• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN / RPP #2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN / RPP #2"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN / RPP #2 Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Sukorejo

Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Kelas/Semester : XI/ GANJIL

Materi Pokok : Perawatan Sistem Pelumasan Alokasi waktu : 24 x 45 menit.

A.Kompetensi Inti

3. Memahamani, menerapan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,procedural, dan metakognitif dalam pengetahuan, teknologi, seni , budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar

3.2. Menerapkan cara perawatan sistem pelumasan 4.2. Merawat berkala sistem pelumasan

C.Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Inti -3 :

3.2.1 Menjelaskan fungsi perawatan sistem pelumasan

3.2.2 Menjelaskan dampak asap dari minyak pelumas (oli)) yang ikut terbakar dan menjadi emisi gas buang

3.2.3 Menjelaskan dampak minyak pelumas (oli)) jika dibuang ke tanah dan lingkungan hidup 3.2.3 Menjelaskan cara daur ulang terhadap minyak pelumas (oli) yang sudah tidak terpakai 3.2.4 Menentukan cara perawatan sistem pelumasan

3.2.5 Menjelaskan cara perawatan system pelumasan sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik agar emisi gas buang sesuai regulasi

Kompetensi Inti -4 :

4.2.1 Melakukan perawatan sistem pelumasan, sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik agar emisi gas buang sesuai regulasi

4.2.2 Mengontrol hasil perawatan sistem pelumasan sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik agar emisi gas buang sesuai regulasi

D.Tujuan Pembelajaran

1. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat menjelaskan fungsi system pelumasan secara santun

2. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat menjelaskan dampak asap dari minyak pelumas (oli)) yang ikut terbakar dan menjadi emisi gas buang

3. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat mengkomunkasikan cara cara daur ulang terhadap minyak pelumas (oli) yang sudah tidak terpakai

4. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat mengkomunkasikan cara perawatan berkala system pelumasan dengan percaya diri.

5. Disediakan peralatan perawatan berkala, peserta didik akan dapat melakukan perawatan berkala system pelumasan berdasarkan contoh dengan percaya diri

(2)

6. Disediakan peralatan perawatan berkala, peserta didik akan dapat melakukan perawatan berkala system pelumasan sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik agar emisi gas buang sesuai regulasi

7. Disediakan Buku Manual, peserta didik akan dapat menerapkan data teknis dalam melakukan perawatan berkala system pelumasan sesuai prosedur dengan teliti

8. Disediakan Engine Stand Toyota 5 K, peserta didik dapat mendemonstrasikan perawatan berkala berdasarkan tugas sesuai prosedur dengan percaya diri

9. Disediakan Engine Stand Toyota 5 K, peserta didik dapat Mengontrol hasil perawatan sistem pelumasan sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik agar emisi gas buang sesuai regulasi

E. Materi Pembelajaran

1. Efek limbah bahan berbahaya (B3) Pada lingkungan 2. Fungsi perawatan berkala system pelumasan.

3. Alat dan Langkah perawatan berkala system pelumasan

4. Menggunakan alat perawatan berkala system pelumasan: Alat pelepas oil filter, bak oli hand tools,

5. Menggunakan manual book/spesifikasi pabrik F. Model, Pendekatan dan Metode Pembelajaran

1. Pendekatan saintifik

2. Problem Based Learning Jenis Trouble Shooting (David H.Jonassen) 3. Pengamatan, diskusi kelompok, presentasi, praktikum di bengkel

G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 5 sampai 7

Kegiatan Deskripsi Alokasi

waktu Pendahuluan Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk

mengikuti proses pembelajaran dengan memberikan salam, menanyakan kabar dan berdoa.

• Guru memotivasi siswa untuk dapat belajar dengan sikap kerja yang aman, disiplin, bertanggung jawab dan santun • Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar

yang akan dicapai.

