i
PROGRAMKREATIVITASMAHASISWA
JUDULPROGRAM
Tamia“TamanKimia” Education sebagai WahanaEdukatifdanRekreatif BelajarKimiayangMenarik untukSiswaSMPdanSMA
BIDANGKEGIATAN: PKM-GAGASAN TERTULIS
Diusulkan oleh:
Punisih 13303244008 2013
Retnani Arum Pertiwi 13303241060 2013
Defy Kusumaningrum 13301241022 2013
Dhias Kartika Ningrum 14304241024 2014
Neny Andriyani 14304241022 2014
UNIVERSITAS NEGERIYOGYAKARTA YOGYAKARTA
2015
ii
iii
DAFTARISI
HALAMANJUDUL ... i
HALAMANPENGESAHAN ... ii
DAFTARISI ... iii
DAFTARGAMBAR... iv
DAFTARTABEL ... v
RINGKASAN... vi
1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan ... 2
C. Manfaat ... 3
2. GAGASAN A. Kondisi Kekinian... 3
B. Solusi yang Pernah Ditawarkan ... 4
C. Gagasan Baru yang Ditawarkan ... 5
D. Pihak-pihak yang Mengimplementasikan Gagasan ... 6
E. Langkah-langkah Strategis Implementasi Gagasan ... 7
3. KESIMPULAN A. Inti Gagasan ... 8
B. Teknik Implementasi Gagasan ... 8
C. Prediksi Hasil yang Diperoleh ... 9
4. DAFTARPUSTAKA... 9
5. LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran1. Biodata Ketua dan Anggota ... …10-15 Lampiran2. Susunan Organisasi Tim dan Pembagian Tugas………...16
Lampiran3. Surat Pernyataan Ketua Tim ...17
iv
DAFTARGAMBAR
Gambar 1. Taman Pintar Yogyakarta………3
Gambar 2. Zonasi di Taman Pintar Yogyakarta……….4
Gambar 3. Desain Bentuk Bangunan TamiaEducation………7
Gambar 4. Ruang Perpustakaan Kimia……….………7
v
DAFTARTABEL
Tabel 1. Beberapa objekscience di TamiaEducation………………..6
Tabel 2. Biaya Masuk TamiaEducation………7
vi
RINGKASAN
Pelajaran kimia dianggap sebagian besar siswa menjadi pelajaran yang sulit dipahami dan dimengerti. Permasalahan pembelajaran kimia yang sampai saat ini belum mendapat pemecahan secara tuntas adalah adanya anggapan pada diri siswa bahwa pelajaran ini sulit dipahami dan dimengerti. Akan tetapi, taman pintar dan model pembelajaran belum mampu membuat perubahan yang signifikan untuk hasil belajar kimia menjadilebih baik dancakap dalam praktiknya. Selain itudi Yogyakarta belum ada taman rekreasi yang mengerucut dan terfokus pada satu bidang keilmuan, seperti taman kimia khusus untuk keilmuan kimia, sehingga taman kimia memiliki peran yang penting sebagai tempat untuk belajar kimia secara keseluruhan dan dengan suasana belajar yang berbeda dengan di sekolah.
Tamia “taman kimia” education sebagai wahana edukatif dan rekreatif belajar kimia yang menarik untuk siswa smp dan sma. Tujuan taman kimia education adalah menyediakan sarana belajar kimia yang rekreatif dan edukatif , memfasilitasisiswa smpdansmauntuk mengembangkan soft skilldalampraktik yang berhubungan dengan pembelajaran kimia, memberikan model pembelajaran kimia yang menyenangakan bagi siswa smp dan sma, menambah pengetahuan tentang aplikasi kimia dalam kehidupan sehari-hari, menyediakan lapangan pekerjaan bagi sarjana lulusan kimia dan pendidikan kimia sebagai guide di taman kimia, meningkatkan pemahaman dan kecakapan praktik kimia siswa smp dan sma serta memberi alternatif wisata sains. Infrastuktur Tamia Education dibagi menjadi dua area yaitu outdoor area dan in door area. Di indoor area terdiri dari beberapa zona yaitu zona praktikum kimia, zona peralatan praktkum kimia, zona chemical substance, zona alat peraga kimia, zona tokoh ilmuwan kimia, zona kimia dalam kehidupan, zona kimia organik, zona kimia anorganik, zona praktikum kimia lingkungan, miniautur taman kimia, zona pengetahuan keselamatan dan keamanan kerja laboratorium, dll. Sedangkan di outdoor area terdiridaritamangazebo kimiadengan free wifi, galerikimia, green street area, markim (market kimia), mushola, area permainan kimia, patung tokoh kimia, akuarium ikan, foodcourtchem, ATM center dll. Akses masuk Tamia Education di buat sistem yaitu dengan menggunakan kartu kimia dengan biaya masuk sebesar Rp 15 000,00/ orang untuk siswa smp dan sma. Sedangkan untuk umum (selain siswa smp dan sma) sebesar Rp 20.000/orang, serta untuk turis tiket masuk sebesar Rp 30.000,00/orang. Dana dari tiket masuk digunakan sebagai program pengembangan taman kimia agar fasilitas dan sarana prasarana tetap terjaga dan berkembang dengan baik, dengan begitu infrastruktur dan layanan, serta publikasi taman kimiaeducation ini dapat berjalan dengan baik.
