita, foto, video atau kemudian menyusunnya menjadi karya untuk menghindari informasi yang menyesatkan dan membahayakan publik.28

Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) sebagai organisasi yang mewadahi pewarta warga di Indonesia, didirikan 11 November 2007 dan menetapkan kode etik yang harus ditaati secara konsisten, yaitu:29

a. Pewarta warga tidak menyiarkan berita yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara maupun kesatuan dan persatuan bangsa.

b. Pewarta warga tidak diperkenankan menyiarkan karya jurnalistik melalui media massa apapun yang bersifat cabul, menyesatkan, bersifat fitnah

27 Supadiyanto, Booming Profesi Pewarta Warga, Wartawan&Penulis (Jakarta:

PPWI Intramedia Press, 2009) h.31

28 Supadiyanto, Dasar-Dasar Jurnalisme Warga

29 Supadiyanto, Booming Profesi Pewarta Warga, Wartawan&Penulis (Jakarta:

PPWI Intramedia Pers, 2009) h.30-31

(43)

28

ataupun memutarbalikan fakta.

c. Pewarta warga tidak diperkenankan menerima imbalan yang dapat mempengaruhi objektivitas berita.

d. Pewarta warga menjaga dan menghormati kehidupan pribadi dengan tidak menyiarkan berita-berita yang dapat merugikan nama baik seseorang, dengan kata lain demi kepentingan umum.

e. Pewarta warga dilarang melakukan Tindakan plagiat atau mengutip hasil karya pihak lain dengan tanpa menyebutkan sumbernya. Apabila kenyataan nama maupun identitas sumber berita tidak dicantumkan,maka segala tanggung jawab ada pada pewarta warga yang bersangkutan.

f. Pewarta diwajibkan menempuhh cara sopan dan terhormat dalam memperoleh bahan karya jurnalistik, tanpa paksaan ataupun menyadap berita dengan tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

g. Pewarta warga diwajibkan mencabut atau meralat setiap pemberitaanyang tidak akurat, dan memberikan kesempatan kepadayang bersangkutan untuk memberikan kesempatan hak jawab.

h. Dalam memberitakan peristiwa yang berkaitan dengan proses hukum atau diduga menyangkut pelanggaran hukum, pewarta warga harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,

(44)

29

dengan prinsip jujur dalam menyajikan berita yang berimbang.

i. Pewarta warga harus berusaha semaksimal mungkin dalam menyajikan pemberitaan kejahatan asusila agar tidak merugikan pihak korban.

j. Pewarta warga menghormati dan menjunjung tinggi ketentuan untuk tidak menyiarkan informasi yang dinyatakan sebagai “off the record”.

2. Strategi Pemberitaan Media Massa a. Definisi Pemberitaan

Berita pada dasarnya adalah segala informasi yang disampaikan dan didengar oleh manusia tentang segala seluk-beluk kehidupannya yaitu cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Wahjuwibowo mencoba merangkum beberapa pendapat ahli tentang berita, diantaranya Campbell dan Wolseley menuliskan bahwa berita adalah laporan yang baru tentang perstiwa, pendapat, atau masalah yang menarik perhatian masyarakat sebanyak-banyaknya.30 Sementara Charnley berpendapat bahwa berita adalah laporan yang tepat waktu mengenai fakta, opini yang menarik, atau penting, atau keduanya yang dibutuhkan sejumlah orang. Charles A. Dana menyatakan bahwa berita adalah laporan yang tepat

30 Wahjuwibowo Indiwan Seto, Pengantar Jurnalistik: Teknik Penulis Berita, Artikel

& Feature, (Bogor: Ghalia Indonesia 2015) h. 44.

(45)

30

waktu mengenai segala sesuatu yang menarik perhatian orang, dan berita yang terbaik adalah yang menarik Sebagian besar pembaca.31

b. Strategi Pemberitaan

Strategi bagi manajemen organisasi pada umumnya, adalah rencana secara besar dan berorientasi jangkauan masa depan yang jauh, serta ditetapkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif dengan lingkungannnya dalam kondisi persaingan yang kesemuanya diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan sebagai sasaran dari organisasi yang bersangkutan. Menurut Amirullah dan Budiyono, strategi merupakan formula, kiat- kiat, cara, atau siasat untuk mencapai tujuan.32 Dari penjelasan para ahli, maka strategi menurut peneliti adalah rencana jangka panjang yang diikuti dengan tindakan dan tujuan untuk mencapai keberhasilan, sebuah strategi memberikan informasi yang akan dilakukan, mengapa dilakukan demikian, siapa yang bertanggungjawab dan mengerjakannya, bagaimana cara dan kiat-kiatnya dalam bersaing dan mempertahankan produknya.

