TUGAS ELEMEN MESIN II
ANALISA REM BALOK PADA SEPEDA ONTHEL
Dosen Pengampu : Darmanto, ST.M.Eng
Disusun Oleh:
Nama : Mohamad Lasno
NIM : 143010016
Prodi : Teknik Mesin
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
KATA PENGANTAR
Asalamu’alaikumWr. Wb
Puji Syukur Kami Panjatkan Kehadirat Allah SWT Atas Segala Limpahan Rahmat
dan Karunia-Nya, Atas Terselesaikannya Tugas Elemen Mesin ini walaupun masih jauh dari
tahap Kesempurnaan.
Dalam Tugas Elemen Mesin ini, penulis mencoba menganalisa Torsi dan Material
Rem Balok Pada Sepeda Onthel dengan Kemiringan serta Kecepatan Tertentu . Dalam
Menganalisa Rem ini penulis mengambil Data Pendukung dari berbagai Sumber dan
Literatur Dari Buku-Buku Teknik Mesin, Serta Masukan Dari Teman-Teman.
Penulis Hendak Mengucapkan Banyak Terima Kasih kepada Bapak Darmanto,ST.,M
Eng. Yang Sudah membantu serta menjadi pembimbing dalam penyusunan Tugas Elemen
Mesin ini. Serta kepada rekan-rekan mahasiswa jurusan Teknik Mesin Unwahas.
Akhir kata penulis mengharapkan adanya sumbang saran yang dapat bermanfaat bagi
penulis untuk Tercapainya Perencanaan Yang Lebih Baik.
Wasalamu’alaikumWr. Wb
Semarang, 11 November 2016
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang... 1
1.2. Tujuan... 2
1.3. Batasan masalah... 2
BAB II DASAR TEORI
2.1. Rem ... 3
2.2.Klasifikasi Rem ……... 6
2.3. Perencanaan ... 9
BAB III PERHITUNGAN
3.1. Data ... ... 12
3.2. Analisis ... 13
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan... 18
4.2. Saran... 18
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari di zaman yang modern ini, banyak manusia yang
menggunakan tehnologi untuk memudahkan pekerjaannya serta juga efisen dalam
penggunaannya. Termasuk dalam hal ini mobilitas manusia dalam beraktifitas.
Sebelum adanya kendaraan bermotor dahulu banyak orang yang menggunakan
tehnologi sepeda dalam menjalankan aktifitas tersebut, biarpun sekarang banyak
orang yang sudah beralih menggunakan kendaraan bermotor namun bagi sebagian
orang masih banyak yang menggunakan sepeda.
bahkan perkembangan sepeda onthel di nusantara akhir-akhir ini sangat
berkembang pesat, ini terlihat dengan banyaknya sepeda-sepeda yang mulai memadati
jalanan, khususnya di kota-kota besar. hadirnya komunitas-komunitas sepeda onthel
di berbagai wilayah juga turut menjadi saksi betapa pesatnya perkembangan sepeda
onthel ini, tak jarang sekarang banyak masyarakat yang memodifikasi atau
menumpahkan ide-ide kreatif mereka ke dalam sebuah sepeda onthel agar tampilan
sepeda-sepeda tersebut menjadi unik, berbeda dan ini menjadi daya tarik bagi setiap
orang yang melihatnya.
Namun selain hanya membuat unik dan menarik sepeda tersebut, hal yang
perlu diperhatikan saat menaiki sepeda adalah sistem keamanannya. Dan pada sepeda
onthel sistem keamanan tersebut terletak pada Rem. karena rem merupakan salah satu
elemen mesin mekanik yang sangat vital keberadaannya, terutama pada sepeda.
Adanya rem memberikan gaya gesek pada suatu massa yang bergerak sehingga dapat
mengurangi kecepatan suatu benda yang berputar, selain itu sistem rem juga berfungsi
sebagai penjamin sebuah pengendaraan yang aman dan mencegah putaran yang tidak
Dalam perencanaan Rem pada sepeda onthel, hal utama yang harus
diperhatikan adalah besarnya momen pengereman yang harus sesuai dengan yang
dibutuhkan. Di samping itu besarnya energi gesekan yang dirubah menjadi energy
panas juga harus diperhatikan, karena hal ini akan berpengaruh besar terhadap bahan
rem yang akan dipakai, karena pemanasan yang berlebihan bukan hanya akan
merusak bahan lapisan rem, tetapi juga akan menurunkan nilai koefisien geseknya.
Sehingga membuat rem cepat aus dan tidak efektif.
