PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

64 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN

INSTITUSIONAL, DAN UKURAN PERUSAHAAN

TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi

Universitas Sebelas Maret Surakarta

Diajukan Oleh : Arif Budianto

F1305527

PROGRAM S1 AKUNTANSI NON REGULER

FAKULTAS EKONOMI

(2)
(3)
(4)
(5)

MOTTO

“Hanya kepada lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan.”

(Q.S Al Fatihah : 5)

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari

suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmu-lah hendaknya kamu berharap.”

(Q.S Al Insyirah :5-8)

(6)

Karya kecil ini kupersembahkan kepada :

·

Bapak dan Ibu ku tercinta

·

Adik-adikku tersayang

·

Sahabat-sahabat ku

(7)

KATA PENGANTAR

Assalaamua’alaikum Wr.Wb.

Dengan memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan”. Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat guna mencapai gelar sarjana ekonomi jurusan akuntansi di Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Keberhasilan penulisan skripsi ini tentu tidak terlepas dari dukungan dan bantuan berbagai pihak. Setulus hati penulis menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu hingga terselesainya skripsi ini :

1. Bapak Prof. DR. Bambang Sutopo, M.Com., Ak selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah Memberikan ijin menyusun skripsi.

2. Bapak Drs. Jaka Winarna, M.Si., Ak selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah menyetujui permohonan penyusunan skripsi ini.

3. Ibu Dra. Falikhatun, M.Si., Ak selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah menyetujui permohonan penyusunan skripsi ini.

4. Ibu Dra. Setianingtyas Honggowati, MM, Ak selaku Pembimbing Skripsi yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan serta kesabaran dalam manghadapi penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

5. Seluruh Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan ilmu-ilmu teori maupun terapan. 6. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat

(8)

Semoga budi baik yang telah Bapak, Ibu dan saudara berikan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat di masa sekarang dan yang akan datang.

Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.

(9)
(10)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL... i

ABSTRAKSI... ii

ABSTRACT ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN... iv

HALAMAN PENGESAHAN... v

HALAMAN MOTTO... vi

HALAMAN PERSEMBAHAN... vii

KATA PENGANTAR... viii

DAFTAR ISI... x

DAFTAR GAMBAR... xiii

DAFTAR TABEL... xiv

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Perumusan Masalah... 7

C. Tujuan Penelitian... 8

D. Manfaat Penelitian... 8

E. Sistematika Penulisan... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 10

(11)

B. Kepemilikan Manajerial dan Nilai Perusahaan ... 12

C. Kepemilikan Institusional dan Nilai Perusahaan... 15

D. Ukuran Perusahaan dan Nilai Perusahaan... 19

E. Kerangka Pemikiran ... 22

BAB III METODE PENELITIAN... 23

A. Desain Penelitian ... 23

B. Data Populasi dan Sampel ... 23

C. Definisi Operasional Variabel ... 24

1. Variabel Dependen ... 24

2. Variabel Independen... 24

a. Kepemilikan Manajerial ... 24

b. Kepemilikan Institusional... 25

c. Ukuran Perusahaan ... 25

D. Analisa Data ... 25

1. Statistik Deskriptif ... 25

2. Uji Asumsi Klasik ... 25

a. Uji Normalitas Data... 25

b. Uji Multikolinieritas ... 26

c. Uji Autokorelasi ... 26

d. Uji Heteroskedastisitas ... 27

3. Uji Hipotesis ... 28

(12)

b. Nilai F ... 28

c. Nilai t ... 29

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN... 31

A. Hasil Pengumpulan Data ... 31

B. Statistik Deskriptif... 32

C. Uji Normalitas Data... 33

D. Analisis Data ... 34

1. Uji Multikolinieritas ... 34

2. Uji Autokorelasi ... 35

3. Uji Heteroskedastisitas ... 35

E. Uji Hipotesis... 37

1. Koefisien Determinasi (Adjusted R2)... 37

2. Nilai F Regresi ... 37

3. Nilai t ... 38

BAB V PENUTUP... 42

A. Kesimpulan ... 42

B. Implikasi Penelitian ... 42

C. Keterbatasan dan Saran ... 43 DAFTAR PUSTAKA

(13)

DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1 Kerangka Pemikiran ... 22

(14)

DAFTAR TABEL

Tabel IV.1 Hasil Pengambilan Sampel ... 31

Tabel IV.2 Statistik Deskriptif ... 32

Tabel IV.3 Uji Normalitas Data... 33

Tabel IV.4 Uji Multikolineritas ... 34

Tabel IV.5 Uji Autokorelasi... 35

Tabel IV.6 Uji F Regresi... 37

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

(16)

ABSTRAKSI

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia perioda tahun 2006-2008.

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indoensia. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Periode penelitian tahun 2006 sampai dengan tahun 2008. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda.

(17)
(18)

ABSTRACT Indonesia Stock Exchange in the period 2006-2008.

The population in this study is a manufacturing company on Indonesia Stock Exchange. The sampling is taken with purposive sampling methods. Data analysis was performed using multiple regression.

The results of this study indicate that: 1). managerial ownership had no significance influence on firm value. This can be proved from the regression coefficient of 1.373 with significance for 0.380. The results of this study do not support research Haruman (2008), 2). institutional ownership had positive significance influence on firm value. This can be proved from the regression coefficient of 2.979 with a significance of 0.008. The results of this study support the research of Chu (2005). 3). firm size had positive significance influence on firm value. This can be proved from the regression coefficient of 2.96E-013 with with a significance of 0.001. The results of this study support the research of Rachmawati and Triatmoko (2007).

