• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penasehat: Dr. H. Aceng hasani, M.Pd. Pemimpin Redaksi: Atin Fatimah, M.Pd.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penasehat: Dr. H. Aceng hasani, M.Pd. Pemimpin Redaksi: Atin Fatimah, M.Pd."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

p-ISSN 2615-5532 http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

PROSIDING SEMINAR NASIONAL PG PAUD UNTIRTA 2017

KETAHANAN PANGAN KELUARGA DALAM RANGKA

PEMENUHAN GIZI DAN OPTIMALISASI PERKEMBANGAN

OTAK ANAK USIA DINI

Penasehat: Dr. H. Aceng hasani, M.Pd. Pemimpin Redaksi: Atin Fatimah, M.Pd. Tim Prosiding: 1. Dr. Isti Rusdiyani, M.Pd. 2. Ratih Kusumawardhani, M.Pd. 3. Erin Sabrina 4. Annisa Qur’ani Sekretariat: 1. Wulan Nurrohmah

2. Sri Astuti febriani Cover dan Tata Letak: Desma Yuliadi Saputra, S.Pd.

JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(3)

PENINGKATAN KREATIVITAS MENGGAMBAR ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI TEKNIK ARSIR (Penelitian Tindakan di TK Negeri Pembina Kota Serang 2016)

Ade Ika Nopiani

PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIAL MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK B (Penelitian Tindakan Kelas di PAUD Al-Maidah Bandung-Serang)

Amsanah

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SAINS PERMULAAN MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA AR-ROHMAH CILEGON Anissa Sekar Violita

PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN NILAI -NILAI MORAL ANAK USIA 5-6 TAHUN

Balqis Gusetiarini

PENGARUH ALAT PERMAINAN EDUKATIF SI “BAM” TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK

Citra Hapsari dan Mila Karmila

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI BERMAIN PAPAN FLANEL DI TK IZZATI KAMPUNG HIDEUNG KECAMATAN BAROS SERANG BANTEN

Dede Nurhasanah

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS MELALUI KEGIATAN MONTASE (Penelitian Tindakan pada Kelompok B Di PAUD Al-Kautsar Kota Cilegon) Dian Maryati, Atin Fatimah, dan Tricahyani E.Y

PENINGKATAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI GERAK TARI KREASI (Penelitian Tindakan Kelas di TK Islam Citra Mandiri Serang-Banten) Dinda Nuryuliani

DAFTAR ISI

1

11

23

33

41

51

57

65

(4)

p-ISSN 2615-5532 http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

MENANAMKAN AKHLAQ PADA ANAK USIA DINI DALAM BERBICARA BAIK DAN SOPAN MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL (Penelitian Tindakan, Di TK Pertiwi Kelompok B Kabupaten Kuningan, Tahun 2017)

Erna Juherna

PERKEMBANGAN MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Fadlullah

PENINGKATAN KEMAMPUANMOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE ANAK USIA 4-5 TAHUN (Penelitian Tindakan di TK IT SEMUT, Cilegon-Banten)

Fitriani

MENINGKATKAN MINAT BACA MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

Iin Inratyani

KECERDASAN SPIRITUAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DALAM PENGEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM

Khairunnisa

MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN FUN COOKING PADA ANAK KELOMPOK B MADINAH

Lela Nurlaela, Ratih Kusumawardani, dan Tri Sayekti

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA HURUF HIJAIYAH ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KARTU HURUF HIJAIYAH

Nur Intan Pratiwi

MENINGKATKANKETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN MENDONGENG DI PAUD DARUL MA’ARIF CILEGON-BANTEN

Nurul Anggraeni Hidayah

PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI PENERAPAN METODE PROYEK (Penelitian Tindakan Kelas Pada Anak Kelompok A di TK Bangun Cita Insani-Serang)

Opah Musaropah

PERKEMBANGAN MORFOLOGI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK

Pupung Puspa Ardini

73

79

91

97

105

115

125

133

143

155

(5)

MENINGKATKAN KECERDASAN VERBAL-LINGUISTIK MELALUI KEGIATAN BERNYANYI

Rani Sofia Ardiyani

MENINGKATKAN KEMAMPUAN DISIPLIN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

Ratih Chandraningsih

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP ANGKA MELALUI MEDIA FLIP CHART PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA TARBIYATUL AULAD Ria Anggun Kusuma

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI LEGO KONSTRUKTIF

Rina Damayanti dan Atin Fatimah

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

Rosita Sari

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAKUSIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN TARI KREASI (Penelitian Kualitatif di TK B, Kemala Bhayangkari 2 Pandeglang-Banten)