Pemberitaan berasal dari kata Berita yang artinya cerita atau keterangan mengenai sesuatu

31 Azwar. 4 Pilar Jurnalistik. (Jakarta : Prenadamedia Group, 2018). h. 71- 72.

32 Amirullah, dan Budiyono, Haris. Pengantar Manajemen, (Yogyakarta:

Graha Ilmu 2013) h.

(46)

31

kejadian atau peristiwa terbaru, namun pemberitaan atau pem- beritaan akan bermakna sebagai proses, cara, perbuatan pemberitaan, melaporkan atau mengabarkan. Maka dapat didefinisikan bahwa strategi pemberitaan adalah cara atau kiat-kiat dari suatu organisasi atau kelompok dalam proses pembuatan berita, dimulai dari liputan suatu peristiwa, menulis berita, mengedit berita hingga menyebarkan berita. Strategi pemberitaan dapat digunakan oleh pemimpin untuk mencapai tujuan, yaitu pemimpin yang mendapat kepercayaan pembaca, pemimpin yang dimaksud disini adalah pemimpin pemberitaan.

Menurut pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer Higgins, terdapat empat tingkatan strategi yang disebut dengan master strategy, ialah enterprise strategy, corporate strategy, business strategy dan funcional strategy.33

1) Enterprise Strategy

Strategi ini berhubungan dengan masyarakat yang merupakan kelompok di luar organisasi dan tidak dapat dikendalikan.

Dalam strategi ini, terdapat hubungan antara masyarakat luar dengan organisasi, dalam interaksinya dapat menguntungkan organisasi. Dalam strategi ini juga

33 Salusu dalam Sugiya, Strategi Transformasi Konvergensi Media, (dalam tesis Universitas Indonesia, 2012) h.28-29

(47)

32

memperlihatkan bahwa organisasi bekerja dan berusaha untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat dengan pelayanan yang baik.

2) Corporate Strategy

Strategi yang berhubungan dengan misi organisasi ini juga sering disebut dengan grand theory. Strategi ini meliputi bidang yang digeluti oleh suatu organisasi. Setiap pemerintah dan organisasi nonprofit juga penting menjawab apa yang menjadi urusan bisnis dan bagaimana mengendalikannya. Hal ini memerlukan keputusan dan perencanaan yang stratejik yang juga disiapkan oleh setiap organisasi.

3) Business Strategy

Strategi pada tingkat ini menjelaskan bagaimana merebut pasaran di tengah masyarakat. Bagaimana menempatkan organisasi di hati para penguasa, para pengusaha, para donatur dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan agar organisasi memperoleh keuntungan dan dapat berkembang ke tingkat yang lebih baik.

4) Functional Strategy

Strategi ini merupakan strategi pendukung dan penunjang strategi lainnya.

Ada tiga jenis strategi fungsional. Pertama,

(48)

33

strategi fungsional ekonomi ialah mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, antara lain yang berkaitan dengan keuangan, pemasaran, sumberdaya, penelitian dan pengembangan. Kedua, strategi fungsional manajemen yang mencakup fungsi-fungsi manajemen ialah planning, organizing, implementing, controlling, staffing, leading, motivating, comunicating, decision making, representing dan integrating. Ketiga, strategi isu stratejik, yang memiliki fungsi utama mengontrol lingkungan, baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun situasi yang belum diketahui atau selalu berubah.

Tingkat-tingkat strategi di atas merupakan kesatuan dan menjadi isyarat bagi setiap pengambil keputusan tertinggi bahwa untuk mengelola organisasi tidak hanya dilihat dari kerapihan administratif semata, namun juga memperhitungkan soal “kesehatan” organisasi dari sudut ekonomi34

c. Jenis-Jenis Berita (soft news dan hard news) Ada sejumlah jenis berita yang dikenal di dunia jurnalistik, yang paling popular dan

34 Salusu dalam Sugiya, Strategi Transformasi Konvergensi Media, (dalam tesis Universitas Indonesia, 2012) h.29

(49)

34

menjadi menu utama surat kabar adalah:

1) Berita Langsung (straight news) adalah laporan peristiwa yang ditulis secara singkat, padat, lugas, dan apa adanya. Ditulis dengan gaya memaparkan peristiwa dalam keadaan apa adanya, tanpa ditambah dengan penjelasan, apalagi interpretasi. Berita langsung dibagi menjadi dua jenis: berita keras atau hangat (hard news) dan berita lembut atau ringan (soft news).

2) Berita Opini (opinion news) yaitu berita mengenai pendapat, pernyataan, atau gagasan seseorang, biasanya pendapat para cendekiawan, sarjana, ahli, atau pejabat, mengenai suatu peristiwa.

