Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

Teks penuh

(1)

12

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Akhir-akhir ini banyak dilakukan eksplorasi terhadap bahan tanaman yang

mengandung bahan bioaktif dan bermanfaat sebagai pengendali hama yang ramah

lingkungan, seperti penggunaan tanaman perangkap dan pestisida/insektisida

nabati. Cara terbaik untuk mengatasi atau mengurangi dampak bahaya

penggunaan pestisida kimia terhadap manusia maupun lingkungan perlu dicari

alternatif pengendalian dengan menggunakan bahan alam yang bersifat racun bagi

hama tanaman atau yang disebut dengan biopestisida.

Masalah besar yang dihadapi petani atau pengusaha hutan dalam kegiatan

produksi adalah hama penyakit tanaman dan bencana alam. Untuk menanggulangi

serangan hama dan penyakit tanaman petani menggunakan pestisida kimia.

Pestisida kimia merupakan bahan beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan

dan lingkungan, hal ini disebabkan pestisida bersifat polutan dan menyebarkan

radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti mutasi gen

dan gangguan syaraf pusat. Disamping itu residu kimia yang beracun tertinggal

pada produk pertanian dapat memicu penyakit pada manusia.

Biopestisida merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk

mengendalikan hama tanpa bahan kimia. Penggunaan biopestisida juga digunakan

untuk meminimalisir penggunaan bahan kimia yang dapat merusak lingkungan.

Usaha penggunaan bahan biopestisida dapat dimulai dengan bahan-bahan

tumbuhan yang telah diketahui/dikenal baik, misalnya bahan ramuan obat

tradisional atau jamu, bahan-bahan berkemampuan tertentu misalnya mengandung

rasa gatal, pahit, langu, tidak disenangi hama/serangga serta bahan-bahan

(2)

13

tumbuhan yang memang jelas memiliki kemampuan racun terutama bagi hama

dan penyakit tanaman.

Penelitian ini memilih tempat di CA.Dolok Saut, karena penulis menduga

bahwa hutan tersebut memiliki potensi flora yang tinggi dan diduga memiliki

potensi sebagai sumber bahan biopestisida yang melimpah dan belum pernah

dilakukan penelitian di lokasi ini. Secara administrasi pemerintah Cagar Alam

Dolok Saut terletak di Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten

Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara. Oleh karena itu, penulis melalukan

eksplorasi tumbuhan yang terdapat di CA.Dolok Saut, terutama yang termasuk

tumbuhan beracun, agar nantinya dapat diaplikasikan sebagai bahan biopestisida.

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi tumbuhan

beracun serta mengetahui jenis kandungan metabolit sekunder dari jenis-jenis

tumbuhan beracun yang berpotensi sebagai sumber biopestisida di kawasan

Cagar Alam Dolok Saut terletak di Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan,

Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara.

B. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah observasi awal untuk memberi

informasi mengenai jenis-jenis tumbuhan beracun yang terdapat di Cagar Alam

Dolok Saut. dengan adanya informasi jenis-jenis tanaman yang berpotensi sebagai

bahan penghasil biopestisida dan pemanfaatannya akan membantu masyarakat

dan pihak lain dalam mengenal dan memanfaatkan jenis-jenis tersebut dalam

pengendalian hama dan penyakit pada tanaman.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...