ANALISIS MANAJEMEN PAJAK UNTUK MEMINIMALKAN
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI TERUTANG
(Studi Kasus Pada PT. Satria Mandala Cakra Surabaya)
Oleh :
Siwi Eka Budiarti
S1 Akuntansi /
041113181
Kelas L
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Airlangga
Surabaya
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
dengan baik. Salah satu sumber penerimaan Negara yang paling besar adalah dalam sektor perpajakan. Hal ini disebabkan karena Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar dan sangat berpeluang sebagai sumber-sumber penerimaan pajak.
Menurut (Mardiasmo, 2002)Pajak adalah suatu iurang yang hukumnya wajib dilakukan oleh masyarakat Orang Pribadi maupun Badan di Indonesia yang bersifat memaksa dan tidak mendapatkan imbalan secara langsung sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan akan digunakan untuk pembangunan yang ada di Indonesia.
Jenis pajak yang ada di Indonesia bermacam-macam, salah satunya yakni Pajak Pertambahan Nilai atau PPN, sebelumnya dikenal sebagai Pajak Penjualan namun (Presiden, 1983) UU no 8 ini telah diganti dengan (Presiden, 1994) UU no 11, (Presiden, 2000) UU no 18 dan terakhir (Presiden, 2009) UU no 42. UU Pajak pertambahan nilai ini adalah pajak yang dikenakan pada masyarakat yang mampu untuk berkonsumsi, yang nantinya secara tidak langsung dikenakan kepada konsumen.
Sebagai Wajib Pajak, kita seharusnya memiliki pengetahuan yang cukup mengenai perpajakan yang berlaku di Indonesia sehingga Wajib Pajak nantinya dapat membuat perencanaan pajak yang tepat juga dapat menghemat pajak sehingga Pajak dapat dilakukan secara benar dan efisien namun sesuai dengan peraturan.
Perusahaan di Indonesia memiliki jumlah yang sangat besar dan juga telah banyak menjadi Perusahan Besar. Oleh karena itu sebenarnya Perusahaan dapat melakukan Upaya Perencanaan pajak guna beban pajak yang ditanggung oleh perusahaan dapat di minimalisir untuk mendapatkan laba dan likuiditas perusahaan yang diharapkan namun tidak melanggar UU yang sedang berlaku.
Melalui karakter Pajak pertambahan nilai datas, maka perusahaan dapat melaksanakan Tax Planning dengan memaksimaliskan pajak masukan yang nantinya akan dapat dikreditkan, mendapatkan BKP atau JKP dari Pengusaha Kena Pajak, lalu menunda pembuatan Faktur pajak dari penjualan BKP atau JKP yang pembayarannya belum kita terima, paling lambat akhir bulan setelah masa pajak berakhir.
dibebaskannya atau dimintanya kembali pajak yang telah dibayarkan dari perolehan atau impor barang modal)
1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian yang telah diungkapkan diatas, dapat dirumuskan Rumusan Masalah dalam penelitian ini, yaitu :
1. Bagaimana penerapan manajemen pajak untuk meminimalisir PPN terutang pada PT. Satria Mandala Cakra?
2. Apakah manajemen pajak yang dilakukan PT. Satria Mandala Cakra sudah sesuai dengan ketentuan UU No.42 Tahun 2009 mengenai PPN ?
1.3 Tujuan
Tujuan yang diharapkan akan tercapai setelah melakukan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen pajak guna meminimalisir PPN terutang pada PT. Satria Mandala Cakra
2. Untuk mengetahui apakah manajemen pajak yang dilakukan PT. Satria Mandala Cakra sesuai dengan ketentuan UU No.42 Tahun 2009 tentang PPN.
1.4 Manfaat Penelitian
Sejalan dengan Tujuan yang telah dikemukakan diatas, maka manfaat yang diharapkan dari penelitian ini yaitu :
1. Bagi saya sebagai penulis, penelitian ini memberikan saya wawasan mengenai masalah yang diteliti yakni bagaimana pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai agar bisa diminimalisir tetapi masih dalam ketentuan perpajakan yang berlaku. 2. Manfaat penelitian ini bagi Perusahaan yakni mendapatkan sebuah pemikiran
3. Manfaat yang akan didapat bagi pembaca penelitian ini adalah didapatnya informasi serta wawasan yang dapat menjadi referensi bagi para pembaca yang akan melakukan penelitian tentang masalah ini dimasa datang.