vi
1. PENDAHULUAN A.LatarBelakang
KeberadaankimiadalamkurikulumSMA,kecualidipandang sebagai ilmu dasar juga dapat dijadikan “kendaraan” untuk mengembangkan/ menumbuhkan kecerdasan siswa, antara lain kemampuan bernalar dan memecahkan permasalahan secara ilmiah. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran kimia dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan menjadi momok bagi peserta didik. Dari beberapa mata pelajaran yang ada saat ini, kimia merupakan salah satu mata pelajaran yan diangap sulit oleh
kebanyakan siswa.Terbukti dari data Indeks hasil ujian nasional (UN) tahun 2013 pada jurusan IPA secara nasional, nilai bahasa Indonesia 68,41, Biologi 63,88, Bahasa Inggris 71,50, Matematika 56,96, Fisika 59,15 , dan Kimia 64,93. (Kemdikbud, 2013)
(http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/Artikel-UN-Pasca-Konvensi
diakses pada hari Selasa, 10 Maret 2015 pukul 15.00 WIB.)
Rendahnya Hasil belajar kimia yang diperoleh siswa mungkin disebabkanpengajarankimia yangkurang menarikdanterkesansulit, sehingga siswa terlebih dulu merasa jenuh ataupun tidak suka untuk mempelajarinya.
Permasalahan pembelajaran kimia yang sampai saat ini belum mendapat pemecahan secara tuntas adalah adanya anggapan pada diri siswa bahwa pelajaran ini sulit dipahami dan dimengerti. Permasalahan ini mendorong untuk membuat metode pembelajaran kimia yang menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan maka diperlukan inovasi dalam proses pembelajaran ini. Oleh karena itu, penulis merancang Tamia “Taman Kimia” Education sebagai Wahana Edukatif dan Rekreatif Belajar Kimia yang Menarik untuk Siswa SMP dan SMA. Harapannya, inovasi ini mampu menyediakansaranabelajar kimiayang rekreatif danedukatif untuk siswa smp dan sma.
B.Tujuan
1. Mengetahui pentingnya taman kimia bagi siswa smp dan sma. 2. Mengetahui tujuan dari Tamia “Taman Kimia”.
3. Mengetahui wahana pembelajaran apasaja yang ada di Tamia Education.
C.Manfaat
1. Siswa smp dan sma memperoleh sarana belajar kimia yang rekreatif dan edukatif.
2. Siswa mampu mengembangkansoftskill dalam praktik yang berhubungan dengan pembelajaran kimia.
3. Siswa memperoleh model pembelajaran kimia yang menyenangkan. 4. Siswa memperoleh pengetahuan tentang aplikasi kimia dalam
kehidupan sehari-hari.
