• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGURUS DAERAH PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) KOTA BANDA ACEH Periode 2009-2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGURUS DAERAH PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) KOTA BANDA ACEH Periode 2009-2010"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

A. MUQADDIMAH

Sejarah perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia mencatat bahwa Pelajar Islam Indonesia (PII) merupakan satu-satunya organisasi pelajar yang ikut andil mempertahankan harkat dan martabat bangsa dan negara ini, tetapi tidak selamanya jalan itu lurus seperti yang diharapkan, pada masa kejayaan Orde Baru hampir 20 Tahun PII harus merangkak di bawah tanah “ Underground “ karena tidak mau menerima Azas tunggal, ini merupakan sebuah konsekwensi logis dari sikap “istiamah” yang di miliki oleh PII.

Awal-awal era reformasi PII muncul kembali ke permukaan, beberapa kalangan waktu itu menyebutkan bahwa lahirnya kembali PII ibarat kisah “Ashabul Kahfi” yang diabadikan Al-Qur’an. Perjalanan panjang masa lalu yang gemilang tentu harus diwujudkan kembali pada saat ini mengingat Indonesia dan Nanggroe Aceh Darussalam khususnya merupakan daerah yang ditetapkan sebagai satu Daerah yang sah melaksanakan syari’at Islam, ini sangat sinkron dengan visi dan misi serta eksistensi Pelajar Islam Indonesia sebagai mana tertuang dalam Anggaran Dasar PII yaitu, “Kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan Islam bagi seluruh rakyat Indonesia dan segenap ummat manusia” (Bab IV pasal 4 AD PII)

Pelajar Islam Indonesia (PII) memandang bahwa terwujudnyaislam kaffah adalah lewat pendidikan dan kebudayaan dengan cara pembinaan secara bertahap dan bersifat kontinue kepada ummat dan masyarakat atau di sebut dengan kaderisasi yang merupakan tugas dan kewajiban pokok PII selama ini.

(2)

B. PROFILE LEMBAGA

PII MERUPAKAN Organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pendidikan, kebudayaan dan dakwah sehingga senantiasa memiliki perhatian terhadap persoalan-persoalan yang berkaitan dengan ketiga bidang tersebut. Bentuk dari perhatian tersebut tentu saja berbeda dari waktu ke waktu, periode ke periode. Situasi dan kondisi ikut mempengaruhi respon PII terhadap masalah yang melingkupi ketiga bidang tersebut.

Sejarah Kebangkitan Dan Perkembangan

PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) didirikan di kota perjuangan Yogyakarta pada tanggal 4 Mei 1947. Para pendirinya adalah Yoesdi Ghozali, Anton Timur Djaelani, Amien Syahri dan Ibrahim Zarkasji.

Salah satu faktor pendorong terbentuknya PII adalah dualisme sistem pendidikan di kalangan umat Islam Indonesia yang merupakan warisan kolonialisme Belanda, yakni pondok pesantren dan sekolah umum. Masing-masing dinilai memiliki orientasi yang berbeda. Pondok pesantren berorientasi ke akhirat sementara sekolah umum berorientasi ke dunia. Akibatnya pelajar Islam juga terbelah menjadi dua kekuatan yang satu sama lain saling menjatuhkan. Santri pondok pesantren menganggap sekolah umum merupakan sistem pendidikan orang kafir karena produk kolonial Belanda. Hal ini membuat para santri menjuluki pelajar sekolah umum de-ngan "pelajar kafir". Sementara pelajar sekolah umum menilai santri pondok pesantren kolot dan tradisional; mereka menjulukinya dengan sebutan "santri kolot" atau santri “teklekan".

(3)

yang hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain: Anton Timur Djaelani, Amien Syahri dan Ibrahim Zarkasji, dan semua yang hadir kemudian sepakat untuk mendirikan organisasi pelajar Islam.

Hasil kesepakatan tersebut kemudian disampaikan Yoesdi Ghozali dalam Kongres Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), 30 Maret-1April 1947. Karena banyak peserta kongres yang menyetujui gagasan tersebut, maka kongres kemudi-an memutuskan melepas GPII Bagian Pelajar untuk bergabung dengan organisasi pelajar Islam yang akan dibentuk. Utusan kongres GPII yang kembali ke daerah-daerah juga diminta untuk memudahkan berdirinya organisasi khusus pelajar Islam di daerah masing-masing.

Menindaklanjuti keputusan kongres, pada Ahad, 4 Mei 1947, diadakanlah pertemuan di kantor GPII, Jalan Margomulyo 8 Yogyakarta. Pertemuan itu dihadiri Yoesdi Ghozali, Anton Timur Djaelani dan Amien Syahri mewakili Bagian Pelajar GPII yang siap dilebur di organisasi pelajar Islam yang akan dibentuk, Ibrahim Zarkasji, Yahya Ubeid dari Persatuan Pelajar Islam Surakarta (PPIS), Multazam dan Shawabi dari Pergabungan Kursus Islam Sekolah Menengah (PERKISEM) Surakarta serta Dida Gursida dan Supomo NA dari Perhimpunan Pelajar Islam Indonesia (PPII) Yogyakarta. Rapat yang dipimpin oleh Yoesdi Ghozali itu kemudian memutuskan berdirinya organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) tepat pada pukul 10.00, 4 Mei 1947.

(4)

Tujuan

PADA mulanya tujuan PII adalah, "Kesempurnaan pendidikan dan pengajaran bagi seluruh anggotanya." Dalam Kongres I PII, 14-16 Juli 1947 di Solo tujuan tersebut diperluas menjadi "Kesempurnaan pengajaran dan pendidikan yang sesuai dengan Islam bagi Republik Indonesia." Akhirnya tujuan tersebut semakin universal dengan perubahan lagi pada Kongres VII tahun 1958 di Palembang menjadi "Kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan Islam bagi segenap rakyat Indonesia dan umat manusia." Rumusan tujuan PII hasil Kongres VII terse-but yang digunakan sampai sekarang ini sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar (AD) PII Bab IV pasal 4.

Tugas Pokok, Fungsi dan Usaha

Pelajar Islam Indonesia mempunyai tugas pokok melaksanakan pelatihan, taklim dan kursus bagi para pelajar Islam guna menumbuhkan kader umat dan kader bangsa yang berkepribadian muslim, cendekia dan memiliki jiwa kepemimpinan (AD Bab V Pasal 5). Sementara itu, organisasi ini berfungsi sebagai wadah pembinaan kepribadian muslim, penghantar sukses studi, sarana berlatih dan alat perjuangan bagi pelajar islam (AD Pasal 6).

Untuk mewujudkan tujuannya, PII bergerak secara independen di bidang pen-didikan, kebudayaan dan dakwah. Adapun usaha yang dilakukan PII –sesuai dengan Bab VI Pasal 7, adalah :

1. Mendidik anggotanya untuk menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

2. Mengembangkan kecerdasan, kreativitas, ketrampilan, minat dan bakat anggo-tanya.

(5)

4. Membina mental dan menumbuhkan apresiasi keilmuan serta kebudayaan yang sesuai dengan Islam bagi anggotanya.

5. Membina anggota menjadi pribadi-pribadi yang tangguh dan cakap dalam mengelola arus informasi global dunia serta menangkal dampak negatif produk-produk budaya asing dan arus informasi global tersebut.

6. Membantu dalam pemenuhan minat dan kebutuhan serta mengatasi problematika pelajar.

7. Menyelenggarakan kegiatan sosial untuk kepentingan Islam dan umat Islam, serta umat manusia pada umumnya.

8. Menumbuhkembangkan semangat dan kemampuan anggota untuk menguasai, memanfaatkan serta mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi bagi kesejahteraan umat manusia.

9. Mengembangkan dan meningkatkan kemampuan anggota untuk memahami, mengkaji, mengapresiasi dan melaksanakan ajaran serta tuntunan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.

10. Mencetak kader-kader pemimpin yang memiliki pandangan hidup Islami, kelu-asan pandangan dunia global dan kepribadian muslim dalam segala bidang kehidupan.

Keanggotaan

(6)

Kepengurusan

KEPENGURUSAN PII terdiri dari empat jenjang institusi. Yang terendah Pengurus Komisariat (PK), berbasis kecamatan, sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Untuk membentuk Pengurus Komisariat, minimal memiliki 25 orang anggota. Pengurus Daerah (PD) sebagai institusi kepengurusan berikutnya yang berbasis pada kabupaten/ kotamadya, di Tingkat Provinsi di sebut Pengurus Wilayah (PW) dan di tingkat Pusat di sebut dengan Pengurus Besar (PB). Kepengurusan PD PII Kota Banda Aceh sendiri telah berdiri sejak tahun 1950 an, namun dalam perjalanannya sempat vakum beberapa periode karena berbagai permasalahan. Hingga saat ini PD PII Kota Banda Aceh telah melaksanakan 18 kali Konferensi Daerah sebagai forum resmi yang di akui dalam AD/ART PII sebagai forum untuk melaksanakan pergantian kepemimpinan. Jumlah Pengurus Komisariat (PK) yang berda di bawah naungan PD PII Kota Banda Aceh saat ini berjumlah 22 Komisariat yang tersebar di Sekolah-sekolah dan Fakultas-fakultas di beberapa perguruan tinggi yang ada di dalam kota Banda Aceh

C. RANCANGAN

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa keterpurukan bangsa ini diakibatkan oleh lemahnya dukungan pemerintah pada pembangunan kualitas insani, yakni dukungan pada sektor pendidikan, jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia jauh lebih tertinggal di belakang.Ketika negara lain sudah bangkit untuk lari, kita masih tertidur dan bermimpi tentang indahnya masa silam. Sangat disayangkan sebelum bencana Tsunami, Nanggroe Aceh Darussalam telah dilanda konflik yang sangat parah yang berefek bertambah terpuruknya pendidikan di Aceh.

