1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan merupakan salah satu pondok pesantren yang didalamnya diajarkan mata pelajaran penulisan Arab pegon. Arab pegon sering digunakan dalam mengartikan (ngabsahi) kitab kuning. Pengajaran Arab pegon di lakukan dengan cara mempelajari cara-cara menulis Arab pegon. Arab pegon tentu bukanlah sesuatu yang baru bagi santriwati yang berlatar belakang pendidikannya sekolah Islam, akan tetapi Arab pegon menjadi sesuatu yang baru bagi santriwati yang berlatar belakang pendidikannya sekolah umum. Perbedaan tersebut menimbulkan beberapa permasalahan dalam pengajaran Arab pegon di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan.
Berdasarkan uraian di atas, penulis terdorong untuk mengkaji lebih lanjut dan mengadakan penelitian mengenai “Problematika Pengajaran Arab Pegon dan Alternatif Pemecahannya di Pondok Pesantren Modern
“Al-Qur’an” Buaran Pekalongan” dengan alasan-alasan sebagai berikut:
1. Arab pegon banyak digunakan untuk mengartikan kitab-kitab kuning yang berisi ajaran-ajaran Islam, sehingga apabila membaca Arab pegon maka akan dapat pula membaca makna dari kitab kuning.
2. Kesalahan dalam menulis Arab pegon dapat menimbulkan kesalahan dalam mengartikan kitab kuning.
3. Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan berada di Jalan Pelita 2, lokasi ini tidak terlalu jauh dari tempat tinggal penulis, sehingga memudahkan penulis untuk melakukan penelitian dan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan penelitian.
Penulis berharap hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi terhadap proses belajar dan mengajar Arab pegon di Pondok Pesantren Modern Al-Qur’an Buaran Pekalongan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Bagaimana problematika pengajaran Arab pegon di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan?
2. Bagaimana alternatif pemecahan problematika pengajaran Arab pegon di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan?
Untuk menghindari salah penafsiran dalam menangkap arti dari judul maka dibuat pengertian untuk istilah yang digunakan dalam judul tersebut.
1. Problematika
Problem atau dalam bahasa Indonesia disebut masalah yaitu sesuatu yang harus diselesaikan (dipecahkan), soal, persoalan.
Sedangkan problematika atau permasalahan yaitu yang menjadikan masalah, hal yang dimasalahkan atau persoalan.
Problematika yang dimaksud oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pengajaran Arab pegon.
2. Pengajaran
Pengajaran berasal dari kata “ajar” yang berarti proses perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan, perihal mengajar, segala sesuatu mengenai mengajar.1 Menurut para ahli pendidikan, bahwa
“pengajaran adalah pemindahan pengetahuan dari seseorang yang mempunyai pengetahuan (pengajar) kepada orang lain yang belum mengetahui (pelajar) melalui suatu proses belajar mengajar”.2 Setelah proses pengajaran selesai diharapkan adanya perubahan perilaku/
perbuatan siswa sebagai tujuan dari pengajaran.3
Berdasarkan pengertian diatas, penulis menyimpulkan bahwa tidak semua proses penyampaian pengetahuan itu dapat dikatakan sebagai pengajaran apabila tujuan pengajaran yaitu perubahan tingkah laku tidak pernah terjadi.
3. Arab pegon
Arab pegon seringkali digunakan untuk mengartikan kitab kuning yang sudah lazim digunakan dalam lingkungan pondok pesantren.
Penerapan penerjemahan kitab kuning dengan menggunakan Arab pegon dalam pengajarannya biasa disebut dengan ngabsahi (sebutan
1 Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua (Jakarta:Balai Pustaka, 1996), hlm. 15
2 Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Cetakan Ketiga (Jakarta:Kalam Mulia, 2001), hlm. 72
3 Daryanto, Petunjuk Praktek Mengajar, ( Bandung:Bina Karya, 1981), hlm. 16
untuk wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur) atau ngalogat (sebutan untuk wilayah Jawa Barat). Arab pegon sebenarnya
hanya merupakan ungkapan yang digunakan oleh orang Jawa, sedangkan untuk daerah Sumatera disebut dengan aksara Arab- Melayu.4 Jadi, huruf Arab pegon atau disebut dengan aksara Arab- Melayu ini merupakan tulisan dengan huruf Arab tapi menggunakan bahasa lokal. Dikatakan bahasa lokal karena ternyata tulisan Arab pegon itu tidak hanya menggunakan Bahasa Jawa saja tapi juga dipakai di daerah Jawa barat dengan menggunakan Bahasa Sunda, di Sulawesi menggunakan Bahasa Bugis dan di wilayah Sumatera menggunakan Bahasa Melayu.5
4. Aternatif pemecahan (solusi)
Solusi merupakan penyelesaian atau pemecahan masalah. Solusi juga sering disebut sebagai jalan keluar dari suatu masalah yang sedang dihadapi. Dalam penelitian ini, solusi yang dimaksud oleh peneliti yaitu pemecahan masalah dalam pengajaran Arab pegon.
