• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan dan Pengembangan Produk Alat Bantu Jalan Kruk Tambahan Kursi (Foldable Walking Stick) dengan Metode Nigel Cross

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Perancangan dan Pengembangan Produk Alat Bantu Jalan Kruk Tambahan Kursi (Foldable Walking Stick) dengan Metode Nigel Cross"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Perancangan dan Pengembangan Produk Alat Bantu Jalan Kruk Tambahan Kursi (Foldable Walking Stick)

dengan Metode Nigel Cross

Rosnani Ginting1, Ariz Farhan 2, Sharah Corralynn3, Tiurmatarida Panjaitan4

1,2,3,4Departemen Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia

1[email protected], 2[email protected], 3[email protected], 4[email protected]

Abstrak— Dalam merancang produk tentunya ada sebuah proses yang terjalin dengan kebutuhan pengguna untuk mensukseskan produk yang akan dibuat. Produk yang dibuat harus sesuai dengan keinginan konsumen dan agar tercipta rasa puas dari konsumen. Oleh karena itu, rancangan produk yang dibuat harus sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada Metode Nigel Cross. Metode Nigel Cross ini terdiri dari 7 langkah dalam perancangan produk yang fungsinya membantu sang perancang dalam merancang produknya. Produk yang akan dibuat berupa kruk yang memiliki atribut berupa bahan utama berbahan stainless, produk berwarna silver, tinggi produk setinggi 150 cm, berat produk sebesar 0,5 kg, produk berbentuk huruf Y, bahan untuk lapisan produk terbuat dari busa, fungsi utama produk yaitu untuk membantu orang berjalan, fungsi tambahan yaitu tersedia tempat duduk, warna untuk tempat duduk berwarna hitam, bahan dari tempat duduk terbuat dari busa, dan tempat duduk berbentuk persegi.

Kata Kunci— perancangan produk, nigel cross, alat bantu jalan, kruk

I. PENDAHULUAN

Perancangan produk merupakan proses yang digunakan desainer untuk memadukan kebutuhan produk dengan tujuan bisnis yang membuat merek dari produk tersebut nantinya akan sukses. Desainer disini berfungsi untuk mengoptimalkan pengalaman pengguna dalam solusi yang dibuat untuk pengguna konsumen. Adapun beberapa pertimbangan dalam merancang produk yaitu dalam merancang produk baru biasanya melalui proses analitis dan pendekatan pemecahan masalah yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas hidup pengguna akhir dan interaksinya pada lingkungan, desainer produk disini tetap harus bekerja secara profesional walaupun tidak bertanggung jawab dalam merancang aspek mekanis dan teknologi murni dari produk. Perancangan produk memiliki banyak bidang contohnya dalam jurnal ini adalah bidang medis dan mempertimbangakan biaya produksi serta proses pembuatan yang melibatkan regulasi [1].

Merancang suatu produk harus berpikir secara kreatif. Umumnya berpikir kreatif dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu metode kreatif dan metode rasional [2]. Dalam merancang produk tentunya harus mengetahui kepuasan dari konsumen ketika memakai produk tersebut. Hal yang mendukung terciptanya pelanggan yaitu ketepatan waktu pengiriman produk pada konsumen, mutu produk yang sesuai dengan harapan konsumen dan harga jual produk yang terjangkau [3].

Hal yang mempermudah dalam perancangan dan pengembangan produk adalah langkah-langkahnya. Adapun langkah-langkah perancangan produk yaitu menentukan desain yang artinya sketsa gambar suatu produk yang akan dibuat, manufacturing merupakan bagian penting dalam menentukan langkah pembuatan produk, perencanaan bahan yang berfungsi sebagai bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembuatan produk dan yang terakhir adalah perencanaan biaya yang merupakan suatu langkah memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan dalam pembuatan suatu produk [4].

Dalam perancangan produk ini dilakukan dengan metode nigel cross yang terbagi menjadi 7 tahapan yang memiliki metodenya masing-masing. Metode secara umum dapat membantu pengklarifikasi tujuan, menentukan fungsi, menyusun spesifikasi produk, solusi perancangan produk, pengevaluasian produk serta meningkatkan dan mempertahankan nilai dari suatu produk [5].

