SEJARAH
PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA DI
INDONESIA
HANIIFAH AINUL YAKIN
X MIA 2
2.Kerajaan Terumanagara
Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu tertua ke dua setelah Kerajaan Kutai. Kerajaan Tarumanagara atau Kerajaan Tarum merupakan kerajaan yang berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi.
Beridirnya Kerajaan Tarumanagara
>Satu-satunya sumber sejarah yang secara lengkap membahas mengenai Kerajaan Tarumanagara adalah Naskah Wangsakerta.
˃Menurut Naskah Wangsakerta, pada abad ke-4 Masehi, pulau dan beberapa wilayah Nusantara lainnya didatangi oleh sejumlah pengungsi dari India yang mencari perlindungan akibat terjadinya peperangan besar di india . Para pengungsi itu umumnya berasal dari daerah Kerajaan Palawa dan Calankayana di India, pihak yang kalah dalam peperangan melawan Kerajaan Samudragupta (India).
Salah satu dari rombongan pengungsi Calankayana dipimpin oleh seorang Maharesi yang bernama Jayasingawarman. Setelah mendapatkan persetujuan dari raja yang berkuasa di barat Jawa (Dewawarman VIII, raja Salakanagara), maka
Jayasingawarman membuka tempat pemukiman baru di dekat sungai Citarum. Pemukimannya oleh Jayasingawarman diberi nama Tarumadesya (desa Taruma).
Sepuluh tahun kemudian desa ini banyak didatangi oleh penduduk dari desa lain, sehingga Tarumadesya menjadi besar. Akhirnya dari wilayah setingkat desa berkembang menjadi setingkat kota (Nagara). Semakin hari, kota ini semakin menunjukan perkembangan yang pesat, karena itulah Jayasingawarman kemudian membentuk sebuah Kerajaan yang bernama Tarumanagara.
Kejayaan Kerajaan Tarumanagara
Kerajaan Tarumanagara mencapai puncak kejayaannya ketika dipimpin oleh Purnawarman.
Dimasa kepemerintahan Purnawarman,:
1. luas Kerajaan Tarumanagara diperluas. Tercatat Luas Kerajaan
Tarumanagara hamper sama dengan luas daerah Jawa Barat sekarang. 2. Menyusun pustaka yang berupa undang-undang kerjaana, peraturan
angkatan perang, siasat perang serta
Keruntuhan Kerajaan Tarumanagara
>Pada masa kepemerintahan Tarusbawa, pusat kerajaan Tarumanagara ke kerajaanya sendiri yaitu Kerajaan Sunda (Kerajaan bawahan Tarumanagara) dan kemudian mengganti Kerajaan Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda.
Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanagara
Kerajaan Tarumanagara banyak meninggalkan bukti sejarah, diantaranya ditemukannya 7 buah prasati yaitu:
1. Prasasti Ciareteun
2. Prasasti Pasri Koleangkak
3. Prasasti Kebonkopi
4. Prasasti Tugu . 5. Prasasti Pasir Awi
6. Prasasti Muara Cianten
7. Prasasti Cidanghiang
Selain dari prasasti, terdapat juga suber-sumber lain yang berasal dari Cina, diantarnya:
1. Berita dari Fa-Hien, 2. Berita dari Dinasti Soui
3. Berita dari Dinasti Tang Muda
Raja-raja Kerajaan Tarumanagara
Selama berdirinya Kerajaan Tarumanagara dari abad ke-4 sampai abad ke-7 Masehi, kerajaan tersebut pernah dipimpin oleh 12 orang raja, diantaranya:
1. Jayasingawarman (358-382 M.) 2. Dharmayawarman (382-395 M.) 3. Purnawarman (395-434 M.) 4. Wisnuwarman (434-455 M.) 5. Indrawarman (455-515 M.)