30 menit

Kegiatan Inti Tahap pertama (Pengetahuan)

• Guru memberikan arahan terkait dengan perawatan berkala system pelumasan

• Guru memberikan arahan bahaya limbah beracun (B3) bagi manusia dan lingkungan

• Guru membagi siswa dalam kelompok kerja (@ 8 siswa) dan membagikan lembar kerja siswa

• Siswa mengamati mesin yang telah mencapai kondisi operasional lebih dari 50.000 km

• Mengerjakan LKS dengan melalui proses pengamatan dan menggali informasi tentang perawatan berkala system pelumasan

• Siswa melakukan diskusi didalam kelompoknya terkait dengan proses dan langkah-langkah perawatan berkala system pelumasan

(3)

• Guru memberikan arahan dan pengkondisian untuk diskusi cara daur ulang oli bekas

• Siswa membuat laporan hasil kerja kelompok secara tertulis.

• Setiap kelompok siswa mempresentasikan laporan hasil kerja kelompok.

• Guru melaksanakan proses penilaian terhadap presentasi siswa

• Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap hasil presentasi siswa

Tahap kedua (Ketrampilan)

• Guru memberikan arahan dan pengkondisian praktikum di bengkel tentang kegiatan siswa dan kelompok terkait dengan proses dan langkah langkah dalam melakukan pekerjaan perawatan berkala system pelumasan.

• Kelompok mengontrol hasil perawatan sistem pelumasan sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik agar emisi gas buang sesuai regulasi

• Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Siswa • Siswa belajar mandiri melalui manual book,buku

pegangan siswa dan buku sumber tentang POS dan K3 perawatan berkala.

• Siswa dengan pengawasan dan bimbingan guru

menyiapkan peralatan dan bahan pada Perawatan berkala penggantian oli mesin sesuai buku manual

• Siswa dengan pengawasan dan bimbingan guru mengembalikan Peralatan dan bahan dengan baik dan lengkap

• Siswa membuat laporan hasil kerja kelompok secara tertulis.

• Setiap kelompok siswa mempresentasikan laporan hasil kerja kelompok.

• Guru melaksanakan proses penilaian terhadap presentasi siswa

• Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap hasil presentasi siswa

Penutup Bersama-sama dengan siswa membuat simpulan pelajaran.

• Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.

(4)

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan

Penentuan Teknik dan Bentuk Penilaian Mata Pelajaran : PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN

KD 3.2 Menerapkan cara perawatan sistem pelumasan. Kelas : XI

Semester : Ganjil

No. Ranah Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Penilaian 1. Sikap Observasi Daftar Skala Penilaian 2. Pengetahuan

KD 3.2 Menerapkan cara perawatan sistem pelumasan

Tes Tertulis Mensuplai jawaban

3. Keterampilan

KD 4.2 Merawat berkala sistem pelumasan

Unjuk Kerja Daftar cek (check list)

1. Penilaian Pengetahuan

Mata Pelajaran: PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN Kelas XI KD 3.2 Menerapkan cara perawatan sistem pelumasan.

Kompetensi

Dasar Indikator Indikator Soal

Jenis Soal Soal 3.2 Menerap kan cara perawata n sistem pelumas an . 1. Menjelas kan fungsi perawata n system pelumasa n. 2. Menentu kan cara perawata n system pelumasa n 1.Siswa dapat menerangkan fungsi perawatan system pelumasan. 2.Siswa dapat menjelaskan fungsi system pelumasan 3.Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja system pelumasan 4.Siswa dapat menjelaskan kapan dilakukan penggantian pelumas 5.Siswa dapat menerangkan langkah perawatan system pelumasan.

Tes tulis 1. Jelaskan fungsi dari perawatan system pelumasan pada kendaraa ringan! 2. Jelaskan minimal 4

fungsi dari system pelumasan pada mesin kendaraan ringan 3. Jelaskan prinsip kerja

pelumasan pada engine Toyota K! 4. Kapan seharusnya dilakukan penggantian oli mesin! 5. Jelaskan langkah-langkah perawatan berkala system pelumasan!