1.5 Sistematika Penulisan
Penelitian ini telah disusun sesuai dengan sistematika Penulisan. Penelitian ini disusun dalam 5 bab. Dibawah ini adalah Ulasan singkat mengenai ide pokok yang terdapat pada masing-masing bab.
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penelitian yang menjelaskan mengenai dasar pemikiran penelitian ini.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini mengungkapkan landasan teori yang mendasari penulis dalam melakukan penelitian mengenai manajemen pajak guna meminimalisir PPN terutang.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab metodologi penelitian, dijelaskan tentang jenis penelitian yang dilakukan, merode pengumpulan data yang digunakan, informan penelitian dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini.
BABIV HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini nantinya akan diuraikan hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti yang mengacu pada landasan teori yang telah dijelaskan atau diuraikan pada bab II kemudian dilakukan pembahasan atas hasil yang telah didapat.
BABV SIMPULAN DAN SARAN
setelah itu penulis bisa mengungkapkan saran yang dapat menjadi pertimbangan.
BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
2.1 Penelitian Terdahulu
hanya mengungkapkan apakah tax planning bias diterapkan dalam organisasi-organisasi bisnis yang sedang berjalan saat ini, dengan menggunakan suatu metode ekuitas.
Kemudian yang kedua adalah suatu penelitian (Noviari & Sahilatua, 2013) melakukan penelitian mengenai penerapan tax planning PPH 21 sebagai suatu strategi dalam penghematan pembayaran pajak, jadi penelitian ini merupakan suatu penelitian yang berfokus pada Wajib Pajak Orang Pribadi yang ditujukan bagi mereka untuk dapat melakukan suatu perencanaan pajak yang dapat menghemat pembayaran pajak namun masih sesuai dengan peraturan perpajakan.
Penelitian yang ketiga adalah (Aryanti & Hananto, 2013) dan (Bintoro Putro, 2012) mereka melakukan penelitian yang hamper sama dengan penelitian (Noviari & Sahilatua, 2013) bedanya adalah objek penelitiannya yaitu pada Wajib Pajak Badan.
Seperti yang telah dijelaskan dalam (Prabowo, 2004) perencanaan pajak atau tax planning adalah suatu langkah awal manajemen pajak yakni merekayasa usaha atau transaksi WP yang nantinya akan meminimalisir hutang pajak, namun dalam konteks yang sesuai dengan perpajakan di Indonesia.
2.3 Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Menurut (Presiden, 2009) UU No 42, Definisi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah:
“Suatu pajak dari konsumsi barang dan jasa yang dikenakan secara bertingkat dalam tiap jalur produksi dan distribusi”
Pajak Pertambahan Nilai secara umum terdiri dari dua komponen yakni Pajak Masukan dan Pajak Keluaran.
pemamfaatan BKP tidak dihasilkan dari luar daerah pabean atau pemamfaatan JKP dari luar daerah pabean dan impor BKP.
Pajak Keluaran (Presiden, 2009) UU PPN no 42 adalah PPN terutang yang bersifat wajib dan dipungut oleh PKP yang melakukan penyerahan BKP, JKP, atau ekspor BKP.
2.4 Dasar Pengenaan PPN
Dasar pengenaan pajak yakni sebuah nilai atau value yang berwujud uang dan dijadikan dasar dalam perhitungan pajak terutang menurut (Prabowo, 2004) adalah :
a. Harga Jual
b. Penggantian
c. Nilai Ekspor
d. Nilai Impor
2.5 Karakteristik PPN
Menurut (Waluyo, 2011) Pajak Pertambahan Nilai memiliki sifat pemungutan atau karakteristik yang disebut legal character.
1. PPN yang berfungsi sebagai pajak objektif
2. PPN yang berfungsi sebagai pajak tidak langsung (indirect tax) 3. Pemungutan PPN multistage tax
4. PPN yang dipungut dengan alat bukti Faktur Pajak 5. PPN yang bersifat netral (Neutral)
6. PPN tidak menimbulkan pajak ganda.
7. PPN yang berfungsi sebagai pajak dari konsumsi BKP atau JKP yang dilakukan di dalam negeri
2.6 Manajemen Pajak
Tujuan manajemen pajak yakni digunakan untuk penerapan pajak secara benar dan tepat selain itu juga merupakan suatu usaha yang efisien dalam tercapainya laba dan likuiditas yang diharapkan. Sedangkan Fungsi manajemen pajak yaitu sebagai perencanaan pajak, untuk melaksanakan kewajiban pajak dan untuk mengendalikan pajak.