10. Hariwangsawarman (639-640 M.)
11. Nagajayawarman (640-666 M.)
12. Linggawarman (666-669 M.)
Kehidupan Sosial-Ekonomi dan Kebudayaan Kerajaan Tarumanagara
>Kehidupan perekonomian masyarakat Tarumanegara adalah pertanian dan peternakan
>Masyarakat Kerajaan Tarumanagara juga berprofesi sebagai pedagang mengingat letaknya yang strategis berada di dekat selat sunda.
˃Pembangunan/penggalian itu
˃Dari segi kebudayaan sendiri, Kerajaan Tarumanagara bisa dikatakan kebudayaan mereka sudah tinggi. Yaitu :
1.KERAJAAN KUTAI
Berdirinya Kerajaan Kutai
>Kerajaan Kutai ,kerajaan Hindu tertua di Inonesia yang berdiri sejak abad ke-5. Letak Kerajaan Kutai berada di hulu sungai Mahakam, Kalimantan.
˃Kerajaan Kutai pertama kali didirikan oleh Kudungga kemudian dilanjutkan oleh anaknya Aswawarman dan mencapai puncak kejayaan pada masa Mulawarman (Anak Aswawarman) Namun anaknya, Aswawarman diduga telah memeluk agama Hindu atas dasar kata 'warman' pada namnya yang merupakan kata yang berasal dari bahasa Sanskerta.
Kejayaan Kerajaan Kutai
>puncak kejayaan Kerajan Kutai berada pada masa kepemerintahan Raja
Mulawarman. Pada masa pemerintahan Mulawarman, kekuasaan Kerajaan Kutai hampir meliputi seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kerajaan Kutai pun hidup sejahtera dan makmur.
Yupa
Keruntuhan Kerajaan Kutai
˃Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan melawan Aji Pangeran Sinum Panji yang merupakan Raja dari Kerajaan Kutai Kartanegara. Kerajaan Kutai dan Kerajaan Kutai Kartanegara merupakan dua buah kerajaan yang berbeda.. Pada abad ke-16 terjadi peperangan diantara kedua Kerajaan tersebut.
Raja-raja Kerajaan Kutai
Berikut di bawah ini merupakan daftar raja-raja yang pernah memimpin
1. Maharaja Kudungga, gelar anumerta Dewawarman (pendiri)
2. Maharaja Aswawarman (anak Kundungga)
3. Maharaja Mulawarman (anak Aswawarman)
4. Maharaja Marawijaya Warman 5. Maharaja Gajayana Warman 6. Maharaja Tungga Warman 7. Maharaja Jayanaga Warman 8. Maharaja Nalasinga Warman 9. Maharaja Nala Parana Tungga
10.Maharaja Gadingga Warman Dewa
11.Maharaja Indra Warman Dewa 12.Maharaja Sangga Warman Dewa 13.Maharaja Candrawarman
14.Maharaja Sri Langka Dewa 15.Maharaja Guna Parana Dewa 16.Maharaja Wijaya Warman 17.Maharaja Sri Aji Dewa 18.Maharaja Mulia Putera 19.Maharaja Nala Pandita 20.Maharaja Indra Paruta Dewa 21.Maharaja Dharma Setia
Kehidupan Sosial-Ekonomi dan Kebudayaan Kerajaan Kutai
>Melihat bahwa letak Kerajaan Kutai pada jalur perdagangan dan pelayaran antara Barat dan Timur, maka aktivitas perdagangan menjadi mata pencaharian yang utama.
˃ Dalam hal kebudayaan sendiri ditemukan dalam salah satu prasasti Yupa
menyebutkan suatu tempat suci dengan nama "Wapakeswara" (tempat pemujaan Dewa Siwa). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masyarakat Kutai
memeluk agama Siwa.
Peninggalan :
3. Pajajaran
Pakuan Pajajaran atau Pakuan (Pakwan) atau Pajajaran adalah ibu kota Kerajaan Sunda Galuh yang pernah berdiri pada tahun 1030-1579 M di wilayah barat pulau Jawa. Lokasinya berada di wilayah Bogor, Jawa Barat sekarang.
