• Tidak ada hasil yang ditemukan

R/132/5/03/07. PT SIERAD PRODUCE Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2006 dan 2005 (Dalam Rupiah Penuh) Catatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "R/132/5/03/07. PT SIERAD PRODUCE Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2006 dan 2005 (Dalam Rupiah Penuh) Catatan"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

(Dalam Rupiah Penuh)

Catatan 2006 2005

Rp Rp

AKTIVA

AKTIVA LANCAR

Kas dan Setara Kas 2.c, 2.d, 3 16.679.001.980 8.081.971.529

Piutang Usaha

(Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu, 2006: Rp 117.202.212.826 ;

2005: Rp 113.329.943.835) 2.f, 4 169.482.241.436 164.844.539.230

Piutang Lain-lain 5 10.494.949.087 12.085.873.588

Persediaan 2.g, 6 150.153.391.409 102.912.718.477

Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek 2.h, 7 38.408.749.387 38.215.169.866

Biaya Dibayar di Muka 2.565.685.267 7.652.562.969

Pajak Dibayar di Muka 2.p, 8 14.798.221.125 13.679.904.184

Uang Muka Pembelian 9 33.642.396.158 45.577.614.664

Jumlah Aktiva Lancar 436.224.635.849 393.050.354.507

AKTIVA TIDAK LANCAR

Investasi pada Perusahaan Asosiasi - Bersih 2.e, 10 -- --

Investasi Jangka Panjang Lainnya - Bersih 2.e, 11 -- --

Piutang Hubungan Istimewa 32 42.096.000.745 43.295.117.649

Aktiva Pajak Tangguhan 2.p, 12.b 100.296.147.708 132.890.424.935

Aktiva Tetap

(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan, 2006: Rp 358.500.894.668 ;

2005: Rp 351.738.719.761) 2.i, 2.l, 2.m, 13 447.079.779.629 548.957.731.942 Renovasi Bangunan Sewa

(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan,

2005: Rp 9.633.466.324) 2.j, 14 -- 2.803.504.310

Aktiva Tak Berwujud

(Setelah dikurangi akumulasi amortisasi,

2005: Rp 8.086.562.695) 15 -- 7.664.655.110

Uang Muka Pembelian Aktiva Tetap 773.911.866 3.295.863.343

Aktiva Tetap yang Tidak Digunakan 2.k, 16 86.811.848.130 22.370.632.013

Uang Jaminan yang Dapat Diterima Kembali 513.790.648 3.445.152.891

Jumlah Aktiva Tidak Lancar 677.571.478.726 764.723.082.193

JUMLAH AKTIVA 1.113.796.114.575 1.157.773.436.700

(6)

(Dalam Rupiah Penuh)

Catatan 2006 2005

Rp Rp Rp

KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR

Hutang Usaha 2c, 17 81.250.372.923 121.814.130.579

Biaya yang Masih Harus Dibayar 18 13.145.122.463 37.022.458.989

Hutang Pajak 2.p, 12.c 8.772.481.867 18.836.939.534

Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun

Hutang Bank 19 216.097.764 199.665.000

Hutang Sewa Guna Usaha 2.l, 20 304.249.687 409.710.173

Kewajiban Lancar Lainnya 11.353.608.173 21.099.858.861

Jumlah Kewajiban Lancar 115.041.932.878 199.382.763.136

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

Kewajiban Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun

Hutang Bank 19 212.377.906 365.596.875

Hutang Sewa Guna Usaha 2.l, 20 221.110.571 59.912.830

Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja 2.q, 21 13.514.729.586 14.026.695.350 Keuntungan Ditangguhkan atas Transaksi Penjualan

dan Sewa Guna Usaha Kembali 2.l -- 75.713.856

Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 13.948.218.063 14.527.918.911

HAK MINORITAS 225.898.671 236.425.760

EKUITAS Modal Saham

Modal dasar: 73.099.900 saham seri A nominal Rp 5.000 per saham, 650.686.609 saham seri B nominal Rp 3.000 per saham dan 65.140.785.747 saham seri C nominal Rp 100 per saham Ditempatkan dan disetor penuh 73.099.900 saham

seri A; 650.686.609 saham seri B dan

8.667.321.984 saham seri C 1.d, 22 3.184.291.525.400 3.184.291.525.400

Tambahan Modal Disetor - Bersih 23 237.474.479.595 237.474.479.595

Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap 24 347.703.892.066 347.703.892.066

Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan (34.433.888) (34.433.888)

Defisit (2.784.855.398.210) (2.825.809.134.280)

Jumlah Ekuitas 984.580.064.963 943.626.328.893

JUMLAH KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN EKUITAS 1.113.796.114.575 1.157.773.436.700

0 0

(7)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2006 dan 2005 (Dalam Rupiah Penuh)

Catatan 2006 2005

Rp Rp

PENJUALAN BERSIH 2.n, 25 1.111.242.030.537 1.425.222.699.016

BEBAN POKOK PENJUALAN 2.n, 26 938.642.336.462 1.396.411.755.980

LABA KOTOR 172.599.694.075 28.810.943.036

BEBAN USAHA

Beban Penjualan 2.n, 27 18.642.590.043 23.231.687.123

Beban Umum dan Administrasi 2.n, 28 85.699.425.950 90.443.416.665

Jumlah Beban Usaha 104.342.015.993 113.675.103.788

LABA (RUGI) USAHA 68.257.678.081 (84.864.160.752)

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Pendapatan dari Ganti Rugi Pengosongan Tanah dan

Bangunan yang Dijual -- 5.023.000.000

Keuntungan Penjualan Aktiva Tetap dan Aktiva Tetap

yang Tidak Digunakan - Bersih 13, 16 724.663.132 4.439.707.183

Penjualan Lain-lain 29 3.279.776.900 1.100.922.044

Penghasilan Bunga 310.452.120 450.875.634

Keuntungan (Kerugian) Selisih Pembayaran (101.841.774) 182.376.383

Kerugian Penutupan Outlet -- (201.782.398)

Amortisasi Aktiva Tak Berwujud -- (843.815.240)

Beban Keuangan (1.855.502.003) (1.095.388.241)

Laba (Rugi) Selisih Kurs Mata Uang Asing - Bersih 2.c, 36 3.386.738.475 (1.188.781.195)

Biaya Restrukturisasi (1.118.881.330) (2.460.023.947)

Beban Piutang Ragu-ragu 2.f, 4 (4.279.980.121) (2.979.583.318)

Kerugian Selisih Perhitungan dan Perolehan Persediaan 6, 33.b (2.824.726.512) (41.875.406.015)

Penggantian Klaim dan Asuransi 680.274.146 240.423.250

Lain-lain - Bersih 3.472.138.730 5.451.559.884

Beban Lain-Lain - Bersih 1.673.111.763 (33.755.915.976)

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 69.930.789.845 (118.620.076.728)

(8)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2006 dan 2005 (Dalam Rupiah Penuh)

Catatan 2006 2005

Rp Rp

MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2.p, 12.a

Kini -- (687.391.429)

Tangguhan (20.292.518.342) (3.138.226.818)

Jumlah Beban Pajak Penghasilan (20.292.518.342) (3.825.618.247)

LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS 49.638.271.503 (122.445.694.975)

HAK MINORITAS ATAS BAGIAN LABA BERSIH

PERUSAHAAN ANAK 8.472.936 (33.972.837)

LABA (RUGI) SEBELUM POS LUAR BIASA 49.646.744.439 (122.479.667.812)

POS LUAR BIASA 30 (8.693.008.368) --

LABA (RUGI) BERSIH 40.953.736.070 (122.479.667.812)

LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR 2.r, 31

Laba (Rugi) Bersih 4,36 (19,05)

(9)

(Dalam Rupiah Penuh)

Modal Saham Tambahan Selisih Penilaian Selisih Kurs Karena Defisit Jumlah

Modal Disetor Kembali Penjabaran Laporan Ekuitas

Aktiva Tetap Keuangan

Rp Rp Rp Rp Rp Rp

SALDO PER 31 DESEMBER 2004 2.317.559.327.000 90.130.005.933 347.703.892.066 (34.433.888) (2.703.329.466.468) 52.029.324.643