1.2Tujuan
Dikarenakan dalam sebuah perencanaan suatu elemen mesin haruslah akurat dan teliti,
maka dalam analisis Rem Balok pada sepeda onthel ini terdapat beberapa tujuan yang
hendak dicapai, antara lain:
a. Mencari Torsi Pengereman
b. Mencari Material Rem Yang digunakan
DASAR TEORI
2.1 Rem
Rem adalah suatu alat yang berguna untuk menghentikan serta memperlambat putaran
dari suatu poros atau roda yang berputar dengan cara memberikan gaya gesek mekanis pada
poros atau roda yang berputar tersebut. karena adanya gesekan, maka energi kinetik yang
hilang dari benda yang bergerak ini biasanya diubah menjadi energi panas. Sejatinya Sistem
Rem pada sebuah kendaraan merupakan piranti atau elemen mesin yang sangat penting
karena dapat menjamin Keamanan dalam berkendara, dengan tidak berfungsinya rem pada
sebuah kendaraan maka dapat menimbulkan bahaya yang besar dan mengurangi tingkat
keamanan dalam berkendara. (http://pakprofesor.blogspot.co.id/2011/11/pengertian-rem.html) Adapun fungsi dari sistem Rem pada sebuah kendaran ialah:
a. Untuk memperlambat atau menghentikan gerak putar roda kendaraan
b. Mengatur Kecepatan dan Menjamin Keamanan saat Berkendara
c. Guna menahan kendaraan saat berhenti di jalan yang menurun atau menanjak
Pada dasarnya prinsip kerja sistem rem adalah mengubah energi kinetic menjadi energi panas
dengan cara menggesekkan dua buah logam benda yang berputar sehingga membuat
putarannya melambat, oleh sebab itu komponen rem yang bergesekan harus terbuat dari
bahan yang tidak mudah aus, tahan panas dan tidak mudah berubah bentuk saat bekerja pada
suhu tinggi.
Umunya pada sebuah Rem terdapat komponen-komponen utama yang masing-masing
mempunyai fungsi penting dan vital, diantaranya:
a. Backing Plate
Komponen ini biasanya terbuat dari bahan baja yang di press. Bagian belakang dari
backing plate di ikat dengan baut pada real axle housing dan backing plate bagian
depan di ikat dengan baut pada steering knuckle, fungsi dari backing plate adalah
sebagai tempat terjadinya pengereman, karena backing plate sebagai tempat
dipasangkannya sepatu rem, silinder roda, anchorpin serta mekanisme rem tangan
juga dipasangkan pada backing plate.
b. Silinder Penyetel Sepatu
Komponen ini berfungsi sebagai penjamin ujuunhg sepatu rem dan penyetelan
renggang antara sepatu dengan drum. Dan biasanya pada beberapa macam rem,
sebagai pengganti untuk komponen ini maka anchor pin dan kam penyetel sepatu
digunakan terpisah.
(https://yefrichan.files.wordpress.com/2010/05/teori-rem1.doc)
c. Sepatu Rem
Komponen ini berbentuk busur yang disesuaikan dengan lingkaran drum dan
dilengkapi dengan kanvas yang dikeling ataupun direkatkan pada bagian dalam
permukaan dalam sepatu rem, salah satu ujung sepatu rem dihubungkan pada anchor
pin atau baut silinder penyetel sepatu rem dan ujung sepatu rem yang lain
dipasangkan pada roda silinder yang berfungsi untuk mendorong sepatu sepatu ke
drum dan juga sepatu rem ini berhubungan dengan mekanisme rem tangan.
(https://yefrichan.files.wordpress.com/2010/05/teori-rem1.doc)
d. Pegas Pembalik
Pegas pembalik berfungsi untuk menarik kembali sepatu rem pada drum ketika
pijakan rem di bebaskan, dan komponen ini biasanya dipasang di bagian sisi silinder
roda. (https://yefrichan.files.wordpress.com/2010/05/teori-rem1.doc)
e. Kanvas Rem
Kanvas rem dipasangkan pada sepatu rem dan berfungsi untuk menambah tenaga
gesek pada drum. Komponen ini biasanya terbuat dari bahan asbes dicampur dengan
tembaga atau campuran plastic untuk memperoleh tahanan panas yang tinggi dan
tahan aus. (https://yefrichan.files.wordpress.com/2010/05/teori-rem1.doc)
f. Silinder Roda
Silinder roda terdiri dari bodi dan torak yang berfungsi untuk mendorong sepatu rem
ke drum dengan adanya tekanan hidrolik yang dipindahkan dari master silinder. Dan
untuk silinder roda sendiri itu terdapat dua macam, yang satu bekerja pada sepatu rem
di kedua arah, dan yang satunya lagi gerakannya hanya pada satu arah saja.
