3.1. Tempat dan Waktu
Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau, Kampus Bina Widya, Desa Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kodya Pekanbaru. Penelitian ini dilaksan^an dari bulan Sq>tember 2006 sampai Februari 2007.
3.2. Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: benih cabai kaiting liibrida TM 999, tanah gambut jaiis saprik dari Rimbo Panjang, mikoriza jenis glomus sp dari Padang, pupuk kandang, pupuk majemuk NPK Mutiara 16:16:16, pestisida nabati, polybag ukuran 5x15 cm, polybag ukuran 40 x 50 cm, tanah inseptisol, basamid, dolomit, Delsene MX-200, serta bahan lainnya yang mendukung penehtian.
Alat-alat yang digunakan adalah cangkul, timbangan, hand sprier, gembor,
«nber, ajir, parang, gergaji, alat tulis s«ta alat penunjang lainnya.
3.3. Metoda Penelitian
Penelitian ini merupakan percobaan faktorial 4x4 yang disusun menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL). Adapun faktor perlakuan yang diberikan:
Faktor I : Pemberian mikoriza (M) yang terdiri dari:
Mo: Tanpa Pemberian Mikoriza
Ml: Pemberian Mikoriza dengan 25 g/polybag M 2 : Pemberian Mikoriza dengan 50 g/polybag M3: Pemberian Mikoriza dengan 75 g/polybag
14
Faktor II ; Pemberian NPK (16:16:16) yang terdiri dari:
No : Tanpa Pemberian NPK
Nl: Pemberian NPK dengan dosis 2,25 g/polybag (180 kg/lia) N 2 : Pemberian NPK dengan dosis 2,5 g/polybag (200 kg/ha) N3: Pemberian NPK dengan dosis 2,75 g/polybag (220 kg/ha)
Terdapat 16 kombinasi perldcuan dimana masing-masingnya diulang sebanyak 3 kali sehingga seluruhnya terdapat 48 satuan percobaan, satu unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sehingga jumlah populasi seluruhnya adalah 144 tanaman.
Data pengamatan dianalisis secara statistika dengan menggunakan persamaan linier:
Yijk - ju + Mi + Nj + (MN) ij + ajk
Y ijk: Hasil pengamatan faktor CMA taraf ke-I oleh faktor NPK taraf ke-j pada ulangan ke-k
//; Nilai tengah umum atau rerata
Mi: Efek pemberian mikoriza pada taraf - i NJ: Efek pemberian pupuk NPK pada taraf - j
( A ^ ) ij: Efek interaksi antara mikoriza taraf ke - i dan pupuk NPK pada taraf ke - j ajk: Efek error kedua perlakuan pada ulangan k
Data hasil analisis statistika diuji lanjut dengan uji DNMRT pada taraf 5%.
3.4. Pelaksanaan Penelitian 3.4.1. Persiapan areal penelitian
Areal yang digunakan untuk tempat penelitian terlebili daliulu dibersihkan dari gulma, kotoran dan sampah-sampah lainnya. Lalu di sekeliling tempat penelitian dipagar untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan yang dapat mengganggu penelitian.
3.4.2. Persiapan medium tanam
Persiapan medium tanam dilakukan 3 minggu sebelum tanam, medium yang digunakan adalah tanah gambut jenis saprik dari Rimbo Panjang, yang diambil secara komposit. Tanah dibersihkan dari sisa-sisa tanaman atau sampah lainnya, lalu dikering-anginkan selama seminggu setelali itu dilakukan pengayakan dmgan menggunakan ayakan 25 mesh, kanudian ditimbang sebanyak 10 kg lalu diberikan dolomit dan diaduk rata kemudian dimasukkan kedalam polibag.
Setelah itu diinkubasi kemudian dilakukan sterilisasi tanah dengan menggunakan basamid. Setelah basamid diberikan lalu poUbag disiram, ditutup dengan kain dan didiamkan selama saninggu.