2.7 Tahapan Perencanaan Pajak
Menurut (Suandi, 2001)Tahap-tahap dalam pelaksanaan perencanaan pajak (tax planning) adalah :
1. Melakukan Evaluasi atas informasi yang ada
2. Melakukan Evaluasi atas tax planning yang sedang berjalan
3. Menganalisis kelemahan rencana pajak kemudian memperbaiki rencana pajak 4. Mengupgrade rencana pajak
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Pendekatan Penelitian
kualitatif mempunyai cara berfikir secara induktif. Peneltian kualitatif itu tidak diawali dengan pengajuan hipotesis lalu menguji kebenaran, namun penelitian kualitatif itu bergerak dari bawah yakni dengan menggali dan mengumpulkan data semaksimal mungkin mengenai sesuatu, kemudian akan dicari suatu struktur, prinsip, hukum dan pola dari data yang kita temukan yang dapat kita gunakan untuk penarikan kesimpulan dari analisis yang kita lakukan.
Peneliti menggunkan pendekatan kualitatif dikarenakan penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mendapatkan suatu pola mendalam tentang objek penelitian yakni PPN di PT. Satria Mandala Cakra Surabaya pada tahun 2014 guna meminimalisir besarnya PPN terutang sesuai dengan UU No 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai.
Unit-unit Analisis
Penelitian ini menggunakan penekanan pada unit analisis terhadap individu yang dipandang secara utuh (holistik), tidak di-set pada variabel atau kondisi tertentu. (Bungin, 2009) menyatakan bahwa penentuan atas informan harus melalui pertimbangan-pertimbangan, yaitu :
1. Motivasi PT. Satria Mandala Cakra dalam melakukan manajemen pajak. 2. Pengelolaan akun-akun perpajakan dalam laporan keuangan perusahaan. 3. Keakuratan SPT PPN yang disetor.
4. Dampak yang diperoleh sebelum dan setelah melakukan manajemen pajak. 5. Kesesuaian manajemen pajak yang dilakukan dengan Undang-Undang No. 42
Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
1.2 Objek dan Subjek Penelitian
Objek Penelitian
Objek penelitian dalam proposal ini yaitu Pajak Pertambahan Nilai PT. Satria Mandala Cakra
Subjek penelitian dalam proposal ini adalah PT. Satria Mandala Cakra Surabaya, merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan barang dan jasa. Perdagangan barang yang dilakukan adalah penjualan mobil dan sparepart untuk Hyundai dan Toyota. Sedangkan, jasa yang dissediakan adalah service dan perawatan rutin. Ditinjau dari kegiatan usahanya, PT. Satria Mandala Cakra melakukan kegiatan perdagangan barang dan jasa yang dikenakan PPN.
1.3 Waktu dan Tempat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen pajak untuk meminimalkan PPN terutang pada PT. Satria Mandala Cakra dan kesesuaian antara manajemen pajak yang digunakan dengan ketentuan perundangan PPN yang berlaku, maka penelitian dilakukan pada PT. Satria Mandala Cakra yang berada di Jl Pahlawan 26 Surabaya.
Adapun alasan dalam pemilihan lokasi penelitian ini, karena PT. Satria Mandala Cakra ini merupakan salah satu perusahaan di Surabaya yang telah memiliki NPWP, melakukan penyerahan dan penerimaan Barang kena Pajak (BKP) dan Jasa Kena Pajak (JKP) yang terutang Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Jangka waktu untuk melakukan penelitian ini adalah selama satu sampai dua bulan pada tahun 2014.
1.4 Jenis Data
Jenis data yang diperoleh berasal dari perusahaan berupa data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Data primer yang didapat dari PT. Satria Mandala Cakra adalah berupa metode yang dipakai perusahaan dalam mengelola data keuangan tentang PPN masukan dan PPN keluaran yang di dalam perusahaan dengan disesuaikan dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
2. Data Sekunder
1.5 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ilmiah yaitu prosedur yang sistematis guna memperoleh data yang diperlukan. Pada Penelitian kualitatif, pengumpulan data dapat dilakukan melalui setting dari berbagai sumber dan cara. Metode pengumpulan data sangat berhubungan dengan masalah penelitian yang akan dipecahkan. Guna diperolehnya informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data yaitu sebagai berikut :
1. Studi Kepustakaan
Untuk penelitian ini, studi kepustakaan dilakukan dengan membaca, memahami dan mempelajari sejumlah buku, jurnal ilmiah, literature dan website internet guna mendapatkan kerangka teori yang akan menjadi landasan atau dasar dari penelitian ini. Disamping itu, peneliti juga mempelajari ketetapan-ketetapan pajak yang berhubungan dengan objek penelitian guna memahami konteks permasalahan yang diteliti secara mendalam.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan bertujuan untuk menggali informasi yang ingin diketahui oleh peneliti yang tidak didapatkan dari laporan atau data yang terkait dengan masalah yang akan diteliti, wawancara dilakukan dengan memberikan pertanyaan lisan kepada subyek penelitian dalam kasus ini yaitu karyawan bagian Akuntansi dan Administrasi Pajak pada PT. Satria Mandala Cakra.