Masa Kejayaan :
>Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan. Pembangunan Pajajaran di masa Sri Baduga menyangkut seluruh aspek kehidupan. Tentang pembangunan spiritual dikisahkan dalam Carita
Parahyangan.
>Sang Maharaja membuat karya besar, yaitu ; membuat talaga besar yang bernama Maharena Wijaya, membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan Wanagiri. Ia memperteguh (pertahanan) ibu kota, memberikan desa perdikan kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat.dsb.
Masa Kehancuran:
> Pakuan Pajajaran hancur, rata dengan tanah, pada tahun 1579 akibat serangan pecahan kerajaan Sunda, yaitu Kesultanan Banten. Berakhirnya zaman Kerajaan Sunda ditandai dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (singgahsana raja), dari Pakuan Pajajaran ke Keraton Surosowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf
Raja Terkenal :Sri Baduga Maharaja Peninggalan :
1. Prasasti Cikapundung 2. Prasasti Pasir Datar 3. Prasasti Huludayeuh
4. Prasasti Perjanjian Sunda-Portugis 5. Prasasti Ulubelu
6. Prasasti Kebon Kopi II
4.Kerajaan Melayu
>Kerajaan Melayu merupakan sebuah nama kerajaan yang berada di Pulau
Sumatera, keberadaan kerajaan yang mengalami naik turun ini dapat di diketahui dimulai pada abad ke-7 yang berpusat di Minanga, pada abad ke-13 yang berpusat di Dharmasraya dan diawal abad ke 15 berpusat di Suruaso atau Pagaruyung.
>Kerajaan Melayu terletak di tengah pelayaran antara Sriwijaya dan Kedah. Jadi Sriwijaya terletak di selatan atau tenggara Melayu. bahwa negeri Melayu berlokasi di hulu sungai Batang Hari
Masa Kejayaan :
Masa Kehancuran :
>Nama – Nama Raja Melayu
1183- Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa 1286- Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa 1316- Akarendrawarman
1347 -Srimat Sri Udayadityawarman Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa
1375 –Ananggawarman
>Raja Terkenal : S.T Maulibhusana Warmadewa dan Adityawarman
>Peninggalan : Masjid Penyengat, Masjid Sultan Riau, Masjid Raya Pekanbaru, Komplek istana kerajaan siak, klenteng jodoh, makam hang nadim, makam keluarga kerajaan, prasasti pasir panjang, makam engku putri, dan candi muara takus
5.Kerajaan Kalingga
Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang.
Masa Kejayaan
Pada tahun 674 Masehi, kerajaan kalingga/holing diperintah oleh seorang raja putri yang bernama Ratu Sima. Ratu sima merupakan raja yang terkenal di pemerintahan kerajaan holing. Dibawah kekuasaan Ratu sima ini, kerajaan kalingga/holing
mengalami masa kejayaan. Pada saat itu, semua rakyat hidup dengan tenteram dan makmur. Mereka tunduk dan patuh terhadap segala perintah ratu sima bahkan tidak ada seorang pun rakyat atau pejabat kerajaan yang berani melanggarnya.
Keruntuhan kerajaan Ho-ling terjadi pada tahun 752, karena Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini menjadi bagian
jaringan perdagangan Hindu, bersama Malayu dan Tarumanagara yang sebelumnya telah ditaklukan Sriwijaya. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan perdagangan Sriwijaya-Buddha
Raja Terkenal : Ratu Sima
Peninggalan :
Prasasti Tuk Mas Prasasti Sojomerto
Candi Bubrah Candi Angin
6.Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan besar yang ada di nusantara. Kerajaan yang dikeal dengan kekuatan maritimnya . nama Jadi Sriwijaya berarti kemenangan yang gSriwijaya merupakan kerajaan yang bercorak agama Budha. Raja yang pertamanya bernama Sri Jaya Naga, sedangkan raja yang paling terkenal adalah Raja Bala Putra Dewa.