Sebagai Organisasi Pemuda dan pelajar, PII Kota Banda Aceh dalam Rapat Kerja Pengurus Daerah PII Kota Banda Aceh Periode 2009-2010 yang dilaksanakan pada Tanggal 24 Mei 2009, memfokuskan pada tiga aspek, yaitu :

(7)

D. POLA KEBIJAKAN

Pola kebijakan Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) kota Banda Aceh periode 2009-2010 adalah sebagai berikut :

1. Bidang Kaderisasi

 Percepatan dan peningkatan pelaksanaan kaderisasi secara menyeluruh, seimbang dan sistematis.

 Peningkatan frekuensi pelaksanaan Intermediate Training, sehingga perbedaan antara kader Basic Training dengan Intermediate Training tidak terlalu jauh. Hal ini juga bukan berarti pelaksanaan Basic Training dibatasi, akan tetapi terus di tingkatkan dan seiring dengan itu pula untuk pelaksanaan Intermediate Training lebih di tingkatkan frekuensinya.

 Pelaksanaan Intermediate Training harus sama dengan pelaksanaan Basic Training, dengan demikian pelaksanaan Basic Training dan Intermediate Training harus menjadi satu paket kegiatan terpadu.

 Pelaksanaan Ta`lim dan Kursus secara sistematis, tertib dan konsekuen harus benar-benar kita laksanakan (disiplin). Karena kita fahami bahwa Ta`lim dan Kursus inilah yang akan menjadi penyeimbang sehingga pembinaan terhadap kader itu benar-benar berjalan secara menyeluruh dan seimbang. Dan harapan kita untuk menciptakan kader yang Ideal ( muslim, cendikia dan pemimpin) benar-benar bisa terwujud.

 Memberdayakan Pengurus Komisariat untuk menyelenggarakan Basic Training secara mandiri karena Job Pengurus Daerah adalah Intermediate Training.

(8)

 Pengiriman peserta Advance Training.

 Follow up dan pembinaan dalam rangka penambahan kualitas Pemandu dan Muallim

2. Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Organisasi (PPO)

 Konsolidasi internal (lembaga) PII dari tingkat Daerah dan Komisariat.

 Meningkatkan pembinaan ke Pengurus Komisariat, baik melalui turba dan work shop, melakukan akreditasi kepengurusan.

 Melakukan restrukturisasi kepengurusan, bahwa kepengurusan yang di inginkan adalah kepengurusan ideal.

 Kedepan Pembentukan / Perombakan Komisariat beserta strukturnya sekaligus pelantikan hendaknya dilakukan serentak sehingga memudahkan kinerja PPO dalam membina komisariat.

 Menertibkan sistem organisasi dan sesuai kaidah administrasi, berarti harus sesuai mekanisme atau prosedural dalam pelaksanaannya, misalnya mekanisme surat menyurat dalam pemberitahuan pelaksanaan acara untuk pelantikan, kaderisasi dan acara-acara lain, mekasisme Surat Keputusan, mekanisme Surat Mandat dan juga mekanisme pelaporan dari setiap Pengurus Komisariat harus berjalan (4 bulan sekali), sehingga kontrol antar Pengurus Daerah dengan Pengurus Komisariat bisa berjalan dengan baik.

(9)

3. Bidang Pembinaan Masyarakat Pelajar (PMP)

 Masuk kesekolah-sekolah untuk melakukan pembinaan-pembinaan dan advokasi terhadap masyarakat pelajar.

 Membuka dan membentuk akses atau jaringan kesekolah-sekolah.

 Membentuk basis-basis/komunitas-komunitas yang di bawah kendali PII di seluruh sekolah-sekolah.

 Dengan telah di bukanya akses dan terbentuknya basis atau komunitas, maka untuk melakukan pembinaan berkelanjutan di koordinasikan dengan bidang kaderisasi. Jadi ada sinergitas, PMP yang membuka akses, Kaderisasi yang memfollow-up.

 Perkenalan dan promosi PII lewat kegiatan yang dibutuhkan dan disenangi pelajar seperti Festival, Perlombaan, dan Pelatihan-pelatihan yang dianggap bermanfaat.

4. Bidang Komunikasi Ummat (KU)

 Membangun jaringan eksternal dengan baik.

(10)

 Meminimalisir atau bahkan harus menghilangkan jangan sampai terjadi benturan antara PII dengan Ormas/Lembaga Islam yang lain. Justru harus membina hubungan baik.

 Mengelola isu-isu tentang kepelajaran, pendidikan dan keummatan dengan baik, sinergis dan kontinyu. Sehingga isu yang di bangun dapat mempengaruhi serta membentuk opini publik dan menghasilkan reaksi dari masyarakat.

 Menjadikan isu Syariat Islam dan Kongres Pelajar Koetaradja sebagai ikon isu sentral PII.

 Membangun Jaringan Kerja sama dengan Pemerintah Daerah guna memudahkan pelaksanaan Program Kerja PII.

 Realisasi Program pengumpulan informasi penting, Mading, Bulettin atau Selebaran Info, Pengelolaan Pengelolaan Situs blog www.pii-koetaradja.blogspot.com , memaksimalkan pemanfaatan Tekhnologi Komunikasi seperti Email dan milisdan Press Realease Media.

5. Kesekretariatan

 Peran Manajerial

 Pelaksana administrasi

 Pengumpulan data-data/dokumen PII

 Pengadaan Mobiler

 Perawatan sekretariat beserta fasilitasnya

 Workshop Administrasi

(11)

 Realisasi Program antara lain : Workshop Administrasi Komisariat, Fasilitator Rapat BPH, Rapat Pleno, TC dan Raker, dan Perbaikan Komputer terhadap kerusakan fisik dan software.

6. Keuangan

 Pelaksanaan manajemen keuangan yang baik dengan memakai standar akuntansi keuangan di kelembagaan PII.

 Pencanangan pembentukan unit usaha PII sebagai lembaga yang di peruntukkan untuk menghasilkan dana (keuangan organisasi) yang mana kesemuanya bertujuan untuk mencari dan memenuhi kebutuhan pendanaan organisasi.

(12)

E. PROGRAM UNGGULAN 1.

PENGADAAN MOBILER DAN

INVENTARIS SEKRETARIAT

PENDAHULUAN

Banyak sekali fenomena yang kita lihat saat ini, dimana kondisi generasi muda khususnya pelajar yang sebenarnya mempunyai potensi diri yang terpendam tetapi tidak dimanfaatkan sebaik–baiknya. Hal itu dapat disebabkan oleh faktor yang mempengaruhinya baik secara internal maupun secara external.

Pelajar Islam Indonesia (PII) sebagai komunitas yang terus berupaya membangun sosoknya sebagai barisan intelektual yang cerdas, objektif , kuat dan menghargai nilai–nilai islam, merasa berkepentingan untuk mengisi salah satu agendanya yang ditujukan untuk peningkatan kualitas kadernya sebagai asset ummat yang akan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang.

Dengan melihat itulah Pengurus Daerah PII Kota Banda Aceh melaksanakan agenda yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader khususnya dalam mempersiapkan diri untuk terjun ke masyarakat dan menghadapi persaingan global di masa mendatang.

Maka bersama ini kami lampirkan daftar kebutuhan inventaris kantor yang dibutuhkan oleh dalam rangka memudahkan kinerja kepengurusan baik dalam hal administrasi, manajerial, dan operasional.

(13)

1. Pola Kebijakan Umum PD PII Kota Banda Aceh periode 2009-2010

2. Kondisi terakhir alat-alat perlengkapan dan mobiler organisasi yang kurang memadai lagi.

TUJUAN

Adapun dibuatnya proposal ini adalah bertujuan untuk :

1. Meningkatkan kualitas kinerja kelembagaan serta personal yang ada di dalamnya.

2. Memenuhi kebutuhan akan inventaris yang selama ini dibutuhkan oleh lembaga.

DAFTAR MOBILER DAN INVENTARIS YANG DIBUTUHKAN

1. Laptop (1 unit) untuk fasilitas operasional dengan spesifikasi :

NOTE BOOK centrion satelit M70 toshiba Processor intel centrino 1,73 Ghz Memory 512 MB

Hardisk 80 GB DVD

Card reader Modem Wifi

Layar 15’’ WXGA XP home editition Bag

Garansi 1 tahun full

Rp.16.375.000

2. Komputer (PC) untuk fasilitas operasional dengan spesifikasi :

Mand Board Intel 915 GGCL

Proc Intel Core 2 Duo LGA 2,66 Ghz BOX Integrate ATI Radion PCl Express 128 MB Integrate Sound 6 Chanel Audio

Hardisk 80GB Sata Seagete Memory 512 MB Visipro DDR-400 DVDRW LG Dual Layer 16 X

(14)

Monitor LG 17” L1717B New

Keyboard Logitech+ MS Optik Internet destop Modem Wifi/Wire

Win XP Home Ednt Engl. Indonesia Only w/SP1a/OS Original Printer (cannon iP1000)

Microsoft Office SB ED 2003 Win 32 Eng/OS Original Ups (APC BR100i Rs 1000VA

Meja Komputer KC-1000 (120x60x70)+ kursi putar

Rp.

