• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBELAJARAN TARI DI SANGGAR RINGKANG GUNIWANG YAYASAN PUSAT KEBUDAYAAN BANDUNG.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMBELAJARAN TARI DI SANGGAR RINGKANG GUNIWANG YAYASAN PUSAT KEBUDAYAAN BANDUNG."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

Halaman

PERNYATAAN……… i

KATA PENGANTAR……… ii

ABSTRAK... iv

DAFTAR ISI... v

DAFTAR TABEL... vii

DAFTAR BAGAN... viii

DAFTAR GAMBAR... ix

DAFTAR LAMPIRAN... x

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah……….. 1

B. Rumusan Masalah……… 4

C. Tujuan Penelitian………. 4

D. Manfaat Penelitian………... 4

E. Asumsi Penelitian……… 5

F. Sistematika Penulisan Skripsi………. 5

BAB II LANDASAN TEORETIS A. Konsep Pendidikan……….. 7

Pendidikan dalam Arti Luas dan Sempit……….. 7

Pengertian Pendidikan Berdasarkan Pendekatan Sistem... 9

Pendidikan Sebagai Humanisasi... 10

Pendidikan Formal, Informal, dan Nonformal... 10

B. Konsep Pembelajaran……….... 12

Konsep Dasar Pembelajaran……….. 13

Komponen-Komponen Pembelajaran……… 15

(2)

Hasil Pembelajaran……….... 18

C. Pembelajaran Seni Tari……….... 19

Wiraga……… 19

Wirahma………. 20

Wirasa………. 20

D. Sanggar Tari Ringkang Gumiwang……… 20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian……… 21

B. Prosedur Penelitian………. 22

C. Definisi Operasional……….. 23

D. Teknik Pengumpulan Data………. 24

E. Instrumen Penelitian………... 26

F. Pengolahan dan Analisis Data……… 26

G. Lokasi dan Subjek Penelitian………. 27

BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian……….. 28

1. Sejarah dan Keberadaan Sanggar Tari Ringkang Gumiwang… 28 2. Sistem Pengelolaan……… 29

3. Proses Pembelajaran ……….. 35

B. Pembahasan Hasil Penelitian………. 52

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan………. 57

B. Saran……….……….. 59

DAFTAR PUSTAKA……… 60

LAMPIRAN – LAMPIRAN

(3)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pengembangan pendidikan dalam laju pembangunan merupakan suatu keharusan dan kewajaran. Dikatakan sebagai suatu keharusan, karena pendidikan

perlu mengembangkan dirinya untuk lebih berperan sebagai pendidikan dalam dan untuk pengembangan sumber daya manusia dan tatanan kehidupan global (kesejagatan). Disebut sebagai suatu kewajaran, karena kehadiran pendidikan, merupakan produk budaya masyarakat dan bangsa, terus berkembang untuk mencari bentuknya yang paling cocok sesuai dengan perubahan dinamis yang terjadi dalam masyarakat setiap bangsa. Pengembangan pendidikan yang harus dan wajar itu merupakan bukti adanya daya tanggap pendidikan terhadap keunggulan dan kelemahan dari dalam dunia pendidikan serta peluang dan tantangan yang timbul dari luar sistem pendidikan itu sendiri.

Pendidikan nasional, sebagai salah satu dari sistem pembangunan nasional. Undang – undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha standar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan nasional memiliki tiga subsistem pendidikan, yaitu pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal. Subsistem pertama disebut

pula pendidikan sekolah sedangkan subsistem pendidikan nonformal dan informal berada dalam cakupan pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan di dalam

masyarakat, lembaga – lembaga, dan keluarga.

(4)

masyarakat (community education), pendidikan perluasan (extention

education), pendidikan massa (mass education), pendidikan sosial (social education), pendidikan orang dewasa (adult education), dan pendidikan

berkelanjutan (continuing education).(Djudju Sudjana, 2004:13-14)

Hal yang dapat disimak dari berbagai istilah pendidikan tersebut di atas menunjukan pentingnya kehadiran pendidikan selama alur kehidupan manusia. Di pihak lain, munculnya berbagai istilah pendidikan itu menunjukan perkembangan penyelenggaraan pendidikan secara wajar dan luas, yang memberi arti bahwa pendidikan itu tidak hanya kegiatan terorganisasi yang dilakukan di sekolah. Dengan kata lain, disamping adanya pendidikan di sekolah (pendidikan formal), di dunia ini hadir dan berkembang pula pendidikan nonformal dan pendidikan informal.