2. GAGASAN A.KondisiKekinian
Kimia merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang harus dikuasai siswa jurusan IPA karena mata pelajaran ini merupakan mata pelajaran yang masuk dalam Ujian Nasional. Namun pada saat ini tingkat penguasaan materi siswa terhadap pelajaran kimia masih sangat rendah. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Syah dalam Chusna, dkk (2013) menunjukkan bahwa rendahnya hasil belajar siswa disebabkan adanya faktor yang mempengaruhi seorang siswa dapat mencapai keberhasilan belajar kimia, antara lain faktor internal, faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar. Pelajaran kimia dianggap sebagian besar siswa menjadi pelajaran yang sulit dipahami dan dimengerti. (http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/Artikel-UN-Pasca-Konvensi)
Hasil UAN siswa tahun pelajaran 2005/2006 dengan nilai rata-rata kimia 6.26, tahun pelajaran 2006/2007 nilai rata-rata 6.22, tahun pelajaran 2007/2008 nilai rata-rata kimia 7.13, sedangkan tahun 2008/2009 menjadi 7.34. (http://Puspendik.com)
Permasalahan pembelajaran kimia yang sampai saat ini belum mendapat pemecahan secara tuntas adalah adanya anggapan pada diri siswa bahwa pelajaran ini sulit dipahami dan dimengerti. Hal ini menyebabkan pelajaran kimia tidak disukai, bahkan sebagian siswa bersikap antipati dan menganggapnya sebagai momok. Menghadapi realitas perkembangan dunia semacam itu, dan wujud kepedulian terhadap pendidikan, maka Pemerintah Kota Yogyakarta menggagas sebuah ide
untuk Pembangunan “Taman Pintar”.
3
B.SolusiyangPernah Ditawarkan
Permasalahan pembelajaran kimia ini mendorong untuk membuat metode pembelajaran kimia yang menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan.
1. Metode tersebut diberi nama model pembelajaran kimia rekreasi. Metode ini mengedepankan usaha menciptakan situasi belajar kimia bernuansagembira yangdapatmembuatsiswa merasaasyik,dilakukan di luar maupun di dalam kelas.
Dalam metode ini, dia menerapkan lima macam pembelajaran kimia rekreasi yaitu :
a. belajar kimia sambil bernyanyi b. puitisisasi kimia
c. kuis kimia
d. karyawisata atau berkunjung ke objek wisata
e. Menghapal delapan golongan unsur dengan kalimat jenaka (jembatan keledai).
Bernyanyi sambil belajar kimia, contohnya. Metode ini menggunakan pendekatan lagu atau nyanyian. Konsep dan sub konsep yang ada pada suatu pokok bahasan dirumuskan dalam bentuk bait lagu yang iramanya diambil dari lagu-lagu yang sudah dikenal siswa. Demikian pula dengan puitisasi kimia. Ini menggunakan pendekatan keindahan puisi.
(https://kimiaji.wordpress.com/2012/08/16/usdiklat-kementerian- agama-ciputat-diikuti-35-orang-peserta-utusan-kanwil-kementerian- agama/ )
2. Taman Pintar Yogyakarta
4
Adapun wujud kepedulian Pemerintah Kota Yogyakarta pada tahun 2004 menggagas pembangunan sebuah "taman pintar" untuk mewujudkan kepedulian pemerintah kota terhadap dunia pendidikan. Inovasi yang diambil oleh pemerintah kota tidak hanya dilakukan dengan menuangkan konsep sains dan teknologi ke dalam alat peraga, tetapi juga membentuk varian baru dalam
pemenuhan layanan dasar.
Dengan Target Pembangunan Taman Pintar adalah memperkenalkan science kepada siswa mulai dari dini, harapan lebih luas kreatifitas anak didik terus diasah, sehingga bangsa Indonesia tidak hanya menjadi sasaran eksploitasi pasar teknologi belaka, tetapi juga berusaha untuk dapat menciptakan teknologi sendiri. http://www.wisatajogja.co.id/taman-pintar-yogyakarta-tempat-
wisata-edukasi/
Taman Pintar memiliki berbagai fasilitas yaitu: zona playground, zona paud barat dan paud timur, gedung oval, gedung kotak ,gedung
memorabilia, planetarium, zona sarana pelengkap (terdiri dari: exhibition
hall, ruang audio visual, radio anak Jogja, musholla, masjid, lift, food
court, souvenir counter, ATM center). (http://www.yipd.or.id/en/public-
service/taman-pintar-yogyakarta-alternatif-layanan-publik-pendidikan-
kota-yogyakarta)
Akan tetapi, taman
pintar dan model
pembelajaran belum
mampu membuat
perubahan yang signifikan untuk hasil belajar kimia menjadi lebih baik dan cakap dalam praktiknya. Selain itu di Yogyakarta
5
belum ada taman rekreasi yang mengerucut dan terfokus pada satu bidang keilmuan, seperti taman kimia khusus untuk keilmuan kimia, sehingga taman kimia memiliki peran yang penting sebagai tempat untuk belajar kimia secara keseluruhan dengan suasana belajar yang berbeda dengan di sekolah.