15.020.000

3. Kamera Digital Canon 12 Mega Pixel

Rp. 2.200.000

4. Kebutuhan Inventaris Sekretariat

No Barang Yang dibutuhkan Kondisi Banyaknya Harga @ Total (Rp)

1 Sajadah/karpet panjang Tidak ada 8 buah Rp. 500.000 Rp. 4.000.000 2 TOA/Microphone/Tiang

Microphone/Loud Speaker Rusak 1 set Rp.2.000.000 Rp. 2.000.000

3 Lampu Hemat Energi Rusak 10 buah Rp. 40.000 Rp. 400.000

8 Lemari Tidak ada 1 unit Rp.1.000.000 Rp. 1.000.000

9 Alas kaki Tidak ada 2 Buah Rp. 25.000 Rp. 50.000

10 Buku yasin Sangat sedikit 100 eks Rp. 2.000 Rp. 200.000

11 Penunjuk waktu shalat Tidak ada 1 buah Rp. 150.000 Rp. 150.000 12 Sapu/pel Sedikit dan mulai

rusak

4 buah Rp. 12.000 Rp. 48.000

13 Wireless Tidak ada 1 unit Rp.2.000.000 Rp. 2.000.000

(15)

Terbilang : “Lima puluh lima juta dua ratus sembilan puluh tiga ribu rupiah”

PENUTUP

Proposal ini kami usulkan sebagai manifestasi kepedulian dan cita-cita besar PII.

Besar keinginan agar proposal ini dapat terwujud serta dapat membawa manfaat yang besar bagi kemajuan dan perubahan perbaikan segala aspek dalam kepengurusan PD PII Kota Banda Aceh

2.

LEADERSHIP BASIC TRAINING (LBT)

PII SE-KOTA BANDA ACEH

A. LATAR BELAKANG

Seiring dengan perubahan zaman yang begitu cepat, era millennium menawarkan berbagai macam informasi dan kebudayaan yang dapat mempengaruhi pola pikir dan kehidupan manusia. Gerakan ini ditopang dengan perkembangan teknologi yang penggunaannya sering kali jauh dari tatanan nilai-nilai ilahiyah. Ini terjadi ketika iman tidak dijadikan sandaran dalam melakukan transformasi nilai.

Dalam menyampaikan programnya kedepan PII tidak hanya memperkuat basis kadernya kedalam namun menyentuh persoalan-persoalan masyarakat secara umum. Langkah pertama yang diambil kader PII adalah bagaimana menghasilkan dan mengeksiskan kembali secara menyeluruh dengan mengarahkan programnya menyentuh kepada masyarakat yang bawah yang notabene adalah salah satu penggugat basis PII dimasyarakat bawah yaitu pelajar. Pelajar sebagai Agent of chage tentu memerlukan pembinaan-pembinaan dan pengarahan demi terwujudnya masyarakat madani dimasa yang akan datang. “ Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan” merupakan semboyan yang mau-tidak mau harus di terima oleh seluruh elemen masyarakat.

Pendidikan merupakan sebuah proses sistemik untuk mempersiapkan kepribadian seorang dengan idealitas yang didasarkan pada tata nilai yang di anut oleh masyarakat. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang regilius dengan umat islam sebagai mayoritas, pendidikan merupakan media untuk mewujudkan kepribadian yang mendasarkan pada nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan. Kepribadian yang dibangun dengan pondasi iman dan taqwa di harapkan akan membuahkan sosok yang cerdas dan terampil.

(16)

potensi kemanusiaan seorang. Dapat di artikan bahwa kualitas kebudayaan dalam masyarakat merupakan produk dari anggota masyarakat yang berkualitas pula.

Pelajar dalam hal ini merupakan subjek pendidikan dan dakwah yang potensial. Mereka adalah calon pemimpin dan pelaku utama sejarah yang akan mengendalikan dan membanun peradaban manusia. Pelajar adalah asset masa depan ummat.oleh karena ituu, keberadaanya harus di perhatikan secara professional. Mereka adalah para intelektual yang berperan sebagai agent of change, untuk di perlukan pembinaan yang sistematis, komprehensif, dan teruji. Juga untuk tercapinya kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan.

Cita-cita Izzul Islam Wal Muslimin, yang menjadi semboyan suci gerakannya, senantiasa mewarnai gerak langkah PII dalam menampaki sejarah perjuangan. Kader PII selalu tampil sebagai calon pemimpin umat dimasa depan yang benar-benar merupakan “Anak Kandung Umat”. Kader PII memang dilahirkan oleh ummat karena itu maka kipranya nyatanya pun sudah barang tentu ditunggu dan dinanti-nantikan oleh ummat.

Sebagai upaya untuk selalu eksis dalam memberikan sumbangsinya kepada ummat, PII dituntut untuk re-intropeksi kiprah nyatanya. Dalam hal ini, upaya kaderisasi dan konsolidasi organisasi merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawarkan lagi. “Re-Thingking” arah gerak PII kedepan sudah semestinya menjadi agenda “yang wajib” bagi organisasi yang berlebel PII.

Keniscayaan yang dimaksud agar PII akan lebih eksis dalam kiprahnya untuk membangun masa depan bangsa dan Ummat di Negara Republik Indonesia ini. PII harus bisa memikirkan dan memberikan apa yang diperlukan ummat saat ini, ini merupakan hal yang wajar karena terbaik bagi ummatnya.

B. NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini bernama Leadership Basic Training Pelajar Islam Indonesia (PII) se- Kota Banda Aceh

C. TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan untuk :

1. Membentuk pribadi-pribadi Muslim yang cakap dan terampil, sehingga di harapkan dapat menjadi pelopor dalam masyarakat

2. Menumbuhkan dan membentuk sikap mental dan aktualisasi jiwa kepemimpinan yang mempunyai kesadaran diri terhadap nilai-nilai islam.

3. Menambah kesadaran kepada peserta untuk memahami, menghayati, meyakini, dan memperjuangkan islam sebagai konsep hidup.

(17)

D. TEMA KEGIATAN

Adapun Tema kegiatan ini adalah :

“ Hijrah Sikap, Raih Prestasi, Menjadi Muslim Sejati ”

E. PENYELENGGARA

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Banda Aceh dan Pengurus Komisariat PII se-Kota Banda Aceh.

F. PESERTA KEGIATAN

Peserta yang akan mengikuti kegiatan ini adalah pelajar dari SMP/ MTs dan SMA/ MA/SMK/ Se-Kota Banda Aceh yang di targetkan berjumlah 100 orang.

G. ANGGARAN BIAYA

RANCANGAN ANGGARAN BIAYA LEADERSHIP BASIC TRAINING PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII)

NO URAIAN JUMLAH SATUAN SATUANHARGA JUMLAH

I

(18)

Rp.225.000,-2. Biaya Komunikasi

Sub Total

10 Paket Rp. 98.000,- Rp.

980.000,-Rp. 1.205.000

Kosumsi 30 orang panitia dan tim Instruktur selama 6 hari

Kosumsi 100 orang peserta selama 6 hari

Terbilang : “ Sembilan belas juta lima ratus enam belas ribu lima ratus rupiah”

H. PENUTUP

Demikianlah gambaran kegiatan Leadership Basic Training (LBT) Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Banda Aceh ini disusun sebagai kerangka acuan bagi pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita dijalan yang benar dan hanya kepada-Nya lah kita berserah diri.

(19)

3.

SEMINAR PROBLEMATIKA PELAJAR

A. Latar Belakang

Era reformasi dimaksudkan untuk membangun kembali Bangsa Indonesia yang lebih baik dan aspiratif dalam mewujudkan keinginan masyarakat untuk membentuk wajah Indonesia baru yang dicita-citakan bersama. Berbagai perubahan mendasar dilakukan secara bertahap meliputi segala lapisan masyarakat dan menjangkau seluruh sisi kehidupan manusia dalam bidang idiologi, ekonomi, poloitik, sosial budya dan pendidikan. Namun perubahan-perubahan tersebut seringkali menimbulkan konflik secara vertikal dan horisontal sebagai wujud ketidaksiapan masyarakat dalam mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Akibat kondisi ini maka tak heran apabilah tingkat kejahatan ditengah masyarakat semakin tinggi setiap hari masyarakat disuguhi dengan berita-berita tindak kekerasan dan kejahatan yang dilakukan oleh berbagai kalangan, rasa amanpun terasa mahal, kerena tindak kejahatan setiap saat selalu terjadi tanpa disadari, hal ditambah dengan isue teroris yang semakin genjar ditujukan kepada bangsa Indonesia sejak peristiwa bom Bali beberapa waktu lalu. Dikalangan pelajar, secara jelas dapat kita lihat peningkatan angka tawuran pelajar dan tindak kejahatan oleh pelajar lainya seperti : pengedaran narkoba, penyebaran virus HIV, yang lama kian tinggi. Ini adalah indikasi bahwa moralitas pelajar kita telah mengalami kemerosotan yang sangat tinggi, padahal pelajar merupakan generasi harapan bangsa yang akan menggantikan para pemimpin kita, dan yang akan memimpin bangsa ini nantinya.

(20)

perwujudan dari sebuah kesadaran itu masih dirasakan sangat jauh dari apa yang kita harapkan.