Pendidikan nonformal merupakan salah satu tempat yang seringkali dijadikan pilihan untuk mempelajari ilmu secara khusus, misalnya untuk

mempelajari mata pelajaran yang kurang dikuasai oleh siswa di sekolah, banyak tempat bimbingan belajar yang menawarkan pembelajaran secara intensif untuk mata pelajaran tertentu atau sesuai dengan program yang ada di tempat bimbingan belajar tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi semakin bertambahnya kehadiran pendidikan nonformal adalah berkembangnya kritik terhadap kelemahan pendidikan formal yang dianggap kurang berhasil dalam memecahkan masalah – masalah pendidikan yang dihadapinya terhadap peranan dalam pembangunan. Seperti dijelaskan dalam Undang – Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 pasal 26 ayat 1 yaitu “Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat”.

(5)

dengan jam pelajaran di sekolah yang sangat minim, serta sarana dan pra sarana yang kurang memadai, siswa dinilai tidak memungkinkan untuk dapat memperlajari dengan baik bahkan efek terburuknya adalah generasi muda sama sekali tidak tertarik terhadap seni tari tradisi. Ini merupakan tantangan besar bagi guru tari dan para pelaku seni tari agar terus mencari cara untuk menularkan pengetahuan seni kepada generasi muda.

Sanggar tari, merupakan salah satu tempat yang termasuk kedalam pendidikan nonformal, didalamnya terdapat program dan kegiatan yang dapat memenuhi kebutuhan peserta didik mengenal dan mempelajari seni tari tradisi. Kemunculan sanggar – sanggar tari dewasa ini menandakan bahwa seni tari tradisi mulai diminati kembali oleh para generasi muda hingga dewasa, oleh karena itu, keberadaan sanggar tari tradisi perlu ditindaklanjuti dengan sistem pembelajaran serta pengelolaan yang optimal dan professional.

Dari sekian banyak sanggar tari yang semakin terus bertambah, ada salah satu sanggar tari tradisi yang cukup menarik untuk dijadikan subjek penelitian, yakni Sanggar Tari Ringkang Gumiwang di jalan Naripan no.7 kota Bandung. Sanggar tersebut berlokasi di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung, sebuah gedung tua di kota Bandung dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan bertempat di tengah kota, yang selalu dilewati banyak orang setiap saat. Materi tari yang diajarkan di sanggar ini adalah Jaipongan dan Tari Sunda Klasik. Spanduk kecil terpasang di depan gedung Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung sebagai media publikasi. Sanggar ini cukup banyak menarik perhatian orang, dan memiliki siswa cukup banyak hingga saat ini.

Alasan peneliti memilih sanggar Ringkang Gumiwang sebagai bahan

penelitian dikarenakan sanggar Ringkang Guniwang hingga saat ini sanggar ini masih mempertahankan eksistensinya, juga siswa - siswa dengan variasi tingkatan

usia membuat peneliti merasa terarik untuk melakukan penelitian lebih dalam tentang sejarah sanggar tari Ringkang Gumiwang serta proses pembelajaran tari jaipong di sanggar tersebut. Dengan begitu peneliti mengangat judul penelitian

Pembelajaran Tari di Sanggar Ringkang Gumiwang Yayasan Pusat

(6)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan masalah di atas, bahwa dalam setiap sanggar tari, dibutuhkan sistem pengelolaan yang baik untuk mengatur kegiatan agar berjalan dengan baik serta mencapai tujuan yang telah ditetapkan, serta untuk kelangsungan hidup sanggar, maka peneliti merumuskan beberapa permasalahan, diantaranya :

1. Bagaimana sejarah berdirinya Sanggar tari Ringkang Gumiwang di Yayasan

Pusat Kebudayaan Bandung?