Peningkatan Modal Disetor Sebagai Pengaruh dari

Konversi Hutang Obligasi 734.666.666.700 124.893.333.339 -- -- -- 859.560.000.039

Peningkatan Modal Disetor Sebagai Pengaruh dari

Konversi Hutang Sewa Guna Usaha 132.065.531.700 22.451.140.323 -- -- -- 154.516.672.023

Rugi Bersih -- -- -- -- (122.479.667.812) (122.479.667.812)

SALDO PER 31 DESEMBER 2005 3.184.291.525.400 237.474.479.595 347.703.892.066 (34.433.888) (2.825.809.134.280) 943.626.328.893

Laba Bersih -- -- -- -- 40.953.736.070 40.953.736.070

--

SALDO PER 31 DESEMBER 2006 3.184.291.525.400 237.474.479.595 347.703.892.066 (34.433.888) (2.784.855.398.210) 984.580.064.963

`

(10)

(Dalam Rupiah Penuh)

Catatan 2006 2005

Rp Rp

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan Kas dari Pelanggan 2.217.577.713.076 1.713.508.956.400

Pembayaran Kas kepada Pemasok dan Pihak Ketiga Lainnya (2.138.506.252.920) (1.601.150.801.783)

Pembayaran kepada Karyawan (69.415.587.501) (100.215.899.068)

Pembayaran Pajak - Bersih (11.187.487.609) (30.022.474.994)

Pembayaran Bunga (1.257.110.478) (384.916.636)

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (2.788.725.431) (18.265.136.081) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penjualan Aktiva Tetap dan Aktiva Tetap yang Tidak Digunakan 1.100.600.000 14.714.925.611

Perolehan Aktiva Tetap (12.884.264.330) (10.298.956.781)

Penerimaan Uang Muka Pelepasan Investasi -- 9.569.000.000

Pelepasan Investasi 24.005.109.160 --

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi 12.221.444.830 13.984.968.830 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Pembayaran Hutang Bank dan Hutang Sewa Guna Usaha (557.659.484) (458.342.558)

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (557.659.484) (458.342.558)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 8.875.059.914 (4.738.509.809) LABA (RUGI) SELISIH KURS YANG BELUM DIREALISASI

ATAS KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 1.655.194.542 (2.713.501) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 10.530.254.456 (4.741.223.310)

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 8.081.971.529 12.823.194.839

Penyesuaian Saldo Sehubungan dengan Penjualan Perusahaan Anak (1.933.224.005) -- KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 2.c, 2.d, 3 16.679.001.980 8.081.971.529 Jumlah Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun terdiri dari:

Kas 511.878.489 1.410.746.973

Bank 8.482.123.491 5.341.531.405

Deposito 7.685.000.000 1.329.693.151

Jumlah 16.679.001.980 8.081.971.529

Transaksi yang tidak mempengaruhi Arus Kas

Konversi Pinjaman Jangka Panjang menjadi Modal -- 154.516.672.064

Konversi Obligasi menjadi Modal -- 859.560.000.000

(11)

1. Umum

1.a. Pendirian Perusahaan

PT Sierad Produce Tbk (selanjutnya disebut APerusahaan@) didirikan dengan akta No. 17 tanggal 6 September 1985 dari Raden Santoso, notaris di Jakarta dan diubah dengan akta No. 27 tanggal 16 April 1986 dari Notaris yang sama. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C2-4506.HT.01.01.TH.86 tanggal 26 Juni 1986.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir pada tanggal 12 Juli 2006, berdasarkan akta pernyataan keputusan Rapat Perusahaan No. 84, dari notaris Dr. Irawan Soerodjo, SH, Msi, mengenai perubahan susunan pengurus Perusahaan. Akta perubahantersebut telah dilaporkan dan telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan surat penerima laporan pada tanggal 26 Juli 2006.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan bergerak di bidang peternakan ayam bibit induk untuk menghasilkan ayam niaga, industri pemotongan dan pengolahan ayam terpadu dengan cold storage, industri pakan ternak dan industri pengeringan jagung.

Kantor pusat Perusahaan terletak di Plaza Citiview, Kemang Jakarta Selatan, dengan tempat usaha tersebar di Bogor, Sukabumi, Tangerang, Lampung, Sidoarjodan Magelang. Hasil produksi dipasarkan di dalam negeri. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial sejak tahun 1985.

Pada tahun 2005, Perusahaan telah melakukan penghentian kegiatan produksi unit usaha feedmill yang berlokasi di Lampung. Penghentian produksi ini telah dijelaskan dalam paparan publik (public exposes) Perusahaan, yang materinya telah disampaikan ke Bursa Efek Jakarta pada tanggal 16 Desember 2005.

1.b. Komisaris, Direksi dan Karyawan

Susunan anggota komisaris dan direksi Perusahaan terakhir adalah berdasarkan akta pernyataan keputusan rapat Perusahaan No. 84 tanggal 12 Juli 2006.

Susunan anggota komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, adalah sebagai berikut:

2006 2005

Dewan Komisaris

Komisaris Utama (Komisaris Independen) : Antonius Yunus Supit --

Komisaris Utama : -- Budiardjo Tek

Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen : -- Antonius Yunus Supit Komisaris dan Komisaris Independen : Djohan Effendy Djohan Effendy

Komisaris : Sri Lestari Anwar Sri Lestari Anwar

Komisaris : Fransiscus Xaverius

Awi Tantra --

(12)

2006 2005 Dewan Direksi

Direktur Utama : Budiardjo Tek Eko Putro Sandjojo

Wakil Direktur Utama : -- Rodolfo Paguia Pantoja

Direktur : Erik Harimurti Surono Fransiscus Xaverius Awi Tantra

Direktur : Albert Sitorus Albert Sitorus

Direktur : Sik Wei Tjien --

Direktur : Helena Megawati Wardoyo --

Direktur : Sri Sumiyarsi --

Susunan Komite Audit per 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut:

Ketua Komite Audit : Antonius Yunus Supit

Anggota : Eman Achmad Sulaeman

Anggota : Wawat Sutanto

Jumlah karyawan tetap Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, adalah sejumlah 2.229 dan 3.688 orang (tidak diaudit).

1.c. Struktur Perusahaan Anak

Perusahaan memiliki baik secara langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% saham perusahaan anak dan atau mempunyai kendali atas manajemen perusahaan-perusahaan anak sebagai berikut:

Jumlah Aktiva Perusahaan Anak Domisili Bidang Usaha

Persentase Pemilikan (Langsung dan Tidak Langsung)

Tahun Operasi

Komersial 2006

Rp 2005

Rp

PT Sierad Industries Jakarta Industri peralatan

peternakan ayam 99,00% 1996 16.580.844.456 17.272.803.639

PT Dwipa Mina Nusantara Bali Industri tepung ikan 100,00% 1996 1.882.575.692 1.743.124.460 PT Biotek Indonesia (d.h

PT Sierad Biotek) Jakarta Industri dan perdagangan obat-obatan dan vitamin hewan

98,00% 1995 -- *) 28.358.643.018

PT Sierad Pangan

Nusantara Jakarta Industri makanan dan

minuman 99,99% Pra-Operasi 7.495.176.821 8.539.161.101

PT Sierad Pangan Jakarta Industri pangan terpadu 100,00% 1996 -- *) 56.546.153.882

PT Wendy Citrarasa Jakarta Industri makanan dan minuman

100,00% 1991 -- *) 89.017.040.639

PT Sierad Corporation Jakarta Distribusi dan perdagangan peralatan peternakan ayam, bahan baku pakan ternak dan produk lainnya

99,99% Operasi dalam

penghentian 6.937.214.742 5.600.917.531

PT Transpasifik Niagareksa

Jakarta Perdagangan 100,00% 1995 5.631.519.100 6.860.960.697

Myanmar Sierad Ltd. Myanmar Perdagangan 90,00% Pra-Operasi 292.071.921 292.071.921

*) Dialihkan dalam tahun 2006

(13)

Pada tahun 2003, sesuai dengan pernyataan keputusan rapat pemegang saham PT Sierad Corporation (SC) dengan akta No. 25 tanggal 21 Oktober 2003 dari Notaris Diah Guntari Listianingsih Soemarwoto, SH, notaris di Jakarta telah disetujui usulan direksi SC untuk melakukan penghentian kegiatan (operasional) SC dan melakukan tindakan hukum yang dianggap perlu dan penting untuk penghentian kegiatan (operasional) SC sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, belum ada rencana dari manajemen SC mengenai kelanjutan atas penghentian kegiatan (operasional) SC tersebut.