(2)

Menetapkan fungsi ini bertujuan untuk menetapkan fungsi yang diperlukan serta batas-batas dalam sistem perancangan produk. Syarat dari analisis ini yaitu menyusun fungsi sistem secara keseluruhan yang berbentuk tranformasi input/output, membuat kelompok sub fungsi, gambar blok diagram, gambar pembatasan sistem dan mencari komponen yang sesuai untuk menghasilkan sub fungsi dan interaksi di antara sub fungsi tersebut [8].

2.2.3. Menyusun Kebutuhan

Menyusun kebutuhan ini bertujuan untuk membuat spesifikasi pembuatan desain/rancangan dengan lebih akurat. Metode yang digunakan Performance Specification Model. Langkah penggunaan Performance Specification Model yaitu mempertimbangkan tingkatan solusi yang berbeda dan dapat diaplikasikan [9].

2.2.4. Menetapkan Karakteristik

Dalam menetapkan karakteristik merupakan suatu tahapan yang digunakan untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen pada produk. Metode yang digunakan dalam menentukan karakteristik QDF(Quality Function Deployment). Langkah pembuatan QFD yaitu mengidentifikasi keinginan konsumen ke dalam atribut produk, menentukan tingkat kepentingan relatif dari atribut, mengevaluasi atribut dari produk pesaing, membuat matriks perlawanan antara atribut produk dengan karakteristik, mengidentifikasi hubungan karakteristik teknis dan atribut produk, mengidentifikasi interaksi yang relevan diantara karakteristik teknis, dan menentukan gambaran target yang ingin dicapai untuk karakteristik teknis. [10]

2.2.5. Pembangkit Alternatif

Pembangkit alternatif ini bertujuan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin alternatif yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dan akhirnya mendapat alternatif terbaik. Dalam membangkitkan alternatif digunakan adalah Morphological Charts.

2.2.6. Evaluasi Alternatif

Evaluasi alternatif ini digunakan untuk penentuan alternatif yang memenuhi kebutuhan konsumen dengan penentuan alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang muncul. Metode yang digunakan adalah metode weighted objective.

2.2.7. Rincian Perbaikan

Rincian Perbaikan disini bertujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan nilai produk bagi pembeli dan mengurangi biaya produsen. Metode yang digunakan adalah metode teknik nilai.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Hasil Brainstorming

Brainstorming yang dilakukan kelompok peneliti berlangsung selama 30 menit untuk mendapatkan rancangan produk awal dan setiap ide yang terkumpul akan didiskusikan untuk mendapatkan spesifikasi dari produk akhir tersebut yaitu bahan dasar foldable walking stick berbahan dasar stainless steel, warna produk berwarna silver, ukuran tinggi produk 150 cm dengan lebar 20 cm, memiliki berat 2kg, berat maksimal yang dapat ditahan kruk 100 kg, bentuk produk berbentuk huruf Y, bagian atas pengangan pada kruk dilapisi busa, fungsi tambahannya tersedia tempat duduk, tempat duduk berbentuk persegi dan berbahan dari plastik.

Hasil akhir rancangan produk Foldable Walking Stick dapat dilihat pada Gambar 1.

(3)

Gambar 1. Hasil Akhir Rancangan Produk Brainstorming Foldable Walking Stick

3.2. Hasil Klarifikasi Tujuan

Hasil dari klarifikasi tujuan dapat dilihat sebagai berikut.

Bahan dari foldable walking stick terbuat dari bahan stainless

• Warna dari foldable walking stick berwarna silver

• Tinggi dari foldable walking stick 150 cm.

• Berat dari foldable walking stick 0,5 kg.

• Bentuk foldable walking stick berbentuk huruf Y

• Bahan lapisan foldable walking stick terbuat dari busa

• Warna tempat duduk berwarna hitam

• Bahan tempat duduk terbuat dari busa

• Bentuk tempat duduk berbentuk persegi

Diagram pohon tujuan perancangan alat foldable walking stick dengan sub tujuan perancangan dari level tertinggi ke level terendah dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Diagram Pohon Tujuan Foldable Walking Stick

(4)

Gambar 3. Metode Black Box Foldable Walking Stick 3.4. Hasil Penyusunan Kebutuhan

Penyusunan kebutuhan dilakukan dengan menggunakan metode performance specification model. Performance specification model dapat dilihat pada Tabel 1.

