• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Baru Pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kebijakan Baru Pendidikan"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Syaiful Huda

(Ketua Komisi X DPR RI/F-PKB)

Kebijakan Baru Pendidikan

(2)

1. Kebijakan Kemendikbud RI

2. Respon Komisi X DPR RI Atas Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun

Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Disease (Covid-19)

3. Ketentuan Penyesuaian UKT Dalam Permendikbud 25/2020

4. Dana Bantuan UKT Mahasiswa di Tahun 2020

5. Kriteria Mahasiswa Yang Dapat Menerima Bantuan UKT Mahasiswa

6. Kebijakan BOS Afirmasi dan BOS Kinerja

7. Kriteria Sekolah Yang Menerima Bantuan BOS Afirmasi dan BOS Kinerja

8. Catatan Atas Permendikbud No. 25 Tahun 2020

9. Rapat Kerja dengan Kemendikbud

(3)

UUD NRI 1945

“…melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan

bangsa, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang

berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial…”

(Alinea 4 Pembukaan UUD NRI 1945)

Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan (Pasal 31 ayat (1))

UU SIDIKNAS

Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu (Pasal 5 Ayat (1)).

Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi (Pasal 11 ayat (1)).

PERMASALAHAN

Akhir Tahun 2019, di berbagai dunia mengalami wabah Covid-19 yang kemudian dinyatakan sebagai pandemi global pada Maret 2020. Di Indonesia, sejak kasus pertama positif Covid-19 tanggal 2 Maret 2020 perkembangan penyebarannya terus meningkat dan mengbah serta mengganggu tatanan kehidupan, termasuk bidang ekonomi dan pendidikan. Beberapa permasalahan pendidikan di Indonesia pada masa pandemi Covid-19, antara lain:

a) Kondisi kemampuan ekonomi/keuangan wali murid yang berdampak terhadap keberlangsungan belajar peserta didik. b) Ketidaksiapan/ketidakmampuan beberapa orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah

c) Terbatasnya sarpras dan fasilitas IT

d) Perlunya penyesuaian metode penyelenggaraan pembelajaran mulai dari peserta didik, guru, kepala sekolah, sampai wali murid e) Permasalahan lainnya, baik secara sosial, ekonomi, budaya maupun dampak psikologis bagi peserta didik, orang tua dan guru.

(4)

KEBIJAKAN KEMENDIKBUD RI

Kemendikbud RI telah mengeluarkan beberapa kebijakan baik dalam bentuk Permendikbud maupun surat Edaran, antara lain mengenai

pembatalan ujian nasional (UN), penyesuaian ujian sekolah, implementasi pembelajaran jarak jauh, pendekatan online untuk proses

pendaftaran siswa, dan fleksibilitas penggunaan dana BOS, serta BOP PAUD dan Pendidikan Kesetaraan.

Beberapa surat Edaran yang telah dikeluarkan antara lain:

1. SE KEMENDIKBUD Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Dan

Penanganan

Covid-19

Di

Kementerian

Pendidikan

Dan

Kebudayaan.

2. SE

KEMENDIKBUD

Nomor

36962/MPK.A/2020,

Tentang

Pembelajaran Secara Daring Dan Bekerja Dari Rumah Dalam

Rangka Pencegahan Penyebaran CoronaVirus Disease (Covid- 19).

3. SE KEMENDIKBUD Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pencegahan

COVID-19 pada Satuan Pendidikan.

4. SE Nomor 4 Tahun 2O2O Tentang Pelaksanaan Kebijakan

Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran CoronaVirus Disease

(Covid- 19).

5. SE Nomor 15 Tahun 2O2O Tentang Pedoman Penyelenggaraan

Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran CoronaVirus

Disease (Covid-19).

Beberapa Permendikbud yang telah dikeluarkan antara

lain:

1) Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 Tentang

Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2020 Tentang

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah

Reguler.

2) Permendikbud Nomor 20 Tahun 2020 Tentang

Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan

Kebudayaan Nomor 13 Tahun 2020 Tentang

PetunjukTeknis Dana Alokasi Khusus Nonfisik

Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan

Anak Usia Dini Dan Pendidikan Kesetaraan Tahun

Anggaran 2020

(5)

POLA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN TINGGI DI TAHUN AJARAN 2020/2021

Tahun Akademik 2020/

2021

Tahun akademik pendidikan tinggi 2020/2021 tetap dimulai pada bulan Agustus 2020, Tahun

akademik pendidikan tinggi keagamaan 2020/2021 pada bulan September 2020.