Dalam melihat problematika bangsa saat inilah Pelajar Islam Indonesia sebagai elemen masyarakat memiliki komitmen yang tinggi terhadap perkembangan ummat dan pembangunan sumberdaya manusia Indonesia dengan memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya Indonesia baru yang lebih baik. Melalui proses yang panjang, bertahap dan berjenjang dalam satu sisrtem yang disebut ta’dib sebagai pola pembinaan dan kaderisasi yang berusaha melahirkan individu-individu masyarakat yang memiliki karakteristik cendikia, kepemimpinan dan kepribadian muslim yang diharapkan mampu mengemban visi dan misi reformasi yang sesungguhnya untuk mewujudkan kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan Islam sebagai wajah Indoensia baru yang dicita-citakan. Dengan demikian tak dapat ditunda-tunda lagi usaha penyadaran terhadap masyarakat pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang memikliki tanggung jawab dan kepedulian terhadap kondisi bangsanya. Jangan sampai terjadi “ lost generation “ dimasa yang akan datang hanya kelalaian kita dalam mempersiapkan genersi yang akan datang.

Oleh karena banyaknya problem yang menghimpit bangsa kita kususnya para pelajar sehingga membuat para pelajar mandek dalam proses belajar maka Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia Kota Banda Aceh berinisiatif untuk membantu para pelajar Kota Banda Aceh dalam mengatasi problematika yang mereka hadapi melalui Seminar Sehari Problematika Pelajar .

B. Nama Kegiatan

Nama kegiatan ini adalah Seminar Sehari Problematika Pelajar.

C. Tujuan dan Harapan Kegiatan

 Membina para pelajar agar bisa mandiri dalam menyikapi Problematika mereka sehari-hari.

 Adanya media komunikasi sesama pelajar yang efektif untuk saling mendiskusikan problem yang mereka hadapi disekolah dan keluarga.

 Mencagah adanya aksi Brutal dikalangan pelajar.

 Terwujudnya pelajar islam yang terampil dan kreatif tanpa Anarkis.

 Terciptanya rasa solidaritas dan persaudaran yang tinggi antara Pelajar.

 Berupaya menghidupkan kembali Forum-forum diskusi dan dialog disekolah sebagai media pembinaan pelajar yang bermoral dan bermartabat.

D. Tema Kegiatan

Tema kegiatan ini adalah

(21)

E. Peserta

Peserta yang akan mengikuti Seminar Sehari ini berjumlah 300 orang dengan dengan klasifikasi perwakilan SMP/MTs berjumlah 150 orang dan perwakilan SMA/SMK/MA berjumlah 150 orang.

F. Rancangan Anggaran Biaya

RANCANGAN ANGGARAN BIAYA SEMINAR SEHARI PROBLEMATIKA PELAJAR

PELAJAR ISLAM INDONESIA KOTA BANDA ACEH

TAHUN 2009

NO URAIAN UNIT SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH

1 Kesekretariatan

Biaya ATK 1 Paket 1,000,000 1,000,000

Foto copy 7,000 Lembar 200 1,400,000

Biaya Pembukaan 1 Paket 1,000,000 1,000,000

Biaya Penutupan 1 Paket 1,000,000 1,000,000

Biaya sewa Sound System 2 OH 1,000,000 2,000,000

Sub Total 6,400,000

2 Biaya Akomodasi

Akomodasi Pemateri 3 Orang 500,000 1,500,000 Sewa Aula (tempat kegiatan) 1 Paket 500,000 500,000

Sub Total 2.000.000

3 Konsumsi

Biaya Konsumsi Peserta, dan Panitia serta Pemateri

(350 org X 1 hari) 350 OH 20,000 7,000,000

Snack Pembukaan 400 OH 5,000 2,000,000

(22)

Sub Total

11,00 0,000

4 Transportasi dan Komunuikasi

Biaya Komunikasi 20 Paket 100,000 2,000,000

Sub Total 2,000,000

5 Publikasi

Spanduk 10 Buah 300,000 3,000,000 Pengadaan T-Shirt kegiatan 300 Buah 70,000 21,000,000

Sub Total

24,000,000 6 Biaya Dokumentasi

Biaya Dokumentasi 1 Pkt 3,000,000 3,000,000

Sub Total 3,000,000

REKAPITULASI

Terbilang : Empat puluh delapan juta empat ratus ribu rupiah

G. Penutup

Demikianlah proposal kegiatan ini kami dibuat. Semoga dapat menjadi rujukan untuk kita semua sebagai gambaran umum dalam Seminar Sehari Problematika Pelajar yang akan kita ikuti dan menjadi sebuah pemahaman dan pelajaran penting bagi kita dalam rangka mengatasi problematika pelajar saat ini yang sering terjadi dilingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat umum.

Billahitaufiq walhidayah Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

1 Kesekretariatan 6,400,000

2 Biaya Akomodasi 2.000.000

3 Konsumsi 11,000,000

(23)

4.

LATIHAN MANAJEMEN DASAR

A. Pendahuluan

Keberhasilan suatu organisasi dalam menegakkan misi dan eksistensinya Biasa di ukur dari efektifitas dan efisiensi pengelolaan/pelaksanaan program – Program. Oleh karena itu, kemampuan dalam mengelola program menjadi suatu Hal yang mutlak harus dimiliki oleh para aktifis organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII). Sehingga dari ini semua akan melahirkan sebuah produktifitas, Dan prefesionalisme kerja dalam sebuah lembaga/organisasi

Dalam hal inilah semua pengurus harus di bekali dengan pemahaman dan Ketrampilan yang berkenaan dengan pengelolaan organisasi, salah satu pendekatan yang dianggap cukup efektif dan sistematis dalam membekali pengurus adalah melalui pelatihan/kursus

Latihan Manajemen Dasar (LMD) dalam system kaderisasi PII merupakan Kursus Wajib Pasca Batra yang dimaksudkan untuk memberikan ketrampilan dasar bidang manajemen dan administrasi kepada kader-kader PII.

B. Nama Kegiatan

Latihan Manajemen Dasar (LMD) se-Aceh

C. Tujuan

Tujuan program dari Latihan Manajemen Dasar (LMD) adalah :

a. Meningkatkan pemahaman kader PII terhadap aspek-aspek dasar dalam pengelolaan organisasi

b. Meningkatkan ketrampilan manajerial dan administratif kader PII Dalam pengelolaan organisasi

D. Peserta

Sasaran peserta adalah perwakilan kader PII yang berasal dari PK PII Se-Kota Banda Aceh yang telah mengikuti Leadership Basing Training (LBT) yang berjumlah 30 orang

E. Strategi pembelajaran

(24)

Pendekatan yang digunakan dalam latihan ini adalah melalui pendekatan

NO URAIAN Banyaknya Satuan @ A

Kertas HVS 5 Rem 35,000 Rp. 175,000

Kertas Buram 5 Rim 15,000 Rp. 75,000

Tinta Printer 3 Buah 23,000 Rp. 69,000

Spidol White Board Marker 1 Kotak 31,000 Rp. 31,000 Badge Peserta dan Panitia 40 Buah 3,000 Rp. 120,000

Amplop 5 Kotak 15,000 Rp. 75,000

Rp. 545,000 B

Spanduk 2 Lembar 250,000 Rp. 500,000

Cuci cetak film 1 Rol 100,000 Rp. 100,000

Cetak Sertifikat Peserta, Panitia

dan Instruktur 45 Lembar 5,000 Rp. 225,000

Rp. 825,000 C

BBM Kendaraan Selama Kegiatan 30 Liter 4,500 Rp. 135,000

Komunikasi Panitia (Pulsa) 3 Orang 100,000 Rp. 300,000

Rp. 435,000 D

Snack Peserta, Panitia dan Instruktur

selama 3 hari (2 x sehari) 135 Kotak 5,000 Rp. 675,000 Nasi Kotak Peserta Panitia dan Instruktur

selama 3 hari (3 x sehari) 135 Kotak 10,000 1,350,000

Rp. 2,025,000 E

Sewa Meja dan Kursi 3 Hari 100,000 Rp. 300,000

Rp. 300,000

“Empat Juta Seratus Tiga Puluh Ribu Rupiah”.

(25)

Demikianlah proposal kegiatan Latihan Manajemen Dasar (LMD) ini kami buat untuk malengkapi data dan syarat pra kegiatan yang ada dalam organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII). Semoga dapat menjadi acuan dalam pelaksanaannya.

5.

KEGIATAN TERPADU (TANDU)

RAMADHAN

1430 H

A. LATAR BELAKANG

Pelajar merupakan tonggak pergerakan pembaharu bangsa, dimana pelajar dengan kewajibannya adalah belajar dan belajar akan menghasilkan generasi-generasi penerus bangsa dengan kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional sehingga dapat membawa bagsa menuju bangsa bemartabat. Pelajar dengan jiwa keinginan tahuan yang besar membuat mereka mampu menghasilkan pemikiran-pemikiran cerdas yang sering kita abaikan, dan pelajar juga mempunyai hak dalam mengekspresi dan mengekplorasi minat dan bakatnya tersebut yang cenderung berjiwa bebas.

Hadirnya Pelajar Islam Indonesia di tengah-tengah pergumulan kancah globalisasi, melahirkan generasi-generasi yang memiliki pola pikir yang terarah dan trasparan. Terarah pada tujuan yang hakiki yakni “izzul islam wal muslimin” yang kan memudar seiring perputaran waktu. Trasparan pada hal-hal baru untuk mengambil tindakan yang dilandaskan pemikiran yang sehat.