(19)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perusahaan didirikan dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan sehingga dapat memberikan kemakmuran bagi pemilik atau para pemegang saham (Siallagan dan Machfoedz, 2006). Jensen (1986) menyebutkan bahwa dalam akuntansi keuangan dikenal apa yang disebut dengan teori keagenan. Teori ini menjelaskan bahwa pemegang saham sebagai pemilik perusahaan (disebut prinsipal) mendelegasikan tugas dan wewenang kepada manajemen (disebut agen) untuk mengelola perusahaan. Pemegang saham sebagai pemilik perusahaan berada diluar perusahaan sehingga tidak dapat sepenuhnya mengawasi kinerja perusahaan. Manajemen berada dalam perusahaan sehingga lebih mengetahui akan kondisi perusahaan yang sesungguhnya. Hal ini menyebabkan terjadinya konflik keagenan yang disebabkan karena informasi yang tidak simetri antara manajemen dan pemegang saham.

Silveira and Barros (2007) mendefinisikan nilai perusahaan sebagai apresiasi/penghargaan investor terhadap sebuah perusahaan. Nilai tersebut tercermin pada harga saham perusahaan. Dalam penelitian ini nilai perusahaan diukur dengan price to book value. Investor yang menilai perusahaan memiliki

(20)

prospek yang baik di masa depan akan cenderung membeli saham perusahaan tersebut. Akibatnya permintaan saham yang tinggi menyebabkan harga saham meningkat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa harga saham yang meningkat menunjukan bahwa investor memberikan nilai yang tinggi terhadap perusahaan. Dengan meningkatnya harga saham pemegang saham akan mendapatkan keuntungan melalui capital gains. Aspek utama yang menyebabkan investor memberikan nilai lebih terhadap perusahaan adalah kinerja perusahaan yang tercermin dalam angka laba. Secaca umum investor menilai laba yang tinggi menunjukan prospek yang baik di masa depan.

(21)

pemilik perusahaan diharapkan akan dapat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan sehingga dapat mengoptimalkan nilai perusahaan.

Clay (2002) menyebutkan bahwa aspek persebaran kepemilikan dalam perusahaan merupakan hal yang penting dalam keuangan perusahaan. Teori keagenan mencoba menjelaskan hubungan antara manajer dan pemilik perusahaan. Kepemilikan institusional merupakan wujud prinsipal yang diharapkan berperan dalam aspek pengawasan yang dapat mempengaruhi kebijakan pihak manajemen. Kepemilikan saham oleh pihak institusi lain memberikan dampak yang positif terhadap nilai perusahaan. Kepemilikan oleh pihak institusional akan berpengaruh terhadap aspek pengendalian perusahaan terutama berkaitan dengan perilaku manajer. Pemilik institusional memiliki hak suara dalam rapat pemegang saham sehingga memiliki peran yang penting dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan perusahaan, kebijakan karyawan dan pemberian insentif bagi manajer.

(22)

kebijakan investasi, kebijakan pendanaan dan dividen. Menurut Haruman (2008), Apabila sumber pendanaan internal tidak mencukupi, maka perusahaan akan mengambil sumber pendanaan dari luar, salah satunya dari hutang.

(23)

perusahaan dan berarti pula mempengaruhi keputusan keuangan yang terdiri dari keputusan investasi, keuangan dan kebijakan dividen.

Wardhani (2006) menyebutkan apabila perusahaan tersebut dimiliki oleh investor institusional maka pasar modal akan bereaksi positif karena kepemilikan oleh institusi dapat meningkatkan aspek pengawasan terhadap perusahaan. Namun, apabila struktur kepemilikan perusahaan dimiliki oleh dewan direksi atau dewan komisarisnya maka dewan tersebut justru akan cenderung melakukan tindakan-tindakan yang menguntungkannya secara pribadi. Oleh karena itu dengan kepemilikan perusahaaan dimiliki oleh direksi maka akan semakin meningkat maka keputusan yang diambil oleh direksi akan lebih cenderung untuk menguntungkan dirinya dan secara keseluruhan akan merugikan perusahaan sehingga kemungkinan nilai perusahaan akan cenderung mengalami penurunan. Kepemilikan manajerial yang besar akan rawan terjadinya asimetri informasi yang dapat menyebabkan manajer melakukan tindakan yang tidak konservatif dengan cara membesar-besarkan laba untuk tujuan memberoleh bonus (Lafond dan Rouchowdhury, 2007).

(24)

dengan mengambil kebijakan yang membesar-besarkan aktiva dan laba. Tujuannya adalah untuk memperoleh bonus atau agar kinerjanya terlihat meningkat. Hal tersebut akan berdampak pada penurunan kinerja pasar yang pada akhirnya akan menurunkan nilai perusahaan. Penelitian ini juga menyebutkan bahwa ukuran perusahaan menjadi salah satu faktor yang menentukan hubungan antara kepemilikan perusahaan dan nilai perusahaan.

Soliha dan Taswan (2002) menunjukkan bahwa variabel size berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Perusahaan besar dapat dengan mudah mengakses ke pasar modal. Kemudahan untuk mengakses ke pasar modal berarti perusahaan memiliki fleksibilitas dan kemampuan untuk mendapatkan dana, karena kemudahan aksebilitas ke pasar modal dan kemampuannya untuk memunculkan dana lebih besar. Adanya kemudahan tersebut ditangkap oleh investor sebagai sinyal positif dan prospek yang baik sehingga size bisa memberikan pengaruh yang positif terhadap nilai perusahaan.