(5)

M e n g e t a h u i , P a s u r u a n , Pauruan, ….. Juli 2019 Kepala SMKN 1 Sukorejo Guru Mata Pelajaran

RUDI TRISANTOSO, S.Pd., M.Pd JOKO WICAKSONO, S.Pd NIP. 19710124 199512 1 001 NIP. 197502032010011009 Kunci Jawaban Soal:

1.Fungsi perawatan berkala system pelumasan: a) menjamin komponen kendaraan berfungsi optimal, b) memperpanjang usia pakai kendaraan, c) mencegah overheat pada mesin.

2.Fungsi system pelumasan pada mesin: a. Mencegah korosi pada komponen mesin

b. Mengurangi gesekan/aus pada komponen mesin yang bersinggungan. c. Mengurangi panas berlebihan pada mesin

d. Merapatkan dan mencegah kebocoran kompresi (blowby)

e. Membersihkan komponen mesin dari kotoran logam yang bergesekan. 3.Prinsip kerja system pelumasan

Oli yang tertampung pada karter di pompa oleh pompa oli dialirkan melewati filter oli ke komponen komponen yang bergesekan. Karena gravitasi oli yang telah melumasi komponen tersebut mengalir ke bawah dan terkumpul lagi di karter.

4.Penggantian oli mesin setiap kendaraan menempuh 3.000 – 5.000 km atau sesuai pedoman buku servisnya.

5. Langka perawatan berkala system pelumasan:

a. Periksa jumlah oli mesin dengan mencabut Dee Stick. Jika kurang periksa adanya kebocoran oli mesin

b. Pastikan sumbernya dan perbaiki.

c. Jika jarak tempuh sudah mencapai 3.000 km (atau sesuai manual book) lakukan penggantian oli mesin dengan spesifikasi sesuai manual book.

d. Pastikan kedaraan diparkir dengan aman, atau naikkan ke car lift. e. Lepas Penutup pemasukan oli mesin.

f. Siapkan penampung oli bekas, dan buka baut drain pada karter

g. Biarkan oli keluar semua. Bisa dibantu dengan flush menggunakan udara dari compressor (udara yang telah di filter).

h. Pasang kembali baut drain. Isi dengan oli yang baru. Penskoran Jawaban dan Pengolahan Nilai

1.Nilai 4 : jika sesuai kunci jawaban dan ada pengembangan jawaban 2.Nilai 3 : jika jawaban sesuai kunci jawaban

3.Nilai 2 : jika jawaban kurang sesuai dengan kunci jawaban 4.Nilai 1 :jika jawaban tidak sesuai dengan kunci jawaban Contoh Pengolahan Nilai

IPK No Soal Skor Penilaian

1 Nilai

1. 1 3

Nilai perolehan KD pegetahuan : rerata dari nilai IPK (13/16) * 100 = 81,25 2. 2 3 3. 3 4 4. 4 3 Jumlah

(6)

2. Penilaian Keterampilan

Mata Pelajaran : PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN Kelas : XI

Semester : Ganjil

KD 4.2 Merawat berkala sistem pelumasan IPK :

• Melakukan perawatan berkala sistem pelumasan • Mengontrol hasil perawatan berkala sistem pelumasan

NO ASPEK PENILAIAN

Pencapaian Kompetensi Tidak Ya

7-7,9 8-8,9 9-10

I LANGKAH PERSIAPAN PERALATAN DAN BAHAN

1. Peralatan dan bahan disiapkan dengan lengkap sesuai kebutuhan 2. Menggunakan peralatan keselamatan kerja

3. Engine di kondisikan pada temperatur kerja dengan aman II LANGKAH PELAKSANAAN SERVIS BERKALA

4. Perawatan berkala system pelumasan dilakukan sesuai buku manual 5. Mengontrol hasil perawatan berkala sistem pelumasan

III LANGKAH PENUTUP

6. Pekerjaan perawatan berkala dilakukan pengecekan

7. Peralatan dan bahan dikembalikan dengan baik dan lengkap

I. Alat, Bahan, Media dan Sumber Belajar 1. Alat & Bahan

Kotak alat beserta kelengkapannya, alat alat instrumentasi untuk pekerjaan servis berkala, Engine Stand bensin 4 langkah 4 silinder, vender cover, grease, olie, kain lap.

