1
PENINGKATAN PENJUALAN BAHAN BANGUNAN MELALUI
PENERAPAN BISNIS INTELLIGENCE MENGGUNAKAN METODE
OLAP
( ONLINE ANALYTICAL PROCESS )
(STUDI KASUS : TOKO BANGUNAN KAYU ALBA KARANGAMPEL)
Suyoto1), Tri Ginanjar Laksana2) 1
Teknik Informatika, TKJ (Suyoto), 2Teknik Informatika, TKJ(Tri Ginanjar Laksana) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (IKMI) Cirebon
e-mail: [email protected] , email: [email protected]
Abstrak
Penjualan bahan bangunan di Toko Bangunan Kayu Alba mengalami penurunan pada tahun 2015, kondisi ini disebabkan oleh masalah-masalah seperti kurangnya marketing dalam mempromosikan barang, faktor pesaing disekitar wilayah sekitar yang lebih canggih dalam sistem pemasaran sedangkan di toko bangunan kayu alba masih manualnya sistem pemasaran barang. Adapun kurangnya kelengkapan barang juga salah satu kendala yang membuat penurunan penjualan pada Toko Bangunan Kayu Alba.
Penelitian ini akan menerapkan atau mengimplementasikan sistem intelligence dengan teknik olap (online analytical process), dengan tahapan analisa dasar diantaranya consolidation (roll-up), drill down, slicing and dicing. Menggunakan data warehouse hasil observasi yang diambil dari Toko Bangunan Kayu Alba , dimana data set memiliki 12 atribut yang diambil adalah dari Bulan November 2015 sampai dengan Januari 2016. Data tersebut akan diolah dengan teknik olap menggunakan tool power OLAP versi 14 dan didukung oleh visual set olap.
Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sistem manajemen penjualan yang baik dalam bisnis bahan bangunan ini serta mengaanalisa prediksi sementara penjualan bahan bangunan pada Bulan November 2015 hingga Januari 2016. Sehingga menghasilkan beberapa keputusan berapa jumlah permintaan pengiriman barang kepada toko bangunan, selain hal tersebut, menghasilkan prediksi untuk masa yang akan datang.
Kata Kunci : OLAP, Data Warehouse, Visual Set Olap, Drill down, Bisnis Intelligent
1. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Toko Bangunan Kayu Alba yang beralamat di Jl. Raya Tanjungsari, Karangampel merupakan suatu usaha yang bergerak dibidang penjualan bahan bangunan yang menyediakan matrial /bahan-bahan untuk bangunan, bahan-bahan bangunan adalah alat dan bahan yang wajib masyarakat miliki pada saat masyarakat itu sendiri ingin membangun rumah mereka dan bahan bangunan seakan sudah menjadi suatu kebutuhan primer bagi manusia untuk dapat lebih efektif dalam menjalankan pekerjaannya. Dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi dapat mempermudah manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari begitupun di dalam dunia usaha.
Banyaknya permintaan bahan-bahan bangunan dari masyarakat semakin meningkat, oleh sebab itu toko bahan bangunan harus mempertimbangkan harga yang akan ditawarkan kepada masyarakat, karena harga menjadi salah satu pertimbangan konsumen untuk memutuskan membeli suatu barang. Sistem informasi pada suatu perusahaan itu sangatlah perlu dan penting untuk menunjang kegiatan penjualan yang lebih kondusif dan terkomputerisasi.
Menurut Indah Pramita. Dalam penelitiannya yang berjudul Sistem Informasi Penjualan Bahan Bangunan Pada Toko Luwes Semarang. Menyatakan Bahwa :
2
yang baik, terutama sistem informasi penjualan, agar dalam kegiatannya dapat berjalan dengan efektif dan efisien.”(Pramita, 2009, p. 1)
Menurut Budi Santosa dkk. Dalam penelitiannya yang berjudul Analisa Data Transaksional Pada E-Commerce Dengan Teknologi Olap (On-Line Analytical Process).