Dengan demikian maksud judul diatas adalah masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar mata pelajaran Arab pegon yang dilakukan di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan dan alternatif pemecahan/solusinya di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan.
4 Kompas, Melihat Palembang dari Naskah Kuno, Senin 29 september 2003
5http://pustaka.islamnet.web.id/Bahtsul_Masaail/Artikel/Skripsi/Pembelajaran%20Kitab
%20Kuning%20dengan%20Arab%20Pegon-99424172-Tafsiyatun%20Rohanah.htm. diakses pada hari Minggu tanggal 23 Agustus 2015 pukul 23:20
Dalam penelitian ini peneliti membatasi masalah yaitu objek yang menjadi bahan penelitian adalah problematika pengajaran Arab pegon dan alternatif pemecahannya di Pondok Pesantren Modern Al-Qur’an Buaran Pekalongan putri.
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui problematika pengajaran Arab pegon di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan
2. Untuk mengetahui alternatif pemecahan problematika pengajaran Arab pegon di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan D. Kegunaan Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian diatas, maka penelitian ini diharapkan memiliki keguanaan baik secara teoritis maupun praktis.
Kegunaan penelitian secara teoritis adalah sebagai berikut:
1. Menambah wawasan atau pengetahuan bagi para pembacanya.
2. Sebagai sumbangan pemikiran pada dunia pendidikan kita umumnya dan dikalangan guru khususnya yang berkonsentrasi dalam pembelajaran Arab pegon.
Sedangkan kegunaan penelitian secara praktis adalah sebagai berikut:
1. Sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk memperluas pengetahuan yang lebih mendalam guna untuk memperbaiki
pembelajaran menuju kearah yang lebih baik khususnya pada pengajaran Arab pegon.
2. Sebagai bahan evaluasi dan memberi masukan bagi Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan mengenai pengajaran Arab pegon.
E. Tinjauan Pustaka
1. Analisis Teoritis
Arab pegon yaitu sebuah tulisan, aksara atau huruf Arab tanpa lambang atau tanda baca atau bunyi.6 Pegon berarti tidak bisa mengucapkan.7 Pegon juga dapat disebut gundhil yang berarti gundul atau polos.8
Susunan Arab pegon terlihat seperti susunan huruf hijaiyah pada umumnya, akan tetapi jika kita cermati susunannya terdiri dari huruf- huruf yang bukan berasal dari bahasa Arab. Orang Arab asli tidak akan bisa membaca tulisan ini.
2. Penelitian Relevan
Sejauh pengamatan penulis, ada beberapa penelitian mengenai problematika pengajaran Arab pegon yang telah dilakukan beberapa kali diantaranya:
a. Peneitian yang dilakukan oleh Fitriyani yang berjudul “Efektifitas Metode Pembelajaran Kitab Kuning dengan Arab Pegon Dalam
6 Pius A. Partanto dan M. Dahlan Al-Barry, Kamus Ilmiah Populer, (Surabaya: Arkola, 1994) hlm. 579
7 Purwadi, Kamus Jawa-Indonesia, (Pustaka Widyatama, 2003), hlm. 278
8 Ibid, hlm. 88
Memberikan Pemahaman Terhadap Materi dan Isi Kitab di Madrasah Aliyah Salafiyah (MAS) Simbang Kulon Pekalongan”.