2. Bagaimana proses pembelajaran di Sanggar tari Ringkang Gumiwang di

Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung ?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab semua permasalahan yang terdapat didalam penelitian, secara rinci tujuan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Tujuan Umum

Peneliti ingin turut melestarikan seni tari tradisi khususnya jaipongan dengan mengetahui sejarah sanggar Ringkang Gumiwang serta pembelajaran tari di sanggar tersebut.

2. Tujuan Khusus

1. Mendeskripsikan sejarah Sanggar Tari Ringkang Gumiwang di Yayasan

Pusat Kebudayaan Bandung.

2. Mendeskripsikan proses pembelajaran Sanggar Tari Ringkang Gumiwang

di Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung.

D. Manfaat Penelitian

Adapun kegunaan yang diharapkan dalam penelitian ini, sebagai berikut : 1. Peneliti

(7)

pengalaman, terutama pengalaman melakukan penelitian di sanggar tari Ringkang

Gumiwang Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung.

2. Lembaga ( UPI )

Dengan adanya penelitian tentang pendidikan nonformal di sanggar tari Ringkang

Gumiwang di Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung, dapat memberikan informasi

tentang pembelajaran di sanggar tari serta menambah literatur di perpustakaan

Universitas Pendidikan Indonesia. 3. Sanggar tari Ringkang Gumiwang

Sebagai dokumentasi tertulis tentang pembelajaran serta bahan masukan dan perbaikan bagi sanggar tari Ringkang Gumiwang Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung, sekaligus sebagai percontohan pembelajaran di sanggar seni tari tradisi.

E. Asumsi Penelitian

Sanggar Ringkang Gumiwang merupakan salah satu sanggar tari yang masih mempertahankan seni tari tradisi, sebagai bahan pembelajarannya yaitu jaipongan dan tari sunda klasik.

F. Struktur Organisasi Skripsi BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Penelitian

D. Manfaat Penelitian

E. Asumsi Penelitian

BAB II LANDASAN TEORETIS

A. Konsep Pendidikan

B. Konsep Pembelajaran

(8)

BAB III METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

B. Definisi Operasional

C. Prosedur Penelitian

D Teknik Pengumpulan Data

E. Instrumen Penelitian

F Pengolahan dan Analisis Data

G. Lokasi dan Subjek Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Sejarah Sanggar Tari Ringkang Gumiwang

2. Pembelajaran di Sanggar Ringkang Gumiwang

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI DAFTAR PUSTAKA

(9)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian

Metode penelitian adalah suatu teknik atau cara mencari, memperoleh, mengumpulkan atau mencatat data, baik berupa data primer maupun data sekunder yang digunakan untuk keperluan menyusun suatu karya ilmiah dan kemudian

menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan pokok-pokok permasalahan sehingga akan terdapat suatu kebenaran data-data yang akan diperoleh. Adapun pengertian metode penelitian menurut Sugiyono yang menyatakan bahwa :

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah (Sugiyono, 2010:6).

Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode penelitian untuk mengungkapkan gambaran yang jelas mengenai pembelajaran tari di sanggar Ringkang Gumiwang berdasarkan data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi kepusakaan dan wawancara.

Pemilihan metode penelitian ini berdasarkan pendapat Moh. Nazir (2011:54) “Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang”. Pendapat tersebut sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu

mendeskripsikan dan menggambarkan proses pembelajaran tari mulai dari pemberian materi, penggunaan metode hingga evaluasi pembelajaran di sanggar

Ringkang Gumiwang.

Pendekatan kualitatif, lebih bersifat alami dibandingkan dengan pendekatan

kuantitatif, seperti dikemukakan Sugiyono bahwa :

(10)

lebih banyak digunakan untuk penelitian di bidang antropologi budaya; disebut sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.(Sugiyono 2010:14)

B. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian dilakukan berdasarkan ketentuan – ketentuan dibawah ini:

1. Rencana Penelitian

Pada tahap perencanaan penelitian, yang dilakukan peneliti adalah menghimpun informasi mengenai sanggar tari yang ada di Bandung, dari sekian banyak sanggar tari yang ada di Bandung, sanggar tari Ringkang Gumiwang mempunyai siswa yang banyak dengan beragam usia. Hal itu membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pembelajaranya.

2. Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di sanggar Ringkang Gumiwang, jalan Naripan no.7 Bandung tepatnya di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung. Dalam pelaksanaannya penelitian ini terbagi dalam beberapa tahap, sebagai berikut:

a. Pembuatan Proposal

Pengajuan proposal dilakukan pada bulan Desember 2011 selanjutnya dilakukan uji sidang proposal yaitu pada bulan Februari 2012.

b. Pengumpulan Data

Data dihimpun dan dikumpulkan berupa hasil observasi, wawancara, dokumentasi berupa foto – foto pada saat proses belajar yang dilaksanakan di

lapangan.

c. Proses Bimbingan

(11)

d. Penelitian Lapangan

Penelitian lapangan dilakukan sebelum penulisan proposal yaitu observasi awal di sanggar Ringkang Gumiwang.

e. Pengolahan Data

pengolahan data dilakukan bersamaan dengan proses penelitian di lapangan dan proses bimbingan skripsi. Data – data yang diolah adalah data tentang proses

pembelajaran tari di sanggar Ringkang Gumiwang. Adapun sumber data tersebut dapat memberikan banyak informasi bagi peneliti sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini berdasarkan hasil pengamatan lapangan secara langsung. Data – data hasil observasi dan wawancara diolah sesuai dengan rumusan masalah.

3. Penulisan Laporan

Penulisan laporan merupakan tahapan akhir penelitian, kegiatan penyusunan tetap dilakukan dibawah bimbingan dosen pembimbing untuk mengkoreksi, menilai dan memberikan saran untuk kelayakan penelitian, sehingga penelitian ini dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Penulisan laporan terdiri dari pendahuluan, kajian teoretis, metode penelitian, hasil penelitian serta kesimpulan dan saran.

C. Definisi Operasional

Untuk menghindari salah penafsiran dan penelitian yang meluas, maka penulis akan membatasi istilah – istilah yang ada dalam penelitian ini, yakni:

1. Pembelajaran adalah proses, cara, menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Proses interaksi antara guru sebagai pemberi materi dengan peserta

didik sebagai penerima materi.

2. Ringkang Gumiwang merupakan nama salah satu sanggar tari yang ada di kota

Bandung, bertempat di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan, dan menyediakan pelatihan tari tradisi Sunda yang terdiri dari Tari Sunda Klasik dan Jaipongan. 3. Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung adalah sebuah gedung bersejarah yang

(12)

Pertemuan) yang bernama Ons Genoegen. Dan dahulunya pada gedung ini terdapat tempat main bilyar, catur, main kartu, serta terdapat juga ruang makan dan minum sambil mendengarkan hiburan musik dari band atau orkes masa itu.

D. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan beberapa teknik sebagai berikut :

a. Observasi

Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap suatu obyek dalam suatu periode tertentu dan mengadakan pencatatan secara sistematis tentang hal – hal tertentu yang diamati. Dalam penelitian ini, observasi dilakukan sebagai tahap awal agar peneliti mendapatkan gambaran untuk dilanjutkan ke tahapan berikutnya. Observasi tahap awal dalam penelitian ini dengan mencari informasi mengenai sanggar tari Ringkang Gumiwang melalui kunjungan langsung ke lokasi sanggar yakni di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung.

b. Wawancara

Wawancara adalah percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Menurut Esterberg (2002) yang dimaksud

dengan wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik

tertentu. Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan kepada beberapa narasumber yaitu ketua sekaligus pelatih di sanggar Ringkang Gumiwang, sekretaris dan tim

pengelola lain yang ada di sanggar Ringkang Gumiwang.

c. Studi Pustaka

(13)

internet baik diperoleh dari perpustakaan, atau referensi lain. Tujuannya adalah agar penelitian yang dilakukan tidak keluar dari batasan yang telah di tentukan yaitu mengenai Pembelajaran tari di sanggar Ringkang Gumiwang Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung.

Untuk memperoleh buku sumber, peneliti mengunjungi perpustakaan yang ada di Universitas Pendidikan Indonesia, dan beberapa buku lainnya merupakan

milik peneliti.