Menyatakan Bahwa :
“Analisis data menggunakan OLAP dapat memberikan tingkatan analisis dengan kapabilitas query yang
kompleks, perbandingan
kecenderungan data, data mining serta reporting. OLAP menghasilkan informasi secara multidimensi, artinya mampu melihat data dari berbagai sudut pandang.”(Santosa et al., 2011, p. 1)
Menurut Heribertus Himawan dkk. Dalam penelitiannya yang berjudul Implementasi Sistem Business Intelligence Untuk Melakukan Analisis Data Guna Mendukung Pembuatan Keputusan Manajer. Menyatakan Bahwa :
“Sistem BI ini dapat digunakan dengan mudah oleh para pengambil keputusan di sebuah perusahaan distributor khususnya dan perdagangan pada umumnya untuk melakukan analisis data dari berbagai sudut pandang dan kedalaman sehingga diperoleh informasi yang dapat mendukung pembuatan keputusan. (Himawan, 2008, p. 5). Pada penelitian yang telah dilakukan Indah Pramita pada tahun 2009 dengan topik mengenai Sistem Informasi Penjualan Bahan Bangunan Pada Toko Luwes Semarang. Dan masalah yang dibahas mengenai di dalam melakukan transaksi masih dicatat secara manual dalam bentuk nota, dalam mengolah data dan pembuatan laporannya sering mengalami ketidakakuratan data dan keterlambatan dalam penyampaian informasi data. Hasil dari penelitian tersebut yaitu dibangunnya sistem informasi penjualan yang diharapkan dapat membantu karyawan dalam mengelola data pelanggan, data barang dan transaksi penjualan lebih cepat dan dapat mengurangi kesalahan dalam proses
pencataan data serta mengurangi kesalahan dalam penyampaian laporan.
Pada penelitian yang telah dilakukan Budi Santosa dkk pada tahun 2011 dengan topik mengenai Implementasi Teknologi Olap Pada Analisa Data Transaksional Pada E-Commerce. Dan masalah yang dibahas mengenai yaitu jumlah data yang disimpan dalam basis data bertambah dari waktu ke waktu secara signifikan sehingga terjadi penumpukan data. Hal ini terjadi karena peningkatan jumlah record data yang sangat pesat dengan melibatkan ribuan transaksi, tetapi pertumbuhan pesat dari akumulasi data tersebut telah menciptakan kondisi yang sering disebut sebagai “rich of data but poor of information”. Hasil dari menggunakan metode ini adalah Dengan aplikasi OLAP membuat proses penyusunan laporan menjadi lebih sederhana. Kemampuan untuk melakukan customization report sesuai dengan yang diinginkan pengguna membuat terciptanya efisiensi waktu
Pada penelitian yang telah dilakukan Heribertus Himawan dkk pada tahun 2008 dengan topik mengenai Implementasi Sistem Business Intelligence Untuk Melakukan Analisis Data Guna Mendukung Pembuatan Keputusan Manajer. Dan masalah yang dibahas mengenai Bagaimana merancang sebuah perangkat lunak yang fleksibel dan interaktif yang diperuntukkan bagi manajer untuk dapat menganalisis data guna membantu membuat keputusan serta Bagaimana membentuk sebuah basis data multidimensional yang sesuai dengan kebutuhan manajer. Hasil dari penelitian tersebut adalah Mengumpulkan data-data penting yang diperlukan oleh sebuah perusahaan distributor untuk menilai, merancang strategi operasional perusahaan.
3
Tabel 1.1 data penjualan bahan bangunan pada bulan November 2015 – Januari 2016.
Sumber : Data Penjualan Bahan Bangunan Toko Bangunan Kayu Alba.
Gambar 1.1 data penjualan bahan bangunan pada bulan November 2015 – Januari 2016.