Berdirinya Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad ke-7 dengan raja pertamanya adalah Dapunta Hyang.
Kejayaan Kerajaan Sriwijaya
Masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya berada pada abad 9-10 Masehi dimana Kerajaan Sriwijaya menguasai jalur perdagangan maritim di Asia Tenggara.
Keruntuhan Sriwijaya
Beberapa faktor penyebab kemunduran dan keruntuhan :
>Adanya serangan dari Raja Dharmawangsa 990 M.
˃Adanya serangan dari kerajaan Cola Mandala yang diperintah oleh Raja Rajendracoladewa.
˃Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara, 1275 – 1292. >Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai.
Kerajaan Sriwijaya pun akhirnya runtuh di tangan Kerajaan Majapahit pada abad ke-13.
Sumber Prasasti
Selain dari sumber berita asing, keberadaan Kerajaan Sriwijaya juga tercatat pada prasasti-prasasti yang pernah ditinggalkan, diantaranya:
5 buah prasasti dari Kerajaan Sriwijaya yang kesemuanya ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Prasasti-prasasti tersebut adalah sebagai beikut : 1. Prasasti Kedukan Bukit
2. Prasasti Talang Tuwo
3. Prasasti Kota Kapur 4. Prasasti Telaga Batu 5. Prasasti Karang Birahi 6. Prasasti Ligor
Selain peninggalan berupa prasasti, terdapat peninggalan berupa candi. Candi-candi budha yang berasal dari masa Sriwijaya di Sumatera antara lain Candi Muaro Jambi, Candi Muara Takus, dan Biaro Bahal, akan tetapi tidak seperti candi periode Jawa Tengah yang terbuat dari batu andesit, candi di Sumatera terbuat dari bata merah.
Raja-raja Sriwijaya
Dari abad ke-7 sampai ke-13 Masehi, Kerajaan Sriwijaya pernah di pimpin oleh raja-raja di bawah ini, yaitu:
1. Dapunta Hyang Sri Jayanasa 2. Sri
IndravarmanChe-li-to-le-pa-mo
3. Rudra VikramanLieou-t’eng-wei-kong
4. Maharaja
WisnuDharmmatunggadewa 5. Dharanindra 19.Srimat Tribhuwanaraja Mauli
Warmadewa
Kehidupan Sosial-Ekonomi dan Kebudayaan
>Letak Sriwijaya sangat strategis di jalur perdagangan antara India-Cina,
7.Kerajaan Mataram Kuno
˃Kerajaan Mataram Kuno terletak di Jawa Tengah dengan intinya yang sering disebut Bumi Mataram. Daerah ini dikelilingi oleh pegunungan. Itulah sebabnya daerah ini sangat subur.
˃Kerajaan Mataram Kuno atau juga yang sering disebut Kerajaan Medang Tercatat terdapat 3 Wangsa (dinasti) yang pernah menguasai Kerjaan Mataram Kuno yaitu 1. Wangsa Sanjaya, Wangsa Sanjaya merupakan pemuluk Agama Hindu beraliran Syiwa