Sudah 62 tahun perjuangan PII meniti kejayaan umat, telah melalui rintangan dan cobaan. Dalam perjalanan ini pun telah banyak yang disumbangkan untuk pribadi, masyarakat serta umat. Namun dalam pergumulannya, PII yang mencoba mengembalikan tatanan-tatanan Islam dikehidupan pribadi dan masyarakat, banyak menghadapi permasalahan-permasalahan yang telah menyita waktu untuk pemecahannya sehingga ada tujuan dalam lingkup program kerja yang terabaikan. Oleh karenanya momen Bulan suci Ramadhan, PD PII Banda Aceh mencoba merefleksikan sumbangsih yang telah lalu dan kembali menata langkah untuk percapaian harapan-harapan dari umat sebagai anak umat.

Harapan-harapan ini tidak akan tercapai tanpa adanya ilmu yang memadai, sehingga salah satu fokus PII adalah memajukan dan mendukung pendidikan yang berbasis pada kesadaran intelektualisme, sehingga perlu adanya studi banding dikalangan siswa sebagai pemotivator belajar mereka.

(26)

B. PAKET –PAKET KEGIATAN

1. PENYANTUNAN TERHADAP ANAK YATIM

PENDAHULUAN

Ramadhan adalah bulan yang mulia, bulan yang penuh dengan rahmat, maghfirah (ampunan) dan limpahan pahala dari Allah SWT. Kedatangannya selalu dinantikan dan dirindukan oleh setiap mukmin yang haus akan limpahan kasih dan sayang-Nya .

Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Quran, kalam ilahi yang berfungsi sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi orang-orang yang menginginkan keselamatan dan kebahagiaan di dua negeri, dunia dan akhirat .

Ramadhan juga merupakan bulan yang disyari’atkan di dalamnya ibadah shoum (puasa), ibadah yang diserukan oleh Allah ‘khusus’ hanya bagi orang-orang yang beriman.

LANDASAN DALIL

1. Firman Allah SWT:

“ Bulan Ramadhan, yang didalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan sebagai pembeda ( antara yang haq dan yang bathil ), maka barangsiapa yang mendapati bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa… “ (Al-Baqarah : 185 )

2. Hadits Nabi :

Dari ‘Ubadah bin Shamit , bahwa Rasulullah bersabda pada suatu hari ketika datang Ramadhan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungi kalian pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan doa. Allah melihat berlomba-lombanya kalian pada bulan ini dan membanggakan kalian kepada para malaikat-Nya , maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.” (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya )

3. Ibnu Abbas berkata, “ Nabi adalah orang yang paling dermawan dari seluruh manusia dan lebih dermawan lagi ketika di bulan Ramadhan – ketika malaikat Jibril mendatangi beliau untuk mengajarkan al-Qur’an dan Jibril datang menemui beliau setiap malam Ramadhan lalu mengajari beliau al-Qur’an – dan kedermawanan Rasulullah ‘lebih kencang’ daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. ‘Aisyah menuturkan ,“ Adalah Rasulullah jika masuk bulan Ramadhan, beliau membebaskan seluruh tawanan dan memberi setiap orang yang meminta.”

(27)

5. Zaid bin Khalid berkata, Rasulullah bersabda ,“Barangsiapa yang memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa maka ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikitpun.”

(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

NAMA KEGIATAN

“ Raih Kesempurnaan Pahala Ramadhan 1430 H dengan menyantuni Anak-anak yatim”

TUJUAN KEGIATAN

1. Menghidupkan bulan Ramadhan dengan amal–amal shalih.

2. Menghidupkan sifat kedermawanan sebagai salah satu sunnah Rasulullah di bulan Ramadhan.

3. Meraih keutamaan pelipatgandaan pahala di bulan Ramadhan. 4. Mempererat tali Ukhuwwah Islamiyyah diantara kaum muslimin. 5. Membantu meringankan beban anak yatim

LAYANAN FUQARA’

1. Buka puasa bersama Anak-anak yatim. 2. Pembagian sembako.

4. Pembagian baju lebaran kepada Anak-Anak yatim.

SASARAN KEGIATAN

- Anak-anak yatim secara khusus.

ANGGARAN DANA

 Buka Puasa Bersama Anak Yatim

200 orang X Rp 10.000 =

Rp.2.000.000,- Pembagian Sembako

200 orang X Rp. 100.000. = Rp.

20.000.000,- Pembagian Baju Lebaran

200 orang X Rp. 150.000 = Rp.

30.000.000,-Total = Rp. 52.000.000

(28)

2. TRAINING TERPADU PII

Leadership Basic Training (LBT) PII Se- Kota Banda Aceh, Leadership Intermediete Training (LIT) dan Kursus Pemandu PII se- Aceh

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan sebuah proses sistemik untuk mempersiapkan kepribadian seorang dengan idealitas yang didasarkan pada tata nilai yang di anut oleh masyarakat. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang regilius dengan umat islam sebagai mayoritas, pendidikan merupakan media untuk mewujudkan kepribadian yang mendasarkan pada nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan. Kepribadian yang dibangun dengan pondasi iman dan taqwa di harapkan akan membuahkan sosok yang cerdas dan terampil.

Kebudayaan merupakan salah satu aspek penting dalam masyarakat yang didalamnya mengandung dimensi yang amat luas menyangkut sendi-sendi dasar bangunan masyarakat. Kebudayaan merupakan cerminan tingkat kualitas manusia dan aktualisasi potensi kemanusiaan seorang. Dapat di artikan bahwa kualitas kebudayaan dalam masyarakat merupakan produk dari anggota masyarakat yang berkualitas pula.

Pelajar dalam hal ini merupakan subjek pendidikan dan dakwah yang potensial. Mereka adalah calon pemimpin dan pelaku utama sejarah yang akan mengendalikan dan membanun peradaban manusia. Pelajar adalah asset masa depan ummat.oleh karena ituu, keberadaanya harus di perhatikan secara professional. Mereka adalah para intelektual yang berperan sebagai agent of change, untuk di perlukan pembinaan yang sistematis, komprehensif, dan teruji. Juga untuk tercapinya kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan.

(29)

Dalam pendidikan sekurang-kurangnya ada 3 landasan yang perlu dipertimbangkan, yaitu landasan filosifis, psikologi dan social budaya. landasan filosifis perlu karena filsafat menberikan arah kemana perserta didik akan dibawa, atau sosok manusia bagaimana yang akan dihasilkan melalui pendidikan tersebut, dan karena itu pendidikan suatu bangsa harus berlandaskan pada filsafat yang dianut oleh masyarakat dan bangsa itu. Karena itu filsafat pendidikan sangat perlu untuk menentukan arah dan tujuan pendidikan dalam menyusun kurikulum. Setiap tingkah laku pendidikan dan guru adalah terjemah dari sebuah filsafat pendidikan. Landasan psikologis perlu karena pendidikan menyangkut factor fsikologis, terutama mengenai bagaimana perkembangan seorang anak, bagaimana minat dan motivasinya, dan berbagai aspek kejiwaan lainnya, sehingga pengetahuan tentang hal itu akan sangat membantu pendidik anak itu. Landasan social budaya perlu karena pendidikan itu berlangsung dalam masyarakat yang memiliki dan mendukung nilai – nilai social budaya tertentu, dank arena itu pendidikan dalam suatu masyarakat harus relevan dengan nilai social budaya masyarakat.

Kegiatan ini bernama TRAINING TERPADU PII Paket Kegiatan Training :

- Leadership Basic Training PII se-Kota Banda Aceh

- Leadership Intermediete Training PII se-Nanggroe Aceh Darussalam - Kursus Pemandu PII se-Nanggroe Aceh Darussalam

TUJUAN

Kegiatan ini bertujuan untuk :

5. Membentuk pribadi-pribadi Muslim yang cakap dan terampil, sehingga di harapkan dapat menjadi pelopor dalam masyarakat

6. Menumbuhkan dan membentuk sikap mental dan aktualisasi jiwa kepemimpinan yang mempunyai kesadaran diri terhadap nilai-nilai islam.

7. Menambah kesadaran kepada peserta untuk memahami, menghayati, meyakini, dan memperjuangkan islam sebagai konsep hidup.

8. Mengembangkan kecakapan intelektual untuk memimpin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

REFERENSI

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan anak secara menyeluruh (Needs of the whole child). Pendidikan anak yang menyluruh ini (whole-child education) berupaya mengembangkan bukan hanya aspek intelek, tapi juga dimensis spiritual, sosial, emosional dan fisik anak. Ini berarti bahwa tanggung jawab lembaga pendidikan terpusat pada pembangunan karakter peningkatan kualitas keagamaan, ketersentuhan emosi, kepekaan sosial, kesiapan fisik, serta ketajaman intelektual.

PESERTA KEGIATAN

1. Peserta yang akan mengikuti LBT adalah pelajar dari SMP/ MTs dan SMA/MA/SMK/ Se-Kota Banda Aceh yang di targetkan berjumlah 150 orang.