Berdasarkan tabel 1.1 dan gambar 1.1 dapat disimpulkan bahwa pada bulan November 2015 merupakan tingkat penjualan bahan bangunan yang paling tinggi, dengan total penjualan barang mencapai angka Rp. 223.542.500 dengan keuntungan mencapai Rp. 36.543.500, dan tingkat penjualan mengalami penurunan pada Bulan Desember 2015 serta Januari 2016.
Masalahnya adalah kurangnya promosi yang dilakukan oleh toko bangunan Kayu Alba, kurangnya promosi menyebabkan masyarakat kurang mengetahui akan barang-barang yang tersedia di toko bangunan kayu alba, selain itu data transaksi penjualan masih dilakukan secara manual dengan hanya penulisan di buku besar.
Untuk itu diperlukan peningkatan penjualan bahan bangunan melalui penerapan bisnis intellijen dengan menggunakan teknik OLAP. Karena akan mempermudah bagi para pemilik toko untuk menganalisa daya beli masyarakat sehingga dapat mengembangkan usahanya.
Oleh karena itu diusulkan penelitian dengan judul “Peningkatan Penjualan Bahan Bangunan Melalui Penerapan Bisnis Intelligence Menggunakan Metode Olap ( Online Analytical Process )”. Adapun yang menjadi alasan dilakukannya penelitian dengan judul tersebut adalah untuk mempermudah bagi para pemilik toko dalam menganalisis tingkat daya beli masyarakat terhadap bahan bangunan serta meningkatkan penjualan bahan bangunan di Karangampel.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Belum optimalnya promosi yang dilakukan oleh toko bahan bangunan kayu alba kepada masyarakat.
2. Belum adanya data warehouse mengenai pengelolaan data penjualan pada toko bahan bangunan kayu alba.
3. Cukup tingginya penurunan penjualan barang elektronik di toko bahan bangunan kayu alba.
4
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, agar penelitian ini fokus pada masalah yang diteliti, maka dalam penelitian ini dibatasi hal-hal sebagai berikut :
1. Ingin menganalisa informasi mengenai proses promosi berdasarkan data penjualan bahan bangunan melalui penerapan bisnis intelligence dengan OLAP, difokuskan pada data promosi yang telah dilakukan oleh toko bahan bangunan dalam meningkatkan penjualan bahan-bahan bangunan.
2. Ingin mengetahui perkembangan informasi penjualan barang elektronik melalui penerapan bisnis intelligence dengan OLAP, difokuskan pada peningkatan pelayanan sebagai dasar peningkatan penjualan bahan bangunan. 3. Ingin membangun aplikasi bisnis
intelligence untuk peningkatan penjualan bahan bangunan melalui penerapan bisnis intelligence dengan OLAP, difokuskan pada aspek flowchart program, tampilan antar muka(front end and back end) dan OLAP.
D. Tujuan
Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk :
1.Ingin menganalisa informasi mengenai data penjualan bahan bangunan seperti data promosi yang telah dilakukan melalui bisnis intelligence dengan OLAP. 2.Ingin mengetahui perkembangan
informasi penjualan bahan bangunan yang akurat melalui bisnis intelligence dengan OLAP.
3.Ingin membangun aplikasi bisnis intelligence untuk peningkatan penjualan bahan bangunan melalui bisnis intelligence dengan OLAP.
E. Manfaat
1.
Mengetahui perkembangan informasi tentang data penjualan bahan bangunan.2.
Mengetahui bagaimana caramenerapkan OLAP dalam aplikasi peningkatan penjualan bahan bangunan melalui bisnis intelligence.
3.
Mengetahui metode yang sesuai dalam membangun aplikasi bisnis intelligence.2. LANDASAN TEORI
Syofan Assuri (1992) menerangkan Definisi penjualan banyak ditafsirkan dengan lingkup yang berbeda. Untuk memperoleh gambaran yang jelas maka ditinjau tentang pengertian pemasaran. Penjualan dapat didefinisikan sebagai kegiatan pelengkap / suplemen dari pembelian untuk meningkatkan terjadinya transaksi terdiri dari serangkaian kegiatan yang meliputi penciptaan, permintaan (demand) menentukan pembeli, negosiasi harga dan syarat pembayaran .
