• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ini link media rpp 3.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Ini link media rpp 3."

Copied!
157
0
0

Teks penuh

(1)Ini link media rpp 3. https://drive.google.com/file/d/1891r1SmfgTkm9MCSTtEzmh9Sq9SbQwVZ/view?usp=sharing.

(2) LAPORAN AKTUALISASI OPTIMALISASI PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PAPAN GARIS BILANGAN DAN METODE DEMONSTRASI BAGI PESERTA DIDIK KELAS VIIA PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI LORO TUAN KABUPATEN BELU PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL Diajukan sebagai syarat untuk menyelesaikan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. NAMA NIP ANGKATAN NOMOR ABSEN. : RENY ROMANTI FOBIA, S.Pd : 19940202 202012 2 003 : CXXVI (126) : 30. BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR AGUSTUS 2021.

(3) LEMBAR PENGESAHAN Laporan Aktualisasi dengan judul Optimalisasi proses pembelajaran melalui penggunaan media. papan garis bilangan dan metode demonstrasi bagi peserta didik kelas VIIA pada Sekolah Menengah Pertama Negeri Loro Tuan Kabupaten Belu, diajukan oleh: Nama NIP Jabatan Unit Kerja. : Reny Romanti Fobia, S.Pd : 19940202 202012 2 003 : Guru Matematika : SMP N Loro Tuan. Telah berhasil diseminarkan dan diterima sebagai salah satu persyaratan yang diwajibkan untuk menyelesaikan Pelatihan Dasar CPNS. Kupang, 10 Agustus 2021 Menyetujui, Pembimbing Nama : Daud Amarato, D.,M.Si NIP : 19740505 200312 1011. ...................................... Mentor Nama : Gerald Thomas Mau, S.Sos NIP : 19720409 200012 1 004. ...................................... Penguji Nama : Hendrikus Saku Payon, S.Sos NIP : 19660421 198903 1 022. ...................................... Mengesahkan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dr. Keron Ama Petrus, S.E,MA Pembina Utama Muda NIP. 19620716 198601 1 002. ii.

(4) LEMBAR PERSETUJUAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini: 1. Nama : Daud Amarato, D., M.Si NIP : 19740505 200312 1011 Pangkat/ Gol. : Pembina Utama Muda / IVc Jabatan : Widyaswara Ahli Madya (sebagai Coach/Pembimbing) 2. Nama : Gerald Thomas Mau, S. Sos NIP : 19720409 200012 1 004 Pangkat/ Gol. : Pembina / IVa Jabatan : Kepala bidang pembinaan ketenagaan (sebagai mentor) Sebagai coach/ pembimbing dan mentor peserta Pelatihan Dasar CPNS Nama NIP Golongan Jabatan Unit kerja. : Reny Romanti Fobia, S. Pd : 19940202 202012 2 003 : IIIa : Ahli pertama- Guru Matematika : SMP N Loro Tuan. Telah menyetujui laporan aktualisasi dengan judul dan kegiatan aktualisasi sebagai berikut: JUDUL AKTUALISASI. KEGIATAN AKTUALISASI. Optimalisasi proses pembelajaran melalui penggunaan media papan garis bilangan dan metode demonstrasi bagi peserta didik kelas VIIA pada Sekolah Menengah Pertama Negeri Loro Tuan Kabupaten Belu. 1. Melaksanakan konsultasi dengan kepala sekolah 2. Melakukan analisis Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 3. Membuat silabus 4. Menyusun RPP 5. Menyusun bahan ajar berupa LKS berdasarkan RPP yang ada 6. Membuat alat peraga papan garis bilangan untuk materi operasi bilangan bulat 7. Melaksanakan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan media pembelajaran papan garis bilangan untuk mengatasi proses pembelajaran yang belum optimal 8. Melakukan evaluasi pembelajaran untuk menilai efektivitas dari media pembelajaran yang digunakan 9. Melaksanakan remedial dan pengayaan 10. Menyusun laporan kegiatan Kupang, 10 Agustus 2021 Coach. Mentor. Gerald Thomas Mau, S. Sos NIP. 19720409 200012 1 004. Daud Amarato, D.,M.Si NIP. 19740505 200312 1011. iii.

(5) KATA PENGANTAR. Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas lindungan dan pertolongan-Nya, sehinggaAktualisasi ini dapat diselesaikan dengan baik. Banyak pihak yang telah membantu kesusksesan pelaksanaan aktualisasi ini, atas dukungan moral dan materi yang diberikan dalam menyusun makalah ini maka penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak, dr. Taolin Agustinus, SP. pD-KGEH, FINASIM sebagai Bupati Belu yang telah mengijinkan penulis untuk melakukan Aktualisasi. 2. Bapak Dr. Keron A. Petrus, SE, MA sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. 3. Kedua orang tua tercinta, Bapak Mathias Fobia dan Ibu Yliana Thonak serta keluarga yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan laporan. 4. Bapak Gerald Thomas Mau, S. Sos selaku Mentor yang memberikan bimbingan, masukan dan saran kepada penulis. 5. Bapak Daud Amarato,D., M. Si selaku Pembimbing yang memberikan dorongan masukan dan saran kepada penulis. 6. Ibu Maria Getrudis Muit, S. Ag selaku Kepala SMP Negeri Loro Tuan yang telah mengijinkan penulis untuk melakukan Habituasi di SMP Negeri Loro Tuan dan memberikan ide, dorongan, dan masukan kepada penulis. 7. Bapak/ Ibu Staf Guru SMP Negeri Loro Tuan yang juga turut membantu dalam proses habituasi dan dalam pembuatan laporan aktualisasi ini. 8. Teman – teman yang memberikan banyak motifasi, dorongan, dukungan kepada penulis dalam menyelasaikan laporan ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari teman – teman sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan laporan aktualisasi ini.. Kupang,. Agustus 2021. Penulis iv.

(6) DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................................... ii LEMBAR PERSETUJUAN .............................................................................................. iii KATA PENGANTAR ....................................................................................................... iv DAFTAR ISI ...................................................................................................................... v DAFTAR TABEL .............................................................................................................. vii DAFTAR GAMBAR ......................................................................................................... viii DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................................... ix BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................. 3 1.3 Tujuan dan Manfaat Aktualisasi ............................................................................ 4 1.4 Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi ..................................................................... 4 1.5 Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS ................................................................................ 5 1.6 Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI ............................................................... 10. BAB II DESKRIPSI ORGANISASI 2.1 Visi, Misi, dan Nilai Organisasi .............................................................................. 12 2.2 Struktur Organisasi ................................................................................................. 13 2.3 Gambaran Unit Kerja .............................................................................................. 14 BAB III RANCANGAN AKTUALISASI 3.1 Deskripsi Umum Rancangan Aktualisasi ............................................................... 15 3.2 Rancangan Kegiatan Aktualisasi ............................................................................ 17 BAB IV HASIL AKTUALISASI 4.1 Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi .......................................................................... 25 4.2 Deskripsi Kegiatan Aktualisasi ............................................................................... 33 4.3 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi .............................................................................. 46 4.4 Pengendalian Aktualisasi oleh Mentor dan Coach ................................................. 46 4.5 Hambatan dan Solusi Pelaksanaan Aktualisasi....................................................... 48 4.6 Analisis Dampak Implementasi Sikap Perilaku Bela Negara, Nilai-Nilai Dasar PNS (ANEKA), serta Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI ................................................................................... 49 v.

(7) BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 57 5.2 Saran ...................................................................................................................... 57 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 58 LAMPIRAN ........................................................................................................................ 59. vi.

(8) DAFTAR TABEL Tabel 1 Keadaan guru dan pegawai di SMP Negeri Loro Tuan ........................................ 14 Tabel 2 Rancangan kegiatan aktualisasi ............................................................................ 17 Tabel 3 Pelaksanaan kegiatan aktualisasi ........................................................................... 25 Tabel 4 Jadwal pelaksanaan kegiatan ................................................................................. 46. vii.

(9) DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Struktur organisasi SMP Negeri Loro Tuan .................................................... 13 Gambar 2. Pertemuan dengan Kepala Sekolah .................................................................. 33 Gambar 3. Kepala Sekolah menyetujui dan member ijin untuk pelaksanaan kegiatan aktualisasi ...................................................................... 34 Gambar 4. Melakukan pencarian referensi silabus ............................................................. 35 Gambar 5. Membuat draf silabus ........................................................................................ 36 Gambar 6. Mengkonsultasikan silabus ............................................................................... 36 Gambar 7. Mendapat persetujuan terhadap draf silabus ..................................................... 37 Gambar 8. Melakukan pencarian referensi RPP ................................................................. 38 Gambar 9. Membuat draf RPP ............................................................................................ 38 Gambar 10. Melakukan konsultasi RPP ............................................................................. 39 Gambar 11. Mencari referensi LKS .................................................................................... 40 Gambar 12. Membuat draf LKS ......................................................................................... 40 Gambar 13. Mengkonsultasikan LKS kepada Kepala Sekolah .......................................... 41 Gambar 14. Mencari referensi alat peraga .......................................................................... 42 Gambar 15. Pembuatan alat peraga papan garis bilangan .................................................. 43 Gambar 16. Melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga papan garis bilangan .................................................................... 44 Gambar 17. Proses pemeriksaaan hasil pre-test dan post-test ............................................ 44 Gambar 18. Membagi soal bagi yang mengikuti remedial dan serta membagi materi lanjutan bagi yang mengikuti pengayaan............................. 45 Gambar 19. Konsultasi kegiatan aktualisasi dengan mentor .............................................. 47 Gambar 20. Konsultasi kegiatan aktualisasi dengan coach ................................................ 47. viii.