Adapun buku – buku yang paling menjadi rujukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Pertama, buku karya Tatang Syaripudin yang berjudul “Landasan

Pendidikan” (2006). Buku ini membahas lengkap tentang pendidikan. Landasan

pendidikan, dan pengertian pendidikan merupakan bagian yang terkait dengan penelitian. Oleh karena itu buku ini dijadikan salah satu rujukan dalam penelitian ini.

Kedua, buku karya Sudjana yang berjudul “Pendidikan Nonformal” (2004). Dalam buku ini dipaparkan mengenai pendidikan mulai dari wawasan, sejarah perkembangan, filsafat, teori pendukung serta asas mengenai pendidikan nonformal. Buku ini sangat bermanfaat karena pendidikan nonformal terkait dengan penelitian ini yang membahas tentang salah satu bentuk pendidikan nonformal, maka buku ini dijadikan rujukan dalam penelitian ini.

Ketiga, buku karya Hamzah B. Uno yang berjudul “Perencanaan

Pembelajaran” (2006). Dalam buku ini dipaparkan mengenai perencanaan pembelajaran, kondisi pembelajaran, strategi pembelajaran dan hasil pembelajaran.

Buku – buku tersebut diatas merupakan sumber pustaka rujukan yang berpengaruh dalam pengumpulan data di lapangan.

d. Studi Dokumentasi

(14)

film. Dalam penelitian ini, Studi dokumentasi digunakan peneliti dengan mendokumentasikan semua hal yang berhubungan dengan pembelajaran tari di sanggar Ringkang Gumiwang, baik itu berupa tulisan maupun dalam bentuk foto agar data yang diperoleh tidak diragukan.

e. Sumber Data

Sumber data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat merupakan sesuatu yang diketahui atau dianggap atau suatu fakta yang digambarkan lewat angka, simbol, kode dan lain-lain. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang terutama diperlukan dalam penelitian ini, yaitu bersumber dari informasi pengelola sanggar tari Ringkang Gumiwang. Sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen, foto dokumentasi serta arsip yang berkaitan dengan penelitian. Selain itu, data penelitian juga diperoleh dari sumber yang dianggap dapat memberikan data yang diperlukan.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi dan pedoman wawancara(terlampir) yang merupakan panduan untuk menghimpun data agar lebih terarah sesuai dengan tujuan penelitian.

F. Pengolahan dan Analisis Data

Analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman dilakukan secara

interaktif melalui proses data reduction, data display, dan verification. Setelah beberapa data terkumpul yang mendukung dengan pembahasan mengenai tulisan ini

peneliti mencoba mengkaji dan menganalisis data-data yang telah didapat oleh peneliti.

Data mengenai profil sanggar tari Ringkang Gumiwang di Yayasan Pusat

Kebudayaan yang peneliti catat pada saat observasi penulis kumpulkan dan simpan

(15)

itu penulis melakukan wawancara dengan ketua, pelatih, sanggar serta melihat bagaimana proses pembelajaran di sanggar tari Ringkang Gumiwang di Yayasan

Pusat Kebudayaan untuk mempermudah penulis melanjutkan penelitian.

Setelah beberapa data terkumpul dari hasil observasi dan wawancara penulis mengkaji beberapa sumber lain dari buku serta artikel yang digunakan oleh penulis sebagai landasan untuk memperkuat beberapa pernyataan yang penulis dapatkan dan

kemudian penulis kembangkan sebahgai pembahas dalam penulisan.

1. Reduksi Data

Reduksi data berarti merangkum, memilih hal – hal pokok, memfokuskan pada hal – hal penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah di reduksi akan memberukan gambaran yang lebih jelas.

2. Penyajian Data

Penyajian data dapat dilakukan dalam dalam bentuk tabel, grafik, phie chart, piktogram dan sejenisnya, maka data akan mudah terorganisasikan, sehingga akan semakin mudah dipahami. Penyajian data dapat diartikan sebagai kumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan simpulan dan pengambilan tindakan.