(30)

3. Peserta yang akan mengikuti Kursus Pemandu (KP) adalah Perwakilan Pengurus Daerah Komunikasi (Voucher Handphone GSM)

Buka Puasa Selama 7 Hari x 300 orang Konsumsi Instruktur selama 7 Hari x 2 x 20 Orang

Snack selama 7 Hari x 320 Orang

Sub Total Terbilang : “Empat puluh delapan juta sembilan ratus sembilan puluh satu ribu lima ratus

(31)

3. PESANTREN KILAT RAMADHAN

PENDAHULUAN

Anak-anak sebagai generasi harapan bangsa, tidak lain merupakan amanah dari Allah Yang Maha Rahiim. Generasi ini masih sangat peka terhadap berbagai pengaruh lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu tidak salah apabila disebutkan bahwa masa kanak-kanak adalah masa yang sangat menyenangkan dan merupakan masa yang sangat penting dalam perkembangan kepribadian seorang insan. Pada masa inilah tertanam dan terbentuknya dasar pribadi yang merupakan fondasi perkembangan kepribadian selanjutnya.

Saat pembentukan pribadi tersebut, perlu ditanamkan kepada anak-anak pendidikan keagamaan dan juga pengalaman yang berkesan, yang membekas dalam jiwa mereka sebagai bekal yang bermanfaat dalam pembentukan kepribadiannya kelak. Dan perlu dibiasakan pada mereka untuk mempelajari agama sejak dini, sehingga timbul pada diri mereka bahwa ilmu agama merupakan kebutuhan bagi setiap muslim. Selain itu penting ditanamkan kesadaran beribadah sejak dini, karena hakikat penciptaan seluruh manusia dan jin adalah untuk mengabdi (beribadah) kepada Allah. Sudah selayaknya seluruh aktivitas kita didasari niat ibadah. Kesadaran inilah yang kelak akan melahirkan ethos kerja seorang muslim. ethos kerja ini akan melahirkan pribadi-pribadi yang senantiasa produkif, efektif dan efisien dan mukhlish dalam bertindak. Pribadi-pribadi seperti inilah yang kita perlukan untuk membangkitkan kembali kejayaan din

Kepada merekalah kita memiliki tanggung jawab moral dalam masalah pelaksanaan pendidikan, pembinaan, ketrampilan, dan pengalaman agar kelak mereka dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan zamannya. Dengan demikian, harapan akan munculnya generasi penerus yang lebih baik akan tercapai.

Pembinaan siswa di Banda Aceh dalam mempelajarai ilmu agama, menambah kesadaran beribadah dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, dengan mengadakan kegiatan PESANTREN RAMADHAN.

TUJUAN

Sanlat diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut : 1. Membina moral siswa – siswi melalui media agama Islam. 2. Meningkatkan pemahaman siswa-siswi tentang Islam. 3. Membentuk sikap, tingkah laku dan budi pekerti yang Islami. 4. Membuka wawasan pemikiran siswa-siswi tentang tali silaturahmi. 5. Menanamkan ruh Ibadah dalam seluruh aktivitas kehidupan yang Islami. 6. Meningkatkan kimanan Islam kepada siswa

(32)

Untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT siswa-siswi di Banda Aceh kegiatan bulan Ramadhan 1429 H diberi nama PESANTREN RAMADHAN.

MATERI KEGIATAN

1. Keimanan / Tauhid 2. Muamalah,

3. Ahklaqul Karimah,

4. Membaca Ayat Suci Al-Quran 5. Tafsir Ayat Al- Quran dan Hadist

STRATEGI PEMBELAJARAN

c. Pendekatan pembelajaran

Pendekatan yang digunakan dalam latihan ini adalah melalui pendekatan partisipatif.

d. Tekhnik Penyampaian

 Informatif

 Diskusi

 Game

 Praktik

PESERTA PESANTREN RAMADHAN

Peserta merupakan Perwakilan siswa-siswi SMP se-kota Banda Aceh yang berjumlah 100 Orang

TARGET

Diharapkan setelah mengikuti pesantren ramadhan walaupun dengan waktu yang singkat, peserta dapat sedikit banyak menerapkan kaidah dan perilaku Islami pada diri sendiri dan masyarakat pada umumnya dalam mendalami kandungan Al-Quran dan Sunah Rusulullah.

ANGGARAN BIAYA

Kebutuhan biaya untuk pelaksanaan paket Program Pesantren Ramadhan adalah Rp. 1.000.000,- dengan rincian :

(33)

200.000,-STEERING COMMITTEE ORGANIZING

COMMITTEE

KOORDINATOR PENYANTUNAN ANAK YATIM

KOORDINATOR

PESANTREN RAMADHANKOORDINATOR TRAINING TERPADU

- INLOK

Siswa-Siswi

MASTER OF TRAINING - KORTIM INSTRUKTUR

- INLOK SASARAN

PESERTA

Pengurus Daerah PII

Kota Banda Aceh

C. SKEMA ORGANISASI PELAKSANAAN PROGRAM

D. REKAPITULASI ANGGARAN BIAYA

PENYANTUNAN ANAK YATIM = Rp. 52.000.000

TRAINING TERPADU = Rp.

48.991.500,-PESANTREN KILAT (PESKIL) RAMADHAN = Rp.

1.000.000,-GRAND TOTAL = Rp. 101.991.500,-Terbilang :

“Seratus satu juta sembilan ratus sembilan puluh satu ribu lima ratus rupiahh”

(34)

Demikianlah proposal ini disusun sebagai kerangka acuan bagi pelaksanaan kegiatan . Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita dijalan yang benar dan hanya kepada-Nya lah kita berserah diri.

Billahitaufi walhidayah.

6.

DISKUSI PUBLIK

TENTANG SYARI’AT ISLAM

TEMA:

“Syari’at Islam Menuju Pembangunan Aceh Baru”

A. PENDAHULUAN

Misi Syariat Islam adalah untuk menegakkan hukum Allah di Aceh yang benar-benar Nanggroe Serambi Mekah yang bukan hanya lambang saja. Karena Pembentukan Syariat Islam merupakan salah satu Implementasi dari masyarakat Aceh yang mendukung penuh demi terlaksananya Syari’at Islam di serambi mekah ini. Dan Syari’at Islam adalah suatu aturan yang telah di tetapkan dalam Agama Islam, yang merupakan kewajiban kita bersama. Oleh karena itu kita sebagai ummat Islam harus mendukungnya penbentukan Syariat Islam secara kaffah demi terlaksananya pembangunan.

Perjalanan Syari’at Islam di Aceh sudah berapa tahun namun masih saja terjadi pelanggaran demi pelanggaran Syari’at Islam di Aceh. Tentunya ini menjadi perhatian semua pihak apa penyebabnya sehingga pelanggaran demi pelanggaran Syari’at Islam masih saja terjadi di Aceh, padahal Syari’at Islam sudah mulai di terapkan beberapa tahun silam? Salah satu subjek yang paling banyak melakukan pelanggaran Syari’at Islam adalah masyarakat mayarakat kita kususnya masyarakat Kota Banda Aceh baik para pemuda, pelajar, mahasiswa ataupun masyarakat umum. Hal ini tentu tidak bisa didiamkan begitu saja mengingat mereka adalah para pemimpin masa depan bangsa.

Oleh karena itu perlu sebuah upaya baik oleh semua pihak untuk bisa meminimalisir ataupun membuat Masyarakat Yang Komit Terhadap Islam dan Penegak Syari’at Islam di Aceh khususnya di Kota Banda Aceh.

(35)

Tujuan yang kita inginkan Dari kegiatan ini adalah : 1. Memicu semangat masyarakat terhadap Syari’at Islam;

2. Terwujudnya moral masyarakat yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam; 3. Lahirnya sikap masyarakat yang peduli terhadap penegakan Syari’at Islam; 4. Adanya semangat masyarakat untuk memperjuangkan Syari’at Islam;

5. Terminimalisirnya pelanggaran Syari’at Islam kususnya di Kota Banda Aceh; 6. Masyarakat sadar akan pentingnya penegakan Syari’at Islam

7. Terbangunya komitmen masyarakat dalam penegakan amar ma’ruf nahi mungkar.

C. NAMA KEGIATAN

Nama Kegiatan ini adalah :

“SEMINAR PUBLIK TENTANG SYARI’AT ISLAM”.

D. TEMA KEGIATAN

Tema yang kita angkat dalam seminar ini :

“SYARI’AT ISLAM MENUJU PEMBANGUNAN ACEH BARU”.

E. PESERTA

Peserta kegiatan ini berjumlah 120 orang yang berasal dari pelajar Pemuda, Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat Umum se-Kota Banda Aceh.

