• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN PREZI UNTUK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN PREZI UNTUK"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN PREZI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOSMETIKA SISWA KELAS X

TATA KECANTIKAN SMK NEGERI 10 MEDAN

PROPOSAL PENELITIAN

Diajukan Untuk Seminar Proposal Penelitian Dalam Penyusunan Skripsi

Oleh

YUSTIKA SARI

NIM: 5122144012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA RIAS

JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan merupakan salah satu factor dalam meningkatkan potensi belajar dan kualitas sumber daya produktif. Proses belajar pada dasarnya merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan. Kelancaran proses pendidikan ditunjang oleh komponen pendidikan yang terdiri dari peserta didik, tenaga pendidik, kurikulum, sarana pembelajaran dan model pembelajaran yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar.

Pembelajaran merupakan salah satu bagian penting dalam proses pendidikan. Menurut Daryanto dan Muljo Rahardjo (2012: 30) pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara komponen-komponen sistem pembelajaran. Sebuah pembelajaran yang baik terjadi ketika prosesnya terjadi komunikasi edukatif yang baik antara peserta didik dengan pendidik maupun antar peserta didik itu sendiri yang didalamnya ditunjang oleh unsur-unsur pembelajaran antara lain tujuan, materi pelajaran, sarana, dan prasana, situasi dan kondisi belajar, model pembelajaran, lingkungan belajar, metode pembelajaran serta evaluasi.

(3)

melanjutkan pendidikan kejuruan yang lebih tinggi.SMK sebagai lembaga pendidikan memiliki bidang keahlian yang berbeda-beda menyesuaikan dengan lapangan kerja yang ada, dan di SMK para siswa dididik dan dilatih keterampilan agar profesional dalam bidang keahliannya masing-masing.

SMK Negeri 10 Medan merupakan sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan untuk tingkat menengah kejuruan.terdiri dari beberapa tingkat kejuruan yaitu Tata Boga, Tata Busana, Multimedia serta Tata Kecantikan. Pada kelas X untuk jurusan kecantikan terdapat salah satu mata pelajaran yang berkaitan dengan jurusan produktif yaitu kosmetika.

Pelajaran kosmetika adalah salah satu mata pelajaran yang ada di jurusan tata kecantikan. Pembelajaran kosmetika merupakan pembelajaran inti dari semua pembelajaran yang ada didalam tata kecantikan. Yang akan menjadi modal seorang tata rias untuk menjalankan keahliannya dibidang kecantikan. Dalam pembelajaran kosmetika peserta didik dituntut untuk dapat menjelaskan tujuan penggunaan dan fungsi kosmetika, serta mampu membedakan setiap jenis-jenis kosmetika. Dengan standart kompetensi memahami kosmetika kecantikan dengan kompetensi dasar mendeskripsikan produk kosmetik dan membedakan fungsi berbagai produk kecantikan kulit.

(4)

dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar) atau gigi, membrane mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, dan/atau memperbaiki badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

Dimana lulusan SMK tata rias diharapkan mampu mengenal dengan baik berbagai macam kosmetika yang ada sehingga menjadi profesional dalam bidang tata rias. Kosmetika merupakan mata pelajaran dasar untuk semua mata pelajaran yang ada di program studi tata kecantikan.Oleh karena itu, pemahaman siswa dalam mata pelajaran kosmetika sangat penting. Mata pelajaran kosmetika dikembangkan melalui kemampuan berfikir analitis, induktif, dan deduktif untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan mata pelajaran lainnya dalam program studi tata kecantikan, menurut Harymawan, (1993) Tata rias adalah seni menggunakan bahan-bahan kosmetika untuk mewujudkan wajah peranan dengan memberikan dandanan atau perubahan pada seseorang dengan suasana yang sesuai dan wajar. Oleh sebab itu, pada proses belajar kosmetika tidak hanya sekedar menghafal atau berupa hafalan saja, tetapi memerlukan kemampuan berpikir yang lebih tinggi. Hal tersebut sangat penting untuk dilakukan guna mempersiapkan siswa menjadi siap pakai di dunia kerja dalam bidang tata rias yaitu menjadi make up artist atau penata rias.

(5)

dijual di pasaran. Bahan berbahaya umumnya ditemukan pada jenis kosmetik pemutih, anti-aging, dan beberapa kosmetik riasan. Beberapa bahan yang sudah dilarang penggunaannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada produk kosmetik diantaranya yaitu merkuri, hidrokinon, asam retinoat, zat warna merah K.3 (CI 15585), merah K.10 (Rhodamin B), jingga K.I (CL12075). Bahan berbahaya ini dapat menyebabkan iritasi, alergi, penyumbatan fisik di pori-pori, keracunan lokal atau sistemik bahkan berpengaruh pada sistem jaringan dan organ-organ penting lainnya”.

Setiap tahunnya, selalu ada di temukan kasus-kasus kosmetik-kosmetik yang masih mengandung bahan berbahaya dan illegal.