(https://yefrichan.files.wordpress.com/2010/05/teori-rem1.doc)
g. Drum Rem
Pada umumnya komponen initerbuat dari besi tuang. Drum rem ini dipasangkan
roda. Bila rem ditekan maka kanvas rem akan menekan terhadap permukaan dalam
drum, sehiingga mengakibatkan terjadinya gesekan serta menimbulkan panas pada
drum cukup tinggi (200°C-300°C).
Sehingga untuk mencegah drum ini menjadi terlalu panas, maka ada semacam
drum yang di sekeliling bagian luarnya diberi sirip yang terbuat dari paduan
merupakan rem blok yang paling sederhana. Dan biasanya pada permukaan gesek rem blok
tersebut dipasang lapisan rem atau bahan gesek yang dapat diganti bila sudah aus.
F
Gambar 2.1 Rem Blok Tunggal
(https://yefrichan.files.wordpress.com/2010/12/rem-blok-tunggal.jpg)
namun pada umunya jenis rem ini besarnya gaya F hanya kurang lebih 15 kg – 20 kg saja.
Dan salah satu hal yang kurang menguntungkan rem blok ini adalah gaya tekan yang bekerja
pada drum rem hanya dalam satu arah saja, sehingga pada poros timbul momen lentur serta
gaya tambahan pada bantalan yang tidak dikehendaki. Demikian untuk pelayanan manual jika
diperlukan gaya pengereman yang besar, tuas perlu dibuat sangat panjang sehungga kurang
ringkas. Karena alasan inilah maka rem blok tunggal jarang dipakai pada mesin-mesin yang
memerlukan momen pengereman yang besar.
Jenis rem blok ini menggunakan dua blok rem yang mennekan drum rem dari dua arah yang
berlawanan, baik dari dalam maupun luar drum. Rem dengan blok yang menekan dari luar
dipergunakan untuk mesin-mesin industry dan kereta yang pada umumnya digerakkan secara
pneumatic, sedangkan yang menekan dari dalam dipakai pada kendaraan jalan raya yang
digerakkan secara hidrolik.
Gambar 2.2 Rem Blok Ganda
(https://yefrichan.files.wordpress.com/2010/05/teori-rem1.doc)
Karena memakai dua blok rem, maka momen T yang diserap oleh rem dapat dinyatakan
dengan rumus-rumus. Dengan catatan bahwa besarnya gaya rem dua blok harus sama atau
hampir sama (https://gam-info.blogspot.co.id/2014/08/sistem-rem-klasifikasi.html)
C. Rem Pita
Rem pita pada dasarnya terdiri dari sebuah pita baja yang disebelah dalamnya dilapisi dengan
bahan gesek, drum rem dan tuas. Gaya rem akan timbul apabila pita diikatkan pada drum rem
dengan gaya tarik pada ujung pita tersebut. Jika gaya tarik pada dua ujung pita adalah F1 dan
F2, maka besarnya gaya gesek adalah sama dengan (F1 - F2).
F
F
2F
1Gambar 2.3 Rem Pita (Tunggal)
(https://yefrichan.files.wordpress.com/2010/05/teori-rem1.doc)
D. Rem Drum (Tromol)
Rem drum adalah rem yang bekerja atas dasar gesekan antara sepatu rem dengan drum yang
ikut berputar dengan putaran roda kendaraan. Agar kesekan dapat memperlambat kendaraan
dengan baik maka, sepatu rem dibuat dari bahan yang mempunyai koefisien gesek yang
tinggi. Rem drum memiliki kelemahan jika terendam air, sehingga tidak dapat berfungsi
dengan baik karena koefisien gesek berkurang secara signifikan. Oleh karena itu part ini
mulai ditinggalkan dalam dunia otomotif dan kemudian menggantinya dengan rem cakram.
(https://gam-info.blogspot.co.id/2014/08/sistem-rem-klasifikasi.html)
Gambar 2.4 Rem Drum (Tromol)
(https://dianmotorcell.blogspot.com)
E. Rem Cakram
Rem Cakram adalah perangkat pengereman yang digunakan pada kendaraan modern. Cara
kendaraan, dan untuk menjepit cakram tersebut biasanya digunakan komponen tambahan
yang biasa disebut kaliper, dan kemudian caliper tersebut digerakkan oleh piston untuk
mendorong sepatu rem (brake pads) ke cakram. Jenis rem ini kadang juga digunakan dalam
industry kereta api, sepeda motor dan juga sepeda onthel. Sementara pada mobil balap ,
bahan yang digunakan biasanya dari keramik karena mempunyai daya tahan panas yang
cukup baik dan tahan terhadap proses pengereman yang berlebihan.