2. Media

• LCD, Laptop, LKS, Power Point , Video, White Board 3. Sumber Balajar

• Anonim, 1996, Manual book Toyota Kijang 5K, Toyata Astra Motor Jakarta • Internet

• Ismanto, Paryono, Spuller. 1994. Perawatan Berkala Mesin PPPPTK BOE / VEDC Malang

Mengetahui, Pasuruan , Juli 2019

Kepala SMKN 1 Sukorejo Guru Mata Pelajaran

RUDI TRISANTOSO, S.Pd., M.Pd JOKO WICAKSONO, S.Pd NIP. 19710124 199512 1 001 NIP. 197502032010011009

(7)

LAMPIRAN MATERI

EFEK LIMBAH BAHAN BERBAHAYA (B3)

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung B3. Sedangkan sesuai definisi pada Undang Undang 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dimaksud dengan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan, merusak lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.

Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain, yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3

Berbagai pabrik industri dianatara bahan bakunya banyak mempergunakan zat-zat kimia organik maupun anorganik. Sebagai hasil pengolahannya selain menghasilkan produk-produk yang berguna bagi kehidupan manusia, juga fakta menunjukkan bahwa limbah-limbah negatif bagi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungannya.

Diantara efek limbah berbahanya terhadap kesehatan manusia adalah karena sifat toksik bahan yang dikandung dalam limbah tersebut. Berbagai jenis penyakit yang dapat terjadi karena limbah berbahaya adalah; penyakit pneumoniosis, silicosis, byssinosis, siderosis, talkosis dan berbagai jenis keracunan lainnya.

Penyakit-penyakit yang ditimbulkan dari limbah berbahaya dapat bersifat akut dan kronis. Terutama limbah berbahaya toksis, dimana proses reaksinya sangat kompleks.

Dengan karakteistik yang dimilikinya, B3 mempengaruhi kesehatan dengan mencelakakan manusia secara langsung (akibat ledakan, kebakaran, reaktif dan korosif) dan maupun tidak langsung (toksik akut dan kronis) bagi manusia.

Zat toksik yang dihasilkan oleh limbah B3 masuk ke tubuhmanusia melalui:

– Oral yaitu melalui mulut dan kemudian saluran pencernaan, sulit mencapai peredaran darah ; – Inhalasi yaitu melalui saluran pernapasan, bersifat cepat memasuki peredaran darah;

– Dermal yaitu melalui kulit sehingga mudah masuk ke dalam peredaran darah; – Peritonial yaitu melalui suntikan, langsung memasuki peredaran darah.

(8)

Zat toksik akan dibawa oleh darah dan didistribusikan ke seluruh tubuh dan kemudian mengganggu organ tubuh antara lain: keracunan neurotaksik, zat toksik akan dibawa menuju otak, atau zat toksik akan ditimbun dan diproses pada jaringan lemak, otot, tulang, syaraf, liver, pankreas, usus dan kemudian setelah melalui proses- sisanya akan disekresikan ke luar tubuh.

Pengaruh limbah B3 terhadap mahluk hidup, khususnya manusia terdiri atas 2 kategori yaitu: (1) efek akut, dan (2) efek kronis. Efek akut dapat menimbulkan akibat berupa kerusakan susunan syaraf, kerusakan sistem pencernaan, kerusakan sistem kardio vasculer, kerusakan sistem pernafasan, kerusakan pada kulit, dan kematian.