Penelitian yang dilakukan oleh Fitriyani merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan menghitung frekuensi dari ulangan peserta didik dengan membagi angket dan melakukan wawancara kepada 30 peserta didik sebagai sampel. Berdasarkan angket yang telah di bagikan kepada peserta didik, kemudian Fitriyani mencari efektifitas dari pembelajaran kitab kuning dengan Arab pegon tersebut dengan memasukkan rumus perhitungan berupa tabel distribusi dengan frekuensi relatif. Hasil penelitian ini yaitu pembelajaran kitab kuning dengan menggunakan Arab pegon cukup efektif dalam memebereikan pemahaman kepada siswa terhadap materi dan isi kitab di Madrasah Aliyah Salafiyah (MAS) Simbang Kulon. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah rata-rata hasil angket yang diisi oleh peserta didik dengan konsentrasi pada jawaban C dengan menunjukkan hasil 42,1% dimana prosentase tersebut menunjukkan hasil penelitian cukup baik atau cukup efektif.9
b. Peneitian selanjutnya dilakukan oleh Dyan Kurnia Efendi yang berjudul “Studi Korelasi Antara Metode Penerjemahan Arab Pegon dengan Kemampuan Memahami Teks Arab Santri PP. Minhajut
9 Fitriyani, “Efektifitas Metode Pembelajaran Kitab Kuning dengan Arab Pegon Dalam Memberikan Pemahaman Terhadap Materi dan Isi Kitab di Madrasah Aliyah Salafiyah (MAS) Simbang Kulon Pekalongan”, Skripsi, (Pekalongan: Perpustakaan STAIN Pekalongan, 2012), hlm.
x
Tamyiz Timoho Yogyakarta”. Penelitian yang dilakukan oleh Dyan Kurnia Efendi merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan yakni makna dan proses penerjemahan yang dilakukan dibeberapa pembelajaran, kemudian menyajikannya dalam bentuk tabel dan prosentase. Selanjutnya menjelaskan sehingga mampu diterima dan dipahami dengan baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pembelajaran di pesantren sebagian besar adalah bandongan. Bandongan yaitu pengajian yang dilakukan secara seksama dimana ustadz/ustadzah membacakan kitab beserta terjemahannya menggunakan Arab pegon, kemudian santri menyalinnya dalam kitab masing-masing. Selain bandongan adalah sorogan, yaitu santri membaca kitab kuning gundulan langsung dihadapan ustadz untuk disimakkan. Selebihnya berupa pembelajaran klasikal, dimana santri memasuki krlas dan menerima mata pelajaran seperti Bahasa Arab, Nahwu, Shorof dan lain-lain.
(2) Metode penerjemahan Arab pegon dalam pembelajaran kitab klasik di pondokpesantren mampu membantu santri dalam memahami teks Arab, hal ini dapat dilihat darihasil tes. Setelah dianalisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata pemahaman seluruh santri adalah 3.5 (skala 5) artinya sedang. (3) pengaruh metode penerjemahan Arab pegon terhadap pemahaman teks Arab santri berdasarkan penelitian Product Moment adalah 45% , artinya
Arab pegon menjadi salah satu metode penerjemahan yang efektif dalam membantu santri memahami teks Arab.10
c. Peneitian selanjutnya dilakukan oleh Jauhara Saniyati yang berjudul “Keberhasilan Pembelajaran Kitab Al-Ājjurūmiyyah dengan Metode Pemaknaan Arab Pegon di Kelas Jurūmiyyah Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Yogyakarta”. Penelitian yang dilakukan oleh Jauhara Saniyati merupakan penelitian kuantitatif untuk menganalisa hasil tes santri dalam pemahaman terhadap pembelajaran kitab Al-Ājjurūmiyyah menggunakan Arab pegon.
Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Proses pembelajaran kitab Al- Ājjurūmiyyah dengan pemaknaan Arab pegon berjalan dengan baik,
santri dan ustadz berperan aktif dalam pembelajaran. (2) Implikasi yang terjadi yaitu santri dapat melatih ketrampilan dalam bidang khot, santri dapat meringkas penulisan Arab pegon dengan tanda- tanda khusus, santri dapat mengetahui makna per kata dan kedudukannya, santri dapat mengambil berkah, santri terdidik untuk sabar, santri dapat istiqomah dalam belajar. (3) Hasil yang diperoleh dalam pembelajaran kitab Al-Ājjurūmiyyah dengan pemaknaan Arab pegon cukup baik dengan rata-rata nilai yaitu 71.19.11
10 Dyan Kurnia Efendi, “Studi Korelasi Antara Metode Penerjemahan Arab Pegon dengan Kemampuan Memahami Teks Arab Santri PP. Minhajut Tamyiz Timoho Yogyakarta”, Skripsi, (Yogyakarta: Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2014),
http://digilib.uin-suka.ac.id/13518/1/BAB%20I,%20IV,%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf, hlm. x
11 Jauhara Saniyati, “Studi Korelasi Antara Metode Penerjemahan Arab Pegon dengan Kemampuan Memahami Teks Arab Santri PP. Minhajut Tamyiz Timoho Yogyakarta”, Skripsi,
Itulah beberapa penelitian yang telah dilakukan terkait dengan Arab pegon. Adapun perbedaan penelitian tersebut di atas dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut:
a. Pengembangan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis adalah pada materi arab pegon, sedangkan pengembangan penelitian yang dilakukan oleh Fitriyani adalah pada materi kitab kuning.