2. Wangsa Syailendra merupakan pengikut agama Budah
3. Wangsa Isana sendiri merupakan Wangsa baru yang didirikan oleh Mpu Sindok.
>Raja pertama Kerajaan Mataram Kuno adalah Sanjaya yang menganut agama Hindu. Setelah wafat, Sanjaya digantikan oleh Rakai Panangkaran yang kemudian berpindah agama Budha beraliran Mahayana. Saat itulah Wangsa Sayilendra berkuasa. Pada saat itu baik agama Hindu dan Budha berkembang bersama di Kerajaan Mataram Kuno. Mereka yang beragama Hindu tinggal di Jawa Tengah bagian utara, dan mereka yang menganut agama Buddha berada di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
˃Wangsa Sanjaya kembali memegang tangku kepemerintahan setelah anaknya menikah dengan rakai Pikatan yang menganut agama Hindu. Pernikahan tersebut membuat Rakai Pikatan maju sebagai Raja dan memulai kembali Wangsa Sanjaya
˃Wangsa Sanjaya berakhir pada masa Rakai Sumba Dyah Wawa. Mpu Sindok pun tampil menggantikan Rakai Sumba Dyah Wawa sebagai raja dan memindahkan pusat Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Timur dan membangun wangsa baru bernama Wangsa Isana.
˃Pusat Kerajaan Mataram Kuno pada awal berdirinya diperkirakan terletak di
Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno
˃Hancurnya Kerajaan Mataram Kuno dipicu permusuhan antara Jawa dan Sumatra yang dimulai saat pengusiaran Balaputradewa oleh Rakai Pikatan. Balaputradewa yang kemudian menjadi Raka Sriwijaya menyimpan dendam terhadap Rakai
Pikatan. Perselisihan antara kedua raja ini berkembang menjadi permusuhan turun-temurun pada generasi selanjutnya. Selain itu, Medang dan Sriwijaya juga bersaing untuk menguasai lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara.
˃Rasa permusuhan Wangsa Sailendra terhadap Jawa terus berlanjut bahkan ketika Wangsa Isana berkuasa. Sewaktu Mpu Sindok memulai periode Jawa Timur, pasukan Sriwijaya datang menyerangnya. Pertempuran terjadi di daerah Anjukladang
(sekarang Nganjuk, Jawa Timur) yang dimenangkan oleh pihak Mpu Sindok.
˃Runtuhnya Kerajaan Mataram ketika Raja Dharmawangsa Teguh yang merupakan cicit Mpu Sindok memimpin. Permusuhan antara Mataram Kuno dan Sriwijaya sedang
Sumber Sejarah Kerajaan Mataram Kuno
Terdapat dua sumber utama yang menunjukan berdirnya Kerajaan Mataram Kuno, yaiut berbentuk Prasasti dan Candi-candi yang dapat kita temui samapi sekarang ini. Adapun untuk Prasasti, Kerajaan Mataram Kuno meninggalkan beberapa prasasti, diantaranya:
1. Prasasti Canggal
2. Prasasti Kalasan
3. Prasasti Mantyasih
4. Prasasti Klurak
Selain Prasasti, Kerajaan Mataram Kuno juga banyak meninggalkan bangunan candi yang masih ada hingga sekarang. Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang antara lain,
Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno
Selama berdiri, Kerajaan Mataram Kuno pernah dipimpin oleh raja-raja dinataranya sebagai berikut:
1. Sanjaya, pendiri Kerajaan Mataram Kuno
2. Rakai Panangkaran, awal berkuasanya Wangsa Sailendra 3. Rakai Panunggalan alias
Dharanindra
4. Rakai Warak alias Samaragrawira
5. Rakai Garung alias Samaratungga
6. Rakai Pikatan suami
Pramodawardhani, awal kebangkitan Wangsa Sanjaya
7. Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala
8. Rakai Watuhumalang
9. Rakai Watukura Dyah Balitung 10. Mpu Daksa
11. Rakai Layang Dyah Tulodong 12. Rakai Sumba Dyah Wawa
13. Mpu Sindok, awal periode Jawa Timur
14. Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya
15. Makuthawangsawardhana 16. Dharmawangsa Teguh, Kerajaan
Mataram Kuno berakhir
Kehidupan Sosial-Ekonomi dan Kebudayaan Kerajaan Mataram Kuno
˃Kehidupan ekonomi masyarakat bertumpu pada pertanian
>Bumi Mataram diperintah oleh dua dinasti, yakni Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra. Dinasti Sanjaya beragama Hindu dengan pusat kekuasaannya di utara dengan hasil budayanya berupa candi-candi seperti Gedong Songo dan Dieng. Dinasti Syailendra beragama Bundha dengan pusat kekuasaannya di daerah selatan, dan hasil budayanya dengan mendirikan candi-candi seperti candi Borobudur, Mendut, dan Pawon.