(25)

positif dari perusahaan yang berdampak pada kenaikan harga saham. Dengan struktur kepemilikan yang baik serta adanya informasi akan ukuran perusahaan diharapkan pasar akan bereaksi sehingga dapat berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Penelitian ini akan menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya antara lain penelitian Haruman (2008) menguji pengaruh struktur kepemilikan terhadap keputusan keuangan dan nilai perusahaan, sedangkan penelitian ini secara langsung menguji struktur kepemilikan perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan menambahkan variabel ukuran perusahaan dengan mengacu kepada penelitian Soliha dan Taswan (2002). Haruman (2008) melakukan penelitian pada perusahaan manufaktur tahun 1995-2005, sedangkan penelitian ini masih menggunakan perusahaan manufaktur sebagai sampel namun dengan perioda penelitian yang berbeda yaitu dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2008.

B. Perumusan Masalah

(26)

C. Tujuan Penelitian

1. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan.

2. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan.

3. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.

D. Manfaat Penelitian 1. Bagi akademisi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi serta dapat dijadikan dasar dalam mengembangkan penelitian selanjutnya tentang nilai perusahaan.

2. Bagi Investor

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar investor untuk memahami beberapa faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan.

3. Bagi Perusahaan

Bagi perusahaan hendaknya dapat mengoptimalkan nilai perusahaan dengan cara pihak-pihak yang capabel dalam struktur kepemilikan perusahaan.

(27)

Bab pertama merupakan pendahuluan yang membahas tentang latar belakang penulisan penelitian. Selain itu dibahas juga tentang perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II : Tinjauan Pustaka

Bab ini membahas telaah literatur yang mendukung hipotesis dalam penelitian ini. Meliputi berbagai review penelitian terdahulu dan teori yang digunakan dalam menyusun hipotesis penelitian.

BAB III : Metoda Penelitian

Bab ini membahas tentang populasi, sampel dan teknik pengumpulan data, definisi operasional variabel dan metoda analisis data

BAB IV : Analisis dan Hasil Penelitian

Bab ini membahas tentang analisis data, yang merupakan analisis penelitian yang membahas hasil pengumpulan data, pengolahan data, pengujian asumsi klasik, pengujian hipotesis dan penjelasan dalam rangka menyusun kesimpulan.

BAB V : Kesimpulan

(28)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Nilai Perusahaan

Siallagan dan Machfoedz (2006) menyatakan bahwa tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan. Rendahnya kualitas laba akan dapat membuat kesalahan pembuatan keputusan para pemakainya seperti investor dan kreditor, sehingga nilai perusahaan akan berkurang. Wahyudi dan Pawestri (2006) menyatakan nilai perusahaan akan tercermin dari harga pasar sahamnya. Nilai perusahaan dalam studi ini dibatasi pada nilai yang diberikan oleh pelaku pasar saham terhadap kinerja perusahaan. Nilai tersebut merupakan apresiasi pasar saham jika harga saham di atas nilai buku per lembar saham. Sebaliknya nilai tersebut merupakan depresiasi pasar saham jika harga saham di bawah nilai buku per lembar saham. Dalam studi ini ukuran nilai perusahaan menggunakan nilai pasar dalam bentuk harga saham terhadap nilai buku saham. Harga saham perusahaan merupakan reaksi pasar terhadap keseluruhan kondisi perusahaan sebagai cerminan nilai perusahaan yang diwujudkan dalam bentuk harga saham perusahaan.

Christiawan dan Tarigan (2004) menyatakan beberapa konsep nilai yang menjelaskan nilai suatu perusahaan antara lain: nilai nominal, nilai pasar, nilai intrinsik, nilai buku dan nilai likuidasi. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum secara formal dalam anggaran dasar perseroan, disebutkan secara eksplisit dalam

(29)

neraca perusahaan, dan juga ditulis jelas dalam surat saham kolektif. Nilai pasar, sering disebut kurs adalah harga yang terjadi dari proses tawar-menawar di pasar saham. Nilai ini hanya bisa ditentukan jika saham perusahaan dijual di pasar saham. Nilai intrinsik merupakan konsep yang paling abstrak, karena mengacu pada perkiraan nilai riil suatu perusahaan. Nilai perusahaan dalam konsep nilai intrinsik ini bukan sekadar harga dari sekumpulan aset, melainkan nilai perusahaan sebagai entitas bisnis yang memiliki kemampuan menghasilkan keuntungan di kemudian hari. Sedangkan nilai buku adalah nilai perusahaan yang dihitung dengan dasar konsep akuntansi Nilai likuidasi itu adalah nilai jual seluruh aset perusahaan setelah diukurangi semua kewajiban yang harus dipenuhi.

Christiawan dan Tarigan (2004) menyimpulkan bahwa konsep yang paling representatif untuk menentukan nilai perusahaan adalah pendekatan konsep nilai intrinsik. Tetapi memperkirakan nilai intrinsik sangat sulit, sebab untuk menentukannya orang membutuhkan kemampuan mengidentifikasi variabel-variabel signifikan yang menentukan keuntungan suatu perusahaan. Variabel itu berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain. Selain itu, penentuan nilai intrinsik juga memerlukan kemampuan memprediksi arah kecenderungan yang akan terjadi di kemudian hari. Karena itulah, maka nilai pasar digunakan dengan alasan kemudahan data juga didasarkan pada penilaian yang moderat.

(30)

diperoleh dari investasi yang ditanamkannya berupa capital gain dan dividen yang merupakan bagian keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham. Dalam hal ini manajer harus memutuskan apakah laba yang diperoleh perusahaan selama satu periode akan dibagikan seluruhnya atau hanya sebagian yang dibagikan sebagai dividen dan sisanya ditahan perusahaan atau biasa disebut laba ditahan (retained earning). Pembagian dividen sebagian besar dipengaruhi oleh perilaku investor yang umumnya lebih memilih pembagian dividen yang tinggi sehingga mengakibatkan retained earning menjadi rendah. Dalam kondisi informasi yang tidak seimbang (Asymmetric Information), para manajer dapat menggunakan strategi dalam kebijakan dividen untuk menangkal isu-isu yang tidak diharapkan oleh perusahaan-perusahaan di masa yang akan datang.