3. Kesimpulan

Penarikan simpulan merupakan bagian dari kegiatan dalam konfigurasi

(susunan) yang utuh. Proses yang berkaitan dengan penarikan kembali selama menulis

terhadap hal-hal yang melintas dalam pemikiran baik berupa pendapat, intuisi atau

kriteria tertentu dikaji dan ditelaah secara seksama untuk mendapatkan simpulan

(verifikasi).

G. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. lokasi Penelitian

(16)

sanggar tari Ringkang Gumiwang. Pemilihan lokasi ini memudahkan pencarian data baik data observasi berupa dokumen maupun hasil wawancara.

2. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh bagian sanggar tari Ringkang

Gumiwang di Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung dari mulai pengurus sanggar

(17)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Setelah mengamati kemudian menganalisis secara sistematis sesuai dengan tahapan - tahapan, maka didapatlah jawaban dari rumusan masalah mengenai pembelajaran di sanggar Ringkang Gumiwang. Berdasarkan hasil penelitian dan

pembahasan, peneliti dapat menyimpulkan hasil penelitian sebagai berikut :

Sanggar Ringkang Gumiwang dikenal masyarakat/banyak orang. dengan program Pasanggiri Jaipongan yang diadakan setiap setahun sekali. Sanggar ini memiliki prospek yang bagus, jika kegiatan pasanggiri tersebut dilaksanakan dengan lebih baik serta didukung oleh rancangan acara dan pengurus yang lebih berpengalaman dan professional.

Pengelolaan program pembelajaran dan sistem organisasi kepengurusan sanggar, dinilai masih kurang, karena banyak bagian yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Berikut penjelasan secara rinci mengenai pengelolaan dan pembelajaran tari di sanggar Ringkang Gumiwang:

Pada umumnya proses pembelajaran di sanggar Ringkang Gumiwang tidak dilaksanakan secara formal, meskipun begitu, pembelajarannya sudah cukup memenuhi kebutuhan siswa dalam mempelajari tari, dilihat dari metode pembelajaran yang digunakan yaitu demonstrasi, secara keseluruhan proses pembelajaran berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan, hampir semua siswa dapat menerima materi dan menghafal tiap – tiap gerak yang di contohkan pelatih, meskipun belum sempurna. Namun dilihat dari sistem pengelolaan pembelajaran, terkait materi disampaikan tidak sesuai dengan program yang dibuat, sehingga dapat

disimpulkan bahwa proses pembelajarannya belum terkontrol dengan baik karena kendala yang ada belum bisa terselesaikan.

(18)

untuk mengkoreksi setiap gerak siswa lebih detil. Serta koordinasi antara pihak pengurus gedung Yayasan Pusat kebudayaan dan pengelola sanggar Ringkang Gumiwang yang kurang membuat siswa harus mencari – cari ruangan pelaksanaan pembelajaran jika ruangan utama yang biasanya digunakan sedang disewa untuk pesta/hajatan.

Pelaksanaan pembelajaran tari di sanggar Ringkang Gumiwang tidak sesuai

dengan program yang ada, dari hasil penelitian yang didapat mengenai program pembelajaran di sanggar ini, materi tari yang diajarkan ada dua jenis tarian, yaitu tari klasik dan jaipongan, namun pada kenyataanya materi yang diajarkan hanya jaipongan, hal ini dikarenakan kendala yang pada akhirnya menyebabkan tidak terealisasinya program yang sudah dirancang, yaitu siswa yang lebih tertarik dengan materi tari jaipongan dibandingkan dengan tari klasik. Selanjutnya mengenai media atau alat yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu media audio yaitu

CD player dan Speaker aktif.

Proses penilaian pembelajaran atau evaluasi di sanggar Ringkang Gumiwang memiliki aspek yang sesuai dengan kaidah tari yaitu aspek wiraga, wirahma, dan wirasa. Kegiatan evaluasi yang dilakukan di sanggar Ringkang Gumiwang dilaksanakan dalam bentuk pergelaran atau performance. Hal ini membawa dampak positif dalam pembelajaran seni tari sebab pertunjukan merupakan wujud nyata dari hasil pembelajaran tari. Namun juga membawa dampak negatif, yaitu kualitas keterampilan hasil pembelajaran siswa kurang maksimal dalam pelaksanaannya.