8.Kerajaan Medang Kemulan
Kerajaan Medang kemulan diperkirakan terletak di Jawa Timur, tepatnya di muara Sungai Brantas. Ibu kota Medang Kemulan adalah Watan Mas. Kerajaan ini didirikan oleh Mpu Sindok. raja pertama Kerajaan Medang adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya.
Massa Keruntuhan : Keruntuhan Kerajaan Medang Kamulan (peristiwa Mahapralaya) Mahapralaya adalah peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Kerajaan Medang runtuh pada tahun 1006, sedangkan yang lainnya menyebut tahun 1016.
>Raja terakhir Medang adalah Dharmawangsa Teguh, Pada tahun 1006 (atau 1016)Dharmawangsa tewas.
Tiga tahun kemudian, seorang pangeran berdarah campuran Jawa–Bali yang lolos dari Mahapralaya tampil membangun kerajaan baru sebagai kelanjutan Kerajaan Medang. Pangeran itu bernama Airlangga yang mengaku bahwa ibunya adalah keturunan Mpu Sindok. Kerajaan yang ia dirikan kemudian lazim disebut dengan nama Kerajaan Kahuripan.
>sampai akhirnya Airlangga berhasil menguasasi Kerajaan Medang Kemulan kembali pada tahun 1019.
>Peninggalan : Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang antara lain, Candi Kalasan, Candi Plaosan, Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Sambisari, Candi Sari, Candi Kedulan, Candi Morangan, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Sojiwan,
9. Kerajaan Kediri:
>Pendiri kerajaan Kediri adalah raja bameswara (1117 – 1130). Setelah wafat beliau digantikan oleh jayabaya. Jayabaya adalah raja Kediri yang terbesar. Jayabaya di kenal dengan ramalannya yang di sebut jangka Jayabaya.
˃Raja Kediri yang terakhir adalah Kertajaya. Setelah kertajaya menjadi raja, kerajaan Kediri di serang oleh ken arok dari kerajaan singosari. Serangan itulah yang membuat akhirnya riwayat kerajaan Kediri.
. Candi Penataran 2. Candi Gurah
3. Candi Tondowongso
4. Arca Buddha Vajrasattva 5. Prasasti Kamulan
6. Prasasti Galunggung
10. Kerajaan Singosari:
˃Kerajaan singosari didirikan oleh ken arok tahun 1222 M. Sebelum menjadi raja, ken arok pernah mengabdikan diri ke tumapel. Saat itu kerajaan singosari dipimpin oleh tunggul amethung.
˃Setelah menjadi raja ken arok bergelar: sri ranggah rajasa sang amurwabumi. >Setelah wafat beliau digantikan oleh Anusapati. Raja setelah Anusapati ialah panji tohjaya. Setelah panji tohjaya, rajanya ialah Kertanegara. Pada masa pemerintahan kertanegara, kerajaan Singosari mencapai puncak kejayaannya. Kerajaan singosari diserang oleh raja Jayakatwang dari kerajaan Kediri.