Turban, dkk (2006) menjelaskan bahwa BI merupakan aplikasi dan teknik untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan menyediakan akses ke data, yang pada akhirnya akan membantu perusahaan pengguna bisnis yang lebih baik dan membuat keputusan strategis. Utama aplikasi termasuk kegiatan pencarian dan pelaporan, analisis pengolahan (OLAP), DSS, data mining, perencanaan dan analisis statistik
Ponniah (2001) menyatakan bahwa On-Line Analytical Processing (OLAP) merupakan teknologi yang memungkinkan analis, manajer dan eksekutif secara bersamaan mengakses data secara cepat, konsisten dan interaktif dengan berbagai variasi tinjauan informasi dimana setiap baris data dapat ditransformasikan untuk merefleksikan dimensi perusahaan sehingga mudah dipahami oleh user. Karakteristik utama dari OLAP, meliputi:
a. Mendukung pemanfaatan data warehouse yang memiliki data multidimensional.
b. Menyediakan fasilitas query interaktif dan analisis yang komplex.
c. Menyediakan fasilitas drill-down untuk memperoleh informasi yang rinci, dan roll-up untuk memperoleh agregat dalam multi-dimensi.
d. Mampu menghasilkan perhitungan dan perbandingan.
e. Menyajikan hasil dalam angka yang mudah dimengerti, maupun penyajian grafik.(Kusnawi, 2010, p. 3)
5
Susilowati, Warehouse, & Schema, 2014, p. 1)Peningkatan penjualan pada perusahaan untuk suatu kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang penjualan bahan bangunan sangat penting terjadi, untuk mendapatkan keuntungan yang menjadi penentu kelangsungan hidup suatu usaha yang dilakukan. Bahan bangunan merupakan perangkat penting untuk suatu pembangunan di kalangan masyarakat, maka dari itu banyaknya penjualan bahan bangunan di indonesia untuk memenuhi kebutuhan. Selain itu, penjualan memegang peranan penting bagi perusahaan agar produk yang dihasilkan perusahaan dapat terjual dan memberikan penghasilan bagi perusahaan. Era Globalisasi menimbulkan adanya persaingan yang ketat diantara semua negara. Demikian pula dengan negara Indonesia, perkembangan dunia usaha tidak lepas dari semakin meningkat dan semakin beranekaragamnya kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap segala hal. Bagi kegiatan usaha penjualan bahan bangunan utamanya di Toko Bangunan Kayu Alba Karangampel tugas-tugas sistem penjualan adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan penjualan bahan bangunan, dimana saat ini Toko Kayu Alba mengalami kesulitan dalam menganalisis dan pengelolaan data aspek pelayanan penjualan bahan bangunan sebagai dasar peningkatan penjualan bahan bangunan, Maka diperlukan peningkatan penjualan melalui penerapan bisnis intellijen, untuk mempermudah Toko Bangunan Kayu Alba dalam menganalisis data sehingga mampu menjelajahi dan mengeksploitasi data dari berbagai dimensi sehingga menghasilkan suatu pola yang bisa ditemukan dari data-data penjualan yang ada. Dan untuk itu diperlukan peningkatan penjulan melalui penerapan bisnis
intelijen dengan teknik OLAP. Dengan menggunakan teknik OLAP, diharapkan dapat mempermudah pihak toko bahan bangunan kayu alba dalam menganalisis data penjualan.
3. METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen yang akan mencoba mengiplementasikan metode OLAP (Online Analytical Proses) di dalam Bisnis Intelijen dengan tujuan dimana tahapan – tahapan penerapan metode OLAP (Online Analitical Proses) dalam Bisnis Intelijen penelitian ini, yaitu :
Consoli dation
Gambar 2. Tahapan Metode Penelitian
6
1. Gathering Data/ Pengumpulan Data Pusat dari semua data penjualan berada ditangan seorang pelayan, data yang ada diambil dari hasil penanganan pelayan dalam mengadakan atribute diperangkat lunaknya, kemudian bisa juga mengambil sampel data yang diperoleh dari seorang analisis penjualan di toko. Sehingga dapat disimpulkan data yang ada diperoleh dari kebersangkutan kinerja dalam peningkatan penjualan di toko. .