(10) DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Uraian Tugas Lampiran 2. Rancangan Aktualisasi Lampiran 3. Lembaran Konsultasi Mentor Lampiran 4. Lembaran Konsultasi Coach Lampiran Kegiatan 1: Lampiran 5. Berita acara pertemuan dengan Pimpinan mengenai kegiatan aktualisasi Lampiran 6. Surat persetujuan aktualisasi Lampiran Kegiatan 2: Lampiran 7. Daftar referensi SKL Lampiran 8. Draf SKL Lampiran 9. Berita acara konsultasi SKL Lampiran 10. Surat persetujuan SKL Lampiran Kegiatan 3: Lampiran 11. Daftar referensi silabus Lampiran 12. Draf silabus Lampiran 13. Berita acara konsultasi silabus Lampiran 14. Surat persetujuan silabus Lampiran Kegiatan 4: Lampiran 15. Daftar referensi RPP Lampiran 16. Draf RPP Lampiran 17. Berita acara konsultasi RPP Lampiran 18. Surat persetujuan RPP Lampiran Kegiatan 5: Lampiran 19. Daftar referensi LKS Lampiran 20. Draf LKS Lampiran 21. Berita acara konsultasi LKS Lampiran 22. Surat persetujuan LKS Lampiran 23. Catatan rekomendasi SKL, Silabus, RPP, dan LKS Lampiran Kegiatan 6: Lampiran 24. Daftar referensi alat peraga papan garis bilangan Lampiran 25. Daftar alat dan bahan Lampiran 26. Foto alat peraga papan garis bilangan ix.

(11) Lampiran 27. Proses validasi alat peraga Lampiran 28. Surat validasi alat peraga Lampiran Kegiatan 7: Lampiran 29. Jurnal mengajar Lampiran 30. Soal pre-test dan post-tes Lampiram 31. Bukti pekerjaan siswa Lampiran Kegiatan 8: Lampiran 32. Hasil pemeriksaan pre-test dan post-test Lampiran Kegiatan 9: Lampiran 33. Data analisis nilai remedial Lampiran Kegiatan 10: Lampiran 34. Checklist dokumen kegiatan Lampiran 35. Berita acara konsultasi laporan aktualisasi dengan Kepala Sekolah Lampiran 36. Surat persetujuan Laporan Aktualisasi. x.

(12) BAB I PENDAHULUAN. 1.1.. Latar Belakang Aparatul Sipil Negara adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintahan. Pegawai ASN terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat Pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas Negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan. Dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan Negara, sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 perlu dibangun Aparatur Sipil Negara yang memiliki integritas, profesionalitas, netral, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Tugas ASN sebagai pelayan publik meliputi banyak hal, dalam berbagai ruang lingkup kehidupan. Seperti pelayanan administrasi negara, bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan lain sebagainya. Setiap ruang lingkup pelayanan tersebut memiliki unit pelaksana terpadu, mulai dari unit terkecil hingga unit terbesar dalam lingkup nasional. Guru sebagai ujung tombak fungsi pelaksanaan di bidang pendidikan merupakan profesi yang sangat mulia. Guru berkedudukan sebagai ASN bertanggung jawab menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Dengan berpegang pada nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) dalam kesehariannya sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat. Dengan berpegang pada nilai ANEKA, pendidikan yang berkualitas akan terwujud sehingga tujuan mencetak generasi muda yang berkarakter serta cerdas secara intelektual, emosional dan spiritual akan tercapai. Aktivitas belajar merupakan hal yang wajib penting dilakukan oleh seorang siswa sebagai pelajar, namun tidak sedikit siswa memandang belajar sebagai sesuatu yang buat 1.

(13) bosan dan tidak terlalu penting. Misalnya saja, banyak ditemukan siswa yang malas dan merasa tidak ada kemauan untuk belajar, dengan cara tidak mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Sedangkan dalam menunjang proses pembelajaran diperlukan adanya kemauan supaya belajar itu dianggap sebagai aktivitas yang menyenangkan dan memperoleh manfaat. Pada dasarnya dengan adanya kemauan, maka terdapat dorongan individu untuk melakukan aktivitas belajar dan mengajar juga akan terlaksana dengan baik. Belajar dapat memberi perubahan yang positif jika dilakukan dengan efektif dan maksimal yang akan menghasilkan sebuah hasil berupa potensi yang berguna untuk masa depan. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di SMP Negeri Loro Tuan ditemukan bahwa masih ada beberapa siswa secara pasif dan jarang terlibat pada proses pembelajaran matematika. Hal ini terlihat ada siswa yang mengalami proses belajar tanpa rasa ingin tahu ketika guru menerangkan mata pelajaran Matematika. Ketika diberi pertanyaan mengenai materi yang diajarkan sebagian besar siswa tidak berani menjawab dan hanya ada siswa tertentu saja yang dapat menjawab pertanyaan dari guru. Sedangkan ketika guru meminta siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum jelas, siswa hanya diam. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa kurang berani dalam bertanya, mengemukakan pendapat dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Sehingga aktivitas belajarnya belum bisa dikatakan optimal dalam pembelajaran matematika. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa aktivitas belajar siswa dalam belajar matematika masih kurang. Rendahnya aktivitas belajar siswa didalam kelas dikarenakan penggunaan metode ataupun media pembelajaran yang tidak sesuai dan kurang tepat, sehingga siswa tidak dapat dengan mudah memahami serta menguasai materi yang disampaikan. Dengan demikian beberapa siswa terlihat bosan dengan penyampaian materi yang dilakukan oleh guru. Hal ini nampak dengan kegiatan yang dilakukan siswa, seperti mencoba mengganggu temannya yang sedang memperhatikan guru dan melakukan kegiatan sendiri yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran dan juga kemampuan guru dalam mengelola situasi kelas juga masih kurang sehingga siswa cenderung menganggap remeh mata pelajaran yang sedang diajarkan dan juga guru yang mengajar dikelas. Hal ini yang. 2.

(14) mengakibatkan terkadang guru meninggalkan kelas saat jam pelajaran masih berlangsung. Permasalahan diataslah yang menyebabkan pembelajaran matematika belum optimal dan belum sepenuhnya berpusat pada siswa, hal ini terlihat siswa belum menunjukkan aktivtas belajar yang maksimal, partisipasi siswa belum muncul dan pemahaman siswa yang masih kurang. Maka dibutuhkan sebuah cara agar siswa dapat tertarik dan lebih terbuka ketika beraktivitas pada saat proses pembelajaran di dalam kelas. Sehingga muncul rasa percaya diri dalam mengkomunikasikan apa yang mereka rasakan ketika proses pembelajaran. Salah satu cara untuk bisa meningkatkan aktivitas belajar siswa adalah guru perlu menerapkan media pembelajaran yang bervariasi dan interaktif dengan berbentuk alat peraga, game atau permainan dari alat dan bahan sederhana sebagai alat bantu dalam mempermudah siswa dalam beraktivitas di dalam kelas. Sehingga dapat dipandang dari segi metode mengajar, situasi kelas, kemampuan siswa secara umum maupun dalam mempertimbangkan waktu yang tersedia dan lain sebagainya. Untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dalam mengatasi permasalahan diatas, terdapat beberapa media pembelajaran menarik yang bisa digunakan dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri Loro Tuan agar mampu mempermudah siswa dalam beraktivitas di dalam kelas. Bertolak dari latar belakang diatas, masalah tentang belum optimalnya proses pembelajaran matematika SMP Negeri Loro Tuan perlu dioptimalkan dengan melakukan kegiatan aktualisasi yang berjudul “Optimalisasi proses pembelajaran melalui penggunaan media papan garis bilangan dan metode demonstrasi bagi peserta didik kelas VIIA pada Sekolah Menengah Pertama Negeri Loro Tuan Kabupaten Belu’. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan analisis penentuan isu menggunakan analisis APKL, maka rumusan masalah dalam aktualisasi adalah “Bagaimana mengoptimalkan proses pembelajaran matematika bagi peserta didik di kelas VII SMP Negeri Loro Tuan Kabupaten Belu ?”. 3.

(15) 1.3. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi Tujuan dari aktualisasi nilai-nilai dasar PNS adalah : a. Meningkatkan minat belajar peserta didik kelas VIIA di SMP Negeri Loro Tuan Kabupaten Belu b. Mengaplikasikan Nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) dan Kedudukan Serta Peran (Dukran) Langsung Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugas dan Kewajiban sebagai Seorang Calon ASN. Manfaat Aktualisasi: a.. Minat belajar peserta didik kelas VIIA di SMP Negeri Loro Tuan Kabupaten Belu meningkat.. b.. Calon ASN dapat mengaktualisasikan atau Mengaplikasikan Nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) dan Kedudukan Serta Peran Langsung Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugas dan Kewajiban sebagai Seorang CalonASN. 1.4. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi Ruang lingkup kegiatan aktualisasi dalam agenda habituasi dilaksanakan di SMP Negeri Loro Tuan, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, terhitung mulai tanggal 21 Juli 2021 sampai dengan tanggal 7 Agustus 2021 saat hari kerja. Adapun rincian kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Melaksanakan konsultasi dengan Kepala Sekolah 2. Melakukan Analisis Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 3. Membuat silabus 4. Menyusun RPP 5. Menyusun LKS 6. Membuat alat peraga papan garis bilangan untuk materi bilangan bulat 7. Melaksanakan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode demonstrasi 8. Melaksanakan evaluasi pembelajaran 9. Melaksanakan remedial/pengayaan 10. Menyusun laporan kegiatan 4.

(16) 1.5. Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS Untuk dapat mewujudkan fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa, maka diperlukan ASN yang profesional, kompeten dan berintegritas yang berkarakter ANEKA. Karakter ANEKA yaitu mempunyai nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Adapun inti penjelasan terkait nilai-nilai ANEKA adalah sebagai berikut: a.. Akuntabilitas Akuntabilitas hampir memiliki kesamaan makna dengan responsibilitas atau tanggung jawab. Namun, keduanya memiliki konsep yang berbeda. Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai, sedangkan. responsibilitas. adalah. kewajiban. untuk. bertanggungjawab.. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Untuk menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel, ada beberapa indikator dari akuntabilitas yang harus diperhatikan, yaitu: 1. Tanggung jawab 2. Jujur 3. Kejelasan target 4. Netral 5. Mendahulukan kepentingan umum (publik) 6. Adil dan merata 7. Transparan 8. Konsisten dan dapat di andalkan serta 9. Partisipatif b.. Nasionalisme Nasionalisme adalah pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan. Nasionalisme memiliki pokok kekuatan dalam menilai kecintaan individu terhadap bangsanya. Salah satu cara untuk menumbuhkan semangat nasionalisme adalah dengan menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya oleh setiap 5.