Menimbang bahwa aktiva, kewajiban, pendapatan serta beban SC pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, tidak material, tidak dilakukan pengungkapan terpisah dalam "Operasi dalam Penghentian" pada laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan PSAK 58, mengenai "Operasi dalam Penghentian", juga pengungkapan terpisah tidak dilakukan oleh Perusahaan secara rinci dalam laporan laba rugi.

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2006, PT Sierad Pangan Nusantara, PT Transpasifik Niagareksa dan Myanmar Sierad Ltd, perusahaan-perusahaan anak, masih dalam tahap pengembangan, non aktif dan pra-operasi, serta tidak ada transaksi yang signifikan dalam perusahaan-perusahaan tersebut.

Pada tahun 2006, Perusahaan telah melakukan penjualan 4.900 lembar saham (98%) kepemilikan Perusahaan di PT Biotek Indonesia (d.h PT Sierad Biotek) kepada Biotek International Limited. Transaksi ini akan berlaku efektif setelah PT Biotek Indonesia memperoleh persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal mengenai perubahan status perusahaan anak tersebut dari Penanaman Modal Dalam Negeri menjadi Penanaman Modal Asing. Surat persetujuan dari Badan Penanaman Modal telah diperoleh melalui surat persetujuannya No. 15/V/PMA/2006 tanggal 2 Pebruari 2006.

Pada tahun 2006, Perusahaan telah melakukan penjualan 195.312.000 saham atau sebesar 99,29%

kepemilikan Perusahaan di PT Sierad Pangan (SPN) kepada PT Tricipta Asia Makmur (TAM) dan/atau pihak ketiga yang ditunjukTAM. Perusahaan juga mewajibkan PT Sierad Corporation (SC), perusahaan anak, selaku pemilik 1.400.000 saham atau sebesar 0.71% atas saham SPN untuk mengalihkan saham- sahamnya kepada TAM dan/atau pihak ketiga yang ditunjuk TAM. Selain itu, Perusahaan selaku pemegang 85.568 saham atau sebesar 46,11% saham di PT Wendy Citrarasa (WCR) juga telah mengalihkan sahamnya tersebut kepada TAM dan/atau pihak ketiga yang ditunjuk TAM. Selain itu, Perusahaan juga mewajibkan SC, anak perusahaan, selaku pemilik 10 saham atau sebesar 0.01% atas sahamWCR untuk mengalihkan saham-sahamnya kepada TAM dan/atau pihak ketiga yang ditunjuk TAM.

Pelepasan seluruh kepemilikan Perusahaan atas BI, SPN dan WCR ini, sebelumnya telah diberitahukan dalam paparan publik (public exposes) Perusahaan mengenai tindak lanjut restrukturisasi bidang usaha dan organisasi terhadap bisnis non inti Perusahaan, yang materinya telah disampaikan kepada Bursa Efek Jakarta pada tanggal 16 Desember 2005.

(14)

1.d. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada tanggal 29 Nopember 1996, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1946/PM/1996 untuk melakukan penawaran umum atas 250.000.000 saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Sejak saat itu, Perusahaan telah melakukan hal-hal sebagai berikut :

Jumlah Saham Beredar

Tahun Keterangan Setelah Transaksi

(Lembar) 1997 Penerbitan 76.436.000 lembar saham seri A dengan nilai

nominal Rp 500 dari konversi obligasi

726.436.000

1998 Konversi obligasi 730.999.000

2001 Penerbitan saham seri B sejumlah 6.506.866.083 saham dengan nominal Rp 300, sehingga saham beredar menjadi:

seri A 730.999.000

seri B 6.506.866.083

2004 Penggabungan saham (reversed stock) sebesar 10 kali, sehingga saham yang beredar menjadi

seri A 73.099.900

seri B 650.686.609

2005 Konversi Hutang Obligasi Konversi dan Hutang Jangka Panjang, sehingga saham yang beredar menjadi

seri A 73.099.900

seri B 650.686.609

Seri C 8.667.321.984

Peningkatan modal disetor Perusahaan, terakhir dilakukan pada tahun 2005, sehubungan dengan pelaksanaan konversi hutang obligasi konversi dan hutang jangka panjang menjadi modal saham Perusahaan, dengan mengeluarkan sebanyak 8.667.321.984 lembar saham seri C, dengan nilai nominal Rp 100 per saham (lihat Catatan 22).

2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi

2.a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yang antara lain adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Manufaktur dan Peternakan yang ditetapkan oleh Bapepam.

Dasar pengukuran laporankeuangan ini adalah konsep perolehan (historical cost) kecuali investasi dalam efek tertentu yang dicatat sebesar nilai wajarnya, aktiva tetap tertentu yang telah direvaluasi tahun 2003 dan persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Laporan keuangan disusun dengan metode akrual kecuali laporan arus kas.

(15)

Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung dan arus kas diklasifikasikan menjadi kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah rupiah.

2.b. Prinsip-prinsip Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasian meliputi akun-akun dari Perusahaan dan perusahaan-perusahaan anak sebagaimana yang disajikan dalam Catatan 1.c.

Penyajian laporan keuangan konsolidasian dilakukan berdasarkan konsep satuan usaha (entity concept).

Seluruh akun, transaksi dan laba signifikan antara perusahaan yang dikonsolidasikan telah dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha sebagai satu kesatuan.

2.c. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 kurs yang digunakan adalah:

2006 2005

Rp Rp

1 US $ 9.020,00 9.830,00

1 JPY 75,80 83,42

1 SGD 5.878.73 5.906,57

1 EUR 11.858,15 11.659,87

Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun yang bersangkutan.

2.d. Setara Kas

Setara kas meliputi deposito dan investasi jangka pendek lainnya yang jatuh tempo kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatan dan tidak dijadikan jaminan atau dijaminkan namun tidak dibatasi penggunaannya.

2.e. Investasi

Efek Tersedia untuk Dijual

Investasi dalam efek tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dari kepemilikan efek ini pada tanggal neraca dikreditkan (didebit) pada akun Laba (Rugi) Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual di bagian ekuitas di neraca konsolidasian.

(16)

Investasi dalam Bentuk Saham

Investasi dalam bentuk saham di mana Perusahaan secara langsung atau tidak langsung mempunyai pemilikan saham 20% sampai 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, di mana biaya perolehan dari penyertaan ditambah atau dikurangi dengan bagian atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi sejak tanggal perolehan serta dikurangi dengan pendapatan dividen. Bagian Perusahaan atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi disesuaikan dengan amortisasi atas perbedaan antara biaya perolehan penyertaan dan bagian pemilikan atas nilai wajar aktiva bersih pada tanggal akuisisi, dengan menggunakan metode garis lurus selama 5 (lima) sampai 20 (dua puluh) tahun. Selisih bagian harga wajar dengan bagian pemilikan Perusahaan atas nilai buku aktiva tetap didepresiasikan sesuai dengan sisa taksiran umur aktiva yang bersangkutan.

2.f. Penyisihan Piutang Ragu-ragu

Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan penelaahan yang mendalam terhadap kondisi masing-masing debitur pada akhir tahun. Saldo piutang dihapuskan melalui penyisihan piutang ragu-ragu yang bersangkutan atau langsung dihapuskan dari akun tersebut pada saat manajemen berkeyakinan penuh bahwa piutang tersebut tidak dapat ditagih.

2.g. Persediaan

Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost or net realizable value) . Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata.

2.h. Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek

Ayam bibit induk dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, ditambah biaya-biaya yang terjadi sampai dengan umur produksi optimal, dan setelah umur tersebut, biaya perolehan dan biaya-biaya yang terjadi tersebut dikurangi deplesi yang dihitung berdasarkan masa produktifnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method).