Tabel 1.1 Kasus-Kasus Kosmetika Ilegal Dan Berbahaya

No Tahun Kasus Sumber

1 2013 Bpom Medan Sita Obat Tradisional Dan Kosmetik Ilegal Rp. 1 M

http//m.merdeka.com/peristiwa/bbpom- medan-sita-obat-tradisional-dan-kosmetik-ilegal-rp-1-m.html

2 2014 Bpom Gerebek Industri Rumahan Kosmetik Ilegal

http//harian.analisadaily.com/mobile/headline /news/bpom-gerebek-industri-rumahan-kosmetik-ilegal/45385/2014/07/08 3 2015 16 Kosmetik Ilegal Di Sita

Bpom Medan

http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/re ad/2015/9/05/184756/16-kosmetik-ilegal-disita-bpom-medan/

4 2016 Puluhan Ribu Produk Kosmetik Dan Obat Tradisional Ilegal Disita

http://m.tribunnews.com/regional/2016/05/04 /puluhan-ribu-produk-kosmetik-dan-obat-tradisional-ilegal-disita

(6)

setiap tahunnya, hal ini perlu perhatian khusus dalam menanamkan pengetahuan yang mendalam mengenai ilmu kosmetika, sebab semua perempuan pasti berhubungan dengan kosmetika setiap harinya. Terlebih seorang yang ahli dibidang kecantikan, sangat diperlukan pengetahuan yang mendalam ilmu kosmetika, sebab tanpa pengetahuan, seorang ahli kecantikan tentu tidak akan mampu menyelamatkan dirinya sendiri akan tetapi juga tidak dapat dipercaya oleh klien, dan keselamatan seorang klien adalah hal yang paling utama mengingat begitu banyaknya dampak kosmetika bagi tubuh. Untuk itu sangat perlu meminimalisir penggunaan kosmetika yang mengandung zat kimia berbahaya yaitu dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tradisional.

Tidak hanya seorang ahli kecantikan, setiap wanita sangat perlu mengerti tentang kosmetik.tidak hanya kosmetika modern, tradisional juga penting diketahui mengingat kosmetika tradisional sangat aman dan sangat bermanfaat kesehatan dan kecantikan kulit.

(7)

mata pelajaran Kosmetika masih kurang memenuhi standart kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Hal ini dapat dilihat pada data dokumentasi yang diperoleh, bahwa hasil belajar siswa kelas X Tata Kecantikan Kulit SMK Negeri 10 Medan dalam mata pelajaran Dasar Kecantikan Kulit adalah sebagai berikut: Nilai Sub Sumatif tahun 2015/2016 yang berjumlah 32 orang rata-rata masih relatif cukup dimana siswa yang mendapat nilai A (90-100) berjumlah 2 orang (6.3 %), yang mendapat nilai B (80-89) berjumlah 6 orang (18.7%), yang mendapat nilai C (75-79) berjumlah 7 orang (20 %)dan yang mendapat nilai D (kurang dari 75) berjumlah 15 orang (46.9%). Dari data yang diperoleh , maka dapat disimpulkan bahwa nilai rata – rata siswa selama satu tahun terahir tergolong masih kurang.Standart ketuntasan yang diterapkan pihak sekolah SMK Negeri 8 adalah 75. Masih ada beberapa siswa yang memperoleh nilai dibawah standart ketuntasan minimal.

(8)

dengan menerapkan media pembelajaran yang tepat, yang berorientasi pada siswa dan menarik minat belajar siswa.

Media dapat digunakan untuk membangkitkan gairah dalam pembelajaran, memungkinkan siswa untuk belajar mandiri sesuai dengan minat dan kemampuannya.Media juga dapat meningkatkan pengetahuan, serta dapat memberikan fleksibilitas dalam penyampaian pesan. .Media juga dapat berfungsi sebagai alat komunikasi dan sarana pemecahan masalah.

Media pembelajaran dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada siswa baik berupa alat, orang maupun bahan ajar. Selain itu media pembelajaran dapat merangsang siswa agar lebih efektif. Media pembelajaran akan memudahkan siswa menerima atau mengingat materi yang telah disampaikan. Manfaat lain yaitu memudahkan guru dalam menyampaikan materi, karena dapat ditujukan langsung kepada siswa, suatu bukti kongkrit berupa suara maupun gambar gerak karena media pembelajaran berhubungan langsung dengan indra penglihatan dan pendengaran. Oleh karena itu, maka penggunaan media pembelajaran dapat merangsang siswa untuk belajar. Ketepatan dalam memilih media pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar sangat besar pengaruhnya terhadap efektifitas tercapainya tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Keberadaan media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk memudahkan dalam penyampaian pesan pembelajaran, mempunyai retensi (daya ingat) yang lama, dan memudahkan dalam pemahaman.