(17) penyelenggara negara, baik di pusat maupun di daerah. Seorang PNS dituntut untuk memiliki perilaku mencintai tanah air Indonesia. (nasionalisme). dan. mengedepankan. kepentingan. nasional.. Nasionalisme merupakan salah satu perwujudan dari fungsi PNS sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Dalam menjalankan tugas, seorang ASN senantiasa harus mengutamakan dan mementingkan persatuan dan kesatuan bangsa. Kepentingan kelompok, individu, golongan harus disingkirkan demi kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan bangsa dan Negara diatas segalanya. Indikator dari nasionalisme. meliputi: (1) Religius (taat pada ajaran. agama masing-masing); (2) Hormat menghormati; (3) Kerjasama; (4) Tidak memaksakan kehendak; (5) Jujur; (6) Amanah; (7) Adil; (8) Persamaan derajat; (9) Tidak diskriminatif; (10) Mencintai sesama manusia; (11) Tenggang Rasa; (12) Membela kebenaran; (13) Persatuan dan Kesatuan; (14) Rela berkorban; (15) Cinta tanah air; (16) Memelihara ketertiban; (17) Disiplin; (18) Musyawarah; (19) Kekeluargaan, (20) Menghormati keputusan; (21) Tanggung jawab; (22) Kepentingan bersama; (23) Gotong royong; (24) Kebersamaan; (25) Tidak menyalahgunakan hak dan wewenang; (26) Hidup sederhana; (27) Kerja keras; dan (28) Menghargai karya orang lain c.. Etika Publik Etika Publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik atau buruk, benar atau salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Etika merupakan sistem penilaian perilaku serta keyakinan untuk menentukan perbuatan yang pantas guna menjamin adanya perlindungan hak-hak individu, mencakup cara-cara dalam pengambilan keputusan untuk membantu membedakan hal-hal yang baik dan yang buruk serta mengarahkan apa yang seharusnya dilakukan sesuai nilai-nilai yang dianut. Kode Etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus, sudut 6.

(18) pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuanketentuan tertulis. Indikator dari etika publik adalah: (1) Jujur; (2) Bertanggung jawab; (3) Integritas tinggi; (4) Cermat; (5) Disiplin; (6) Hormat; (7) Sopan; (8) Taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku; (9) Taat perintah; dan (10) Menjaga rahasia (jabatan dan Negara). d.. Komitmen Mutu Komitmen mutu merupakan pemahaman konsep mengenai efektivitas, efisiensi, inovasi, dan mutu penyelenggaraan Pemerintah. Ekeftivitas merupakan sejauh mana sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Sementara efisien merupakan jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi. Efisien ditentukan oleh berapa banyak bahan baku, biaya, dan tenaga yang dibutuhkan untuk mencapai sebuah tujuan. Dari kedua definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa karakterisitik utama yang dijadikan dasar untuk mengukur tingkat efektivitas adalah ketercapaian target yang telah direncanakan, baik dilihat dari capaian jumlah maupun mutu hasil kerja, sehingga dapat memberikan kepuasan, sedangkan tingkat efisiensi diukur dari penghematan biaya, waktu, tenaga, dan pikiran dalam menyelesaikan kegiatan. Sementara inovasi, muncul karena adanya dorongan kebutuhan organisasi/perusahaan untuk beradaptasi dengan tuntutan perubahan yang terjadi disekitarnya. Di sisi lain, mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen atau pengguna. Indikator dari komitmen mutu adalah: (1) Efektivitas; (2) Efisiensi; (3) Inovasi; dan (4) Berorientasi mutu. e. Anti Korupsi Anti Korupsi merupakan sikap tegas untuk melawan korupsi, baik korupsi waktu, uang, tugas dan kebijakan. Bagi PNS tugasnya adalah memutus mata rantai korupsi dengan dimulai dari diri sendiri serta menjadi pengingat 7.

(19) untuk rekan- rekan kerja untuk mencegah, menjauhi dan melawan korupsi, kolusi dan nepotisme. Indikator dari anti anti korupsi terdiri dari: 1. Jujur Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi penegakan integritas diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran. mustahil. seseorang. bisa. menjadi pribadi yang. berintegritas. 2. Disiplin Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan konsistensi untuk terus. mengembangkan. membuat. selalu. seseorang. akan. potensi. diri. mampu memberdayakan. dirinya dalam menjalani tugasnya. Kepatuhan pada prinsip kebaikan dan kebenaran menjadi pegangan utama dalam bekerja. 3. Tanggung jawab Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari bahwa keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik. Segala tindak tanduk dan kegiatan. yang. dilakukannya. akan dipertanggungjawabkan. sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, negara, dan bangsanya. 4. Kerja keras Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan kualitas hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik yang sebesar-besarnya. 5. Sederhana Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari kebutuhannya dan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih-lebihan. Ia tidak tergoda 8.

(20) untuk hidup dalam gelimang kemewahan. 6. Mandiri Kemandirian membentuk. karakter yang kuat. pada diri. seseorang menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Mentalitas kemandirian yang dimiliki seseorang memungkinkannya. untuk. mengoptimalkan. daya. pikirnya. guna bekerja secara efektif. 7. Adil Pribadi dengan karakter ini tidak akan menuntut untuk mendapatkan lebih dari apa yang ia sudah upayakan. Bila ia seorang pimpinan maka ia akan memberi kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya. Ia juga ingin mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat dan bangsanya. 8. Berani Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian. untuk. menyatakan kebenaran. dan. menolak. kebathilan. Ia tidak akan mentolerir adanya penyimpangan dan berani menyatakan penyangkalan secara tegas dan tidak takut dimusuhi dan tidak memiliki teman kalau ternyata mereka mengajak kepada hal-hal yang menyimpang. 9. Peduli Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat kasih sayang. Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan lingkungan sekelilingnya di mana masih terdapat banyak orang yang tidak mampu, menderita, dan membutuhkan uluran tangan.. 9.

(21) 1.6. Kedudukan dan Peran PNS Dalam NKRI a.. Kedudukan ASN Kedudukan atau status jabatan PNS dalam sistem birokrasi selama ini dianggap. belum sempurna untuk menciptakan birokrasi yang profesional. Untuk dapat membangun profesionalitas birokrasi, maka konsep yang dibangun dalam UU ASN tersebut harus jelas. Berikut beberapa konsep yang ada dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN. 1. Berdasarkan jenisnya, pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). PNS merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan, memiliki nomor induk pegawai secara nasional. Sedangkan PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian berdasarkan perjanjian kerja sesuai dengan kebutuhan instansipemerintah untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan. 2. Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Pegawai ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. Selain itu untuk menjauhkan birokrasi dari pengaruh partai politik, hai ini dimaksudkan untuk menjamin keutuhan, kekompakan dan persatuan ASN, serta dapat memusatkan segala perhatian, pikiran dan tenaga pada tugas yang dibebankan kepadanya. Oleh karena itu dalam pembinaan karir pegawai ASN, khususnya di daerah dilakukan oleh pejabat berwenang yaitu pejabat karir tertinggi. 3. Kedudukan ASN berada di pusat, daerah dan luar negeri. Namun demikian pegawai ASN merupakan kesatuan. Kesatuan bagi pegawai ASN sangat penting, mengingat dengan adanya desentralisasi dan otonomi daerah, sering terjadinya isu putra daerah yang hampir terjadi dimana-mana sehingga 10.

(22) perkembangan birokrasi menjadi stagnan di daerah-daerah. Kondisi tersebut merupakan ancaman bagi kesatuan bangsa. b.. Peran ASN Untuk menjalankan kedudukan pegawai ASN, maka pegawai ASN berfungsi dan bertugas sebagai berikut: 1. Pelaksana kebijakan publik Fungsi dari ASN adalah bertugas dan berperan untuk melaksanakan kebijakan yang dibuat. oleh. pejabat. pembina. kepegawaian. sesuai. dengan. ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk itu ASN harus mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, serta harus mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik. 2. Pelayan publik ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas. Pelayanan publik merupakan kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai peraturan perundangundangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayanan administratif yangdiselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan publik dengan tujuan kepuasan pelanggan. 3. Perekat dan pemersatu bangsa ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk mempererat persatuandan kesatua n NKRI. ASN senantiasa setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD1945, negara dan pemerintah. ASN senantiasa menjunjung tinggi martabat ASN serta senantiasa mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan diri sendiri,seseorang dan golongan. Dalam UU ASN disebutkan bahwa dalam penyelengaraan dan kebijakan manajemen ASN, salah satu diantaranya asas persatuan dan kesatuan.. 11.

(23) BAB II DESKRIPSI ORGANISASI. 2.1. Visi, Misi dan Nilai Organisasi Visi Sekolah: Membentuk anak didik yang berprestasi , berakhlak mulia, sehat, terampil dan inovatif serta cinta akan budaya.. Misi Sekolah: 1.. Mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan dan otonom.. 2.. Menumbuhkembangkan dasar- dasar multi kecerdasan kemandirian dan daya saing peserta didik.. 3.. Mewujudkan sekolah yang kompetitif dan terpercaya bagi masyarakat dan stakeholder. Nilai- Nilai Organisasi: 1. Religius 2. Jujur 3. Sehat 4. Disiplin 5. Profesional 6. Tanggung jawab 7. Kerja sama 8. Adil 9. Partisipatif 10. Efesien. 12.

(24) 2.2 Struktur Organisasi Struktur Organisasi SMP Negeri Loro Tuan adalah : Kepala Sekolah Maria G. Muit, S.Ag. Komite Herminus Mau. Wakil Kepala Sekolah Mathildis Y. B Ina, S.E Tata Usaha Yantiana Uduk, S.E. Perpustakaan Arnoldina Bano, S. ST, Gr. Ur. Kurikulum Okto.Nyongki. A.,S.Pd. Ur. Prasarana Yuliana Hausufa, S.Pd. Ur. Kesiswaan Yuvenius B.K.B.,S.Pd. Ur. Humas Wilfrida I Patiani, S.Pd. Para Wali Kelas. Siswa Masyarakat. Gambar 1. Struktur organisasi SMP Negeri Loro Tuan. 13. Penjaga Yustus M. Koli.