Sementara itu, efek kronis dapat menimbulkan efek karsinogenik (pendorong terjadinya kanker), efek mutagenik (pendorong mutasi sel tubuh), efek teratogenik (pendorong terjadinya cacat bawaan), dan kerusakan sistem reproduksi.Bagian organ tubuh yang terkena pengaruh adalah: Ginjal (umumnya disebabkan zat toksik Cadmium); Tulang (umumnya disebabkan zat toksik Benzene); (umumnya disebabkan zat toksik Methyl Mercury); Liver (umumnya disebabkan zat toksik Carbon- Tetrachlorida); Paru-paru (umumnya disebabkan zat toksik Paraquat); Mata (umumnya disebabkan zat toksik Khloroquin).

– Kadmium (Cd)

Sebagian Cd yang diabsorbsi tubuh akan mengumpul di dalam ginjal, hati dan sebagian dibuang keluar melalui saluran pencernaan. Keracunan Cd dapat mempengaruhi otot polos pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah menjadi tinggi yang kemudian dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung dan ginjal.

– Timbal,Timah Hitam (Pb)

Timbal terdapat di air, tanah, tanaman, hewan dan udara. Zat ini terbentuk akibat aktifitas manusia seperti pembakaran batu bara, sampah, penyemprotan pestisida, asap pabrik dan akibat pembakaran bensin di kendaraan. Timbal dan senyawanya mempengaruhi sistem pusat syaraf dengan ciri-ciri keracunan, yaitu pusing, anemia, lemah dan yang paling berbahaya adalah pengaruhnya terhadap sel darah merah. Timbal dapat mengubah ukuran dan bentuk sel darah merah.

– Merkuri (Hg)

Gejala keracunan merkuri ditandai dengan sakit kepala, sukar menelan, penglihatan menjadi kabur dan daya pendengaran menurun. Selain itu orang yang keracunan merkuri merasa tebal di bagian kaki dan tangannya, mulut tersumbat oleh logam, gusi membengkak dan diare. Kematian dapat terjadi pada kondisi tubuh yang makin melemah. Wanita yang hamil akan melahirkan bayi yang cacat.

(9)

Bengkel-bengkel otomotif (mobil dan sepeda motor) memiliki beberapa potensi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Limbah B3 adalah limbah yang sangat berbahaya, karena bersifat korosif, mudah terbakar, mudah meledak, reaktif, beracun, menyebabkan infeksi dan bersifat iritan [2]. Aktivitas kerja di bengkel otomotif melibatkan banyak bahan yang mengandung potensi ini. Salah satu bahan yang termasuk kategori ini adalah oli. Oli yang digunakan dalam pengoperasian kendaraan, perawatan dan dalam bentuk proses perbaikan akan menghasilkan limbah yang sering disebut oli bekas. Limbah minyak pelumas mengandung sejumlah zat yang bisa mengotori udara, tanah, dan air. Limbah minyak pelumas kemungkinan mengandung logam, larutan klorin, dan zat-zat pencemar lainnya. Satu liter imbah minyak pelumas dapat merusak jutaan liter air segar dari sumber air dalam tanah. Apabila limbah minyak pelumas tumpah di tanah akan mempengaruhi air tanah dan akan berbahaya bagi lingkungan. Hal ini karenan limbah minyak pelumas dapat menyebabkan tanah kehilangan unsur hara