2. Storing Data/ Data Warehouse
Data pertama diambil melalui seorang pelanggan yang diperoleh dari hasil penjualan, yang sebelumnya diteliti oleh seorang analisis penjualan di toko tersebut, dan menghasilkan keputusan untuk diolah menjadi arsip data. 3. Analyse Data/ Data Analisis
Pertama memeriksa setiap penjualan yang ada, memberikan kesimpulan, kemudian berali kepada pengambilan sebuah keputusan, sampai menjadi data. Kemudian diberikan kepada seorang analisis penjualan sebagian sample untuk diteliti, dan diolah datanya sesuai atribute, kemudian diarsip.
4. Organizing Data/ Mengorganisasi Data Pertama memeriksa setiap penjualan yang ada, memberikan kesimpulan, kemudian berali kepada pengambilan sebuah keputusan, sampai menjadi data. Kemudian diberikan kepada seorang analisis penjualan sebagian sample untuk diteliti, dan diolah datanya sesuai atribute, kemudian diarsip.
5. Membentuk Ulang Data
Jika terjadi kendala dalam proses pemeriksaan gejala dikarenakan kinerja seorang analisis mengalami keterlambatan, seorang pemilik toko harus segera mengambil keputusan,kemudian segera diinputkan data tersebut untuk diarsipkan
6. Providing Informatioan/ Menghasilkan Informasi
A. Data yang real / bisa diuji kebenaranya dalam segi penelitian.
B. Prospek pengambilan data terarah sesuai prosedur yang ditentukan
C. Data yang diambil bersipat rahasia, sehingga nama pasien disamarkan beseta diagnosanya.
D. Jika salah mengelola data penjualan, sipeneliti bisa berurusan dengan pihak berwajib ( memanipulasi data real ) B. Kebutuhan Hardware dan Software
(Sesuaikan degan keadaan laptop anda) 1) Kebutuhan Hardware
a. RAM 2 GB
b. Prosesor AMD E1-2100 APU c. HDD 320 GB
d. Keyboard e. Monitor f. Mouse
2) Kebutuhan Software a. Power OLAP Versi 14 b. Pivot Table Exstention c. Microsoft Excell 2013
C. Teknik Pengumpulan Data a. Studi Literature
Pada tahap pengumpulan data studi literature diambil dari bersumber yaitu jurnal, paper, proseding dan buku – buku baik dalam bentuk digital ataupun hardcopy, literaturu dan jurnal maupun buku dicari berdasarkan hubungan dengan penelitian yang sedang dikaji. Selanjutnya akan dilakukan proses analisa dan evaluasi serta kajian yang mendalam yang dapat dijadikan sebagai acuan melaksanakan penelitian ini.
b. Observasi
Tahapan observasi ini dilakukan dengan studi observasi yang mana dilakukan pengambilan data dan pengamatan, Data yang akan digunakan adalah data di bulan januari tahun 2016, yang diperoleh dari 13 atribut, atribut yang digunakan yaitu : tanggal, kode barang, nama barang, keterangan barang, jumlah barang, warna barang, merk barang, harga barang, gaji karyawan, biaya oprasional, omset, kas, dan laba bersih, namun tidak semua atribut dapat digunakan.
c. Wawancara
Tahapan wawancara dilakukan dengan, mewawancarai narasumber bagian harga barang, jenis barang apa saja yang di sediakan di toko, peningkatan hasil penjualan, permasalahan apa saja yang di alami di toko bahan bangunan Kayu Alba. Beberapa pertanyaan di ajukan kepada narasumber di antaranya adalah : 1. Bahan bangunan apa saja yang ada di
toko bangunan kayu alba karangampel?