(25) 2.3. Gambaran Unit Kerja SMP Negeri Loro Tuan terletak di Wilayah Desa Teun Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu. Jarak Sekolah dari Ibu Kota Kabupaten adalah 32 km dan berbatasan langsung dengan wilayah kabupaten Malaka. Sekolah ini melayani dan menerima peserta didik dari dua kabupaten yakni kabupaten Belu dan kabupaten Malaka. Sekolah ini memiliki empat sekolah pendukung yaitu : SDK Teun ( Belu) , SDI Buitae (Belu), SDI Ninma ( Malaka) dan SDI Taluru ( Malaka). Saat ini SMP Negeri Loro Tuan memiliki 222 orang peserta didik (L:124 P:98) dengan perincian kelas VII 89 orang (L:51, P:38), kelas VIII 73 orang (L:43 P: 30) dan kelas IX 60 orang (L:30 P:30). SMP Negeri Loro Tuan memiliki 9 rombongan belajar dengan setiap angkatan memiliki tiga kelas paralel, 1 ruang kantor, 1 ruang guru, 1 laboratorium IPA, 1 ruang BK, 1 ruang perpustakaan, 2 rumah dinas guru, toilet guru, toilet siswa ( putra, Putri dan Siswa berkebutuhan khusus), lapangan bola voli, lapangan upacara dan tempat parkiran motor. Jumlah guru dan Pegawai yang dimiliki oleh SMP Negeri Loro Tuan adalah sebagai berikut:. Uraian. Jumlah. Pendidikan. Guru PNS. 5 orang. S1 5 orang. Guru CPNS. 2 orang. S1 2 orang. Guru Non PNS. 18 orang. S1 18 orang. Pegawai non Guru. 4 orang. 3 orang S1, SMA 1 orang. Tabel 1. Keadaan guru dan pegawai di SMP Negeri Loro Tuan. 14.

(26) BAB III RANCANGAN AKTUALISASI 3.1. Deskripsi Umum Rancangan Aktualisasi Dalam kegiatan Latsar ini kami sebagai ASN harus mampu membuat rancangan aktualisasi sesuai tugas pokok atau uraian tugas dan fungsi yang dikaitkan dengan nilainilai dasar ANEKA tujuannya agar dapat menerapkan prinsip nilai-nilai dasar ANEKA pada pengaktualisasinya selama tiga puluh hari masa habituasi atau off class. Rangkaian kegiatan aktualisasi tersebut merupakan gagasan untuk pemecahan isu yang diangkat dalam rancangan aktualisasi, yaitu belum optimalnya proses pembelajaran matematika di kelas VII SMP Negeri Loro Tuan. Gagasan atau kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya pemecahan isu adalah: 1. Melakukan konsultasi dengan Kepala Sekolah 2. Melakukan analisis Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 3. Membuat silabus 4. Membuat RPP 5. Menyusun bahan ajar berupa LKS 6. Membuat alat peraga papan garis bilangan 7. Melakukan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan alat peraga papan garis bilangan 8. Melakukan evaluasi pembelajaran 9. Melaksanakan remedial dan pengayaan 10. Menyusun laporan kegiatan. Seluruh rancangan aktualisasi ini disusun mulai dari tanggal 25 Juni 2021 sampai tanggal 2 Juli 2021. Selama menyusun rancangan kegiatan aktualisasi ini, saya juga melakukan konsultasi dengan mentor, coach, dan juga atasan langsung yaitu Kepala Sekolah SMP Negeri Loro Tuan Kab. Belu demi mendapatkan masukan dan perbaikan rancangan aktualisasi sebelum nantinya dilaksanakan pada saat off class. Sebelum menyusun rancangan kegiatan aktualisasi, saya terlebih dahulu menentukan isu atau masalah aktual yang sedang terjadi di SMP Negeri Loro Tuan. Setelah menentukan isu-isu atau masalah yang sedang terjadi di SMP Negeri Loro Tuan 15.

(27) maka saya mulai melakukan konsultasi via whatsApp kepada Kepala Sekolah sehingga beliau bisa memilih isu mana yang harus didahulukan untuk dioptimalkan. Saya mendapat respon baik dari Kepala Sekolah dan Kepala Sekolah sendiri memilih isu yang harus diangkat atau didahulukan adalah belum optimalnya proses pembelajaran matematika di kelas VIIA SMP Negeri Loro Tuan. Kegiatan konsultasi dengan Kepala Sekolah ini dilakukan pada tanggal 21 Juni 2021. Setelah melakukan konsultasi dengan Kepala Sekolah, maka saya langsung menyusun rancangan kegiatan aktualisasi. Semua rancangan kegiatan yang telah disusun, dikonsultasikan kepada coach untuk memperoleh bimbingan serta perbaikan demi mendapatkan rancangan kegiatan aktualisasi yang benar. Proses konsultasi dengan coach dilakukan secara tatap muka dan juga daring. Saya mendapatkan beberapa masukan dan perbaikan sampai akhirnya diseminarkan. Kegiatan konsultasi dengan coach ini dilaksanakan dari tanggal 24 Juni 2021 sampai tanggal 2 Juli 2021. Saat rancangan aktualisasi sudah sesuai dengan yang diharapkan coach, maka pada tanggal 3 Juli 2021 rancangan aktualisasi yang telah disusun diseminarkan. Yang menjadi penguji dalam seminar tersebut adalah Bapak Hendrikus Saku Payon, S.Sos. saat seminar berlangsung saya mendapat beberapa pertanyaan seperti “apa kaitannya antara penyebab isu rendahnya kesadaran guru dalam mengelola situasi kelas dengan kegiatan aktualisasi yang akan dilakukan” serta beberapa pertanyaan mengenai keterkaitan substansi mata pelatihan. Semua pertanyaan yang diajukan bisa dijawab oleh saya dengan baik.. 16.

(28) 3.2. Rancangan Kegiatan Aktualisasi Dalam Melakukan Kegiatan Untuk Pemecahan Isu Yang telah dipilih, saya membuat rencana kegiatan sebanyak sepuluh (10) kegiatan antara lain yaitu: Tabel. 2 Rancangan Kegiatan Aktualisasi. No 1 1. Kegiatan. Tahapan Kegiatan. 2 Melaksanakan. 1.. konsultasi dengan kepala. 2.. 2.. Meminta persetujuan dari kepala sekolah. 3.. 1.. Melakukan pencarian referensi. 1.. 2.. Membuat draf SKL. 2.. 3.. Mengkonsultasikan SKL kepada kepala sekolah. 3.. 4.. Melakukan pengkoreksian SKL. 4.. 5.. Meminta persetujuan dari. 5.. 3.. Melakukan analisis Standar Kompetensi. 1.. Melakukan pertemuan dengan kepala sekolah. sekolah. 2. 3 Menyiapkan bahan untuk konsultasi. Lulusan (SKL). Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan. Output/Hasil 4 Tersedianya rancangan kegiatan sebanyak 1 dokumen. 5 Akuntabilitas : tanggung jawab, kejelasan target. Terlaksananya pertemuan dengan pimpinan yang dibuktikan dengan berita acara sebanyak 1 dokumen Adanya persetujuan dari kepala sekolah yang dibuktikan dengan surat persetujuan sebanyak 1 dokumen Tersedianya referensi yang dibuktikan dengan daftar referensi sebanyak 1 dokumen Tersedianya draf SKL sebanyak 1 dokumen Terlaksananya konsultasi dengan kepala sekolah yang dibuktikan dengan berita acara sebanyak 1 dokumen Adanya hasil pengkoreksian SKL yang dibuktikan dengan catatan rekomendasi sebanyak 1 dokumen Adanya persetujuan dari kepala sekolah yang dibuktikan dengan surat. 17. Nasionalisme : hormat menghormati. Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi 6 Sesuai dengan misi SMP N Loro Tuan : “Mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan dan otonom”.. Penguatan Nilai Organisasi. • •. 7 Disiplin kerja sama. • • •. kerja sama tanggung jawab jujur. Etika publik : sopan WoG : koordinasi, kerja sama Akuntabilitas : tanggung jawab, kejelasan target Nasionalisme : tidak memaksakan kehendak. Sesuai dengan misi SMP N Loro Tuan: “mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan dan otonom”..

(29) 3. Membuat. 1.. silabus. kepala sekolah Melakukan pencarian referensi. 2.. 4. Menyusun RPP. Membuat draf silabus 3. Mengkonsultasikan silabus kepada kepala sekolah 4. Melakukan pengkoreksian silabus 5. Meminta persetujuan dari kepala sekolah 1. Melakukan pencarian referensi. 2.. 2. 3.. Membuat draf RPP Mengkonsultasikan RPP kepada kepala sekolah Melakukan pengkoreksian RPP. 2. 3.. 5.. Meminta persetujuan dari kepala sekolah. 5.. 1.. Melakukan pencarian 1. referensi. 2. 3.. Membuat draf LKS Mengkonsultasikan LKS kepada kepala sekolah. 4.. 5. Menyusun bahan ajar berupa LKS berdasarkan RPP yang ada. 1.. 3.. 4.. 5.. 1.. 4.. 2. 3.. persetujuan sebanyak 1 dokumen Tersedianya referensi yang dibuktikan dengan daftar referensi sebanyak 1 dokumen Adanya draf silabus sebanyak 1 dokumen Terlaksananya konsultasi dengan kepala sekolah yang dibuktikan dengan berita acara sebanyak 1 dokumen Adanya hasil pengkoreksian silabus yang dibuktikan dengan catatan rekomendasi sebanyak 1 dokumen Adanya persetujuan dari kepala sekolah yang dibuktikan dengan surat persetujuan sebanyak 1 dokumen Tersedianya referensi yang dibuktikan dengan daftar referensi sebanyak 1 dokumen Adanya draf RPP sebanyak 1 dokumen Terlaksananya konsultasi dengan kepala sekolah yang dibuktikan dengan berita acara sebanyak 1 dokumen Adanya hasil pengkoreksian RPP yang dibuktikan dengan catatan rekomendasi sebanyak 1 dokumen Adanya persetujuan dari kepala sekolah yang dibuktikan dengan surat persetujuan sebanyak 1 dokumen Tersedianya referensi yang dibuktikan dengan daftar referensi sebanyak 1 dokumen Adanya draf LKS sebanyak 1 dokumen Terlaksananya konsultasi dengan kepala sekolah yang dibuktikan dengan berita acara sebanyak 1 dokumen. 18. Akuntabilitas : kejelasan target Nasionalisme : tanggung jawab, tidak memaksakan kehendak. Sesuai dengan misi SMP N Loro Tuan : “mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan dan otonom”.. • • •. kerja sama tanggung jawab jujur. Sesuai dengan misi SMP N Loro Tuan : “mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan dan otonom”.. • • •. kerja sama tanggung jawab jujur. Sesuai dengan misi SMP N Loro Tuan : “mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan dan otonom”.. • • • •. Professional kerja sama tanggung jawab jujur. Etika Publik : hormat. Akuntabilitas : kejelasan target Nasionalisme : tanggung jawab WoG : koordinasi, kerja sama. Akuntabilitas : kejelasan target Nasionalisme : tanggung jawab Etika publik : cermat.