F. NARA SUMBER

Yang menjadi Nara Sumber dalam seminar kali ini adalah : 1. Prof. Dr. H. Alyasa’ A. Bakar, MA

2. Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal ( Wakil Walikota Banda Aceh)

Moderator : Aswadi (Kabid PPE PW PII NAD periode 2008-2010)

G. KEPANITIAAN

(36)

H. RANCANGAN ANGGARAN BIAYA

Rancangan Anggaran Biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan ini sebesar Rp. 7.839.000 (Tujuh Juta Delapan Ratus Tiga Puluh Sembilan Ribu Rupiah). Dengan rincian sebagai berikut :

NO URAIAN Banyaknya Satuan @ A

Kertas HVS 10 Rem 35,000 Rp. 350,000

Tinta Printer 3 Buah 50,000 Rp. 150,000

Amplop 10 Kotak 9,000 Rp. 90,000

Badge Panitia 20 Buah 3,000 60,000

Rp. 650,000 B

Spanduk 3 Lembar 250,000 Rp. 750,000

Cuci cetak film 2 Rol 100,000 Rp. 200,000

Cetak Sertifikat 120 Lembar 5,000 Rp. 600,000

Rp. 1,550,000 C

BBM Kendaraan Selama Kegiatan 50 Liter 4,500 Rp. 225,000

Honor Nara Sumber 1 Orang 500,000 Rp. 500,000

Honor Moderator 1 Orang 300,000 300,000

Honor Panitia 3 Orang 150,000 450,000

Rp. 1,475,000 D

Snack Peserta dan Panitia 120 Kotak 5,000 Rp. 600,000 Nasi Kotak Peserta dan Panitia 120 Kotak 15,000 1,800,000 Snack Pemateri dan Moderator 3 Kotak 8,000 Rp. 24,000

Nasi Kotak Pemateri dan Moderator 3 Kotak 20,000 Rp. 60,000

Rp. 2,484,000 E

Sewa Tempat 1 Hari 1,500,000 Rp. 1,500,000

Dekorasi 200,000 Rp. 200,000

2 Publikasi dan Dokumentasi Rp. 1,550,000

3 Trasportasi dan Akomodasi Rp. 1,475,000

4 Konsumsi Rp. 2,484,000

5 Tempat dan Perlengkapan Rp. 1,700,000

(37)

Total Anggaran yang di butuhkan dalam kegiatan ini adalah :

“Tujuh Juta Delapan Ratus Lima Puluh Sembilan Ribu Rupiah”.

I. PENUTUP

(38)

7.

OUT BOND DAN STUDENT CAMP

A. LATAR BELAKANG

Salah satu buku spektakuler di akhir millennium II adalah buku yang berjudul QUANTUM LEARNING. Buku tersebut mengetengahkan sebuah hasil penelitian yang menyatakan bahwa memori manusia lebih banyak didominasi oleh apa yang ia katakan dan ia kerjakan, jauh melebihi dari apa yang dia lihat, ia dengar, dan ia baca. Penelitian tersebut memperkuat pribahasa Inggris di atas; intinya menyatakan bahwa “ pembelajaran akan lebih mudah dan effektif jika menggunakan metode belajar dari pengalaman atau “ EXPERIENTAL LEARNING ”. Pengalaman adalah guru yang terbaik dalam hidup.

Selain itu dalam bidang psikologi pendidikan disebutkan, bahwa memori yang tertanam lama bahkan permanen adalah memori yang masuk melalui keterlibatan emosi berupa kesenangan atau kesan yang mendalam. Hal inilah yang oleh D Goleman dalam Emotional Intelligence dikatakan: “learning will be effectives if they get fun, learning will be effective if they get enjoy, belajar akan berkesan jika seseorang senang dan nyaman. Sehubungan dengan model belajar yang fun dan enjoy, maka kami mengembangkan tradisi belajar-mengajarnya dengan model Dynamic Learning Program.

Perkembangan yang mutakhir itulah yang kemudian mendorong diciptakannya model-model pembelajaran baru yang menuntut peserta didik dapat menemukan sendiri pelajaran yang bermanfaat dengan cara melakukan serangkaian kegiatan intervensi dalam bentuk yang variatif, yairu: Simulasi /games/ permainan yang sarat makna. Model pembelajaran ini kemudian dikenal di Indonesia dengan nama OUTBOUND (istilah lain seperti OUTWARDBOUND dan Supercaamp). Kata “Outbound” berasal dari kata “Out boundaries”, yaitu bermakna sebuah proses pembelajaran yang didesain setiap peserta untuk melewati batas-batas (bounderies) yang berada di luar kendalinya (out).

Jadi dengan program outbound diharapkan seseorang dapat keluar dari batas-batas kepura-puraan dirinya menuju sikap jujur terhadap diri sendiri. Sikap jujur itulah yang kemudian menjadi dasar perubahan diri seseorang untuk menjadi lebih baik.

(39)

lain yang dapat dipetik adalah terbentuknya atmosfer kerja sama dan team work spirit yang kental diantara para

peserta sekaligus sebagai media manajemen stress setelah sekian lama bergelut dengan tingkat steressor yang beraneka ragam

B. NAMA KEGIATAN

Out Bond dan Student Camp

C. TUJUAN KEGIATAN

 Menggali potensi pelajar dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual

 Menumbuhkan sikap kritis

 Menumbuhkan sense of social dalam diri pelajar

 Kemampuan manajemen diri

2 KERTAS BURAM Rp. 20.00 1 Rim Rp. 20.000

3 PEMBUATAN SETEMPEL Rp. 50.000 1 buah Rp. 50.000

4 TINTA PRINTER Rp. 25.000 3 paket Rp. 75.000

5 PENGADAAN PROPOSAL Rp. 3.000 10 eks Rp. 30.000

6 AMPLOP SURAT Rp. 15.000 1 kotak Rp. 15.000

SUB JUMLAH Rp. 250.000

PERLENGKAPAN DAN TRANSPORTASI

1 TENDA Rp. 200.000 5 Rp. 1.000.000

2 MATRAS Rp. 50.000 20 lembar Rp. 1.000.000

3 LAMPUNG TING Rp. 50.000 10 Rp. 500.000

4 KOMPOR LAPANGAN RP. 70.000 5 Rp. 350.000

5 P3K Rp. 250.000 1 Paket Rp. 250.000

6 SLIER RP. 10.000 100 lembar Rp. 1.000.000

7 TRANSPORTASI PANITIA Rp. 200.000 2 Paket Rp. 400.000

8 SENTER LAPANGAN Rp. 40.000 5 Buah Rp. 200.000

SUB JUMLAH Rp. 4.700.000

PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI

1 CETAK STIKER Rp. 2.000 100 lembar Rp. 200.000

(40)

SUB JUMLAH Rp. 1.100.000

REKAPITULASI

1 KESEKRETARIATAN Rp. 250.000

3 PERLENGKAPAN DAN TRASPORTASI Rp. 4.700.000

4 PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI Rp. 1.100.000

JUMLAH TOTAL Rp.

(41)

8.

LATIHAN MANAJEMEN STRATEGIS

(LMS)

TEMA:

“Meningkatkan Ketrampilan Manajerial dan Administratif dalam Pengelolaan Organisasi”

A. PENDAHULUAN

Manajemen strategi adalah merupakan keputusan manajerial dan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada penetapan kinerja jangka panjang organisasi, yang meliputi analisa lingkungan internal dan eksternal, disertai perumusan visi dan misi serta tujuan organisasi guna menghadapi lingkungan tersebut.

Perilaku individu-individu yang ada dalam organisasi, aspek budaya dan aspek politik dalam pemilihan strategi sangat penting untuk diperhatikan dan di manajemeni. Ketidak selarasan budaya dengan strategi akan berdampak negatif dalam implementasi strategi. Demikian juga halnya dengan politik, politik dalam organisasi kalau tidak dikelola dengan baik akan berdampak pada kinerja organisasi.

Tahap implementasi strategi memerlukan pertimbangan dalam penyusunan struktur organisasi, karena keselarasan struktur dengan strategi merupakan satu hal yang penting untuk tercapainya implementasi strategi. Pertumbuhan organisasi terjadi kala skala organiasi berkembang. Pertumbuhan yang terjadi bisa vertikal dan bisa juga horizontal.

Pertumbuhan organisasi menghasilkan berbagai bentuk struktur organisasi seperti struktur fungsional, divisional produk, divisional geografis, organisasi unit bisnis, organisasi matrik dan struktur organiasi horizontal. Masing masing struktur tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan masing masing.

(42)

terhadap) aktivitas, dan dengan demikian dapat berusaha keras mengendalikan tujuan sendiri.

B. TUJUAN PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta memiliki kemampuan:

1. Memahami gambaran umum dan aspek kunci manajemen strategi.

2. Mengimplementasikan model strategi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan.

3. Memahami proses penyusunan strategi. 4. Memilih dan memformulasikan strategi.

C. NAMA KEGIATAN

Nama Kegiatan ini adalah :

“LATIHAN MANAJEMEN STRATEGIS (LMS)”.

D. TEMA KEGIATAN:

“Meningkatkan Ketrampilan Manajerial dan Administratif dalam Pengelolaan Organisasi”

E. PESERTA

Peserta kegiatan ini berjumlah 30 orang yang berasal dari kader Pelajar Islam Indonesia yang telah mengikuti Leadership Intermediate Training yang ada di Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

F. KEPANITIAAN

(43)

G. RANCANGAN ANGGARAN BIAYA

Rancangan Anggaran Biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan ini sebesar Rp 4,130,000

(Empat Juta Seratus Tiga Puluh Ribu Rupiah). Dengan rincian sebagai berikut :

NO URAIAN Banyaknya Satuan @ A

Kertas HVS 5 Rem 35,000 Rp. 175,000

Kertas Buram 5 Rim 15,000 Rp. 75,000

Tinta Printer 3 Buah 23,000 Rp. 69,000

Spidol White Board Marker 1 Kotak 31,000 Rp. 31,000 Badge Peserta dan Panitia 40 Buah 3,000 Rp. 120,000

Amplop 5 Kotak 15,000 Rp. 75,000

Rp. 545,000 B

Spanduk 2 Lembar 250,000 Rp. 500,000

Cuci cetak film 1 Rol 100,000 Rp. 100,000

Cetak Sertifikat Peserta, Panitia

dan Instruktur 45 Lembar 5,000 Rp. 225,000

Rp. 825,000 C

BBM Kendaraan Selama Kegiatan 30 Liter 4,500 Rp. 135,000

Komunikasi Panitia (Pulsa) 3 Orang 100,000 Rp. 300,000

Rp. 435,000 D

Snack Peserta, Panitia dan Instruktur

selama 3 hari (2 x sehari) 135 Kotak 5,000 Rp. 675,000 Nasi Kotak Peserta Panitia dan Instruktur

selama 3 hari (3 x sehari) 135 Kotak 10,000 1,350,000

Rp. 2,025,000 E

Sewa Meja dan Kursi 3 Hari 100,000 Rp. 300,000

Rp. 300,000

(44)

9.