3. Observasi
Teknik observasi ini dilakukan dengan mengamati dan mencatat informasi secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh gambaran kegiatan operasional perusahaan yang berkaitan dengan penelitian proposal ini.
3.6 Teknik Analisis Data
dapat digunakan untuk membantu peneliti untuk mempresentasikan temuan penelitian.
Teknik analisis data kualitatif digunakan oleh peneliti dalam mengolah dan menganalisis data sehingga dapat memebrikan gambaran karakteristik suatu masalah dengan menggunakan data primer dan sekunder. Kemudian dengan membandingkan Tujuan kepustakaan serta UU No 42 Th 2009 dengan menerapkan manajemen PPN yang dilakukan PT. Satria Mandala Cakra. Kemudian hasil penelitian akan dibandingkan dengan teori-teori yang sedang berlaku, lalu mengajukan kesimpulan yang logis berdasar hasil penelitian tersebut dan diberikan saran-saran.
Interpretasi Data
Di dalam penelitian kualitatif, proses analisis dan interpretasi data diperlukan cara berfikir kritis dan kreatif juga kehati hatian yang besar. Proses ini merupakan proses yang sangat berhubungan satu sama lain. Analisis data adalah suatu proses yang digunakan untuk mengorganisasi data guna mendapatkan bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan Interpretasi data merupakan suatu proses pemberian makna atas bentuk-bentuk atau aturan yang ditemukan di dalam sebuah penelitian. Nantinya data yag telah dikumpulkan diharapkan dapat memberikan jawaban dari penelitian yang telah dirumuskan dalam Rumusan Masalah.
Teori Pengharapan (Expectancy Theory) – VROOM
Teori Vroom atau teori pengharapan menyatakan bahwa suatu dorongan atau kekuatan tidak cukup untuk mendorong seseorang melakukan suatu tindakan. Suatu keyakinan atas usaha yang dilakukan seseorang menghasilkan suatu prestasi yang diharapkan, ternyata merupakan factor yang sangat berpengaruh terhadap suatu prilaku sesorang.
Teori ini menyatakan bahwa semakin besar sebuah prestasi memberikan hasil yang diharapkan, semakin besar juga kemungkinan seseorang akan mencoba berperilaku yang dapat mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi. Terdapat dua jenis penghargaan yang dipaparkan dalam teori ini yaitu effort performance expectancy dan performance outcome expectation.
yang menyebutkan setiap prestasi berhubungan dengan konsekuensi tertentu yang timbul baik konsekuensi itu berbentuk positif maupun negative. Dalam hal ini konsekuensi positif adalah imbalan dan konsekuensi negative adalah hukuman
Teori Keadilan (Equity Theory) – ADAMS
Teori Equity atau Teori yang diungkapkan Oleh Adams, seseorang yang bekerja sebagai seorang peneliti di Bidang Psikologi adalah pada dasarnya seseorang akan menghitung upaya dan penghargaan atau effort dan reward yang diperoleh, dan bersamaan dengan itu dibandingkan dengan apa yang terjadi pada orang lain. Teori ini menganggap suatu motivasi seseorang dalam melakukan aktivitas, didorong oleh suatu perlakuan yang adil dibandingkan dengan yang diproleh orang lain.
Teori Penetapan Tujuan (Goal Setting) – E. A LOCKE
Teori Penetapan Tujuan yang dikemukakan oleh A Locke adalah suatu perilaku seseorang itu sangat ditentukan oleh tujuan atau goal yang dikehendaki dan juga keinginan atau intentions. Dalam teori ini pemahaman atas tujuan yang dikehendaki sangat penting. Tujuan yang dikehendaki ini yaitu seperti goal specificity atau tujuan yang dikhususkan, goal difficulty atau kesulitan dalam penetapan tujuan dan Goal Intensity atau Intensitas proses dalam penetapan tujuan.