(30) 6. Membuat alat peraga papan garis bilangan untuk materi operasi bilangan bulat. 4.. Melakukan pengkoreksian LKS. 4.. Adanya hasil pengkoreksian LKS yang dibuktikan dengan catatan rekomendasi sebanyak 1 dokumen. 1.. Melakukan pencarian referensi. 1.. Tersedianya referensi yang dibuktikan dengan daftar referensi sebanyak 1 dokumen. Akuntabel : tanggung jawab, kejelasan target. 2.. Menyiapkan alat dan bahan berupa : cutter, gergaji, gunting, mistar, spidol, lem, double tip, sterofoam, triplek, kertas HVS, kertas karton. 2.. Tersedianya alat dan bahan yang dibuktikan dengan daftar alat dan bahan sebanyak 1 dokumen. Nasionalisme : kerja keras, kepentingan bersama. Merangkai alat peraga. 3.. 3.. Komitmen mutu : efektif, efisien, berorientasi mutu Adanya alat peraga yang dibuktikan dengan papan garis bilangan. 19. Sesuai dengan misi SMP N Loro Tuan : “mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan dan otonom”.. • • •. Professional tanggung jawab efisien.

(31) 7. Melaksanakan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan media pembelajaran papan garis bilangan untuk mengatasi proses pembelajaran yang belum optimal. 1. Melakukan Kegiatan Pendahuluan, yang meliputi: 1) Mengucapkan salam 2) Berdoa 3) Menyanyikan salah satu lagu nasional 4) Mengkondisika n suasana belajar yang menyenangkan 5) Mengecek kehadiran peserta didik 6) Menyampaikan Kompetensi Dasar yang akan dipelajari 7) Menyampaikan tujuan pembelajaran 8) Melaksanakan pre – test 9) Memberikan motivasi. 1.. Terlaksananya kegiatan pendahuluan, yang dibuktikan dengan jurnal mengajar sebanyak 1 dokumen. Akuntabel : tanggung jawab, kejelasan target Nasionalisme : Religius, Cinta tanah air Komitmen mutu : berorientasi mutu. 20. Sesuai dengan misi SMP N Loro Tuan : “Menumbuhkembangkan dasar-dasar multi kecerdasan kemandirian dan daya saing peserta didik”.. • • • •. Religius Professional Partisipatif tanggung jawab.

(32) 2. Melakukan Kegiatan Inti, yang meliputi: 1) Menyajikan materi bilangan bulat melalui pendemonstrasi an alat peraga “papan garis bilangan” 2) Membagikan LKS ke masing-masing siswa 3) Meminta siswa mengerjakan LKS setelah pendemonstrasi an alat peraga 4) Meminta siswa mengumpulkan LKS yang sudah dikerjakan 5) Membahas soal-soal dalam LKS bersama siswa. 2.. Terlaksananya kegiatan inti, yang dibuktikan dengan jurnal mengajar sebanyak 1 dokumen. 21.

(33) 3. Melakukan Kegiatan Penutup, yang meliputi: 1) Membuat kesimpulan 2) Melaksanakan post – test 3) Menyampaikan topik pada pertemuan berikut 4) Berdoa 5) Mengucapkan salam. 3.. Terlaksananya kegiatan penutup, yang dibuktikan dengan jurnal mengajar sebanyak 1 dokumen. 22.

(34) 8. Melakukan. 1.. Melakukan pemeriksaan hasil pre-test. 1. Adanya hasil pemeriksaan pre-test yang dibuktikan dengan daftar nilai sebanyak 1 dokumen. 2.. Melakukan pemeriksaan hasil post-test. 2. Adanya hasil pemeriksaan post-test yang dibuktikan dengan daftar nilai sebanyak 1 dokumen. 3.. Melakukan analisis terhadap hasil pemeriksaan pre-test. 3. Adanya hasil analisis terhadap hasil pemeriksaan pre-test yang dibuktikan dengan daftar nilai sebanyak 1 dokumen. 4.. Melakukan analisis terhadap hasil pemeriksaan post-test. 4. Adanya hasil analisis terhadap hasil pemeriksaan post-test yang dibuktikan dengan daftar nilai sebanyak 1 dokumen. evaluasi pembelajaran. Akuntabilitas : tanggung jawab Etika publik : cermat. untuk menilai efektivitas dari media. Sesuai dengan misi SMP N Loro Tuan : “Menumbuhkembangkan dasar-dasar multi kecerdasan kemandirian dan daya saing peserta didik”.. • • •. kerja sama tanggung jawab jujur. Sesuai dengan misi SMP N Loro Tuan : “Menumbuhkembangkan dasar-dasar multi kecerdasan kemandirian dan daya saing peserta didik”.. • • • •. tanggung jawab jujur professional adil. pembelajaran yang digunakan. 9. Melaksanakan. 1.. remedial dan pengayaan. 2.. 3.. Melakukan pendataan terkait nama-nama siswa yang mengikuti remedial dan pengayaan Melaksanakan remedial bagi yang bekum tuntas dan pengayaan bagi yang tuntas Melakukan analisis hasil remedial. 1.. Adanya daftar nama siswa yang mengikuti remedial dan pengayaan sebanyak 1 dokumen. Akuntabilitas : tanggung jawab, kejelasan target Nasionalisme : kerja keras. 2.. 3.. Terlaksananya remedial bagi yang belum tuntas dan pengayaan bagi yang tuntas yang dibuktikan dengan daftar nilai sebanyak 1 dokumen Adanya data analisis remedial sebanyak 1 dokumen. 23. Etika publik : cermat.

(35) 10. Menyusun. 1.. Mengumpulkan semua bukti pelaksanaan kegiatan. 2.. Melakukan 2. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan dengan melampirkan bukti pelaksanaan kegiatan Mengkonsultasikan 3. laporan yang telah dibuat kepada Kepala Sekolah Melakukan 4. permintaan persetujuan kepada Kepala Sekolah. laporan kegiatan. 3.. 4.. 1.. Tersedianya semua bukti pelaksanaan kegiatan yang dibuktikan dengan checklist dokumen kegiatan. Akuntabilitas : tanggung jawab, kejelasan target. Adanya laporan hasil pelaksanaan kegiatan sebanyak 1 dokumen. Etika Publik : jujur, sopan Anti korupsi : kerja keras. Terlaksananya konsultasi dengan kepala sekolah, yang dibuktikan dengan berita acara sebanyak 1 dokumen Adanya persetujuan dari kepala sekolah yang dibuktikan dengan surat persetujuan sebanyak 1 dokumen. 24. Sesuai dengan misi SMP N Loro Tuan : “Mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan dan otonom”.. • • •. tanggung jawab jujur professional.

(36) BAB IV HASIL AKTUALISASI 4.1. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi. No 1. 1. 2. Kegiatan. Tahapan Kegiatan. 2. Melakasanakan konsultasi dengan Kepala Sekola. Melakukan analisis standar Kompetensi Lulusan. Tabel. 3 Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Keterkaitan Output/ Hasil Substansi Mata Pelatihan. 3. 4. 1.. Menyiapkan bahan untuk konsultasi. 1.. 2.. Melakukan pertemuan dengan Kepala Sekolah. 2.. 3.. Meminta persetujuan dari Kepala Sekolah. 3.. 1.. Melakukan pencarian referensi. 1.. 2.. Membuat draf SKL. 2.. 3.. Mengkonsultasikan SKL kepada Kepala Sekolah. 3.. 5. Tersedianya rancangan kegiatan sebanyak 1 dokumen Terlaksananya pertemuan dengan Kepala Sekolah yang dibuktikan dengan berita acara sebanyak 1 dokumen Adanya persetujuan dari Kepala Sekolah yang dibuktikan dengan surat persetujuan sebanyak 1 dokumen Tersedianya referensi yang dibuktikan dengan daftar referensi sebanyak 1 dokumen Tersedianya draf SKL sebanyak 1 dokumen Terlaksananya konsultasi dengan Kepala Sekolah yang dibuktikan dengan berita acara sebanyak 1 dokumen. 25. Akuntabilitas : tanggung jawab, kejelasan target Nasionalisme : hormat menghormati. Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi 6. Waktu 7. Capaian Kegiatan 8. Sesuai dengan misi SMP Negeri Loro Tuan : “Mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan, dan otonom”.. 21 Juli 2021. Kegiatan aktualisasi tercapai, bukti terlampir. Sesuai dengan misi SMP Negeri Loro Tuan : “Mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan, dan otonom”.. 15 Juli 2021 sampai dengan 24 Juli 2021. Kegiatan aktualisasi tercapai, bukti terlampir. Etika Publik : sopan WoG : koordinasi, kerja sama. Akutabilitas : tanggung jawab, kejelasan target Nasionalisme : tidak memaksakan kehendak.