(9)

software Prezi sebagai salah satu media pembelajaran inovatif berbasis tehnologi

informasi dan komunikasi.Pembelajaran menggunakan software prezi ini merupakan terobosan baru dalam pembelajaran.Dimana software prezi ini merupakan sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk presentasi berbasis internet.Selain untuk presentasi, prezi juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengeksplorasi dan berbagi ide di atas kanvas virtual.Prezi menjadi unggul karena program ini menggunakan Zooming User Interface (ZUI) yang memungkinkan pengguna prezi untuk memperbesar dan memperkecil tampilan media presentasi mereka.Pada prezi, teks, gambar, video, dan media presentasi lainnya ditempatkan di atas kanvas presentasi dan dapat dikelompokkan ke dalam bingkai-bingkai yang telah disediakan.

Software prezi ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran inovatif.Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan laptop yang telah ter-install software prezi, dikombinasikan dengan LCD dan perangkat audio.Arah

inovasi ini adalah agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif.

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuarikan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Media PembelajaranPrezi UntukMeningkatkan Hasil Belajar Kosmetika Siswa Tata Kecantikan Kelas X SMK Negeri 10 Medan”.

(10)

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut :

1. Pengetahuan siswa mengenai kosmetika yang masih kurang

2. Pengetahuan siswa dalam mengenal jenis-jenis kosmetika masih kurang

3. Pengetahuan siswa mengenai bahan dasar kosmetika masih kurang

4. Kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran kosmetika pada siswa kelas X Tata Kecantikan SMK Negeri 10 medan.

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas, serta mengingat keterbatasan penulis, maka perlu dilakukan pembatan masalah dalam penelitian ini yaitu sebagi berikut:

1. Materi pelajaran yaitu kosmetika tradsional, meliputi kompetensi dasar “ penggolongan, kegunaan, dan bahan dasar kosmetika tradisional;”.

2. Media pembelajaran yang akan dilakukan adalah media pembelajaran prezi, yang diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan pada materi yang telah diajarkan.

3. Hasil belajar yang diukur pada penelitian adalah hasil belajar kognitif. 4. Objek penelitian adalah siswa kelas x tata kecantikan smk negeri 10

medan

D. Rumusan Masalah

(11)

1. Bagaimanakah hasil belajar kosmetika tadisional siswa kelas x tata kecantikan SMK Negeri 10 medan yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional?

2. Bagaimanakah hasil belajar kosmetika tradisionsl siswa kelas x tata kecantikan SMK Negeri 10 medan yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran prezi?

3. Bagaimanakah pengaruh hasil belajar kosmetika tradisional siswa kelas x tata kecantika SMK Negeri 10 medan yang diajarkan menggunakan media pembelajaran prezi?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui hasil belajar kosmetika siswa kelas x tata kecantikan kulit SMK Negeri 10 medan yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional.

2. Untuk mengetahui hasil belajar kosmetika siswa kelas x tata kecantikan kulit SMK Negeri 10 medan yang diajarkan menggunakan media pembelajaran prezi.

3. Untuk mengetahui pengaruh penerapan media pembelajaran prezi terhadap hasil belajar kosmetika siswa kelas x tata kecantikan kulit SMK Negeri 10 medan.

F. Manfaat Penelitian

(12)

1. Sebagai bahan informasi, masukan dan pembelajaran dalam hal karya ilmiah bagi peneliti dalam meneliti pengaruh penerapan media pembelajaran prezi terhadap hasil belajar kosmetika siswa kelas x tata kecantikan kulit SMK Negeri 10 medan.

2. Sebagai bahan dan sumber pengetahuan bagi mahasiswa pkk khususnya program studi tata rias universitas negeri medan untuk lebih memahami tentang media pembelajaran prezi.

3. Sebagai bahan informasi bagi siswa khususnya pembelajaran kosmetika dengan menggunakan media prezi.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui hasil belajar anatomi fisiologi kecantikan pada siswa kelas X SMK Negeri 8 Medan, Untuk mengetahui hasil

Hal lain yang didapatkan peneliti dilapangan berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru ekonomi kelas X SMA Swasta Graha Kirana Medan diperoleh bahwa selama

Penelitian ini bertujuan untuk Mengembangkan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Blog Pada Kompetensi Rias Wajah Sehari-hari untuk kelas X Tata Kecantikan Kulit SMK Negeri

Dari hasil observasi dan wawancara pada tanggal 24 April 2015 dengan guru bidang studi Di SMK Negeri 8 Medan Tata Kecantikan yang terletak di Jalan

Pertemuan pertama dikelas kontrol terlihat siswa tidak terlalu bersemangat dalam mengikuti proses belajar cenderung terlihat bosan kebanyakan sibuk sendiri tidak

(2)Bagaimana aktifitas guru dalam penerapan model pembelajaran langsung dengan menggunakan media pembelajaran Aurora 3D Presentation pada siswa kelas X jurusan Tata Kecantikan

(2)Bagaimana aktifitas guru dalam penerapan model pembelajaran langsung dengan menggunakan media pembelajaran Aurora 3D Presentation pada siswa kelas X jurusan Tata Kecantikan

Proses pembelajaran keterampilan di SMK Negeri 1 Sooko khususnya tata kecantikan rambut, guru menggunakan model pembelajaran langsung, tetappi sintaks-sintaksnya