Siti Magfiroh

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP GEOMETRI ANAK KELOMPOK B MELALUI BERMAIN KONSTRUKTIF (Penelitian Tindakan Kelas di RA Ar – Rahmah Pondok Aren – Tangsel)

Siti Rohmah

MENINGKATKAN KREATIVITAS MELALUI BERMAIN LEGO PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK TUNAS MERAK PANDEGLANG

Upiah

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN MENJAHIT (Penelitian Tindakan Kelas di TK Kartika Siliwangi 39 Kota Serang-Banten)

Usi Rizanti

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN BONEKA JARI (Penelitian Tindakan Kelas pada Anak TK B di TK Tunas Bangsa Jatiuwung Tangerang Tahun Pembelajaran 2015/2016) Waras Vivi Afiati

167

175

183

193

205

211

219

231

239

245

(6)

p-ISSN 2615-5532 http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

PENINGKATAN KEMAMPUAN FISIK MOTORIK MELALUI PERMAINAN SIRKUIT BOLA (Penelitian Tindakan Pada Kelompok B Paud Al-Furqon Desa Salareuma Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan, Tahun 2017) Yenti Juniarti dan Gilang Ramadan

PENINGKATAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN KARTU BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK B USIA 5-6 TAHUN RA AL-JAUHAROTUNNAQIYAH SERANG BANTEN

Yuliani Oktavia

2ϱ5

261

(7)

MENANAMKAN AKHLAQ PADA ANAK USIA DINI DALAM

BERBICARA BAIK DAN SOPAN MELALUI METODE BERCERITA

DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL

(Penelitian Tindakan, Di TK Pertiwi Kelompok B

Kabupaten Kuningan, Tahun 2017)

Erna Juherna

STKIP Muhammadiyah Kuningan

Jl. Moertasiah Soepomo, No. 28B Kuningan, 455511 [email protected]

ABSTRACT

This study aims to determine the learning process in applying morality to the application of storytelling with audio-visual media. Subjects in this study grader Brass Bed TK Pertiwi, which amounts to 20 children. The method used in this research is the Classroom Action Research (CAR), with the number of 20 subjects. This study was conducted in three cycles consisting of the planning, implementation, observation and reflection, qualitative data retrieval. The results of this study indicate that through storytelling with audio-visual media can shape a child’s behavior, which is the result of an increase in the first cycle of 68% and an increase in cycle II reached 81%.

(8)

p-ISSN 2615-5532

http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses belajar dalam menerapkan akhlaq dengan penerapan metode bercerita dengan media audio visual. Subjek dalam penelitian ini anak kelas B TK Pertiwi Kuningan, yang berjumlah 20 anak. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan jumlah 20 orang subjek. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, pengambilan data secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui bercerita dengan media audio visual dapat membentuk perilaku anak, yaitu hasil peningkatan pada siklus I sebesar 68% dan peningkatan pada siklus II mencapai 81%.

Kata kunci: Menanamkan Akhlaq, Media AudioVisual

A. Pendahuluan

Undang-undang sistem Pendidikan Nasional 2003 pengertian pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pem-binaan yang di tunjukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pembinaan rang-sangan pendidikan untuk membentuk pertumbuhan dan perkembangan jas-mani dan rohani, agar anak memiliki ke-siapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Dengan demikian tujuan pendidi-kan nasional adalah penyelenggara pen-didikan dasar yang bertujuan untuk meng-hasilkan lulusan yang beriman dan ber-taqwa kepada Tuhan YME, berakhlaq mulia, mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggungjawab.

Salah satu tujuan pendidikan nasional yang tetah dipaparkan di atas adalah pembentukan akhlaq yang mulia. Sejalan dengan tujuan pendidikan nasional, di dalam pendidikan Islam, yakni pembina-an akhlaq adalah tujupembina-an utama dari pen-didikan. Al-Abrasyi merumuskan tujuan pendidikan Islam secara umum kedalam lima pokok yaitu yang pertama adalah pembentukan akhlaq mulia.

Dari kedua tujuan di atas dijelaskan bahwa tujuan pendidikan yang paling utama adalah pembentukan akhlaq. Ke-dudukan akhlaq dalam kehidupan

manusia sangatlah penting, sebagai individu maupun masyarakat dan bangsa, sebab maju mundurnya kehidupan masyr-akat tergantung bagaimana keadaan akhlaqnya. Apabila akhlaqnya baik, maka sejahtera lahir batinnya dan apabila rusak akhlaqnya, maka rusaklah lahir dan batinnya.