Ngui et al. (2007) menyatakan bahwa komposisi struktur kepemilikan yang optimal akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Struktur kepemilikan diproksikan dengan kepemilikan oleh blockholder dan kepemilikan oleh insider. Struktur kepemilikan yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan yang meningkat akan diikuti oleh kenaikan harga saham perusahaan yang menunjukkan investor memberikan penilaian yang tinggi terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

B. Kepemilikan Manajerial dan Nilai Perusahaan

(31)

oleh jumlah utang dan equity tetapi juga oleh prosentase kepemilikan oleh

manager dan institusional (Jensen, 1986). Kepemilikan manajerial adalah kepemilikan saham oleh pihak manajemen perusahaan. Kepemilikan saham manajerial dapat mensejajarkan antara kepentingan pemegang saham dengan manajer, karena manajer ikut merasakan langsung manfaat dari keputusan yang diambil dan manajer yang menanggung risiko apabila ada kerugian yang timbul sebagai konsekuensi dari pengambilan keputusan yang salah. Hal tersebut menyatakan bahwa semakin besar proporsi kepemilikan manajemen pada perusahaan akan dapat menyatukan kepentingan antara manajer dengan pemegang saham, sehingga kinerja perusahaan semakin bagus (Jensen, 1986).

(32)

meningkat pula. Penelitian yang mengkaitkan kepemilikan manajerial dengan nilai perusahaan menunjukkan hasil yang berbeda diantara peneliti. Soliha dan Taswan (2002) menemukan hubungan yang signifikan dan positif antara kepemilikan menajerial dan nilai perusahaan. Sedangkan hasil penelitian Benson dan Davinson (2008) menunjukkan hasil yang negatif antara kepemilikan manajerial dan nilai perusahaan.

Haruman (2008) menyatakan bahwa Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam struktur kepemilikan, antara lain: (1) Kepemilikan sebagian kecil saham perusahaan oleh manajemen mempengaruhi kecenderungan untuk memaksimalkan nilai pemegang saham dibanding sekedar mencapai tujuan perusahaan semata; (2) Kepemilikan yang terkonsentrasi memberi insentif kepada pemegang saham mayoritas untuk berpartisipasi secara aktif dalam perusahaan; (3) Identitas pemilik menentukan prioritas tujuan sosial perusahaan dan (4) maksimalisasi nilai pemegang saham, misalnya perusahaan milik pemerintah cenderung untuk mengikuti tujuan politik dibanding tujuan perusahaan. Variabel institutional ownership memiliki pengaruh dengan arah hubungan positif. Tingginya kepemilikan oleh institutsi akan meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan. Pengawasan yang tinggi ini akan meminimalisasi tingkat penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan oleh pihak manajemen yang akan menurunkan nilai perusahaan.

(33)

accrual dan nilai perusahaan yang diukur dengan Tobin’s Q, menyimpulkan dari hasil pengujiannya bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh secara positif terhadap kualitas laba, sedangkan pengaruh kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan adalah negatif. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Haruman (2008) menunjukan bahwa variabel managerial ownership memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan dengan arah hubungan negatif. Penurunan nilai perusahaan ini diakibatkan karena tindakan oportunistik yang dilakukan oleh para pemegang saham managerial. Kepemilikan managerial menginginkan pendapatan yang tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan investasi perusahaanya, sehingga apabila kepemilikan manajerial tinggi maka akan cenderung pasar bereaksi negatif yang menyebabkan nilai perusahaan turun.

H1 : Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan

C. Kepemilikan Institusional dan Nilai Perusahaan

(34)

terjadi di dalam perusahaan semakin berkurang dan nilai perusahaan juga dapat semakin meningkat. Selain itu, dengan semakin kuatnya tingkat pengendalian yang dilakukan oleh pihak eksternal tersebut maka diharapkan tingkat pengendalian internal perusahaan juga semakin baik.

Wahyudi dan Pawestri (2006) mengungkapkan dalam jangka panjang, tujuan perusahaan adalah mengoptimalkan nilai perusahaan. Optimalisasi nilai perusahaan yang merupakan tujuan perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan fungsi manajemen keuangan, dimana satu keputusan keuangan yang diambil akan mempengaruhi keputusan keuangan lainnya dan berdampak pada nilai perusahaan. Semakin tinggi nilai perusahaan menggambarkan semakin sejahtera pula pemiliknya Semakin tinggi kepemilikan institusional maka semakin kuat kontrol eksternal terhadap perusahaan dan mengurangi agency cost, sehingga perusahaan akan menggunakan dividen yang rendah. Dengan adanya kontrol yang ketat, menyebabkan manajer menggunakan utang pada tingkat rendah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya financial distress dan risiko kebangkrutan

Ujiyantho dan Pramuka (2007) melakukan penelitian tentang mekanisme

(35)

Pengujian secara parsial menunjukan bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba, kepemilikan manajerial berpengaruh negatif signifikan terhadap manajemen laba, proporsi dewan komisaris independen berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba, jumlah dewan komisaris tidak berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba. Manajemen laba (discretionary accruals) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan (cash flow return on assets).

Silveira and Barros (2007) melakukan penelitian tentang kualitas corporate governance dan nilai perusahaan di Brazil. Penelitian dilakukan pada 154 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Brazil. Corporate governance dalam penelitian tersebut diukur dengan Governance Indeks Question (IGOV). Nilai perusahaan diproksikan dengan Tobin’s Q dan PBV. Analisis dilakukan dengan menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas Corporate governance berpengaruh terhadap Tobin’s Q pada tingkat signifikansi 5% dan berpengaruh terhadap PBV pada tingkat signifikansi 1%.