2. Berapa harga dari jenis – jenis barang yang ada di toko bangunan kayu alba karangampel ?
3. Sejak kapan toko bangunan kayu alba berdiri ?
4. System apa yang saat ini di gunakan dalam melakukan proses transaksi ? 5. Berapa omset dari penjualan setiap
7
4. PEMBAHASAN, HASIL DAN INTERPRETASI
5. KESIMPULAN
6. REFERENSI
Himawan, H. (2008). Implementasi Sistem Business Intelligence Untuk Melakukan Analisis Data Guna Mendukung Pembuatan Keputusan Manajer. Techno.com, 7 No.1, 1– 16.
Kusnawi, K. (2010). Implementasi olap dan Reporting Services Sebagai Bagian Proses Business Intelligence. Jurnal Dasi. Pramita, I. (2009). Sistem Informasi Penjualan
Bahan Bangunan Pada Toko Luwes Semarang.
Santosa, B., P, D. B., Priharjanto, M., Teknik, J., Upn, I., & Yogyakarta, V. (2011). Analisa Data Transaksional Pada E-Commerce Dengan Teknologi OLAP ( On-Line Analytical Process ), 2011(semnasIF), 173– 178.
8
Penulisan pustaka menggunakan sistem APA (American Psychological Association) . Semua yang tertera dalam daftar pustaka harus dirujuk di dalam naskah. Kemutakhiran referensi sangat diutamakan 10 tahun kebelakang.
A. Buku
Penulis 1, Penulis 2 dst. (Nama belakang, nama depan disingkat), halaman. Tahun publikasi. Judul Buku cetak miring. Edisi, Penerbit. Tempat Publikasi.
Contoh:
O’Brien, J.A. dan. J.M. Marakas. 2011, p-22. Management Information Systems. Edisi 10. McGraw-Hill. New York-USA.
B. Artikel Jurnal
Penulis 1, Penulis 2 dan seterusnya, (Nama belakang, nama depan disingkat), halaman. Tahun publikasi. Judul artikel. Nama Jurnal Cetak Miring. Vol. Nomor. Rentang Halaman.
Contoh:
Cartlidge, J. 2012, p-22. Crossing boundaries: Using fact and fiction in adult learning. The Journal of Artistic and Creative Education. 6 (1): 94-111.
C. Prosiding Seminar/Konferensi
Penulis 1, Penulis 2 dst, (Nama belakang, nama depan disingkat) halaman. Tahun publikasi. Judul artikel. Nama Konferensi. Tanggal, Bulan dan Tahun, Kota, Negara. Halaman.
Contoh:
Michael, R. 2011, p-22. Integrating innovation into enterprise architecture management. Proceeding on Tenth International Conference on Wirt-schafts Informatik. 16-18 February 2011, Zurich, Swis. Hal. 776-786.
D. Tesis atau Disertasi
Penulis (Nama belakang, nama depan disingkat), halaman. Tahun publikasi. Judul. Skripsi, Tesis, atau Disertasi. Universitas.
Contoh:
Soegandhi. 2009, p-22. Aplikasi model kebangkrutan pada perusahaan daerah di Jawa Timur. Tesis. Fakultas Ekonomi Universitas Joyonegoro, Surabaya.
E. Sumber Rujukan dari Website
Penulis. Tahun. Judul. Alamat Uniform Resources Locator (URL). Tanggal Diakses. Contoh:
Ahmed, S. dan A. Zlate. Capital flows to emerging market economies: A brave new world?. http://www.federalreserve.gov/pubs/ifdp/2013/1081/ifdp1081.pdf. Diakses tanggal 18 Juni 2013.
ATURAN TAMBAHAN
7.1 Penulisan Rumus
Penulisan Tabel
Tabel diberi nomor sesuai urutan penyajian (Tabel 1, dst.), tanpa garis batas kanan atau kiri. Judul tabel ditulis di bagian atas tabel dengan posisi rata tengah (center justified) seperti contoh berikut. 3
Gambar