KONFERENSI DAERAH (KONDA)

KE- XIX

PII KOTA BANDA ACEH

A. PENDAHULUAN

PII sebagai sebuah organisasi kader selalu mengedepankan pembinaan secara komprehensif kepada seluruh kadernya, dilakukan dengan kontinyu, dan sistematis. Sehingga harapan kedepan adalah terciptanya kader ideal yaitu muslim, cendikia dan pemimpin. Muslim berarti taqwa (mujahid atau pejuang) atau Islam kaffah, cendikia berarti cerdas (intelektual), dan pemimpin berarti bahwa kader PII harus memiliki sifat kepemimpinan atau kapabilitas kepemimpinannya sangat baik (kalifah fil ardhi). Sehingga kader PII memang kader generasi unggul untuk masa depan bangsa dan ummat. Aplikasi dari muslim, cendikia dan pemimpin ini pertama sekali diterjemahkan di dalam kelembagaan (struktural) PII. Sehingga PII sebagai arena belajar (kawah candra dimuka) benar-benar melatih kepemimpinan bagi kadernya dan sekaligus diuji kecendikiaan dan ketaqwaannya (muslim) yang sejati. Dan dapatlah kita pahami bahwa dari struktur PB sampai PK itu semua adalah sebagai kerangka untuk kader belajar menjadi pemimpin.

B. NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini bernama : “Konferensi Daerah Ke-XIX Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota. Banda Aceh,”.

C. TUJUAN DAN FUNGSI KEGIATAN

o Mendengar dan mengevaluasi Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) PD PII Banda Aceh Periode 2009-2010

o Menetapkan kebijakan dan program kerja PD PII BANDA ACEH Periode 2010-2011.

o Memilih PD PII Banda Aceh yang baru untuk periodisasi 2010-2011 dengan cara memilih Ketua Umum/Formatur dan 4 orang Anggota Formatur.

o Menetapkan dan mengesahkan hasil-hasil Musyawarah Badan Otonom Koordinator Daerah Brigade dan Koordinator Daerah Korps PII Wati periode 2010-2011.

(45)

o Peserta Konferensi Daerah Ke-19 PII Banda Aceh terdiri dari : PW PII NAD, Pengurus Daerah PII Banda Aceh Periode 2009-2010, PK PII se-kota Banda Aceh, dan Undangan Stering Committee sebagai peninjau.

o Peserta Konferensi Daerah ke-19 PII Banda Aceh terbagi dalam : Peserta Utusan dan Peserta Peninjau.

o PW PII sebagai Peninjau atas undangan dan permintaan dari PD PII Kota Banda Aceh periode 2009-2010.

E. KETENTUAN JUMLAH PESERTA KONDA KE-19 PII KOTA BANDA ACEH DALAM SETIAP DELEGASI

 Pengurus Komisariat Aktif,

4 Orang Peserta Utusan dan 2 Orang Peninjau

 Pengurus Komisariat Semi Aktif

2 Orang Peserta Utusan dan 3 Orang Peninjau

 Pengurus Komisariat Vakum 1 Orang Peserta Utusan

Keterangan :

o Status Aktif dan Tidak Aktif kepengurusan suatu Pengurus Komisariat ditentukan dari hasil verifikasi oleh Dep. Pemberdayaan Komisariat PD PII Kota Banda Aceh periode 2009-2010 dan sesuai dengan laporan Perkembangan Komisariat masing-masing yang telah di berikan kepada Pengurus Daerah.

o Pengurus Komisariat yang diakui adalah kepengurusan yang memiliki struktur yang jelas, dibuktikan dengan SK kepengurusan dari Pengurus Daerah.

F. KETENTUAN ADMINISTRASI PESERTA

o Peserta dari Pengurus Komisariat, dibuktikan dengan Surat Mandat dari Pengurus Komisariat masing-masing.

o Pengurus Komisariat tergabung dalam satu delegasi.

o Peserta Konda ke-19 PII Banda Aceh adalah kader PII yang terdaftar di dalam kepengurusan (struktural) PII, dibuktikan dengan adanya SK kepengurusan.

o Jenjang kaderisasi peserta utusan Konda Ke-19 PII Banda Aceh minimal Basic Training.

G. PENDAFTARAN PESERTA

o Pendaftaran peserta Konferensi Daerah Ke-19 PII Banda Aceh kepada Steerring Committee (SC).

(46)

o Berkas pendaftaran peserta dapat di antar langsung sekretariat panitia Konda Ke-19 PII Banda Aceh (Sekretariat PW PII NAD ) Jl. K.H. Ahmad Dahlan, No. 1, Banda Aceh.

o SC tidak menerima peserta Konda Ke-19 PII Banda Aceh jika melewati batas pendaftaran yang telah ditetapkan.

H. ANGGARAN BIAYA

A. Kesekretariatan

NO Kebutuhan @ Harga Satuan Jumlah

2. Perlengkapan administrasi (foto copy, kertas, amplop, dll).

Rp.

500.000,-3. Cetak piagam penghargaan @ 2.500 x 170 Rp. 425.000,-4. Cetak badge Panitia @ 5.000 x 20 Rp. 100.000,-Jumlah kebutuhan Kesekretariatan Rp.

1.025.000,-B. Publikasi dan Dokumentasi

NO Kebutuhan @ Harga Satuan Jumlah

1 Spanduk Eklusive @ 200.000 x 3 Rp.

600.000,-2 cuci cetak foto @ 60.000 x 2 Rp.

120.000,-Jumlah kebutuhan Pubdok Rp.

720.000,-C. Konsumsi

NO Kebutuhan @ Harga Satuan Jumlah

1 Konsumsi peserta @ 10.000 x 150 Rp. 1.500.000,-2 Panitia @ 10.000 x 22 Rp. 220.000,-3 Snack peserta, dan panitia @ 2.500 x 170 Rp. 425.000,-Jumlah kebutuhan konsumsi Rp.

2.145.000,-D. Transportasi

NO Kebutuhan @ Harga Satuan Jumlah

(47)

2.520.000,-Rekapitulasi Kebutuhan Anggaran Dana Kegiatan

NO Kebutuhan Jumlah

1 Kesekretariatan Rp. 1.025.000,-2 Publikasi dan Dokumentasi Rp. 720.000,-3 Konsumsi Rp. 2.145.000,-4 Transportasi Rp. 2.520.000,-Jumlah keseluruhan kebutuhan Rp.

6.410.000,-Terbilang : “ Enam juta empat ratus sepuluh ribu rupiah “

PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat sebagai kerangka acuan pelaksanaan Konferensi Daerah Ke-19 Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Banda Aceh semoga dapat menjadi acuan dalam realisasi program nantinya.

(48)

F. INSTITUTIONAL FRAMEWORK

PD PII KOTA

STEERING

ORGANIZING

LOKASI

TRAINERS CONSULTANS

PENDANAAN

MASYARAKAT

PESERTA

(49)
(50)

H. PENUTUP

Proposal ini dibuat untuk memberikan kerangka kegiatan yang menjadi program Unggulan PD PII Kota Banda Aceh secara jelas dan terarah. Kegiatan yang jelas dan terarah akan memudahkan proses dan pencapaian output yang diinginkan. Namun demikian, semua tidak lepas dari peran dan kerja keras semua pihak yang terkait dalam upaya untuk merealisasikan kegiatan ini. Akhirnya semoga Allah SWT melimpahkan kemudahan dan pertolonganNya. Amin.

PENGURUS DAERAH

PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) KOTA BANDA ACEH

PERIODE 2009-2010

YUSRI RAZALI ZULFITRA A.J

Referensi

Dokumen terkait

Status hidrasi pada atlet dapat diketahui melalui berbagai macam parameter, antara lain perubahan berat badan sebelum dan sesudah latihan, pengukuran jumlah total

Dalam karya tari Dolanan, anak dirangsang untuk mengekspresikan rasa kegembiraan mereka terhadap permainan tradisional yang sering dimainkan anak-anak dengan

Hasil pengolahan data penelitian diperoleh bahwa program pendidikan layanan khusus bagi anak berhadapan dengan hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II

merupakan salah satu jenis ikan kakap yang banyak dicari oleh konsumen. sebagai bahan konsumsi masyarakat yaitu sebagai lauk-pauk harian

yang diterima tidak terlalau tinggi dan bisa disebabkan oleh sebagian besar responden dalam penelitian ini berjenis kelamin perempuan sedangkan peningkatan tekanan darah pada

Pola pikir yang masih tertanam dalam alam sadar manusia, pengalaman semu yang sebenarnya tidak dialami oleh semua orang, dan kesadaran bersama yang tercipta untuk berada dalam

Dari penjelasan tadi, dapat dilihat bahwa identitas adalah hasil pemaknaan oleh aktor- aktor kelompok sosial yang terjadi dalam suatu komunitas masyarakat. Dari pemaknaan

Dari hasil wawancara dan hasil penelitian lapangan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa disposisi dalam implementasi kebijakan Perwal Nomor 1005 tahun 2014itu belum