2.i. Aktiva Tetap

Aktiva tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, kecuali aktiva tetap tertentu yang direvaluasi tahun 2003, setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut:

Bangunan dan Prasarana : 10 - 28 tahun

Mesin dan Peralatan : 10 tahun

Peralatan dan Perabot Kantor : 3 - 10 tahun

Kendaraan Bermotor : 5 tahun

Tanah tidak disusutkan, kecuali :

(a) Kondisi kualitas tanah tak layak lagi untuk digunakan dalam operasi utama perusahaan;

(b) Sifat operasi utama meninggalkan tanah dan bangunan begitu saja apabila proyek selesai; dan (c) Prediksi manajemen atau kepastian bahwa perpanjangan atau pembaharuan hak kemungkinan besar

atau pasti tidak diperoleh.

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, pemugaran dan peningkatan daya guna dalam jumlah besar dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan.

(17)

Selisih antara nilai revaluasi dengan nilai buku (nilai tercatat) aktiva tetap dibukukan dalam akun ekuitas dengan nama ”Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap”.

2.j. Renovasi Bangunan Sewa

Bangunan sewa merupakan outlet untuk operasional Restoran Cepat Saji milik PT Wendy Citrarasa dan PT Sierad Pangan, perusahaan-perusahaan anak dengan merek dagang AWendy=s@ dan AHartz Chicken Buffet@ yang terdiri dari 24 outlet per 31 Desember 2005 yang tersebar di beberapa wilayah di Jakarta, Bekasi, Cikarang, Bogor, Cirebon, Surabaya, Malang dan Yogyakarta.

Akun ini disajikan sebesar nilai tercatat, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan dekorasi outlet dan biaya lain-lain atas bangunan sewa. Amortisasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis selama 10 tahun.

Pada tahun 2006, Perusahaan telah menjual seluruh saham kepemilikannya di PT Wendy Citrarasa dan PT Sierad Pangan kepada pihak ketiga (lihat Catatan 1.c dan 30)

2.k. Aktiva Tetap yang Tidak Digunakan

Aktiva tetap yang tidak digunakan direklasifikasi ke aktiva tetap yang tidak digunakan terpisah dari aktiva tetap, aktiva ini tidak disusutkan dan disajikan berdasarkan nilai terendah antara jumlah tercatat atau nilai realisasi bersih.

2.l. Transaksi Sewa Guna Usaha

Transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai capital lease apabila memenuhi seluruh kriteria berikut:

(i) Penyewa gunausaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva yang disewagunausahakan pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa guna usaha;

(ii) Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa mencakup pengembalian harga perolehan barang modal yang disewagunausahakan serta bunganya, sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha (full payout lease); dan

(iii) Masa sewa guna usaha minimum 2 (dua) tahun.

Aktiva sewa guna usaha dengan hak opsi dinyatakan dalam neraca sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa ditambah nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aktiva yang diperoleh dari pembelian biasa.

Keuntungan atau kerugian atas transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback) ditangguhkan dan diamortisasi sesuai dengan metode dan masa penyusutan aktiva yang bersangkutan.

2.m. Aktiva dalam Penyelesaian

Aktiva dalam penyelesaian merupakan biaya-biaya yang berhubungan secara langsung dengan pembangunan fasilitas dan persiapan aktiva tetap. Biaya-biaya tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut. Aktiva dalam penyelesaian dipindahkan ke aktiva tetap pada saat selesai dan siap digunakan.

(18)

2.n. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Penjualan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan penjualan ekspor diakui pada saat barang dikapalkan (F.O.B. shipping point). Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).

2.o. Informasi Segmen

Segmen usaha ditetapkan sebagai bentuk pelaporan segmen primer dan segmen geografis berdasarkan lokasi aktiva sebagai bentuk pelaporan segmen sekunder.

Segmen yang dilaporkan telah memenuhi uji 10% signifikansi.

2.p. Pajak Penghasilan

Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan alasan pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). Pajak tangguhan diukur dengan tarif pajak yang berlaku saat ini.

Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan dan banding, pada saat keputusan atas keberatan dan banding tersebut telah ditetapkan.

Pajak penghasilan kini dihitung dari laba kena pajak, yaitu laba yang telah disesuaikan dengan peraturan pajak yang berlaku.

2.q. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja

Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah tak terdiskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi.

Imbalan pasca kerja diakui sebesar jumlah yang diukur dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Kewajiban dan beban diukur dengan menggunakan teknik akutaria yang mencakup pula kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan perusahaan. Dalam perhitungan kewajiban, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan metode projected unit credit.

Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika, dan hanya jika, perusahaan berkomitmen untuk:

(a) memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal; atau

(b) menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela.

2.r. Laba per Saham Dasar

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi bersih residual (laba atau rugi setelah pajak dikurangi dividen saham utama) yang tersedia bagi pemegang saham biasa dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa dalam satu periode pelaporan.

(19)

3. Kas dan Setara Kas

2006 2005

Rp Rp

Kas

Rupiah 499.151.269 1.395.136.933

US Dolar (2006: US$ 1,411; 2005: US $ 1,588) 12.727.220 15.610.040

Bank Rupiah

PT Bank Permata Tbk 5.467.766.610 2.589.278.898

PT Bank Central Asia Tbk 2.150.008.998 1.487.556.278

PT Bank Negara Indonesia 306.504.327 255.151.657

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 54.808.592 47.240.349

PT Bank International Indonesia 1.012.704 1.084.704

PT Bank Lippo Tbk -- 860.587.618

US Dolar

PT Bank Permata Tbk (2006: US$ 55,656.57; 2005: US $ 10,237.22) 502.022.261 100.631.901 Deposito Berjangka

PT Bank Permata Tbk (Rupiah) 7.685.000.000 1.329.693.151

Jumlah 16.679.001.980 8.081.971.529

2006 Rp

2005 Rp Tingkat Bunga Deposito Berjangka per Tahun:

Rupiah 7,5% - 11% 5% - 11%

Jangka Waktu

Rupiah 1 bulan 1 bulan

Tidak terdapat penempatan pada Bank yang memiliki hubungan istimewa.

4. Piutang Usaha

Piutang usaha berdasarkan jenis penjualan/kegiatan usaha adalah:

2006 2005

Rp Rp

Piutang Penjualan - Pakan Ternak 139.800.202.041 144.897.855.897

Piutang Penjualan - Ayam Umur Sehari 101.805.129.496 80.228.231.666

Piutang Penjualan - Ayam Beku dan Makanan Beku 40.451.259.978 48.880.793.374

Piutang Penjualan - Lainnya 4.627.862.747 4.167.602.128

Jumlah 286.684.454.262 278.174.483.065

Dikurangi: Akumulasi Penyisihan Piutang Ragu-ragu (117.202.212.826) (113.329.943.835)

Jumlah 169.482.241.436 164.844.539.230

(20)

Mutasi Penyisihan Piutang Ragu-ragu:

2006 2005

Rp Rp

Saldo Awal 113.329.943.835 110.506.203.141

Penambahan 4.279.980.121 2.979.583.318

Pengurangan (348.231.083) (155.842.624)

Penyesuaian Saldo Sehubungan dengan Penjualan Perusahaan Anak (59.480.047) --

Saldo Akhir 117.202.212.826 113.329.943.835

Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal faktur:

2006 2005

Rp Rp

Sampai dengan 1 bulan 96.813.724.222 113.660.885.300

> 1 bulan - 2 bulan 11.408.320.365 17.073.249.908

> 2 bulan - 3 bulan 2.975.028.263 6.476.928.281

> 3 bulan 175.487.381.412 140.963.419.576

Saldo Akhir 286.684.454.262 278.174.483.065

Seluruh piutang usaha adalah kepada pihak ketiga, dan tidak terdapat piutang usaha kepada pihak hubungan istimewa. Seluruh piutang usaha dalam mata uang rupiah.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu yang dibentuk cukup untuk menutup kemungkinan tidak tertagihnya piutang usaha.

5. Piutang Lain-lain Piutang lain-lain terdiri dari :

2006 2005

Rp Rp

Piutang Karyawan 2.165.981.394 2.299.185.021

Piutang dari Pelepasan Investasi (lihat Catatan 30) 1.245.890.840 --

Piutang lainnya pada Wendy International Corporation 4.470.000.000 4.470.000.000 Piutang Lainnya (masing-masing dibawah Rp 200 juta) 2.613.076.853 5.316.688.567

Jumlah 10.494.949.087 12.085.873.588

Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat ditagih sehingga tidak perlu membentuk penyisihan piutang ragu-ragu.