(36)

kesejahteraan pemegang saham. Jumlah pemegang saham besar (large shareholders) mempunyai arti penting dalam memonitor perilaku manajer dalam perusahaan. Dengan adanya konsentrasi kepemilikan, maka para pemegang saham besar seperti institusional investors akan dapat memonitor tim manajemen secara lebih efektif dan dapat meningkatkan nilai perusahaan jika terjadi takeover. Selain itu, konsentrasi kepemilikan pada pihak luar perusahaan berpengaruh positif pada nilai perusahaan.

(37)

sekarang. Investor institusional menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan analisis investasi dan mereka memiliki akses atas informasi yang terlalu mahal perolehannya bagi investor lain. Investor institusional akan melakukan monitoring secara efektif dan tidak akan mudah diperdaya dengan tindakan manipulasi yang dilakukan manajer.

H2 : Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan

D. Ukuran perusahaan dan Nilai Perusahaan

(38)

akan lebih banyak dipilih investor karena jaminan kepastian operasi dan prospek bisnis masa depan yang lebih baik. Hal ini akan direspon dengan peningkatan harga saham perusahaan yang menyebabkan peningkatan nilai perusahaan.

Mak dan Kusnadi (2002) melakukan penelitian tentang pengaruh corporate governance terhadap nilai perusahaan dengan memperhatikan beberapa faktor keuangan seperti size dan leverage. Dalam penelitian tersebut nilai perusahaan diukur dengan Tobin’s Q sedangkan corporate governance

diproksikan dengan menggunakan struktur kepemilikan, ukuran dewan komisaris dan komisaris independen. Penelitian dilakukan pada periode krisis keuangan asia tenggara pada tahun 1997 sampai tahun 1999. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara corporate governance terhadap nilai perusahaan. Selain itu hasil penelitian ini juga menjelaskan bahwa kepemilikan oleh manajer akan menurunkan nilai perusahaan, kepemilikan oleh outsider akan meningkatkan nilai perusahaan sedangkan ukuran perusahaan juga akan berdampak positif terhadap nilai perusahaan.

(39)

perusahaan berhubungan dengan adanya resiko premuim kredit, perusahaan dengan ukuran perusahaan yang kecil akan lebih rawan terhadap kebangkrutan. Penelitian ini juga membuktikan bahwa aspek likuiditas terpengaruh oleh ukuran perusahaan, perusahaan kecil memiliki likuiditas saham yang lebih rendah jika dibandingkan dengan perusahaan besar.

Perusahaan yang berukuran besar memiliki basis pemegang kepentingan yang lebih luas, sehingga berbagai kebijakan perusahaan besar akan berdampak lebih besar terhadap kepentingan publik dibandingkan dengan perusahaan kecil. Bagi investor kebijakan perusahaan akan berimplikasi terhadap prospek cash flow

dimasa yang akan datang. Sedangkan bagi regulator (pemerintah) akan berdampak terhadap besarnya pajak yang akan diterima, serta efektifitas peran pemberian perlindungan terhadap masyarakat secara umum. Sejumlah studi telah mengemukakan bahwa ukuran perusahaan akan berpengaruh pada kebijakan hutang perusahaan. Semakin besar perusahaan maka semakin banyak dana yang digunakan untuk menjalankan operasi perusahaan. Salah satu sumbernya adalah hutang. Brigham (1999) menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi cenderung membutuhkan dana dari sumber eksternal yang besar. Peningkatan hutang bisa meningkatkan nilai perusahaan.

(40)

E. Kerangka Pemikiran

Berdasarkan tinjauan pustakan dan pengembangan hipotesis di atas maka kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah :

Gambar II.1 Kerangka Pemikiran

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan ukuran perusahaan. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan.

Kepemilikan Manajerial

Kepemilikan Institusional

Ukuran Perusahaan

Nilai Perusahaan H1

H2

(41)

BAB III

METODA PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Penelitan ini merupakan penelitian empiris yang bertujuan untuk menguji hipotesis (hyphothesis testing). Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.

B. Data, Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2008. Data diambil dari laporan keungan yang dipublikasikan melalui website Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id). Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur. Data dalam penelitian ini diambil dengan metode purposive sampling dengan kriteria :

1. Perusahaan manufaktur

2. Menerbitkan laporan keuangan dengan tanggal 31 Desember. 3. Tidak delisting selama tahun 2006-2008.

4. Menerbitkan laporan keuangan dalam mata uang indonesia.

5. Memiliki data-data keuangan lengkap sesuai dengan kebutuhan penulis.

(42)

C. Definisi Operasional Variabel 1. Variabel dependen

Variabel Variabel dependen dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan. Nilai perusahaan dapat didefinisikan sebagai apresiasi/penghargaan investor terhadap sebuah perusahaan. Nilai tersebut tercermin pada harga saham perusahaan. Investor yang menilai perusahaan memiliki prospek yang baik di masa depan akan cenderung membeli saham perusahaan tersebut. Akibatnya permintaan saham yang tinggi menyebabkan harga saham meningkat. Nilai perusahaan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan di hadapan investor. Nilai perusahaan dalam penelitian ini diproksikan dengan price to book value (PBV)

PBV =

(43)

b. Kepemilikan Institusional

Kepemilikan institusional diproksikan dengan prosentase kepemilikan saham oleh institusi lain diluar perusahaan mengacu pada Wahyudi dan Pawestri (2006). Apabila perusahaan dimiliki lebih dari satu institusi maka yang dimaksud dengan kepemilikan institusional adalah jumlah total prosentase lembar saham yang dimiliki oleh intitusi tersebut. c. Ukuran perusahaan

Ukuran perusahaan dalam penelitian ini diproksikan dengan total aktiva perusahaan mengacu pada penelitian Rahmawati dan Triatmoko (2007).