(37) No. Kegiatan. 1. 2. 3. Membuat silabus. Tahapan Kegiatan 3. 4.. Melakukan pengkoreksian SKL. 4.. 5.. Meminta persetujuan SKL dari Kepala Sekolah. 5.. 1.. Melakukan pencarian referensi. 1.. 2.. Membuat draf silabus. 2.. 3.. Mengkonsultasikan silabus kepada Kepala Sekolah. 3.. 4.. Melakukan pengkoreksian silabus. 4.. 5.. Meminta persetujuan silabus. 5.. Output/ Hasil. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan. Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi. Waktu. Capaian Kegiatan. 4. 5. 6. 7. 8. Adanya hasil pengkoreksian SKL yang dibuktikan catatan rekomendasi sebnayak 1 dokumen Adanya persetujuan dari Kepala Sekolah yang dibuktikan dengan surat persetujuan sebanyak 1 dokumen Tersedianya referensi yang dibuktikan dengan daftar referensi sebanyak 1 dokumen Adanya draf silabus sebanyak 1 dokumen Terlaksananya konsultasi dengan Kepala Sekolah yang dibuktikan dengan berita acara sebanyak 1 dokumen Adanya hasil pengkoreksian silabus yang dibuktikan dengan catatan rekomendasi sebanyak 1 dokumen Adanya persetujuan dari Kepala Sekolah yang dibuktikan dengan surat persetujuan sebanyak 1 dokumen. 26. Akuntabilitas : kejelasan target Nasionalisme : tanggung jawab, tidak memaksakan kehendak Etika Publik : hormat. Sesuai dengan misi SMP Negeri Loro Tuan : “Mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan, dan otonom”.. 15 Juli 2021 sampai dengan 24 Juli 2021. Kegiatan aktualisasi tercapai, bukti terlampir.

(38) No 1. 4. Kegiatan. Tahapan Kegiatan. 2. Menyusun RPP. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan. Output/ Hasil. 3. 4. 1.. Melakukan pebcarian referensi. 1.. 2.. Membuat draf RPP. 2.. 3.. Mengkonsultasikan RPP kepada Kepala Sekolah. 3.. 4.. Melakukan pengkoreksian RPP. 4.. 5.. Meminta persetujuan dari Kepala Sekolah. 5.. 5. Tersedianya referensi yang dibuktikan dengan daftar referensi sebanyak 1 dokumen Adanya draf RPP sebanyak 1 dokumen Terlaksananya konsultasi dengan Kepala Sekolah yang dibuktikan dengan berita acara sebanyak 1 dokumen Adanya hasil pengkoreksian RPP yang dibuktikan dengan catatan rekomendasi sebanyak 1 dokumen Adanya persetujuan dari Kepala Sekolah yang dibuktikan dengan surat persetujuan sebanyak 1 dokumen. 27. Akuntabilitas : kejelasan target Nasionalisme : tanggung jawab WoG : koordinasi, kerja sama. Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi 6. Sesuai dengan misi SMP Negeri Loro Tuan : “Mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan, dan otonom”.. Waktu 7. 16 Juli 2021 sampai dengan 24 Juli 2021. Capaian Kegiatan 8. Kegiatan aktualisasi tercapai, bukti terlampir.

(39) No. Kegiatan. 1. 2. 5. Menyusun bahan ajar berupa LKS berdasarkan RPP yang ada. Tahapan Kegiatan 3. 1. 2. 3.. 4. 5.. Melakukan pencarian referensi Membuat draf LKS Mengkonsultasikan LKS kepada Kepala Sekolah Melakukan pengkoreksian LKS Meminta persetujuan Kepala Sekolah. 4. 1.. 2. 3.. 4.. 5.. 6. Membuat alat peraga papan garis bilangan untuk materi operasi bilangan bulat. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan. Output/ Hasil. 1.. Melakukan pencarian referensi. 1.. 2.. Menyiapkan alat dan bahan berupa : cutter, gergaji, gunting, mistar, spidol, lem, double tape,sterofoam, triplek, kertas HVS, kertas karton. 2.. Tersedianya referensi yang dibuktikan dengan daftar referensi sebanyak 1 dokumen Adanya draf LKS sebanyak 1 dokumen Terlaksananya konsultasi dengan Kepala Sekolah yang dibuktikan dengan berita acara sebanyak 1 dokumen Adanya hasil pengkoreksian LKS yang dibuktikan dengan catatan rekomendasi sebanyak 1 dokumen Adanya surat persetujuan LKS dari Kepala Sekolah Tersedianya referensi yang dibuktikan dengan daftar referensi sebanyak 1 dokumen Tersedianya alat dan bahan yang dibuktikan dengan daftar alat dan bahan sebanyak 1 dokumen. 5. Akuntabilitas : kejelasan target Nasionalisme : tanggung jawab. Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi 6. Waktu 7. Capaian Kegiatan 8. Sesuai dengan misi SMP Negeri Loro Tuan : “Mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan, dan otonom”.. 19 Juli 2021 sampai dengan 24 Juli 2021. Kegiatan aktualisasi tercapai, bukti terlampir. Sesuai dengan misi SMP Negeri Loro Tuan : “Mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan, dan otonom”.. 14 Juli 2021 sampai dengan 16 Juli 2021. Kegiatan aktualisasi tercapai, bukti terlampir. Etika publik : cermat. Akuntabilitas : tanggung jawab, kejelasan target Nasionalisme : kerja keras, kepentingan bersama Komitmen mutu : efektif, efisien, berorientasi mutu. 28.

(40) No. Kegiatan. 1. 2. 7. Melaksanakan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan alat peraga papan garis bilangan untuk mengatasi proses pembelajaran yang belum optimal. Tahapan Kegiatan 3. 3.. Merangkai alat peraga. 3.. 1.. Melakukan kegiatan pendahuluan, yang terdiri dari: 1) Mengucapkan salam 2) Berdoa 3) Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan 4) Mengecek kehadiran peserta didik 5) Menyampaikan kompetensi dasar yang akan dipelajari 6) Menyampaikan tujuan pembelajaran 7) Melakuakan review materi operasi bilangan bulat yang pernah dipelajari di Sekolah Dasar 8) Melaksanakan pretest 9) Memberikan motivasi. 1.. Output/ Hasil. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan. Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi. Waktu. Capaian Kegiatan. 4. 5. 6. 7. 8. Adanya alat peraga yang dibuktikan dengan papan garis bilangan Terlaksananya kegiatan pendahuluan yang dibuktikan dengan jurnal mengajar. Akuntabilitas : tanggung jawab, kejelasan target Nasionalisme : religius Komitmen mutu : berorientasi mutu. 29. Sesuai dengan misi SMP Negeri Loro Tuan : ”menumbuhkembangkan dasar-dasar multi kecerdasan, kemandirian, dan daya saing peserta didik”.. 26 Juli 2021. Kegiatan aktualisasi tercapai, bukti terlampir.

(41) No. Kegiatan. 1. 2. Tahapan Kegiatan 3. Output/ Hasil. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan. Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi. Waktu. Capaian Kegiatan. 4. 5. 6. 7. 8. 2.. Melakukan kegiatan inti, yang terdiri dari: 1) Menyajikan materi bilangan bulat melalui pendemonstrasian alat peraga “papan garis bilangan” 2) Membagikan LKS ke masing-masing siswa 3) Meminta siswa mengerjakan LKS setelah pendemonstrasian alat peraga 4) Meminta siswa mengumpulkan LKS yang telah dikerjakan 5) Membehas soal-soal dalam LKS bersama siswa. 2. Terlaksananya kegiatan inti yang dibuktikan dengan berita acara sebanyak 1 dokumen. 3.. Melakukan kegiatan penutup, yang terdiri dari : 1) Membuat kesimpulan 2) Melaksanakan posttest 3) Menyampaikan topik pada pertemuan berikutnya 4) Berdoa 5) Menyampaikan salam. 3. Terlaksananya kegiatan penutup, yang dibuktikan dengan jurnal mengajar. 30.

(42) No 1. 8. 9. Kegiatan. Tahapan Kegiatan. 2. Melakukan evaluasi pembelajaran untuk menilai efektivitas dari media “papan garis bilangan” yang digunakan. Melaksanakan remedial dan pengayaan. 3. 1.. Melakukan pemeriksaan hasil pre-test. 4. 1.. 2.. Melakukan pemeriksaan hasil post-test. 2.. 3.. Melakukan analisis terhadap hasil pemeriksaan pre-test. 3.. 4.. Melakukan analisis tehadap hasil post-test. 4.. 1.. Melakukan pendataan terkait nama-nama siswa yang mengikuti remedial dan pengayaan. 1.. 2.. Melaksanakan remedial bagi yang belum tuntas dan pengayaan bagi yang sudah tuntas. 2.. Melakukan analisis hasil remedial. 3.. 3.. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan. Output/ Hasil. 5. Adanya hasil pemeriksaan pre-test yang dibuktikan dengan daftar nilai sebanyak1 dokumen Adanya hasil pemeriksaan posttest yang dibuktikan dengan daftar nilai sebanyak 1 dokumen Adanya hasil analisis terhadap hasil pemeriksaan pre-test yang dibuktikan dengan daftar nilai sebanyak 1 dokumen Adanya hasil analisis terhadap hasil pemeriksaan posttest yang dibuktikan dengan daftar nilai sebanyak 1 dokumen. Akuntabilitas : tanggung jawab. Adanya daftar nama siswa yang mengikuti remedial dan pengayaan sebanyak 1 dokumen Terlaksananya remedial bagi yang belum tuntas dan pengayaan bagi yang sudah tuntas Adanya data analisis remedial sebanyak 1 dokumen. Akuntabilitas : tanggung jawab, kejelasan target. 31. Etika piblik : cermat. Nasionalisme : kerja keras Etika publik : cermat. Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi 6. Waktu 7. Capaian Kegiatan 8. Sesuai dengan misi SMP Negeri Loro Tuan : ”menumbuhkembangkan dasar-dasar multi kecerdasan, kemandirian, dan daya saing peserta didik”.. 26 Juli 2021. Kegiatan aktualisasi tercapai, bukti terlampir. Sesuai dengan misi SMP Negeri Loro Tuan : ”menumbuhkembangkan dasar-dasar multi kecerdasan, kemandirian, dan daya saing peserta didik”.. 27 Juli 2021. Kegiatan aktualisasi tercapai, bukti terlampir.