Penelitian selanjutnya milik Dyan Kurnia Efendi, pengembangan penelitiannya terdapat pada materi teks Arab (bukan Arab pegon).
Penelitian terakhir adalah penelitian yang dilakukan oleh Jauhara Saniyati, pengembangan penelitian tersebut terdapat pada materi kitab Al-Ājjurūmiyyah.
b. Subjek penelitian yang akan dilakukan oleh penulis adalah santriwati Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan, sedangkan subjek penelitian Fitriyani adalah siswa MAS Simbang Kulon. Subjek penelitian Dyan Kurnia Efendi adalah santri PP. Minhajut Tamyiz Timoho Yogyakarta dan subjek penelitian Jauhara Saniyati adalah santri kelas Jurūmiyyah Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Yogyakarta.
3. Kerangka Berpikir
Berdasarkan analisis teori di atas, maka dapat dibangun suatu kerangka berpikir bahwa perlu adanya solusi untuk memecahkan suatu
(Yogyakarta: Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2014),
http://digilib.uin-suka.ac.id/14460/1/10420016_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka.pdf, hlm. x
permasalahan dalam pengajaran Arab pegon agar santriwati dapat mengikuti pengajaran dengan baik.
Ustadzah dalam hal ini dituntut harus kreatif untuk dapat mencari solusi bagi santriwatinya dalam memecahkan problematika pengajaran Arab pegon. Sebagaimana yang ditelah dilakukan oleh ustadzah pengajar Arab pegon di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an”
Buaran Pekalongan. Ustadzah menganalisis masalah-masalah yang dialami santriwati dalam mengikuti pengajaran Arab pegon, kemudian mencari solusi untuk permasalahan tersebut, sehingga santriwati dapat mengikuti pengajaran Arab pegon dengan baik.
Proses pengajaran Arab pegon
Problematika pengajaran Arab pegon Guru pengajar
Arab pegon
F. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Untuk pembahasan judul skripsi diatas, peneliti menggunakan jenis penelitian penelitian lapangan ( field research) yaitu jenis penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah praktis dalam masyarakat.12 Peneliti akan mengungkap hal-hal yang peneliti lihat, pahami, dan dapatkan dari lapangan tempat penelitian dan sekitarnya.
12Murdalis, Metode Penelitian, (Jakarta : Bumi Aksara, 2003), hlm. 28.
Menganalisis problem
Solusi pemecahan problem
Siswa memahami materi dengan baik
2. Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yaitu suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alam13.
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, karena peneliti melakukan sebuah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Penelitian ini dilakukan secara obyektif berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan (tempat penelitian).
3. Sumber Data
Dalam penelitian ini, peneliti memerlukan sumber data untuk mendapatkan data yang diinginkan. Adapun sumber data penelitian ini antara lain:
a. Sumber data primer
Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar mata pelajaran Arab pegon Arab pegon di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan , pengurus/kyai Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan dan santriwati sebanyak 102 anak .
b. Sumber data sekunder
Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh lewat pihak lain tidak langsung diperoleh penulis dari subyek penelitian,
13 Moh. Ali, Strategi Penelitian Pendidikan, (Bandung : Angkasa, 2000), hlm. 159.
biasanya berupa data dokumentasi, arsip-arsip resmi yang berkaitan dengan Desain Pembelajaran.14
Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder yaitu segala pengetahuan dan informasi yang berhubungan dengan problem penelitian meliputi pengasuh pondok pesantren, siswa, staff/karyawan, arsip/buku-buku yang relevan dan masyarakat disekitar pondok pesantren.
4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh penulis dalam mengumpulkan data dengan maksud memperoleh data yang valid dan representatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
a. Metode Observasi
Metode observasi yaitu metode ilmiah yang diartikan sebagai suatu pengamatan atau penelitian dengan sistematika fenomena yang diteliti.15
Metode observasi digunakan untuk mengetahui pengajaran Arab pegon yang dilakukan oleh guru, letak geografis dan sarana prasarana yang ada di Pondok Pesantren Moderna “Al-Qur’an”
Buaran Pekalongan yang dilakukan dengan pengamatan langsung.