D. Analisis Data

1. Statistik Deskriptif

Sebelum melakukan uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji statistik umum yang berupa statistik deskriptif. Statistik deskriptif meliputi mean, minimum, maksimum serta standar deviasi yang bertujuan mengetahui distribusi data yang menjadi sampel penelitian

2. Uji Asumsi Klasik a) Uji Normalitas Data

(44)

dilakukan dengan menggunakan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov. Data dikatakan terdistribusi dengan normal apabila hasil pengujian menunjukan nilai residual memiliki signifikansi diatas 5%.

b) Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen yang lainnya sama dengan nol. Uji multikolinieritas dilakukan dengan melihat tolerance value dan value-inflating factor (VIF). Nilai yang umum dipakai adalah tolerance value 0,10 dan VIF lebih kecil dari 10.

c) Uji Autokorelasi

Ghozali (2005) menyatakan bahwa uji autokorelasi adalah sebuah pengujian yang bertujuan untuk menguji apakah di dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1. Jika terjadi korelasi nama dinamakan problem autokorelasi. Autokorelasi terjadi karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Autokorelasi diuji dengan menggunakan Durbin-Watson. Kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:

(45)

(b) Jika d1 < d < du, maka tidak ada kepastian apakah terjadi autokorelasi

atau tidak (ragu-ragu)

(c) Jika 4-d1 < d < 4, maka terjadi autokorelasi negatif

(d) Jika 4-du < d < 4-d1, maka tidak ada kepastian apakah terjadi

autokorelasi atau tidak (ragu-ragu)

(e) Jika du < d < 4-du, maka tidak terjadi autokorelasi baik positif atau

negatif.

d) Uji Heteroskedastisitas

Ghozali (2005) menyatakan bahwa uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance

(46)

3. Uji Hipotesis

Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Persamaan regresi dalam penelitian ini adalah :

NP =  + β1 MAN + β2 INT + β3 SIZE+ e Keterangan :

NP = Nilai Perusahaan

MAN = Kepemilikan Manajerial INT = Kepemilikan Institusional SIZE = ukuran perusahaan β1–β3 = Koefisisien Regresi e = eror

(a) Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi adalah nilai yang menunjukkan seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan variabel dependennya. Nilai koefisien determinasi (R2) dilihat pada hasil pengujian regresi linier berganda untuk variabel independen terhadap variabel dependennya. Koefisien determinasi dapat dilihat dari nilai adjusted R2.

(b) Nilai F

(47)

variabel dependen. Melalui nilai F ini penulis akan menguji apakah kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan berpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap nilai perusahaan. Langkah- langkah pengujiannya sebagai berikut :

a) Menentukan formulasi hipotesis.

H0: b1 = b2 = b3 = b4 = b5 = b6 = 0 (variabel independen secara

serentak tidak berpengaruh terhadap variabel dependen)

Ha : b1¹ b2 ¹ b3 ¹b4 ¹b5 ¹b6 ¹0 (variabel independen secara

serentak berpengaruh terhadap variabel dependen) b) Menentukan tingkat signifikasi (a = 5 %)

c) Kriteria pengujian.

Dilihat dari P-value yang muncul Jika P<a, maka Ha diterima Jika P>a,maka Ha ditolak (c) Nilai t

(48)

Langkah- langkah pengujiannya sebagai berikut : a) Menentukan formulasi hipotesis.

H0: b1 = b2 = b3 = b4 = b5 = b6 = 0 (variabel independen secara

individu tidak berpengaruh terhadap variabel dependen)

Ha : b1¹ b2¹ b3¹ b3¹ b3¹ b3¹ 0 (variabel independen secara

individu berpengaruh terhadap variabel dependen) b) Menentukan tingkat signifikasi (a= 5 %)

c) Kriteria pengujian.

(49)

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengumpulan Data

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2008. Rincian sampel penelitian ini tersaji pada tabel sebagai berikut :

Tabel IV. 1

Hasil Pengambilan Sampel

Kriteria Sampel Jumlah

Perusahaan Manufaktur terdaftar 2008 151

Perusahaan yang menjadi sampel penelitian 98

Jumlah observasi selama tahun 2006-2008 294

Data outlier 148

Jumlah Observasi Setelah Outlier 146

Sumber : Indonesian Capital Market Directory

Dari tabel di atas diketahui bahwa jumlah sampel tahun 2006 sampai dengan tahun 2008 masing-masing 98 perusahaan per tahun sehingga jumlah observasi selama tahun 2006-2008 sebanyak 294 perusahaan. Dari 294 data dilakukan uji outlier. Jumlah data outlier sebanyak 148 dari 294 data sehingga jumlah observasi selama tahun 2006-2008 menjadi 146 perusahaan.

(50)

B. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif bertujuan untuk melihat distribusi data dari variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Berikut ini statistik deskriptif dari masing-masing variabel penelitian :

Tabel IV.2 Statistik Deskriptif

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

SIZE

146 33674096945.00 000000.00 24073000

15044883 Manj = kepemilikan manajerial

Pbv = price to book value (nilai perusahaan)

Variabel kepemilikan manajerial memiliki nilai minimum sebesar 0.00 dengan nilai maksimum 0.90. Nilai rata-rata kepemilikan manajerialsebesar 0.05 dengan standar deviasi sebesar 0.15. Variabel kepemilikan institusional memiliki nilai minimum sebesar 0.00 dengan nilai maksimum 0.98. Nilai rata-rata kepemilikan institusional sebesar 0.67 dengan standar deviasi sebesar 0.21.

(51)

ukuran perusahaan sebesar 1.504.488.332.081 dengan standar deviasi sebesar 1.504.488.332.081. Variabel nilai perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 0.17 dengan nilai maksimum 13.00. Nilai rata-rata nilai perusahaan sebesar 3.43 dengan standar deviasi sebesar 2.86.