(43) No 1. 10. Kegiatan. Tahapan Kegiatan. 2. Menyusun laporan kegiatan. 3. 1.. 2.. 3.. 4.. Mengumpulkan semua bukti pelaksanaan kegiatan. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan. Output/ Hasil 4. 1.. Melakukan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan dengan melampirkan bukti pelaksanaan kegiatan Mengkonsultasikan laporan yang telah dibuat kepada Kepala Sekolah. 2.. Melakukan permintaan persetujuan kepada Kepala Sekolah. 4.. 3.. 5. Tersedianya semua bukti pelaksanaan kegiatan yang dibuktikan dengan checklist dokumen kegiatan Adanya laporan hasil pelaksanaan kegiatan sebanyak 1 dokumen. Terlaksananya konsultasi dengan Kepala Sekolah, yang dibuktikan dengan berita acara sebanyak 1 dokumen Adanya persetujuan dari Kepala Sekolah yang dibuktikan dengan surat persetujuan sebanyak 1 dokumen. 32. Akuntabilitas : tanggung jawab, kejelasan target Etika publik : jujur, sopan Anti korupsi : kerja keras. Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi 6. Sesuai dengan misi SMP Negeri Loro Tuan : “Mewujudkan tata kelola sekolah yang partisipatif, akuntabel, transparan, dan otonom”.. Waktu 7. 28 Juli 2021sampai dengan 8 Agustus 2021. Capaian Kegiatan 8. Kegiatan aktualisasi tercapai, bukti terlampir.

(44) 4.2. Deskripsi Kegiatan Aktualisasi Kegiatan I Melaksanakan konsultasi dengan Kepala Sekolah Dalam kegiatan ini saya melakukan konsultasi dengan atasan langsung atau Kepala Sekolah di unit kerja yakni SMP Negeri Loro Tuan. Sebelum melakukan konsultasi, saya terlebih dahulu menyiapkan bahan untuk konsultasi berupa rancangan kegiatan sebanyak 1 dokumen. Setelah bahan untuk konsultasi tersedia barulah saya melakukan kegiatan berikutnya yaitu: a.. Melakukan pertemuan dengan Kepala Sekolah Pada tahapan ini saya bertemu dengan kepala sekolah di ruangan kerjanya untuk melapor diri bahwa saya sudah selesai dengan kegiatan internalisasi selama 18 hari di Kupang, sekaligus menginfomasikan tentang kegiatan aktualisasi selama 18 hari di sekolah. Pertemuan ini terjadi pada hari Rabu, tanggal 21 Juli 2021 pukul 08.00 WITA. Gambar 2. Pertemuan dengan Kepala Sekolah. b.. Meminta persetujuan pelaksanaan aktualisasi Dalam pertemuan di waktu yang sama, setelah menginfomasikan dan menyerahkan rancangan kegiatan aktualisasi kepada kepala sekolah, saya mendapatkan dukungan dan apresiasi dari kepala sekolah. Saya juga meminta persetujuan dari kepala sekolah untuk melakukan kegiatan aktualisasi ini di sekolah yang akan melibatkan peserta didik khususnya siswa kelas VIIA. Kepala sekolah menyetujuinya dan memberikan 33.

(45) ijin seluas- luasnya kepada saya demi mengoptimalkan proses pembelajaran di kelas.. Gambar 3. Kepala sekolah menyetujui dan memberi ijin untuk pelaksanaan kegiatan aktualisasi. Kegiatan II Melakukan analisis Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Setelah mendapatkan persetujuan dari Kepala Sekolah maka saya langsung mempersiapkan dokumen berikutnya salah satunya adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Kegiatan ini mencakup empat tahapan yaitu: a. Mencari referensi SKL. Hal ini dilakukan karena dalam menyusun SKL saya harus memiliki pedoman yang jelas agar SKL yang disusun tidak menyimpang dari aturan yang sebenarnya b. Membuat draf SKL. Setelah memperoleh dasar penyusunan SKL yang benar maka saya mulai menyusun atau membuat draf SKL agar nantinya bisa dikonsultasikan kepada pimpinan c. mengkonsultasikan draf SKL setelah. membuat. draf. SKL. maka. langkah. selanjutnya. adalah. mengkonsultasikan SKL kepada pimpinan agar memperoleh masukan demi memperoleh draf SKL yang benar d. Pengkoreksian SKL Setelah melakukan konsultasi maka saya mulai melakukan perbaikan atau pengkoreksian jika terdapat kesalahan penyusunan SKL. Namun dalam 34.

(46) kegiatan aktualisasi ini, SKL yang saya susun dinyatakan sudah benar sehingga tidak melakukan pengkoreksian lagi e. memperoleh persetujuan dari Kepala Sekolah. Karena SKL yang disusun tidak mendapatkan pengkoreksian, maka saya langsung mendapatkan persetujuan terhadap draf SKL yang disusun dengan menandatangani surat persetujuan SKL Kegiatan melakukan analisis SKL ini dilakukan mulai dari tanggal 16 - 24 Juli 2021. Kegiatan III Membuat silabus Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran dikelas, tentunya saya harus menyiapkan perangkat pembelajaran, salah satunya adalah silabus. Kegiatan ini mencakup empat tahapan yaitu: a. Melakukan pencarian referensi Sebelum menyusun silabus, saya harus mencari referensi terlebih dahulu untuk mengetahui komponen-komponen silabus serta cara penyusunan yang benar agar silabus yang akan disusun sesuai dengan aturan penyusunan silabus yang tepat.. Gambar. 4 Melakukan pencarian referensi silabus. b. Membuat draf silabus Setelah saya mendapat referensi cara penyusunan silabus, maka saya mulai menyusun silabus sebagai salah satu syarat sebelum melakukan kegiatan pembelajaran di kelas 35.

(47) Gambar 5. Membuat draf silabus. c. Mengkonsultasikan silabus Setelah menyusun silabus, maka saya mulai mempersipkan dokumen silabus untuk dapat dikonsultasikan kepada Kepala Sekolah untuk memperoleh masukan demi penyempurnaan penyusunan silabus. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2021.. Gambar 6. Mengkonsultasikan silabus. d. Meminta persetujuan Setelah saya melakukan konsultasi silabus kepada Kepala Sekolah, ternyata tidak ada perbaikan silabus dari Kepala Sekolah sehingga silabus yang sudah disusun langsung mendapat persetujuan dan Kepala Sekolah langsung menandatangani surat persetujuan silabus yang telah disusun oleh saya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2021. 36.

(48) Gambar 7. Mendapat pensetujuan terhadap draf silabus. Kegiatan IV Menyusun RPP Salah satu perangkat pembelajaran yang juga penting untuk dimiliki seorang guru sebelum melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) adalah RPP. Dalam kegiatan ini terdapat empat tahapan yang harus dilakukan yaitu: a. Melakukan pencarian referensi Sebelum saya menyusun RPP, tentunya saya harus mencari referensi tentang cara penyusunan RPP yang tepat serta komponen-komponennya. Referensi yang saya peroleh yaitu dari rancangan RPP yang telah disusun oleh guru-guru matematika sekabupaten Belu atau yang biasa disebut MGMP (musyawarah guru mata pelajaran). Setelah mendapatkan referensi, maka saya mulai mengembangkan dan mendesain RPP yang sudah dirancang oleh peserta MGMP kab. Belu agar sesuai dengan kegiatan pembelajaran akan saya lakukan seperti saya menambahkan dalam kegiatan inti yaitu melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga papan garis bilangan, menambahkan kegiatan remedial dan pengayaan pada kegiatan penutup, serta mengubah waktu pembelajaran dalam kegiatan inti dan penutup di dalam RPP tersebut. Kegiatan ini saya lakukan pada tanggal 15 Juli 2021. 37.

(49) Gambar 8. Melakukan pencarian referensi RPP. b. Menyusun draf RPP Setelah saya mendapatkan referensi RPP, maka saya mulai menyusun draf RPP sehingga dapat melakukan proses pembelajaran yang lebih terarah dan terukur. Kegiatan ini saya lakukan pada tanggal 16 Juli 2021. Gambar 9. Membuat draf RPP. 38.

(50) c. Melakukan konsultasi RPP Setelah menyusun draf RPP, langkah selanjutnya adalah mengkonsultasikan RPP yang telah disusun kepada Kepala Sekolah demi mendapatkan pengkoreksian RPP agar penyususnan RPP tersebut lebih tepat. Namun setelah melakukan konsultasi, ternyata RPP yang telah disusun oleh saya dianggap sudah benar maka Kepala Sekolah langsung memberikan persetujuan dengan menandatangani surat persetujuan RPP yang telah disusun. Kegiatan ini saya lakukan pada tanggal 24 Juli 2021.. Gambar 10. Melakukan konsultasi RPP. Kegiatan V Menyusun Bahan Ajar Berupa LKS Untuk membantu para siswa memahami materi yang akan diajarkan maka saya harus menyusun bahan ajar. Bahan ajar yang saya pilih adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). Dalam menyusun LKS terdapat empat tahapan yang dilakukan oleh saya yaitu: a. Mencari referensi Sebelum menyusun bahan ajar berupa LKS, maka saya harus mencari referensi tentang cara penyusunan LKS terlebih dahulu. Referensi yang saya peroleh yaitu dari internet, dimana saya memilih referensi penyusunan LKS yang menarik perhatian siswa misalnya memuat gambar-gambar kartun yang tentu saja ada kaitannya dengan materi atau soal yang akan dibahas. Kegiatan ini saya lakukan pada tanggal 19 Juli 2021. 39.

(51) Gambar 11. Mecari referensi LKS. b. Menyusun LKS Setelah mendapat referensi penyusunan LKS yang tepat, maka saya langsung membuat draf LKS agar dapat dipakai sebagai bahan ajar demi membantu siswa lebih memahami materi yang sedang dipelajari yaitu operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Kegiatan ini saya lakukan pada tanggal 19 Juli 2021. Gambar 12. Membuat draf LKS. 40.

(52) c. Mengkonsultasikan LKS Setelah menyusun draf LKS maka saya menyiapkan dokumen LKS tersebut agar dapat dikonsultasikan kepada Kepala Sekolah demi mendapatkan pengkoreksian LKS. Setelah melakukan konsultasi, ternyata Kepala Sekolah menilai LKS yang telah disusun tersebut sudah tepat sehingga Kepala Sekolah langsung menyetujuinya dan menandatangani surat persetujuan LKS. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 24 Juli 2021.. Gambar 13. Mengkonsultasikan LKS kepada Kepala Sekolah. Kegiatan VI Membuat Alat Peraga Papan Garis Bilangan Pada tanggal 14-16 Juli 2021 saya mulai merangkai alat peraga papan garis bilangan. Tahapan pembuatan alat peraga tersebut terdiri dari: a. Mencari referensi Alat peraga papan garis bilangan ini tentu saja bukan merupakan inovasi baru atau ide kreatif yang ditemukan pertama kali oleh saya. Oleh karena itu, saya sendiri harus mencari referensi mengenai cara membuat alat peraga papan garis bilangan serta cara untuk mengoperasikan alat peraga tersebut agar tersampaikan konsep operasi penjulahan dan pengurangan bilangan bulat. Referensi yang saya peroleh yaitu dari internet.. 41.