14 Saifuddin Anwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2001), hlm. 91.
15 Lexy .J. Moeleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), hlm. 134.
b. Wawancara
Wawancara adalah percakapan antara dua orang yang salah satunya bertujuan untuk menggali dan mendapatkan informasi untuk suatu tujuan tertentu.16
Teknik wawancara ini digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data-data dengan melakukan wawancara kepada guru yang mengajar mata pelajaran Arab pegon Arab pegon serta untuk mengetahui problematika pengajaran Arab pegon di Pondok Pesantren Modern Al-Qur’an Buaran Pekalongan dan alternatif pemecahannya.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah cara memperoleh informasi melalui kumpulan data-data verbal yang berbentuk tulisan dalam arti luas artefak, foto dan lain-lain.17
Metode dokumentasi ini digunakan oleh peneliti sebagai pelengkap data atau informasi yang berasal dari arsip dan catatan atau data lain yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Dengan metode dokumentasi ini peneliti mencari informasi mengenai profil Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan.
5. Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul dengan teknik-teknik di atas, maka langkah selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti adalah menganalisis data.
16 Haris Herdiansyah, Metodologi penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial, (Jakarta:
Salemba Humanika, 2011), hlm. 118.
17 Tim Sosiologi, Panduan Belajar Sosiologi, (Jakarta: Yudistira, 2000), hlm. 131.
Tujuan utama dari menganalisis data adalah untuk membuat data itu dapat dimengerti, sehingga penemuan yang dihasilkan bisa dikomunikasikan kepada orang lain.18 Dengan kata lain peneliti menyimpulkan, bahwa analisis data adalah proses penyederhanaan suatu data yang mudah untuk dibaca dan diinterpretasikan.
Data-data didapatkan dalam penelitian ini merupakan data yang bersifat kualitatif, oleh karena itu sesuai dengan karakteristik pendekatan kualitatif, maka teknik analisis datanya merupakan upaya yang berlanjut, berulang dan dilakukan terus menerus, bolak balik selama dan setelah proses pengumpulan data berlangsung.
Untuk memperoleh hasil yang relevan dengan data yang diperoleh maka perlu dijelaskan dan ketelitian dalam menganalisis data. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data induktif yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh (bersifat khusus), selanjutnya dikembangkan pola hubungan tertentu.19
Dalam penelitian ini, peneliti menyederhanakan data-data yang didapat agar dapat lebih mudah dimengerti oleh pembaca. Data-data tersebut berupa semua informasi yang berhubungan dengan penelitian dan berasal dari fakta yang ada di lapangan. Penyederhanaan data dilakukan dengan menguraikan hal-hal yang bersifat kongkrit terlebih dahulu, kemudian dirumuskan menjadi suatu kesimpulan
18 Mohammad Ali, Strategi Penelitian Pendidikan, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 156.
19 Sugiono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2008), hlm. 246.
G. Sistematika Penulisan
Bab I : Pendahuluan, meliputi: Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Kegunaan Penelitian, Tinjauan Pustaka, Metode Penelitian, dan Sistematika Penulisan.
Bab II : Pengajaran Arab pegon, pembahasannya meliputi Sejarah Masuknya Arab Pegon di Indonesia, Pengertian Pengajaran Arab Pegon, Huruf Arab Pegon, Kaidah-Kaidah Arab Pegon dan Simbol-Simbol Khusus Arab Pegon.
Bab III : Problematika pengajaran Arab pegon di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan dan alternatif pemecahannya yang akan membahas tentang gambaran umum Pondok Pesantren Modern
“Al-Qur’an” Buaran Pekalongan terdiri dari sejarah dan dinamika lahirnya Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan, letak geografis, visi dan misi, keadaan ustadz/ustadzah Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan, keadaan santri/santriwati Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan, sarana dan prasarana dan problematika dalam pengajaran Arab pegon di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan dan alternatif pemecahannya yang terdiri dari problematika dalam pengajaran Arab pegon di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan dan alternatif pemecahannya di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an”
Buaran Pekalongan.
Bab IV : Analisis problematika pengajaran Arab pegon di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan dan alternatif pemecahannya, meliputi: analisis problematika pengajaran Arab pegon di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an” Buaran Pekalongan dan analisis alternatif pemecahannya di Pondok Pesantren Modern “Al-Qur’an”
Buaran Pekalongan.
Bab V : Penutup Meliputi: simpulan dan saran-saran.