C. Gagasan BaruyangDitawarkan
Tamia“taman kimia” educationsebagai wahanaedukatifdan rekreatif belajar kimia yang menarik untuk siswa smp dan sma. Berbagai pertimbangan taman kimia ini akan di lokasikan di Kota Yogyakarta karena Kota Yogyakarta telah dikenal sebagai kota pendidikan selain juga dikenal sebagai kota budaya dengan buktinya yaitu lulusan, proses, manajemen dan sarana prasarana serta lingkungan pendidikan yang mendukung. Dengan kondisi yang potensial di atas telah menarik minat para pelajar dan mahasiswa dari luar daerah yang datang untuk menuntut ilmu di Kota Yogyakarta. Secara langsung maupun tidak langsung hal tersebut dapat mendorong semakin tumbuh dan berkembangnya perekonomian daerah dan mampu menjadi wahana edukatif dan rekreatif untuk siswa smp dan sma yang efektif dan efisien sehingga pelajar dapat memperdalam pemahaman soal materi-materi pelajaran kimia yang telah diterima di sekolah dan sekaligus berekreasi. Tamia “taman kimia” education lebih memperkenalkan dan memfokuskan wahana alat peraga dan eksperimen dan uji coba laboratorium dari yang sederhana sampai rumit kepada siswa smp dan sma, selain banyak objek science kimia lainnya.(http://www.jogja.go.id/app/modules/roadmap/images/RPJM D_2007-2011.pdf)
Tujuan taman kimia education adalah menyediakan sarana belajar kimia yang rekreatif dan edukatif , memfasilitasi siswa smp dan sma untuk mengembangkan soft skill dalam praktik yang berhubungan dengan pembelajaran kimia, memberikan model pembelajaran kimia yang menyenangakan bagi siswa smp dan sma, menambah pengetahuan tentang aplikasi kimia dalam kehidupan sehari-hari, menyediakan lapangan pekerjaan bagi sarjana lulusan kimia dan pendidikan kimia sebagai guide di taman kimia, meningkatkan pemahaman dan kecakapan praktik kimia siswa smp dan sma serta memberi alternatif wisata sains.
Tabel 1.0 Beberapa objekscience di TamiaEducation
6
ilmuwan kimia, zona kimia dalam kehidupan, zona kimia organik, zona kimia anorganik, ruang perpustakaan kimia, zona pengolahan minyak dan gas bumi, zona praktikum kimia lingkungan, miniatur taman kimia, zona pengetahuan keselamatan dan keamanan kerja laboratorium, dll. Di outdoor area terdiri dari taman gazebo kimia dengan free wifi, galeri kimia, green street area, markim (market kimia), mushola, area permainan kimia, patung tokoh kimia, akuarium ikan, food courtchem, rumah batik kimia, ATM center dll. Design di taman kimia education menggunakan design yang menggambarkan semua yang berhubungan dengan ilmu kimia, seperti gedung indoor area di design bentuknya bulat seperti bentuk atom. Kemudian jalan penghubung area indoor dan outdoor dibuat seperti bentuk ikatan antaratom, dan didesain seindah mungkin. Beberapa objek science di TamiaEducation sebagai berikut.
Atomicbreakout Nano teknologi
Polarisasisunglass Lapisanozon
Kursi KristalLiquid Foodchemistry
Tanggaelektrochemical Acidrain
Fenomenalangitutara Fantasticfluids
Warna Balok keseimbangan
7
Gambar4. RuangPerpustakaan Kimia
http://kualalumpurcityguide.com
Gambar3. Desain BentukBangunan TamiaEducation
www.google.com
Akses masuk Tamia Education di buat sistem yaitu dengan menggun akankartu kimia. Kartu ini berbarcode yang memiliki warna yang berbeda-beda sesuai dengan kriteria pengunjungnya. Kartu ini bentuknya mirip dengan kartu tanda mahasiswa yang ber-barcode yang di beri desain batik kimia.
Tabel2.BiayaMasukTamiaEducation
Dana dari tiket masuk digunakan sebagai program pengembangan taman kimia agar fasilitas dan sarana prasarana tetap terjaga dan berkembang dengan
baik. Selain itu, dana pengembangan taman kimia lainya yaitu dari galeri kimia, market kimia, food court chem, dengan begitu infrastruktur dan layanan, serta publikasi taman kimiaeducation ini dapat berjalan dengan baik.