TABEL I. SPESIFIKASI FOLDABLE WALKING STICK

No. Hasil Brainstorming Demand (D) atau

Wish (W)

Kuesioner Terbuka

1. Bahan produk terbuat dari Stainless W Bahan produk terbuat dari Stainless

2. Warna produk hitam dan abu-abu D Warna produk Silver

3. Tinggi produk 150 cm W Tinggi produk 150 cm

4. Berat produk 2 kg D Berat produk 0,5 kg

5. Berat penahan 100 kg W Berat penahan 100 kg

6. Bentuk produk huruf Y W Bentuk produk huruf Y

7. Bahan lapisan produk terbuat dari busa W Bahan lapisan produk terbuat dari busa

8. Warna tempat duduk hitam W Warna tempat duduk hitam

9. Bahan tempat duduk terbuat dari plastik D Bahan tempat duduk terbuat dari busa 10. Bahan tempat duduk terbuat dari plastik W Bentuk tempat duduk persegi

Dari tabel di atas terlihat bahwa terdapat 3 demand dan 7 wish maka disimpulkan bahwa produk tersebut sesuai dengan kebutuhan konsumen.

3.5. Hasil Menetapkan Karakteristik

Hasil menetapkan karakteristik dengan metode Quality Function Development dapat dilihat pada Gambar 4

(5)

Gambar 4. Hasil Akhir Quality Function Development Produk Foldable Walking Stick 3.6. Hasil Pembangkit Alternatif

Hasil pembangkit alternatif dilakukan dengan metode morphological chart yang dapat dilihat pada Tabel 2.

TABEL II. MORPHOLOGICAL CHART PRODUK FOLDABLE WALKING STICK

(6)

Gantt chart perbandingan alternatif 1 dan alternatif 2 dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5. Gantt Chart Perbandingan Nilai Alternatif 1 dan Alternatif 2 Dari gantt chart tersebut dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut

Luas gap Alternatif 1 = (2,366-2)(0,018 + 0,058 + 0,055 + 0,054 + 0,069 + 0,045 + 0,032 + 0,008 + 0,020 + 0,017) = 0,704

Luas gap Alternatif 2 = (2,041-2)(0,018 + 0,058 + 0,055 + 0,054 + 0,069 + 0,045 + 0,032 + 0,008 + 0,020 +0,017)

= 0,418

Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa gap alternatif 1 lebih besar dari luas gap alternatif 2 sehingga produk yang terpilih adalah produk alternatif 2.

(7)

3.8. Hasil Rincian Perbaikan

Pada hasil rincian perbaikan dapat dilihat bahwa harga komponen produksi sebelum dan sesudah perbaikan pada Tabel 4.

TABEL IV. HARGA KOMPONEN PRODUKSI SEBELUM DAN SESUDAH PERBAIKAN HARGA

No. Komponen Harga Komponen Jumlah Komponen Yang Dibutuhkan

Total Harga Sebelum Perbaikan Harga

Total Harga Sesudah Perbaikan Harga

1. Stainless Rp. 30.000/m 5 Meter Rp.150.000 Rp.80.000

2. Busa Rp.20.000/unit 1 Unit Rp.20.000 Rp.20.000

3. Spidol Rp. 5.000/unit 1 Unit Rp. 5.000 Rp. 5.000

4. Gerinda Rp. 155.000/unit 1 Unit Rp.155.000 Rp.154.000

5. Mur Rp. 392/unit 10 Unit Rp.4.000 Rp.4.000

6. Obeng Rp. 24.000/set 1 Set Rp. 24.000 Rp. 24.000

7. Meteran Rp. 15.000/unit 1 Unit Rp. 15.000 Rp. 15.000

8. Mesin Jahit Rp.98.000/unit 1 Unit Rp. 98.000 Rp. 98.000

Total Rp. 471.000 Rp. 400.000

IV. KESIMPULAN

Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini adalah pada bagian atribut foldable walking stick yang sesuai dengan kebutuhan konsumen yaitu bahan dari foldable walking stick terbuat dari bahan stainless, warna produk berwarna silver, tinggi produk 150cm, berat produk 0,5 kg, bentuk produk berbentuk huruf Y, lapisan produk terbuat dari busa, warna tempat duduk berwarna hitam, bahan tempat duduk terbuat dari busa, dan bentuk tempat duduk berbentuk persegi. Pada bagian harga produksi foldable walking stick adalah Rp 400.000.