Metode pembelajaran

Pembelajaran di perguruan tinggi pada semua zona wajib dilaksanakan secara daring untuk mata

kuliah teori, demikian juga untuk mata kuliah praktik sedapat mungkin tetap dilakukan dengan

daring.

Dalam hal mata kuliah tidak dapat dilaksanakan secara daring, mata kuliah diletakkan di bagian

akhir semester.

Aktivitas prioritas dengan

protokol kesehatan

Pemimpin perguruan tinggi pada semua zona hanya dapat mengizinkan aktivitas mahasiswa di

kampus jika memenuhi protokol kesehatan dan kebijakan yang akan dikeluarkan direktur jenderal

terkait untuk kegiatan yang tidak dapat digantikan dengan pembelajaran daring, seperti:

• penelitian di laboratorium untuk skripsi, tesis, dan disertasi;

• tugas laboratorium, praktikum, studio, bengkel, dan kegiatan akademik/vokasi serupa.

(6)

1

2

3

4

5

6

7

Apresiasi yang tinggi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan jajarannya atas terbitnya Peraturan Panduan Penyelenggaraan.

Menurut persepsi stakeholder pendidikan (Guru, Orangtua Siswa), menerangkan bahwa Panduan belajar tahun ajaran baru belum menyentuh terkait dengan adaptasi perbaikan Kurikulum dan Metode Pembelajaran proses belajar mengajar di era Pandemi;

Pentingnya Kemendikbud memastikan penambahan kuota PIP dan KIP Kuliah TA. 2020 dan TA. 2021 nanti, supaya anak-anak muda Indonesia dapat mengenyam pendidikan baik SD, SMP, SMA, SMK dan Kampus (ber-sekolah dan ber-kuliah);

Kemendikbud harus benar-benar memastikan relaksasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) di setiap Kampus baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ataupun perguruan Tinggi Swasta (PTS). Berupa penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan relaksasi skema pembayaran mempertimbangkan kondisi saat ini. Untuk kebutuhan ini, Kemendikbud perlu membentuk task force untuk secara berkala melakukan supervisi, dan evaluasi terhadap Kampus yang mengelola mahasiswa terdampak Covid-19.

Kemendikbud haru mempunyai peta kebutuhan pendidikan di masing-masing daerah, meliputi: a. Berapa banyak sekolah di daerah memiliki infrastruktur terhadap akses internet?

b. Berapa banyak sekolah yang tidak mampu mengadakan atau melaksankaan protokol kesehatan dikarenakan ketidakmampuan pembiayaan pembelian alat-alat kesehatan;

Panduan ajaran baru yang diumumkan, belum menjelaskan skema bantuan bagi Sekolah dan Kampus yang terancam collaps akibat pandemi kemarin di luar instrumen bantuan pendanaan reguler yang ada.

Kemendikbud, harus melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daera melalui Dinas Pendidikan baik di ingkat Provinsi ataupun Kabupaten/Kota. Mengingat Dinas Pendidikan daerahlah yang mempunyai otorisasi dan fungsi terkait penyelenggaraan pendidikan di daerah.

RESPON KOMISI X DPR RI ATAS PANDUAN PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN PADA TAHUN

AJARAN DAN TAHUN AKADEMIK BARU DI MASA PANDEMI CORONA DISEASE (COVID-19)

1

2

3

4

5

6

7

(7)

KETENTUAN PENYESUAIAN UKT DALAM PERMENDIKBUD 25/2020

Cicilan UKT

 Mahasiswa dapat mengajukan cicilan UKT bebas bunga (0%)

 Jangka waktu pembayaran cicilan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa

Penundaan UKT

 menunda pembayaran UKT

 Tanggal pembayaran disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa

Penurunan UKT

 Mahasiswa tetap membayar UKT, namun dapat mengajukan penurunan biaya

 Jumlah UKT baru disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa

Beasiswa

 mahasiswa berhak mengajukan diri untuk beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) atau skema beasiswa lain yang disediakan perguruan tinggi