3) Berita Interpretatif (interpretative news) adalah berita yang dikembangkan dengan komentar atau penilaian wartawan atau nara sumber yang kompeten atas berita yang muncul sebelumnya sehingga merupakan gabungan antara fakta dan interpretasi. Berawal dari informasi yang dirasakan kurang jelas atau tidak lengkap arti dan maksudnya.

4) Berita Mendalam (depth news) adalah berita yang merupakan pengembangan dari berita yang sudah muncul, dengan pendalaman hal- hal yang ada di bawah suatu permukaan.

Bermula dari sebuah berita yang masih belum

(50)

35

selesai pengungkapannya dan bisa dilanjutkan kembali (follow up system). Pendalaman dilakukan dengan mencari informasi tambahan dari narasumber atau berita terkait.

5) Berita penjelasan (explanatory news) adalah berita yang sifatnya menjelaskan dengan menguraikan sebuah peristiwa secara lengkap, penuh data. Fakta diperoleh dijelaskan secara rinci dengan beberapa argumentasi atau pendapat penulisnya. Berita jenis ini biasanya panjang lebar sehingga harus disajikan secara bersambung dan berseri.

6) Berita Penyelidikan Berita penyelidikan (investigative news) adalah berita yang diperoleh dan dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber. Disebut pula penggalian karena wartawan menggali informasi dari berbagai pihak, bahkan melakukan penyelidikan langsung ke lapangan, bermula dari data mentah atau berita singkat. Umumnya berita investigasi disajikan dalam format tulisan feature.

Selain jenis-jenis berita diatas, dikenal pula jenis-jenis berita lainnya, antara lain:

(51)

36

1) Berita Singkat (spot news), yaitu berita atau laporan peristiwa yang sedang terjadi secara langsung atau siaran langsung.

2) Berita Basi, yaitu berita yang sudah tidak aktual lagi.

3) Berita Bohong (libel), yaitu berita yang tidak benar atau tidak faktual sehingga menjurus pada kasus pencemaran nama baik.

4) Berita Foto, yaitu laporan peristiwa yang ditampilkan dalam bentuk foto lepas, tidak ada kaitan dengan tulisan yang ada di sekelilingnya.

5) Berita Kilat (news flash), yaitu berita yang penting segera diketahui publik, dimuat di halaman depan surat kabar.

6) Berita Pembuka Halaman (opening news), yaitu berita atau tulisan yang ditempatkan di bagian awal atau paling atas halaman surat kabar, semacam berita utama (headline).35 d. Nilai Berita

Nilai Berita merupakan unsur dan kriteria yang dijadikan sebagai ukuran terhadap fakta yang layak disajikan dan dijadikan berita untuk disebarluaskan kepada khalayak melalui media massa cetak maupun

35 Restendy, Mochammad Sinung. Oktober 2016. “Daya Tarik Jurnalistik, Pers, Berita dan Perbedaan Peran dalam News Casting”.

Jurnal al–Hikmah vol. 4 no. 2 Oktober 2016

(52)

37

eletronik. Menurut Jani Josef sebagian ahli komunikasi berpendapat bahwa nilai berita disebut juga nilai jurnalistik.36 Terdapat tiga ukuran utama dalam menentukan suatu fakta yang layak dijadikan berita, yaitu mengandung unsur penting, menarik, dan aktual.37

Indiwan Seto Wahjuwibowo mengutip Baskette, Sissors, dan Brooks serta Dennis dan Ismach mengatakan bahwa berita memiliki nilai- nilai sebagai berikut:38

1) Penting

Penting atau tidaknya suatu berita diukur dari dampak yang ditimbulkan berita tersebut.

Berita penting atau tidak penting diukur dari seberapa banyak hal-hal bermanfaat yang bisa diambil oleh masyarakat.

2) Manusiawi

Berita tentang hal-hal yang bersifat manusiawi.

Berita yang melukai kemanusiaan harus dikemas dengan baik, agar tidak menimbulkan hal-hal tidak baik.

3) Kontroversi

Nilai berita itu memuat hal-hal yang kontroversial dari apa yang berlaku secara

36 Josef Jani, To Be Journalist, (Yogyakarta: Graha Ilmu 2008) h. 27-32

37 Khoirul, Muslimin. Jurnalistik Dasar, (Yogyakarta: UNISNU, 2019). h. 7

38 Wahjuwibowo Indiwan Seto, Pengantar Jurnalistik: Teknik Penulis Berita, Artikel & Feature, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2015) h. 45

(53)

38

umum. Hal ini sebenarnya tergantung cara pandang dalam menulis usatu peristiwa. Cara pandang yang berbeda dari cara masyarakat umum melihat suatu peristiwa tentunya akan membuat apa yang ditulis itu memiliki konflik tertentu dengan pikiran pembaca.