3.4.3. Fersemaian
Persemaian dilakukan pada seed bed yang diisi dengan tanah top soill hingga berisi V* dari seed bed. Sebelum benih ditanam seed bed disiram dengan air agar kondisi tanah lembab. Benili yang akan digunakan direndam dalam larutan Delsene MX-200 yang tujuannya imtuk menghindari benih terkontaminasi dari patogen sehingga proses perkecambahan dapat berjalan dengan baik. Lama bibit di persemaian adalah 7 hari atau bibit telah memunculkan 2 helai daun.
16
3.4.4. Pembibitan
Medium tanam yang digunakan untuk pembibitan adalah tanah top soil dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1, kemudian dimasukkan ke dalam polybag ukuran 5 x 15 cm dengan berat mediiun 400 g/polibag. Semaian dipindahkan ke polibag pembibitan pada lunur 7 hari. Sebelum semaian dipindahkan terlebih dahulu medium pembibitan disiram dengan air. Pada pembibitan diberi naungan hingga bibit berumur 3 minggu atau sampai bibit mempunyai 4 helai daun.
3.4.5. Penanaman
Medium tanam pada penehtian ini adalah tanah gambut yang dimasukkan ke dalam polibag ukuran 40 x 50 cm sebanyak 10 kg. Sebelum dilakukan penanaman, bibit terlebih dahulu diseleksi dengan memilih bibit yang menunjukkan pertumbuhan yang seragam atau bibit yang telah memunculkan daun sebanyak 4 helai. Bibit yang akan ditanam dikeluarkan dari polybag dengan cara menyobek polybag pembibitan. Setelah itu dimasukkan ke dalam lubang tanam dalam polibag, kemudian disiram.
3.4.6. Pemberian perlakuan 3.4.6.1. Pemberian IVfikorisca
Pemberian mikoriza merupakan salah satu perlakxian dalam penelitian ini dan ini diba-ikan pada saat penanaman dilakukan. Sebelum mikoriza diberikan, terlebih dahulu dibuat lobang tanam dalam polibag ukuran 40x50 cm. Mikoriza diberikan sesuai dengan dosis palakuan yaitu 0 g/polibag, 25 g/polibag, 50 g/polibag, 75 g/polibag. Cara penempatan mikoriza adalah 5 cm dibawah perakaran bibit.
3.4.6.2. Pemberian NPK
NPK diberikan sesuai dengan dosis periakuan. Pemberian pupuk NPK dilakukan 2 kali yaitu pertama pada saat tanam dan yang kedua pada saat tanaman berumur 1 bulan setelah pemupukan pertama. Pemupukan pertama diberikan dengan cara ditugal sedalam 4 cm dengan jarak 5 cm dari pangkal batang dan pemupukan kedua pada jarak kira-kira 7 cm dari lubang tanam.
3.4.7. Pemeliharaan
Paneliharaan yang dilakukan pada penelitian:
3.4.7.1. Penyiraman
Penyiraman dilakukan sesuai dengan keadaan tanaman dan dilakukan sekali yaitu pada pagi hari atau sore liari dmgan menggunakan gembor. Penyiraman tidak dilakukan bila hari hujan.
3.4.7.2. Penyuiaman
Penyulaman dilakukan d«igan manbuang tanaman yang tidak baik pertumbuliannya atau mati dan menggantikannya dengan tanaman yang baru.
Tanaman yang akan disulam diambil dari pembibitan kemudian tanahnya diberi air sampai dalam kondisi yang lembab lalu dibuka dan kemudian dipindahkan ke polibag besar. Penyulaman dilakukan hingga tanaman di lapangan berumur 2 minggu. Paiyulaman dilakukan pada sore hari,
3.4.7.3. Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk mencabut gulma yang tumbuh disekitar areal penanaman cabai dan juga yang ada didalam polibag. Selain itu dilakukan sanitasi lingkungan dengan cara membuang bunga yang gugur dan buah yang membusuk.
18
3.4.7.4. Pemasangan turns
Tunis diberikan untuk mendukung pertumbuhan tanaman cabai dan ini dilakukan setelali cabai berumur 1 bulan di lapangan. Tujuan pemberian turns adalah untuk mencegah kerebahan apabila terjadi tiupan angin. Tunis diberikan didekat daerah perakaran didalam polibag.