>Raja Terkenal yaitu Ken Arok, Ragawuni, Kertanegara, dan Jayakatwang
Peninggalan Kerajaan singosari:
A.candi kidal=sebagai tempat pemakaman anusapati B.candi jago=sebagai tempat pemakaman ranggawuni C.candi kagenengan=sebagai tempat pemakaman ken arok D.candi singosari=sebagai tempat pemakaman kertanegara
E.patung prajna paramita=sebagai tempat pemujaan terhadap ken dedes
11. Kerajaan Majapahit:
Kerajaan majapahit didirikan oleh Raden Wijaya. Raden Wijaya mempunyai tiga orang anak yaitu:
A.bhre dara B.bhre kahuripan C.jayanegara
˃Setelah jayanegara wafat tanpa meninggalkan seorang putera beliau digantikan oleh bhre kahuripan anak dari raden wijaya yang telah menjadi bhiksuni. Setelah menjadi raja, bhre kahuripan bergelar tribuana tunggal dewi jayawishnu wardhani. ˃Akhirnya tribuana tunggal dewi jayawishnu wardhani turun tahta yang akhirnya di gantikan oleh puteranya yang bernama Hayam Wuruk. Pada saat itu raja Hayam Wuruk baru berusia 16 tahun. Setelah menjadi raja, Hayam Wuruk bergelar Rajasanegara. Kerajaan majapahit mempunyai mahapatih yang bernama Gajah Mada. Gajah Mada berhasil menumpas pemberontakkan kuti. Atas keahliannya itu gajah mada diangkat sebagai perdana menteri Majapahit.
>Gajah Mada menyebutkan Sumpah Palapa. Isi Sumpah Palapa adalah cita-cita Gajah mada untuk mempersatukan nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Gajah Mada membangun armada laut yang kuat. Armada laut majapahit dipimpin oleh mpu nala.
˃Setelah gajah mada wafat kerajaan majapahit bingung untuk mencari
penggantinya. Sedikit demi sedikit kerajaan majapahit mengalami kemunduran. Keadaan kerajaan majapahit semakin tidak menentu setelah raja hayam wuruk wafat.
>Raja Terkenal Raden Wijaya dan Hayam Wuruk >Peninggalan :
>Kitab Negarakertagama, karya Mpu Prapanca 2.
>Kitab Sutasoma, karya Mpu Tantular 3.
>Kitab Pararaton, menceritakan raja-raja Singosari dan Majapahit 4.
>Kitab Sundayana, menceritakan Peristiwa Bubat 5.
>Kitab Ranggalawe, menceritakan Pemberontakan Ranggalawe 6. >Kitab Sorandaka, menceritakan Pemberontakan Sora 7.
12.Kerajaan Bali
>Sri Kesariwarmadewa adalah raja pertama di Bali dari Dinasti Warmadewa. Setelah berhasil mengalahkan suku-suku pedalaman Bali, ia memerintah Kerajaan Bali yang berpusat di Singhamandawa. Pengganti Sri Keariwarmadewa adalah Ugrasena ,Pengganti Ugrasena adalah Tabanendra Warmadewa
>Pengganti ratu ini adalah Dharma Udayana Warmadewa. Pada masa pemerintahan Udayana, hubungan Kerajaan Bali dan Mataram Kuno berjalan sangat baik. Hal ini disebabkan oleh adanya pernikahan antara Udayana dengan Gunapriya
Dharmapatni, cicit Mpu Sendok yang kemudian dikenal sebagai Mahendradata >Setelah Udayana wafat, Marakatapangkaja naik tahta sebagai raja Kerajaan Bali. Putra kedua Udayana ini menjadi raja Bali berikutnya karena putra mahkota
Airlangga menjadi raja Medang Kemulan.
>Raja terakhir Bali adalah Paduka Batara Sri Artasura yang bergelar Ratna Bumi banten (Manikan Pulau Bali). Raja ini berusaha mempertahahankan kemerdekaan Bali dari seranggan Majapahit yang di pimpin oleh Gajah Mada. Sayangnya upaya ini mengalami kegagalan. Pada tahun 1265 Saka tau 1343, Bali dikuasai Majapahit. Pusat kekuasaan mula-mula di Samprang, kemudian dipindah ke Gelgel dan
Klungkung.
>Raja Terkenal Dharma Udayam Warmadewa
>Prasasti/ Peninggalan : 1. seni rakyat
2. prasasti blanjong