Gambar 2.5 Rem Cakram
(https://dianmotorcell.blogspot.com)
2.3 Perencanaan Rem
Untuk mengetahui atau menghitung berapa jarak pengereman yang dibutuhkan dan koefisien
gesek pada material yang akan digunakan adalah menggunakan persamaan sebagai berikut:
1. Energi Potensial
.... (2.1)
(Khurmi,2005)
Dimana : m : Massa (kg)
g : Grafitasi (m/s)
... (2.2)
(Khurmi,2005)
Dimana: Sin : Sudut Kemiringan (0)
L : Jarak Pengereman (m)
2. Energi Kinetik
... (2.3)
(Khurmi,2005)
Dimana :
v
: Kecepatan Gaya Pada Roda (m/s)3. Energi Total
... (2.4)
(Khurmi,2005)
Dimana, Etot : Energi total (N.m)
Ep : Energi Potensial (N.m)
Ek : Energi Kinetik (N.m)
4. Gaya Pengereman Pada Roda
Ft = Etot /l ... (2.5) (Khurmi,2005)
Dimana:
5. Torsi Pengereman
Tb= Ft rroda ... (2.6) (Khurmi,2005)
Dimana:
Tb : Torsi pengereman (N-m)
6. Intensitas Tekanan
Ft = µ . RN
= µ. p . A ... (2.7)
(Khurmi,2005)
Dimana:
µ : Koefisien Gesek
RN : Gaya Normal (N)
P : Intensitas Tekanan (N/mm2)
A : Luas Kanvas (mm)
BAB III PERHITUNGAN 3.1 DATA
1. Diameter Roda : 60 cm
: 0,6 m
2. Jari – Jari Roda : 30 cm
: 0,3 m
3. Berat Sepeda (mkendaraan) : 25 kg
4. Berat Penumpang (mpenumpang) : 70 kg
5. Berat Total (mtotal) : 95 kg
6. Berat Masing-Masing Roda : 8 kg
7. Kecepatan Maksimal : 30 km/jam
: 8,33 m/s
8. Jarak Pengereman : 12 m
9. Gaya Grafitasi : 8,91 m/s
10. Sudut Kemiringan (Asumsi) : 300
3.2 Analisis
a. Energi Potensial Sepeda
Ep : m.g.h
h : I sin α
h : 12 Sin 300
:
Sehingga Energi Potensial
Ep : m.g.h
: 95. 9,81. 6
: 5591 N-m
b. Energi Kinetik Sepeda
Ek : . m. v2
: . 95. (8,33)2
: 47,5 . 69,38
: 3296 N-m
c. Besarnya Energi Total
Etot : Ep + Ek
: 5591 + 3296
: 8887 N-m
d. Gaya Pengereman Pada Roda
Ft :
:
: 740 N
Sehingga Gaya Pengereman di masing-masing Kanvas rem adalah
:
: 185 N
e. Torsi Pengereman
Tb : Ft .
r
roda: 185. 0,3
: 55,5 N-m
: 5,6 Kg.m
Gambar DBB
Dari gambar DBB diperoleh nilai:
L = 100 mm
X = 50 mm
f. Sistem Rem Pada Sepeda
Gaya Normal Pada Kampas Rem dengan Asumsi P = 3 Kg (29,4 N) maka:
F = P.
= 29,4 .
= 60 N.mm
Torsi Pengereman Pada Rem atau Pelek
Tb = µ. F. R
Intensitas Tekanan Kampas Rem :
P =
=
Dari Tabel 2.1 Dapat Dipilih Bahwa Bahan Material Rem Yang Sesuai Adalah Cork
BAB IV PENUTUP
4.1Kesimpulan
Dari Hasil Perhitungan dapat disimpulkan bahwa:
a. Torsi Pengereman = 55,5 N.m
b. Bahan Material Rem Yang Digunakan adalah Cork On Metal dengan Intensitas
Tekanannya 0,05 – 0,10 N/mm2.
4.2 Saran
1. Untuk Perencanaan Rem pada Sepeda Onthel Sebaiknya diperhatikan Bahan
Material
Apa yang sesuai dengan Desain Rem.
2. Suatu Perencanaan Perlu Memperhatikan bahwa Harga yang didapat dari Hasil
Perhitungan Harus Lebih Kecil dari Harga yang Diizinkan.
3. Dalam Perencanaan Rem, Persyaratan Terpenting Yang Harus Dipenuhi Adalah
Besarnya Momen Pengereman Yang Harus Sesuai Dengan Yang Diperlukan.
DAFTAR PUSTAKA
- https://dianmotorcell.blogspot.com
- https://gam-info.blogspot.co.id/2014/08/sistem-rem-klasifikasi.html
- http://pakprofesor.blogspot.co.id/2011/11/pengertian-rem.html
- https://yefrichan.files.wordpress.com/2010/05/teori-rem1.doc