(53) Gambar 14. Mencari referensi alat peraga. b. Menyiapkan alat dan bahan Setelah saya mencari referensi dan mendapatkan informasi tentang cara membuat alat peraga papan garis bilangan, maka saya langsung mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan seperti: triplek, gergaji, mistar, kertas karton, kertas HVS, stero foam, lem kertas, double tape, gunting, dan cutter (bukti : lampiran 25) c. Merangkai alat peraga Setelah semua alat dan bahan tersedia maka saya mulai membuat alat peraga papan garis bilangan. Proses merangkai atau membuat alat peraga ini memakan waktu 3 hari karena semua proses pembuatan alat peraga dilakukan sendiri dimulai dari menentukan ukuran triplek yang diinginkan, menggergaji triplek sesuai dengan ukuran yang telah dibuat, melapisi triplek yang telah digergaji dengan kertas karton, membuat garis bilangan diatas permukaan karton dengan menggunakan spidol, membuat potongan sterofoam untuk menempelkan bilangan-bilangan serta melapisi strerofoam tersebut dengan kertas karton, menempelkan strerofoam yang telah ditempeli bilangan-bilangan tersebut diatas papan triplek, serta mendesain triplek dengan tempelan huruf “P A P A N G A R I S B I L A N G A N” dan juga aturan permainan.. 42.

(54) Gambar 15. Pembuatan alat peraga papan garis bilangan. Kegiatan VII Melakukan Proses Pembelajaran Dengan Menggunakan Papan Garis Bilangan Setelah alat peraga selesai dibuat maka saya mulai melaksanakan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan alat peraga papan garis bilangan. Tetapi sebelum saya menggunakan alat peraga tersebut dikelas, saya terlebih dahulu melakukan validasi alat peraga untuk memastikan alat peraga yang akan digunakan dapat berfungsi dengan baik serta dapat menyaikan konsep materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Validasi alat peraga ini dilakukan oleh salah satu guru matematika senior yang berada di SMP Negeri Loro Tuan (bukti validasi terlampir dilampiran 28). Setelah dinyatakan alat peraga tersebut valid, maka saya mulai memakai alat peraga tersebut didalam kelas. Terlihat bahwa murid-murid sangat bersemangat ketika melihat alat peraga yang dibawa serta antusias untuk memahami cara mengoperasikan alat peraga papan garis bilangan tersebut. Selama pembelajaran, siswa lebih mudah memahami materi terbukti dari siswa-siswi yang mampu menjawab soal-soal yang diberikan dengan benar, serta perbandingan nilai latihan sebelum menerapkan alat peraga (pretest) dan perbandingan nilai setelah menerapkan alat peraga (post-test) yang mengalami peningkatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2021.. 43.

(55) Gambar 16. Melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga papan garis bilangan. Kegiatan VIII Melakukan Evaluasi Pembelajaran Pada kegiatan ini saya melakukan pemeriksaan terhadap hasil pre-test dan hasil posttest yang sudah diikuti oleh siswa-siswi kelas VIIA berjumlah 26 orang. Dari hasil pemeriksaan maka akan dilakukan pendataan dan melakukan analisis nilai. Cara melakukan analisis nilai yaitu dengan membandingan nilai pre-test dan nilai post-test dari tiap-tiap siswa, membuat persentase kelulusan berdasarkan KKM sekolah, serta melihat nilai siswa dari hasil post-test sebagai acuan untuk melakukan remedial dan pengayaan. Dari hasil pemeriksaan pre-test diperoleh data 1 siswa yang dinyatakan tuntas dengan nilai 82 dan 25 siswa lainnya belum tuntas karena memiliki nilai dibawah KKM. Jika data hasil pemeriksaan pre-test dibuat dalam bentuk persentase maka persentase kelulusannya adalah 3,84%. Dari hasil pemeriksaan post-test diperoleh data 13 siswa dinyatakan tuntas dan 13 siswa lainnya dinyatakan belum tuntas karena memiliki nilai dibawah KKM. Jika data hasil pemeriksaan post-test dibuat dalam bentuk persentase maka persentase kelulusannya adalah 50%. Jadi dapat disimpulkan bahwa saat melakukan kegiatan aktualisasi dengan menerapkan alat peraga papan garis bilangan pada proses pembelajaran ternyata memberikan dampak positif terbukti dari adanya peningkatan persentase kelulusan yaitu sebesar 46,16%. Kegiatan evaluasi pembelajaran ini dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2021.. 44.

(56) Gambar 17. Proses pemeriksaan hasil pre-test dan post-test. Kegiatan IX Melaksanakan Remedial dan Pengayaan Setelah melakukan evaluasi pembelajaran dan memperoleh data siswa yang mengikuti remedial dan pengayaan maka saya langsung menyiapkan soal-soal untuk siswa yang mengikuti remedial dan juga bahan ajar untuk materi berikutnya bagi siswa yang mengikuti pengayaan. Setelah melakukan remedial maka saya mulai menganalisis nilai siswa-siswi yang mengikuti remedial yaitu sebanyak 13 orang. Dari hasil analisis, diperoleh data siswa yang tuntas (memenuhi KKM) sebanyak 7 siswa dan siswa yang belum tuntas sebanyak 6 siswa. Sehingga persentase kelulusan yang awalnya 50% meningkat menjadi 76,92% dan persentase siswa yang belum tuntas menurun dari awalnya 50% turun menjadi 23,07%. Kegiatan pelaksanaan remedial dan pengayaan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2021.. Gambar 18. Membagi soal bagi yang mengikuti remedial serta membagi materi lanjutan bagi yang mengikuti pengayaan. 45.

(57) Kegiatan X Menyusun Laporan Kegiatan Setelah semua rangkaian kegiatan (kegiatan I – kegiatan IX) selesai dilakukan maka saya mulai menyusun laporan kegiatan. Laporan kegiatan disusun secara terurut dimulai dari mempersiapkan perangkat pembelajaran, bahan ajar, alat peraga, menguraikan dengan jelas proses pembelajaran di dalam kelas, serta hasil analisis terhadap pembelajaran dengan menggunakan alat peraga papan garis bilangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2021 - 8 Agustus 2021.. 4.3. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi Tabel 4. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN. NO. KEGIATAN. JULI 1. 1. Melaksanakan konsultasi dengan kepala sekolah. 2. Membuat draf Standar Kompetensi Lulusan (SKL). 3. Membuat silabus. 4. Menyusun RPP. 5. Menyusun bahan ajar berupa LKS berdasarkan RPP. 2. AGUSTUS 3. 4. 1. yang ada 6. 9. Membuat alat peraga papan garis bilangan untuk materi operasi bilangan bulat Melaksanakan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan media pembelajaran papan garis bilangan untuk mengatasi proses pembelajaran yang belum optimal Melakukan evaluasi pembelajaran untuk menilai efektivitas dari media pembelajaran yang digunakan Melaksanakan remedial dan pengayaan. 10. Menyusun laporan kegiatan. 7. 8. 4.4. Pengendalian Aktualisasi Oleh Mentor dan Coach Selama melakukan kegiatan aktualisasi di SMP Negeri Loro Tuan tentu saja saya dituntun dan dibimbing oleh mentor dan juga coach.. 46.

(58) a. Proses Pembimbingan Oleh Mentor Saat saya melakukan konsultasi dokumen-dokumen kegiatan yang diperlukan demi kelancaran kegiatan aktualisasi, saya tidak mengalami hambatan sama sekali karena mentor sangat mendukung semua tahapan kegiatan yang sudah direncanakan serta mentor selalu memberikan dukungan positif terhadap kegiatan aktualisasi ini. Proses bimbingan kegiatan aktualisasi dengan mentor dilakukan secara langsung (tatap muka) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.. Gambar 19. Konsultasi kegiatan aktualisasi dengan mentor. b. Proses Pembimbingan Oleh Coach Selama proses kegiatan aktualisasi di SMP Negeri Loro Tuan juga saya melakukan konsultasi dengan coach demi mendapatkan bimbingan agar kegiatan bisa berjalan dengan baik. Proses pembingan dengan coach dilakukan secara daring yaitu via whatsApp. Selama melakukan konsultasi, saya mendapatkan banyak masukan demi mendapatkan hasil akhir laporan aktualisasi yang benar. Saya sangat bersyukur mendapatkan coach yang tegas namun ilmu yang dibagikan sangat bermanfaat bagi saya.. 47.

Referensi

Dokumen terkait

Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kecemasan pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) di ruang HCU RSUP Dr.Kariadi Semarang ,hubungan yang berbanding terbalik

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa FR asfiksia, berat lahir, prematuritas, kadar bilirubin indirek dan sepsis pada bayi baru lahir secara sendiri atau

Robot Pemberi Pakan Ayam Ternak Otomatis atau yang selanjutkanya akan disingkat menjadi Robot PPTAO akan berjalan bekerja memberi pakan ternak secara otomatis pada waktu tertentu

Adapun indikator yang tidak mampu dipenuhi oleh peserta didik berdasarkan tabel 3 yaitu indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika yang terdapat

Secara kuantitatif molibdenum dapat dipisah- kan dari uranil nitrat dengan ekstraksi kromatografi dengan kolom yang berisi silika-TBP tinggi 8 cm, diameter 1 cm, kecepatan alir

Bila telepon yang ada di genggaman kita merupakan keajaiban manusia sejak 20 tahunan yang lalu di mana kita bisa menelpon di mana saja dan mengirim teks sms kapan saja, maka era

Bila dianalisis lebih jauh terhadap akad dari kesepakatan pacak kucing antara pemilik kucing betina dan pemberi jasa pacak kucing berdasarkan ilmu Maqasid

Pengertian pola asuh orang tua terhadap anak merupakan bentuk interaksi antara anak dan orang tua selama mengadakan kegiatan pengasuhan yang berarti orang tua mendidik,