C. Uji Normalitas Data

Uji Normalitas bertujuan mengetahui apakah data yang digunakan dalam penelitian telah terdistribusi dengan normal. Ghozali (2005) data terdistribusi dengan normal jika residual terdistribusi dengan normal, yaitu hasil pengujian dengan One-Sample Kolmogorov Smirnov test memberikan hasil signifikansi di atas 0,05. Hasil uji normalitas data tersaji pada tabel berikut ini.

Tabel IV.3 Uji Normalitas Data

Unstandardized Residual

N 146

Normal Parameters(a,b) Mean .0000000

Std. Deviation 2.67194187

Hasil uji normalitas data dengan One-Sample Kolmogorov Smirnov test

(52)

atas 0,05 sehingga penulis menyimpulkan bahwa data dalam penelitian ini telah terdistribusi dengan normal.

D. Analisis Data

1. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik adalah model yang tidak terdapat korelasi antara variabel independen atau korelasi antar variabel independennya rendah. Keberadaan multikolinieritas di deteksi dengan Varians Inflating Factor (VIF) dan Tolerance (Ghozali, 2005). Hasil uji multikolinieritas tersaji pada tabel berikut ini :

Tabel IV.4 Uji Multikolinieritas

Variabel Tolerance VIF Keterangan

Size 0.986 1.014 Tidak terdapat multikolinieritas Institusional 0.869 1.150 Tidak terdapat multikolinieritas Manj 0.870 1.150 Tidak terdapat multikolinieritas Sumber : Hasil Pengolahan Data

(53)

2. Uji Autokorelasi

Autokorelasi dalam penelitian ini dideteksi dengan menggunakan uji Durbin Watson yaitu dengan membandingkan nilai Durbin Watson hitung (d) dengan nilai Durbin Watson tabel yaitu batas lebih tinggi (upper bond atau du)

dan batas lebih rendah (lower bond atau d1). Cara lain untuk mendeteksi

autokorelasi adalah menggunakan kriteria yang diungkapkan Santoso (2000) yang mengatakan bila nilai DW hitung mendekati +2 maka dalam model regresi tidak terjadi autokorelasi. Hasil uji autokorelasi dengan Durbin Watson dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel IV.5 Uji Autokorelasi

D-W Hitung Kriteria Keterangan

1.997 Mendekati + 2 Tidak terdapat autokorelasi Sumber : Hasil Pengolahan Data

Hasil uji autokorelasi dengan menggunakan uji Durbin Watson menunjukan nilai DW hitung sebesar 1.997. Hasil tersebut mendekati nilai +2 sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi autokorelasi.

3. Uji Heteroskedastisitas

(54)

Regression Standardized Predicted Value

atau tidak heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini diuji dengan scaterplots. Hasil uji heteroskedastisitas persamaan regresi disajikan pada gambar berikut ini :

Gambar IV.1 Uji Heteroskedastisitas

Sumber : Hasil Pengolahan Data

(55)

E. Uji Hipotesis

1. Koefisien Determinasi (Adjusted R2)

Koefisien determinasi mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Hasil uji regresi menunjukan nilai adjusted R2sebesar 0.110 atau 11 %. Hal ini menunjukan 11 % perubahan nilai perusahaan dipengaruhi oleh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan. Sedangkan 89% lainnya dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.

2. Nilai F Regresi

Nilai F regresi merupakan pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh secara simultan variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil nilai F dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel IV.6 Nilai F Regresi

Nilai F Hitung P-Value Keterangan

6.963 0.000 Signifikan

Sumber : Hasil Pengolahan Data

(56)

3. Nilai t

Nilai t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Hasil nilai t dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel IV.7 Hasil Uji Hipotesis

Variabel Koefisien Regresi t-hitung P-Value

Konstanta 0.886 1.077 0.283

Size 2.96E-013 3.473 .001*

Institusional 2.979 2.694 .008*

Manj 1.373 .881 .380

Sumber : Hasil Pengolahan Data Keterangan: * signifikan pada α = 1% Pengujian Hipotesis ke-1

(57)

penelitian Wahyudi dan Pawestri (2006) yang menyatakan struktur kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap nilai perusahaan baik secara langsung maupun melalui keputusan pendanaan. Hasil penelitian ini juga tidak mendukung hasil penelitian Haruman (2008) yang membuktikan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Penulis menduga hasil yang tidak mendukung penelitian sebelumnya ini disebabkan oleh perbedaan sampel yang digunakan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya. Selain itu, penulis menduga perbedaan hasil ini disebabkan kepemilikan manajerial yang digunakan dalam penelitian ini memiliki rata-rata persentase yang kecil. Penulis menduga pasar saham tidak bereaksi terhadap komposisi kepemilikan manajerial yang kecil karena dinilai tidak akan menimbulkan perilaku oportunis yang dapat merugikan perusahaan.

Pengujian Hipotesis ke-2

(58)

kebijakan keuangan perusahaan. Sehingga tetap dapat menjaga tujuan utama manajemen yaitu untuk meningkatkan nilai dan kesejahteraan pemegang saham. Jumlah pemegang saham besar (large shareholders) mempunyai arti penting dalam memonitor perilaku manajer dalam perusahaan. Hasil penelitian ini juga mendukung hasil penelitian Rachmawati dan Triatmoko (2007) menyatakan bahwa dalam hubungannya dengan fungsi monitor, investor institusional diyakini memiliki kemampuan untuk memonitor tindakan manajemen lebih baik dibandingkan investor individual. Investor institusional akan melakukan monitoring secara efektif dan tidak akan mudah diperdaya dengan tindakan manipulasi yang dilakukan manajer sehingga dapat meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan.