DAFTAR PUSTAKA [1] Ginting, Rosnani. (2021). Metode Perancangan Produk. Medan: USU Press. Hlm. 5.

[2] Ginting, Rosnani. (2007). Sistem Produksi. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hlm 106, 108.

[3] Sinulingga, Sukaria. (2009). Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hlm. 30.

[4] Dharma, Gentha Oryza, Dyah Rachmawati Lucitasari dan Muhaamad Shodiq Abdul Khannan. Perancangan Ulang Headset dan Penutup Mata untuk Tidur Menggunakan Metode Nigel Cross. Vol. 11. No. 1. Hlm. 66.

[5] Ginting, Rosnani. (2010). Perancangan Produk. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hlm. 33.

[6] Rahmayanti, Dina, Difana Meilani, Hilma Raimona Zadry dan Dendi Adi Saputra. (2018). Perancangan Produk dan Aplikasinya. Padang: LPTIK. Hlm. 5.

[7] Fahrudin. Wakhit Ahmad. (2019). Rancangan Desain Produk Rak Pot Bunga dengan Pendekatan 7 Langkah Nigel Cross. Vol. 2. No. 2. Hlm. 104-105.

[8] Ginting, Rosnani, Theresia Yosephin Batubara dan Widodo. (2017). Desain Produk Tempat Tissue Multifungsi dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment. Vol. 19. No. 2. Hlm. 3.

[9] Suprayitno, Edi, Mochammad Chaeron dan Muhammad Shodiq Abdul Khannan. (2018). Perancangan Ulang Body Kit Preamplifier Gitar Bass Elektrik Menggunakan Metode Nigel Cross. Vol. 11. No. 2. Hlm. 152-153.

[10] Siregar, Ikhsan dan Kevin Adhinata. (2017). Perancangan Produk Tempat Tisu Multifungsi dengan Menggunakan Quality Function DeploymentII (QFD). Vol.

19. No. 2. Hlm. 24.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis statistik terhadap viskositas fruitghurt kulit buah naga merah didapatkan bahwa interaksi antara konsentrasi starter dan lama fermentasi menunjukkan

Ketika kali pertama ikut menata hidangan itulah dengan rendah hati Kang Cing Wei menyampaikan kepada paduka permaisuri, “Paduka permaisuri yang saya kagumi dan hormati, banyak

(1) Untuk koordinasi, integrasi, dan sikronisasi dalam menyiapkan kebijaksanaan atau menyelesakan masalah-masalah yang timbul dalam pelaksanaan kebijaksanaan tersebut dalam

dalam melaksanakan pengaturan CSR Undang- Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas hanya diperuntukan bagi bentuk perusahaan Perseroan Terbatas khusus

Kebahagiaan dapat dirasakan dengan senantiasa bertaqwa dan beriman kepada Allah, beramal shaleh, berdzikir, jihad, taubat dan tazkiyah (Fuad, 2016; Sholihah,

aman sebagai pangan jika bahan baku tersebut digunakan selama sekurang-kurangnya 3 generasi atau 50 tahun, dalam jumlah dan cara yang sama sesuai dengan yang diajukan. Kecuali

Apakah Faktor Fundamental yang diukur dengan Current Ratio , Return on Equity , Long Tern Debt to Equity Ratio , Total Asset Turn Over , dan Faktor Makroekonomi yang diukur

Bagi guru, hasil penelitian menunjukkan bahwa Constructive Play memiliki pengaruh yang baik dalam mengembangkan kemampuan literasi anak usia dini. Sehingga