D.Pihak-pihakyang Mengimplementasikan Gagasan
Pihak-pihak yang terlibat untuk merealisasikan gagasan penulis adalah sebagai berikut.
Kriteria Pengunjung Biaya Warna Entry Card
Pelajar Rp 10.000,00/orang Hijau
Umum Rp 20.000,00/orang, Kuning
Mahasiswa Rp 15.000,00/orang Merah
(Suyono.2008. Peran Teknik Sipil dalam Penataan Ruang. 8
E
(http://penataanruang.pu.go.id/taru/sejarah/BAB%2010.6%20footer.pdf)
E.Langkah-langkahStrategisImplementasi Gagasan
Langkah-langkah penulis untuk mencapai perealisasian gagasan ini antara lain:
Tahap 1: Membahas tujuan dan pembangunan visi
Pada tahap awal diperlukan pertemuan besar yang melibatkan orang-orang yang terdiri dari perwakilan pemerintahan, perusahan-perusahan, dan pihak sarjana/ ahli kimia untuk berkumpul, membahas konsep dan menyatukan pandangan dan tujuan.
Pihak yang Terlibat Peran
Pemerintah Daerah Pendukung untuk memperlancar jalannya kegiatan dan fasilitator.
Dinas Pendidikan Berperan dalam pembinaan, pengawasan, pengendalian serta evaluasi mengenai konten - konten yang termuat dalam wahana rekreasi TamiaEducation.
Dinas Pariwisata
Berperan dalam pengelolaan, pembinaan, promosi, pengembangan akomodasi, pariwisata dalam daerah tersebut.
Arsitektur Arsitek bersama teknik sipil bekerja sama untuk membuat rancangan bangunan Tamia Education, arsitek lebih berperan dalam menentukan aspek estetika dalam bangunan. Teknik sipil Perencanaan tata ruang, menetapkan letak atau
lokasi semua kegiatan sosial ekonomi prasarana dan sarana yang diperlukan termasuk memperkirakan biaya pembangunannya.
Ahli kimia /Sarjana kimia Pengendalian teknis kimia berbahaya yang ada dalam wahana, pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) Kimia, pengelolaan limbah kimia yang ada di taman bermain serta sebagai guide pengunjung TamiaEducation.
Tahap2: Mengembangkankerjasamadanmenyusunagenda.
Karena banyaknya hal yang akan dihadapi dalam meciptakan proyek ini, maka diperlukan kerja sama yang baik antara pihak-pihak yang berkemampuan menyelesaikannya. Kerja sama yang dimaksud dapat berupa konsultasi, kerja sama pengerjaan poyek maupaun penyampaian informasi.
Tahap 3: Menggerakkan pihak yang terlibat dan merealisasikan proyek Taman KimiaEducation.
Tahap 4 : Sosialisasi dan memperluas jaringan komunikasi dalam rangka mempromosikan Taman Kimia Education di berbagai kalangan di Yogyakarta khususnya.
Tahap 5 : Evaluasi, monitoring hasil realisasi Taman KimiaEducation. 3.KESIMPULAN
A.IntiGagasan
Tamia “taman kimia” education sebagai wahana edukatif dan rekreatif belajar kimia yang menarik untuk siswa smp dan sma. Tujuan taman kimia education adalah menyediakan sarana belajar kimia yang rekreatif dan edukatif , memfasilitasi siswa smp dan sma untuk mengembangkan soft skill dalam praktik yang berhubungan dengan pembelajaran kimia, memberikan model pembelajaran kimia yang menyenangakan bagi siswa smp dan sma, menambah pengetahuan tentang aplikasi kimia dalam kehidupan sehari-hari, menyediakan lapangan pekerjaan bagi sarjana lulusan kimia dan pendidikan kimia sebagaiguide di taman kimia, meningkatkan pemahaman dan kecakapan praktik kimia siswa smp dan sma serta memberi alternatif wisata sains. Adapun zonasi TamiaEducation dibagi menjadi dua area yaitu outdoorarea danindoor area.. Akses masuk Tamia Education di buat sistem yaitu dengan menggunakan kartu kimia dengan biaya masuk sebesar Rp 15.000,00/ orang untuk siswa smp dan sma. Sedangkan untuk umum (selain siswa smp dan sma) sebesar Rp 20.000/orang, serta untuk turis tiket masuk sebesar Rp 30.000,00/orang.