(21)

6. Persediaan

2006 2005

Rp Rp

Barang Jadi :

Pakan Ternak 8.534.042.200 11.726.428.137

Ayam Beku dan Makanan Beku 4.423.590.531 7.523.500.875

Vaksin, Obat-obatan Ternak dan Lainnya 5.217.375.886 2.116.727.348

Alat-alat Peternakan 1.004.501.409 973.791.075

Sub Jumlah 19.179.510.026 22.340.447.435

Barang Dalam Proses 15.703.487.412 13.292.412.064

Bahan Baku dan Pembantu :

Bahan Baku (tahun 2005, termasuk bahan baku makanan siap saji) 83.985.068.584 31.466.596.237

Bahan Kemasan 4.545.295.132 6.492.953.923

Suku Cadang dan Bahan Pembantu Lainnya 26.132.222.255 27.910.250.329

Sub Jumlah 114.662.585.971 65.869.800.489

Barang dalam Perjalanan 607.808.000 1.410.058.489

Jumlah 150.153.391.409 102.912.718.477

Persediaan telah diasuransikan secara gabungan dengan aktiva tetap (lihat Catatan 13) terhadap segala risiko, masing-masing dengan jumlah pertanggungan sebesar US$ 16,550,000 dan Rp 3.017.000.000 padatahun 2006 serta sebesar US$ 17,050,000 dan Rp 17.284.400.000 pada tahun 2005.

Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan tersebut di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul.

Kerusakan atau kehilangan yang ditemukan berdasarkan observasi fisik persediaan berkaitan dengan aktivitas produksi dibebankan pada beban pokok produksi, sedangkan yang tidak berkaitan dengan aktivitas produksi Perusahaan, diakui sebagai keuntungan (kerugian) atas selisih perhitungan persediaan tahun berjalan pada penghasilan (beban) lain-lain. Perusahaan mencatat kerugian karena selisih perhitunganterutama karena susut danhilang sebesar Rp 2.824.726.512 dan Rp 22.668.998.537, masing-masing pada tahun 2006 dan 2005, yang dicatat dan diakui dalam laporan laba rugi pada penghasilan (beban) lain-lain.

(22)

7. Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek Hewan ternak produksi berumur pendek terdiri dari :

2006 2005

Rp Rp

Telah Menghasilkan :

Saldo Awal, Ayam Pembibit - Induk 19.633.716.945 19.591.723.985

Reklasifikasi dari Ayam Belum Menghasilkan 62.250.046.984 53.012.376.589

Beban Deplesi (63.370.408.375) (52.970.383.629)

Saldo Akhir, Ayam Pembibit - Induk 18.513.355.554 19.633.716.945

Belum Menghasilkan:

Saldo Awal, Ayam Pembibit - Induk 18.581.452.921 16.825.073.135

Kapitalisasi Biaya 63.563.987.896 54.768.756.375

Reklasifikasi ke Ayam Telah Menghasilkan (62.250.046.984) (53.012.376.589)

Saldo Akhir, Ayam Pembibit - Induk 19.895.393.833 18.581.452.921

Jumlah 38.408.749.387 38.215.169.866

Beban deplesi dari ayam pembibit induk yang telah menghasilkan dibebankan dalam tahun berjalan sebagai beban pokok penjualan sebesar Rp 63.370.408.375 dan Rp 52.970.383.629 masing-masing untuk tahun 2006 dan 2005.

8. Pajak Dibayar di Muka

2006 2005

Rp Rp

Pajak Penghasilan Perusahaan

Pajak Penghasilan Pasal 22 10.707.274.910 10.494.202.992

Pajak Penghasilan Pasal 23 502.434.964 10.303.039

Pajak Penghasilan Pasal 28A 263.431.871 --

Perusahaan Anak

PT Sierad Corporation 2.851.434.732 2.851.434.732

PT Sierad Industri 121.000.054 294.567.459

PT Dwipamina Nusantara 3.028.458 29.395.962

Pajak Pertambahan Nilai

Perusahaan 279.987.625 --

Perusahaan Anak

PT Sierad Industri 69.628.511 --

Jumlah 14.798.221.125 13.679.904.184

(23)

9. Uang Muka Pembelian

2006 2005

Rp Rp

Uang Muka Pembelian Persediaan

Import (2006: USD 1,464,432.94 ; dan 2005 USD 2,164,492.54) 13.209.185.119 21.276.961.668

Lokal (Rupiah) 14.037.966.687 20.778.686.038

Uang Muka Pembelian Lain-lain (Rupiah) 6.395.244.352 3.521.966.958

Jumlah 33.642.396.158 45.577.614.664

Uang muka pembelian persediaan merupakan uang muka pembelian persediaan bahan baku dari pemasok pihak ketiga melalui import dan lokal antara lain berupa yellow crown, soyabean meal, corn glutten meal, jagung lokal, jagung Argentina dan SBM Argentina.

10. Investasi Pada Perusahaan Asosiasi

Akun ini merupakan investasi PT Sierad Pangan Nusantara (SPN), perusahaan anak, dalam bentuk saham PT Bridor Indonesia sebesar Rp 1.300.839.000 atau ekuivalen 25% dari modal disetor PT Bridor Indonesia.

PT Bridor Indonesia bergerak dalam bidang industri dan distribusi makanan. Perusahaan tidak mempunyai pengaruh yang cukup signifikan dalam PT Bridor Indonesia karenanya investasi dicatat sebesar harga perolehan.

Pada tahun 2003 atas permohonan SPN, Pengadilan Negeri Bekasi menunjuk akuntan independen dengan penetapan No. 105/Pdt.P/2002/PN.BKS untuk melakukan special audit atas laporan keuangan PT Bridor Indonesia untuk tahun buku 1998,1999, 2000, 2001 dan sebagian 2002, sehubungan adanya kelalaian PT Bridor Indonesia dalam memberikan laporan keuangan tahunan kepada SPN selaku pemegang saham sehingga kinerja PT Bridor Indonesia tidak dapat dipantau. Berdasarkan laporan akuntan tersebut dalam laporannya tanggal 16 Juli 2003, PT Bridor Indonesia sejak awal beroperasi sampai dengan pertengahan tahun 2002 mengalami kerugian yang mengakibatkan defisiensi modal, yang pada gilirannya akan berdampak pada kelangsungan usahanya. Sejak tahun 2003, investasi ini diturunkan nilainya menjadi nihil.

Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, tidak terdapat transaksi material dan belum ada rencana manajemen Perusahaan yang signifikan terkait dengan investasi pada perusahaan asosiasi ini.

(24)

11. Investasi Jangka Panjang Lainnya

Akun ini merupakan efek yang tersedia untuk dijual, terdiri dari :

2006 2005

Rp Rp

Surat Berharga Komersial yang Diterbitkan oleh

PT Perkebunan Nusantara XI 46.450.000.000 46.450.000.000

Dikurangi: Penyisihan Penurunan Nilai Permanen (46.450.000.000) (46.450.000.000)

Bersih -- --

Portofolio Investasi pada:

Merril Lynch International Bank Limited, Singapura 38.120.551 38.120.551 Dikurangi: Penyisihan Penurunan Nilai Permanen (38.120.551) (38.120.551)

Bersih -- --

Jumlah -- --

Surat berharga komersial yang diterbitkan oleh PT Perkebunan Nusantara XI melalui Eraska Grup, sebagai agen penerbit, merupakan hasil pengalihan piutang Perusahaan, kepada PT Sietek Nusantara Finance (SNF) pada tahun 1998 sesuai dengan perjanjian tanggal 16 Pebruari 1998. Menurut manajemen Perusahaan, surat berharga komersial tersebut sebelumnya dimiliki oleh SNF dan tidak dapat direalisasikan pelunasannya saat jatuh tempo pada tanggal 26 Desember 1997. Selain itu, Perusahaan juga memiliki investasi portopolio surat berharga yang diterbitkan oleh Merril Lynch International Bank Limited, Singapura.

Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, tidak ada rencana manajemen Perusahaan yang signifikan untuk pemerolehan kembali investasi ini. Manajemen Perusahaan juga telah membentuk penyisihan penurunan nilai permanen atasnya.

12. Pajak Penghasilan a. Manfaat (Beban) Pajak

2006 2005

Rp Rp

Kini -- (687.391.429)

Tangguhan (20.292.518.342) (3.138.226.818)

Jumlah (20.292.518.342) (3.825.618.247)

(25)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba (rugi) fiskal secara konsolidasian adalah sebagai berikut:

2006 2005

Rp Rp

Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan Menurut Laporan Laba Rugi

Konsolidasian 69.930.789.845 (118.620.076.728)

Pos Luar Biasa (8.693.008.368) -

Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan Menurut Laporan Laba Rugi

Konsolidasian Setelah Pos Luar Biasa 61.237.781.477 (118.620.076.728) Perbedaan Waktu :

Penyusutan Aktiva Tetap dan Aktiva Sewa Guna

Usaha Serta Amortisasi Aktiva Tak Berwujud (16.390.944.612) (10.723.985.053)

Imbalan Kerja 1.737.672.565 935.875.831

Penyisihan Piutang 4.279.980.121 2.979.583.318

Jumlah (10.373.291.926) (6.808.525.904)

Perbedaan Tetap :

Penghasilan Tidak Kena Pajak (312.054.927) (450.875.634)

Beban yang Bukan Merupakan Pengurang Pajak 7.544.917.466 11.025.899.695

Jumlah 7.232.862.539 10.575.024.061

Laba (Rugi) Fiskal Konsolidasian 58.097.352.089 (114.853.578.571)

Rincian rugi fiskal konsolidasian, adalah sebagai berikut:

2006 2005

Rp Rp

Laba Fiskal Perusahaan Anak Setelah Kompensasi Kerugian -- (2.349.638.097)

Laba (Rugi) Fiskal Konsolidasian 58.097.352.089 (117.203.216.668)

Kompensasi Kerugian Konsolidasian (278.817.421.376) (282.469.651.534) Kompensasi Kerugian Konsolidasian yang

Tidak Dapat Dimanfaatkan 9.252.192.102 120.855.446.826

Kompensasi Kerugian Perusahaan Anak yang Dijual 40.991.954.137 --

Akumulasi Rugi Fiskal Konsolidasian yang Dapat Dimanfaatkan (170.475.923.048) (278.817.421.376)

(26)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba (rugi) fiskal Perusahaan adalah sebagai berikut:

Rincian rugi fiskal perusahaan anak, adalah sebagai berikut:

2006 2005

Rp Rp

Rugi Fiskal Perusahaan Anak (809.943.241) (592.274.935)

Kompensasi Kerugian Perusahaan Anak (42.150.232.751) (67.780.374.533) Kompensasi Kerugian Perusahaan anak yang Tidak Dapat

Dimanfaatkan 559.183.734 26.222.416.717

Penyesuaian Kompensasi Kerugian Perusahaan Anak yang Dijual 40.991.954.137 -- Akumulasi Rugi Fiskal Perusahaan Anak

yang Dapat Dimanfaatkan (1.409.038.121) (42.150.232.751)

Beban pajak kini sebesar Nihil dan Rp 687.391.429, masing-masing pada tahun 2006 dan 2005 merupakan taksiran pajak penghasilan perusahaan anak yang dihitung dengan tarif progresif.

Rekonsiliasi antara beban pajak dengan hasil perkalian laba (rugi) konsolidasian sebelum pajak penghasilan dan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :

2006 2005

Rp Rp

Laba (Rugi) Konsolidasian Sebelum Pos Luar Biasa 69.930.789.845 (118.620.076.728)

Pos Luar Biasa (8.693.008.368) --

Laba Fiskal Perusahaan Anak -- (2.349.638.096)

Rugi Konsolidasian Setelah Laba Fiskal Perusahaan Anak 61.237.781.477 (120.969.714.824) Pajak Penghasilan Dihitung dengan Tarif 30% (18.371.334.443) 36.290.914.447

Pajak Kini Perusahaan Anak -- (687.391.429)

Beban yang Tidak Dapat Menjadi Pengurang Pajak (2.263.475.240) (3.307.769.908)

Penghasilan Tidak Kena Pajak 93.616.478 135.262.691

Kompensasi Kerugian yang Tidak Dapat Direalisasi (2.775.657.631) (36.256.634.048)

Penyesuaian Aktiva Pajak Tangguhan Awal Tahun 3.024.332.493 --

Jumlah Beban Pajak (20.292.518.342) (3.825.618.247)

(27)

b. Aktiva Pajak Tangguhan

31 Des 2004 Dikreditkan 31 Des 2005 Dikreditkan Penyesuaian 31 Des 2006

pada Laporan pada Laporan Saldo *)

Laba (Rugi) Laba (Rugi)

Rp Rp Rp Rp Rp Rp

Perusahaan

Kerugian yang Dapat Dikompensasi 64.406.783.099 6.593.372.674 71.000.155.773 (20.280.091.109) -- 50.720.064.664

Penyisihan Piutang 29.839.389.299 894.012.808 30.733.402.107 4.427.261.741 -- 35.160.663.848

Perbedaan Penyusutan antara

Komersial dan Fiskal 18.287.315.173 (3.367.073.873) 14.920.241.300 (4.954.448.725) -- 9.965.792.575

Kewajiban Diestimasi atas

Imbalan Kerja 3.501.384.900 167.073.657 3.668.458.557 328.702.876 -- 3.997.161.433

116.034.872.471 4.287.385.266 120.322.257.737 (20.478.575.217) -- 99.843.682.520

Perusahaan Anak

PT Sierad Industri 276.439.829 (17.427.223) 259.012.606 297.881.522 -- 556.894.128

PT Sierad Biotek (175.084.455) 66.689.440 (108.395.015) -- 108.395.015 --

PT Sierad Pangan 7.948.982.345 (3.138.474.991) 4.810.507.354 - (4.810.507.354) --

PT Wendy Citrarasa 11.969.729.777 (4.370.083.231) 7.599.646.546 -- (7.599.646.546) --

PT Dwipamina Nusantara (26.288.214) 33.683.921 7.395.707 (111.824.646) -- (104.428.939)

19.993.779.282 (7.425.612.084) 12.568.167.198 186.056.875 (12.301.758.885) 452.465.188 Aktiva Pajak Tangguhan

Konsolidasian -Bersih 136.028.651.753 (3.138.226.818) 132.890.424.935 (20.292.518.342) (12.301.758.885) 100.296.147.708

c. Hutang Pajak

2006 2005

Rp Rp

Pajak Penghasilan Perusahaan

Pasal 21 1.032.893.794 1.132.727.791

Pasal 23 108.657.116 2.075.826.255

Pasal 26 24.288.432 619.948.248

Perusahaan Anak

PT Sierad Corporation 2.162.226.376 2.162.226.376

PT Transpasifik Niagareksa 307.749.859 307.749.859

PT Sierad Industri 3.688.575 134.865

PT Dwipamina Nusantara 1.327.540 1.046.590

PT Wendy Citrarasa -- 1.901.971.767

PT Sierad Biotek -- 428.522.845

PT Sierad Pangan -- 156.039.700

3.640.831.692 8.786.194.296 Pajak Pembangunan I

Perusahaan Anak

PT Wendy Citrarasa -- 2.966.538.689

PT Sierad Pangan -- 118.711.392

-- 3.085.250.081

(28)

2006 2005

Rp Rp

Pajak Pertambahan Nilai

Perusahaan -- 1.131.403.345

Perusahaan Anak

PT Sierad Corporation 5.131.650.175 5.131.650.175

PT Wendy Citrarasa -- 591.820.707

PT Sierad Biotek -- 110.080.815

PT Sierad Pangan -- 540.115

5.131.650.175 6.965.495.157

Jumlah 8.772.481.867 18.836.939.534

Pada tanggal 18 Juli 2006, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB), Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) dan Surat Tagihan Pajak (STP) dari Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa (KPP PMB) untuk jenis pajak PPh pasal 29, PPh pasal 21, PPh pasal 23, PPh Final dan PPN untuk tahun pajak 2004 dengan jumlah kurang bayar keseluruhan bersih sebesar Rp 7.224.384.399. Dari jumlah kurang bayar keseluruhan bersih tersebut, pada tanggal 17 Oktober 2006, Perusahaan mengajukan keberatan atas sebagian SKPKB, SKPLB dan STP sebesar Rp 6.724.199.393.

Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, proses keberatan tersebut masih belum selesai.

13. Aktiva Tetap

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir

Rp Rp Rp Rp Rp

Harga Perolehan Pemilikan Langsung

Tanah 148.529.719.139 -- -- (9.889.567.553) 138.640.151.586

Bangunan dan Prasarana 313.796.587.059 745.676.445 -- (20.962.714.977) 293.579.548.527

Mesin dan Peralatan 335.505.858.649 4.654.959.871 737.231.395 (54.444.516.250) 284.979.070.875

Perlengkapan dan Perabotan 72.858.356.419 2.490.696.498 -- (15.713.202.570) 59.635.850.347

Kendaraan Bermotor 25.950.265.615 1.122.346.056 826.267.150 42.147.931 26.288.492.452

Aktiva Sewa Guna Usaha

Kendaraan Bermotor 2.311.940.860 98.716.000 -- (1.166.450.300) 1.244.206.560

Aktiva dalam Penyelesaian

Bangunan dan Prasarana 1.743.723.962 1.277.424.954 -- (1.807.794.966) 1.213.353.950

Mesin dan Peralatan -- 2.494.444.506 -- (2.494.444.506) --

Jumlah 900.696.451.703 12.884.264.330 1.563.498.545 (106.436.543.191) 805.580.674.297

Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung

Bangunan dan Prasarana 107.056.750.414 11.014.317.358 -- (3.469.806.485) 114.601.261.287

Mesin dan Peralatan 164.748.793.070 17.166.962.602 385.245.586 (8.574.136.141) 172.956.373.945

Perlengkapan dan Perabotan 55.698.245.385 5.384.462.594 -- (14.273.599.526) 46.809.108.453

Kendaraan Bermotor 23.528.323.726 1.375.637.314 802.316.091 (465.368.738) 23.636.276.211

Aktiva Sewa Guna Usaha -- -- -- -- --

Kendaraan Bermotor 706.607.166 321.362.771 -- (530.095.165) 497.874.772

Jumlah 351.738.719.761 35.262.742.639 1.187.561.677 (27.313.006.055) 358.500.894.668

Jumlah 548.957.731.942 447.079.779.629

2006

(29)

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir

Rp Rp Rp Rp Rp

Harga Perolehan Pemilikan Langsung

Tanah 158.876.312.519 -- 9.965.525.000 (381.068.380) 148.529.719.139

Bangunan dan Prasarana 296.763.134.227 3.715.607.571 774.233.572 14.092.078.833 313.796.587.059

Mesin dan Peralatan 297.476.605.409 3.676.004.281 -- 34.353.248.959 335.505.858.649

Perlengkapan dan Perabotan 66.786.905.526 7.334.608.144 -- (1.263.157.251) 72.858.356.419

Kendaraan Bermotor 27.351.359.317 1.050.092.700 1.172.176.848 (1.279.009.554) 25.950.265.615

Aktiva Sewa Guna Usaha

Bangunan dan Prasarana 12.933.060.746 -- -- (12.933.060.746) --

Mesin dan Peralatan 37.525.206.746,00 3.500.000 -- (37.528.706.746) --

Kendaraan Bermotor 792.600.868 366.832.560 -- 1.152.507.432 2.311.940.860

Aktiva dalam Penyelesaian

Bangunan dan Prasarana 1.753.896.008 1.152.761.817 -- (1.162.933.863) 1.743.723.962

Mesin dan Peralatan 768.083.207 1.824.809.324 -- (2.592.892.531) --

901.027.164.573 19.124.216.397 11.911.935.420 (7.542.993.847) 900.696.451.703 Akumulasi Penyusutan

Pemilikan Langsung

Bangunan dan Prasarana 92.330.718.992 11.215.045.352 464.540.144 3.975.526.214 107.056.750.414

Mesin dan Peralatan 127.041.356.465 16.151.159.935 -- 21.556.276.670 164.748.793.070

Perlengkapan dan Perabotan 53.575.234.455 6.578.305.662 -- (4.455.294.732) 55.698.245.385

Kendaraan Bermotor 25.145.564.123 2.894.917.864 1.172.176.848 (3.339.981.413) 23.528.323.726

Aktiva Sewa Guna Usaha

Bangunan dan Prasarana 3.770.350.067 215.551.012 -- (3.985.901.079) --

Mesin dan Peralatan 19.238.309.469 794.741.837 -- (20.033.051.306) --

Kendaraan Bermotor 506.938.692 381.640.828 -- (181.972.354) 706.607.166

Jumlah 321.608.472.263 38.231.362.490 1.636.716.992 (6.464.398.000) 351.738.719.761

Jumlah 579.418.692.310 548.957.731.942

2005

Beban penyusutan dibebankan pada :

2006 2005

Rp Rp

Beban Produksi tidak Langsung/Beban Pokok Penjualan 30.215.415.292 32.824.464.117

Beban Penjualan, Umum dan Administrasi 5.047.327.347 5.406.898.373

Jumlah 35.262.742.639 38.231.362.490

Pengurangan aktiva tetap merupakan penjualan aktiva tetap dengan rincian sebagai berikut:

2006 2005

Rp Rp

Harga Jual 1.100.600.000 14.714.925.611

Nilai Buku 375.936.868 10.275.218.428

Laba Penjualan 724.663.132 4.439.707.183

Pada tahun 2006, PT Sierad Corporation, perusahaan anak, melakukan penjualan aktiva tetap berupa kendaraan yang sudah dihapusbukukan dari pembukuan perusahaan anak tersebut sebesar Rp 77.750.000. Hasil penjualan tersebut diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian sebagai keuntungan penjualan aktiva tetap dan aktiva tetap

(30)

Tanah dan aktiva tetap lainnya yang tidak digunakan dalam operasi disajikan sebagai akun Aaktiva tetap yang tidak digunakan@ pada aktiva tidak lancar (lihat Catatan 16).

Aktiva tetap Perusahaan dan perusahaan-perusahaan anak di Indonesia, kecuali tanah, telah diasuransikan secara gabungan dengan persediaan Perusahaan (lihat Catatan 6) terhadap segala risiko masing-masing untuk tahun 2006 dan 2005dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 526.746.800.000 dan Rp 556.560.191.000 untuk bangunan, Rp 52.423.008.000 dan Rp 86.506.281.000 serta USD 51,208,000 dan USD 52,393,000 untuk mesin, Rp 9.731.000.000 dan Rp 11.383.789.000 untuk perlengkapan dan perabot serta Rp 17.967.800.000 dan Rp 17.318.300.000 untuk kendaraan.

Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan tersebut di atas cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul.

14. Renovasi Bangunan Sewa

2006 2005

Rp Rp

Nilai Perolehan -- 12.780.858.623

Penambahan -- 291.150.801

Pengurangan -- (38.370.001)

Reklasifikasi -- (596.668.789)

Jumlah -- 12.436.970.634

Dikurangi: Akumulasi Amortisasi -- (9.633.466.324)

Nilai Buku -- 2.803.504.310

2006 2005

Rp Rp

Mutasi Akumulasi Amortisasi :

Saldo Awal -- 8.997.680.333

Beban Amortisasi Periode Berjalan yang Disajikan Sebagai

Bagian Dari Beban Pokok Penjualan -- 1.044.685.807

Pengurangan -- (408.899.816)

Saldo Akhir -- 9.633.466.324

Bangunan sewa merupakan outlet untuk tempat operasional restoran makanan cepat saji milik PT Sierad Pangan dan PT Wendy Citrarasa, perusahaan-perusahaan anak. Pada tahun 2006, Perusahaan telah melakukan penjualan seluruh saham kepemilikannya atas perusahaan-perusahaan anak tersebut kepada pihak ketiga. (lihat Catatan 1.c dan 30)

15. Aktiva Tak Berwujud

Akun ini merupakan selisih lebih biaya perolehan atas aktiva bersih (goodwill) dari akuisisi saham PT Wendy Citrarasa oleh PT Sierad Pangan, perusahaan-perusahaan anak, dengan mutasi sebagai berikut :

(31)

2006 2005

Rp Rp

Nilai Perolehan -- 15.751.217.805

Dikurangi: Akumulasi Amortisasi -- (8.086.562.695)

Nilai Buku -- 7.664.655.110

Mutasi akumulasi amortisasi:

2006 2005

Rp Rp

Saldo Awal -- 7.242.747.455

Beban Amortisasi Periode Berjalan -- 843.815.240

Saldo Akhir -- 8.086.562.695

Pada tahun 2006, Perusahaan telah menjualseluruh saham kepemilikannya atas perusahaan-perusahaan anak tersebut kepada pihak ketiga (lihat catatan 1.c dan 30).