 Kriteria penerimaan sesuai dengan ketentuan program beasiswa yang berlaku

Bantuan infrastruktur

 Semua mahasiswa dapat mengajukan bantuan dana untuk jaringan internet dan pulsa  Ketentuan berdasarkan pertimbangan masing-masing

A

ARAH KEBIJAKAN BARU:

1. UKT dapat disesuaikan untuk mahasiswa yang keluarganya mengalami kendala finansial akibat pandemi COVID-19

2. Mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil sks sama sekali (misalnya: menunggu kelulusan) 3. Pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan/atau memberlakuan UKT baru terhadap mahasiswa

4. Mahasiswa di masa akhir kuliah membayar paling tinggi 50% UKT jika mengambil ≤6 sks:

• Semester 9 bagi mahasiswa program sarjana & sarjana terapan (S1,D4)

• Semester 7 bagi mahasiswa program diploma tiga (D3)

JENIS KERINGANAN YANG DIBERIKAN

(8)

Kendala Finansial

Orangtua atau penanggung biaya kuliah mengalami kendala finansial dan tidak sanggup bayar UKT

semester ganjil 2020.

Status Beasiswa

Tidak sedang dibiayai oleh program KIP Kuliah atau program beasiswa lainnya yang membiayai

UKT secara penuh maupun sebagian.

Jenjang Kuliah

Mahasiswa PTS dan PTN yang sedang menjalankan perkuliahan di semester 3, 5, 7 di tahun 2020

DANA BANTUAN UKT MAHASISWA DI TAHUN 2020

 Perluasan cakupan mahasiswa penerima manfaat (terutama PTS)  Memberikan bantuan UKT bagi mahasiswa yang sedang

menjalankan kuliah dan bukan pemegang KIP Kuliah

 Khusus untuk mahasiswa dengan kondisi keuangan yang terkena

dampak pandemi

Terdapat penambahan jumlah penerima bantuan sebanyak kurang lebih 410.000 mahasiswa (terutama PTS), di luar 467.000

mahasiswa Bidikmisi dan KIP Kuliah

KRITERIA MAHASISWA YANG DAPAT MENERIMA BANTUAN UKT MAHASISWA

~1.0 T

Dana bantuan UKT mahasiswa(Kepada ~410.000 mahasiswa)

~1.3 T

Dana KIP Kuliah 2020(Kepada ~200.000 mahasiswa)

~1.8 T

Dana Bidikmisi ongoing dan Afirmasi PT(Kepada ~267.000 mahasiswa)

Sisa anggaran beasiswa Pendidikan Tinggi di 2020 Dalam triliun Rupiah

~4.1 T

(9)

KEBIJAKAN BOS AFIRMASI DAN BOS KINERJA

3 KATEGORI BANTUAN OPERASIONAL

SEKOLAH (BOS)

Kebijakan sebelum pandemi COVID-19

Perubahan di masa pandemi COVID-19 BOS REGULER Rp 50 T Pendanaan yang disediakan untuk semua sekolah

 Transfer dana langsung ke sekolah  Penggunaan lebih fleksibel (termasuk untuk penanganan COVID-19) BOS AFIRMASI Rp 2 T Pendanaan yang diberikan khusus kepada sekolah negeri di daerah 3T.  Difokuskan untuk daerah yang paling membutuhkan dan terdampak COVID-19  Mencakup sekolah swasta

BOS Kinerja Rp 1,2 T

Pendanaan yang diberikan untuk sekolah negeri yang berkinerja baik.

Untuk pertama kalinya, sekolah swasta yang membutuhkan mendapat bantuan melalui BOS Afirmasi dan BOS Kinerja

Ketentuan baru BOS Afirmasi & Kinerja

Dana sebesar Rp 60 juta per sekolah per tahun

Untuk sekolah negeri dan swasta (SD, SMP, SMA, SMK, SLB).

Dana disalurkan langsung dari Kementerian Keuangan ke rekening sekolah

Kegunaan sama dengan BOS Reguler

Pembayaran guru honorer Pembayaran tenaga kependidikan apabila dana masih tersedia Belanja kebutuhan belajar dari

rumah:

pulsa, paket data, layanan pendidikan daring berbayar.