Ada beberapa langkah pengelolaan atau aplikasi yang dapat dilakukan bengkel otomotif untuk mengurangi limbah bengkel dan oli bekas, yaitu [7]: a. Sistem drainase bengkel. b. Bak penampung oli. c. Menjaga kenyamanan bengkel. d. Pengumpulan limbah. e. Pembuangan dan penjualan limbah dan oli bekas. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tidak dapat begitu saja ditimbun, dibakar atau dibuang ke lingkungan, karena mengandung bahan yang dapat membahayakan manusia dan makhluk hidup lain. Limbah ini memerlukan cara penanganan yang lebih khusus dibanding limbah yang bukan B3. Limbah B3 perlu diolah, baik secara fisik, biologi, maupun kimia sehingga menjadi tidak berbahaya atau berkurang daya racunnya. Setelah diolah limbah B3 masih memerlukan metode pembuangan yang khusus untuk mencegah resiko terjadi pencemaran [8]. Oli bekas yang terkumpul masih memiliki nilai ekonomis dengan menjualnya pada pengepul oli bekas. Salah satu penggunaan oli bekas adalah untuk didaur ulang menjadi oli baru. Proses ini membutuhkan oli bekas yang memenuhi persyaratan tertentu. Penanganan atau menajemen limbah oli bekas yang baik akan dapat memberikan keuntungan bagi pengelolanya. Selain itu, hal ini berarti pengurangan biaya produksi bagi industri yang memanfaatkan karena oli bekas masih bisa dimanfaatkan lagi dengan proses daur ulang yang tepat. Penanganan oli bekas sebagai limbah sangat dianjurkan karena masalah dampak lingkungan. Satu pint (setara 0,586 liter) dapat mengakibatkan lapisan tipis sebesar 35 parts per million pada permukaan air seluas satu acre (setara 0,4646 ha). Ketika oli dibuang ke air, oli bekas meningkatkan kebutuhan oksigen makhluk hidup karena terjadi proses dekomposisi hidrokarbon. Proses ini melepaskan kandungan oksigen yang dibutuhkan makhluk hidup. Bertitik tolak dari latar belakang di atas maka perlu suatu kegiatan pengabdian masyarakat dengan mitra kerja bengkel mobil. Dengan kegiatan sosialisasi manajemen limbah bengkel maka diharapkan dapat mengurangi resiko pencemaran lingkungan. Implementasi di lapangan dapat dilakukan dengan mengacu langkah pengelolaan seperti referensi [7]. Konsep dasar manajemen limbah oli di bengkel skala UKM adalah manajemen dengan biaya yang relatif rendah dan pelaksanaannya mudah. Salah satu motivasi yang dapat diberikan adalah keuntungan finansial yang didapat karena melaksanakan sistem manajemen limbah oli dengan baik.

Referensi

Dokumen terkait

Siswa mampu menjelaskan cara menyusun neraca saldo berdasarkan saldo dalam buku besar.. Siswa mampu membuat jurnal penyesuaian

Melalui kegiatan membaca teks berjudul “Minyak Jarak Sebagai Sumber Energi Alternatif”, siswa dapat menjelaskan cara pemanfaatan tanaman jarak dengan tepat.. Melalui

a. Peserta didik menyusun laporan hasil telaah tentang Fungsi Pancasila sebagai dasar Negara , laporan secara tertulisdalam lembaran kertas. Guru menjelaskan tata cara

Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian alat pencernaan secara urut Siswa dapat menjelaskan fungsi alat-alat pencernaan (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan

a. Peserta didik menyusun laporan hasil telaah tentang Fungsi Pancasila sebagai dasar Negara , laporan secara tertulisdalam lembaran kertas. Guru menjelaskan tata

Siswa menanyakan penjelasan guru yang belum di pahami tentang soal cerita aplikasi satuan debit melalui WA grup.. Guru menjelaskan pertanyaan siswa melalui WA grup

Guru meminta siswa untuk menjelaskan tentang pengertian dan tata cara bersuci serta menirukan tata cara menyucikan najis3. Guru meminta siswa yang lain mendengarkan

Pada setiap akhir pertemuan diberikan post test untuk mengukur pengetahuan apakah siswa mampu mengidentifikasi, menjelaskan, menentukan, dan menganalisis fungsi naik, turun,