16. Aktiva Tetap yang Tidak Digunakan

2006 2005

Rp Rp

Perusahaan Nilai tercatat

Tanah dan Bangunan 29.094.729.448 3.368.807.742

Mesin dan Peralatan Pabrik 52.730.131.537 7.510.696.566

Peralatan Kantor 194.752.722 63.910.367

Kendaraan 11.386.674 3.360.002

Sub Jumlah 82.031.000.381 10.946.774.677

Perusahaan Anak

PT Wendy Citrarasa -- 4.464.709.394

PT Sierad Corporation 4.780.847.749 4.780.847.749

PT Sierad Pangan -- 1.890.351.585

PT Sierad Biotek -- 287.948.608

Sub Jumlah 4.780.847.749 11.423.857.336

Jumlah 86.811.848.130 22.370.632.013

Penambahan tanah dan bangunan tidak digunakan Perusahaan menjadi Rp 29.094.729.448 pada tahun 2006 dari Rp 3.368.807.742 pada tahun 2005, berasal dari tanah dan bangunan milik divisi lampung yang dihentikan operasinya sejak tahun 2005 (lihat Catatan 1.a).

Mesin dan peralatan pabrik yang tidak digunakan milik Perusahaan sebesar Rp 7.510.696.566 per 31 Desember 2005 berupa mesin pembuat nugget, mesin dan peralatan untuk pemotongan ayam serta peralatan kandang,

(32)

Aktiva tetap yang tidak digunakan milik PT Sierad Biotek, PT Sierad Pangan dan PT Wendy Citrarasa pada tahun 2006sudah tidak ada lagi dengan dilepaskannya kepemilikan atas perusahaan-perusahaan tersebut (lihat Catatan 1.c dan 30).

Perusahaan berencana untuk mengoperasikan kembali divisi feed lampung, dan akan menggunakan kembali sebagian aktiva tetap yang tidak digunakan ini pada tahun 2007.

17. Hutang Usaha

Akun ini merupakan kewajiban yang timbul atas pembelian bahan baku dan bahan pembantu, dengan rincian sebagai berikut :

2006 2005

Rp Rp

Pihak Ketiga 81.250.372.923 121.814.130.579

Jumlah 81.250.372.923 121.814.130.579

Rincian hutang menurut mata uang adalah sebagai berikut:

2006 2005

Rp Rp

US Dollar (2006: US$ 3,489,685.93 ; 2005: US$ 7,150,249.10) 31.476.967.089 70.286.948.653

Rupiah 49.773.405.834 51.527.181.926

Jumlah 81.250.372.923 121.814.130.579

18. Biaya yang Masih Harus Dibayar

2006 2005

Rp Rp

Taksiran Kewajiban Sehubungan dengan

Stock Financing Agreement (lihat Catatan 33.b) 4.137.074.368 20.699.960.251 Asuransi dan Jamsostek (termasuk 2006: SGD 38,216.67, 2005: 114,650.00) 2.011.914.254 1.930.159.330 Professional Fee (termasuk 2006: US $ 72,060.74 dan SGD 55,000.00

2005: US $ 89,415.39 dan SGD 89,642.93) 1.950.825.033 1.207.249.741

Iklan dan Promosi 1.483.550.624 4.341.473.175

Listrik, Air dan Telepon 945.740.601 1.810.050.952

Permit dan Perijinan 13.296.297 604.380.147

Sewa dan Service Charges 3.775.200 1.248.568.332

Royalti -- 1.167.802.567

Lainnya (masing-masing dibawah Rp 200 juta) 2.598.946.086 4.012.814.494

Jumlah 13.145.122.463 37.022.458.989

(33)

19. Hutang Bank

2006 2005

Rp Rp

Hutang Bank

PT Bank Permata 428.475.670 565.261.875

Jumlah 428.475.670 565.261.875

Dikurangi: Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun (216.097.764) (199.665.000)

Bagian Jangka Panjang 212.377.906 365.596.875

Hutang yang diperoleh Perusahaan dari PT Bank Permata Tbk merupakan fasilitas kredit kepemilikan kendaraan bermotor untuk jangka waktu kredit selama 36 - 60 bulan. Hutang ini dijamin dengan kendaraan yang bersangkutan, dan terakhir jatuh tempo pada bulan Oktober 2009.

20. Hutang Sewa Guna Usaha

Perusahaan Jenis 2006 2005

Sewa Guna Usaha Aktiva Rp Rp

PT Adira Finance Kendaraan 74.922.976 99.782.437

PT Dipostar Finance Kendaraan 321.823.108 173.599.800

PT Astra Credit Company Kendaraan 125.277.768 42.975.000

PT Srikandi Dimond Motor Kendaraan 3.336.406 153.265.766

525.360.258 469.623.003 Dikurangi : bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 304.249.687 409.710.173

Bagian Jangka Panjang 221.110.571 59.912.830

Kewajiban sewa guna usaha ini dijamin dengan aktiva sewa guna usaha yang bersangkutan. Perjanjian sewa guna usaha ini membatasi Perusahaan antara lain dalam melakukan penjualan dan pemindahan aktiva sewa guna usaha tersebut selama periode sewa guna usaha.

(34)

Pembayaran sewa minimum masa datang (future minimum lease payment) dalam perjanjian sewa guna usaha per 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut:

2006 2005

Rp Rp

- 469.623.003

304.249.687 -

205.080.050 -

16.030.521 -

Jumlah 525.360.258 469.623.003

Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun 304.249.687 409.710.173

Bagian Jangka Panjang 221.110.571 59.912.830

Tahun

2007 2008 2009 2006

21. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja

Perusahaan telah menghitung kewajibannya sehubungan dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003.

Tidak ada pendanaan yang dilakukan sehubungan dengan program manfaat karyawan tersebut.

Saldo kewajiban program manfaat karyawan pada tahun 2006 dan 2005 merupakan hasil perhitungan aktuaria sesuai dengan penerapan PSAK 24 (Revisi 2004) mengenai Imbalan Kerja.

Beban manfaat karyawan pada tahun berjalan adalah sebagai berikut:

2006 2005

Rp Rp

Beban Jasa Kini 1.862.877.951 2.312.938.815

Beban Bunga 1.599.555.712 1.497.030.600

Amortisasi Biaya Jasa Masa Lalu (Non Vested) 96.771.492 --

Efek Penurunan (3.304.407.335) (1.365.769.144)

Amortisasi Laba (Rugi) Aktuaria 594.223.647 (1.508.324.440)

Penyesuaian/Koreksi 1.238.827.463 --

Jumlah Beban Manfaat Karyawan 2.087.848.930 935.875.831

Perubahan pada kewajiban yang diakui di neraca:

2006 2005

Rp Rp

Kewajiban Awal Tahun 14.026.695.350 13.872.026.000

Pembayaran Manfaat Karyawan Selama Tahun Berjalan (350.176.365) (781.206.481) Beban Manfaat Karyawan yang Diakui pada Tahun Berjalan 2.087.848.930 935.875.831 Kewajiban dari Perusahaan Anak yang Dijual (lihat Catatan 30) (2.249.638.329) --

Kewajiban Akhir Tahun 13.514.729.586 14.026.695.350

Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun oleh PT Padma Radya Aktuaria,

Gambar

Tabel Mortalita : 100% tabel mortalita Indonesia 1999 : 100% tabel mortalita Indonesia 1999

Referensi

Dokumen terkait