B.TeknikImplementasiGagasan
Langkah implementasi membutuhkan perencanaan yang matang agar bisaterealisasidenganbaik,acceptable,danberkelanjutan. Dalamhal ini diperlukan tahap-tahap sebagai berikut :
Tahap 1 : Membahas tujuan dan pembangunan visi
Tahap 2 : Mengembangkan kerja sama dan menyusun agenda. Tahap 3 : Menggerakkan pihak yang terlibat dan merealisasikan
proyek Taman KimiaEducation.
Tahap 4 : Sosialisasi dan memperluas jaringan komunikasi dalam rangka mempromosikan Taman Kimia Education di berbagai kalangan di Yogyakarta khususnya.
9
C.PrediksiHasilyangDiperoleh
Rencana pembuatan Tamia (Taman Kimia) sebagai Wahana Edukatif dan Rekreatif Belajar Kimia yang Menarik untuk Siswa SMP dan SMA ini digunakan sebagai solusi meningkatkan minat belajar siswa terhadap pelajaran Kimia. Dengan media pembelajaran yang interaktif, menyenangkan dan berbasis teknologi tersebut diharapkan kimia tidak lagi menjadi momok menyeramkan bagi siswa dan dapat meningkatkan pengetahuan serta pemahaman siswa terhadap pelajaran Kimia .
Yogyakarta sebagai kota pelajar, merupakan tempat yang tepat untukpengaplikasianproyek ini,dimanaYogyakartayangnotabene memiliki banyak sekolah maupun perguruan tinggi yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Konsep ini sangat cocok dengan tujuan tersebut karena kebutuhan dan kondisi yang ada, kerja sama yang baik antara pihak-pihak terkait dan masyarakat sangatlah dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan proyek pembuatan Taman Kimia ini yang akan turut meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
DAFTARPUSTAKA Anonim.---.---. diakses dari
http://www.wisatajogja.co.id/taman-pintar-yogyakarta-tempat-wisata-edukasi/ pada hari Selasa, 10 Maret 2015 pukul 15.00 WIB.
Anonim.---.---. diakses dari
http://www.yipd.or.id/en/public-service/taman-pintar-yogyakarta-alternatif- layanan-publik-pendidikan-kota-yogyakarta pada hari Selasa, 10 Maret 2015 pukul 15.00 WIB.
Anonim.---.---. diakses dari
http://www.jogja.go.id/app/modules/roadmap/images/RPJMD_2007-2011.pdf diakses pada hari Kamis, 12 Maret 2015 pukul 13.00 WIB.
Anonim.---. Kualalumpurcityguide. diakses dari
http://kualalumpurcityguide.com diakses pada hari Jumat, 20 Maret 2015 puk ul 15.00 WIB.
Anonim.---. w Desain Bentuk Bangunan Tamia Education diakses dari
www.google.comdiakses pada hari Jumat, 20 Maret 2015 pukul 15.00 WIB. Kemdiknas.2014. Artikel-UN-Pasca-Konvensi. diakses dari
http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/Artikel-UN-Pasca-Konvensi pada hari Selasa, 10 Maret 2015 pukul 15.00 WIB.
Kimiaji .2012. Husdiklat Kementerian Agamaciputat- Diikuti 35 Orang Peserta Utusan Kanwil Kementerian Agama diakses dari
/https://kimiaji.wordpress.com/2012/08/16/usdiklat-kementerian-agama-ciputat- diikuti-35-orang-peserta-utusan-kanwil-kementerian-agama/ pada
hari sabtu, 28 Februari 2015, pukul 14.47 WIB.
Suyono.2008. Peran Teknik Sipil dalam Penataan Ruang.
http://penataanruang.pu.go.id/taru/sejarah/BAB%2010.6%20footer.pdf pukul 10.41 wib.
16
Lampiran2. SusunanOrganisasi TimKegiatandanPembagian Tugas
No Nama/ NIM Program
1. Punisih/13303244008 Pend.Kimia Pendidikan 20Jam Pencetus gagasan, menyusun pembahasan 2. Retnani Arum
Pertiwi/13303241060
Pend.Kimia Pendidikan 15 Jam Menyusun pendahuluan
Pendidikan 15Jam Menyusun pihak-pihak 4. Dhias Kartika Ningrum/
14304241024
Pend Biologi
Pendidikan 15 Jam Menyusun kondisi kekinian dan solusi yang pernah ditawarkan 5. Neny Andriyani/14304241022 Pend
Biologi