Belanja kebutuhan kebersihan terkait pencegahan COVID-19: sabun, pembasmi kuman, dan

penunjang kesehatan lainnya.

(10)

KRITERIA SEKOLAH YANG MENERIMA

BANTUAN BOS AFIRMASI DAN BOS KINERJA

Kriteria sekolah

Kriteria #1:

Daerah

Terpencil atau terbelakang

Kondisi masyarakat adat yang terpencil

Perbatasan dengan negara lain

Terkena bencana COVID-19, bencana alam, bencana sosial, atau daerah

yang berada dalam keadaan darurat lain

Permendikbud No. 23 / 2020, Kepmendikbud No. 580 / 2020, Kepmendikbud No. 581 / 2020

Kriteria #2:

Kondisi Sekolah

Sekolah dengan proporsi siswa dari keluarga miskin yang lebih besarSekolah yang menerima dana BOS Reguler lebih rendah

Sekolah yang memiliki proporsi guru tidak tetap yang lebih besar Permendikbud No. 24 / 2020, Kepmendikbud No. 582 / 2020

56.115

sekolah

Jumlah sasaran BOS

Afirmasi dan Kinerja

33.321

desa/kelurahan

Jumlah Daerah Khusus

Rp 3,2

triliun

Alokasi dana BOS

Afirmasi dan Kinerja

(11)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

Segala bentuk regulasi, kebijakan, dan implementasinya harus dilakukan evaluasi secara terus-menerus, divalidasi konsistensinya sesuai aturan, disertai dengan penyiapan sistem yang mendukung implementasi yang jelas dari pusat sampai ke perguruan tinggi.

Kebijakan yang ada harus cepat disosialisasikan dan dimplementasikan serta dipastikan menjamin keberlangsungan proses belajar di perguruan tinggi. Perguruan Tinggi harus memberikan panduan yang jelas dan tidak rumit secara birokrasi, dalam hal mahasiswa mengajukan

1. Cicilan UKT bebas bunga 2. Penundaan pembayaran UKT 3. Penurunan biaya UKT

4. KIP Kuliah

5. Dana infrastruktur IT

Pihak perguruan tinggi harus memiliki data yang akurat mengenai jumlah mahasiswa yang terdampak Covid-19 agar pemberian keringanan atau bantuan UKT tepat sasaran.

Perlu dipertimbangkan ada rambu-rambu penggunaan uang negara agar tidak terjadi penyimpangan penggunaan dan peruntukan Kebijakan Penurunan Jumlah UKT.

Dalam hal kriteria, Kemendikbud RI harus menekankan Pihak perguruan tinggi untuk memiliki data yang akurat yang tervalidasi mengenai jumlah mahasiswa yang terdampak Covid-19, agar pemberian keringanan atau bantuan UKT tepat sasaran. Jika diperlukan data mahasiswa dilakukan by name dan by address.

Permendikbud No.25 Tahun 2020 secara umum sesuai dengan aspirasi dan dinamika yang berkembang dalam rapat-rapat di Komisi X DPR RI. Namun ada beberapa catatan yang perlu ditekankan, sebagaimana tersebut di atas.

Kemendikbud RI harus melakukan evaluasi berkala kepada perguruan tinggi yang melaksanakan skema relaksasi UKT, dan memberikan sanksi bagi yang tidak melaksanakan atau melanggarnya. Sanksi antara lain bisa dalam bentuk tidak diberikan bantuan BOPTN pada tahun berikutnya.

Kemendikbud RI berkoordinasi dengan Kemendagri RI untuk mendorong Pemda untuk tetap membantu mahasiswa yang terdampak Covid-19.

CATATAN ATAS PERMENDIKBUD NO.25 TAHUN 2020

1

2

3

4

5

6

7

8

9

(12)

6. Mendorong Kemendikbud RI untuk merumuskan kebijakan terkait Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang selama masa pandemi Covid19 tidak dapat melakukan pembukaan tahun pelajaran atau terkendala dalam pembiayaan.

7. Mengapresiasi Kemendikbud RI yang telah melakukan perubahan kebijakan BOS (BOS Afirmasi dan BOS Kinerja dapat dialokasikan untuk sekolah swasta). Selanjutnya Komisi X DPR RI menekankan agar dilakukan pengawasan secara intensif agar tidak terjadi penyimpangan/penyalanggunaan dalam realisasinya.

