KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN Latar Belakang

Kecamatan Jorlang Hataran memiliki luas 93,70 km2 atau 2,14% dari luas

keseluruhan Kabupaten Simalungun. Komoditi andalan di kecamatan ini ialah padi sawah, jagung, ubi kayu, kakao, kopi, dan tanaman perkebunan lainnya.

Petani di Jorlang Hataran melakukan budidaya tanaman terlalu intensif tanpa memperhatikan aspek konservasi tanah. Penggunaan lahan terlalu intensif mengakibatkan tanah akan mengalami penurunan kualitas tanah. Salah satu akibatnya yaitu kemampuan memegang air semakin berkurang.

Pengalaman para peneliti menunjukkan bahwa pengolahan tanah terlalu sering cenderung menyebabkan tanah kehilangan air lebih banyak, hal ini disebabkan tanah menjadi terlalu sarang, daya pegang air oleh butir-butir tanah menjadi lemah sehingga air mudah menguap oleh sinar matahari yang terik. Penguapan merupakan salah satu faktor penyebab terbesar kehilangan air dari permukaan tanah yang menyebabkan berkurangnya air tersedia bagi tanaman budidaya sehingga hasil tanaman tidak memuaskan (Endriani, 2010).

Bahan organik tanah merupakan salah satu bahan pembentuk agregat tanah, yang mempunyai peran sebagai bahan perekat antar partikel tanah untuk bersatu menjadi agregat tanah, sehingga bahan organik penting dalam pembentukan struktur tanah. Pengaruh pemberian bahan organik terhadap struktur tanah sangat berkaitan dengan tekstur tanah yang diperlakukan (Atmojo, 2003). Setiap tanaman menghasilkan jumlah dan kualitas serasah yang berbeda. Peningkatan kandungan karbon organik tanah dapat meningkatkan perekatan fraksi tanah terutama liat. Keberadaan liat pada tanah mempengaruhi nilai indeks

(2)

plastisitas tanah. Menurut Sutono, et al (2010) menyatakan semua mineral liat, mempunyai sifat plastis dan dapat digulung mejadi benang/ulir tipis pada kadar air tertentu tanpa menjadi hancur. Pada kenyataannya, semua tanah berbutir halus mengandung sejumlah liat, maka kebanyakan tanah tersebut adalah plastis. Lubis (2015) juga menyatakan bahwa batas-batas atterberg (indeks plastisitas) dipengaruhi oleh kandungan air, tipe mineral liat, kation dapat dipertukarkan dan bahan oganik. Indeks plastisitas akan menentukan kemudahan pada tanah dalam pengolahan. Menurut Peorwowidodo (1992) menyatakan bahwa tanah yang mempunyai selang olah tanah yang sama akan lebih sulit diolah jika indeks keplastisitasannya lebih rendah.

Berdasarkan uraian tersebut di atas maka penulis merasakan perlunya dilakukan penelitian mengenai kajian hubungan kadar liat, bahan organik, serta kandungan air terhadap indeks plastisitas tanah.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan kadar liat, bahan organik serta kandungan air terhadap indeks plastisitas tanah pada beberapa vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun.

Kegunaan Percobaan

a. Sebagai informasi untuk manajemen lahan yang lebih baik lagi.

b. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.

c. Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...