Pengujian Hipotesis ke-3

(59)
(60)

BAB V KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2008. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa :

1. Kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian Haruman (2008).

2. Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Chu (2005).

3. Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Rachmawati dan Triatmoko (2007).

B. Implikasi Penelitian 1. Bagi Praktisi

Bagi praktisi dalam hal ini investor hendaknya mempertimbangkan aspek kepemilikan perusahaan berupa kepemilikan institusional karena dapat meningkatkan aspek pengawasan terhadap manajemen. Bagi investor yang lebih suka menghindari resiko disarankan untuk berinvestasi pada perusahaan

(61)

yang besar karena perusahaan besar telah memiliki kestabilan dalam aktivitas operasional dan memiliki tingkat kepastian return yang cukup tinggi.

2. Bagi Manajemen

Manajamen hendaknya mempertimbangkan berbagai hal terkait dengan publikasi informasi. Hal ini dikarenakan informasi yang bersifat positif merupakan sinyal baik akan kondisi perusahaan dimasa depan yang dapat meningkatkan nilai perusahaan.

C. Keterbasan dan Saran

1. Penelitian ini hanya menggunakan perusahaan manufaktur sebagai sampel sehingga diperlukan kehati-hatian dalam melakukan generalisasi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengambil sampel pada jenis industri lain diluar manufaktur.

2. Penelitian ini hanya menggunakan periode penelitian 2006-2008, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperpanjang periode penelitian.

(62)

DAFTAR PUSTAKA

Barros, Lucas Ayres B. de C. and Alexandre Di Miceli da Silveira. 2007. Overconfidence, Managerial Optimisme and the Determinants of Capital Structure. Available on line at www.ssrn.com

Benson, Bradly.W and Wallace N. Davinson. Reexamining the Managerial Ownership Effect on Firm Value. Available on line at www.ssrn.com

Boediono, Gideon SB., 2005. Kualitas Laba: Studi Pengaruh Mekanisme Corporate Governance dan Dampak Manajemen Laba dengan Menggunakan Analisis Jalur. Simposium Nasional Akuntansi 8 : Ikatan Akuntan Indonesia.

Brigham, Eugene; Louis C. Gapenski dan Philip R. Daves. 1999. Intermediate Financial Management. New Jersey-USA: Prentice-Hall.

Christiawan, Yulius Jogi dan Josua Tarigan. 2004. Kepemilikan Manajeral: Kebijakan Hutang, Kinerja dan Nilai Perusahaan. Available on line at www.petra.ac.id

Chu, Ei Yet. 2005. Large shareholder, capital structure and diversification. Evidence from Malaysia manufacturing firms. Available on line at www.ssrn.com Clay, Darin.G. 2002. Institutional Ownership and Firm Value. Available on line at

www.ssrn.com

Deb Solvan.S and Chaturvedula. 2002. Ownership Structure and Firm Value: Empirical Study on Corporate governance System of Indian Firms. Avalable on line at www.ssrn.com

Haruman, Tendi. 2008. Pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap Keputusan Keuangan Dan Nilai Perusahaan Survey pada Perusahaan Manufaktur di PT. Bursa Efek Indonesia. SNA XI : Ikatan Akuntan Indonesia.

Jensen, Michael. C. 1986. Agency Costs of Free Cash Flow, Corporate Finance, and Takeovers. AEA Papers and Proceedings, May, Vol. 76 No. 2, 323-329. Mak, Y.T. and Yuanto Kusnadi. 2002. Size really matters: further evidence on the

(63)

Ngui, Kwang Sing, Mung ling V, Eidith. A.L. 2007. The effects of insider and blockholder ownerships on firm performance: the mediating role of internal governance mechanisms. Avalable on line at www.ssrn.com

Okada, Kengo. 2006. Size Effect and Firm Size : New Relationship with Value Effect. Avalable on line at www.ssrn.com

Rachmawati, Andri dan Hanung Triatmoko. 2007. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Laba dan Nilai Perusahaan. SNA 10 : Ikatan Akuntan Indonesia

Siallagan, Hamonangan dan Mas’ud Machfoedz. 2006. Mekanisme corporate governance, kualitas laba dan nilai perusahaan. SNA IX : Ikatan Akuntan Indonesia.

Silvera, alexandre, Lucas aryes and C. Barros. 2007. Corporate Governance Quality and Firm Value in Brazil. Avalable on line at www.ssrn.com

Soliha, Euis, dan Taswan, 2002. Pengaruh Kebijakan Hutang terhadap Nilai Perusahaan serta Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya. Jurnal Bisnis dan Ekonomi, September, h 1-17.

Ujiyantho, Muh. Arief, dan B. A. Pramuka, 2007. Mekanisme Corporate Governance, Manajemen Laba dan Kinerja Keuangan: Studi Pada Perusahaan Go Publik Sektor Manufaktur. Kumpulan Makalah, Simposium Nasional Akuntansi (SNA) X, Makassar, 26-27 Juli, h 1-26.

Wahyudi dan Pawestri, Hartini.P. 2006. Implikasi struktur Kepemilikan Terhadap Nilai Perusahaan dengan keputusan keuangan sebagai variabel intervening. SNA IX : Ikantan Akuntan Indonesia.

(64)

Figur

Gambar II.1
Gambar II 1 . View in document p.40
Tabel IV. 1
Tabel IV 1 . View in document p.49
Tabel IV.2
Tabel IV 2 . View in document p.50
Tabel IV.3
Tabel IV 3 . View in document p.51
Gambar IV.1
Gambar IV 1 . View in document p.54
Tabel IV.6 Nilai F Regresi
Tabel IV 6 Nilai F Regresi . View in document p.55
Tabel IV.7
Tabel IV 7 . View in document p.56

Referensi

Memperbarui...