8. Mengapresiasi Kemendikbud RI mengenai kebijakan pembukaan tahun pelajaran selama pandemi Covid-19 dengan mempertimbangkan pembelajaran daring di zona merah, kuning dan oranye, serta pembelajaran tatap muka bertahap pada zona hijau. Selanjutnya meminta Kemendikbud RI untuk melakukan evaluasi terus menerus dan mengkonsiderasi kurikulum, khusus di masa Pandemi Covid-19. 9. Terhadap Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) yang akan segera dilaksanakan pada bulan Juli 2020,

Komisi X DPR RI mendesak Kemendikbud RI untuk berkoordinasi dengan pemda agar ada solusi terhadap kekhawatiran terjadinya gelombang baru yang terpapar Covid-19.

10. Komisi X DPR RI dan Kemendikbud RI perlu membahas dan memberikan masukan terhadap substansi undang-undang dalam pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, khususnya terkait substansi bidang pendidikan.

11. Komisi X DPR RI dan Kemendikbud RI sepakat akan melakukan Raker yang secara khusus membahas Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035.

12. Mengharapkan Kemendikbud RI untuk menyampaikan jawaban tertulis terhadap pertanyaan anggota Komisi X DPR RI yang belum terjawab paling lambat 1 Juli 2020

1. Mendorong Kemendikbud RI untuk menyampaikan data mengenai peta perkembangan dan hasil evaluasi terhadap kebijakankebijakan yang telah dikeluarkan selama masa pandemi Covid-19, seperti PJJ, KIP, Kurikulum, BOS, pendidikan perjenjang, perjalur dan perjenis, dan Implementasi Merdeka Belajar, sebagai rujukan dalam pembahasan kebijakan-kebijakan pendidikan ke depan.

2. Mendukung adanya profil Pelajar Pancasila dan mendorong Kemendikbud RI untuk menyempurnakannya, antara lain dengan menentukan indikator capaiannya sesuai amanah UUD NRI 1945 Pasal 31 ayat (3).

3. Mengapresiasi terbitnya Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020, dengan perlunya penekanan dari Kemendikbud RI untuk meningkatkan sosialisasi dan melakukan evaluasi serta pengawasan secara terus-menerus, 3 divalidasi konsistensinya sesuai aturan dan menekankan pihak perguruan tinggi untuk memiliki data yang akurat.

4. Mendorong Kemendikbud RI untuk melakukan kajian atau revisi terhadap besaran dana KIP dan KIP Kuliah agar disesuaikan dengan kenaikan indeks kebutuhan operasional perguruan tinggi.

5. Mendorong Kemendikbud RI untuk mengedepankan pertimbangan nilai-nilai kebhinekaan, landasan hukum dan administrasi kelembagaan dalam melakukan kerja sama dengan lembaga penyiaran swasta terkait pengadaan konten pendidikan.

RAPAT KERJA DENGAN KEMENDIKBUD

Berdasarkan Hasil Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Kemendikbud RI terkait Relaksasi UKT dan Kebijakan Masuk Sekolah dalam

(13)

Referensi

Dokumen terkait

Iklan Baris Iklan Baris Serba Serbi PERLNGKPN MOBIL PRIVAT LES JAKARTA BARAT Rumah Dijual BODETABEK JAKARTA PUSAT.. DIJUAL RMH / TOKO

Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang dilangit dan dibumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba. ' Mereka bertanya kepadamu

Berdasarkan hasil statistik diketahui bahwa hasil hipotesis ketujuh yaitu kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, yang dapat

Simpulan penelitian ini adalah melalui model pembelajaran explicit instruction dapat meningkatkan hasil belajar passing atas bolavoli pada siswa kelas X TP A

pilih tidak terdaftar dalam pemilu terdaftar dalam daftar pemilih

Dari hasil pengamatan diketahui bahwa semua sampel minyak dalam keadaan cair pada suhu ruang (±27ºC) namun ketika pada suhu rendah (±5ºC) terjadi perubahan fase pada beberapa

Mengenal teks cerita diri/personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa

Untuk melihat sejauh mana peran manager dalam meningkatkan motivasi pada perusahaan rokok Fajar Berlian Tulungagung,maka tujuan penelitian ini adalah untuk