Dalam Al-qur’an terdapat banyak ayat yang menyatakan perintah untuk mem-perbaiki akhlaq atau untuk berbuat baik (berakhlaq) yang dimulai dari kedua orangtua kita hingga kepada sesama manusia. Contoh yang terdapat dalam surat Al-Baqarah: 83.Artinya: Dan (ingat-lah) ketika kamu mengambil janji dari bani israil, (yaitu) janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, serta ucap-kanlah kata-kata yang baik kepada man-usia, dirikan shalat dan tunaikan zakat, kemudian kamu tidak memenuhi janji itu kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu selalu berpaling. (QS. AL-Baqarah: 83)

Ayat di atas menjelaskan tentang perintah bagi kita untuk berakhlaq baik kepada semua umat manusia. Selain itu dalam mewujudkan akhlaq yang baik ter-sebut Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai tauladan bagi kita.

Hal ini juga terdapat dalam QS. Al-Ahzab: 21 Artinya: sesungguhnya telah

(9)

ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan mengharap kedatangan hari kiamat dan dia dapat menyebut nama Allah.

berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas bahwa begitu penting peranan akhlaq bagi kehidupan manusia, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bias hidup sendiri, me-lainkan manusia hidup saling membutuh-kan satu sama lain.

Menurut Halim pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembiasaan yang ditunjukan kepada anak sejak lahir sampai 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membentuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Berdasarkan tingkat pertumbuhan dan perkembanganya pendidikan dimulai sejak usia dini yang terbagi dalam 4 tahap yaitu: Masa bayi 0-12 bulan, Masa toddler (balita) usia 1 - 3 tahun, Masa pra sekolah usia 3-4 tahun, danMasa kelas awal SD usia 8 tahun (Sunaryo, 2004:6).

Pendidikan agama Islam terutama pendidikan akhlaq di tanamkan sejak kecil atau usia dini sampai usia dewasa untuk dibimbing dan diarahkan dengan pen-didikan akhlaqul karimah menjadi gene-rasi yang sholeh dan sholehah. Atas dasar inilah TK Pertiwi selain mengajarkan pen-didikan umum juga mengajarkan pendidik-an agama Islam terhadap pendidik-anak usia dini, pendidikan agama Islam yang diajarkan seperti cara belajar berwudhu, praktik shalat, membaca dan menulis iqro (BTQ), hafalan surat-surat pendek, hadist anak, do’a-do’a harian, Asmaul husna, cerita se-jarah nabi, bernyanyi secara Islami, pem-belajaran ini disampaikan sambil bermain dengan media audio, dan visual agar anak-anak dapat mengetahui tentang ajaran

dan gembira. Namun yang ada di TK Per-tiwi” Pasawahan masih ada yang belum mengetahui pendidikan agama islam yang sesungguhnya, seperti tata cara ber-wudhu, masih sering bercanda, serta ke-disiplinan, dan kesopanan dalam ber-main, masih perlu bimbingan, arahan dan latihan, mengingat masih usia dini dan terlalu banyaknya siswa serta kurangnya kesinambungan pendidikan akhlaq di sekolah dan di rumah.

Berdasarkan paparan di atas penulis bermaksud untuk menyusun Penelitian T indakan Kelas (PTK) yang berjudul “Menanamkan Akhlaq pada Anak Usia Dini

Dalam Berbicara Baik dan Sopan Melalui Metode Bercerita dengan Media Audio

Visual Di TK Pertiwi Kuningan”.

B. Metodelogi Penelitian

Metode dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Menggunakan Jenis penelitian yang mengadopsi dari Kemmis & Taggart, yang terdiri dari peren-canaan, pelaksanaan tindakan dan peng-amatan, kemudian refleksi.

Gambar 3.1.

Siklus Penelitian Tindakan kelas Kemmis dan Tanggart

(Zainal, Akib dan Eko, Daniati., 2007: 67)

Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Mei 2017, di TK Pertiwi ke-lompok B tepatnya yang terletak di Jalan

(10)

p-ISSN 2615-5532

http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah anak kelom-pok B TK PertiwiKuningan dengan jumlah 20 anak dengan 20 anak, 10 anak laki-laki dan 10 anak perempuan

Prosedur Penelitian Perencanaan

Persiapan yang akan dilakukan dalam tahap perencanaan penelitian ini adalah: 1) Membuat dan menyusun Rencana Ke-giatan Harian sesuai dengan tema pada hari itu diTK Pertiwi. 2) Mempersiapkan kelas yang akan digunakan untuk pembelajaran yaitu kelompok B. 3) Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat kolase dan alat lain-nya yang digunakan untuk kegiatan pem-belajaran. 4) Menyiapkan instrumen pe-nilaian berupa lembar observasi dan doku-mentasi yang akan digunakan dalam proses kegiatan. Mempersiapkan buku catatan serta kamera untuk mendokumentasikan berlangsungnya kegiatan permainan tradi-sional kucing dn tikus untuk meningkat-kankecerdasan interpersonal.

Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan yaitu imple-mentasi atau penerapan rancangan, yaitu mengenakan tindakan di kelas. Pada tahap 2 ini guru harus ingat dan taat pada rencana sudah disepakati dan dirumuskan oleh guru dan peneliti. Pada tahap ini guru melaksanakan tindakan sesuai dengan Rencana Kegiatan Harian dan prosedur penelitian yang telah disusun bersama. Guru sebagai pelaksana tindakan dan peneliti sebagai pengamat jalannya proses tindakan.

Observasi atau Pengamatan

Pelaksanaan observasi oleh peneliti dilakukan pada waktu tindakan sedang dilakukan. Jadi keduanya berlangsung dalam waktu yang sama. Pada penelitian ini peneliti bertindak sebagai observer.

Selama proses pembelajaran berlangsung peneliti mengamati jalannya proses kegiatan kolasebercerita dengan audio visual. Peneliti mengamati siswa dan guru ketika proses pembelajaran kolase. Pengamatan dalam proses kegiatan ber-cerita dilakukan oleh peneliti untuk mengamati akhlaq yang ada pada diri anak saat kegiatan bercerita berlangsung. Ke-giatan tersebut dilakukan untuk mengum-pulkan data-data yang akan diolah untuk menentukan tindakan yang akan dilak-sanakan selanjutnya.

Refleksi

Kegiatan untuk mengemukakan kem-bali apa yang sudah terjadi. Istilah refleksi dilaksanakan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan peneliti dan subjek peneliti, untuk bersama-sama mendis-kusikan implementasi rancangan tindakan. Guru dan peneliti melaksanakan analisis terhadap hasil pengamatan yang dilakukan. Dari hasil pengamatan tersebut peneliti melakukan refleksi sekiranya ter-dapat kekurangan atau kelebihan. Kemu-dian guru dan peneliti mencari solusi ter-hadap kekurangan tersebut untuk per-baikan pada siklus selanjutnya. Hal ini di-lakukan agar dapat terjadi peningkatan kreativitas pada siklus selanjutnya. Apa-bila belum terjadi peningkatan pada siklus II, maka dilanjutkan siklus selanjutnya sampai terjadi peningkatan sesuai dengan target yang telah dibuat

Teknik Pengumpulan Data

Sumber data diperoleh dari anak, guru dan hasil observasi. Observasi dalam penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk observasi pada siklus 1 dan siklus 2 dan seterusnya. Selain sebagai evaluasi, obser-vasi ini juga dilakukan untuk mengetahui perubahan tingkat kecerdasan interper-sonal anak.

(11)

Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan secara des-kriptif kualitatif, dihitung nilai rata-rata kelas dan yang disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi. Analisis trend (analisis perkembangan) digunakan untuk menge-tahui perkembangan kecerdasan inter-personal anak usia dini pada kelompok B TK Pertiwi Kuningan.

Data hasil observasi siswa yang ber-kaitan dengan aktivitas siswa pada kegiat-an bercerita diolah dengkegiat-an menentukkegiat-an presentasi rata-rata dari masing-masing indikator yang diamati, yaitu sebagai berikut:

C. Hasil Penelitian dan Pembahasan

1. Hasil Penelitian

Grafik 1.

Hasil Kegiatan Bercerita Anak Pada SiklusI

Berdasarkan Grafik 1 bahwa perkem-bangan anak dari hari ke hari pada siklus 1 mengalami peningkatan yang significant, sebanyak 68% anak dalam kategori ber-kembang sangan baik (BSB), kemudian 41% akhlaq anak dalam kategori berkem-bangan sesuai harapan, kemudian hanya 20 % akhlaq anak mulai muncul.

Grafik 2. Hasil Kegiatan Akhlaq Anak

Berdasarkan Grafik 2 bahwa perkem-bangan anak dari siklus I ke siklus 2 meng-alami peningkatan yang signifikan, se-banyak 81% anak dalam kategori ber-kembang sangan baik (BSB), kemudian 58% akhlaq anak dalam kategori berkem-bangan sesuai harapan, kemudian hanya 21 % akhlaq anak Mulai muncul.