3.4.7.5. Perempelan
Perempelan dilakukan dengan membuang tunas-tunas yang tumbuh pada ketiak daun dan di batang utama yang tujuannya agar tanaman menjadi kokoh sebelum memasuki fase generatif dan mengurangi resiko serangan penyakit..
Perempelan dilakukan saat bunga pertama mimcul sampai terbentuk cabang primer dan ini dilakukan pada pagi hari yang tujuannya agar pada siang hari luka bekas rempelan dapat mengering.
3.4.7.6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian dari serangan hama pada saat tanaman cabai di pembibitan dan di lapangan dilakukan dengan penyemprotan pestisida nabati yaitu dengan menggunakan ekstra sirsak yang dosisnya 100 g'l air dan juga daigan Curacron 50 EC dengan konsentrasi 1 ml/liter air. Selain itu juga pada masa persemaian digunakan Carater 3G yang disebar disekitar persemaian.
3.4.7.7. Panen
Pemanenan dilakukan bila buali sudah menunjukkan kriteria panen yaitu seluruh buah telah berwama merah. Panen dilakukan sebanyak 9 kali
panea
dengan interval panai 3-4 hari sekali. Pemanenan dilakukan pada pagi hari guna menjaga kesegaran dan bobot buah.
3.5. Petigamatan
Pengamatan dilakukan pada ti^ unit percobaan daigan tanaman sampel sebanyak 3 tanaman dimana 1 dari tanaman sampel kliusus digiuiakan untuk pengamatan infeksi mikoriTa dan berat berangkasan kering. Parameter yang akan diamati pada penelitian adalah:
3.5.1. Tinggi tanaman (cm)
Pengukuran tinggi tanaman cabai dilakukan pada akhir penelitian dengan mengukur mulai dari pangkal batang sampai titik tumbuh dan ini menggunakan ajir pada pangkal batang.
3.5.2. Infeksi Mikoriza pada akar tanaman
Pengamatan ini dilakukan pada umur 120 hari setelali tanam dengan cara membongkar tanaman sampel lalu akamya diba-sihkan. Pengamatan ini menggunakan ramus:
• , • Jumlah akar yang terinfeksi , , Persentase mfeksi = — x 100%
Jumlah akar sampel 3.5.3. Berat berangkasan kering (g)
Pengamatan dilakukan pada saat tanaman cabai berumur 60 hari. Caranya dengan mencabut tanaman sampel kemudian dicuci sampai ba^ih, setelah itu akar, batang dan tajuk dipotong lalu dimasukkan kedalam amplop yang sudah diberi label sesuai dengan urutan sampel ulangan perlakuan. Kemudian dimasukkan ke dalam oven dengan suhu TO^'C selama 2 x 24 jam. Setelah itu ditimbang dengan menggunakan timbangan analitik.
20 3.5.4. Umur muncul bunga pert&mH (hari)
Pengamatan dilakukan dengan men^tung jumlah
hati
yang dibutuhkan untuk memunculkan bunga per tanaman. Penghitungan dilakukan d«igan kritma 75% dari sampel tanaman telah berbimga pada setiap imit percobaan.3.5.5. Umur panm (hari)
Umur panen dipo-oldi dengan menghitung jirailah hari yang dibutuhkan mulai saat tanam sampai panen patama sesuai dengan kriteria panoi yaitu pada saat sudah berwama merah.
3.5.6. Persentase Bunga mrajadi Buah (%)
Parameter ini diamati dengan m^bandin^an buah yang dipanen dengan jumlah bunga yang terbentuk yang dihitung dmgan rumus:
1 ,.. , Jumlahbuah yang dipanen
Persentase bunga menjadi buah = —-— x 100%
jumlah bunga yang terbentuk 3.5.7. Berat buah segar per tanaman
Barat cabai ditimbang pada setiap kaU panen, hasil bwat buah segar didapat dengan menjumlahkan berat buah sejak panen pertama sampai panen ke sembiian.