4) Unik

Sesuatu yang tidak biasa menjadi nilai yang memiliki tarikan kuat dalam berita. Unik ini juga bukan berarti asal berbeda dari nilai yang berlaku umum. Unik ini maksudnya memiliki daya Tarik tersendiri yang berlaku umum.

Artinya, setiap orang yang membaca apa yang ditulis itu memiliki pandangan sama bahwa hal itu sesuatu yang beda dari yang berlaku umum.

5) Aktual

Aktualitas atau ketertarikan pada waktu memiliki nilai penting dalam berita. Semakin cepat peristiwa disampaikan pada masyarakat umum, maka semakin aktual berita itu.

Aktualitas tergantung dengan durasi.

Maksudnya seberapa lama suatu kejadian diberitakan. Pada zaman berkembangnya media Online, maka aktualitas itu semakin cepat. Ada beberapa media Online, bahkan dengan kosep semakin cepat memberikan informasi pada pembacanya.

(54)

39

6) Kedekatan

Kegiatan yang dekat secara geografis dan juga secara psikologis serta sosial dengan masyarakat. Nilai berita itu akan semakin tinggi bagi pembaca jika yang di abaca adalah hal-hal yang dekat dengannya. Suatu peristiwa yang sama bisa jadi nilai beritanya berbeda bagi pembaca, karena persoalan jauh dan dekatnya peristiwa yang diberitakan.39

e. Media Massa

Media massa merupakan salah satu komunikasi massa yang saat ini tengah dimanfaatkan oleh publik.

Pertumbuhan industri media massa semakin berkembang, kebutuhan masyarakat akan informasi yang semakin meningkat membuat teknologi ikut berkembang sesuai perkembangan zaman.

Masyarakat sering mencari teknologi baru yang dapat memudahkan untuk mengakses sebuah informasi.40

Perkembangan teknologi juga sangat mempengaruhi media massa, kebebasan media dan perkembangan teknologi meghadirkan dua kondisi, satu sisi mudahnya mengakses informasi meningkatkan kesadaran masyarakat dan

39 Azwar. 4 Pilar Jurnalistik, (Jakarta : Prenadamedia Group, 2018) h. 76- 78.

40 Supadiyanto, Pengantar Jurnalisme Konvergentif, (Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2020) h.186

(55)

40

menciptakan keadaan yang demokratis, namun sisi lainnya ialah kebebasan yang tidak diiriingi denga tanggung jawab menimbulkan kebebasan yang tidak terarah dan menimbulkan perpecahan.41

Media massa memiliki peran penting dalam percepatan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat. Sebagai sumber informasi, media massa memiliki peran untuk mengawasi, mengembangkan konsep diri, dan sebagai fasilitas dalam hubungan sosial.42 Selain menjadi penyalur informasi, media massa juga kerap menjelma menjadi institusi kapitalisasi ekonomi bagi pengusaha media. Namun, agar informasi-informasi diterima dengan baik oleh publik perlu adanya strategi yang tepat oleh media massa.

Menurut Effendy, strategi pada hakikatnya ialah perencanaan (planning) dan manajemen (management) untuk mencapai suatu tujuan. Secara prakteknya, pendekatan strategi dapat dilaksanakan sewaktu-waktu sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi.43 Sedangkan menurut David dalam bukunya yang berjudul manajemen strategis, strategi didefinisikan sebagai cara untuk mencapai tujuan

41 Dedi Kusuma Habibie, Dwifungsi Media Massa: Jurnal Ilmu Komunikasi, vol.7 No.2 (2018) h.79

42 Dedi Kusuma Habibie, Dwifungsi Media Massa: Jurnal Ilmu Komunikasi, vol.7 No.2 (2018) h.82

43 Effendy, Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek, (Jakarta: Remaja Rosdakarya, 2016) h.23

Gambar

Tabel 1.1 Jadwal Penelitian ....................................................... 19
Tabel 1.1 Jadwal Penelitian
Tabel 2.1 Karakteristik Citizen Journalism
Gambar 2.1 Model alur berita McNelly
+7

Referensi

Dokumen terkait

Ada pun tujuan penelitian ini adalah: 1) apakah terdapat hubungan antara persepsi kemudahan menggunakan forum berita online Kompasiana dengan motif menjadi pewarta warga?;

Nama : Kembang Soca Paranggani NIM : D2C009086 Judul : Pengaruh Intensitas Mengkonsumsi Program Televisi bermuatan Jurnalisme Warga dan Partisipasi Coaching Citizen Journalism