2. Pembahasan

Akhlaqmerujuk pada kebiasaan ke-hendak. Ini berarti bahwa kalau kehendak itu dibiasakan maka kebiasaan itulah yang dinamakan akhlaq. (Ghazali, 2000). Pada penelitian ini untuk menanamkan kebiasana akhlaq yang baik dilakukan dengan metode bercerita dengan meng-gunakan pendekatan audio visual. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat perkem-bangan akhlaq anak berkemperkem-bangan se-bagaimana mestinya, mulai dari anak yang tadinya tidak terbiasa dengan berceritas, misalnya anak meminta anaknya ber-cerita tetapi malah sebaliknya anak lebih suka mendengarkan, sehingga dalam kategori ini anak masih belum berkem-bang akhlaknya. Hal ini disebabkan masih ada rasa takut salah dalam menyampai-kan, sehingga trus dilatih dan dirangsang dengan metode bercerita menggunakan audio visual dengan berbagai cerita, se-hingga tumbuh di hati anak pengalaman yang berbeda ketika anak menyaksikan aktivitas tersebut. hal ini mulai tampak ketika anak memberi makanan kepada temannya atau mau berbagi walaupun hanya sedikit yang diberi, trus dilatih dan dirangsang anak mulai bisa beraktivitas sopan dan santun tanpa di suruh misal-nya, sebelum masuk ke kelas salam dulu, mengikuti aktivitas yang di berikan oleh gurunya.

Berdasarkan paparan di atas bahwa bercerita dengan tema-tema penanaman akhlaq itu penting dilakukan karena 0

50 100

Perkembangan Aktivitas Akhlaq Anak

Jumlah BSB Jumlah BSH Jumlah MM Jumlah BM 0 20 40 60 80 100

Perkembangan Aktivitas Akhlaq Anak

Jumlah BSB Jumlah BSH Jumlah MM Jumlah BM

(12)

p-ISSN 2615-5532

http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

aktivitas akhlak yang baik dan sopan di sekolah.

D. Simpulan dan Saran

1. Simpulan

Hasil penelitian tindakan kelas se-banyak 20 anak melalui metode bercerita dapat meningkatkan akhlaqul karimah dalam berbicara baik dan sopan. Hasil ini didapat dari kegiatan siklus satu dan siklus dua yang mana pada kegiatan siklus satu kategori berkembang sesuai harapan (68%) siklus II (81%).

2. Saran

Berdasarkan hasil pengamatan, se-lama melakukan penelitian tindakan kelas pada kelompok B di TK Pertiwi Kuningan peneliti dapat memberikan saran sebagai

berikut:pendidik atau peneliti dapat menjadikan metode bercerita dengan media audio visual sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kecerdasan, karena dengan metode bercerita kegiatan yang dilaksanakan akan lebih menyenang-kan dan anak dapat belajar mandiri.

Daftar Pustaka

Akib, Zainal dan Diniati, Eko., (2011), Pene-litian Tindakan Kelas Untuk Guru, SD, SLB, TK, Bandung, CV, Yrama Widia Al-Ghozali, Abu Ahmad. 2000. Mengobati

penyakit hati tarjamah Ihya ‘Ulumuddin dalam Tahdzib al-Akhlaq wa Mu’alajat Amradh Al-Qulub. Bandung: Karisma Anonim. (2003). Undang-undang Nomor 20

Tahun Tentang Sistem Pendidikan Na-sional. Jakarta: Penerbit Sinar Grafika

Referensi

Dokumen terkait

Kandungan fosfor yang tinggi pada kedua sampel baik tanah supresif maupun tanah yang terinfestasi ganoderma disebabkan ion – ion fosfor (P) yang terikat oleh logam –

Adanya biaya dari semua dana yang digunakan perusahaan mengakibatkan jumlah modal kerja yang relatif besar mempunyai kecenderungan untuk mengurangi laba

Fungsi keuangan menerima iuran dan perincian iuran yang kemudian akan dilanjutkan dengan mengentrynya kedalam program aplikasi SIPT (Sistem Informasi Pelayanan

Penelitian mengenai Pengaruh Non Performing Loan Terhadap Return On Assets telah banyak dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, akan tetapi hasil

PENGARUH CURAH HUJAN HARIAN MAKSIMUM BULANAN TERHADAP STABILITAS LERENG STUDI KASUS DESA MANGUNHARJO KECAMATAN.. JATIPURNO

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kecemasan adalah respon perasaan yang tidak menyenangkan dan tidak nyaman yang dialami oleh seseorang

Hubungan antara laju endapan sedimen dan struktur komunitas lamun di Perairan Sebauk terdapat hubungan korelasi negative dan positif, korelasi negative kuat pada

Pada saat menjalankan latihan, pelatih memiliki beberapa metode yang digunakan untuk menunjang program latihan yang telah dibuat. Salah satu metode yang digunakan