B. Saran

1. Pengelola Sanggar Ringkang Gumiwang

Pada saat ini keberadaan sanggar Ringkang Gumiwang berada pada kondisi yang selalu mendukung untuk terus eksis dalam menumbuhkan kecintaan terhadap seni tari tradisi, khhususnya jaipongan, namun ada beberapa hal yang perlu dibenahi agar pengelolaan sanggar Ringkang Gumiwang lebih terarah tujuannya dalam

(19)

sanggar, misalnya dengan meminta dukungan kepada pihak – pihak terkait ataupun lembaga baik dukungan material ataupun dukungan lain yang dapat mendukung pengembangan sanggar Ringkang Gumiwang.

2. Bagi Pelatih Sanggar Ringkang Gumiwang

Pelaksanaan pembelajaran akan berjalan dengan optimal apabila didukung

oleh persiapan yang matang, oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran tari di sanggar Ringkang Gumiwang akan lebih baik jika dibuat lebih terstruktur dengan diawali kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup. Serta pelatih lebih banyak memberikan koreksi – koreksi terhadap gerakan siswa yang dinilai masih belum memenuhi criteria. Dengan begitu akan meningkatkan pembelajaran lebih efektif dan kualitas pembelajaran menjadi lebih maksimal.

3. Bagi Pemerintah

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Chalil, Achjar . (2008). Pembelajaran berbasis fitrah . /achjar chalil hudaya latucosina . ---Cet 1--- Jakarta : Balai Pustaka

Susilana, Rudi (2002). Kurikulum dan Pembelajaran. Tim Pengembang MKDK Kurikulum dan Pembelajaran. FIP-UPI Bandung

Uno, B Hamzah. (2010). Perencanaan Pembelajaran. Bumi Aksara

Syaripudin, Tatang . Landasan Pendidikan. Sub Koordinator MKDP Landasan Pendidikan FIP-UPI Bandung

Sudjana, Djuju. (2004). Pendidikan Nonformal. Bandung : Falah Production

Slameto. (2010). Belajar dan Factor – Factor yang Mempengaruhi. Jakarta : Rineka

Cipta

Sugiyono.( 2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta Nazir, Moh. (2011). Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia

Siregar, E dan Nara, H . (2011). Belajar dan Pembelajaran. Bogor : Ghalia Indonesia

Djamarah dan Zain. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Sumber Internet

elearning.unesa.ac.id/.../teori-pembelajaran-tari.pdf

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/456/jbptunikompp-gdl-restiardha-22770-5-unikom_r-i.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/Gedung_Yayasan_Pusat_Kebudayaan http://www.scribd.com/doc/52091259/15/Sumber-Data-Penelitian

http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2108155-pengertian-pengelolaan/#ixzz26vvuXznM Harsoyo (1977:121)

Referensi

Dokumen terkait

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif, heran dengan alasan Ahok bahwa penyerapan anggaran rendah lantaran banyak program yang tidak jelas.. “Bagaimana bisa

Promotion mix adalah kombinasi strategi yang paling baik dari periklanan, personal selling , dan alat promosi yang lain yang semuanya direncanakan untuk mencapai

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA GURU DI SMA LABORATORIUM PERCONTOHAN UPI BANDUNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Sahabat MQ/ Forum Umat Islam FUI mencurigai/ adanya permainan untuk menyudutkan Islam di balik isu terorisme yang selalu dikaitkan dengan aksi oleh kelompok Islam

perkembangan yang lebih modern, menjadikan informasi sebagai suatu lahan yang luas dan. strategis untuk dihimpun, diolah,

Draft RUU keperawatan yang sampai saat ini masih berada di tangan DPR ini sendiri/ telah mengalami sekitar 19 kali perubahan// Dan di draft yang ke 20 inilah/

Dengan mempertimbangkan kedua parameter penggerak tersebut diprakirakan total kebutuhan energi di Propinsi DIY meningkat dari 4,68 juta SBM pada tahun 2008 menjadi 16,28 juta SBM

Pada tanggal 3 dan 4 Oktober, di Goethe Institute Jakarta, KKPK bermaksud meluncurkan laporan hasil proses Tahun Kebenaran tentang 40 tahun kekerasan dan rekomendasi